cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
Validitas dan Reliabilitas The Brief Illness Perception Questionnaire versi Bahasa Indonesia pada Pasien Diabetes Mellitus Sofyan Indrayana; Su-Ying Fang
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.856 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.397

Abstract

Latar Belakang: Persepsi penyakit adalah konsep dasar dari model akal sehat regulasi kesehatan dan perawatan diri. Persepsi penyakit merupakan salah satu prediktor dari perilaku kesehatan penderita penyakit kronis. The Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) adalah salah satu instrumen yang sering digunakan untuk mengukur persepsi penyakit di Indonesia. Namun, informasi tentang validitas dan reliabilitas B-IPQ versi Bahasa Indonesia pada populasi diabetes mellitus (DM) masih belum jelas.Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur validitas dan reliabilitas B-IPQ versi Bahasa Indonesia pada populasi diabetes mellitus.Metode: Validitas diukur dengan menggunakan indeks validitas isi (CVI) yang dinilai oleh satu dokter spesialis penyakit dalam dan satu perawat. Reliabilitas tes-retest dilakukan pada 10 orang penderita DM dalam waktu dua minggu. Reliabilitas alpha Cronbach dilakukan pada 200 orang penderita DM.Hasil: CVI dari B-IPQ versi Bahasa Indonesia adalah 1. Sementara itu, hasil reliabilitas test-retest adalah r = 0,83 sampai dengan 1 dan reliabilitas alpha Cronbach adalah 0,74.Simpulan: Versi Bahasa Indonesia dari B-IPQ disimpulkan valid dan memiliki reliabilitas yang baik pada reliabilitas tes-retest maupun reliabilitas alpha Cronbach. Kata kunci: validitas, reliabilitas, B-IPQ, illness perception.Background: Illness perception is the central concept of the common-sense model of health and illness self-regulatory. Illness perception has been found as one of the predictors of health behavior among people with chronic diseases. The Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ) is one of instruments that used to measure illness perception in Indonesia. However, information about the validity and reliability of Bahasa Indonesia version of the B-IPQ for diabetes population is still unclear.Objective: The purpose of this study was to measure the validity and the reliability of the B-IPQ Bahasa Indonesia version in diabetes mellitus (DM) population.Methods: The validity was measured by using the content validity index (CVI) which rated by one internist physician and one nurse. Test-retest reliability was performed on 10 people with DM within two weeks. The Cronbach’s alpha reliability performed on 200 people with DM.Result: The CVI of the Bahasa Indonesia version of B-IPQ was 1. Meanwhile, the test-retest was r = 0.83 to 1 and the Cronbach’s alpha reliability was 0.74.Conclusion: The Bahasa Indonesia version of B-IPQ was valid and considered have good reliability either for test-retest reliability or Cronbach’s alpha reliability.Key Words: validity, reliability, B-IPQ, illness Perception.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN GAYA HIDUP DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANSIA DI PANTI SOSIAL TRESNA WHERDA (PSTW) BUDI SEJAHTERA BANJARBARU Dini Rahmayani; Muhammad Arief Wicaksono; Rizki Rahmawati putri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.317 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kebutuhan kualitas tidur setiap orang berbeda-beda ada yang terpenuhi dengan baik dan ada yang mengalami gangguan. Waktu tidur usia lanjut 6-7 jam perhari, walaupun mereka menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur, tetapi usia lanjut sering mengeluh terbangun pada malam hari, memiliki waktu tidur kurang, dan mengalami tidur siang lebih banyak. Panti Werdha merawat dan menampung sekitar 106 lansia yang terdiri dari laki-laki 48 orang dan perempuan 58 orang yang tinggal di panti Tujuan: Mengetahui hubungan tingkat stres dan gaya hidup dengan kualitas tidur pada lansia di Panti Sosial Tresna Wherda (PSTW) Budi Sejahtera Banjarbaru.Metode: Survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia yang berada di Panti Sosial Tresna werdha Budi Sejahtera Banjarbaru dari bulan Maret 2016 sebanyak 109 orang. Jumlah sampel 53 orang. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan uji chi square (p=0,05)Hasil: Sebagian besar responden mengalami tingkat stres ringan sebanyak 25 orang (47,2%), gaya hidup kurang baik sebanyak 34 orang (64,2%), kualitas tidur buruk sebanyak 33 orang (62,3%) Simpulan: ada hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada lansia. di panti sosial tresna wherda (pstw) budi sejahtera banjarbaru dan ada hubungan gaya hidup dengan kualitas tidur pada lansia. di panti sosial tresna Wherda (PSTW) Budi Sejahtera BanjarbaruKata Kunci: Stres, kualitas tidur, gaya hidup dan lansia.
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Indeks Massa Tubuh (IMS) Kurus Pada Ibu Hamil Usia Muda Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Catur Esty Pamungkas; Cahaya Indah Lestari; siti mardiyah WD
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.552 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i2.643

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Kerawanan pangan tinggi terjadi pada ibu hamil usia di bawah 18 tahun. Berdasarkan data susenas 2018 dalam (Badan Pusat Statistik, 2020) sekitar (12,24 %) perempuan usia 20-24 tahun yang kawin sebelum usia 18 tahun berada pada kelompok sangat rawan pangan. Sedangkan, pada perempuan usia 20-24 tahun yang kawin usia 18 tahun ke atas hanya sebesar (7,3 %). Kerawanan pangan mempengaruhi kekurangan energi kronis, jika kejadian tersebut berlangsung lama dapat menyebabkan indeks massa tubuh kurang pada ibu hamil.Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengetahui analisis faktor yang mempengaruhi IMT kurang pada ibu hamil usia muda di Puskesmas Tanjung Karang Tahun 2020.Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sample yaitu consecutive sampling dengan jumlah sample 60 responden.Hasil Penelitian : Menunjukkan bahwa dari 60 responden didapatkan mayoritas memiliki pendidikan dasar sebanyak 32 orang (53.3%), status responden tidak bekerja lebih banyak yaitu 47 orang (78.3%), lebih banyak responden memiliki pendapatan keluarga ≤ UMK sebanyak 47 orang (78.3%), kemudian mayoritas IMT normal sebanyak 47 oang (78.3%), tidak KEK sebanyak 49 orang (81.7%), mengalami Tidak anemia sebanyak 50 orang (83.3%). Berdasarkan analisis statistik didapatkan terdapatkan hubungan signifikan antara KEK dengan IMT kurus pada ibu hamil usia muda dengan p value 0.00 dan hubungan signifikan pada Anemia dengan kejadian IMT kurus pada ibu hamil usia muda dengan p value 0.017.Kesimpulan : Pada penelitian ini masalah kesehatan anemia dan KEK memiliki kontribusi yang signifikan terhadap kejadian IMT kurus pada ibu hamil usia muda. Saran : Diharapkan kepada ibu untuk memperhatikan usia saat hamil dan mempersiapkan perencanaan kehamilan dengan matang untuk menghindari gangguan kesehatan pada ibu selama kehamilannya. Kata Kunci : Pekerjaan ibu, pendapatam keluarga, pendidikan ibu, IMT, KEK, Anemia 
Hubungan Pengetahuan Dan Motivasi Karyawan Rumah Sakit Sari Mulia Untuk Melakukan Vaksinasi HPV Anita Herawati; Linda Kusumawati; Ahmad Hidayat
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.822 KB)

Abstract

Latar Belakang : Depertemen Kesehatan RI memperkirakan bahwa setiap 1 jam seorang wanita Indonesia meninggal akibat kanker serviks dengan tingkat kejadian 100/1000 penduduk / tahun. Penyebab utama (99%) kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini terutama ditularkan melalui hubungan seksual Diperkirakan 80% wanita terpapar oleh HPV sepanjang hidupnya. HPV memiliki lebih dari 100 macam tipe, yang dapat menyebabkan kanker serviks sekitar 14 tipe sedangkan tipe-tipe yang lainnya dapat menimbulkan kutil pada daerah genital (genital warts). Tipe yang paling sering menyebabkan kanker serviks adalah HPV tipe 16 dan 18. Pemberian vaksin HPV pada kenyataannya ada yang mau melakukan dan ada yang tidak mau melakukan, bagi yang mau melakukan, dikarenakan mengetahui dan menyadari betapa pentingnya mencegah penyakit kanker serviks. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan karyawan tentang Vaksinasi HPV dan motivasi karyawan untuk melakukan vaksinasi HPV pada karyawan Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin . Metode: penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode. Populasinya adalah seluruh karyawan wanita di Rumah Sakit Sari Mulia. Sampel adalah sebagian dari populasi diambil dengan Quota Sampling yang berjumlah 66 orang. Pengumpulan data dengan cara menggunakan kuesioner dan wawancara di analisis dengan korelasi Spearman Rank dan dilanjutkan dengan R Pearson. Hasil penelitian sebagian karyawan memiliki pengetahuan baik ( 63,64% ). Sebagian karyawan memiliki motivasi yang positif ( 71,4% ). Ada hubungan pengetahuan dan motivasi karyawan untuk melakukan vaksinasi HPV. Saran dan penelitian ini adalah instansi kesehatan hendaknya memberikan penyuluhan kepada karyawan tentang pentingnya vaksinasi HPV. Kata kunci: Pengetahuan, Karyawan, Motivasi melakukan Vaksinasi HPV.  ABSTRACTBackground: The Ministry of Health estimates that every 1 hour an Indonesian woman dies from cervical cancer with an incidence rate of 100/1000 population / year. The main cause (99%) of cervical cancers is infection with Human Papilloma Virus (HPV). The virus is mainly transmitted through sexual contact. It is estimated that 80% of women are exposed to HPV throughout their lives. HPV has more than 100 types, which can cause cervical cancer about 14 types whereas other types can cause warts in the genital area (genital warts). The most common types of cervical cancers are HPV types 16 and 18. HPV vaccine is in fact some who want to do and some do not want to do, for those who want to do, due to know and realize how important to prevent cervical cancer. Correlation between knowledge and motivation of Sari Mulia hospital employees have HPV vaccination Objective: The purpose of this observation is to know the employees knowledge about HPV vaccination related to their motivation to have HPV vaccination. Method : This observation uses quota sampling the population is all women employees of Sari Mulia hospital the sample are 66 women from the population who is then by quota sampling the data as are collected by using questioner interview analyses and spearman rank correlation. Result: The result of the observation are good employees Knowledge [ 63,64% ] and positive employees motivation [ 71,4% ] significant between the Knowledge and vaccination HPV motivation. Conclusion: It is suggested that health institution should do campaign now important HPV vaccination to hospital employees of Sari Mulia Hospital. Keywords: knowledge employees HPV vaccination motivation. 
Nilai Perspektif Budaya Karo Dalam Perawatan Ibu Nifas Di Wilayah Kerja Puskesmas Lau Baleng Kecamatan Lau Baleng Kabupaten Karo Mediana Sembiring; Mappeati Nyorong; Darwin Syamsul
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.519

Abstract

Latar Belakang: Asuhan  masa  nifas merupakan   periode yang sangat penting karena  masa  nifas merupakan masa yang kritis baik bagi ibu maupun bayinya, diperkirakan bahwa 60% kematian ibu terjadi setelah persalinan, dan 50% kematian setelah persalinan terjadi dalam 24 jam pertama. Penyebab kematian utama maternal didominasi oleh kematian obstetric langsung akibat komplikasi kehamilan, persalinan dan nifas yang meliputi pendarahan, eklampsi dan infeksi. Sekitar 60% kematian ibu saat masa nifas terjadi dalam 24 jam pertama . Riset Kesehatan Dasar (2013) yang menyebutkan bahwa sebagian besar kematian ibu terjadi pada masa nifas sehingga pelayanan kesehatan masa nifas berperan penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu melalui kegiatan yang efektif yaitu perawatan nifas.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis fenomenologi yaitu penelitian ini menjelaskan atau mengungkap makna konsep atau fenomena pengalaman yang didasari oleh kesadaran yang terjadi pada beberapa individu. Penelitian ini dilakukan dalam situasi yang alami, sehingga tidak ada batasan dalam memaknai atau memahami fenomena yang dikaji .Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh peneliti dari kedelapan partisipan mengenai perspektif suku Batak Karo tentang kebiasaan pada ibu pasca melahirkan yaitu : 1) Upaya menjaga kesehatan tubuh dengan cara mengolesi kuning las keseluruh tubuh, mengolesi parem keseluruh tubuh, melakukan tup (oukup) sebelum mandi, melakukan tup mata dengan bubur nasi, mengolesi tawar mentar pada ibu yang singgaren (pembengkakan), 2) Upaya pengeluaran air susu ibu (ASI) antara lain: makan bubur nasi campur sira lada, memakan sayuran terbangun dan daun katuk, 3) Upaya untuk mempercepat keluar darah kotor yaitu dengan cara memakan tawar atau sembur.Kata Kunci : Perspektif, Budaya karo, Dalam Perawatan Ibu Nifas Background: Postpartum care is a very important period because the puerperium is a critical period for both mother and baby, it is estimated that 60% of maternal deaths occur after delivery, and 50% of deaths after delivery occur within the first 24 hours. The main causes of maternal death are dominated by direct obstetric deaths due to complications of pregnancy, childbirth and the puerperium which include bleeding, eclampsia and infection. About 60% of maternal deaths during childbirth occur within the first 24 hours. Basic Health Research (2013) which states that the majority of maternal deaths occur in the puerperium so that the puerperium health services play an important role in efforts to reduce maternal mortality through effective activities namely puerperal care.Method: This study uses a qualitative method with the type of phenomenology that is this research explains or reveals the meaning of the concept or phenomenon of experience based on awareness that occurs in some individuals. This research was conducted in a natural situation, so there were no limits in interpreting or understanding the phenomenon being studied.Results: Based on the results of research obtained by researchers from the eight participants regarding the Karo Batak ethnic perspective on the habits of mothers after childbirth, namely: 1) Efforts to maintain a healthy body by smearing yellow welding throughout the body, smearing parem throughout the body, doing tup (oup) before bathing , doing eye tup with rice porridge, smearing tastelessly on the mother who is late (swelling), 2) Efforts to remove breast milk (ASI) include: eating rice mixed with sira pepper, eating awake vegetables and katuk leaves, 3) Efforts to speeding out dirty blood that is by eating tasteless or sprayed.Keywords: Perspective, karo culture, in the care of postpartum mothers 
Pengetahuan Pasien Dan Keluarga Terhadap Keterlambatan Prehospital Pada Pasien Sindrom Koroner Akut Deskya Yuniarti; Abdurrahman Wahid; Ifa Hafifah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.453 KB)

Abstract

Latar Belakang: Pada Januari -September 2017 rata-rata jumlah pasien yang datang ke IGD RSUD Ulin Banjarmasin dengan penyakit jantung adalah 151 orang tiap bulannya. Hasil wawancara kepada beberapa keluarga pasien didapatkan bahwa mereka datang ke RS sudah beberapa jam bahkan ada yang setelah satu minggu dari serangan awal yang dirasakan oleh pasien. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga terhadap keterlambatan prehospital pada pasien Sindrom Koroner Akut. Metode: desain penelitian ini cross sectional dengan teknik pengambilan data non probability sampling jenis accidental sampling, dilakukan kepada 34 responden yang dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin dari 9 Desember 2017 - 6 Januari 2018. Kuisioner digunakan ACS Response Index untuk menilai pengetahuan pasien dan keluarga tentang gejala SKA. Hubungan antara pengetahuan dan keterlambatan prehospital dianalisis dengan uji Korelasi Spearman. Hasil: tidak terdapat hubungan pengetahuan dengan keterlambatan prehospital pada pasien dengan SKA di RSUD Ulin Banjarmasin dengan hasil p value 0,05 (0,793 0,05). Kata Kunci: keterlambatan prehospital, pengetahuan, SKA ________________________________________________________________Background: In January to September 2017 showed average number of patients coming to ED RSUD Ulin Banjarmasin with heart disease is 151 people per month. Results of interviews to several families of patients ACS, they come to the hospital already several hours and a week after the initial attack felt by the patient. Objectives: to determine the relationship of patients and family knowledge with pre hospital delay in patients with ACS. Method: design of this study is cross sectional with non-probability sampling that was accidental sampling method, conducted on 34 respondents who are treated in RSUD Ulin Banjarmasin from December 9, 2017 to January 6, 2018. Instrument used is the ACS Response Index questionnaire to assess the knowledge patients and families about signs and symptoms of ACS. Relationship between knowledge and pre hospital delay was analyzed by the Spearman Correlation test. Results: there was no correlation between knowledge with pre hospital delay in patients Acute Coronary Syndrome in RSUD Ulin Banjarmasin with p value 0,05 (0,793 0,05). Keywords: Acute Coronary Syndrome, knowledge, pre hospital delayed 
Implementasi Program Posyandu Tfc (Theurapetic Feeding Center) Sebagai Strategis Penuntasan Dan Pemulihan Gizi Buruk Bagi Balita Di Puskesmas Bumijawa Kabupaten Tegal. Nora Rahmanindar; Juhrotun Nisa; Nilatul Izah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.237 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i2.473

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi merupakan salah satu masalah kesehtan masyarakat yang belum pernah tuntas di tanggulangi dunia. Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan bahwa sekitar 60 % dari semua kematian, yang terjadi antara anak-anak yang berusia kurang dari lima tahun dinegara berkembang, bisa dihubungkan dengan mal nutrisi. Therapeutic Feeding Center (TFC) atau Pusat Pemulihan Gizi (PPG) adalah pemuliha gizi kurang dengan perawatan serta pemberian makanan secara intensif dan adekuat sesuai usia dan kondisinya dengan melibatkan peran serta orang tua (ibu) agar mandiri ketika sudah kembali ke rumah.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pelaksanaan program Posyandu TFC di Puskesmas Kabupaten Tegal.Metode: Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara mendalam sesuai dengan pedoman wawancara. Responden yang diteliti ada 8 orang yaitu 2 petugas sebagai informan kunci yaitu dokter penanggungjawab dan koordinator gizi di Puskesmas Bumijawa, 4 petugas sebagai informan utama yaitu 2 petugas kesehatan bidan dan petugas gizi serta 2 petugas kader posyandu dan 2 ibu yang mempunyai anak gizi kurang sebagai informan Triangulasi.Hasil: Penelitian menunjukan bahwa sumber-sumber program, tenaga, dana dan sarana prasarana sudah memadai, proses pelaksanaan program tersebut pada tahap perencanaan sudah didukung dan di analisa permasalahan serta sudah melibatkan lintas program dan lintas sektoral, tahap pengorganisasian sudah di bentuk, ada standar prosedur yang jelas, pembagian tugas sudah baik, pelaksanaan monitoring dan evaluasi program sudah memadai ada pengawasan dari pihak kepala puskesmas bumijawa dan dari Dinas Kesehatan kabupaten Tegal.Simpulan: Balita yang gizi kurang sudah ada pendataan dan di tangani dengan baik di posyandu TFC baik rawat inap atau rawat jalan, balita tersebut 100 persen mengalami kenaikan BB 0,5 kg per minggu, kecuali balita yang gizi kurang dengan kelainan penyerta seperti jantung, TBC dll perlu penanganan intensif.Sehingga program posyandu TFC sudah berjalan dengan baik sebagai penuntasan dan pemulihan gizi kurang bagi balita di Puskesmas Bumijawa Kabupaten Tegal.Kata Kunci : Implementasi kebijakan, program posyandu TFC Background: The problem of nutrition is one of the people's health problems that has never been solved in the world tackling. The World Health Organization estimates that around 60% of all deaths, which occur among children aged less than five years in developing countries, can be attributed to malnutrition. Therapeutic Feeding Center (TFC) or Nutrition Recovery Center (PPG) is recovery of malnutrition by intensive and adequate care and feeding according to age and condition by involving the participation of parents (mothers) to be independent when they return home.Objective: This study aims to analyze the implementation of the TFC Posyandu program at the Tegal District Health Center.Method: This research is qualitative by using descriptive methods. Data collection was carried out using in-depth interview techniques in accordance with interview guidelines. There were 8 respondents surveyed, namely 2 officers as key informants, namely the physician in charge and nutrition coordinator at Bumijawa Public Health Center, 4 officers as the main informants namely 2 midwife health workers and nutritionists as well as 2 posyandu cadre officers and 2 mothers who have undernourished children as informants Triangulation Results: Research results show that program resources, personnel, funds and infrastructure are adequate, the process of implementing the program at the planning stage has been supported and analyzed for problems and has involved cross-program and cross-sectoral, the organizing stage has been established, there are standard procedures clearly, the division of tasks is good, the implementation of program monitoring and evaluation is adequate, there is supervision from the head of the bumijawa puskesmas and from the Tegal district health office.Conclusion: Toddlers who lack nutrition already have data collection and are handled well in TFC posyandu both inpatient or outpatient, the toddler is 100 percent increasing in weight of 0.5 kg per week, except toddlers who are malnourished with comorbid disorders such as heart disease, tuberculosis etc. need intensive handling. So that the TFC posyandu program has been running well as the completion and recovery of malnutrition for children under five in the Bumijawa Health Center in Tegal Regency.Keywords: Policy implementation, TFC posyandu program
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENYEBAB PERNIKAHAN DINI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEMBANTU PAHANDUT SEBERANG PALANGKA RAYA Sarah H Dina; Dina Rawan D. Rame; Melisa Frisilia
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.267 KB)

Abstract

Latar Belakang : Perkawinan yang sehat memenuhi kriteria umur calon pasangan suami istri yaitu umur 20-35 tahun. Pernikahan dini adalah pernikahan yang dilakukan pada usia remaja usia 10-19 tahun. Beberapa faktor yang mendorong tingginya pernikahan usia dini seperti faktor pendidikan, pengetahuan, dan keluarga. Berdasarkan survei pendahuluan yang dilakukan peneliti tanggal 21 April 2016 Jl. Pantai Cemara Labat RT 2 RW II Wilayah Kerja Pustu Pahandut Seberang Kota Palangka Raya didapatkan seseorang dengan usia 10-19 tahun sebanyak 76 jiwa melakukan perkawinan pada usia dini.Tujuan: Menganalisis faktor dominan yang berpengaruhterhadap penyebab pernikahan dini pada ibu di RT 2 RW II Kelurahan Pahandut Di Wilayah Kerja Pustu Pahandut Seberanga Kota Palangka Raya. Beberapa faktor yang mendorong tingginya pernikahan usia dini seperti faktor pengetahuan, social budaya, keluarga, maupun ekonomi.Metode: Penelitian ini menggunakan Regresi Linier Berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah 76 ibu yang menikah dini untuk menganalisis faktor dominan yang berpengaruh terhadap penyebab pernikahan dini, sampel dalam penelitian 64 responden.Hasil: Hasil analisis faktor dominan yang berpengaruh terhadap penyebab pernikahan dini pada ibu di RT 2 RW II Kelurahan Pahandut di Wilayah Kerja Pustu Pahandut Seberanga Kota Palangka Raya, menunjukkan pengaruh yang signifikan pada faktor pengetahuan yang ditunjukkan oleh angka 0,000 dan koefisien 0,564, yang berarti bahwa pengetahuan merupakan faktor dominan yang mempengaruhi pernikahan dini.Simpulan: Analisis faktor dominan yang berpengaruh terhadap pernikahan dini menunjukkan pengaruh yang kuat dan berpola positif. Hasil uji statistik didapatkan adapengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan pernikahan dini (p = 0.000).Kata Kunci: Pendidikan, pengetahuan, pernikahan dini.
PENGARUH SENAM ASMA BRONKHIAL TERHADAP FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN ASMA BRONKHIAL DI PUSKESMAS PENUJAK LOMBOK TENGAH NUSA TENGGARA BARAT Lungguh Tarenaksa Suranggana; Koesbaryanto Koesbaryanto; Azizah Khoiriyati
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.604 KB)

Abstract

Latar belakang: Senam asma merupakan salah satu penatalaksanaan non farmakologis pada pasien asma yang tujuannya untuk melatih ekspirasi dan inspirasi dalam mengeluarkan O2 karena adanya obstruksi jalan napas, meningkatnya sirkulasi oksigen ke otot pernapasan menyebabkan metabolisme aerob dan energi tubuh menjadi meningkat. Senam asma merupakan suatu cara yang efektif untuk melatih teknik bernafas pada pasien asma.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh senam asma bronkhial terhadap frekuensi kekambuhan pasien asma bronkhial Di Puskesmas Penujak Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tahun 2018.Metode: Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan control group design dan total sampling sesuai kriteria sedang sebanyak 55 responden, dilakukan dengan cara time series pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol, setiap 3 kali seminggu selama 4 minggu di Puskesmas Penunjuk Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.Hasil: Hasil uji menunjukkan bahwa karakteristik responden berdasarkan kategori usia, jenis kelamin, dan pendidikan secara berturut-turut dari kategori usia 20-50 tahun, usia 31-40 merupakan kelompok usia terbanyak dengan nilai 45,4%; pada kategori jenis kelamin, perempuan mendominasi laki-laki dengan nilai 81,8%; sedangkan karakteristik pendidikan, SMA lebih banyak dibandingkan dengan sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sarjana dengan nilai sebesar 34,5%. Berdasarkan analisis data bahwa nilai frekuensi kekambuhan pada kelompok intervensi adalah 2,75 ± 0,70 dan setelah intervensi adalah 1,21 ± 0,42.Simpulan: Pasien asma yang melakukan latihan senam asma terdapat penurunan frekuensi kekambuhan lebih besar dibandingkan dengan pasien yang tidak melakukan senam asma. Kata kunci: Asma bronkhial, senam asma, frekuensi kekambuhan ABSTRACT Background: Asthma exercise is one of the non-pharmacological managements for patients with asthma aimed to train expiration and inspiration in removing O2 due to an airway obstruction, an increased circulation of oxygen to the respiratory muscles causing aerobic metabolism to happen and increase body energy. Asthma exercise is an effective way to practice breathing techniques for patients with asthma.Objective: This study aims to analyze the effects of bronchial asthma exercise on the frequency of patients’ bronchial asthma recurrence in Puskesmas Penujak Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat in 2018.Method: This study carried out a quasi-experimental method with control group design involving 55 respondents as the total sampling selected through some criteria and done by using time series in the intervention group and control group every 3 times a week for 4 weeks in Puskesmas Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Result: The test results show respondent characteristics based on age, sex, and education categories respectively. In terms of age, from the category of the age group of 20-50 years, the age of 31-40 years is the highest age group with the value of 45.4%. In the category of gender, women outnumber men with the value of 81.8%. Meanwhile for the characteristics of education, the number of high school graduates is bigger than the graduates of elementary school, junior high school, and university that is 34.5%.Based on the data analysis, the frequency of recurrence in the intervention group is 2, 75 ±0.70 and after the intervention is 1, 21 ±0.40.Conclusion: There is a decreased frequency of asthma recurrence for the patients who do asthma exercise compared to patients who do not have asthma exercise. Keywords: Bronchial asthma, asthma exercise, frequency of reoccurrence
FAKTOR RISIKO KEJADIAN PRE EKLAMPSI DI KOTA CIREBON TAHUN 2019 Lisna Wati; Rani Widiyanti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.881 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.566

Abstract

Latar Belakang: Penyebab preeklampsia tidak hanya disebabkan oleh satu faktor saja, melainkan banyak faktor yang menyebabkan penyakit preeklampsi dan eklampsi (multiple causation). Umur, Gravida, Riwayat Preeklampsi, status sosial ekonomi, Diabetes Mellitus, mola hidatidosa, kehamilan ganda, hidrops fetalis, umur 20 atau 35 tahun, dan obesitas (Indeks Massa Tubuh/IMT). merupakan faktor predisposisi terjadinya preeklampsi (Ulfah, 2013). Dengan demikian, apabila salah satu faktor tadi ada pada ibu hamil maka ibu hamil tersebut dapat mempunyai kerentanan untuk mengalami pre eklampsi dalam kehamilannya. Terkadang ibu hamil tidak sadar dengan keadaan dirinya yang sudah menderita preeklampsi.Tujuan: mengetahui faktor risiko kejadian preeklampsi di kota Cirebon tahun 2019Metode: Peneltian analitik dengan pendekatan case (ibu hamil pre eklampsi) dan control (ibu hamil normal), untuk mengetahui faktor risiko (umur, gravida, riwayat pre eklampsi, indeks massa tubuh (IMT) dan konsumsi makanan). Penggunaan sampel menggunakan teknik accidental sampling, yaitu memilih 5 Puskesmas dari 22 Puskesmas di wilayah Kota Cirebon yang memiliki kasus pre eklampsi terbanyak, ditambah dengan mengambil kasus di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati kota Cirebon. Jumlah sampel 50 orang ibu hamil, yaitu 25 ibu hamil dengan pre eklampsi dan 25 orang ibu hamil normal. Analisis bivariat dengan chi square.Hasil:  Tidak terdapat hubungan antara umur ibu dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 0,667. Tidak terdapat hubungan antara jumlah kehamilan (gravida) dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 1,00. Tidak terdapat hubungan antara riwayat pre eklampsi dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 0,49. Tidak terdapat hubungan antara IMT dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 0,463. Tidak terdapat hubungan antara konsumsi makanan dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 1,00. Tidak terdapat hubungan antara kecemasan antenatal dengan kejadian pre eklampsi, dengan p value 0,098.Simpulan: Tidak ada hubungan antara umur, gravida, riwayat pre eklampsi, IMT dan konsumsi makanan dengan kejadian pre eklampsia. Penyebab Pre eklampsi yang masih belum pasti sampai saat ini, sehingga berbagai upaya diharapkan bisa dilakukan untuk mengurangi faktor risiko ibu pada kehamilan. Kata Kunci: umur, gravida, riwayat pre eklampsi, IMT, konsumsi makanan, kecemasan, pre eklampsiAbstract Background: The cause of preeclampsia is not only caused by one factor but many factors that cause preeclampsia and eclampsia (multiple causations). Age, Gravida, Preeclampsia History, socioeconomic status, Diabetes Mellitus, hydatidiform mole, multiple pregnancies, fetal hydrops, age 20 or 35 years, and obesity (Body Mass Index / BMI). is a predisposing factor to the occurrence of preeclampsia (Ulfah, 2013). Thus, if one of these factors is present in a pregnant woman, the pregnant woman can have the susceptibility to experiencing preeclampsia in her pregnancy. Sometimes pregnant women are unaware of their preeclampsia.Objective: to determine the risk factors for preeclampsia in the city of Cirebon in 2019Method: Analytical research with case approach (preeclampsia pregnant women) and control (normal pregnant women), to determine risk factors (age, gravida, history of preeclampsia, body mass index (BMI) and food consumption). The use of samples using accidental sampling technique, which is choosing 5 Puskesmas out of 22 Puskesmas in the Cirebon City area that has the most pre-eclampsia cases, plus taking a case at the Gunung Jati Regional Hospital in Cirebon. The number of samples was 50 pregnant women, namely 25 pregnant women with preeclampsia and 25 normal pregnant women. Bivariate analysis with chi-square.Results: There was no relationship between maternal age and preeclampsia, with a p-value of 0.667. There is no relationship between the number of pregnancies (gravida) with the incidence of preeclampsia, with a p-value of 1.00. There is no relationship between preeclampsia history and preeclampsia events, with a p-value of 0.49. There is no relationship between BMI with preeclampsia events, with p-value 0.463. There is no relationship between food consumption and preeclampsia, with a p-value of 1.00. There was no relationship between antenatal anxiety with preeclampsia, with a p value of 0.098.Conclusion: There is no relationship between age, gravida, history of pre-eclampsia, BMI, and food consumption with the incidence of pre-eclampsia. The causes of preeclampsia are still uncertain at this time, so various efforts are expected to be made to reduce maternal risk factors in pregnancy. Keywords: age, gravida, history of pre-eclampsia, BMI, food consumption, anxiety, pre-eclampsia  

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue