cover
Contact Name
-
Contact Email
bastrajurnal01@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bastrajurnal01@gmail.com
Editorial Address
https://dmi-journals.org/deiktis/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : -     EISSN : 28077504     DOI : https://doi.org/10.53769/deiktis
DEIKTIS: Journal of Language and Literature Education is an academic journal published in April, August and December by the Indonesian Muslim Lecturer Association. This journal presents scientific articles on Learning, Education, Literature, Linguistics, Culture
Articles 116 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 116 Documents clear
Religiusitas Tokoh Utama dalam Novel Love from A to Z Karya S. K. Ali Zyrlia Rahma Aaliya
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengekslor religiusitas tokoh utama dalam novel Love from A to Z karya S. K. Ali yang tercermin melalui dialog dan tindakan tokoh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan objek berupa novel berjudul Love from A to Z karya S. K. Ali. Proses Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan teknik catat. Data yang berhasil dihimpun kemudian dianalisis menggunakan metode interaktif yang mencakup tiga tahapan yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 17 data mengenai religiusitas tokoh utama dalam novel Love from A to Z karya S. K. Ali yaitu 6 data pada tingkatan Islam, 7 data pada tingkatan Iman, dan 4 data pada tingkatan Ihsan.
Defense Mechanism Tokoh Utama Film Nilep: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Anwar Abidin; Muh Akbar Kurniawan
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1549

Abstract

Film Nilep menawarkan eksplorasi psikologis yang menarik melalui tokoh-tokohnya, menggambarkan dinamika konflik antara dorongan internal (id), tuntutan moral (super ego), dan upaya penyeimbangan (ego) sesuai teori psikoanalisis Sigmund Freud. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme pertahanan diri (defense mechanisms) yang digunakan tokoh utama untuk mengatasi kecemasan akibat ketidakseimbangan psikis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Sementara data penelitian dalam bentuk percakapan tokoh dalam film yang diperoleh melalui menonton film secara berulang, dilanjutkan dengan transkripsi, dan validasi berbasis teori. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi struktur kejiwaan (id, ego, super ego) serta mekanisme pertahanan seperti proyeksi, rasionalisasi, dan regresi. Hasilnya menunjukkan dominasi id pada tokoh anak yang mencuri mainan, sementara ego dan super ego muncul melalui upaya rasionalisasi kesalahan serta rasa bersalah. Mekanisme pertahanan seperti proyeksi ("saling menyalahkan") dan regresi ("menghindar seperti anak kecil") menjadi strategi bawah sadar tokoh untuk meredakan ketegangan. Temuan ini memperkaya pemahaman tentang kompleksitas psikologis manusia, khususnya dalam konteks perkembangan anak.
Pengaruh Joyful Learning Berbasis Gamifikasi Terhadap Hasil Belajar Menyimak Teks Cerita Siswa Kelas V Sekolah Dasar Triningsih Triningsih; Mohamad Syarif Sumantri; Engga Dallion
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1554

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh joyful learning berbasis gamifikasi terhadap hasil belajar menyimak teks cerita pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental tipe one group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 siswa kelas VB di SDN Rawamangun 05 tahun ajaran 2024/2025, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan tes pilihan ganda dan dianalisis menggunakan bantuan SPSS. Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data pretest dan posttest tidak berdistribusi normal (p = 0,029 dan p = 0,014). Oleh karena itu, uji Wilcoxon Signed-Rank digunakan dan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest (p = 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan joyful learning berbasis gamifikasi berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar menyimak. Pembelajaran yang dirancang dengan suasana menyenangkan dan elemen permainan terbukti efektif dalam meningkatkan keterlibatan dan konsentrasi siswa. Keberhasilan implementasi dipengaruhi oleh kreativitas guru, ketersediaan media pembelajaran, serta kesesuaian aktivitas dengan karakteristik siswa.
A Historical Analysis of Chairul Anwar’s Poetries Entitled “Aku” and “Tak Sepadan" Komang Sathya Yogindra Aditia; Syamsurijal Syamsurijal; Sutarman Sutarman; Agus Syahid; Hilda Hastuti
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1555

Abstract

This study examines the semantic elements in Chairil Anwar’s poems “Aku” and “Tak Sepadan” by applying theories from linguistic semantics. Semantics, as described by Leech (1981), is the study of meaning in language beyond its surface structure. The poems were selected due to their emotional intensity and their reflection of personal and national identity during a time of political upheaval. Using Leech’s classification of meaning, including denotative, connotative, and affective meanings. This study explores how language in Anwar’s poetry functions beyond literal interpretation. The method used is qualitative descriptive, where each line of the poems is analyzed based on its lexical choices and semantic implications. Palmer (1981) states that semantics focuses on how meaning is structured through language, especially in poetic texts where context and association are key to interpretation. The findings reveal that “Aku” expresses resistance and self-assertion through strong connotative expressions, while “Tak Sepadan” uses affective meanings to convey personal loss and emotional disillusionment. This research contributes to understanding how semantic analysis can be applied to Indonesian poetry and offers insight into the historical and ideological contexts embedded in linguistic expression.
Revitalisasi Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal melalui Nilai Gotong Royong dalam Tradisi Pattaungeng Masyarakat Bugis Soppeng Bungatang Bungatang; Ita Rosvita; Nurul Fitrah Yani
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1556

Abstract

Pendidikan karakter menjadi aspek fundamental dalam pembentukan individu yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi. Salah satu aspek penting dalam pendidikan karakter adalah nilai gotong royong, yang merupakan warisan budaya bangsa Indonesia. Gotong royong mencerminkan sikap saling membantu, kebersamaan, dan solidaritas sosial dalam berbagai aspek kehidupan. Tradisi Pattaungeng dapat menjadi model pendidikan karakter yang tidak hanya menanamkan nilai gotong royong, tetapi juga memperkokoh rasa kebersamaan dalam masyarakat modern. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali dan menginternalisasi nilai gotong royong dari tradisi Pattaungeng dalam pendidikan karakter, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi pembelajaran berbasis kearifan lokal yang lebih kontekstual dan aplikatif di sekolah maupun di kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif untuk menggali nilai-nilai gotong royong dalam tradisi Pattaungeng masyarakat Bugis. Dalam setiap tahapan ritualnya, tradisi Pattaungeng menunjukkan bagaimana masyarakat saling bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama, baik dalam mempersiapkan acara, menjalankan prosesi adat, hingga menjamu tamu. Tradisi Pattaungeng dapat merevitalisasi pendidikan karakter yang tidak hanya menanamkan nilai gotong royong, tetapi juga memperkokoh nilai persatuan, nilai kebersamaan, dan nilai pendidikan budaya dalam masyarakat modern. Oleh karena itu, tradisi Pattaungeng mengambarkan nilai pendidikan karakter yang dapat menjadi inspirasi bagi pembelajaran berbasis kearifan lokal yang lebih kontekstual dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Melalui Pojok Baca Dalam Meningkatkan Minat Membaca Siswa Kelas 5 SD Dinda Astria Prastiwi; Mohamad Syarif Sumantri; Engga Dallion
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pojok baca dalam meningkatkan minat baca siswa di SDN Rawamangun 02. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wali kelas VB, dan tiga siswa kelas VB dengan tingkat pemanfaatan pojok baca yang berbeda. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pojok baca di kelas VB memiliki desain menarik dan ditempatkan secara strategis demi kenyamanan siswa. Pojok baca siswa dipakai untuk membaca sendiri maupun berdiskusi. Jenis buku yang paling disukai adalah buku dongeng bergambar dengan waktu membaca rata-rata 5 sampai 10 menit. Namun, ada kendala seperti keterbatasan variasi buku, belum adanya peraturan tertulis penggunaan pojok baca, serta minimnya ruang pojok baca. Dengan demikian, pemanfaatan pojok baca masih memerlukan dukungan dari aspek sarana, program literasi yang sistematis, dan peran aktif guru. Penelitian ini menyarankan agar terciptanya strategi pemanfaatan pojok baca yang optimal untuk memfasilitasi budaya literasi di sekolah dasar.
Pengaruh Bahasa Gaul di Media Sosial Terhadap Perkembangan Bahasa Remaja Ade Tiyo Warman; Yohana Sinurat; Olivia Putri Nababan; Sarah Theresia Zega; Merry Sinaga; Zahra Nur Aqilah; Jakaria Jakaria
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1563

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana bahasa pijin di media sosial tiktok seperti sigma, rebek, sikibidi, cepu, sabi, ngab dapat mempengaruhi bahasa dan identitas budaya serta kemampuan berkomunikasi remaja dalam konteks formal. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui studi kepustakaan yaitu sebuah model penelitian yang mengandalkan informasi tertulis seperti buku, artikel jurnal, berita online, dan sumber-sumber lain yang relevan. Dari hasil penelitian yang dilakukan bahasa pijin yang terdapat di media sosial tiktok memiliki dampak yang kompleks terhadap perkembangan bahasa.
Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi melalui Media Spin Wheel pada Siswa Kelas XI-9 SMA Negeri 21 Surabaya Tahun Ajaran 2024/2025 Dyah Ayu Romadhona; Kaswadi Kaswadi
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi peserta didik kelas XI-9 SMA Negeri 21 Surabaya Tahun Ajaran 2024/2025 melalui penerapan media Spin Wheel. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Problem Based Learning (PBL) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 36 siswa kelas XI-9. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan menulis puisi siswa. Pada Siklus I, ketuntasan klasikal hanya mencapai 66,67% atau sebanyak 24 siswa yang tuntas. Namun, pada Siklus II terjadi peningkatan menjadi 92% atau 33 siswa yang mencapai ketuntasan. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media Spin Wheel dapat membantu siswa dalam mengembangkan ide, memilih diksi, mengolah gaya bahasa, serta meningkatkan kreativitas dan keaktifan mereka dalam proses menulis puisi.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media Spin Wheel efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi siswa kelas XI-9 SMA Negeri 21 Surabaya.
Frasa Penolakan dalam Bahasa Suku Walak: Kajian Sintaksis Yohanes Lose Dasilva; Sutarman Borean; Lemurah Wenda; Paramma Paramma
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1573

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan struktur frasa negasi dalam bahasa Walak yang digunakan oleh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Bahasa Walak sebagai salah satu khazanah bahasa daerah memiliki ciri sintaksis yang unik dan belum banyak dikaji secara ilmiah. Penelitian-penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada leksikon dasar atau sistem fonologi bahasa Walak, tetapi belum menyentuh aspek sintaksisnya, khususnya pada frasa negasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnolinguistik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan penutur asli, dan pencatatan kosakata yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa tolakan dalam bahasa Walak terbentuk dengan menggabungkan kata-kata negasi seperti inggudlek, dlek, negen, atau madluk dengan kata sifat atau kata kerja. Terdapat struktur tetap dan struktur fleksibel dalam pembentukan frasa negasi yang mencerminkan logika tutur masyarakat Walak yang unik. Pembahasan hasil penelitian menunjukkan bahwa frasa penolakan dalam bahasa Walak tidak hanya memiliki fungsi linguistik, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya dan hubungan sosial yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya dokumentasi bahasa daerah dan menjadi rujukan sintaksis dalam kajian linguistik lokal.
Analisis Asesmen Diagnostik Nonkognitif terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Semarang Anjelia Rikha Apriliyana
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v5i2.1575

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asesmen diagnostik nonkognitif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Negeri 2 Semarang, guna memahami preferensi belajar, perspektif siswa, dan kecenderungan pengerjaan tugas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan data primer yang dikumpulkan melalui kuesioner berbasis Google Form dari 94 responden siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (92%) memiliki persepsi positif terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia. Preferensi gaya belajar siswa terbagi menjadi praktik (39%), auditori (36%), dan membaca (25%). Selain itu, 60% siswa lebih menyukai tugas individu, sementara 40% lainnya lebih memilih tugas kelompok. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran multimodal dan keseimbangan antara tugas individu dan kelompok untuk menciptakan proses pembelajaran yang inklusif dan efektif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi pendidik dalam merancang metode pembelajaran yang relevan, serta untuk pengembangan asesmen diagnostik yang lebih terarah di masa depan.

Page 8 of 12 | Total Record : 116