cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN IMS PADA KELOMPOK USIA PRODUKTIF 15-24 TAHUN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MENTENG PALANGKA RAYA Dita Wasthu Prasida; Indriani Indriani; Sarah Kartika
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.478 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.612

Abstract

Latar belakang: Infeksi Menular Seksual (IMS) merupakan berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. Banyaknya kasus IMS pada kelompok usia 15-24 tahun disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya pengetahuan, sumber informasi dan sikap. Maka dari itu perlunya diketahui faktor dominan yang berhubungan dengan perilaku IMS sehingga dapat dilakukan tindakan perventif melalui faktor dominan tersebut.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan IMS pada kelompok usia produktif 15-24 tahun di wilayah kerja Puskesmas Menteng Palangka Raya.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross-sectional dan menggunakan teknik sampling yaitu Proportional Random Sampling serta menggunakan uji statistik Regresi Linear Ganda dengan jumlah responden sebanyak 262 responden.Hasil: Hasil uji statistik Regresi Linear Ganda dengan Tingkat Signifikan yang digunakan yaitu 0,05 dan faktor yang diteliti yaitu pengetahuan dengan signifikan 0,010, sumber informasi dengan signifikan 0,000 dan sikap dengan signifikan 0,879. Berdasarkan hasil tersebut, faktor yang  sangat mempengaruhi perilaku adalah sumber informasi yang memiliki nilai signifikan paling rendah yaitu 0,000.Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa hasil uji statistik regresi linear ganda dengan tingkat signifikan yang digunakan yaitu 0,05 dan faktor yang diteliti yaitu pengetahuan dengan signifikan 0,010, sumber informasi dengan signifikan 0,000 dan sikap dengan signifikan 0,879. Berdasarkan hasil tersebut, faktor yang  sangat mempengaruhi perilaku adalah sumber informasi yang memiliki nilai signifikan paling rendah yaitu 0,000.Kata Kunci: Faktor, Perilaku Pencegahan, IMS Abstract Bacground: Sexually Transmitted Infection (STDs) are infections that pass from one person to another through sexual contact. A lot of prevalence it because of many kind factors, like knowledge, information and behavior. So, too important to know what the dominant factor, because by this we can do the preventive.Purpose: The purposed this research is to Analyzed Factors that correlated with teenager’s 15-24 years old preventive behavior  STD in Menteng Health public worked area Palangka RayaMethod : This research is Descriptive analytic with cross sectional approach that uses sampling using Proportional Random Sampling and Multiple Linear Regression Statistic Test with 262 respondents.Result: The result are knowledge with significant value 0,010, information with significant value 0,000 and behavior with significant value 0,879. That mean the dominant factor that correlated with preventive behavior  STD is information, it because the information have lowest significant value.Conclusion: It can be concluded that the results of multiple linear regression statistical tests with a significant level were used, namely 0.05 and the factors studied were knowledge with a significance of 0.010, sources of information with a significance of 0.000 and attitudes with a significance of 0.879. Based on these results, the factor that greatly influences behavior is the source of information that has the lowest significant value, namely 0.000. Keywords: Factor, preventive behavior, IMS
HUBUNGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU (ASI) EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GADANG HANYAR Istiqamah Istiqamah; Sitti Khadijah; Nurul Maulida
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.172 KB)

Abstract

Latar Belakang Masalah. Diare merupakan salah satu penyebab utama terjadinya angka kesakitan diare sekitar 200-400 diantara 1000 penduduk setiap tahunnya. Di Indonesia diperkirakan ditemukan penderita sekitar 60 juta kejadian setiap tahunnya, sebagian besar (70-80%) penderita ini adalah anak dibawah 5 tahun. Obyek dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 0-6 bulan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Gadang Hanyar.Tujuan penelitian ini untuk untuk menganalisis hubungan pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dengan kejadian diare pada bayi umur 0-6 bulan.Metode penelitian adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu yang mempunyai bayi berumur 0-6 bulan. Sampel dalam penelitian adalah sebagian dari populasi diambil dengan Teknik Purposive Sampling yang berjumlah 64 orang.Hasil penelitian ini dianalisa dan disimpulkan uji statistik Chi-Square di dapatkan nilai probabilitas (p) = 0,063 dan nilai α = 0,1 yang berarti nilai p α, Ho = ditolak, Ha = diterima maka ada Hubungan Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dengan Kejadian Diare Pada Bayi Umur 0-6 Bulan di Wilayah Puskesmas Gadang Hanyar Banjarmasin. Saran dari hasil penelitian yaitu bagi tenaga kesehatan dapat memberikan pengetahuan masyarakat terutama ibu-ibu dapat lebih meningkatkan mengenai pentingnya pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan melalui penyuluhan dan sosialisasi di posyandu maupun puskesmas sehingga dapat menurunkan angka kejadian diare pada bayi.Kata Kunci: Diare, ASI Eksklusif.
Perbandingan Antara Pemberian Aromaterapi Mawar Dan Aromaterapi Lavender Terhadap Perawatan Penurunan Tekanan Darah Wanita Lansia Di Puskesmas Pagatan Tanah Bumbu Suryadi Ashar; Herdy Juniawan; Gathut Pringgotomo
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.036 KB)

Abstract

 Latar Belakang: Aromaterapi adalah terapi yang menggunakan minyak essensial atau seri minyak murni untuk membantu memperbaiki atau menjaga kesehatan, membangkitkan semangat, menyegarkan serta menenangkan jiwa dan raga,serta merangsang.proses.penyembuhan.aromaterapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesehatan tubuh, mental dan emosional. Menghirup aromaterapi sendiri dianggap sebagai cara penyembuhan yang paling langsung dan cepat. Salah satu kerjanya bau yang dikeluarkan minyak esensial dapat merangsang kerja endokrin pada kelenjar pituitary dan menghasilkan efek afrodisiak.Tujuan : Penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara pemberian aromaterapi mawar dan aromaterapi lavender terhadap penurunan tekanan darah pada wanita lansia usia 60-70 tahun.Metode : Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan rancangan pretest dan posttest with out control group disegn.  Sampel dalam penelitian ini 36 responden dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing kelompok 18 responden, kelompok aromaterapi mawar 18 responden dan keompok aromaterapi lavender 18 responden dengan teknik Purposive sampling. Hasil penelitian ini menggunakan uji mann whitney dan wilxocon.Hasil : didapatkan nilai p-value 0,001 (0,05) terdapat perbedaan hasil mean rank pada kelompok aromaterapi mawar, aromaterapi lavender, sesudah diberi perlakuan.Kesimpulan : Penelitian ini adalah terdapat perbandingan perbandingan antara pemberian aromaterapi mawar dan aromaterapi lavemder terhadap penurunan tekanan darah pada wanita lansia usia 60-70 tahun di puskesmas perawatan pagatan kabupaten tanah bumbu. Saran dari penelitian ini untuk memberikan asuhan keperawatan pemberian terapi nonfarmakologi sebagai salah satu program terapi yang akan diberikan pada pasien hipertensi.Kata kunci     : Aromaterapi, Lansia Wanita, Tekanan Darah Abstrack  Background : Aromatherapy is a therapy that uses essential oils or a series of pure oils to help repair or maintain health, arouse enthusiasm, refresh and soothe the body and soul, and stimulate aromatherapy healing process also aims to improve body health, mental and emotional health. Inhaling aromatherapy itself is considered as the most direct and fast healing method. One of them works the smell released by essential oils can stimulate endocrine work in the pituitary gland and produce an aphrodisiac effect. Objective : The aim of this study was to determine the comparison between giving mawar and lavender aromatherapy to decrease blood pressure.Methods: The study was quasi-experimental method with pretest and posttest design without control groups. The sample in this study 36 respondents were divided into 2 groups, each group 18 respondents, mawar aromatherapy group were 18 respondents and lavender aromatherapy group 18 respondents with simple purposive sampling. The results of this study was the mann whitney and wilxocon tests.Results: obtained p-value 0.001 (0.05) there were differences in the mean rank results in the mawar aromatherapy group, lavender aromatherapy, after being treated.Conclusions:The conclusion of this study, there was a comparison between the giving of cananga aromatherapy mawar and lavender aromatherapy to the decrease in blood pressure at  puskesmas perawatan pagatan, Tanah Bumbu. Suggestions from this study to provide nursing care providing non-pharmacological therapy as one of the therapy programs that will be given to hypertensive patients. Keywords        : Aromatherapy,  Blood Pressure, Women Elderly 
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG POST PARTUM BLUES DI RSUD. DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN Anggrita Sari; Mohammad Basit; Rabiatul Adawiyah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1537.045 KB)

Abstract

Latar Belakang: Post partum blues adalah sebagai sindrom gangguan mental yang ringan.Masyarakat umumnya tidak sadar penyakit tersebut sehingga tidak terdiangnosis dan tidaktertatalaksana dengan baik. Akhirnya menimbulkan masalah yang cukup menyulitkan, dimana bisaberkembang menjadi keadaan yang lebih berat yakni depresi Post partum dan psikosis Post partum.RSUD. DR. H. Moch Ansari Saleh adalah salah satu rumah sakit rujukan pertama di wilayah profensiKalimantan Selatan, dengan beberapa layanan salah satunya yaitu ruang mutiara yang mefasilitasikhusus untuk ibu nifas.Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas, tentang Post partum blues di Ruang Nifas RSUD. DR. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin.Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jenis pengambilan secara non random (non probability) sampling, yaitu menggunakan teknik Accidental Sampling. Dengan jumlah sampel 57 ibu nifas.Hasil: Hasil penelitian terhadap 57 orang responden terbanyak berpengetahuan cukup yaitu 35 orang (61,4%) dan responden paling sedikit berpengetahuan baik yaitu 3 orang (5.26%).Kesimpulan: Pengetahuan responden dalam pengetahuan Post partum blues dikatagorikan cukup.Kata Kunci: ibu nifas, pengetahuan, post partum blues.
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI HERBA CEPLUKAN (Physalis angulata L.) UNTUK MENGATASI INFEKSI Staphylococcus epidermidis SELAMA PERSALINAN Renata Tri Anggreany; Ismi Rahmawati; Fransiska Leviana
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.326 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.560

Abstract

Latar Belakang: Herba ceplukan (Physalis angulata L.) merupakan salah satu dari tanaman obat yang mengadung beberapa senyawa aktif yang diduga bersifat antibakteri. Kehamilan dengan ancaman persalinan preterm dikarenakan pertumbuhan kuman Staphylococcus epidermidis.Tujuan: dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol, fraksi n-heksan, etil asetat, dan air herba ceplukan terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis.Metode: Penelitian eksperimental dengan melakukan penyarian herba ceplukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian difraksinasi dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan air. Hasil ekstrak dan fraksinasi diuji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan konsentrasi 20%; 10% dan 5%. Hasil  fraksi teraktif dilanjutkan uji makrodilusi. Identifikasi kandungan kimia herba ceplukan dikerjakan dengan menggunakan uji tabung dan Kromatorafi Lapis Tipis (KLT).Hasil: Penelitian menghasilkan rendemen ekstrak, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air berturutan sebesar 21,88; 10,90; 3,96 dan 52,00%. Hasil uji aktivitas antibakteri  menunjukkan fraksi n-heksan, etil asetat dan  air memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Fraksi etil asetat merupakan fraksi teraktif dibandingkan fraksi yang lain dengan diameter daya hambat terbesar pada konsentrasi 20% sebesar 23,33 mm. Fraksi etil asetat mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid yang  bertanggung jawab terhadap aktivitas antibakteri. Hasil penelitian dengan metode dilusi menunjukkan bahwa Konsentrasi Bunuh Minimum fraksi etil asetat adalah 5%. Kata kunci: herba ceplukan (Physalis angulata L.), fraksinasi, Staphylococcus epidermidis, antibakteri AbstractBackground: Cutleaf groundcherry herb (Physalis angulata L.) is one of the medicinal plants that contains several active compounds that are suspected to be antibacterial. Pregnancy with preterm labor risk caused by the growth of Staphylococcus epidermidis.Aim: This study was conducted to  determine the antibacterial activity of ethanol extract, fraction of n-hexane, ethyl acetate, and cutleaf groundcherry herb water against Staphylococcus epidermidis.Method: The extraction of cutleaf groundcherry herb was carried out by maceration method using 70% ethanol, then fractionated with n-hexane, ethyl acetate, and water. The extract and fractionation results were tested for antibacterial activity using a diffusion method with a concentration of 20%; 10% and 5%. Identification of the chemical content of the herbal cep need is done by using tube test and Thin Layer Chromataphy (TLC).Result: The study produced extract yield, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction and water fraction of 21.88; 10,90; 3.96 and 52.00%, respectively. Antibacterial activity test results showed that the n-hexane, ethyl acetate and water fractions had antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis. Ethyl acetate fraction was the most active fraction compared to other fractions with the largest inhibitory diameter of 23.33 mm at a concentration of 20%. The ethyl acetate fraction contained flavonoids, alkaloids, saponins, and terpenoids which are responsible for antibacterial activity. The results of the study using the dilution method showed that the Minimum Killing Concentration of ethyl acetate fraction was 5%. Key Words: Cutleaf groundcherry herb (Physalis angulata L.), fractionation, Staphylococcus epidermidis, antibacterial.
KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PASCA STROKE DI RSUD ULIN BANJARMASIN Masniah Masniah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1600.161 KB)

Abstract

Latar belakang : Stroke dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan pasien baik fisik, psikologis, sosial maupun spiritual. Semua faktor tersebut mempengaruhi kualitas hidup pasien paska serangan stroke. Keterbatasan gerak, gangguan kognitif, dan gangguan komunikasi berhubungan erat dengan kualitas hidup pasien. Kualitas hidup merupakan fenomena yang penting karena beberapa alasan diantaranya kualitas hidup merupakan persepsi subjektif dan sulit untuk dikuantifikasi.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi berbagai pengalaman pasien pasca serangan stroke tentang perubahan kualitas hidupnya.Metode : Disain penelitian yang digunakan adalah deskriptif fenomenologi dengan metode wawancara mendalam pada lima orang partisipan pasca stroke dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Analisis data yang digunakan menggunakan tehnik Collaizi.Hasil : hasil penelitian ini mengidentifiksi 5 tema utama yaitu (1) perubahan kemampuan diri, (2) dampak psikososialspiritual, (3) perubahan kualitas hidup, (4) dukungan untuk kesembuhan, (5) upaya mencari bantuan pelayanan kesehatan.Simpulan : Hasil penelitian menunjukan bahwa pasien pasca stroke mengalami gangguan fisik dan fungsional tubuh yang bersifat jangka panjang dan menimbulkan gangguan respon psikologis, sosial maupun spiritualnya yang mempengaruhi perubahan kualitas hidupnya. Hal ini dapat menjadi gambaran untuk perawat dalam memberikan asuhan keperawatan yang profesional.Kata kunci : kualitas hidup, stroke, gangguan fisik dan fungsional
Pengaruh Intervensi Edukasi Palliative Care Terhadap Kualitas Hidup Odha Dengan Antiretroviral (ARV) Di Kabupaten Biak Numfor Adolfina Emilia Wamaer; Regina Vidya Trias Novita
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.174 KB) | DOI: 10.33859/dksm.v10i1.390

Abstract

Latar Belakang: HIV/AIDS berdampak pada kehidupan manusia dan mempengaruhi kualitas hidup orang yang menderitanya. Salah satu pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup ODHA dengan menggunakan intervensi edukasi palliative care.Tujuan: dari penelitian adalah menganalisis dan mensistesis pengaruh intervensi edukasi palliative care terhadap kualitas hidup ODHA dengan antiretroviral (ARV) di Kabupaten Biak Numfor.Metode : Desain penelitian quasi-eksperimental design dengan pre-post nonequivalent control group, sampel 120 dipilih secara purposive sampling.Hasil: penelitian menunjukkan karakteristik responden berusia 26-35 tahun (41,7%), perempuan (59,2%), berpendidikan SMA (44,2%). Hasil uji Wilcoxon (p value= 0,000: 0,05) dan uji Mann-Whitney nilai  (p value= 0,019: 0,05) intervensi edukasi palliative care signifikan meningkatkan kualitas hidup penderita HIV/AIDS. Domain tertinggi dan terendah berdasarkan domain adalah domain sosial dan domain lingkungan. Nilai probability of event pada intervensi edukasi palliative care 5 kali dan pekerjaan 0,78 kali meningkatkan kualitas hidup. Evaluasi terhadap perubahan perilaku dan pengetahuan dilakukan pada hari ke 12 dan 24 setelah intervensi. Intervensi edukasi palliative care secara simultan memberikan pengaruh  sebesar 17,2% terhadap peningkatan kualitas hidup, 15,6% perubahan perilaku dan 15,5% peningkatan pengetahuan serta perilaku dan pengetahuan terhadap kualitas hidup sebesar 4% .Kata kunci: HIV/AIDS, intervensi edukasi palliative care; kualitas hidup Abstract Bacground: The HIV/AIDS affected many aspects of human life and the quality of life of people living with HIV/AIDS (PLWHA). The palliative care education intervention was one approach to improved the quality of life of PLWHA. Aim:The aimed of this study was analyzed and synthesized the effected of palliative care education on quality of life of PLWHA with antiretroviral (ARV) in Biak Numfor District. Method: The quasi-experimental was conducted with the nonquivalent pre-post control group in this study, total samples of 120 PLWHA were selected by purposive sampling.Result: The result showed the majority of respondents aged 26-35 years (41.7%), 59.2% female, senior high school (44.2%). Wilcoxon test results (p value = 0,000: 0.05) and Mann-Whitney test value (p value = 0.019: 0.05) showed that palliative care education interventions significantly improved the quality of life of the intervention group against the control (pvalue = 0,000: 0.05). Futhermore based on domain of quality of life, the mean of the highest domain in the social domain and lowest on the environment. The probability of event palliative care education intervention was 5 times and employment 0.78 times improved quality of life. Evaluation of behavioral and knowledge on days 12 and 24 after the intervention. The intervention of palliative care education simultaneously improved the effected of 17.2% on the improvement of quality of life, 15.6% behavior change and 15.5% knowledge improvement, and behavior and knowledge to quality of life equal to 4%. It was concluded that educational interventions of palliative care on the quality of life of PLHA with ARV. This study recommended palliative care education interventions as one of the interventions nursing care of PLWHA to improved the quality of life.  For the purpose to be achieved with the optimal use of booklets and flipcharts adjusted to the local language and culture. Keywords: HIV/AIDS, palliative care education intervention, Quality of life
PENERAPAN KEWASPADAAN UNIVERSAL DI RUANG RAWAT INAP KEBIDANAN RSUD dr. DORIS SYLVANUS PALANGKA RAYA Adriana Palimbo; Fitri Yuliana; Yuni Si Rezeki Hartiningsih
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.732 KB)

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Pasien dengan terinfeksi HIV dan HIB meningkat lebih dari 50% setiap tahunnya, terlihat dari data register ruang rawat inap kebidanan RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Tidak ada data petugas yang terpapar ataupun terkena jarum suntik sehingga tidak dapat di evaluasi bagaimana penerapan kewaspadaan universal oleh petugas.Tujuan: Mengetahui Penerapan Kewaspadaan Universal Ruang Rawat Inap Kebidanan RSUD dr.Doris Sylvanus Palangka Raya.Metode: Penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan pada 5 orang informan utama yaitu sebagai bidan pelaksana, triangulasi 6 orang informan triangulasi yaitu kepala ruangan, ketua tim PPI, Kepala Bidang Keperawatan dan 3 orang pasien. Teknik pengolahan dan analisis data hasil wawancara melalui 5 tahap yaitu, Transkripsi, pengorganisasian data, pengenalan, coding, dan pembuatan kesimpulan.Hasil: Aspek Input dari SDM, sarana prasarana yang terbatas dan tidak tersedianya SPO. Pada aspek proses tidak terdapatnya Kebijakan yang mendukung serta Penerapan oleh petugas dirasakan kurang maksimal karena dipengaruhi oleh faktor pengetahuan, ketersediaan sarana prasarana dan kebiasaanSimpulan: Kurangnya pengetahuan, informasi, sosialisasi, tujuan yang jelas oleh petugas, serta belum tersedianya SPO dan kebijakan yang mendukung penerapan kewaspadaan universal.Kata Kunci: Penerapan Kewaspadaan Universal, Rumah Sakit, Petugas Kesehatan
Reinforcing Factors Of Students Smoking Behavior In Pesantren Darul Hijrah Putra Martapura South Kalimantan Musafaah Musafaah; Dina Yuniarti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.552 KB)

Abstract

Objectives: Pesantren is one form of educational institutions in Indonesia that continues to grow in accordance with the needs of the era. One of the uniqueness of pesantren education is student or santri, learn and live in dormitory or cottage provided by pesantren. Students who study in pesantren are on average in the adolescent age range. Based on data from the care of students in Pondok Pesantren Darul Hijrah got records of smoking violations with the amount of data per year, from 1.684 the number of students in Pondok Pesantren Darul Hijrah son of the number of santri who smoke increased significantly from year to year. According to Lawrence W. Green there are three determinants of behavior for a person that is predisposing factor , enabling factor  and reinforcing factor ). The purpose of this study was to analyze the reinforcing factors of students smoking behavior at Darul Hijrah Putra Martapura Pesantren in South Kalimantan.Method: This research used cross sectional approach. The sample is students from Darul Hijrah Putra Pesantren in Martapura South Kalimantan as much as 70 people by Quota sampling. The independent variables in this study were male parents' smoking behavior and smoking status of teacher, smoking status of roommate and smoking status of non roommate. The dependent variable is smoking behavior on the students of Darul Hijrah Putra Pesantren in Martapura, South Kalimantan. Data analysis used Fisher Exact test.Result: The result of the research showed that male students who smoked as many as 7 people (10.0%), male parent smoked as many as 28 people (40.0%), the teacher smoked 65 people (92.9%), roommates who smoked as many as 34 people (48.6%), the presence of teachers who smoked as many as 47 people (67.1%). The bivariate analysis in this study showed no correlation between smoking behavior of male parents and students smoking behavior (p-value = 0.694), no correlation between teacher smoking status and students smoking behavior (p-value = 1.000), no relationship status smoking a roommate with students smoking behavior (p-value = 1.000), and no relationship of smoking status outside friend's room with students smoking behavior ((p-value = 0.413).Conclusion: There is no correlation between smoking behavior of male parents and santri smoking behavior, there is no correlation between smoking status of the teacher and santri smoking behavior, no relationship of smoking status of roommate with santri smoking behavior, and no relationship of smoking status of outside friends with smoking behavior santri. Keywords : Reinforcing factor, Smoking Behaviour, Student
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG PENGISIAN PARTOGRAF PADA MAHASISWI TINGKAT II AKADEMI KEBIDANAN SARI MULIA BANJARMASIN Erni Yuliastuti; Yayu Puji Rahayu; Azizah Yasmin
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.203 KB)

Abstract

Latar Belakang : Tiga penyebab kematian ibu terbanyak menurut WHO (2010) adalah perdarahan 45%, infeksi 15%, dan eklamsia 13%. Berdasarkan SDKI tahun 2007, AKI di Indonesia sebesar 248 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 34 per 1.000 kelahiran hidup. Upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Bidan dalam menolong persalinan, denganpenggunaan partograf. Partograf merupakan alat bantu untuk membuat keputusan klinik, memantau, mengevaluasi dan menatalaksana persalinan. Berdasarkan studi pendahuluan yang peneliti lakukan di Program Studi DIII Kebidanan pada bulan November 2014 pada 27 orang mahasiswi dimana 20 orang diantaranya belum memahami tentang pengisian partograf.Tujuan : Mengetahui gambaran pengetahuan mahasiswi tingkat II tentang pengisian partograf program studi DIII Akademi Kebidanan Sari Mulia Banjarmasin.Metode : Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan jumlah 178 orang. Pengambilan sampel secara simple random sampling dengan sampel 64 orang. Pengolahan data dengan editing, coding, processing, cleaning. Analisa Data dengan univariat distribusi frekuensi.Hasil : Terdapat mahasiswi berpengetahuan baik 30 responden (49,1%), dan pengetahuan cukup 34 responden (53,1%).Kesimpulan : Pengetahuan mahasiswi tingkat II tentang pengisian partograf di AKBID Sari Mulia Banjarmasin dalam kategori cukup.Kata Kunci : Pengetahuan, Partograf.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue