cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2018)" : 6 Documents clear
PENGARUH METODE PERENDAMAN DAN REFLUKS DALAM MENINGKATKAN KADAR SILIKA ABU VULKANIK GUNUNG SINABUNG Rantika Dewi Ginting; Wike S Simamora; Ahmad Ramadhan; Lisnawaty Simatupang
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.017 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i2.5047

Abstract

Pengaruh metode perendaman dan refluks menggunakan asam klorida untuk meningkatkan kadar silika abu vulkanik gunung Sinabung telah dilakukan. Dalam perlakuannya abu vulkanik yang telah dipreparasi dengan ukuran 100 mesh diuji kadar awalnya dengan instrumen XRF. Selanjutnya abu ditambah dengan HCl 12 M dan dipanaskan pada suhu 100oC  selama 2 jam dengan perbandingan abu dan HCl yaitu 1:10 (w/v) menggunakan kedua metode tersebut. Setelah itu didestruksi dengan NaOH 4 M dan filtrat yang dihasilkan ditetesi dengan HCl 3 M sampai terbentuk gel dan kemudian diuji. Karakteristik dan analisa produk silika gel diuji dengan FTIR, XRD dan SEM-EDS. Berdasarkan hasil analisa menggunakan FTIR menunjukkan adanya gugus Si-O dari Si-O-Si dari kedua silika yang berhasil dibuat. Karakterisasi menggunakan XRD menunjukkan bahwa silika yang dihasilkan berbentuk amorf. Berdasarkan pengujian menggunakan SEM-EDS kadar silika dihasilkan oleh metode perendaman yaitu sebesar 89,21% dan 66,15% untuk metode refluks dimana terjadi peningkatan kadar silika untuk metode perendaman dari kadar awal silika abu vulkanik sebesar 69,82% dan kedua silika gel tersebut mempunyai morfologi yang tampak sama, namun pada metode perendaman rongga dari pori yang terbentuk tampak lebih jelas.
DEGRADASI FOTOKATALITIK FENOL PADA LIMBAH CAIR SASIRANGAN MENGGUNAKANTIO2 DAN K2S2O8
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.266 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i2.5529

Abstract

Degradasi fotokatalitik fenol pada limbah sasirangan telah diteliti menggunakan titanium dioksida (TiO2) sebagai fotokatalis dan kalium persulfat (K2S2O8) sebagai oksidan di bawah radiasi lampu UV. Fenol merupakan salah satu senyawa organik yang bersifat karsinogenik yang dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal hingga kematian pada manusia meskipun dalam konsentrasi yang rendah. Dalam industri tekstil, fenol terdapat dalam zat warna sebagai senyawa organik tidak jenuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi optimum TiO2 dan K2S2O8 serta waktu kontak optimum yang efektif dalam mendegradasi fenol pada limbah buatan dan limbah cair sasirangan. Volume masing-masing limbah buatan dan limbah sasirangan yang digunakan adalah 10 L dan diradiasi di bawah lampu UV selama 6 jam. Hasil penelitian pada limbah buatan menunjukkan konsentrasi TiO2 optimum sebesar 100 mg/L dengan efisiensi degradasi sebesar 94,55% dan konsentrasi K2S2O8 optimum sebesar 500 mg/L dengan efisiensi degradasi sebesar 97,69%. Waktu kontak optimum yang efisien untuk mendegradasi fenol dengan  konsentrasi TiO2 dan K2S2O8 optimum adalah selama 90 menit dengan nilai efisiensi degradasi sebesar 97,23%.  Aplikasi TiO2 dan K2S2O8 optimum pada limbah sasirangan diperoleh efisiensi degradasi fenol sebesar 41% tanpa aerasi dan dengan aerasi diperoleh efisiensi degradasi fenol sebesar 70,76%.  Kata kunci: Limbah Sasirangan, Fotokatalitik, Fenol, TiO2, K2S2O8
Evaluasi Fitokimia, Aktivitas Antioksidan dari Tanaman Solanum Ferox L dan Plectranthus Amboinicus L Hazimah Hazimah; Zefri Azharman; Nurlinda Ayu Triwuri; Yuharmen Yuharmen; Christine Jose
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.217 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i2.4988

Abstract

Tanaman terong asam (Solanum ferox L) salah satu jenis sayuran yang sering dijadikan perisa dalam masakan dan termasuk kedalam famili Solanaceae yang digunakan untuk obat sifilis, nyeri tubuh, tidak selera makan, demam, gatal, luka, memar dan antipiretik. Hal ini, adanya kandungan berbagai senyawa bioaktif yang bersifat anti bakteri, antirematik, antiasma, antivirus, anti kanker dan bersifat toksik. Plectranthus amboinicus (Lamiaceae) atau bangun-bangun adalah tanaman obat tradisional yang digunakan oleh masyarakat Sumatra Utara untuk pemulihan Ibu-ibu pasca melahirkan. Salah satu senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh tanaman bangun-bangun dan terong asam  yakni bersifat antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas sehingga atom dengan elektron tidak berpasangan mendapat pasangan electron. Tujuan dari penelitian ini yakni uji fitokimia dan antioksidan pada tanaman Solanum feroxdan Plectranthus amboinicus. Uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) sebagai radikal bebas dan vitamin C sebagai standar. Hasil uji fitokimia pada daun Solanum ferox terdapat senyawa terpenoid/steroid dan fenolik, pada buah mentah terdapat senyawa alkaloid dan pada buah matang terdapat senyawa flavonoid, dan pada tanaman  Plectranthus amboinicus dengan perlakuan EM5 terdapat senyawa flavonoid, fenolik, terpenoid/steroid dan saponin. Hasil uji antioksidan tertinggi  tanaman Solanum ferox pada ekstrak metanol buah muda sebesar 213,47  µg/mL, dan vitamin C sebesar 7,28 µg/mL, hasil uji antioksidan pada Plectranthus amboinicus menunjukkan bahwa ekstrak metanol sebesar 90,96 mg/mL dan Vitamin C sebesar 58,79 mg/mL.
ANALISIS SKRINING FITOKIMIA, AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN ANTIBAKTERI PROPIONIBACTERIUM ACNES EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG DAN DAUN TANAMAN BANGKAL (Nuclea Subdita) raden roro ariessanty alicia kusuma Wardhani; Okviyoandra Akhyar
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.831 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i2.4956

Abstract

Tanaman bangkal (Nauclea subdita) merupakan tanaman khas sumber obat dan kosmetik di Kalimantan Selatan. Masyarakat Kalimantan selatan umumnya menggunakan kulit batang bangkal sebagai campuran bahan kosmetik dan daunnya untuk pengobatan tradisional. Oleh karena itu dilakukan penelitian ini yang bertujuan melakukan analisis skrining fitokimia, uji aktivitas antioksidan dan antibakteri Propionibacterium acnes dari ekstrak etanol kulit batang tanaman bangkal (Nauclea subdita).Skrining fitokimia bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa bioaktif yang terkandung di dalam daun dan kulit batang tanaman bangkal. Berdasarkan hasil skrining fitokimia, pada ekstrak kulit batang tanaman bangkal terkandung senyawa metabolit sekunder golongan polifenol, alkaloid, flavonoid dan saponin sedangkan ekstrak daun tanaman bangkal terkandung senyawa golongan polifenol, alkaloid, flavonoid dan kuinon. Analisis aktivitas antioksidan bertujuan memberikan informasi tentang potensi ekstrak kulit batang dan daun tanaman bangkal sebagai bahan yang mengandung senyawa antioksidan alami. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2- picrylhidrazyl) pada panjang gelombang 523,2 nm dan 522,6 nm. Senyawa pembanding  yang digunakan adalah asam askobat.  Hasil uji antioksidan menunjukkan bahwa besar nilai IC50 ekstrak kulit batang dan daun tanaman bangkal 307,1496µg/mL dan 79,62 μg/ml. Nilai IC50 kedua ekstrak tersebut lebih besar dari asam askobat yang mempunyai nilai IC50 5,69μg/ml. Berdasarkan nilai IC50, intensitas antioksidan ekstrak kulit batang tanaman bangkal termasuk intensitas lemah (250-500 μg/mL) sedangkan ekstrak daun tanaman bangkal termasuk intensitas kuat (50-100 μg/mL) dan asam askobat memiliki intensitas antioksidan sangat kuat (<50 μg/mL). Uji aktivitas antibakteri bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kemampuan penghambatan pertumbuhan bakteri oleh ekstrak  tanaman bangkal. Bakteri yang digunakan adalah Propionibacterium Acnes. Hasil analisis antibakteri Propionibacterium Acnes, ekstrak daun bangkal dengan konsentrasi 60% memiliki aktivitas antioksidan yang paling besar dengan zona hambat sebesar 9,78 mm. kekuatan aktivitas antibakteri ekstrak daun tanaman bangkal masuk pada kategori sedang.
ANALISIS HUBUNGAN KUANTITATIF STRUKTUR DAN KELARUTAN SENYAWA PESTISIDA ORGANOFOSFAT DENGAN TEKNIK MLR (MULTIPLE LINEAR REGRESSION) Uripto Trisno Santoso; Rahmat Yunus; Eka Puspita Romadhoni
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.863 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i2.4823

Abstract

Analisis hubungan kuantitatif struktur dan kelarutan senyawa pestisida organofosfat (HKSK) dengan teknik MLR (Multiple Linear Regression) telah dilakukan untuk mengembangkan suatu model hubungan matematis antara kelarutan senyawa pestisida organofosfat dan parameter struktural (deskriptor). Deskriptor yang diuji untuk mengembangkan model persamaan HKSK adalah luas permukaan, energi hidrasi, log P, polarisabilitas, berat molekul, nC, dan n(O+Cl). Metode mekanika kuantum semiempiris MNDO yang tersedia di HyperChem® 8.03 diterapkan dalam optimasi geometri dan perhitungan deskriptor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deskriptor-deskriptor ini memilkiki kesesuaian statistik dengan model HKSK berikut: Kelarutan = 0,645×luas permukaan + 2,618×Energi Hidrasi – (8,533).Log P -(32,922)×Polarisabilitas + 2,071.Berat Molekul + 11,249.nC – (27,868)×n(O+Cl). Dengan karakteristik statistik model tersebut adalah: n = 19, R2= 0,871, s = 7,819, dan F = 20,078.
KONTROL SELEKTIFITAS KATALIS ALLOY DUA LOGAM Ni-Ag PADA HIDROGENASI FURFURAL MENJADI FURFURIL ALKOHOL DAN TETRAHIDROFURFURIL ALKOHOL Rodiansono Rodiansono; Maria Dewi Astuti; Uripto Trisno Santoso; Azidi Irwan; Dwi Rasy Mujiyanti; Risnu Aritofa; Karlini Karlini; Abdurahman Abdurahman; Adi Maulana
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 2 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.15 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i2.4822

Abstract

Kontrol selektifitas katalis alloy dua logam Ni-Ag ruah dan terembankan telah diselidiki secara sistematik dengan cara mengevaluasi pengaruh variasi rasio molar Ni/Ag, temperatur hidrotermal, waktu hidrotermal, dan pemilihan padatan pengemban yang sesuai dalam reaksi hidrogenasi selektif furfural. Rasio molar divariasi dari 0,75; 1,5; 2,0; dan 3;0, variasi temperatur hidrotermal dari 373 K, 423 K, dan 473 K selama 24 jam, sedangkan waktu hidrotermal divariasi dari 2-8 jam pada temperatur hidrotermal 523 K. Empat jenis padatan pengemban yang berbeda yaitu titanium oksida (TiO2), karbon aktif (C), gamma-alumina (g-Al2O3), dan aluminium hidroksida (AlOH) telah digunakan untuk katalis alloy Ni-Ag(3.0). Katalis Ni-Ag dengan rasio molar Ni/Ag = 1,5 dan 3,0 memiliki aktifitas dan selektifitas yang paling baik dalam reaksi hidrogenasi furfural menjadi furfuril alkoho dan tetrahidrofurfuril alkohol. Kenaikan temperatur hidrotermal dalam proses sintesis katalis Ni-Ag dan perubahan waktu hidrotermal untuk temperatur 523 K tidak secara signifikan meningkatkan kinerja katalis Ni-Ag(1,5) untuk reaksi yang sama. Katalis Ni-Ag(3.0) yang termbankan pada TiO2 memiliki aktifitas dan selektifitas yang superior dibandingkan dengan ruah dan pengemban yang lain.

Page 1 of 1 | Total Record : 6