cover
Contact Name
Kartika Magdalena Suwanto
Contact Email
kartika.suwanto@uph.edu
Phone
+6285780522262
Journal Mail Official
de.lite.journal@uph.edu
Editorial Address
Universitas Pelita Harapan MH Thamrin Boulevard 1100, Klp. Dua, Kec. Klp. Dua, Kota Tangerang, Banten 15811
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
de-lite
de.lite Journal of Visual Communication Design Study and Practice is a peer reviewed billingual journal that focuses on the foundational discussion of visual communication design. The journal is published by the Department of Visual Communication Design of Universitas Pelita Harapan, and managed by Universitas Pelita Harapans Editorial dan Publication Design Laboratory.
Articles 115 Documents
Pemasaran Interaktif yang Melampaui Zaman dalam Industri Musik Pop Indonesia Era 1980-an: Studi Kasus Sampul Album Kaset JK Records Inko Sakti Dewanto; Asep Ramdhan
de-lite Vol. 6 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v6i1.11283

Abstract

Industri musik pop Indonesia pada dekade 1980-an didominasi oleh media kaset pita sebagai komoditas budaya, sehingga menciptakan persaingan antar label rekaman yang sangat ketat. Di tengah situasi tersebut, label rekaman JK Records hadir dengan strategi visual yang visioner dengan mentransformasi sampul album kaset yang tidak sekadar sebagai kemasan pembungkus, melainkan sebagai platform pemasaran interaktif yang melampaui zamannya. Penelitian ini bertujuan untuk membedah secara mendalam bagaimana elemen-elemen visual dan interaktif pada sampul kaset JK Records bekerja secara sistematis sebagai mesin pemasaran untuk mendongkrak penjualan dan membangun loyalitas para penggemar musik pop. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan purposive sampling dalam proses seleksi artefak fisik sampul kaset JK Records era 1980-an, berdasarkan kriteria sampul yang memiliki fitur-fitur interaktif seperti undian berhadiah, bonus kalender, foto-foto eksklusif para musisinya, serta korespondensi surat menyurat melalui PO BOX. Data primer juga ditunjang oleh wawancara dengan pihak manajemen kreatif JK Records. Analisis dilakukan dengan menggunakan pisau bedah teori experiential marketing (sense, feel, think, act, relate), sales promotion (sweepstakes dan premiums), serta konsep impulse buying dan collecting behavior. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama, yaitu: 1) JK Records secara sadar mengkonstruksi identitas visual idola pop melalui komodifikasi wajah rupawan musisi sebagai jangkar emosional yang menyentuh ranah sensorik dan perasaan audiens; 2) nilai craftsmanship tinggi melalui penerapan teknik tipografi manual (hand-lettering) yang memberikan eksklusivitas dan karakter organik; 3) inovasi pemasaran interaktif diterapkan secara terstruktur melalui penyertaan bonus fisik seperti kalender dan poster (premiums), penyediaan undian berhadiah mewah (sweepstakes), serta pencantuman alamat PO BOX untuk korespondensi surat-menyurat yang memfasilitasi interaksi parasosial di ruang privat penggemar. Kesimpulannya, JK Records telah mempraktikkan manajemen pengalaman konsumen (customer experience) terpadu di era pra-digital, sehingga menjadikan kemasan kaset sebagai artefak visual yang signifikan dalam membentuk budaya populer Indonesia masa itu.
Exploring ChatGPT Usage Intention Among First-Year Visual Communication Design Students Brian Alvin Hananto; Tiara Kiatama
de-lite Vol. 6 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v6i1.11388

Abstract

The growing adoption of Generative Artificial Intelligence (Generative AI) has increased the relevance of tools such as ChatGPT within design education. Despite its growing use among students, limited research has examined the factors influencing students’ intention to use ChatGPT in design-related activities. This study aims to explore the relationships among Intrinsic Motivation, Performance Expectancy, and Behavioral Intention to Use ChatGPT among first-year Visual Communication Design students.
Basic Design Training for Ngumpul Komik Bogor (NKB) Community to Strengthen Superhero Identity Felisa Naomi Sitorus; Hady Soenarjo
de-lite Vol. 6 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v6i1.11426

Abstract

This Community Service Program (PkM) aimed to improve the comic storytelling skills of members of the Ngumpul Komik Bogor (NKB) community through superhero character design training. The main problems identified included the lack of coherence between character design and visual narrative, limited understanding of scriptwriting, paneling, and visual pacing in comics. The program employed a workshop-based training method using participatory and learning by doing approaches. The activities were conducted through three workshop stages: Superhero Character Design, Proportional Drawing, and Lighting and Inking, followed by a final exhibition showcasing participants’ works. The results demonstrated an improvement in participants’ understanding of creating superhero characters that were more coherent with storytelling, the use of body proportions to strengthen character traits, and the application of lighting and inking techniques to create more dramatic and expressive visuals. Participants’ final artworks reflected development in character design processing, perspective, anatomical proportion, and the application of lighting through inking techniques. The novelty of this program lies in the integration of superhero character design, proportional drawing, and lighting and inking approaches as a method for strengthening visual storytelling in community-based comic training.
Analisis Semiotika Roland Barthes: Representasi Nihilisme dalam Video Musik Planetarium Jirapah Dara Puspa Maharani; Dhika Purnama Putra; Benny Muhdaliha
de-lite Vol. 6 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v6i1.11454

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi nihilisme eksistensial dan nihilisme kosmik dalam video musik Planetarium karya Jirapah melalui pendekatan semiotika Roland Barthes. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya representasi tema nihilistik dalam budaya populer audiovisual sebagai respons terhadap krisis makna dalam masyarakat kontemporer yang dipengaruhi globalisasi dan disrupsi teknologi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi serta menjelaskan bagaimana elemen visual membentuk makna nihilistik melalui lapisan denotasi, konotasi, dan mitos. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik analisis semiotika Roland Barthes. Unit analisis berupa scene yang mencakup komposisi visual, sinematografi, warna, gestur, kostum, dan elemen pendukung lainnya. Dari 15 adegan kandidat, dipilih 6 adegan berdasarkan kriteria kemunculan tanda nihilisme, signifikansi naratif, dan relevansi teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi nihilisme direpresentasikan melalui empat tahapan visual, yaitu pencarian makna, fragmentasi identitas, keterasingan eksistensial, dan peluruhan eksistensi. Adegan-adegan tersebut memperlihatkan krisis makna berkelanjutan, ketidakstabilan identitas, serta alienasi yang tidak teratasi oleh perubahan ruang. Selain itu, nihilisme kosmik direpresentasikan melalui simbolisasi kefanaan manusia dan absennya makna yang bersifat sentral dalam kosmos yang impersonal. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa makna nihilistik dibangun melalui relasi visual dan lirik yang simbolik, repetitif, dan metaforis, sehingga video musik Planetarium merepresentasikan krisis eksistensial manusia modern dalam budaya audiovisual. Penelitian ini menegaskan bahwa semiotika Barthes memungkinkan pembacaan tanda visual secara mendalam dalam studi budaya populer dan komunikasi visual kontemporer. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian komunikasi visual, studi budaya populer, serta pemahaman tentang bagaimana ideologi makna nihilistik dikonstruksi dan direpresentasikan dalam media audiovisual kontemporer di Indonesia secara akademis yang relevan bagi kemajuan pengembangan akademik.
Analysis of Tulus's Music Video 'Satu Kali' as a Persuasive Medium for Student Self-Development Dilan Dzikrullah; Rosa Karnita
de-lite Vol. 6 No. 1 (2026): July 2026
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37312/de-lite.v6i1.11515

Abstract

Penelitian ini membahas video musik “Satu Kali” karya Tulus sebagai media persuasi pengembangan diri bagi mahasiswa. Mahasiswa sering menghadapi tekanan akademik dan tantangan psikologis yang dapat menghambat proses pengembangan diri, sehingga diperlukan media yang mampu menghadirkan pesan motivasional secara emosional dan reflektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengembangan pesan diri dikodekan dalam visual dan lirik video musik “Satu Kali” serta bagaimana audiens siswa memaknai pesan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-interpretatif. Analisis dilakukan melalui kajian coding pesan pada visual dan lirik, serta studi penerimaan audiens berdasarkan teori coding–decoding Stuart Hall melalui kuesioner terbuka terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa video musik “Satu Kali” mengodekan makna dominan tentang kesadaran hidup, refleksi diri, dan pentingnya menghargai setiap fase kehidupan. Dalam proses decoding, sebagian besar audiens berada pada posisi dominan, sementara sisanya berada pada posisi negosiasi dan oposisi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa video musik “Satu Kali” memiliki potensi sebagai media persuasi pengembangan diri, meskipun pemaknaannya dipengaruhi oleh latar belakang dan pengalaman pribadi penonton.

Page 12 of 12 | Total Record : 115