cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
AKTIVITAS TEH KULIT BUAH JERUK BALI (Citrus maxima Merr) SEBAGAI PENURUN KADAR KOLESTEROL TOTAL UNTUK PENCEGAHAN PREEKLAMPSIA SELAMA KEHAMILAN. Tri Wijayanti; Narimo Narimo
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.620

Abstract

Latar Belakang: Selama kehamilan terutama pada trimester kedua dan ketiga, kolesterol dalam darah dapat meningkat 20-30%. Peningkatan kadar kolesterol pada ibu hamil dapat meningkatkan terjadinya preeklampsia. Kulit buah jeruk bali secara empiris telah digunakan dalam menurunkan kadar kolesterol. Kandungan flavonoid dalam kulit buah jeruk Bali terbukti memiliki efektivitas dalam menurunkan kadar kolesterol total dalam darah.Tujuan: dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas kulit buah jeruk Bali sebagai penurun kadar kolesterol total untuk pencegahan preeklampsia selama kehamilan.Metode: Penelitian eksperimental dilakukan dengan penyarian sediaan teh celup kulit jeruk Bali dosis 100mg/kgBB, 200mg/kgBB dan 400mg/kgBB yang diujikan secara in vivo pada tikus putih jantan yang diinduksi diet tinggi lemak. Kadar kolesterol total darah diukur selama 21 hari dan dihitung penurunannya.Hasil: Penelitian menghasilkan dari 3 kelompok dosis teh celup kulit jeruk Bali (TCKJB) dengan dosis 100mg/KgBB, 200mg/KgBB dan 400mg/KgBB terdapat penurunan kadar kolesterol total di bandingkan kelompok hiperkolesterolemia. TCKJB 100mg/KgBB mengalami penurunan sebesar 22,4mg/dL, TCKJB 20mg/KgBB mengalami penurunan sebesar 31mg/dL, sedangkan kelompok TCKJB 400mg/KgBB mengalai penurunan sebesar 50,2mg/dL. Kata kunci: Teh celup kulit buah jeruk Bali (Citrus Maxima Merr), kolesterol total, preeklamsiaThe activity of Bali orange peel (Citrus maxima Merr) tea as a lowering of total cholesterol levels for the prevention of preeclampsia during pregnancy.Background: During pregnancy, especially in the second and third trimesters, cholesterol in the blood can increase by 20-30%. Increased cholesterol levels in pregnant women can be happen the occurrence of preeclampsia. Grapefruit rind empirically has been used in reducing cholesterol levels. The content of flavonoids in Bali orange peel is proven to have effectiveness in reducing total cholesterol in the blood.Aim: This study was conducted to determine the effectiveness of Bali orange peel as a decrease in total cholesterol levels.Method: An experimental study was carried out by extracting a dosage of Bali orange peel in doses of 100mg / kg BB, 200mg / kg BB and, 400mg / kg BB which were tested in vivo on male white rats induced by a high-fat diet. Total blood cholesterol level was measured for 21 days and a decrease was calculated.Result: The study resulted from three groups of Bali orange peel tea dosage (TCKJB) with a dose of 100mg / Kg BB, 200mg / Kg BB and 400mg / Kg BB there was a decrease in total cholesterol levels compared to the hypercholesterolemia group. TCKJB 100mg / Kg BB decreased by 12.51%, TCKJB 20mg / Kg BB decreased by 16.83%, while TCKJB group 400mg / Kg BB had decreased by 27.64%.  Key Words: Teabags for Bali orange peel (Citrus Maxima Merr), total cholesterol, preeclampsia.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN SIKAP DALAM PENANGANAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER 1 DI UPT PUSKESMAS PAHANDUT PALANGKA RAYA TAHUN 2017 Rizki Muji Lestari; Melisa Frisilia; Faridah Faridah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.614

Abstract

Latar Belakang: Hiperemesis gravidarum adalah gejala mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil. Cara mengatasi Hiperemesis gravidarum yaitu dengan mengubah pola makan ke dalam porsi kecil. Ibu sebaiknya mengkonsumsi vitamin B1-B6 atau B kompleks untuk anti mual.Tujuan Penelitian: Tujuan dari penelitian untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan keluarga dengan sikap dalam penanganan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1.Medote penelitian: Desain penilitian korelasional dengan 30 responden dan menggunakan teknik sampling Non Random (Non Probability) sampling (accidental sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang terdiri dari data demografi, dan pentanyan tentang tingkat pengetahuan dan sikap mengenai penanganan hiperemesis gravidarum. Analisa bivariat mengguanakan uji Chi Square untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap mengenai penangan hiperemesis gravidarum..Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan karakteristik yang memiliki pengetahuan baik dengan sikap positif sebanyak 16 responden (53,3%), pengetahuan cukup engan sikap positif sebanyak 4 responden (13,4%) dan untuk pengetahuan kurang dengan sikap positif sebanyak 0 responden (0%). Hasil uji bivariat diperoleh hasil signifikan 0,000 artinya nilai yang diperoleh lebih kecil dari pada α 0,05 batas kritis, berarti terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan dengan sikap penanganan hiperemesis gravidarum pada ibu hamil trimester 1.Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap ibu hamil trimester 1 dapat membantu mengatasi masalah hiperemesis gravidarum. Peran perawat dalam upaya meningkatkan kesehatan memiliki peran penting terutama untuk membantu keluarga untuk penanganan hiperemesis gravidarum Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Sikap, hiperemesis gravidarum.Abstract Background: Hyperemesis gravidarum is a symptom of excessive nausea and vomiting in pregnant women. The way to deal with Hyperemesis gravidarum is by changing the diet into small portions. Mothers should take vitamins B1-B6 or B complex for anti-nausea.Research Objectives: The purpose of this study was to determine the relationship between the level of family knowledge and attitudes in handling hyperemesis gravidarum in 1st-trimester pregnant women.method: Correlational research design with 30 respondents and using Non-Random (Non-Probability) sampling technique (accidental sampling). The data was collected using a questionnaire consisting of demographic data, and questions about the level of knowledge and attitudes regarding the handling of hyperemesis gravidarum. The bivariate analysis uses the Chi-Square test to analyze the level of knowledge and attitudes regarding the handlers of hyperemesis gravidarum.Results: The results of this study indicate the characteristics of having good knowledge with a positive attitude as many as 16 respondents (53.3%), sufficient knowledge with a positive attitude as many as 4 respondents (13.4%) and for lack of knowledge with a positive attitude as many as 0 respondents ( 0%). The bivariate test results obtained significant results of 0.000, meaning that the value obtained is smaller than α 0.05 critical limit, meaning that there is a significant relationship between the knowledge variable and the attitude of handling hyperemesis gravidarum in pregnant women in the first trimester.Conclusion: It can be concluded that the level of knowledge and attitudes of pregnant women in the first trimester can help overcome the problem of hyperemesis gravidarum. The role of nurses in an effort to improve health has an important role, especially in helping families to handle hyperemesis gravidarumKeywords: hyperemesis gravidarum, attitude, knowledge level
Kejadian Kekerasan pada Perempuan Selama Masa Pandemi COVID-19 Winda Ayu Fazraningtyas; Dini Rahmayani; Indana Rahmah Fitriani
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.550

Abstract

LATAR BELAKANG Kekerasan terhadap perempuan, terutama kekerasan pada pasangan dan kekerasan seksual adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama dan merupakan pelanggaran terhadap hak asasi perempuan. Data yang diterbitkan oleh WHO (2018) menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 3 (35%) perempuan di seluruh dunia telah mengalami kekerasan. Hal ini semakin bertambah selama masa pandemi COVID-19 yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia.  Pembatasan sosial yang dilakukan selama masa pandemi ini berdampak pada perekonomian, membuat ekonomi keluarga terpuruk, dan berimbas pada situasi dan kondisi perempuan. Segala kegiatan yang terpusat di rumah membuat beban domestik yang sangat besar bagi perempuan, mulai dari mengurus rumah hingga memastikan anak-anak mengakses pendidikan dari rumah.TUJUAN Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian kekerasan pada perempuan yang terjadi selama masa pandemi COVID-19 .METODE Metode yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan pendekatan narrative review. Artikel yang digunakan pada studi ini diambil dari Google Scholar dan Pubmed dengan total artikel yang sesuai dengan kriteria adalah 10 artikel. Semua artikel yang digunakan dalam studi ini berasal dari tahun 2020.HASIL Terdapat peningkatan kejadian kekerasan pada perempuan. Dampak kekerasan perempuan dapat mempengaruhi di gangguan reproduksi seperti ketidakteraturan menstruasi, dan gangguan dalam proses kehamilan, dan gangguan mental seperti munculnya kecemasan, takut, letih, dan stress, bahkan tidak jarang berdampak pada gangguan makan dan tidurKESIMPULAN Kekerasan yang terjadi pada perempuan ini semakin meningkat seiring dengan semakin lamanya pandemi COVID-19 ini berlangsung. Hal ini dikarenakan pembatasan sosial yang diterapkan untuk mengurangi penyebaran dari pandemi ini menyebabkan perempuan dan pasangan harus menetap dalam satu rumah dan tidak dapat menghindarinya. Untuk itu, manajemen emosional sangat diperlukan untuk meminimalisir kejadian kekerasan pada perempuan ini.  Kata Kunci: pandemi COVID-19, Kekerasan pada Perempuan  Abstract Background: Violence against women, especially violence against partners and sexual violence is a major public health problem and one of a violation of women's human rights. According to WHO (2018) emphasized that around 1 in 3 (35%) women worldwide have experienced violence. Furthermore, this increased during the COVID-19 pandemic which occurred in almost all parts of the world. The social restrictions imposed during the pandemic have an impact on the economy, making the family economy worse, and impacting the situation and condition of women. All activities centered at home create a huge domestic burden for women, from managing the house to making sure children access education from home.Aim: This study aimed to analyze the incidence of violence against women that occurred during the COVID-19 pandemic.Method: This study used a narrative review approach. The articles used in this study were taken from Google Scholar and also Pubmed with a total of 10 articles that fit the criteria. All articles used in this study date from 2020.Result: There is an increase in the incidence of violence against women during the COVID-19 pandemic. The impact of violence on women can affect reproductive disorders such as menstrual irregularities, and disorders in the process of pregnancy, and mental disorders such as the emergence of anxiety, fear, fatigue, and stress, even not infrequently have an impact on eating and sleep disorders.Conclusion: The violence that occurred in these women increased along with the length of the COVID-19 pandemic. This is because the social restrictions that are implemented to reduce the spread of this pandemic cause women and couples to settle in one house and cannot avoid it. Therefore, emotional management is needed to minimize the incidence of violence against women during the COVID-19 pandemic.  Kata Kunci: the COVID-19 pandemic, violence against women
Validasi "PING" Pre Menstrual Syndrome Scale Maria Floriana Ping; Elfina Natalia; Rufina Hurai; Tommy Pangemanan
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v11i1.542

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan fenomena fisiologis dalam kehidupan reproduksi wanita. Masalah menstruasi adalah salah satu masalah yang paling sering dialami oleh remaja putri (Zegeye, Megabiaw Mulu, 2009; Mandal, Sarkar Goral, 2015). Gangguan siklus yang umumnya terjadi pada wanita usia muda dan pertengahan selama masa luteal pada siklus menstruasi di sebut Sindrom Pra-Menstruasi (Saryono, 2009; Ilmi Utari, 2018).Tujuan: Penelitian ini bertujuan  untuk menguji validitas dan reliabilitas dari kuesioner yang disusun peneliti berdasarkan sumber pustaka ataupun penelitian sebelumnya dan diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.Metode: penelitian ini menggunakan metode Teknik korelasi Product Moment digunakan sebagai uji validitas , jika r tabel (0,138) lebih kecil () dari r hitung maka butir pertanyaan tersebut dinyatakan valid. dan Cronbach Alfa digunakan sebagai uji reliabilitas. nilai Alpha 0,60 menyatakan bahwa suatu kuisioner reliabelHasil: Hasil uji validitas menunjukkan bahwa r hitung semua pertanyaan lebih besar dari r tabel (0,138), hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa nilai Alpha setiap pertanyaan lebih dari 0,60, sehingga semua pertanyaan dinyatakan valid dan reliabel.Simpulan: Berdasrkan Hasil diketahui bahwa kuesioner dapat digunakan sebagai alat ukur skala sindrom pra menstruasi para remaja putri yang akan disusun dalam bentuk aplikasi android dengan nama “PING” Premenstrual Syndrome Scale yang memudahkan untuk diakses dimana dan kapan saja.Kata Kunci: “PING” pre menstruasl syndrome scale ,sindrom pra menstruasi validitas dan reliabilitas, AbstractBackground: Menstruation is a physiological phenomenon in women's reproductive life. Menstrual problems are one of the most common problems experienced by young women (Zegeye, Megabiaw Mulu, 2009; Mandal, Sarkar Goral, 2015). Cyclical disorders that generally occur in young and middle age women during the luteal period of the menstrual cycle are called Pre-Menstrual Syndrome (Saryono, 2009; Ilmi Utari, 2018).Purpose: This study is aimed at testing the validity and reliability of the questionnaire prepared by researchers based on literature sources or previous research and translated into Indonesian.Methods: in this study using the Product Moment correlation technique method used as a validity test, if r table (0.138) is smaller () than r count then the question item is declared valid. and Cronbach Alfa was used as a reliability test. Alpha value 0.60 states that a questionnaire is reliableResults: The results of the validity test showed that r count of all questions was greater than r table (0.138), the reliability test results showed that the Alpha value of each question was more than 0.60, so that all questions were declared valid and reliable.Conclusion: Based on the results, it is known that the questionnaire can be used as a measuring tool for the pre-menstrual syndrome scale for young women which will be compiled in the form of an android application called the “PING” Premenstrual Syndrome Scale which makes it easy to access anywhere and anytime.Keywords: "PING" pre menstrual syndrome scale, premenstrual syndrome validity and reliability
PENERAPAN TERAPI DZIKIR PADA PENDERITA HALUSINASI : LITERATURE REVIEW Syifa Al Qolbi Al Mujahidah
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.873

Abstract

Latar belakang: Skizofrenia adalah penyakit gangguan jiwa ditandai dengan gangguan dalam proses berpikir, kemampuan berpikir sehingga dapat mempengaruhi perilaku bahkan bisa membahayakan diri sendiri, orang lain juga lingkungan sekitarnya. Halusinasi adalah gangguan persepsi yang membuat seseorang merasa dirinya mendengar, melihat, merasa sesuatu yang palsu sehingga mengganggu aktivitasnya, bahkan bisa membahayakan dirinya atau lingkungannya. Ketika penderita mengalami panic, maka bisa membunuh dirinya sendiri atau membunuh orang lain. Oleh karena itu penderita skizofrenia dengan halusinasi membutuhkan penanganan faemakologi dan terapi nonfarmakologi. Salah satu teknik nonfarmakologi adalah dengan melakukan dzikir pada pasien skizofrenia dengan halusinasi, yang bertujuan untuk mengurangi dan dapat mengatasi masalah skizofrenia dengan halusinasi. Tujuan: Penelusuran literature ini dilakukan bertujuan untuk menganalisa hasil dari beberapa penelitian tentang penerapan dzikir pada pasien skizofrenia dengan halusinasi. Metode: Metode yang dilakukan adalah dengan penelusuran riview literature menggunakan media elektronik pada google scholar dan menggunakan kata kunci halusinasi pendengaran, terapi psikoreligius dzikir. Setelah ditelusuri terdapat 9 artikel yang memenuhi kriteria dengan rentang tahun 2017 – 2022. Hasil: Literature review ini menunjukkan tentang penerapan dzikir pada pasien skizofrenia dengan halusinasi. Kesimpulan: Pasien halusinasi dzikir menunjukkan psikoterapi dengan membaca bacaan dzikir dengan khusyuk dan tenang selama 10-20 menit setiap hari dari hari 1 hingga hari ke-3: dzikir juga dapat membantu mengendalikan halusinasi menggunakan terapi generalis cara mengontrol halusinasi pendengaran dan Obat-obatan yang telah diberikan. Pasien mengatakan bahwa setelah membaca buku dzikir yang diajarkannya, hatinya menjadi lebih tenang, dan setelah membaca buku dzikir, tidur pasien juga lebih nyenyak.Kata kunci: halusinasi pendengaran, terapi psikoreligius dzikir
Efektifitas Pemberian Posisi Head Up 300 Pada Oksigenasi Pasien Cidera Kepala Setyaningsih, Fitaluviana; Arofiati, Fitri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.892

Abstract

Latar Belakang: ICU adalah bagian khusus di rumah sakit yang menyediakan perawatan intensif untuk pasien yang menghadapi trauma yang mengancam jiwa, termasuk cidera kepala atau trauma capitis. Cidera kepala bisa berakibat gangguan neurologis atau bahkan kematian. Di Indonesia, tingkat cidera kepala tertinggi terdapat di Provinsi Gorontalo (17,9%), terutama akibat kecelakaan. Sulawesi Utara memiliki angka kejadian cidera kepala paling tinggi karena kecelakaan (3,5%), sebagian besar terjadi di jalan raya. Posisi kepala 30 derajat digunakan untuk mengurangi tekanan di kepala pasien dan meningkatkan oksigenasi otak.Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas posisi kepala 300 pada pasien cidera kepala di ruang ICU RSUD Kabupaten Temanggung.Metode: Metode penelitian ini merupakan penelitian diskriptif yang menggunakan  studi kasus. Studi kasus dilakukan pada pasien yang berada di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Temanggung. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang di rawat di ruang ICU dengan memberikan posisi head up 30 derajad.Hasil: Studi kasus menunjukan bahwa oksigen pada pasien baik dan menunjukan hasil spo2 di jam 09.00 100%, pukul 10.00 spo 98 %, kemudian tekanan darah pasien berangsur normal dari 142/ 95 kemudian 127/67 mmhg.Kesimpulan Dari studi kasus disimpulkan bahwa penerapan posisi kepala 300 dapat meningkatkan oksigen ke jaringan otak dan tanda tanda vital pasen berangsur membaik Effectiveness Of Giving Head Up 300 Position In Head Injury Patients' OxygenationBackground: The ICU is a specialised part of the hospital that provides intensive care for patients who have suffered life-threatening trauma, including head injury or trauma capitis. Head injuries can lead to neurological disorders or even death. In Indonesia, the province of Gorontalo has the highest head injury rate (17.9%), mainly due to accidents. North Sulawesi has the highest incidence of head injuries due to accidents (3.5%), mostly on highways. A 30-degree head position is used to reduce pressure on the patient's head and improve oxygenation of the brain.Objective: To determine the effectiveness of 300 head positions in patients with head injury in the intensive care unit of Temanggung Regency Hospital.Methods: This research method is descriptive research using case studies. Case studies were conducted on patients who were in the ICU room of Temanggung Regency Regional General Hospital. This research was conducted by providing nursing care to patients who were treated in the ICU room by providing a 30 degree head up position.Results: The case study showed that the patient's oxygenation was good and showed spo2 results at 09.00 100%, at 10.00 spo 98%, then the patient's blood pressure gradually normalised from 142/ 95 then 127/67 mmhg.Conclusion : From the case study, it was concluded that the application of 300 head position can increase the oxygen to the brain tissue and the patient's vital signs gradually improved. 
Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memperbanyak Produksi Asi Di Bidan Praktik Mandiri Wilayah Puskesmas Kabupaten Tegal Zulfiana, Evi; Latifah, Ulfatul
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.879

Abstract

Latar Belakang: Permasalahan yang sering terjadi pada massa nifas salah satunya adalah produksi asi, Produksi ASI yang sedikit pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi kendala dalam pemberian ASI secara dini. Ibu yang tidak menyusui bayinya pada harihari pertama disebabkan oleh kecemasan dan ketakutan akan kurangnya produksi ASI serta kurangnya pengetahuan ibu tentang proses menyusui terapi komplementer adalah salah satu solusi untuk memerbanyak produksi asiTujuan: Mengetahui jenis pelayanan kebidanan komplementer dalam asuhan ibu post partum, Mengetahui Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memperbanyak produksi ASI, Mengetahui faktor yang mempengaruhi pemilihan terapi komplementer pada ibu post partum, Mengetahui pemanfaatan terapi komplementer dalam asuhan ibu post partumMetode: Penelitian kualitatif untuk memperoleh kedalaman data melalui pengumpulan data sedalam-dalamnya dari responden untuk mengetahui bagaimana Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memproduksi Asi. Alat penelitian menggunakan pedoman wawancara, Responden dalam penelitian ini adalah 4 bidan Praktik mandiri bidan wilayah puskesmas kabupaten tegal sebagai informan utama dan 4 ibu post partum sebagai informan tri angulasi .Hasil: Penelitian implementasi pelayanan kebidanan komplementer pada ibu post partum untuk memperbanyak produksi asi dengan pijat oksitosin dan, moksa, massage endorphin, sudah sesuai dengan teori dan terbukti bahwa pelayanan komplementer tersebut dapat meningkatkan ASI.Simpulan Implementasi Pelayanan Kebidanan Komplementer Pada Ibu Post Partum Untuk Memperbanyak Produksi Asi sudah sesuai dengan teori dan terbukti terbukti bahwa pelayanan komplementer tersebut dapat meningkatkan ASI. Implementation of Complementary Midwifery Services In Post Partum Mothers to Increase Breast Milk Production in Independent Practice Midwives in the Puskesmas Area of Tegal RegencyBackground: A common problem postpartum is inadequate breast milk production. Early breastfeeding can be a challenge due to limited milk production in the first few days after giving birth. Complementary therapy is considered as one solution to stimulate breast milk production. Many mothers who do not breastfeed on the first day experience anxiety and fear about a lack of milk production or insufficient knowledge of the breastfeeding process.Objective: to investigate the effectiveness of this therapy. Understanding the different types of complementary midwifery services for caring for postpartum mothers, determining the effectiveness of these services in increasing breast milk production, researching the factors that play a role in choosing complementary therapy for postpartum care, and examining the use of complementary therapy for postpartum care.Methodology: Qualitative research was conducted to gain an in-depth understanding of the Implementation of Complementary Midwifery Services in Postpartum Mothers to enhance breast milk production. The study had 4 midwives who were independent practitioners in the Tegal district health center area as the main informants and 4 postpartum mothers as triangulation informants.Result: were obtained through the rigorous analysis of the data collected. Research on the implementation of complementary midwifery services for postpartum mothers, aimed at increasing breast milk production with oxytocin and moksa endorphin massages, conforms to theoretical principles and demonstrates the efficacy of these complementary services in enhancing breast milk.Conclusion: The provision of complementary midwifery services for postnatal mothers to increase breast milk production aligns with theoretical principles and has been demonstrated to be effective. The utilization of these complementary services has been shown to increase breast milk supply. 
Identifikasi Self-Efficacy Ibu Bersalin dan Implikasinya terhadap Pengalaman Persalinan Dona, Sismeri; Rahmawati, Dwi
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.908

Abstract

Latar Belakang: Self-efficacy merupakan faktor psikologis yang penting dalam menghadapi tantangan dan situasi hidup tertentu, termasuk dalam konteks ibu bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat self-efficacy ibu bersalin serta menganalisis dampaknya terhadap pengalaman persalinan dan pemulihan pasca persalinan.Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Dalam penelitian ini akan melihat kondisi nyata self efficacy ibu bersalin, Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner dengan populasinya  adalah ibu bersalin primigravida sampel diambil dengan cara concecutive sampling sebanyak 24 responden, Setelah data terkumpul akan dianalisis dengan rumus uji rata-rata  dan pengalaman melahirkan di analisis menggunakan Alfa CronbachHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata skor nilai tingkat self efficacy adalah 55,075 atau 78,68% dari maksimal skore dengan standar deviasi 7,15. Total nilai terendah adalah 35 sedangkan total nilai tertinggi adalah 70. Mayoritas responden memiliki total nilai antara 53,48 hingga 56,66 dan pengalaman melahirkan didapatkan bahwa Alpha Cronbach adalah ≥ 0,70 untuk semua sub skala (Kapasitas Sendiri 0,73, Persepsi Keamanan 0,75 dan Dukungan Profesional 0,73) kecuali Partisipasi (0,40).Simpulan: Self efficacy ibu bersalin dengan Penyebaran berada pada kategori normal, sedangkan implikasi terhadap pengalaman persalinan yang paling tinggi pada skala persepsi keamaan yang dirasakan ibu. Identification of Mother's Self-Efficacy in Maternity and Its Implications for Childbirth Experience Background: Self-efficacy is an important psychological factor in coping with certain challenges and life situations, including in the context of motherhood. The aim of this study is to determine the level of self-efficacy of new mothers and to analyse its impact on the experience of childbirth and postpartum recovery.Methods: The type of research used in this study is quantitative descriptive research. In this study will look at the real conditions of self-efficacy of maternity mothers, data collection in this study using a questionnaire with the population is primigravida maternity mothers, the sample is taken by consecutive sampling as many as 24 respondents, After the data is collected, it will be analyzed by the average test formula and the birth experience is analyzed using Alfa Cronbach.Results: The results showed that the mean score of self-efficacy level was 55.075 or 78.68% of the maximum score with a standard deviation of 7.15. The lowest total score was 35 and the highest total score was 70. The majority of respondents had a total score between 53.48 and 56.66.Childbirth experience showed that Cronbach's alpha was ≥ 0.70 for all subscales (own ability 0.73, perceived safety 0.75 and professional support 0.73) except participation (0.40).Conclusion: Self-efficacy of labouring mothers with dispersal is in the normal category, while the implications for the highest labour experience on the scale of perceived safety perceived by the mother.Keywords: Identification, labouring mother, self-efficacy, labour experience 
Pengaruh Pemberian Elevasi Kepala 30° Terhadap Peningkatan Saturasi Oksigen Pada Pasien dengan Stroke Non Hemoragik Azizah, Ayu Nur; Arofiati, Fitri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.889

Abstract

Latar Belakang:Stroke adalah kondisi dimana sebagaian sel otak mengalami kematian karena adanya gangguan aliran darah yang berupa sumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak sehingga menjadi pemicu terjadinya stroke non hemoragik sehingga fungsi syaraf menurun, aliran darah menuju otak tidak adekuat dan transportasi oksigen di otak tidak maksimal yang mengakibatkan gangguan hemodinamik termasuk saturasi oksigen. Pemantauan saturasi oksigen penting dipantau karena menentukan keadekuatan oksigenasi atau perfusi jaringan.Tujuan: memberikan analisis pelaksanaan asuhan keperawatan masalah gangguan pertukaran gas pada pasien stroke non hemoragik.Metode:Penelitian ini menggunakan metode studi kasus menggunakan instrument pengukuran saturasi oksigen sebelum dan sesudah intervensi. Salah satu intervensi keperawatan untuk mengatasi saturasi oksigen adalah dengan pemberian elevasi kepala 30°. Pemberian elevasi kepala 30° dilakukan selama 3 hari.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa klien mengalami peningkatan pada jumlah saturasi oksigen sebelumnya 89% menjadi 96%.Kesimpulan: darihasil penelitian dibuktikan buktikan bahwa intervensi pemberian elevasi kepala 30° selama 3 hari mampu meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke non hemoragik.The Effects of 30° Head Elevation on Increasing Oxygen Saturation in Patients with Non-Hemorrhagic StrokeBackground: Stroke is a condition where part of the brain cells die due to blood flow disorders in the form of blockage or rupture of blood vessels in the brain so that it becomes a trigger for non-hemorrhagic stroke so that nerve function decreases, blood flow to the brain is inadequate and oxygen transportation in the brain is not optimal which results in hemodynamic disturbances including oxygen saturation. Monitoring oxygen saturation is important to monitor because it determines the strength of oxygenation or tissue perfusion.Objective: to provide an analysis of the implementation of nursing care for gas exchange disorders in non-hemorrhagic stroke patients.Methods: This study uses a case study method using oxygen saturation measurement instruments before and after the intervention. One of the nursing interventions to overcome oxygen saturation is to provide 30 ° head elevation. Giving 30 ° head elevation is done for 3 days.Results: Based on the results of the research obtained, it shows that the client experienced an increase in the amount of oxygen saturation from 89% to 96%.Conclusion: the results of the study proved that the intervention of giving 30 ° head elevation for 3 days was able to increase oxygen saturation in non-hemorrhagic stroke patients 
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA DARING TERHADAP KEBERHASILAN KONSELING PADA IBU MENYUSUI DI MASA PANDEMI COVID-19 Yuliana, Fitri; Mahdiyah, Dede
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.881

Abstract

Latar Belakang: Hasil Riskesdas 2018 mengatakan pemberian ASI pada bayi umur 0-5 bulan di Indonesia sebanyak 37,3% dibawah target Renstra Kemenkes tahun 2018 yaitu 40%. Konseling menyusui merupakan intervensi yang efektif kepada masyarakat untuk meningkatkan angka pemberian ASI eksklusif dan menyusui. Konseling menyusui dengan menggunakan media daring dapat dijadikan sebagai alternatif pengganti komunikasi secara tatap muka selama masa pandemi Covid-19.Tujuan: Mengidentifikasi efektivitas penggunaan media daring terhadap keberhasilan konseling pada ibu menyusui di masa pandemi Covid-19.Metode: Penelitian menggunakan analitik kuantitatif dan rancangan case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi adalah ibu menyusui yang melakukan konseling berjumlah 94 orang dan sampel berjumlah 30 orang pada masing-masing kelompok berdasarkan kriteria inklusi dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji Mann Whitney dan nilai efektivitas dengan Uji Regresi Sederhana.Hasil: Dari hasil uji Mann Withney diperoleh nilai p- value 0,010 0,05 dengan kesimpulan terdapat perbedaan pada median keberhasilan konseling pada kelompok kasus (media online) dengan kelompok kontrol (media offline). Berdasarkan uji regresi koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,577, artinya pengaruh media online terhadap keberhasilan konseling sebesar 57,7%, sedangkan 42,3% dipengaruhi oleh faktor lain.Simpulan: Penggunaan media daring cukup efektif digunakan terhadap keberhasilan konseling pada ibu menyusui di masa pandemi covid-19. Komunikasi elektronik berpotensi memberikan kesempatan tambahan bagi konselor untuk menginformasikan, meyakinkan, mendorong dan mendukung ibu menyusui terutama pada proses konselingBackground: The results of the 2018 Riskesdas stated that breastfeeding for infants aged 0-5 months in Indonesia was 37.3% below the 2018 Ministry of Health Strategic Plan target of 40%. Breastfeeding counseling is an effective intervention for the community to increase the rate of exclusive breastfeeding and breastfeeding. Breastfeeding counseling using online media can be used as an alternative to face-to-face communication during the Covid-19 pandemic.Objective: To identify the effectiveness of using online media on the success of counseling for breastfeeding mothers during the Covid-19 pandemic.Methods: This study used quantitative analytic and case control design with a retrospective approach. The population was 94 breastfeeding mothers who conducted counseling and a sample of 30 people in each group based on inclusion criteria with probability sampling techniques. The data were analyzed using the Mann Whitney test and the effectiveness value with the Simple Regression Test.Results: From the results of the Mann Withney test, it was obtained a p-value of 0.010 0.05, with the conclusion that there was a difference in the median of successful counseling in the case group (online media) and the control group (offline media). Based on the regression test the coefficient of determination (R Square) is 0.577, meaning that the effect of online media on the success of counseling is 57.7%, while 42.3% is influenced by other factors.Conclusion: The use of online media is quite effective in the success of counseling for breastfeeding mothers during the Covid-19 pandemic. Electronic communication has the potential to provide additional opportunities for counselors to inform, convince, encourage and support breastfeeding mothers, especially in the counseling process.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue