cover
Contact Name
Mi'rojul Huda
Contact Email
mirojuhuda@unesa.ac.id
Phone
+6281332207020
Journal Mail Official
mayamustika@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1.01.04, Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Journal of Civics and Moral Studies
ISSN : -     EISSN : 26150808     DOI : -
Core Subject : Social,
Journal of Civics and Moral Studies (JCMS) memuat hasil penelitian tentang isu-isu moral dan kewarganegaraan yang mencakup kajian tentang negara, warganegara, hubungan antara negara dan warganegara, moral, serta pendidikan kewarganegaraan dalam mendorong national character building.
Arjuna Subject : -
Articles 64 Documents
KARAKTERISTIK PILIHAN POLITIK PEMILIH PEMULA DI KABUPATEN SIDOARJO PAMELIANA PUTRI; Maya Mustika Kartika Sari
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.209 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v5n2.p51 - 65

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan perwujudan bangsa Indonesia sebagai negara demokrasi di berbagai daerah khususnya di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini berfokus pada pelaksanaan pesta demokrasi yang saat ini lebih banyak disumbang oleh para pemilih pemula yang ditinjau dari karakterististik pilihan politik para pemilih pemula. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kuantitatif statistik deskriptif. Responden dalam penelitian ini yakni para pemilih pemula yang berusia 17-19 tahun yang berkependudukan di Kabupaten Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode Random Sampling dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran angket dalam penelitiannya. Serta analisa menggunakan software SPSS menggunakan persentase dan tabulasi silang. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan orientasi pertama karakteristik pilihan pemilih pemula di Kabupaten Sidoarjo adalah memilih berdasarkan latar belakang pendidikan calon kandidat dengan persentase sebesar 55%. Orientasi kedua memilih berdasarkan performance menarik yang dimiliki oleh calon kandidat dengan persentase sebesar 20%. Serta orientasi ketiga dilihat berdasarkan kesamaan identitas yaitu agama yang dimiliki antara responden terhadap calon kandidat dengan persentase sebesar 24%. Serta 1% lainnya memilih secara acak atau tidak diketahui pilihannya. Sehingga disimpulkan bahwa para pemilih pemula yang ada di Kabupaten Sidoarjo termasuk kedalam pemilih yang tidak kritis. Sebab terpacuh terhadap beberapa indikator yang menjadi standar karakteristik bagi mereka dalam memilih.
STRATEGI YAYASAN LINGKAR PERDAMAIAN DALAM UPAYA DERADIKALISASI DI DESA TENGGULUN KABUPATEN LAMONGAN Sita Afiyatus Soniya; M Turhan Yani
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.229 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v7n1.p1-15

Abstract

Yayasan Lingkar Perdamaian merupakan yayasan yang menampung mantan narapidana teroris agar tidak kembali ke jalan radikal. Yayasan Lingkar Perdamaian bergerak di bidang Control Flow Integrity dengan tujuan yayasan ini bisa menjauhkan dari sifat-sifat destruktif termasuk aksi pengeboman. Yayasan ini diharapkan dapat menjadi percontohan, karena untuk menanggulangi radikalisme tidak hanya melalui pendekatan represif melainkan perlu adanya pola pendekatan kemanusiaan yang lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Yayasan Lingkar Perdamaian dalam upaya deradikalisasi terhadap mantan narapidana teroris. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori penentuan strategi yang dikemukakan oleh Fred R David. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan cara mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Subyek penelitian adalah ketua yayasan, pengurus, pembina dan anggota yang berada dalam yayasan tersebut. Hasil dari penelitian menunjukkan terdapat beberapa strategi deradikalisasi yang dilakukan antara lain: memberikan pengetahuan baru, memberikan keahlian baru, dan mengembangkan komunitas kajian agama. Dalam pelaksanaannya pembina tentunya memiliki kendala, kendala yang utama yaitu masih adanya komunikasi atau hubungan antara mantan narapidana teroris dengan kelompok lama (kelompok teror). Berdasarkan strategi yang diterapkan menunjukkan adanya hasil deradikalisasi yang dibuktikan dengan perubahan ideologi dan perilaku mantan narapidana teroris, dahulu mereka selalu menyuarakan kekerasan sekarang berubah dengan menunjukkan sikap ramah dan menjunjung perdamaian.
PERSEPSI MASYARAKAT DESA GUMENG KECAMATAN GONDANG KABUPATEN MOJOKERTO TERHADAP PENDIDIKAN TINGGI BAGI PEREMPUAN Maf'ula Wijayanti; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (483.279 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p47-63

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengungkap persepsi masyarakat Desa Gumeng terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah delapan orang yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria orang tua yang mempunyai anak perempuan yang melanjutkan pendidikan tinggi dan tidak melanjutkan pendidikan tinggi dengan perbedaan latar belakang antar informan dan bersedia untuk menyampaikan persepsinya terkait pendidikan tinggi bagi perempuan. Fokus penelitian yaitu persepsi orang tua terkait pendidikan tinggi bagi perempuan di Desa Gumeng. Pengumpulan data dilaksanakan selama satu bulan dengan menggunakan wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif interaktif menurut Miles dan Huberman yang mencakup pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa persepsi terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan. Keluarga kaya berpersepsi positif pada pendidikan tinggi bagi perempuan yaitu perempuan berpendidikan tinggi dapat meningkatkan derajat orang tua dan ibu yang berkualitas melahirkan anak yang berkualitas. Keluarga miskin berpersepsi negatif terhadap pendidikan tinggi bagi perempuan yaitu pendidikan tinggi adalah pemborosan bagi perempuan, risiko perawan tua bagi perempuan berpendidikan tinggi dan perempuan berpendidikan tinggi cenderung fokus pada pekerjaan. 
PENGUATAN MODAL SOSIAL UMKM BATIK JETIS SIDOARJO DALAM MEMPERTAHANKAN USAHA DI ERA PANDEMI COVID-19 Dania Dyah Fitrawan; Maya Mustika Kartika Sari
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.429 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p32-46

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguatan modal sosial yang terjadi pada UMKM Batik Jetis Sidoarjo dalam mempertahankan usaha di era pandemi Covid-19. Fokus penelitian terletak pada aspek modal sosial yang ditinjau berdasarkan teori modal sosial Putnam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengambilan sumber data penelitian menggunakan teknik snowball sampling, Sumber data berasal dari enam informan pengrajin batik Jetis. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bonding social capital yang terwujud dalam memaksimalkan ikatan kekeluargaan dan kekerabatan. Sementara bridging social capial ditemukan dengan munculnya hubungan kemitraan dengan pemasok dan tengkulak. Pengrajin batik Jetis juga mengembangkan relasi dalam Paguyuban Batik Sidoarjo. Beberapa upaya yang dilakukan oleh pengrajin batik Jetis yaitu: memanfaatan bantuan saudara dan pemerintah dalam mengatasi masalah permodalan, mendapat dukungan anggota keluarga dalam pembagian kerja, mengurangi jumlah karyawan dan hasil produksi, menjalin kerjasama dengan pemasok untuk dapat melakukan pinjaman bahan baku dan memberi pinjaman stok hasil produksi kepada tengkulak, saling bertukar informasi antar anggota PBS, melakukan pemasaran produk batik melalui toko dan secara online, dan aktif bekerjasama dengan pemerintah dalam mempromosikan hasil produk batik khas Sidoarjo melalui acara kepemudaan.
PENDAMPINGAN PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI WOMEN CRISIS CENTER “YAYASAN HARMONI” JOMBANG Diany Catur Nandasari; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.712 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p64-79

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk pendampingan dan faktor pendukung serta penghambat kegiatan pendampingan perempuan korban kekerasan pada masa pandemic covid-19 yang dilakukan oleh Women Crisis Center “Yayasan Harmoni” Jombang. Teori yang digunakan adalah teori strukturasi oleh Anthony Giddens. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif eksploratif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara mendalam. Teknik analisis yang digunakan data interaktif menurut Miles dan Huberman yang terdiri atas kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang didapatkan adalah Women Crisis Center “Yayasan Harmoni” Jombang memiliki prinsip dan bentuk kegiatan berupa pemberdayaan dan bantuan layanan hukum dan psikologis bagi perempuan korban kekerasan, selain itu dalam pelaksanaannya WCC Jombang juga mengalami beberapa hambatan selama pandemic berlangsung, beberapa di antaranya adalah (1) terbatasnya akses pendampingan korban, (2) merebaknya kasus KBGO, (3) Rendahnya komitmen pemerintah dalam menjamin hak perempuan korban kekerasan. Akan tetapi selain hambatan dalam kegiatan pendampingan, faktor pendukung utama yang membuat WCC Jombang tetap dapat berjalan adalah karena kualitas SDM yang mumpuni serta jaringan yang antar lembaga dengan organisasi masyarakat sipil maupun organisasi pemerintah sehingga layanan pendampingan dapat terus berjalan meskipun di era pandemic seperti saat ini. Dalam pelaksanaan pendampingan, agen sekaligus struktur WCC Jombang telah mengimplementasikan prinsip dari lembaga yakni pemberdayaan perempuan sehingga pola pikir yang dimiliki oleh para anggota lembaga maupun program kerjanya juga telah adil gender dan sesuai dengan nilai egalitarian meskipun pada praktiknya masih banyak korban memiliki pola pikir yang bertolak belakang yakni masih berpandangan patriarki sehingga menyulitkan proses pendampingan.
PERJUANGAN LEGISLATOR PEREMPUAN DALAM MELAWAN KETIDAKADILAN GENDER DI DPRD KABUPATEN LAMONGAN Yusriah Fajri Al Insani; Oksiana Jatiningsih
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.783 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v6n2.p80-97

Abstract

Problema ketidakadilan gender yang masih ada saat ini di Indonesia menyebabkan suatu ketimpangan dan kerugian pada salah satu pihak, mayoritasnya adalah perempuan. Hal tersebut menjadi suatu daya tarik  dalam melakukan penelitian tentang perjuangan legislator perempuan dalam melawan ketidakadilan gender dalam bidang politik yang terjadi di DPRD Kabupaten Lamongan. Belum termaksimalkannya jumlah 30% keterwakilan perempuan di lembaga legislatif serta memungkinkannya keterbatasan hak suara legislator perempuan dalam perumusan kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan teknik pengambilan data melalui wawancara dengan subjek empat anggota legislator perempuan sebagai informan utama dan salah satu staf DPRD Kabupaten Lamongan sebagai informan tambahan. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya legislator perempuan dalam memperjuangkan kesetaraan gender di DPRD Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif Miles dan Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen penelitian adalah Peneliti. Tujuan penelitian adalah: bentuk ketidakadilan gender di DPRD II Lamongan, upaya legislator perempuan dalam melawan ketidakadilan gender di DPRD Kabupaten Lamongan, dan hasil implementasinya.  Hasil penelitian mengungkap bahwa secara formal struktural kesetaraan gender telah diupayakan dan diimplementasikan di DPRD Kabupaten Lamongan yaitu terdapat jabatan pimpinan yang ditempati oleh legislator perempuan, namun demikian karena jumlahnya perempuan masih minoritas di DPRD Kabupaten Lamongan, hal tersebut merupakan dampak dari proses rekrutmen dalam partai politik masing-masing. Perjuangan legislator perempuan melalui peran aktifnya dalam beberapa kegiatan legislatif, perempuan  memiliki andil yang besar dalam mewujudkan kesejahteraan perempuan dalam upaya terwujudnya tujuan dari pengarusutamaan gender untuk kesetaraan gender di Kabupaten Lamongan.
Mekanisme Partisipasi Masyarakat dalam Implementasi Kebijakan Desa Wisata Setigi di Desa Sekapuk Kabupaten Gresik Inayah Wulandari; Maya Mustika Kartika Sari
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.096 KB) | DOI: 10.26740/jcms.v7n1.p16-29

Abstract

Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam implementasi kebijakan desa wisata Setigi. Dengan adanya partisipasi masyarakat dalam setiap implementasi kebijakan menjadikan desa wisata Setigi mampu berkembang menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan berdampak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Sekapuk. Tipe penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah lima orang terdiri atas tiga masyarakat Desa Sekapuk, satu kepala desa dan satu manajer BUMDes. Adapun teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada partisipasi masyarakat dalam implementasi kebijakan desa wisata Setigi dengan mekanisme secara kondisional. Partisipasi masyarakat sudah dikonstruksi oleh struktur untuk kemudian dilaksanakan oleh masyarakat. Kepala desa terpilih sebagai pemangku kebijakan sekaligus aktor intelektual dalam pengembangan desa wisata Setigi menawarkan ide dan gagasannya kepada masyarakat. Oleh sebab itu, lahirnya kebijakan mengenai desa wisata Setigi tidak berasal dari inisiatif masyarakat melainkan hadir karena ada pemicunya. Hal ini juga menunjukan bahwa pemerintah desa berupaya untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui ide dan gagasan yang sudah dikondisikan untuk dilaksanakan oleh masyarakat.  Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa mekanisme partisipasi masyarakat dalam implementasi kebijakan desa wisata Setigi terjadi secara top down dan kondisional.
Keaktifan Pemanfaatan Media Massa oleh Pemilih Pemula dalam Memperoleh Informasi Pilkada Tahun 2020 di Kabupaten Gresik Ria Afriani Nurrohmah; Maya Mustika Kartika Sari
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v7n1.p61-75

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keaktifan pemanfaatan media massa oleh pemilih pemula dalam memperoleh informasi Pilkada 2020 di Kabupaten Gresik. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sejumlah 3.692 dan sampel sejumlah 98 pemilih pemula Kecamatan Gresik yang diperoleh dari perhitungan sampel rumus Slovin dan dipilih dengan menggunakan teknik sampling insidentil. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dengan skala pengukuran skala likert yang sebelumnya telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Teknik analisis data penelitian adalah teknik statistik deskriptif prosentase dengan menggunakan dua indikator yakni intensitas dan kontinuitas pemanfaatan media massa. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa keaktifan pemanfaatan media massa oleh pemilih pemula dalam memperoleh informasi Pilkada 2020 di Kabupaten Gresik sebesar 16,3% termasuk dalam kategori sangat aktif, 52,1% termasuk dalam kategori aktif, 27,6% termasuk dalam kategori kurang aktif dan 4% termasuk dalam kategori tidak aktif, dan diperoleh hasil rata-rata prosentase sebesar 71,8% yang berarti dalam kategori aktif karena berada pada rentang interval 50% - 75%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pemilih pemula sadar akan kebutuhan informasi Pilkada untuk meyakinkan dirinya dapat memilih pasangan calon pada pilkada 2020.
Peran Guru dalam Mengatasi Tindakan School Bullying Sebagai Upaya Mewujudkan Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 2 Wates Kab. Kediri Salsa Yamada; Rr. Nanik Setyowati
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v7n1.p30-43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskirpsikan peran guru dalam mengatasi tindakan school bullying sebagai upaya untuk mewujudkan sekolah ramah anak di SMP Negeri 2 Wates serta hambatan yang dialami. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tugas dan peran guru dalam mengatasi tindakan school bullying yang terjadi untuk dapat mewujudkan sekolah ramah anak. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori peran oleh Biddle dan Thomas, peran mempunyai arti perangkat tingkah yang diharapkan dimiliki oleh orang yang berkedudukan di masyarakat. Metode pada penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dalam penelitian ini menunjukan peran guru dalam mengatasi tindakan school bullying yang terjadi di SMP Negeri 2 Wates yaitu perencanaan kebijakan dalam mengatasi tindakan school bullying, mengetahui akar permasalahan terjadinya tindakan school bullying, memberikan hukuman, membuat kelompok belajar, memberikan himbauan kepada siswa yang melakukan tindakan school bullying dan siswa lainnya, memberikan layanan BK, memberikan penghargaan atau reward, memberikan program “say stop school bullying”, melakukan pengawasan atau monitoring, dan mewujudkan sekolah ramah anak. Hambatan yang dialami yaitu kesulitan dalam mengontrol tindakan siswa di luar lingkungan sekolah.
Partisipasi Masyarakat Dalam Mewujudkan Desa Sadar Kerukunan Antarumat Beragama Di Desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik Ariya Engar Widiyaningsih; Muhammad Turhan Yani
Journal of Civics and Moral Studies Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jcms.v7n1.p44-60

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan partisipasi masyarakat, faktor pendukung dan penghambt dalam mewujudkan desa sadar kerukunan antarumat beragama di desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan pendeketan deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini pada partisipasi masyarakat, faktor pendukung, serta faktor penghambat dalam mewujudkan desa sadar kerukunan antarumat beragama. Lokasi penelitian berada di desa Laban Kecamatan Menganti Kabupaten Gresik. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling yang berjumlah empat belas orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori partisipasi masyarakat Keith Davis. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif interaktif menurut Miles dan Huberman yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan partisipasi masyarakat diwujudkan melalui kegiatan pembangunan rumah ibadah, santunan terhadap anak yatim, sedekah bumi sebagai sarana pemersatu masyarakat , pembagian daging qurban pada hari raya Idul Adha, takziah ketika ada warga yang meninggal dunia, dan pelayanan rohani di rumah sakit Surya Medika oleh tokoh agama. Keterlibatan mental dan emosional masyarakat menentukan pasrtisipasinya dalam membangun desa sadar kerukunan antaumat beragama. Faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam mewujudkan desa sadar kerukunan antarumat beragama adalah rasa kekeluargaan, toleransi, dan gotong royong. Akan tetapi, terdapat pula faktor penghambatnya yaitu sikap fanatik.