cover
Contact Name
Fauji Nurdin
Contact Email
kangdensus88@gmail.com
Phone
+6285348484588
Journal Mail Official
dinamikakesehatan@gmail.com
Editorial Address
LPPM UNiversitas Sari Mulia Gedung D Lantai 1 JL. Pramuka No. 02 Banjarmasin Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Published by Universitas Sari Mulia
ISSN : 20863454     EISSN : 25494058     DOI : https://doi.org/10.33859/dksm
Core Subject : Health, Education,
The Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan keperawatan is a peer-reviewed, open-access journal, disseminating the highest quality research in the field relevant to midwifery and nursing in the form of meta-analyses, research results, literature studies, clinical practice, and case reports/case, reports. The focus and coverage of the Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatanl includes: Maternal Health - Midwifery / Midwifery - Pregnancy / Pregnancy - Antenatal care - Labor - Postpartum / Post Partum - Child Health / Child Health (Neonates, Babies, Children under five years old and Pre-school Children) - Family planning - Reproductive Health / Reproduction Health - Adolescent Reproductive Health / Adolescent Health - Between and Pre-Conception Period - Pre Menopause Health / Pre Menopause - Elderly Health - Women of childbearing age - Midwifery community - Family planning - Reproduction health - Emergency Nursing - Maternity Nursing - Mental health Nursing - Nursing Soul - Medical surgery Nursing - Community Nursing
Articles 661 Documents
Kepatuhan Bidan Dalam Pelaksanaan SPO Perawatan Luka Dengan Kejadian Infeksi Daerah Operasi Post SC Di RSD Idaman Kota Banjarbaru Tahun 2023 Siahaan, Novia Agnes; Rahmawati, Dwi; Hidayah, Nurul
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.894

Abstract

Latar Belakang: Keberhasilan pengendalian infeksi pada tindakan perawatan luka Post SC ditentukan oleh kesempurnaan petugas dalam melaksanakan asuhan secara benar, karena sumber bakteri Infeksi Daerah Operasi (IDO) dapat berasal dari pasien, Bidan dan tim, lingkungan, dan termasuk juga instrumentasi. Perawatan luka Post SC merupakan tugas keseharian Bidan sehingga Bidan harus menggunakan keterampilan perawatan luka yang harus sesuai dengan Standar Prosedur Operasional yang telah ditetapkan di Rumah Sakit.Tujuan: Mengetahui hubungan kepatuhan Bidan dalam pelaksanaan Standar Prosedur Operasional perawatan luka dengan kejadian Infeksi Daerah Operasi Post SC di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan crosssectional, dengan pengambilan sampel total sampling sebanyak 25 orang Bidan pelaksana yang bertugas di Ruang Nifas Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru. Kemudian data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.Hasil: Hasil penelitian diperoleh nilai Sig. 2 tailed ≤ 0.05 (0.004), maka dapat disimpulkan ada hubungan kepatuhan Bidan dalam pelaksanaan SPO perawatan luka terhadap angka kejadian IDO post SC. Nilai koefisien korelasi adalah -0,553 berarti kedua variabel memiliki hubungan sedang. Nilai negatif menunjukkan hubungan variabel yang tidak searah yang artinya bila kepatuhan dalam pelaksanaan SPO perawatan luka semakin tinggi, maka angka kejadian IDO akan semakin turun.Simpulan: Ada hubungan kepatuhan Bidan dalam pelaksanaan SPO perawatan luka terhadap angka kejadian Infeksi Daerah Operasi Post SC. Compliance Of Midwives In Implementation Of Wound Care Standards For Infection With Post CS Operation Area Infections at Idaman Hospital In Banjarbaru City In 2023Background: The success of infection control in post CS wound care measures is determined by the perfection of the staff in carrying out care properly, because the source of bacterial infections in the operating area (IDO) can come from patients, midwives and teams, the environment, and includes instrumentation. Post CS wound care is a midwife's daily task so midwives must use wound care skills that must be in accordance with the Standard Operating Procedures that have been established at the Hospital.Objective: To determine the relationship between midwives' compliance in the implementation of Standard Operating Procedures for wound care with the incidence of Post CS’s Surgical Infection at the Idaman Regional Hospital, Banjarbaru City.Methods: This type of research is analytic observational with a cross-sectional design, with a total sampling of 25 midwives working in the Postpartum Room of the Idaman Regional Hospital, Banjarbaru City. Then the data were analyzed using the Spearman Rank test.Results: The results of the study obtained the value of Sig. 2 tailed ≤ 0.05 (0.004), it can be concluded that there is a relationship between midwives' compliance in implementing SPO wound care to the incidence of SSI post CS. The correlation coefficient value is -0.553, meaning that the two variables have a moderate relationship. A negative value indicates a nonunidirectional relationship between variables, which means that if compliance with the SOP for wound care is higher, the incidence of SSI will decrease.Conclusion: There is a relationship between midwives' adherence in the implementation of SOP’s wound care to the incidence of post CS infection. Keywords: Compliance,Surgical Site Infection, Wound care
Perbandingan Pengetahuan Ibu Tentang Pencegahan Stunting Melalui Penyuluhan Kesehatan Dengan Media Audiovisual Berbasis Web Dan Media Cetak Nidia, Wira Heppy; Hayati, Neni Fitria
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.870

Abstract

Latar belakang: Stunting pada balita termasuk masalah kesehatan global di negara berpenghasilan menengah kebawah. Stunting dapat mempengaruhi perkembangan anak yang menyebabkan kerentanan terhadap infeksi, meningkatkan gangguan fungsional dan meningkatkan resiko kematian. Pengetahuan ibu yang rendah meningkatkan peluang kejadian stunting pada anak. Penyuluhan kesehatan adalah salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting baik secara media online (audiovisual berbasis web) maupun offline (cetak/buku).Tujuan: Untuk menganalisis perbandingan pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting melalui penyuluhan kesehatan dengan media audiovisual berbasis web dan media cetak di Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.Metode : penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Populasi penelitian ini adalah semua ibu yang memiliki balita di Kecamatan Kota Tangah Kota Padang yang berjumlah 268 ibu. Teknik pengambilan sampel yaitu total sampling, sesuai dengan kriteria inklusi yang ditetapkan peneliti. Analisis data menggunakan Uji beda Independent Sample T-Test.Hasil : didapatkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting melalui penyuluhan kesehatan dengan media audiovisual berbasis web dan media cetak, dengan p = 0,009.Kesimpulan: pengetahuan ibu tentang pencegahan stunting dapat ditingkatkan melalui penyuluhan kesehatan dengan media audiovisual berbasis web, dan hal ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan program pencegahan stunting yang lebih efektifComparative Knowledge of Mothers About Stunting Prevention Through Health Counseling With Web-Based Audiovisual Media and Print MediaBackground: Under-five stunting is a global health problem in middle- and low-income countries. Stunting can affect child development which causes susceptibility to infection, increases functional impairment and increases the risk of death. Low maternal knowledge increases the chance of stunting in children. Health counseling is one of the efforts to increase maternal knowledge about stunting prevention both online (web-based audiovisual media) and offline (print / book).Objective: To analyze the comparison of mothers' knowledge about stunting prevention through health counseling with web-based audiovisual media and print media in Koto Tangah District, Padang City.Method: quantitative research with cross sectional study design. The population of this study were all mothers who had toddlers in Koto Tangah District, Padang City, totaling 268 mothers. The sampling technique is total sampling, in accordance with the inclusion criteria set by the researcher. Data analysis using Independent Sample T-Test.Results: it was found that there was a significant difference between mothers' knowledge about stunting prevention through health counseling with web-based audiovisual media and print media, with p = 0.009.Conclusion: mothers' knowledge about stunting prevention can be improved through health counseling with web-based audiovisual media, and this has important implications in the development of more effective stunting prevention programs.
Gambaran Caring Perawat di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota Banjarbaru Amalia, Siti; Setiawan, Hery; Diani, Noor; Yakin, Rahimul; Lestari, Dhian Ririn
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.877

Abstract

Latar Belakang : Kualitas pelayanan keperawatan ditentukan oleh kompetensi yang dimiliki perawat. Salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki adalah caring. Perilaku caring perawat berkaitan dengan kualitas pelayanan dan kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan dan pada akhirnya berpengaruh terhadap citra rumah sakit.Tujuan : Mengetahui gambaran caring perawat di Rumah Sakit Daerah Idaman Kota BanjarbaruMetode : Penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif melibatkan 128 pasien rawat inap dengan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data dianalisis menggunakan analisis univariat meliputi karakteristik responden serta variabel caring perawat secara distribusi frekuensi.Hasil : Caring perawat di RSD Idaman Kota Banjarbaru mendapatkan penilaian positif dengan rata-rata total skor jawaban 45,33 dari nilai total minimum 23 dan nilai total maksimum 46 yang bisa didapatkan. Parameter dengan total skor tertinggi adalah doing for, dan parameter dengan total skor terendah adalah enabling.Simpulan : Caring yang cukup dari pelayanan yang diberikan oleh perawat membuat klien akan cenderung memiliki persepsi yang baik terhadap perawat. Semakin baik caring perawat dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan, klien atau keluarga semakin senang dalam menerima pelayanan asuhan yang diberikan.Background : Quality of service is determined by the competence of the nurse.One of the basic competencies that must be possessed is caring. Nurses caring behavior is related to service quality and patient satisfaction with the services provided and ultimately affects the image of the hospital.Objective: To know nurses caring in Idaman Hospital, Banjarbaru CityMethods: Quantitative study with a descriptive design involving 128 inpatients using a purposive sampling technique. The research instrument used a questionnaire and data analysis used univariate analysis including the characteristics of the respondents and the variables of nurse care by frequency distribution.Results: Caring nurses at Idaman Hospital in Banjarbaru City received a positive assessment with an average total answer score of 45.33 out of a minimum total score of 23 and a maximum total score of 46 that can be obtained.The parameter with the highest total score is for, and the parameter with the lowest total score is possible.Conclusion: Caring of the services provided by nurses makes clients tend to have a good perception for nurses.If better nurses caring in providing nursing care services, will be make happier client or family is in receiving the care services provided.
Literature Review Faktor-Faktor Penghambat Pelayanan Ambulans Gawat Darurat Di Prehospital Wibowo, Doni; Setyobudihono, Sudjatmiko; Lestia, Siska
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.884

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan Ambulans Gawat Darurat merupakan salah satu bidang pelayanan yang sangat penting dalam memberikan penanganan segera di masyarakat terutama pada kasus trauma di prehospital, namun ambulans gawat darurat saat ini masih jauh dari kata optimal. Sangat diperlukan layanan ambulans yang optimal yang terstandarisasi sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat terutama pada pelayanan alat transportasi ambulans untuk mencegah kecacatan permanen dan kematian terutama pada kasus trauma.Tujuan: Mengetahui sejauh mana kualitas ambulans yang ada saat ini dalam memberikan pelayanan gawatdarurat, terutama pada kasus trauma di prehospital.Metode: Metode penelitian ini menggunakan literature review dengan menggunakan 11 jurnal yang dicari melalui Google Scholar.Hasil: Berdasarkan hasil dari 11 jurnal pelayanan ambulans gawat darurat saat ini belum optimal sehingga diperlukan peningkatan dalam bidang waktu tanggap ambulans, kemudahan dalam mengakses call center, dan kelengkapan sarana ambulans yang sesuai dengan standar.Kesimpulan: Waktu tanggap ambulans, kemudahan dalam mengakses call center, dan kelengkapan sarana ambulans yang sesuai dengan standar menjadi fenomena yang harus ditanggapi serius oleh instansi pemerintah dan dinas terkait agar pelayanan ambulans di masyarakat khususnya pada kasus-kasus gawat darurat dapat dirasakan manfaatnya dan berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien Literature Review: Factors Hindering Emergency Ambulance Services  In PrehospitalBackground: Emergency Ambulance Service is one of the most important service areas in providing immediate treatment in the community, especially in prehospital trauma cases, but the current emergency ambulance is still far from optimal. It is urgently needed an optimal ambulance service that is standardized in accordance with the Regulation of the Minister of Health in supporting the improvement of public health, especially in ambulance transportation services to prevent permanent disability and death, especially in trauma cases.Objective: To find out how far the quality of the current ambulance is in providing emergency services, especially in prehospital trauma cases.Method: This research method uses a literature review using 11 journals searched through Google Scholar.Results: Based on the results of 11 journals, emergency ambulance services are currently not optimal, so improvements are needed in the field of ambulance response time, ease of access to call centers, and completeness of ambulance facilities according to standards.Conclusion: Ambulance response time, easy access to call centers, and standard ambulance facilities are phenomena that must be taken seriously by government agencies and related services so that ambulance services in the community, especially in emergency cases, can benefit and have an impact on patient's quality of life. Keywords: Inhibiting factors, Ambulance service, Prehospital
Hubungan Karakteristik dengan Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Banjir di Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Aprilia, Hanura; Iswantoro, Iswantoro; Fajriani, Hanifa Rizky; Khalilati, Noor; Suwandewi, Alit; Daud, Izma
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.895

Abstract

Latar Belakang: Semua tindakan yang dilakukan masyarakat dalam menghadapi bencana sangatlah penting. Kesuksesan dalam penanganan, evakuasi atau pengungsian ketika banjir sangat bergantung dari kesiapsiagaan masyarakat dan perseorangan itu sendiri. Kesiapsiagaan dalam penanganan bencana banjir perlu dibangun dan ditingkatkan melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Lok Buntar Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif analitik dan menggunakan pendekatan cross-sectional.Hasil: Hasil uji statistik spearman rho didapatkan karakteristik yang berhubungan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir dengan nilai signifikan 0,1 adalah jenis kelamin (p value 0,030) dan sikap (p value 0,001). Sedangkan karakteristik yang tidak berhubungan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir adalah pengetahuan (p value 0,108).Simpulan: Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk dapat lebih meningkatkan pengetahuan, sikap dan kesiapsiagaannya dalam menghadapi bencana banjir.
Pengaruh Kombinasi Brain Gym Dan Terapi Musik Terhadap Fungsi Kognitif Pasien Pasca Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Immanuel Bandung Manik, Maria Hermita; Silalahi, Rini Debora; Tane, Reisy
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.862

Abstract

Latar Belakang: Stroke iskemik terjadi akibat sumbatan pada pembuluh darah di otak, sehingga mengakibatkan kerusakan hingga kematian sel otak. Salah satu dampak kerusakan sel-sel otak pasca stroke menyebabkan gangguan kognitif. Perbaikan atau peningkatan kognitif dapat dilakukan melalui stimulasi kognitif, salah satunya brain gym dan terapi musik.Tujuan:  untuk mengetahui pengaruh kombinasi brain gym dan terapi musik terhadap fungsi kognitif pada pasien stroke iskemik.Metode: Penelitian quasi experiment dengan control group melibatkan 56 responden yang direkrut dari Rumah Sakit Immanuel Bandung menggunakan consecutive sampling. Responden dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok intervensi diberikan brain gym dan terapi musik, sedangkan kelompok kontrol diberikan program standar (fisioterapi) 2 kali seminggu selama 4 minggu. Pengukuran kognitif dilakukan sebanyak 5 kali menggunakan Montreal Cognitive Assessment (MoCA). Data dianalisis menggunakan uji mann whitney dan uji friedman dilanjutkan dengan uji post hoc wilcoxon.Hasil: Hasil uji mann whitney menunjukan perbedaan signifikan skor MoCA pada post pertama hingga ke empat pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol selama penelitian (p0.05). Hasil uji lebih lanjut dengan uji friedman dan post hoc menggunakan wilcoxon test didapatkan hasil bahwa brain gym dan terapi musik efektif meningkatkan skor MoCA.Kesimpulan: ada pengaruh kombinasi brain gym dan terapi musik terhadap perbaikan kognitif pada pasien pasca stroke iskemik di Rumah Sakit Immanuel. Background: Ischemic stroke occurs due to blockage of blood vessels in the brain, resulting in damage to brain cells. One of the impacts of damage to brain cells after a stroke causes cognitive impairment. Cognitive improvement or enhancement can be done through cognitive stimulation, one of which is brain gym and music therapy.Objective: to determine the effect of a combination of brain gym and music therapy on cognitive function in ischemic stroke patients.Methods: A quasi experimental study with a control group involved 56 respondents recruited from Immanuel Hospital Bandung using consecutive sampling. Respondents were divided into two groups. The intervention group was given brain gym and music therapy, while the control group was given a standard program (physiotherapy) 2 times a week for 4 weeks. Cognitive measurements were taken 5 times using the Montreal Cognitive Assessment (MoCA). Data were analyzed using mann whitney test and friedman test followed by wilcoxon post hoc test.Results: The results of the mann whitney test showed a significant difference in MoCA scores at the first to fourth post in the intervention group compared to the control group during the study (p0.05). Further test results with the Friedman test and post hoc using the Wilcoxon test showed that brain gym and music therapy were effective in increasing MoCA scores.Conclusion: there is an effect of a combination of brain gym and music therapy on cognitive improvement in post-ischemic stroke patients at Immanuel Hospital. 
Analisis Riwayat Kehamilan Terhadap Kejadian Stunting Di Puskesmas Sungai Pinang Rusmina, Rusmina; Hestiyana, Nita; Yuliyana, Fitri
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.846

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang dapat menjadi tolak ukur rendahnya sumber daya manusia pada suatu bangsa. Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 meenunjukkan prevalensi kejadian stunting di Indonesia termasuk masalah kesehatan dalam kategori berat dengan persentase sebesar 30,8%. Riwayat kehamilan seperti KEK dan anemia memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan janin hingga saat kelahiran sehingga perlu dianalisis hubungannya dengan kejadian stunting.Tujuan: Untuk menganalisis riwayat kehamilan terhadap kejadian stunting di Puskesmas Sungai Pinang.Metode: Penelitian ini berjenis observasional analitik dengan desain kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 46 responden yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah chi square.Hasil: Sebagian besar ibu tidak memiliki riwayat KEK (53,3%), tidak memiliki riwayat anemia (74,8%) dan sebagian besar anak tidak stunting (62,9%). Hasil uji chi square menunjukkan ada hubungan antara riwayat KEK dengan kejadian stunting (P = 0,000) dan ada hubungan antara riwayat anemia dengan kejadian stunting (P = 0,000).Simpulan: Ibu yang tidak memiliki riwayat kehamilan KEK dan anemia cenderung memiliki anak yang tidak stunting di Puskesmas Sungai Pinang. Analysis Of Pregnancy Histori To Stunting Incidence In Sungai Pinang Health Care Center Background: Stunting is a growth failure condition on children which can be a benchmark for the low level of human resources in a nation. Basic health Research in 2018 showed the prevalence of stunting in Indonesia considered as a severe health problem with a percentage as 30,8%. Pregnancy history such as chronic energy deficiency and anemia has an important role on fetal growth and development until the birth time, so it’s been necessary to analyze the relationship between these factors with the incidence of stunting.Objective: To analyze the relationship between pregnancy history with stunting incidence in Sungai Pinang Health Care Center.Methods: This is an analytical observation research with quantitative design and crosssectional approach. Samples consisted of 46 respondents whose been selected with purposive sampling technique. The statistical test used in this study is chi squareResults: The majority of respondent didn’t have chronic energy deficiency history (53,3%), didn’t have anemia history (74,8%) and the majority of children are not stunting (62,9%). Chi square test result shows that there is a relationship between chronic energy deficiency history with stunting incidence (P = 0,000) and there is a relationship between anemia history with stunting incidence (P = 0,000).Conclusion: Women who didn’t have chronic energy deficiency and anemia history were tend to have a non stunting children in Sungai Pinang Health Care Center.
Identifikasi Perilaku Bullying Pada Remaja Di SMP Negeri 10 Banjarbaru Hateriah, St; Yuandari, Esti
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.893

Abstract

Latar belakang : Fenomena  perundungan  telah  lama  menjadi  bagian dari     dinamika     sekolah Perilaku bullying adalah perilaku yang bersifat negatif karena menyebabkan eseorang merasa tidak nyaman, tertekan atau bakan terancam akibat seseorang yang melakukan intimidasi. Kota Banjarmasin sebagai salah satu ibu kota propinsi di Indonesia tidak terlepas dari dari fenomena bulliyng dan kekerasan pada anak-anak. Perilaku bullying masih banyak terjadi di kalangan pelajar terutama di Sekolah Menengah Pertama. Pencegahan di lingkungan sekolah bisa berupa tindakan memperbaiki hubungan interpersonal individu dalam sekolah dengan melibatkan partisipasi guru, orang tua, pelajar, serta orang dewasa lain yang ada dalam sekolah.Tujuan : Mengidentifikasi perilaku bullying pada remajaMetode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain deskriptif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII yang berjumlah 70 orang.Hasil : Pengetahuan responden dengan kategori Baik sebanyak 63 orang (90%), ada 25 orang (35,71 %) pernah menjadi pelaku bullying, dan 56 orang (80%) menjadi korban bullying. Jenis perilaku bullying yang paling banyak adalah bullying fisik 42 orang (60%), Verbal 13 orang (19%), bullying relasional/sosial, cyber, seksual masing-masing5 orang (7%).Simpulan : Pengetahuan siswa tergolong dalam kategori baik tentang perilaku bullying. Jenis perilaku bulliyng yang paling banyak dilakukan adalah bullying fisik dan bullying verbal. Diharapkan bagi pihak sekolah lebih memberikan perhatian ekstra bagi siswa terkait perilaku bullying dengan memberikan pemahaman melalui penyuluhan perilaku bullying untuk mengurangi kejadian dan dampak dari perilaku bullying. Identification Of Bullying Behavior In Adolescents At SMP Negeri 10 Banjarbaru Background : The phenomenon of bullying has long been part of school dynamics. Bullying behavior is negative behavior because it causes someone to feel uncomfortable, pressured or even threatened by someone who is bullying. Banjarmasin City as one of the provincial capitals in Indonesia is inseparable from the phenomenon of bullying and violence against children. Bullying behavior still occurs a lot among students, especially in junior high schools. Prevention in the school environment can be in the form of actions to improve individual interpersonal relationships in schools by involving the participation of teachers, parents, students, and other adults in the school.Objective : Identify bullying behavior in adolescentsMethod : This type of research is a quantitative approach using a descriptive design with a cross sectional design. The sample in this study were students of class VII, totaling 70 peopleResult : Knowledge of respondents in the Good category was 63 people (90%), there were 25 people (35.71%) who had been bullies, and 56 people (80%) had been victims of bullying. The most common type of bullying behavior was physical bullying 42 people (60%), verbal 13 people (19%), relational/social bullying, cyber, sexual bullying each 5 people (7%).Conclusion : Student knowledge belongs to the good category about bullying behavior. The most common types of bullying behavior are physical bullying and verbal bullying. It is hoped that the school will pay more attention to students regarding bullying behavior by providing understanding through counseling on bullying behavior to reduce the incidence and impact of bullying behavior. Keyword : Bullying, Behavior, Teenagers, Students
Endothelin-1 Level In Early Onset Preeclampsia Riantyoko, Yoshi; Hadijono, Raden Soerjo; Iskandar, Teuku Mirza; Trisetiyono, Yuli; Pramono, Besari Adi; Suhartono, Suhartono; Kristanto, Herman
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i1.917

Abstract

Introductions: Preeclampsia is a specific syndrome in pregnancy as a result of abnormal placental invasion leading to placental hypoperfusion. Persistent hypoxia of the placenta causes the release of various inflammatory mediators into the circulation and results in local endothelial dysfunction. Increased endothelin-1 (ET-1) secretion and increased inflammatory mediators occur in preeclampsia.Aims: To analyze the relationship between endothelin-1 and early onset preeclampsia.Methods: This crosssectional study included 50 pregnant women with early onset preeclampsia (n=25) and normal pregnancies (n=25). Pregnant women aged 20-35 years with single intrauterine fetus, primigravida and multigravida who experienced early onset preeclampsia 34 weeks of gestation were included in this study. Endothelin-1 levels was measured using the Enzyme Linked Immunosorbant Assay (ELISA) method. The analysis was performed using the Mann-Whitney test. Receiving Operator Characteristic (ROC) curve analysis was used to find the cut-off value and diagnostic accuracy of endothelin-1 levels.Results: The mean of ET-1 level was significantly higher in early onset preeclampsia (0.732 ± 0.56 pg/mL) compared to normal pregnancy (0.318 ± 0.09 pg/mL) with value of p = 0.000. The ROC analysis showed the AUC value of 87.8% (p = 0.000, 95% CI 78.6%-97.1%). The cut-off value for ET-1 was 0.385 pg/mL, with 80% sensitivity and 68% specificity (PR=3.14; 95% CI 1.40-7.03).Conclusion: Increased levels of endothelin-1 (ET-1) significantly associated with early onset preeclampsia. ET-1 level ≥ 0.385 pg/mL in pregnant women with 34 weeks of gestation is potential biomarkers to predict the occurrence of early onset preeclampsia with a risk up to 3.14 times.
Penggunaan Media Sosial Pada Lansia: Study Literature Arjuna, Arjuna; Nurmagandi, Boby
DINAMIKA KESEHATAN: JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Sari Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33859/dksm.v14i2.887

Abstract

Latar belakang: Penggunaan sosial media saat ini mengalami peningkatan seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi. Peningkatan sosial media saat ini menyasar pada seluruh kalangan usia khususnya lansia. usia lansia dimana tubuh mulai mengalami penurunan fisiologis.Tujuan: Study literature untuk mengidentifikasi dampak serta manfaat penggunaan media sosial pada lansia.Metode: Penelitian ini menggunakan desain literatur review terkait penggunaan media sosial pada lansia. Pencarian artikel dalam study literature ini menggunakan 2 data based elektronik yaitu Science Direct dan Google Scholar, Kriteria inklusi yang ditetapkan dalam penelusuran artikel yakni penelitian kuantitatif, artikel berbahasa Inggris dan Indonesia, artikel terbit tahun 2016-2022. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian adalah Lansia dan Media Sosial.Hasil: Penggunaan media sosial pada lansia dapat meningkatkan status kesehatan, kualitas hidup, informasi kesehatan serta mempertahankan interaksi sosial lansia secara positif.Kesimpulan: Lansia dapat dianjurkan mengakses media sosial, namun dengan pengawasan dari anggota keluarga lainnya. Background: The use of social media is currently increasing along with the rapid development of technology. The increase in social media is currently targeting all ages, especially the elderly. the elderly are an age where the body begins to experience physiological.Objective: A literature study to identify the impact and benefits of social media use in the elderly.Methods: This study uses a literature review design related to the use of social media in the elderly. The search for articles in this literature study uses 2 electronic data bases, namely Science Direct and Google Scholar. The inclusion criteria set in the article search are quantitative research, English and Indonesian articles, articles published in 2016-2022. The keywords used in the search were Elderly and Social Media.Results: The use of social media in the elderly can improve health status, quality of life, health information and maintain positive elderly social interactions.Conclusion: The elderly can be encouraged to access social media, but with supervision from other family members.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 2 (2024): (Article In Progress )Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 15, No 1 (2024): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 2 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 14, No 1 (2023): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 2 (2022): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 13, No 1 (2022): Dinamika Kesehatan: jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 2 (2021): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 12, No 1 (2021): Dinamika Kesehatan: Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 2 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 11, No 1 (2020): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 1 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 10, No 2 (2019): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 2 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 9, No 1 (2018): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 2 (2017): Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Vol 8, No 1 (2017): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2016): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 2 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2015): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2014): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2013): DINAMIKA KESEHATAN JURNAL KEBIDANAN DAN KEPERAWATAN More Issue