cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 3 (2023)" : 8 Documents clear
Keeftifan Penggunaan Bahasa Indonesia Yang Baik Pada Mahasiswa Angkatan 2022 Kelas A Teknologi Laboratorium Medis Runimeirati Runi; Andi Dian Sartika
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i3.513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keeftikan penggunaan berbahasa Indonesia yang baik pada mahasiswa Angkatan 2022 kelas A prodi D4 Teknologi Laboratoium Medis. penelitian ini dilakukan pada tanggal 7 Desember 2022 hingga 14 Desember 2022, bertempat di kelas A D4 Teknologi Laboratorium Medis tepatnya dilantai 2 gedung D, Universitas Megarezky Makassar. Rancangan penelitian ini dilakukan secara langsung terhadap 38 Mahasiswa yang ada didalam kelas, dengan cara mengajak mahasiswa tersebut berkomunikasi dan memberikan pilihan pertanyaan kusioner online kepada mahasiswa tersebut untuk membedakan Bahasa yang baku dan yang tidak baku. Dari hasil yang didapatkan terdapat 17 mahasiswa yang cara berkomuniokasinya masih menggunakan Bahasa yang efektif, dan 1 mahasiswa yang tidak efektif serta 16 mahasiswa mahasiswa lainnya dapat berkomunikasi dengan jelas serta tutur bicaranya menggunakan Bahasa yang baku. Seperti yang diketahui Bahasa yang baku ialah Bahasa yang baik dan benar serta pemakaian ragam Bahasa yang serasi, contonya saya, aku kamu, dll. Sedangkan Bahasa yang tidak baku merupakan ragam Bahasa yang cara pengucapannya tidak memenuhi kaidah-kaidah standar tertentu, contonya ko (kamu), sa (saya), tra (tidak) dll. Sebagian besar mahasiswa kelas A D4 Teknologi Laboratorium Medis masih menggunakan Bahasa daerahnya masing-masing serta masih menggunakan Bahasa gaul atau istilah-istilah anak zaman sekarang, yang mengakibatkan mahasiswa tersebut sulit untuk membedakan Bahasa Indonesia yang baku dan yang tidak baku. Bahasa Indonesia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk berkomunikasi juga sudah bergeser penggunaannya banyak pengaruh dari Bahasa pergaulan yang sudah menjadi kebiasaan terutama dikalangan mahasiswa.
Teaching Electrical Engineering Terms Using Pictures Fibri Indira Lisanty AD; Sri Rahayu
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i3.515

Abstract

This thesis is aimed at finding out: (1) whether the application of pictures is effective or not to build students’ vocabulary at Electrical Department of SMKN 2 Palopo. (2) the students’ response towards the application of pictures to build students’ vocabulary at Electrical Department of SMKN 2 Palopo. This research used pre-experimental method where the treatment was conducted in six meetings. Furthermore, the population of this research was the eleventh year students of SMKN 2 Palopo in academic year 2022-2023. There was only one class with 28 students. In determining the sample of this research,the researcher used total sampling technique. The researcher took all students as sample and the number of sample was 28 students. The finding of this research shows that the application of pictures is effective in building the eleventh grade students’ vocabulary of SMKN 2 Palopo. It was proven by the fact that there was a significant difference between the students’ mean score of the pretest and the posttest. In the pretest, the students’ mean score is 70.71 and the students’ mean score in posttest is 93.14. Moreover, it also could be seen by comparing the result of t-test and t-table where t-test is higher than t-table (9.67>2.093). It means that the hypothesis is received (tt> t0). Then, the eleventh grade students of SMKN 2 Palopo have positive response on the application of pictures in building students’ vocabulary.It was proven by looking their responses to the statements of the questionnaire. In questionnaire, the statement no 2 and 7 are related to pictures as a strategy can create an exciting learning process.
Nilai Filosofi Ornamen Lebah Bergantung Sebagai Aspirasi Penciptaan Seni Lukis Kaligrafi Islam Sulaiman; Ardhy Supraba; Rizal A.M. Sjachrun; Abdullah Syukur
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i3.525

Abstract

Nilai filosofi ornamen lebah bergantung merupakan sikaf rela berkorban dan tidak mementingkan diri sendiri, salah satu ajaran yang ditetapkan oleh masyarakat kabupaten Kampar, Khususnya didusun pulao belimbing, yang dianjurkan dalam kehidupan sehari-hari untuk saling tolong-menolong. Maka masyarakat Kampar belajar dari alam salah satunya sarang lebah bergantung. Hal ini menjadi ide pengkarya dalam menciptakan karya seni lukis yang berangkat dari nilai filosofi ornamen lebah bergantung sebagai aspirasi pengkarya. Supaya warisan budaya dapat berkembang terus menerus ditengah kehidupan masyarakat malayu kabupaten Kampar, khususnya dusun pulau Belimbing.
Transkripsi Fonetik Cerita Rakyat Luwu Suparman Suparman; Muhammad Nurahmad; Marlia Muklim
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i3.526

Abstract

Penelitian yang berjudul “Transkripsi Fonetik Cerita Rakyat Luwu” ini memaparkan sembilan tanda diakritik yang digunakan yang mewakili setiap proses koartikulasi yaitu labialisasi, nasalisasi, palatalisasi, glotalisasi, pengguguran /r/, geminasi, perendahan vokal tinggi, penyisipan hentian glotis, dan penyisipan /w/ dan /y/.
Analisis Gaya Bahasa Ditinjau dari Kajian Stilistika pada Kumpulan Lagu Karya Suparman Sopu Andriani Andriani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i3.531

Abstract

Latar belakang penelitian ini untuk mengetahui gaya bahasa yang digunakan pada kumpulan lagu. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan gaya bahasa yang digunakan dalam lirik lagu karya Suparman Sopu. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan gaya bahasa yang digunakan pada kumpulan 5 jenis lagu karya Suparman Sopu. Metode penelitian analisis isi menggunakan kajian stilistika. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kumpulan 5 jenis lagu karya Suparman Sopu terdapat gaya bahasa yaitu sebagai berikut : pada lagu “Pulo Idaman” terdapat 3 gaya bahasa metafora, pada lagu “Lopi Sandeq” terdapat 3 gaya bahasa repitisi, 2 gaya bahasa metapora, pada lagu “Parasitamol” terdapat 12 gaya bahasa hiperbola, 2 gaya bahasa repetisi, 2 gaya bahasa metafora, pada lagu “Golla Kambu” terdapat 6 gaya bahasa simile, 3 gaya bahasa metafora,1 gaya bahasa personifikasi, dan pada lagu “Mesa Kanneq” terdapat 3 gaya bahasa metafora. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah keseluruhan gaya bahasa yang terdapat pada lima jenis lagu karya Suparman Sopu adalah sebanyak 37 gaya bahasa, sehingga dapat disimpulkan bahwa pada 5 jenis lagu karya Suparman Sopu terdapat 5 gaya bahasa yaitu simile, metafora, personafikasi, repitisi, dan hiperbola
Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Diskusi Kelas Siswa X SMA Negeri 3 Luwu Utara pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Kartini; Jumriati; Chece Djafar
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i3.535

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip-prinsip kesantunan yang terdapat dalam diskusi kelas siswa kelas X SMA Negeri 3 Luwu Utara, dan mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi kesantunan berbahasa dalam diskusi kelas siswa kelas X SMA Negeri 3 Luwu Utara. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Luwu Utara. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu tuturan siswa pada saat melakukan diskusi.Sumber data dalam penelitian ini yaitu tuturan dari kelompok diskusi.Teknik pengumpulan data dikumpulkan dengan 3 teknik yaitu teknik observasi, teknik mencatat dan teknik merekam. Hasil dari penelitian ini adalah terjadi penyimpangan tuturan yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa dan bisa dikatakan tidak santun. Bentuk tuturan yang tidak santun yaitu tuturan yang melanggar prinsip kesantunan berbahasa. Adapun penyimpangan yang peneliti temukan yaitu ada 2 penyimpangan yang terdiri dari maksim penghargaan dan maksim pemufakatan. Penyimpangan tersebut di atas jelas akan merugikan penutur dan lawan tutur karena menganggu jalannya proses diskusi berlangsung. Dan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi kesantunan berbahasa. Seperti faktor keluarga dan lingkungan, kedua faktor tersebut sangatlah berpengaruh pada proses kesantunan berbahasa anak.
Ritual Aluk Rampe Mataallo dan Aluk Rampe Matampu’ di Toraja Serta Relevansinya dengan Aktualisasi Nilai Sila I Pancasila Sunarni Yassa; Etik; Daniel Parubang
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i3.536

Abstract

Upacara atau ritual keagamaan suku Toraja yang dibedakan menurut arah persembahan dan doa yang dijalankan disebut Aluk Rampe Mataallo dan Aluk Rampe Matampu’. Dalam pelaksanaan ritual Aluk Rampe Mataallo mengarah ke timur, dan Aluk Rampe Matampu’ mengarah ke barat. Ritual yang mengarah ke barat dijalankan dalam hubungannya dengan penguburan orang mati, Sedang ritual ke timur atau ke arah matahari terbit berhubungan dengan kemakmuran. Aluk Rampe Mataallo identik pula dengan Aluk Rambu Tuka’, sedang Aluk Rampe Matampu’ juga sama dengan Aluk Rambu Solo’ yang merupakan warisan ajaran leluhur suku Toraja yang biasa disebut Aluk Todolo. Aluk Rampe Mataallo atau Rambu Tuka’ merupakan upacara adat yang lebih menekankan pada ucapan syukur. Sementara ritual Aluk Rampe Matampu’ merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja yang bertujuan untuk menghormati dan mengantar arwah orang yang meninggal dunia menuju alam roh, yaitu kembali kepada keabadian bersama para leluhur. Ritual-ritual adat ini memiliki nilai-nilai tertentu dalam kehidupan sukuToraja, yakni sebagai penghormatan terhadap leluhur, simpati dan empati, melestarikan budaya, perekat suku, dan spiritualitas. Nilai-nilai tersebut merupakan pengamalan dari nilai sila pertama Pancasila. Penelitian dilaksanakan melalui pengumpulan data dengan teknik kepustakaan, sedang analisis data menggunakan metode hermeneutika.
Using Duolingo Application in Teaching Vocabulary at Seventh Grade of SMPN 3 Pitumpanua Tsamratulaeni
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 3 No. 3 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v3i3.537

Abstract

This research aims to improve students' vocabulary mastery and to find out that the Duolingo application is effective for improving vocabulary. Based on the researcher's experience by using the Duolingo application in learning vocabulary, wants to find out that whether this application is effective in improving the students' vocabulary, and also in learning especially English learning students never used technological media as a media for learning language English. the subject of this research were seventh grade students of SMPN 3 Pitumpanua Kabupaten Wajo. The method of this research is quantitative method. The researcher used a pre-experimental design. To compare the students’ score setelahdiberikan, after giving a treatment and post-test, there are an increase number of scores of researchers than the pre-test, The data show that student improve their understand and memorize English vocabulary. The result of the analysis showed a significant different, in the pre-test the students' mean score was 61.33 and post-test was 91.00. This is also seen in the results of the probability value is less than α (0.000 <0.05), this indicates that the alternative hypothesis (H1) is accepted, and the null hypothesis (H0) is rejected. Based on the results of the research, it was concluded that the use of Duolingo application is effective to improve vocabulary mastery at seventh grade researcher of SMPN 3 Pitumpanua Kabupaten Wajo

Page 1 of 1 | Total Record : 8