cover
Contact Name
Utami Irawati
Contact Email
uirawati@ulm.ac.id
Phone
+628115031771
Journal Mail Official
jstk@ulm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 36 Kompl. Unlam Banjarbaru
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Berkala: Sains dan Terapan Kimia
ISSN : 14111616     EISSN : 25498215     DOI : http://dx.doi.org/10.20527
Sains dan Terapan Kimia (Jurnal Ilmiah Berkala) published scientific articles in the Chemistry field which include, but not limited to, research in chemistry, theoretical chemistry, chemistry education, and applied chemistry. This journal also published review articles about the development of chemistry.
Articles 244 Documents
Senyawa Steroid dari Kulit Batang Chisocheton macrophyllus Nurlelasari Nurlelasari; Desi Harneti; Rani Maharani; Tri Mayanti; Darwati Darwati; Unang Supratman
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.08 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.5916

Abstract

Salah satu tumbuhan famili Meliaceae yang tumbuh di hutan tropik Indonesia adalah Chisocheton. Tumbuhan ini merupakan genus terbesar kedua setelah Aglaia, dengan 50 spesies yang terdistribusi di daerah tropis dan subtropik seperti India, Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Genus Chisochetondilaporkan mempunyai senyawa-senyawa dengan kerangka limonoid dengan modifikasi cincin yang beragam, triterpenoid, steroid, dan fenil propanoid yang beraktivitas antimalaria, antimikroba, sitotoksik, antitumor dan anti-inflamasi. Tumbuhan Chisochetontelah dilaporkan mengandung senyawa triterpenoid yang memiliki aktivitas antitumor. Dalam penelitian berkelanjutan kami untuk mencari metabolit sekunderdari tumbuhan ChisochetonIndonesia, telah ditemukan dua senyawa steroid yaitu 7β-metoksi-3β-sitosterol (1), stigmast-5-en-3β-ol (2). Duasenyawa steroid ini diisolasi dari kulit batang C. macrophyllusdengan  menggunakan metode ekstraksi dan dimurnikan dengan berbagai metode kromatografi. Struktur kimia kedua senyawa ditetapkan berdasarkan data spektroskopi dan perbandingan data spektra yang diperoleh sebelumnya.   Kata Kunci:  Meliaceae, Chisocheton macrophyllus, Steroid,7β-metoksi-3β-sitosterol, stigmast-5-en-3β-ol.
PRODUKSI POLI-Γ-ASAM GLUTAMAT DARI Bacillus subtilis B112 DENGAN VARIASI KONSENTRASI AMONIUM SUFAT SEBAGAI SUMBER NITROGEN DALAM MEDIA FERMENTASI Abubakar Sidik; Linar Z. Udin; Safri Ishmayana
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 5, No 1 (2011)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.744 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v5i1.2088

Abstract

Poli-γ-asam glutamat (PGA) dan hasil degradasinya aman bagi manusia sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengental, pelembab, pelepas berjangka atau sebagai pembawa obat. Meskipun banyak digunakan pada berbagai bidang industri, bahan ini masih diimpor dari luar negeri. Oleh karena itu, perlu dikembangkan suatu proses untuk memproduksi PGA secara efektif dan efisien. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan konsentrasi optimum amonium sulfat sebagai sumber nitrogen untuk menghasilkan PGA dalam jumlah yang banyak. Produksi PGA dilakukan dengan fermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis B112. Analisis yang dilakukan selama proses fermentasi meliputi pengukuran pH, derajat kekeruhan, berat kering sel dan viskositas media. Isolasi PGA dilakukan dengan tahapan sentrifugasi, pengendapan dengan metanol, dialisis dan liofilisasi. PGA yang telah diisolasi kemudian ditentukan berat molekulnya dengan meggunakan SDS-PAGE, sedangkan komposisi asam amino PGA ditentukan dengan menggunakan metode KLT. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi ammonium sulfat yang optimum untuk menghasilkan PGA adalah 0,75% b/v. PGA yang diperoleh dengan variasi 0,75% amonium sulfat sebanyak 61,6 mg. Penentuan berat molekul dengan menggunakan SDS-PAGE menunjukan bahwa PGA yang diproduksi oleh B. Subtilis B112 memiliki berat molekul sekitar 205 kDa. Kata Kunci: Asam L-glutamat, amonium sulfat, B. Subtilis B112, PGA 
ESTERIFIKASI GLISEROL MENJADI TRIBUTIRIN MENGGUNAKAN 4-(N,N-DIMETILAMINO)-PIRIDINA (DMAP) Kamilia Mustikasari; Maulisa Rahmah; Devia Salastiansyah Elwaty; Edi Mikrianto; Maria Dewi Astuti; Radna Nurmasari
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.096 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i2.9775

Abstract

Penelitian tentang sintesis tributirin menggunakan DMAP telah dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi perbandingan mol antara gliserol: butanoil klorida dan variasi DMAP terhadap reaksi esterifikasi antara gliserol dan butanoil klorida. Variasi perbandingan mol gliserol: butanoil klorida yang digunakan 1: 5; 1: 7; 1: 9; dan 1:11, sedangkan variasi DMAP yang ditambahkan adalah 0; 3,75; 5; dan 6,25%. Perbandingan rasio mol gliserol: butanoil klorida menggunakan katalis DMAP optimal pada 1: 3, dengan tributirin yang dihasilkan sebesar 55,23% (% GC). Semakin besar perbandingan mol gliserol: butanoil klorida yang ditambahkan, semakin kecil tributirin yang dihasilkan. Begitu juga dengan penambahan DMAP, semakin besar DMAP yang ditambahkan maka semakin kecil tributirin yang dihasilkan.
KARAKTERISTIK LUMPUR LAPINDO DAN FLUKTUASI LOGAM BERAT Pb DAN Cu PADA SUNGAI PORONG DAN ALOO Alvin Juniawan; Barlah Rumhayati; Bambang Ismuyanto
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 7, No 1 (2013)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.554 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v7i1.2120

Abstract

Penelitian ini mengkaji karakteristik dan fluktuasi logam berat Pb dan Cu dalam perairan Sungai Aloo dan Sungai Porong. Dalam penelitian ini pengambilan sampel lumpur Lapindo diambil dari 4 lokasi yang berbeda. Berdasarkan analisis karakteristik dari lumpur Lapindo diperoleh parameter fisik berat jenis berkisar 1,25-2,35 (cm.cm-3), dengan kandungan liat dan debu sebesar 34-53% dan 39- 46%, dimana tekstur dari lumpur Lapindo merupakan jenis lempung berliat. Untuk parameter kimia diperoleh nilai pH berkisar 6,6-7, KTK sebesar 3,89-35,42 me/100g), logam berat Pb sebesar 0,19-0,34 mg/L, Cu sebesar 0,19-0,85 mg/L, asam humat tidak teridentifikasi, kadar air sebesar 40,41-60,73% dan kandungan total karbon organik 54,75-55,47%. Fluktuasi logam berat Pb dan Cu pada lumpur Lapindo tertinggi terdapat pada lokasi air tawar yaitu SA1, SA2 dan SP1, SP2. Pada Sungai Aloo, fluks logam tertinggi adalah untuk Cu, sedangkan pada Sungai Porong fluks logam tertinggi adalah Pb. Kata kunci : fluktuasi logam berat , lumpur Lapindo 
KONVERSI ABU LAYANG BATU BARA MENJADI ZEOLIT DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI ADSORBEN MERKURI (II) Sunardi Sunardi; Abdullah Abdullah
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2007)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.049 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v1i1.2000

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang konversi abu layang batu bara menjadi new material jenis zeolit dengan metode peleburan menggunakan NaOH serta aplikasinya sebagai adsorben logam merkuri (II). Proses adsorbsi logam merkuri(II) dilakukan dalam sistem batch-shaker selama 4 jam dengan variasi konsentrasi larutan merkuri(II) 10, 25, 50 dan 100 mg/L. Hasil karakterisasi menggunakan spektofotometer inframerah dan difraktometer sinar X menunjukkan bahwa telah terbentuk zeolit tipe faujasit dari abu layang batu bara. Hasil karakterisasi dengan spektofotometer serapan atom menunjukkan bahwa kemampuan adsorbsi zeolit dari abu layang terhadap logam merkuri(II) sangat kecil, sehingga pemanfaatannya sebagai adsorben merkuri(II) kurang efektif. Kata kunci: abu layang, zeolit, adsorbsi, merkuri 
SINTESIS FERRAT (FeO42-) DARI Fe(NO3)2 DAN NaOCl SEBAGAI PENDEGRADASI METHYLENE BLUE Karelius Karelius; Nopriawan Berkat Asi
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.014 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v10i1.3156

Abstract

Sintesis ferrat sebagai pendegradasi methylene blue telah dilakukan. Sintesis dilakukan dengan mereaksikan larutan Fe(NO3)3 dan NaOCl sebagai oksidator pada kondisi alkalis. Reaksi yang terjadi antara ferrrat dan methylene blue dimonitor menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Pengaruh beberapa parameter seperti pH dan rasio molar dari ferrat dan methylen blue juga dipelajari pada penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ferrat dapat mendegradasi methylen blue secara efektif pada pH 9,6, dengan persentase degrdasi terbesar terdapat pada rasio molar ferrat dan methylene blue 3 : 1 yaitu 87,8%. Hal ini menunjukan bahwa ferrat merupakan bahan alternatif dan ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk mendegradasi zat pewarna azo.Kata Kunci: Ferrat, methylene blue
APLIKASI AMONIUM HIDROKSIDA SEBAGAI ZAT PENANGKAP FORMALDEHIDA PADA KAYU LAPIS INDAH Lany Nurhayati; Deppy Akilul Kholik Jannah; Adi Santoso
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.997 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v12i1.4303

Abstract

Emisi formaldehida dari produk kayu lapis seperti kayu lapis indah yang direkat dengan urea formaldehida (UF) dapat mengganggu kesehatan, terutama jika digunakan di dalam ruangan dengan ventilasi terbatas. Untuk mengurangi emisi formaldehida, dapat dilakukan dengan penambahan zat penangkap dan akan bereaksi dengan formaldehida yaitu  amonium hidroksida (NH4OH). Data yang diamati dalam penelitian ini meliputi pengukuran kadar air dan emisi formaldehida berdasarkan Japanese Agriculture Standard 2014 No. Notifikasi 303 menggunakan metode desikator 24 jam. NH4OH 25 % yang ditambahkan dilakukan dengan cara disemprot sebanyak 10 mL; 20 mL dan 30 mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penyemprotan NH4OH 25% sebanyak 10 mL dapat menurunkan emisi formaldehida pada kayu lapis indah sebesar 50,77% bila dibandingkan dengan kontrol. Kadar air kayu lapis indah setelah dilakukan penyemprotan NH4OH berkisar antara 9,84%-10,34%.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SILIKA GEL DARI ABU SEKAM PADI YANG DIIMOBILISASI DENGAN 3-(TRIMETOKSISILIL)-1-PROPANTIOL Dwi Rasy Mujiyanti; Nuryono Nuryono; Eko Sri Kunarti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 4, No 2 (2010)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (786.149 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v4i2.2059

Abstract

Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi hibrida merkapto silika (HMS) yang diperoleh dari hasil pengolahan abu sekam padi(ASP) dari daerah Jambidan, Banguntapan, Bantul.HMS dibuat dengan menambahkan HCl 3M pada campuran senyawa 3- (trimetoksilil)-1-propantiol (TMSP) dan larutan Na2SiO3 yang dihasilkan dari peleburan ASP dengan NaOH hingga pH 7 (netral). Karakterisasi hasil dilakukan dengan spektroskopi inframerah (FTIR) dan difraktometer sinar-X (XRD).Hasil karakterisasi dengan FTIR mengindikasikan keberhasilan pembuatan HMS dengan munculnya serapan dari gugus-gugus fungsional seperti : gugus metilen (-CH2-), silanol (Si-OH) dan siloksan (Si-O-Si). Dari data XRD diketahui bahwa HMS yang terbentuk mempunyai struktur amorf.Kata kunci : Adsorben, hibrida merkapto-silika (HMS), abu sekam padi (ASP) 
ANALISIS KOMPONEN SERAT PELEPAH SAGU (METROXYLON SAGO) DAN KAJIAN MORFOLOGI SELULOSANYA SETELAH OKSIDASI MENGGUNAKAN AMONIUM PERSULFAT Sunardi Sunardi; Nina Noviyanti; Wiwin Tyas Istikowati; Khoirun Nisa; Muslih Anwar
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 15, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.297 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v15i1.9724

Abstract

Pada penelitian ini telah dilakukan kajian tentang analisis kandungan kimia pelepah sagu, delignifikasi dengan variasi konsentrasi NaOH dan bleaching dengan variasi konsentrasi H2O2 pada isolasi selulosa, serta proses oksidasi menggunakan amonium persulfat ((NH4)2S2O8) (APS) pada selulosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen serat pelepah sagu, pengaruh variasi konsentrasi NaOH pada proses delignifikasi dan H2O2 pada proses bleaching, dan mengetahui pengaruh penambahan amonium persulfat terhadap morfologi selulosanya. Analisis kandungan kimia pelepah sagu dilakukan dengan metode Chesson, delignifikasi dilakukan dengan variasi konsentrasi NaOH sebesar 5%; 7,5%; dan 10%, dan bleaching dilakukan dengan variasi konsentrasi H2O2 sebesar 10%; 15%; dan 20%. Proses oksidasi menggunakan amonium persulfat dilakukan pada konsentrasi 2M pada suhu 75°C selama 16 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan kimia pelepah sagu yaitu ekstraktif larut air 16,41%; hemiselulosa 27,12%; selulosa 35,53%; dan lignin 18,25%; dan menunjukkan semakin tinggi konsentrasi NaOH dan H2O2 yang dipergunakan akan semakin banyak mendegradasi lignin dan hemiselulosa, sehingga semakin murni selulosa yang didapatkan. Morfologi selulosa setelah proses oksidasi menggunakan amonium persulfat memiliki diameter 41 µm yang teragregasi.
ENGARUH KONSENTRASI AMONIA DALAM PROSES PEMBENTUKAN KOMPLEKS Au(NH3)2+ Dewi Umaningrum; Ani Mulyasuryani; Hermin Sulistyarti
Jurnal Sains dan Terapan Kimia Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Program Studi Kimia, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.945 KB) | DOI: 10.20527/jstk.v6i2.2111

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh konsentrasi ammonia dalam proses pembentukan kompleks Au(NH3)2+. Tahapan dalam penelitian ini yaitu proses pelarutan serbuk emas dalam larutan ammonia pada beberapa konsentrasi ammonia dan kemudian diukur besarnya konsentrasi emas yang terlarut yang menunjukkan jumlah kompleks Au(NH3)2+ yang terbentuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ammonia optimum pada proses pembentukan kompleks Au(NH3)2+ sebesar 7 M dengan jumlah Au terlarut sebesar 0,618 ppm. Kata kunci : kompleks Au(NH3)2+, ammonia.