cover
Contact Name
I Nyoman Santiawan
Contact Email
inyomansantiawan@gmail.com
Phone
+6285729637030
Journal Mail Official
dewidanendra3@gmail.com
Editorial Address
STHD Klaten Jawa Tengah Morangan, Karanganom, Klaten Utara, Klaten, Jawa Tengah Tlpn (085729637370)
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
Jawa Dwipa
ISSN : -     EISSN : 27233731     DOI : https://doi.org/10.54714/jd.v2i2
Core Subject : Education, Social,
Jawa Dwipa : Jurnal Penelitian dan Penjaminan Mutu merupakan Jurnal Online Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah terbit setiap bulan Juni dan Desember yang menerbitkan artikel hasil penelitian mahasiswa, tenaga kependidikan maupun dosen dan artikel yang berkaitan dengan penjaminan mutu
Articles 66 Documents
FUNGSI TAPA PEPE DALAM TRADISI HINDU JAWA Arya Pradhana; Dewi Ayu Wisnu Wardani; Agus Riyadi
Jawa Dwipa Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.778 KB) | DOI: 10.54714/jd.v2i2.44

Abstract

Tapa Pepe merupakan sebuah metode penyatuan antara Atman dengan Brahman melalui metode meditasi dengan memusatkan kepada sumber matahari. Tapa Pepe memfokuskan konsentrasinya pada “Sapta Cakra” yang ada dalam tubuh manusia. Untuk mengaktifkan cakra-cakra tersebut dengan tujuan mendekatkan diri dengan Tuhan. Ketika cakra-cakra dalam tubuh manusia terbuka, maka manusia akan banyak mendapatkan manfaat baik secara medis dan non medis, sekala dan niskala. Tapa Pepe merupakan tradisi Hindu yang telah dilaksanakan para leluhur pendahulu kita di tanah Jawa sebagai cara mendekatkan diri dalam proses menyatu dengan alam yang tiada lain adalah Tuhan itu sendiri sesuai dengan tujuan agama Hindu yaitu “mokshartam jagadhita ya ca iti dharma” dimana proses penyatuan diri seseorang melalui laku tertentu ibarat seperti seseorang melaksanakan laku upawasa (puasa) yang juga secara otomatis juga menyucikan dirinya sebagai jalan kepada Tuhan. Ritual Tapa Pepe yang dilakukan oleh Umat Hindu Jawa di Pura Mandira Seta Kraton Surakarta tidak jauh berbeda dengan ritual tapa pepe dibeberapa tempat. Perbedaanya adalah tempat pelaksanaannya dimana pada umumnya dilakukan di tempat terbuka, halaman rumah dan lain-lain. Berbeda dengan Tapa Pepe yang berada di Pura Mandira Seta dilakukan di dalam areal pura, dimana laku tapa pepe ini dilakukan di pelataran mandala tengah pura atau madya mandala, tepatnya di pelataran Arca Bhatari Dhurga Mahisasura Mardini. Tujuan dari Tapa Pepe di Pura Mandira Seta yaitu menyatukan Atman dengan Brahman yang berada dalam diri melalui metode menatap matahari sebagai sarana konsentrasinya. Konsentrasi pada Tapa Pepe atau Yoga Matahari berpusat pada cakra-cakra yang ada dalam tubuh. Tujuh cakra itu yaitu : Cakra Sahasrara (Cakra Mahkota), Ajna Cakra (Cakra Mata Ketiga/kening), Wisudha Cakra (Cakra Tenggorokan), Anahata Cakra (Cakra Jantung), Manipura Cakra (Cakra Pusar), Swadistana Cakra (Cakra Kelamin), Muladara Cakra (Cakra Tulang Ekor). Ketika cakra-cakra itu aktif, maka seseorang yang melakukan Tapa Pepe akan mendapatkan banyak manfaat seperti tidak mudah sakit karena menyerap energi matahari terbukti sekarang dilakukan banyak orang dimasa pendemi covid 19 ini.
IMPLEMENTASI AJARAN TRI HITA KARANA DALAM MENINGKATKAN KARAKTER MAHASISWA DI LINGKUNGAN SEKOLAH TINGGI HINDU DHARMA KLATEN Yogi Saputro; Ni Luh Putu Wiardani Astuti
Jawa Dwipa Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.493 KB) | DOI: 10.54714/jd.v2i2.45

Abstract

Perkembangan zaman dan globalisasi mampu menunjukkan perubahan yang sangat signifikan di segala aspek kehidupan khususnya pada aspek kehidupan bermasyarakat dan beragama terutama di kalangan anak muda. Anak muda yang menjadi generasi penerus dalam perubahan dan pembangunan bangsa sangat memerlukan pedoman dasar dalam mengatasi pengaruh negatif di zaman era globalisasi ini. Oleh sebab itu diperlukan pembinaan ajaran agama yang baik sebagai pedoman prilaku dalam upaya membangun moralitas dan karakter melalui ajaran Tri Hita Karana. Tri Hita Karana berasal dari kata “Tri” yang berarti tiga, “Hita” yang berarti kebahagiaan dan “Karana” berarti penyebab. Tri Hita Karana menurut pandangan Agama Hindu adalah tiga penyebab terciptanya kebahagiaan. Adapun bagian-bagiannya ajaran Tri Hita Karana yaitu a. Parhyangan Hubungan Manusia dengan Tuhan, b. Pawongan Hubungan Manusia dangan Manusia, c. Palemahan Hubungan Manusia dengan Alam Semesta. Adapun tujuan dalam penulisan jurnal ini yaitu : Bertujuan untuk mengimplementasikan ajaran Tri Hita Karana dalam meningkatkan karakter mahasiswa di lingkungan Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten supaya dalam kehidupan yang semakin maju ini mahasiswa mampu memiliki karakter atau kepribadian yang baik. Implementasi konsep Tri Hita Karana dalam peningkatan karakter mahasiswa dapat kita lihat dari perilaku dan pergaulannya setiap hari di lingkungan kampus. Mengingat pergaulan di lingkungan kampus tersebut beragam, maka baik langsung maupun tidak langsung setiap aktivitas yang dilakukan antara mahasiswa satu dengan yang lain sangat dipengaruhi oleh karakter dari setiap mahasiswa itu sendiri. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya kepada mahasiswa, namun orang-orang di lingkungan kampus juga terkena dampak positif dari konsep penerapan ajaran Tri Hita Karana.
IMPLEMENTASI YOGA ASANAS DALAM MENINGKATKAN PRESTASI SISWA PASRAMAN WIDYA DHARMA YOGYAKARTA I Ketut Artana; Farida Setyaningsih
Jawa Dwipa Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v3i1.49

Abstract

Untuk meningkatkan prestasi siswa banyak cara yang di lakukan, salah satu caranya yaitu dengan mengikuti pembelajaran yoga asanas, karena dalam yoga asanas ini banyak sekali manfaat yang diperoleh di antaranya adalah membuat sehat jiwa dan raga serta melatih konsentrasi. Konsentrasi bagus sangat membantu untuk meningkatkan semangat belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui implementasi yoga asanas dalam meningkatkan prestasi siswa Pasraman Widya Dharma Yogyakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penggalian data dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa membiasakan yoga asanas maka bisa dijadikan sebagai salah satu upaya untuk dapat membantu meningkatkan prestasi siswa Pasraman. Adapun hasilnya yaitu meningkatnya kesehatan jantung dan paru-paru, peningkatan rangking, semangat belajar dan konsentrasi juga meningkat, peningkatan prestasi belajar.
KONSEP WANITA JAWA SEBAGAI KANCA WINGKING DAN KORELASINYA DENGAN TUT WURI HANDAYANI Shinta Tyas Pratisthita
Jawa Dwipa Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v3i1.51

Abstract

Wanita dan laki-laki adalah dua gender yang memili kodrat yang berbeda. Kodrat wanita di antaranya: (1) menstruasi; (2) hamil; (3) melahirkan; (4) menyusui; (5) menopause. Berhubungan dengan kodrat wanita tersebut, masyarakat Jawa menyebut wanita dengan istilah kanca wingking(teman di belakang). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang makna sebenarnya tentang konsep wanita sebagai kanca wingking pada masyarakat Jawa dan korelasinya dengan makna tut wuri handayani. Sesuai dengan tujuan penulisan, metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode deskriptif dan metode kajian pustaka. Metode analisis pustaka yaitu menggunakan buku-buku, literatur ataupun bahan pustaka, kemudian mencatat atau mengutip pendapat para ahli yang ada di dalam buku tersebut. Secara praktis, metode yang digunakan dalam kajian ini dijabarkan dalam tiga metode sesuai dengan tahapan pelaksanaannya, yaitu: (1) metode pengumpulan data; (2) metode analisis data; dan (3) metode penyajian hasil analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara konsep kanca wingking dan istilah tut wuri handayani, sehingga wanita bukanlah gender yang patut untuk ditindas, melainkan menurut filosofi Jawa seharusnya wanita adalah makhluk yang dimuliakan karena dibalik gagasan besar seorang laki-laki terdapat dorongan yang hebat dari seorang wanita.
KORELASI AGAMA HINDU DENGAN TRADISI NYEBAR UDIK-UDIK DALAM PERKAWINAN MASYARAKAT JAWA Toto Margiyono; Dewi Ayu Wisnu Wardani; Ni Luh Putu Wiardani Astuti
Jawa Dwipa Vol. 3 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v3i1.52

Abstract

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang Religius. Hal ini ditandai dengan adanya aktifitas perilaku masyarakat yang mencerminkan nilai-nilai religius. Seperti kita lihat bersama, masih kita temukan orang melaksanakan puasa,tapa,berpantang melakukan dan makan sesuatu. Demikian juga dengan adanya pelaksanaan upacara Hari Raya keagamaan, upacara bayi dalam kandungan, kelahiran sampai orang meninggal masih dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Kedekatan masyarakat Jawa terhadap keluarga maupun orang tua terlihat dengan adanya tradisi Sungkem. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat dengan mengunjungi orang-orang yang dituakan. Penghormatan kepada mereka tidak hanya ketika masih hidup didunia. Setelah meninggal dunia penghormatan itu masih dilakukannya.Perkawinan merupakan sebuah momentum yang dianggap paling spesial bagi manusia ketika menjalani hidup bermasyarakat. Perkawinan merupakan upacara awal yang dilakukan ketika seseorang memasuki tahapan Grehasta dalam Catur Asrama. Dalam perkawinan adat Jawa terbagi dalam berbagai tahapan yang kesemuanya tidak lepas dari sebuah upacara. Tradisi yang masih dilaksanakan oleh masyarakat Jawa adalah Tradisi Nyebar Udik-udik. Tradisi ini merupakan sebuah upacara ketika seseorang melangsungkan perkawinan yang terkahir bagi putra-putrinya.
PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGATION PADA PEMBELAJARAN MENULIS BERITA BERBAHASA JAWA DALAM PENGEMBANGAN KARAKTER SISWA SMA Shinta Tyas Pratisthita
Jawa Dwipa Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v3i2.55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi penerapan metode group investigation pada pembelajaran menulis berita berbahasa Jawa dalam pengembangan karakter siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis pustaka. Metode analisis pustaka yaitu menggunakan buku-buku, literatur ataupun bahan pustaka, kemudian mencatat atau mengutip pendapat para ahli yang ada di dalam buku tersebut. Secara praktis, metode yang digunakan dalam kajian ini dijabarkan dalam tiga metode sesuai dengan tahapan pelaksanaannya, yaitu: (1) metode pengumpulan data; (2) metode analisis data; dan (3) metode penyajian hasil analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran group investigation pada pembelajaran menulis berita berbahasa Jawa berkontribusi positif pada pengembangan karakter siswa.
TARI REJANG DEWA DALAM PERSPEKTIF TRI HITA KARANA SEBAGAI MEDIA PENANAMAN PENDIDIKAN KARAKTER ANAK USIA DINI Ni Luh Putu Wiardani Astuti; Agus Riyadi; Agung Tri Nugroho
Jawa Dwipa Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v3i2.56

Abstract

Tari Rejang Dewa merupakan tari wanita yang berfungsi sebagai pembawa sesaji untuk para leluhur dan para Dewa. Menurut tradisi Bali, para penari Rejang Dewa harus gadis yang belum menikah, gerak-gerak tarinya sangat sederhana, lemah gemulai, yang dapat dilakukan secara berkelompok atau masal, dan penuh dengan rasa pengabdian kepada leluhur dan para Dewa. Tari Rejang Dewa merupakan salah satu tarian upacara yang dikenal oleh kalangan masyarakat Bali yang biasa digunakan pada upacara piodalan. Pendidikan bukan sekedar konsumsi ilmu tetapi juga merupakan investasi produktif dalam masyarakat. Proses pendidikan sejatinya merupakan proses pembudayaan, sehingga pendidikan adalah perjalanan menuju proses pembiasaan. Akan tetapi, sering sekali terdapat kesalahan yang menganalogikan bahwa pendidikan hanya sebatas proses transfer ilmu. Bahkan secara sempit, pendidikan hanya dimaknai secara sempit sebatas pendidikan formal yang terikat oleh institusi resmi. Proses pendidikan yang dirasa mampu menjawab kebutuhan pasar, yakni konsep ‘kolaborasi’ antara pendidikan formal dengan pendidikan non-formal yang merupakan ‘penggalian’ potensi melalui aktualisasi diri. Sinergisitas antara pendidikan formal dan non formal dapat menjadi media dalam pemetaan potensi diri. Dengan demikian sinergisitas keduanya mampu memunculkan keselarasan ‘balancing’ dalam diri pribadi. Pendidikan non formal yang menjadi dasar dalam pendidikan karakter yaitu pelatihan tari Rejang Dewa pada anak usia dini. Tujuannya adalah untuk memperkenalkan makna, fungsi, dan media pendidikan yang menjadi acuan nilai-nilai pendidikan karakter dikarenakan di dalamnya terdapat berbagai pesan moral, gagasan yang terkonsep pada Tri Hita Karana.
STRATEGI PENGUATAN SRADHA DAN BHAKTI MELALUI AJARAN NAWA WIDHA BHAKTI DI ASHRAMA SEKOLAH TINGGI HINDU DHARMA KLATEN JAWA TENGAH Gayatri Sindhi Mahesti; Setyaningsih; Dewi Ayu Wisnu Wardani
Jawa Dwipa Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v3i2.57

Abstract

Zaman modernisasi tidak lepas dari perkembangan dan kemajuan teknologi komunikasi maupun teknologi informasi yang mempermudah manusia melakukan kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Berbagai macam perkembangan di era modernisasi ini membuat manusia banyak kehilangan tata krama dan ketaatannya kepada Tuhan terutama generasi muda yang semakin terpengaruh budaya asing. Menjadi umat beragama maka harus menjunjung tinggi sradha dan bhakti kepada Sang Hyang Widhi dengan melakukan perbuatan yang berlandaskan dharma. Tujuan peneltian ini adalah untuk mendiskripsikan strategi penguatan sradha dan bhakti melalui ajaran Nawa Widha Bhakti di Ashrama Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah, menganalisa faktor penghambat dan faktor pendukung dalam penguatan sradha dan bhakti melalui ajaran Nawa Widha Bhakti di Ashrama Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah dan mengevaluasi hasil dari penerapan penguatan sradha dan bhakti melalui ajaran Nawa Widha Bhakti di Ashrama Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, analisis data kualitatif bersifat induktif, yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. Dari strategi penguatan sradha dan bhakti membentuk karakter mahasiswa mulai tertanam rasa peduli kepada sesama dan memahami kewajiban memperbaiki karma wasana guna mencapai Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma.
METODE PEMBELAJARAN DRILL AND PRACTICE PADA PENDIDIKAN AGAMA HINDU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 3 KLATEN Talang Dewayanti; Sujaelanto; Dewi Ayu Wisnu Wardani
Jawa Dwipa Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v3i2.58

Abstract

Tercapainya tujuan pembelajaran salah satunya tergantung dari metode pembelajaran yang dipergunakan. Penerapan metode pembelajaran tergantung dari materi, tujuan yang ingin dicapi, karakteristik siswa. Merujuk pada Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sekolah memiliki gerak yang luas untuk memodivikasi dan mengembangkan pola penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan keadaan, potensi dan kebutuhan daerah. Untuk menjadikan masyarakat Hindu yang memiliki srada dan bakti sesuai dengan keyakinannya maka setiap satuan pendidikan dalam menyelenggarakan pendidikan agama Hindu harus memenuhi Aspek Weda, Aspek Tattwa, Aspek Susila, Aspek Upakara dan Aspek Sejarah Agama Hindu dengan memanfaatkan metode pembelajaran sesuai dengan tujuannya. Pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 3 Klaten, dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran Ceramah dan pemberian tugas. Untuk memaksimalkan tujuan pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 3 Klaten perlu dilakukan metode Drill And Practice. Dari latar belakang permasalahan tersebut dapat dirumuskan beberapa permasalahan yang akan di uraikan dalam tulisan ini yakni ; Bagaimana minat siswa terhadap metode Drill And Practice; Faktor apa yang mempengaruhi terhadap metode pembelajaran Drill And Practice; Bagaimana dampak siswa terhadap metode pembelajaran Drill And Practice. Penelitian metode pembelajaran Drill And Practice pada pendidikan agama Hindu di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Klaten menggunakan rancangan penelitian kualitatif. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui minat belajar siswa, mengetahui faktor penghambat dan faktor pendukung serta dampak penerapan metode pembelajaran Drill And Practice. Data-data penelitian digali melalui metode wawancara, oserwasi dan studi kepustakaan. Data yang telah terkumpul akan dianalisa melalui Teori Humanistik dan Behaviorism. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Drill And Practice pada pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 3 Klaten mampu membangun motivasi siswa menjadikan suasana belajar yang awalnya komunikasi belajar satu arah (guru sebagai pusat belajar) berubah menjadi dua arah dimana antara guru dan murid terjadi komunikasi yang seimbang. Model pembelajaran Drill And Practice berdampak pada perubahan prilaku siswa pada saat kegiatan keagamaan Hindu di masyarakat, meningkatkan prestasi belajar pendidikan agama Hindu, siswa dapat berkreasi sesuai dengan bakat yang dimiliki, Siswa mempunyai keterampilan lebih yang dapat digunakan dilingkungan sekitar, mengubah pola pikir siswa, dan menjaga tradisi dan budaya. Faktor sarana dan prasarana faktor yang mempengaruhi kelancaran model pembelajaran dirll and practice pada pembelajaran pendidikan agama Hindu di SMP Negeri 3 Klaten.
PENGEMBANGAN MEDIA PUZPASARAWA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA PARAGRAF AKSARA JAWA PADA PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 3 JUMANTONO Yuniati Chasanah
Jawa Dwipa Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbit Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54714/jd.v3i2.59

Abstract

Jawa merupakan salah satu suku yang berada di Indonesia. Menurut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam publikasi berjudul “Gambaran Kondisi Vitalitas Bahasa Daerah di Indonesia Berdasarkan Data Tahun 2018-2019” penutur bahasa Jawa merupakan terbanyak. Hal itu menjadikan kita sebagai orang Jawa harus ikut andil melestarikan budaya Jawa khususnya aksara Jawa. Melalui pendidikan di sekolah, aksara Jawa merupakan salah satu materi yang harus dicapai oleh peserta didik. Namun demikian, ketertarikan peserta didik mengenai aksara Jawa sangat kurang. Sebagian besar peserta didik menganggap materi aksara Jawa itu sulit. Dengan demikian, sebagai pendidik harus pandai membuat karya inovatif. PUZPASARAWA (puzzle paragraf aksara Jawa) merupakan salah satu inovasi yang dapat merangsang otak anak. Bermain sambil belajar akan membuat anak lebih tertarik sehingga tidak cepat merasa bosan. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) untuk mengetahui mekanisme penggunaan media PUZPASARAWA dalam pembelajaran membaca paragraf aksara Jawa. (b) untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan media PUZPASARAWA dalam pembelajaran membaca paragraf aksara Jawa. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskripsi kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu dengan cara menganalisis jawaban siswa, serta perbandingan hasil belajar siswa sebelum belajar menggunakan PUZPASARAWA dan sesudah menggunakan PUZPASARAWA