cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
PENGETAHUAN REMAJA PUTERI TENTANG KEBERSIHAN GENETALIA EKSTERNA Noorhidayah Noorhidayah; Melliya Pitriyadi; Desilestia Dwi Salmarini
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.416 KB)

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kejadian akibat penyakit infeksi alat reproduksi diperkirakan sekitar 2,3 juta pertahun 1,2 juta diantaranya ditemukan dinegara berkembang, sedangkan di Indonesia menempati urutan ketujuh penyebab kematian (5,7%). Dari studi pendahuluan yang dilakukan terhadap 10 siswi hanya 2 orang yang dapat menyebutkan cara menjaga kebersihan daerah kewanitaan dengan baik dan benar sedangkan 8 orang tidak bisa menyebutkan cara menjaga kebersihan daerah kewanitaan.Tujuan:Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja puteri tentang kebersihan genitalia eskterna di SMU Negeri 8 Alalak Tengah Kecamatan Banjarmasin Utara..Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang bertujuan untuk menerangkan atau menggambarkan pengetahuan remaja puteri. Subjek penelitian adalah remaja puteri kelas IX. Populasi sejumlah 118 siswa yang terdiri dari 57 siswa dan 61 siswi dan diambi 61 siswi sebagai sampel penelitian.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa 27 orang remaja putri (44,26%) sebagai besar berpengetahuan cukup tentang kebersihan pada genetalia eksterna.Kesimpulan: Mayoritas remaja puteri memiliki pengetahuan cukup, sehingga diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan remaja puteri tentang kebersihan pada genetalia eskterna melalui media massa yang tersedia serta dapat meminta informasi langsung ke petugas kesehatan terdekat.Kata kunci : Pengetahuan, remaja puteri, kebersihan, genetalia eksterna
Hubungan Fototerapi Dengan Penurunan Kadar Billirubin Total Pada Bayi Baru Lahir Di RS Aulia Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2019 Triana Indrayani; Amelia Riani; Rosmawaty Lubis
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.164 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.420

Abstract

Latar belakang : Fototerapi diberikan jika kadar bilirubin total 10 mg/dl dalam 24 jam kelahiran. Menurut data yang diperoleh dari Word Health Organization (WHO) tahun 2015 kejadian Ikterus neonatrum di Amerika Serikat adalah 65 % dari 4 juta neonatus yang lahir setiap tahunnya, terjadi dalam minggu pertama kehidupannya.Tujuan penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fototerapi dengan penurunan kadar bilirubin total pada bayi baru lahir di RS Aulia Jagakarsa Jakarta Selatan tahun 2019.Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi yang mendapatkan terapi sinar di ruang perinatologi RS Aulia  pada bulan Januari Tahun 2019 sebanyak 30 orang.Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 bayi yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi dan diambil dari  hasil observasi langsung . tehnik pengambilan sampel yang digunakan dalam Penelitian ini  menggunakam  total sampling.Hasil penelitian : Terdapat hubungan yang signifikan dari fototerapi dengan penurunan kadar bilirubin total pada bayi baru lahir yang mengalami hiperbillirubin dengan nilai p= 0,039 di RS Aulia Jagakarsa Jakarta Selatan Tahun 2019.Simpulan : Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan pada pemberian fototerapi dengan penurunan kadar billirubin pada bayi baru lahir di RS Aulia Jagakarsa Jakarta Selatan tahun 2019Kata Kunci        :  Fototerapi, Hiperbillirubin, Bayi Baru Lahir The Relation Of Phototherapy To The Decrease Of Total Bilirubin Levels Among Newborns At Aulia Hospital Jagakarsa South Jakarta 2019 Background: Phototherapy is given if total bilirubin level is 10 mg / dl within 24 hours of birth. According to data obtained from World Health Organization (WHO) in 2015 the incidence of jaundice neonatrum in the United States was 65% of the 4 million neonates born each year, occurring in the first week of life. Aim: The research aims to determine the relationship between phototherapy and a decrease in total bilirubin levels among newborns in Aulia Hospital Jagakarsa, South Jakarta in 2019. Method: This research used a cross-sectional research method. The population in this study was all infants who received phototherapy in the perinatology room of Aulia Hospital in January 2019, 30 respondents. Samples in this study were 30 infants who met the inclusion and exclusion criteria and were taken from direct observation. The sampling technique used in this study was total sampling. Results: There was a significant relationship of phototherapy with a decrease in total bilirubin levels among newborns who had hyperbillirubin with P value = 0.039 at Aulia Hospital Jagakarsa South Jakarta in 2019.Conclusion: Based on the research that has been conducted, it can be concluded that there is a significant relationship between phototherapy with a decrease in the level of billirubin in newborns in Aulia Hospital Jagakarsa, South Jakarta in 2019
HUBUNGAN INTERAKSI SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PADA LANSIADI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKAUMAN BANJARMASIN Hariadi Widodo; Nurhamidi NUrhamidi; maulida agustina
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.923 KB)

Abstract

Latar Belakang: Lansia mengalami penurunan derajat kesehatan dan kemampuan fisik akan mengakibatkan secara perlahan menarik diri dari hubungan dengan masyarakat sekitar yangmenyebabkan interaksi sosial menurun. Berkurangnya interaksi sosial pada lansia dapat mempengaruhi kualitas hidup lansia.Tujuan: Menganalisis hubungan interaksi sosial dengan kualitas hidup lansia di wilayah kerja Puskesmas Pekauman BanjarmasinMetode: Penelitian menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah lansia di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin tahun 2015 sebanyak 4.879 orang dan sampel diambil berjumlah 98 orang dengan teknik pengambilan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Lansia sebagian besar memiliki interaksi sosial yang baik yaitu 72 orang (73,5%) dan sebagian besar memiliki kualitas hidup yang baik yaitu sebanyak 62 orang (63,3%). Ada hubunganantara interaksi sosial dengan kualitas hidup pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pekauman Banjarmasin (p = 0,000 α 0,05).Simpulan: Ada hubungan antara interaksi sosial dengan kualitas hidup pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Pekauman BanjarmasinKata kunci: Interaksi Sosial, Kualitas Hidup, Lansia
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN KLINIK MEET THE EXPERT (MTE) DALAM MENINGKATKAAN PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG PROSES ASUHAN KEPERAWATAN Nova Ari Pangesti; Maulina Nugraheni; Sarifatun Naila
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.648 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i2.642

Abstract

Latar Belakang : Metode pembelajaran klinik keperawatan merupakan suatu metode untuk menerapkan cara mendidik yang sesuai dengan tujuan dan karakteristik individu peserta didik berdasarkan kerangka konsep pembelajaran dalam ilmu keperawatan. Fenomena dalam penerapan metode pembelajaran klinik yang sering ditemui adalah mahasiswa sering kali tidak bisa mencapai target kompetensi sesuai yang ditargetkan dari standar pendidikan keperawatan  Tujuan: untuk menganalisis metode pembelajaran klinik meet the expert (MTE) dalam meningkatkaan pengetahuan mahasiswa tentang proses asuhan keperawatan.Metode: Jenis penelitian ini adalah Quasi Eksperimental dengan pendekatan one group pretest post test design. Sampel sejumlah 15 mahasiswa semester 2 yang menjalani praktik klinik stase KDM.Hasil: Tingkat pengetahuan sebelum diberikan pembelajaran klinik MT mayoritas kurang sebanyak 15 responden (100%) dan setelah diberikan pembelajaran klinik MTE mayoritas cukup sebanyak 7 responden (46.7%).Simpulan: Pembelajaran klinik MTE efektif dalam meningkatkaan pengetahuan mahasiswa tentang proses asuhan keperawatan di RSUD Prembun dengan nilai Z : -3.315dan p value 0,001 (p 0,005) artinya signifikan.Kata Kunci: Metode pembelajaran klinik, Meet the expert, Pengetahuan, Asuhan Keperawatan Background: The nursing clinical learning method is a method for implementing a way of educating in accordance with the goals and characteristics of individual learners based on the conceptual framework of learning in nursing science. The phenomenon in the application of clinical learning methods that is often encountered is that students often cannot reach the target competency as targeted by nursing education standards.Objective: To analyze the meet the expert clinical learning method (MTE) in increasing student knowledge about the nursing care process.Method: This type of research is a Quasi Experimental with one group pretest post test design approach. A sample of 15 second semester students undergoing KDM stage clinical practice.Results: The majority of the knowledge level before being given MTE clinical learning was less than 15 respondents (100%) and after being given MTE clinical learning the majority was sufficient as many as 7 respondents (46.7%).Conclusion: MTE clinical learning is effective in increasing students' knowledge about the nursing care process at Prembun Hospital with a Z value: -3.315 and p value 0.001 (p 0.005) which means significant. Keywords: Clinical learning methods, Meet the experts, Knowledge, Nursing Care 
Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil, Peran Bidan, Dan Peran Suami Terhadap Perilaku Pencegahan Hipertensi Pada Kehamilan Di Puskesmas Pancoran Mas Depok Jawa Barat Putri Azzahroh; Lina Oktriani
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.585 KB)

Abstract

Latar Belakang: angka kematian ibu di Indonesia masih yang tertinggi di ASEAN, yaitu 230 per 100.000 kelahiran hidup Pada tahun 2013 angka kematian ibu di Kota Depok mencapai 17 orang dengan penyebab salah satunya Hipertensi 4 orang. Hipertensi pada kehamilan menyebabkan morbiditas/kesakitan pada ibu serta morbiditas pada janin Faktor risiko hipertensi dalam kehamilan dapat terjadi pada primigravida, hiperplasentosis, umur yang ekstrim, riwayat keluarga yang pernah mengalami preeklampsia dan eklampsia, penyakit ginjal dan hipertensi yang sudah ada sebelum hamil, dan obesitasTujuan: untuk mengungkap hubungan pengetahuan, peran bidan, dan peran suami pada perilaku pencegahan hipertensi pada kehamilan di Puskesmas Pancoran Mas. Yang dilakukan pada Desember 2016 di Puskesmas Pancoran Mas, Depok Jawa Barat.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan Sampling Accidental digunakan sebagai sampling penelitian. Data diolah menggunakan SPSS dengan uji Chi-Square karena tingkat pengetahuan, peran bidan, dan peran suami pada perilaku pencegahan hipertensi pada kehamilan di Puskesmas Pancoran Mas 2016 belum terungkap.Hasil :Hasil uji statistik menunjukkan bahwa nilai α adalah 0,042 yang berarti α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku pencegahan hipertensi; bahwa nilai α adalah 0,022 yang berarti α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara peran bidan dan perilaku pencegahan hipertensi; dan nilai α adalah 0,018 yang berarti α 0,05,Simpulan: ada hubungan pengetahuan, peran bidan, dan peran suami pada perilaku pencegahan hipertensi pada kehamilan di Puskesmas Pancoran Mas tahun 2016. Kata kunci: hipertensi, perilaku, pengetahuan, peran seorang bidan, peran seorang suami  Background: Maternal mortality in Indonesia is still the highest in ASEAN, which is 230 per 100,000 live births in 2013 the maternal mortality rate in Depok City reached 17 people with the cause of one of them being hypertension 4 people. Hypertension in pregnancy causes maternal morbidity / morbidity and fetal morbidity Risk factors for hypertension in pregnancy can occur in primigravida, hyperplasmosis, extreme age, family history of preeclampsia and eclampsia, kidney disease and hypertension that already exist before pregnancy, and obesity­­Objective: reveal the relationship of knowledge, role of midwife, and husband role on hypertension prevention behavior in pregnancy at Puskesmas Pancoran Mas. This research was conducted in December 2016 at Pancoran Mas Health Center, Depok, West Java.Method: This is an analytical descriptive research with cross sectional approach. Data collection techniques used questionnaires, and Accidental Sampling was used as a sampling study. The data was processed using SPSS with Chi-Square test because the level of knowledge, role of midwife, and husband role on hypertension prevention behavior at pregnancy at Pancitan Mas Community Health Center 2016 have not been revealed.Result: The result of statistic test shows that the value of α is 0.042 which means α 0,05, so it can be concluded that there is a significant correlation between knowledge and behavior of prevention of hypertension; that the value of α is 0.022 which means α 0.05, so it can be concluded that there is no significant relationship between the role of midwives and hypertensive prevention behavior; and the value of α is 0.018 which means α 0,05,Conclusion: there is a significant relationship between husband role with hypertension prevention behavior. In short, there is a relationship of knowledge, role of midwife, and husband's role on hypertensive prevention behavior in pregnancy at Pancoran Mas Puskesmas 2016.Keywords: hypertension, behavior, knowledge, role of a midwife, the role of a husband
Pengalaman Pasien Penderita Kusta Dalam Pencarian Pengobatan di Wilayah Pare-Pare Sulawesi Selatan: Studi Fenomenologi Rastipiati Rastipiati; Titih Huriah; Arianti Arianti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.458

Abstract

Latar Belakang: Kusta merupakan salah satu penyakit yang sering ditakuti karena dapat menyebabkan kecacatan. Penderita kusta tidak akan mengalami kecacatan jika segera melakukan pengobatan yang secara tepat. Penelitian ini bertujuan menggali dan memahami secara mendalam tentang pengalaman pasien penderita kusta dalam pencarian pengobatan di wilayah Pare Pare Sulawesi Selatan.Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif fenomenologi. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam. Partisipan pada penelitian ini diambil secara purposive sampling, interpretasi data menggunakan metode model Spiegelberg.Hasil: Tema yang teridentifikasi pada penelitian ini adalah: 1) Pilihan dan keyakinan pengobatan tradisional, 2) Berat ringan stimulus kehidupan, 3) Keterbatasan pengetahuan dan dukungan, 4) Harapan dan realitas dukunganKesimpulan: Pengalaman pasien penderita kusta dalam pencarian pengobatan adalah keinginan dan motivasi untuk sembuh. Oleh karena itu perlunya informasi tentang pengobatan kusta yang tepat serta dukungan atau motivasi dari keluarga, teman atau orang lain disekitar, dan perawat yang berperan penting sebagai care giver, educator, fasilitator dalam pencarian pengobatan yang tepat.                                                                  Kata kunci: Kusta, Pengalaman, Pencarian Pengobatan, Studi fenomenologi.AbstractBackground: Leprosy is one of the diseases that is often feared due to it can cause disability. Lepers will not experience a disability if they immediately take proper treatment. The objective of the research is to find out and to understand deeply about lepers’ experience in seeking treatment in Pare-pare South Sulawesi.Method: This research applied qualitative phenomenology descriptive method; the process of data collection was done with an in-depth interview. The participants of this research were chosen using purposive sampling, the data interpretation using Spiegelberg method. Result: The research result identified theme: 1) Experience and belief traditional treatment, 2) Dynamic weighting of life stimulus, 3) Limited knowledge and support, 4) expectation and reality of support.Conclusion: This research concludes that lepers’ experience in seeking treatment is the desire and motivation to get well. Therefore, information about the proper treatment and support or motivation from family, friends or people around and nurses who play an important role as a caregiver, educator, facilitator in seeking proper treatment of leprosy are needed.            Keywords: Leprosy, treatment-seeking, experience, phenomenology.   
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU HAMIL TRIMESTER III TENTANG PEMILIHAN PENOLONG PERSALINAN DI PUSKESMAS BERUNTUNG RAYA BANJARMASIN Ika Mardiatul Ulfa; Hariadi Widodo
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (710.381 KB)

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu merupakan salah satu target yang telah di tentukan dalam tujuan ke 5 Millienium Development Goal’s (MDG,s). Sebagian besar kematian perempuan di sebabkan komplikasi karena hamil, bersalin dan nifas. Masalah dalam penelitian ini adalah Data yang di dapat dari Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin menunjukkan bahwa jumlah persalinan pada tahun 2013 adalah 11.662 persalinan, di mana sebanyak 11.611 di tolong oleh tenaga kesehatan dan 51 persalinan dengan tenaga non nakes.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap ibu hamil trimester III tentang pemilihan penolong persalinan di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Raya.Metode: Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan accidental sampling dengan jumlah sampel 30 orang.Analisis dengan menggunakan uji korelasi Spearmann Rank dengan nilai keyakinan 90%.Hasil: Ibu hamil trimester III yang memiliki pengetahuan dengan kategori cukup merupakan jumlah terbanyak yakni 26 orang (86,7%), yang memiliki sikap negatif merupakan jumlah terbanyak yaitu 16 orang (53,3%), dan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap tentang pemilihan penolong persalinan di puskesmas Beruntung Raya Banjarmasin (p=0,0470).Kesimpulan: Sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan dengan kategori cukup. Lebih dari separuh ibu hamil memiliki sikap negatif.Kata kunci : pengetahuan, sikap ibu hamil, pemilihan penolong persalinan.
Nurses’ Experiences In Providing Spiritual Care For Patients In Islamic Hospital Banjarmasin M Fahrin Azhari
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.765 KB)

Abstract

Spiritual need is a basic human need that must be fulfilled. Spirituality is a basic human need that inevitably fulfills, 90% of clients in some areas of America rely on religion as part of the spiritual aspect to gain comfort and strength when they feel seriously ill. This study aims to obtain a picture of the experience of nurses in fulfilling the spiritual needs of patients at Banjarmasin Islamic Hospital. The method used in this research is qualitative method with phenomenology design. The data were collected by involving six participants with in-depth interviews. The participants are the room nurses from the head of the room, the team leader to the nurses who work in the inpatient room of Banjarmasin Islamic Hospital with the age range 32-47 years, and the working period for 5-10 years. The results of the research There are four themes identified in this study: (1) the nurse's efforts to fulfill the spiritual needs, (2) the obstacles of spiritual fulfillment, (3) the nurse's expectation toward the fulfillment of spiritual needs, (4) the support given by the management Hospital. The conclusion of this research is that the nurses' spiritual needs are in the form of efforts to foster the spirit of the patient and help the patient to practice spiritual spirituality in increasing faith in God by collaborating with religious spiritual counselors. Keywords: Nurse Experience, Spiritual Needs, Religious.
Pengaruh Konsumsi Biskuit Katuk , Dan Pijat Oksitosin Terhadap Keberhasilan Pemberian Asi Eksklusif Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Simalingkar Tahun 2019 Srilina Br Pinem; Astaria Br Ginting; Lasria Simamora
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.007 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.492

Abstract

Latar Belakang: Tingginya  angka  stunting  dan  AKB  di  Indonesia  merupakan  masalah  nasional.  Khususnya  di Sumatera Utara. ASI merupakan makanan yang paling tepat untuk mengatasi kedua masalah tersebut. Faktor utama ibu tidak memberikan ASI kepadaanaknya dikarenakan ibu berasumsi ASI yang diberikan tidak cukup dan produksi ASI tidak lancar hal ini terlihat dari capaian nasional pemberian ASI ekslusif masih jauh dari target 80 % .Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsumsi biskuit katuk terhadap keberhasilan pemberian ASI Eksklusif pada ibu menyusui di Puskemsmas Simalingkar Tahun 2019.Metode: Jenis Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan design pre test post test one group design. Hasil:  Hasil penelitian menunjukkan nilai p= 0,000 dimana terdapat hubungan tidur tenang 2 jam akibat pemberian biskuit  katuk dan pijat oksitosin dengan pemberian ASI eksklusif, dan menunjukkan   nilai p=0,000 artimya terdapat hubungan penuruann berat badan 8%  akibat pemberian biscuit  katuk dan pijat oksitosin dengan pemberian ASI eksklusif. menunjukkan bahwa nilai p=0,000 artimya terdapat perbedaan tidur tenang sebelum dan sesudah diberi biskuit katuk dan pijat oksitosin. Terjadi peningkatan tidur tenang 2 jam setelah diberikan biskuit katuk dan pijat oksitosin setelah  hari  keempat.Simpulan: Sehingga dapat disimpulkan pemberian biskuit katuk dan pijat oksitosin efektif dalam kelancaraan pemberian ASI yang mendukung keberhasilan pemberian ASI Eksklusif. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk memberikan motivasi kepada ibu untuk mengkonsumsi biskuit katuk pada ibu nifas. Kata Kunci: Katuk, ASI, Pijat Oksitosin Background: The high rate of stunting and IMR in Indonesia is a national problem. Especially in North Sumatra. Breast milk is the most appropriate food to overcome these two problems. The main factor of mothers not giving ASI to their children is because mothers assume that breast milk is not enough and production of ASI is not smooth, it can be seen from the national achievement of exclusive breastfeeding which is still far from the target of 80%.Objective: The purpose of this study was to determine the effect of katuk biscuit consumption on the success of exclusive breastfeeding in breastfeeding mothers in Puskemsmas Simalingkar in 2019.Method: This type of research is a quasi-experimental design with pre-test post test one group design.Results: The results showed a value of p = 0,000 where there was a relationship of calm sleep2 hours due to the administration of cough biscuits and oxytocin massage with exclusive breastfeeding,and showed a value of p = 0,000. exclusive breastfeeding. shows that p = 0,000 means thatthere is a difference in calm sleep before and after being given a katuk biscuit and oxytocin massage. An increase in calm sleep 2 hours after given katuk biscuits and oxytocin massage after the fourth day.Conclusion: So it can be concluded that the administration of katuk biscuits and oxytocin massage is effective in the smoothness of breastfeeding which supports the success of exclusive breastfeeding.It is expected that health workers will motivate mothers to consume katuk biscuits for postpartum mothers.Keywords: Katuk, ASI, Oxytocin Massage
KONDISI PENURUNAN KETAJAMAN PENGLIHATAN ANAK DI SDN SUNGAI JINGAH 4 BANJARMASIN Nurul Hidayah; Ramalida Daulay; Luckyta Ibna Permana
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.922 KB)

Abstract

Latar Belakang Masalah. Penurunan ketajaman penglihatan pada anak mempunyai efek negatif terhadap proses pembelajaran. Kelainan refraksi mata atau refraksi anomali adalah jenis penurunan penglihatan yang sering terjadi. Kelainan refraksi dikenal dalam bentuk miopia, hipermetropia, dan astigmatisma. Apabila keadaan ini tidak ditangani maka akan terus berdampak negatif terhadap perkembangan kecerdasan anak dan mutu pendidikan pada anak sekolah. Tujuan Penelitian. Mengetahui kondisi penurunan ketajaman penglihatan anak sekolah dasar (SD) di SDN Sungai Jingah 4 Banjarmasin.Metode Penelitian. Rancangan penelitian menggunakan metode deskriptif. Sampel penelitian adalah anak sekolah dasar kelas 3, 4, dan 5 di SDN Sungai Jingah 4 Banjarmasin sejumlah 70 anak yang diambil dengan teknik proporsional random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Snellen Chart dan lembar wawancara.Hasil. Jumlah anak dengan penurunan ketajaman penglihatan sejumlah 17 anak (24,3%) dan normal sejumlah 53 anak (75,7%). Anak yang memiliki riwayat genetik mengalami gangguan penglihatan sebanyak 17 anak (24,3%) dan tidak memiliki riwayat sebanyak 53 anak (75,7%). Anak dengan kebiasaan yang tidak baik sehingga dapat mempengaruhi gangguan penglihatan adalah sebanyak 22anak (31,4%) dan anak dengan kebiasaan baik sebanyak 48 anak (68,6%). Kesimpulan. Anak yang mengalami penurunan ketajaman penglihatan sebesar 24,3% diikutidengan riwayat genetik sebesar 24,3% dan kebiasaan yang tidak baik sehingga dapat mempengaruhi penurunan penglihatan adalah sebesar 31,4%. Kata Kunci: Penglihatan, mata, anak SD

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue