cover
Contact Name
ARIS HERI ANDRIAWAN
Contact Email
jurnalabdikarya@untag-sby.ac.id
Phone
+628563387364
Journal Mail Official
jurnalabdikarya@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Semolowaru 45, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Abdikarya : Jurnal Karya Pengabdian Dosen dan Mahasiswa
ISSN : -     EISSN : 26559706     DOI : https://doi.org/10.30996/abdikarya.v5i1
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa memuat artikel ilmiah yang berfokus pada bidang teknologi tepat guna dan kewirausahaan Community Services People Local Food Security Training Marketing Appropriate Technology Design Community Empowerment Social Access Cultural Exchange Student Community Services Education for Sustainable Development The results of community service activities are in the form of application and assistance to the community in various fields of science, including: Education, Law, Psychology, Agriculture, Management, Information Technology, Social Humanities, Culture, Appropriate Technology, and Other Fields of Science.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 197 Documents
PROSEDUR RAPAT DI BAGIAN RAPAT DAN PERUNDANG-UNDANGAN SEKERTARIAT DPRD KOTA SURABAYA
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/abdikarya.v5i2.7347

Abstract

Meetings are a very important means of communication in an organization because the meeting serves as a guide in discussing an issue to achieve goals with an agreement in taking or making a decision. The purpose of this observation is to find out the procedures for meetings in the meeting section and the Legislation of the Surabaya City DPRD secretariat, while the benefits of this observation are to know and expand knowledge and insight into the procedures for holding council member meetings at the Surabaya City DPRD secretariat and as evaluation material in other sections. the part that is directly and actively involved in organizing board member meetings. Keywords: Meeting, Procedure, DPRD Abstrak Rapat merupakan sebuah sarana komunikasi yang sangat penting dalam suatu organisasi karena rapat berfungsi sebagai pedoman dalam pembahasan mengenai suatu persoalan untuk mencapai tujuan dengan kata sepakat dalam mengambil atau mengambil suatu keputusan. Tujuan pengamatan ini adalah untuk mengetahui prosedur rapat di bagian rapat dan Perundang-Undangan sekertariat DPRD Kota Surabaya, sedangkan manfaat dari pengamatan ini adalah mengetahui dan memperluas ilmu serta wawasan mengenai prosedur penyelenggaraan rapat anggota dewan di sekretariat DPRD Kota Surabaya dan sebagai bahan evaluasi pada bagian-bagian yang terlibat langsung serta aktif melakukan penyelenggaraan rapat anggota dewan. Kata kunci: Rapat, Prosedur, DPRD
IMPLEMENTASI FUNGSI PENGAWASAN DPRD DALAM KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH DI KOTA SURABAYA
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/abdikarya.v5i2.7348

Abstract

The main function of the DPRD is to control the running of the government in the regions, while with regard to the legislative function, the position of the DPRD is not a dominant actor. The dominant power holder in the legislative field is the Governor or Regent/Mayor. Even in Law No.23 year 2014, Governors and Regents , Mayors are required to submit a draft Regional Regulation and stipulate it as a Regional Regulation with the approval of the DPRD. This means that the DPRD only acts as a controller that can approve or even reject at all or approve certain changes. However, many facts show that there are still many Parliement members who do not have comprehensive capabilities in carrying out supervisory functions which results in not being able to function properly. This phenomenon also occurs in the Palembang City Parliement where there are still many Parliement members who do not know how to carry out the supervisory function which is one of their main tasks. Keywords: Implementation; Policy; Regional Government Abstrak Fungsi utama DPRD adalah untuk mengontrol jalannya pemerintahan di daerah, sedangkan berkenaan dengan fungsi legislatif, posisi DPRD bukanlah aktor yang dominan. Pemegang kekuasaan yang dominan di bidang legislatif itu tetap Gubernur atau Bupati/Walikota. Bahkan dalam UU No.23 tahun 2014, Gubernur dan Bupati/Walikota diwajibkan mengajukan rancangan Peraturan Daerah dan menetapkannya menjadi Peraturan Daerah dengan persetujuan DPRD. Artinya, DPRD itu hanya bertindak sebagai lembaga pengendali atau pengontrol yang dapat menyetujui atau bahkan menolak sama sekali ataupun menyetujui dengan perubahan - perubahan tertentu. Namun, banyak fakta menunjukan masih banyaknya anggota DPRD yang tidak memiliki kemampuan yang komprehensif dalam menjalankan fungsi pengawasan yang mengakibatkan tidak dapat berjalan baik fungsi pengawasan tersebut. Fenomena tersebut terjadi juga di DPRD Kota Surabaya dimana masih banyak anggota DPRD yang tidak tahu bagaimana menjalankan fungsi pengawasan yang merupakan salah satu tugas utama mereka. Kata kunci: Implementasi; Kebijakan; Pemerintah Daerah.
PERANAN FUNGSI PEMBENTUKAN PERATURAN DAERAH DALAM SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Local People's Representative Council (DPRD) In Local Government Legislation and Regional Legislative Institutions. One of the most esential issues of democracy’s results in Indonesian constitutional platform is the local legislature, so popularly known as the Local People's Representative Council (DPRD). The key of the success in organizing local government is the capability of the Local People's Representative Council (DPRD) in conducting the three basic functions and plus, namely legislating, budgeting, supervising, and plus representing, simultaneously, proportionally and continously. In the future times, it is urgent to strengthen the structure and institutional capacity of the Local People's Representative Council (DPRD) by means of three agenda, that is (i) to redefine and to consolidate the position of the Local People's Representative Council (DPRD) as a legislature; (ii) to reinforce the authority of the Local People's Representative Council (DPRD); and (iii) to maximize the capacity of the Local People's Representative Council (DPRD) in performing its all functions. To that end, it is urgent to take an effort in revising Law of 32/2004 and Law of 27/2009. Keywords: DPRD, Checks and Balances, UUD 1945, UU 32/2004, UU 27/2009 Abstrak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dalam Perundangundangan Pemerintahan Daerah dan Lembaga Legislatif Daerah. Salah satu isu terpenting hasil demokrasi dalam pentas ketatanegaraan Indonesia ialah lembaga legislatif daerah, yang populer dikenal dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kunci keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah adalah kemampuan DPRD dalam menjalankan tiga plus fungsi utamanya-legislasi, anggaran dan pengawasan, dan plus representasiÊsecara simultan, proporsional dan berkelanjutan. Di masa mendatang penting untuk memperkuat struktur dan kelembagaan DPRD melalui 3 (tiga) agenda: (i) memperjelas dan memperkuat kedudukan DPRD sebagai badan legislatif; (ii) memperkuat kewenangan DPRD; dan (iii) memperkuat kapasitas DPRD dalam menjalankan fungsi-fungsinya. Untuk itu, diperlukan segera upaya merevisi UU 32/2004 dan UU 27/2009. Kata Kunci: DPRD, Checks and Balances, UUD 1945, UU 32/2004, UU 27/2009
PENYELESAIAN SENGKETA ATAS KEPEMILIKAN TANAH ADAT BERDASARKAN HUKUM ADAT
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/abdikarya.v6i1.8089

Abstract

Abstract The history of land law in Indonesia prior to the enactment of the UUPA apart from western agrarian law, namely customary law. It includes customary rights, property rights and usufructuary rights. As one of the essential elements forming the State, land plays a vital role in the life and livelihood of the nation supporting the State concerned, especially those whose agrarian style is dominant. Customary land law itself is different in each region because each region has different customary sources. Customary land law is the law that regulates land rights that apply in each region. The existence of customary courts in resolving land disputes in positive law has been revoked, because according to the Law on Judicial Power (UUKK) it is no longer recognized that courts are conducted by non-state judicial bodies, meaning that all courts throughout the territory of the Republic of Indonesia are state courts stipulated by law. Law, although in practice in the field it is found customary courts of a local nature. The policy of unification of the judiciary is one of the reasons why customary justice is slowly being abandoned. The Law on Judicial Power (UUKK) opens the possibility of peaceful settlement of civil cases as a spirit that is manifested in the civil justice system. This research was conducted with the aim of knowing the position and existence of customary courts in the context of resolving land disputes and resolving land disputes in indigenous peoples. Keywords: Customary Courts; Customary Land; Dispute
TALAK ORGANIK WONOSALAM: PRODUK INOVASI TEH DARI LIMBAH KULIT SALAK UNTUK UMKM DESA WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/abdikarya.v6i1.8108

Abstract

Kulit buah salak yang selama ini sebagai limbah belum diolah secara optimal, bahkan hanya dijadikan limbah buangan oleh masyarakat, padahal kulit buah salak dapat diolah kembali menjadi teh herbal kulit buah salak. Kulit buah salak memiliki kandungan antioksidan dan polyphenol yang tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan produk inovasi baru dari olahan kulit buah salak yaitu teh herbal di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Desa Wonosalam, Kabupaten Jombang. Proses utama pembuatan teh dari kulit salak adalah proses pengeringan dengan suhu 60 0C dan lama pengeringan kulit salak selama 7 jam. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2022 di workshop kegiatan masyarakat Desa Wonosalam dan proses pengenalan dilakukan di UMKM produk minuman ringan di Dusun Sumber, Desa Wonosalam. Parameter yang dijadikan pembeda kualitas teh herbal adalah indeks kepuasan responden terhadap warna, rasa, dan aroma teh herbal. Dimana kepuasan tertinggi ada di teh kulit salak dengan aroma pandan, yaitu sebanyak 75% dari total responden.
PELATIHAN BUSINESS MODEL CANVAS (BMC) BAGI PARA PEMILIK USAHA KECIL DI SABU RAIJUA, NUSA TENGGARA TIMUR Kempa, Sesilya; Sahetapy, Wilma Laura; Suprapto, Widjojo; Palumian, Yonathan; Andreani, Fransisca
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol. 08 No. 01 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/abdikarya.v8i01.12075

Abstract

This community service activity is aimed at entrepreneurs who are members of the PPA Sabu Raijua. Field observations revealed a lack of understanding regarding the business model that suits their business conditions. Many entrepreneurs in the group have an inaccurate concept of their product potential, customer mapping, and financial management, which hampers the development of their businesses and the improvement of their economic well-being. Training and mentoring on developing a business model using the Business Model Canvas (BMC) focused on changing the mindset and behavior in managing micro and small enterprises. After conducting financial health tests and visiting each business, the main theme of the training was the development of a new business model following the BMC guidelines. The training resulted in the creation of a new business model. Mentoring was provided to support the implementation of this new model in the micro-enterprises of the members. The impact of the training and mentoring was evident in the increased income of the micro and small businesses managed by the members of the PPA Sabu Raijua
PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK KERAJINAN GETAH NYATU MENDUKUNG IKM BERKEARIFAN LOKAL DI PALANGKA RAYA Rohaetin, Sri; Hariatama, Fendy; Buji, Grace Evelina; Sundari, Sundari; Sinambela, Martupa
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol. 08 No. 01 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/abdikarya.v8i01.12301

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi industri kecil dan menengah (IKM) berbasis kerajinan lokal di Palangka Raya melalui pemanfaatan getah nyatu sebagai bahan baku utama. Getah nyatu, yang melimpah di kawasan ini, sering kali kurang dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pembuatan produk kerajinan, seperti patung, hiasan rumah, dan perhiasan. Kegiatan ini melibatkan narasumber berpengalaman dalam kerajinan getah nyatu dan dilaksanakan dalam beberapa sesi, meliputi teori dasar, teknik produksi, serta proses finishing. Selain itu, peserta juga dilatih strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing produk di pasar lokal dan regional. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal dengan memanfaatkan kearifan lokal yang ada, sehingga pelaku IKM diharapkan menjadi lebih mandiri dan inovatif dalam menciptakan produk kerajinan. Selain meningkatkan kesejahteraan ekonomi, program ini juga berkontribusi dalam pelestarian budaya lokal dan memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas. Hasil akhir dari pelatihan ini diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan IKM berbasis kearifan lokal di Palangka Raya, sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi calon tenaga ahli muda selanjutnya.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT LUMAJANG MENGGUNAKAN TEKNOLOGI IOT PADA SEKTOR PARIWISATA Shodiq, Muhammad; Prianto, Kusnul; Rifa'i, Muh. Khoirul; Wibowo, Achmad Teguh
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol. 08 No. 01 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/abdikarya.v8i01.12370

Abstract

Lumajang district has very promising hydrographic potential for industry, drinking water, irrigation, and tourism. This research focuses on the use of internet of things (iot) technology as a new tool to improve the economy of lumajang communities, particularly in the tourism sector. Using a community based participatory research (cbpr) approach, this research involves the active participation of the community in the process. The results show that empowering the lumajang community with iot technology facilitates regular and structured monitoring of local revenue, particularly in the tourism sector. This has a positive impact on revenue management and the welfare of the people of lumajang district. With its hydrographic potential optimally utilized, the area can stimulate economic growth and the tourism sector, opening up new opportunities for local residents and regional stakeholders.
INOVASI MODUL EMBEDDED-IOT SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN STEM DI SMK: STUDI KASUS DI SMK SIANG DAN SMK KAWUNG 1 SURABAYA Tamaji, Tamaji; Dhaniswara, Erwin; Paramitha, Melvie
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol. 08 No. 01 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The application of Embedded-IoT technology in STEM education at vocational schools is an innovation that aims to improve the quality of learning and students' readiness to face modern technological developments. This service was carried out at SMK Siang and SMK Kawung 1 Surabaya, which have limited infrastructure and human resources in utilizing IoT technology. Through the development of the Embedded-IoT module, this activity provides interactive and practical training to teachers and students to increase their understanding of IoT technology. This project involves creating 10 Embedded-IoT practicum modules and preparing STEM-based learning materials. It is hoped that the implementation of this module can improve the technology skills of students and teachers, strengthen the STEM-based curriculum, and increase the competitiveness of graduates in the job market. Apart from that, this activity also contributes to the implementation of the Independent Campus Learning Program (MBKM) and Key Performance Indicators (IKU) which encourage collaboration, active participation and strengthening technological capabilities in Vocational Schools. The embedded-IoT module implementation program at SMK SIANG and SMK Kawung 1 Surabaya aims to increase student and teacher competency in IoT technology through training, curriculum development and module implementation. The evaluation showed an increase in the average score from 62.8 (pre-test) to 72.2 (post-test), confirming the increase in participants' understanding and skills. A total of 10 modules are designed for STEM-based learning, providing practical experience in developing embedded systems and IoT. The results of this program have succeeded in improving the quality of education, supporting the integration of IoT technology in the teaching and learning process, and strengthening students' readiness to face modern industry.
MANUFAKTUR MESIN PEMIPIL JAGUNG UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIFITAS KELOMPOK PETANI SUBER REJEKI II KECAMATAN JUMANTONO KABUPATEN KARANGANYAR Akbar, Hammar Ilham; Triyono, Teguh; Pramudi, Ganjar
Jurnal Abdikarya: Jurnal Karya Pengabdian Dosen Dan Mahasiswa Vol. 08 No. 01 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/abdikarya.v8i01.11547

Abstract

Kelompok Usaha Tani Sumber Rejeki II berlokasi di Dk. Kleco RT 4 RW 3, Ds. Sambirejo, Kec. Jumantono, Kab. Karanganyar, Prov. Jawa Tengah. Fokus utama kelompok ini adalah pengembangan usaha pertanian, khususnya dalam produksi jagung. Pentingnya jagung sebagai komoditas pangan kedua setelah beras membuat kebutuhan jagung meningkat seiring pertambahan penduduk dan perkembangan industri pakan. Di Indonesia, produksi jagung pada tahun 2021 mencapai 23.042.764,84 ton, dengan dominasi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Namun, di Desa Sekembang, Jumantono, kelompok menghadapi permasalahan dalam proses pemipilan jagung. Petani jagung di daerah tersebut masih menggunakan alat sederhana, terutama pemipilan secara manual atau dengan tangan. Proses manual membutuhkan waktu yang relatif lama, menghasilkan jagung pipilan dalam jumlah yang terbatas, dan menyebabkan kelelahan dan keluhan tangan yang sakit. Meskipun ada mesin pemipil jagung mekanis, petani di daerah tersebut kesulitan mengaksesnya karena harga yang mahal dan kapasitas yang umumnya lebih besar dari yang diperlukan oleh petani kecil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kelompok mengidentifikasi kebutuhan akan mesin pemipil jagung dengan kapasitas kecil atau rendah yang dapat membantu petani meningkatkan hasil pipilan jagung dengan biaya yang lebih terjangkau. Mesin tersebut diharapkan dapat menggantikan metode manual yang tidak efektif. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, kelompok menciptakan dan merancang mesin pemipil jagung semi-mekanis. Mesin ini menggunakan teknologi sederhana dan dapat membantu petani dalam penanganan pascapanen jagung.