cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
STRATEGI KOMUNITAS BERMAIN TANOKER DALAM MEMBANGUN KARAKTER CINTA TANAH AIR MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL EGRANG DI KECAMATAN LEDOKOMBO JEMBER JAWA TIMUR
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1324-1338

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunitas bermain Tanoker dalam membangun karakter cinta tanah air melalui permainan tradisional Egrang di Kecamatan Ledokombo Jember Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilaksanakan di komunitas bermain Tanoker. Teknik penggumpulan data melalui wawancara mendalam dengan sembilan informan yang memenuhi kriteria informan, yakni ketua komunitas Tanoker, pendamping anak, serta relawan mahasiswa, dan observasi kemudian dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan strategi komunitas bermain Tanoker dalam membangun karakter cinta tanah air di Kecamatan Ledokombo, Jember Jawa  Timur terdapat tiga  strategi, yakni (1) melalui  pembiasaan dan pengenalan lagu-lagu daerah dan lagu-lagu Nasional. Pembiasaan yang dilakukan oleh komunitas Tanoker menggunakan lagu-lagu  daerah, nasional ketika latihan Egrang, minggu ceria dan latihan paduan suara, (2)  membangun karakter cinta tanah air melalui kompetisi  festival Egrang dan perlombaan pada peringatan hari besar Nasional, dengan mengajak anak-anak di kecamatam Ledokombo untuk memperingati hari besar Nasional seperti hari kemerdekaan Republik Indonesia, hari Pahlawan, dengan mengusung berbagai tema yang bertujuan untuk membangun jiwa cinta kepada tanah air melalui permainan Egrang (3) dan membangun karakter cinta tanah air dengan menanamkan sikap peduli pada bangsa dan negara, sikap peduli pada bangsa dan negara dibangun dari hal-hal yang kecil seperti sikap peduli pada lingkungan. Kata kunci : Tanoker, Egrang, Karakter cinta tanah air   Abstract Traditional games stilts are increasingly endangered national culture, This study  aimed to describe the strategy of playing Tanoker community in building the character of patriotism through traditional games Ledokombo stilts in the district of Jember in East Java. This study used descriptive qualitative  approach, research carried out in the community play Tanoker. Data collection techniques through observation, deep interview nine informant,  that the leader of community Tanoker, escort children and student volunteers and documentation, then  analyzed with three grooves  activities carried out simultaneously, namely data reduction, data presentation, and conclusion or verification. Based on the results of data analysis we can conclude Tanoker playing community strategy in building thecahacter of patriotism in District Ledokombo, Jember, East Java, there are three strategies, namely (1) though habituation and the introduction of folk songs and national songs. Habituation performed by community Tanoker using folksong, nation  when playing exercise stilts, cheerful  wekk, and  choir (2) builds character patriotism through competition stilts Festival and race on the  big day commemoration of National, by getting the children in the district Ledokombo to commemoratenation holidays such as Independence Day Indonesia republic,the hero by  bringing avariety of themes aimed at building the spirit of patriotism through the  conclusion stilts game 3) and build character by instilling patriotism caring attitude to the nation and the state, a caring attitude to the nation and the state are built from small things such as caring for the environment . Keywords: Tanoker, Stilts, Patriotism
PKK DAN PENDIDIKAN GENDER: PEMAHAMAN DAN KARAKTERISTIK GENDER IBU-IBU PKK DI DESA JASEM KECAMATAN NGORO KABUPATEN MOJOKERTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1339-1353

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang pemahaman dan kharakteristik gender ibu-ibu PKK dalam berpikir, bertindak dan berpandangan tentang gender di Desa Jasem Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuatitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive berdasarkan kesertaannya dalam kegiatan pendidikan gender di PKK. Dalam penelitian ini adalah 30 ibu-ibu PKK yang aktif mengikuti kegiatan pendidikan gender. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes dan evaluasi diri. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan PKK dalam memahamkan ibu-ibu PKK mengenai gender, akan tetapi tidak semua ibu-ibu PKK dapat memahami konsep dengan dengan benar karena faktor usia dan tingkat pendidikan. Pemahaman gender tidak selalu berimplikasi pada karakteristik gender ibu-ibu PKK. Pemahaman gender yang baik tidak selalu mencerminkan karakteristik gender yang maskulin, dan sebaliknya. Kata kunci: Pemahaman gender, karakteristik gender, PKK.   Abstract This research aims to describe gender understanding and charakteristics of women in PKK that shawed about how they thinks, acts, and views on gender in Jasem Village, Ngoro District, Mojokerto Regency. This hopefully becomes an evaluations tool for the PKK on gender education they did. This is descriptive quatitative research. The sampel is taken purposively, tose are 30 women who actively participate in PKK’s activities on gender education. The data are collected by test for gender understanding and self-evaluation measurement. The results of this research shows that the womens’ gender understanding is good. It means that the PKK have succeeded in building the women’s gender understanding, although not all of them have the understanding.  This is because of many factors like their age and education level. The result also reveal that their gender characteristic is independent, tend to be masculine. This imply that the quality of gender understanding does not always associate with gender characteristics characteristic; Good gender understanding does not always reveal masculine characteristic, and otherwise. Keywords: gender understanding, gender characteristic, PKK.
KOMPETENSI KEPEMIMPINAN SISWA PASCA MENGIKUTI PROGRAM LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN SISWA DI SMK NEGERI 12 SURABAYA Eka Saputri Fitriani; Totok Suyanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1354-1368

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui kompetensi kepemimpinan siswa setelah mengikuti program latihan dasar kepemimpinan siswa di SMK Negeri 12 Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMK Negeri 12 Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta program LDKS tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 35 siswa. Dalam penelitian ini seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian karena populasi kurang dari 100 maka sampel diambil semua yakni 35 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara yang selanjutnya dianalisis dengan analisis dengan rumus deskriptif persentase (DP). Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepemimpinan siswa pasca mengikuti program LDKS termasuk dalam kriteria baik. Hal ini dapat dilihat melalui tiga sub variabel yakni kompetensi kinerja, kompetensi personal, kompetensi sosial. Berdasarkan hasil penelitian di atas data menunjukkan kompetensi kepemimpinan siswa terdapat 3 kategori kriteria penilaian kompetensi kepemimpinan siswa yakni sebanyak 5 (14,3%) responden yang termasuk dalam kategori sangat baik, sebanyak 24 (68,8%) responden yang termasuk dalam kategori baik, sebanyak 6 (17,1%) responden yang termasuk dalam kategori cukup. Kata kunci: Kompetensi Kepemimpinan, LDKS, Kepemimpinan Siswa   Abstract This research to identify the leadership competencies of students after participating in basic training student leadership program at SMK Negeri 12 Surabaya. This research uses deskriptif quantitative research methods. Research conducted at SMK Negeri 12 Surabaya. The population in this research is a program participant LDKS 2014/2015 school years as many 35 students. In this research, all members of the population used as a sample for a population of less than 100 then the samples were taken of all the 35 students. The technique of collecting data using questionaires and interviews were the analyst with deskriptive analysis of the formula percentage (DP). Based on the research of data analysis can be conclude that the leadership comptencies of students of post-program LDKS include in both criteria. This can be seen through the three sub variables of  performance competence,  personal competence, social competence. Based on the reasearch above data show leadership competencies of student there are three categories of student leadership competency assesmenet criteria which 5(14,3%), of  respondents were include in the very good category, a total of 24(68,8%) of respondens were included in both categories, 6(17,1%) of respondents are include in the category enough. Keyword: leadership competencies, LDKS, student leadership.
PEMAHAMAN KADER PIMPINAN KOMISARIAT PERGURUAN TINGGI IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA (IPNU)-IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA (IPPNU) UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA TENTANG WAWASAN KEBANGSAAN Ricky Rahmanto; M. Turhan Yani
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1369-1381

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman Kader Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Surabaya tentang Wawasan Kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes. Tes digunakan untuk mengukur pemahaman Kader PKPT IPNU-IPPNU Unesa tentang Wawasan Kebangsaan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman Kader PKPT IPNU-IPPNU Unesa berdasarkan sub materi wawasan kebangsaan memiliki pemahaman yang sangat baik pada sub materi pengertian wawasan kebangsaan dengan perolehan persentase sebesar 83%. Kemudian pada sub materi nilai dasar wawasan kebangsaan, unsur wawasan kebangsaan, dan upaya dalam meningkatkan wawasan kebangsaan memiliki pemahaman yang baik dengan perolehan persentase sebesar 68% pada sub materi nilai dasar wawasan kebangsaan, 76% pada sub materi unsur wawasan kebangsaan, dan 75% pada sub materi upaya dalam meningkatkan wawasan kebangsaan. Kata Kunci: Pemahaman, Wawasan Kebangsaan, Organisasi IPNU-IPPNU.   Abstract The purpose of this research to know the understanding of Cadres Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)-Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Universitas Negeri Surabaya about Nationality Insight. This research used the quantitative approach by quantitative descriptive method. This Data Collection Technique that’s using such as test. Test used to the measure about understanding of Cadres PKPT IPNU-IPPNU which located at Universitas Negeri Surabaya about Nationality Insight. The samples were using about thirty respondents. The result of this research is the understanding of Cadres PKPT IPNU-IPPNU which is located at Universitas Negeri Surabaya based on sub material about nationality insight which very good understanding on sub material the definition of nationality insight with percentage about eighty three percent. And then on sub material of value nationality insight, elements of nationality insight, and the effort of nationality insight improvement which have good understanding the percentage about sixty eight percent on sub material of value nationality insight, seventy six percent on sub material elements of nationality insight, and seventy five percent on sub material the effort of nationality insight improvement. Keywords: Understanding, Nationality Insight, IPNU-IPPNU Organization.
MENUMBUHKAN KESADARAN BERKONSTITUSI SISWA MELALUI PELAKSANAAN TATA TERTIB SEKOLAH DI SMPN 2 GONDANG Ayu Winanti Kushidayah; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1382-1395

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya sekolah dalam menumbuhkan kesadaran berkonstitusi siswa, kendala yang dihadapi oleh sekolah dan upaya sekolah untuk menghadapi kendala yang ada dalam menumbuhkan kesadaran berkonstitusi siswa melalui penerapan tata tertib sekolah di SMPN 2 Gondang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini berada di SMPN 2 Gondang Kabupaten Mojokerto. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah sebagai informan kunci, koordinator Tim Tata Tertib, guru  Bimbingan dan Konseling dan guru Pendididikan Kewarganegaraan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data langkah-langkahnya adalah mengolah pengumpulan data, penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menumbuhkan kesadaran berkonstitusi siswa melalui penerapan tata tertib sekolah di SMPN 2 Gondang, Mojokerto yaitu (a) melalui pemberian hukuman yang bersifat mendidik siswa dan (b) mensosialisasikan tata tertib sekolah kepada wali murid. Kendala yang dihadapi sekolah dalam menumbuhkan kesadaran berkonstitusi siswa melalui penerapan tata tertib di sekolah adalah (a) letak sekolah yang tidak dapat dijangkau oleh kendaraan umum, (b) pola pergaulan siswa di luar sekolah, (c) kurangnya perhatian dari keluarga. Upaya sekolah dalam mengatasi kendala dalam menumbuhkan kesadaran berkonstitusi siswa melalui penerapan tata tertib di sekolah adalah,  (a) mengadakan pertemuan secara rutin dengan wali murid, (b) pemberian motivasi dan teladan yang baik bagi siswa. Kata Kunci : Kesadaran Berkonstitusi, Tata Tertib Sekolah     Abstract The purpose in this research to knowed that is what the school do to grow the students awareness of constitution by implementing the school rules in State junior high school 2 of Gondang, Mojokerto and the obstacles which are faced by school, The school effort in handling the obstacles to increasing the students awareness of constitution by implementing the school rules. This research used a qualitative of metohods Location of the research in Junior High School 2 Gondang trip Mojokerto. The informants of this study were principals as the main informants, team of school rules and coordinator, civic education teacher’s and guidance and counseling teacher’s. Data collection techniques used in-depth interviewies, observation and documentation. Technical analysis of the data processing steps are collection data, presentation data, reduction data, and conclusion. According the result of research shows, grow the students’ awareness of constitution by implementing the school rules in SMPN 2 Gondang (a) by giving an educated punishment for students and (b) socialitation the school rules to students custody. The obstacles which are faced by school to grow the students awareness of constitution by implementing the school rules are (a) the position of the school which is located in the suburb, (b) the students life style out of school, (c) the less of attention in family. The school effort in handling the obstacles to grow the students awareness of constitution by implementing the school rules are, (a) holding a meeting with the students custody regularly, (b) giving the motivation anf good example for students. Key word : awareness of constitution, the school rules  
PERSEPSI MAHASISWA PPKN UNESA TERHADAP WACANA PERUBAHAN MASA STUDI UNTUK PENDIDIKAN JENJANG SARJANA EKA LISDIANA F D
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p%p

Abstract

Pemerintah membuat aturan baru yang mempersingkat batas maksimal durasi studi pendidikan sarjana (S-1) dari semula maksimal tujuh tahun menjadi paling lama lima tahun. Peraturan itu menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa FIS khususnya di jurusan PPKn untuk menanggapi tentang kebijakan publik tersebut. Adanya realitas itu maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi mahasiswa PPKn Unesa terhadap wacana perubahan masa studi untuk pendidikan jenjang sarjana. Jenis metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian diawali dengan melakukan pembagian angket untuk diisi oleh para mahasiswa PPKn Unesa angkatan 2014 terhadap wacana perubahan masa studi untuk pendidikan jenjang sarjana. Angket yang diberikan kemudian ditarik kembali oleh peneliti untuk dianalisis guna mencari jawaban mengenai persepsi mahasiswa PPKn Unesa angkatan 2014 terhadap wacana perubahan masa studi untuk pendidikan jenjang sarjana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa Prodi S1 PPKn Universitas Negeri Surabaya tentang wacana perubahan masa studi untuk pendidikan jenjang sarjana ini dapat dilihat dari 66 responden terdapat 63 orang dengan persentase sebesar 95 % menyatakan setuju. Sedangkan mahasiswa yang tidak setuju sebanyak 3 responden dengan persentase sebesar 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa mendukung wacana perubahan masa studi untuk jenjang sarjana (S-1). Adanya Permendikbud Nomor 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) membuat para mahasiswa termotivasi untuk belajar lebih giat dan cepat lulus. Kata kunci: kebijakan, masa studi, persepsi
PANDANGAN BONEK TENTANG KONFLIK ANTARA BONEK DENGAN AREMANIA ( STUDI PADA KOMUNITAS BONEK BALGO )
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n4.p1-15

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengungkapkan tentang pandangan Bonek tentang konflik antara Bonek dengan Aremania (Studi pada Komunitas Bonek Balgo). Melihat kasus konflik yang terjadi antara Bonek dengan  Aremania maka dapat memicu timbulnya prasangka. Prasangka adalah sebuah sikap (biasanya negatif) terhadap anggota kelompok tertentu semata berdasarkan keanggotaan mereka dalam kelompok tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pandangan - pandangan Bonek Balgo tentang konflik antara Bonek dengan Aremania. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori tentang sumber-sumber munculnya prasangka dari Baron dan Byrne. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Lokasi penelitian dikhususkan pada komunitas suporter Bonek Balgo yang merupakan salah satu elemen suporter Persebaya yang terkoordinir dan terorganisasi dengan baik. Informan dalam penelitian ini adalah beberapa pengurus dan anggota Bonek Balgo. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini ditemukan bahwa ada beberapa konsep pandangan dari Bonek Balgo mengenai konflik antara Bonek dengan Aremania, yaitu pandangan penyebab terjadinya konflik antara Bonek dengan Aremania, pandangan tentang hubungan antara Bonek dengan Aremania, pandangan akibat dari konflik Bonek dengan Aremania. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dihasilkan sebuah kesimpulan bahwa  konflik antara Bonek dengan Aremania didasari atas rivalitas antara keduanya dalam mendukung klub yang dicintai berkompetisi di kancah persepak bolaan Indonesia. Sehingga pada akhirnya muncul perasaan benci bahkan dendam antara kedua belah pihak. Kata Kunci: Pandangan Bonek, Prasangka, Konflik Bonek dengan Aremania Abstract This Research expresses about view Bonek about conflict between Bonek and Aremania (Study at community of Bonek Balgo). See conflict case that happened between Bonek and Aremania then can trigger incidence of prejudice. Prejudicing is an attitude (usually negative) to certain group member base their membership in group referred as. Research Target this is the for describe view of view pin-cushion Bonek Balgo about conflict between Bonek and Aremania. Theory as used in this research that is theory about sources of prejudice appearance from Baron and Byrne. Method as used in this research that is qualitative. Research Location is majored at community suporter Bonek Balgo that is one of element supporter Persebaya that coordinated and organized properly. Informan in research this is the some official member and members Bonek Balgo. Data is collected by using observation, interview, and documentation. Data is analyzed pass by data collecting, data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal. The results in this study found that there are several concepts from Bonek Balgo that is hit cause view the happening of conflict between Bonek and Aremania, view about relation/link between Bonek and Aremania, view of effect of conflict Bonek with Aremania. Based on the data analysis produced a conclusion that the conflict between Bonek with Aremania based on the rivalry between the two in support of the beloved club to compete in the arena of football in Indonesia. So that in end up appearing a feeling of hate even revenge between the two sides . Keywords: Bonek view, prejudice, conflict of Bonek with Aremania
STRATEGI SEKOLAH DALAM PENERAPAN NILAI-NILAI PLURALISME DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) MANDALA SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n4.p16-30

Abstract

Abstrak Pendidikan merupakan salah satu pihak yang harus bertanggung jawab untuk meningkatkan kesadaran peserta didik agar selalu berperilaku humanis, pluralis dan demokratis dalam menyikapi berbagai persoalan akibat adanya keberagaman. Adanya perbedaan dipandang sebagai suatu masalah dan tidak jarang memicu terjadinya konflik, karena dalam setiap perbedaan senantiasa dimasuki adanya ideologi dan kepentingan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan strategi sekolah dalam menerapkan nilai-nilai pluralisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mandala Surabaya yang beralamatkan di Jl. Putro Agung II No.6 Tambaksari Surabaya. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam menetapkan informan menggunakan teknik snowball sampling dengan bantuan key informan. Data dianalisis dengan teknik pengumpulan data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan keabsahan data. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, dihasilkan sebuah kesimpulan strategi yang dilakukan oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mandala Surabaya dalam penerapan nilai-nilai pluralisme yaitu dengan melalui tiga strategi. Yang pertama, Perilaku Adaptif yaitu sekolah memberi contoh tindakan nyata, kedua Siasat-siasat Adaptif yaitu belajar dari orang lain, membuka pikiran dan mata hati dan yang ketiga Proses-proses Adaptif yaitu perencanaan yang baik dan jelas, adanya subsidi silang, latihan dan pengalaman. Nilai-nilai pluralisme yang terdapat di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Mandala adalah nilai kebebasan, nilai keadilan, nilai tenggang rasa dan saling menghormati, nilai kasih sayang, nilai persaudaraan dan kepedulian sosial. Kata Kunci: Strategi, Sekolah, Nilai-Nilai Pluralisme Abstract Education is one of the parties should be responsible for increasing the awareness of students to always behave humanist, pluralist and democratic in dealing with various problems due to the diversity. The difference is seen as a problem and not infrequently lead to conflict, because in each of the differences is always entered the ideology and interests. The purpose of this study is to determine and describe the strategy of schools in implementing the values of pluralism. This research is qualitative. The research location Junior High School (SMP) Mandala Surabaya, at Jl. Putro Supreme II 6 Tambaksari Surabaya. Data was collected using observation, interviews, and documentation. In setting the informant using snowball sampling technique with the help of key informants. Data were analyzed by techniques of data collection, data presentation, conclusion and validity of the data. Based on the data analysis, produced a conclusion that the strategy carried out by the Junior High School (SMP) Mandala Surabaya in the application of the values of pluralism that is through three strategies. The first, Behavior Adaptive namely school gave examples of concrete actions, both Siasat-finesse Adaptive ie learning from others, open the minds and eyes of the heart and the third Processes Adaptive namely good planning and a clear, cross subsidy, training and experience. The values of pluralism contained in the Junior High School (SMP) Mandala is the value of freedom, values of fairness, the value of tolerance and mutual respect, affection value, the value of brotherhood and social care. Keywords: Strategy, School, Values ​​Pluralism
PENERAPAN NILAI-NILAI PANCASILA MELALUI EKSTRAKURIKULER ADIWIYATA DI SMP NEGERI 2 MADIUN
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n4.p31-45

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mendeskripsikan penerapan nilai-nilai Pancasila melalui Ekstrakurikuler Adiwiyata di SMP Negeri 2 Madiun, (2) Menganalisis faktor pendukung dan penghambat penerapan nilai-nilai Pancasila melalui Ekstrakurikuler Adiwiyata di SMP Negeri 2 Madiun, dan (3) Menganalisis upaya mengatasi hambatan dalam penerapan nilai-nilai Pancasila melalui Ekstrakurikuler Adiwiyata di SMP Negeri 2 Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data secara deskripsif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan nilai-nilai Pancasila di SMP Negeri 2 Madiun melalui Ekstrakurikuler Adiwiyata dilakukan dengan beberapa cara diantaranya kegiatan kebersihan melalui pokja sampah, kedisiplinan melalui pokja kompos, pembiasaan melalui pokja taman, pengkondisian melalui pokja UKS, komunikasi melalui pokja bank sampah, kemandirian melalui kreasi sampah, keteladanan melalui kreasi makanan dan minuman. Faktor pendukung dalam penerapan nilai-nilai Pancasila melalui ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Madiun secara eksternal adanya dukungan dari kebijakan kota Madiun, sedangkan secara Internal adalah kebijakan sekolah adanya visi misi berwawasan lingkungan hidup, komitmen seluruh warga sekolah, menambah sarana prasarana sekolah, dan menjalin kerjasama antar instansi terkait. Sedangkan faktor penghambat secara eksternal adanya sinergi antar instansi terkait, dan secara internal adalah membangun komitmen warga sekolah, sikap sadar akan lingkungan yang rendah, dan lahan sekolah yang sempit. Upaya untuk mengatasi hambatan yaitu dengan saling mengingatkan antar warga sekolah mengenai komitmen bersama, menanamkan sikap sadar akan lingkungan kepada warga sekolah dan memanfaatkan lahan kosong sebaik-baiknya. Kata kunci: Penerapan, Nilai-nilai Pancasila, Ekstrakurikuler Adiwiyata     Abstract The purpose of this study was (1) Describe the implementation of Pancasila values ​​through Adiwiyata Extracurricular in SMP Negeri 2 Madiun (2) Analyze supporting and inhibiting factors in the implementation Pancasila values ​​through Adiwiyata Extracurricular in SMP Negeri 2 Madiun and (3) Analyze efforts to overcome barriers for the implementation Pancasila values ​​through Adiwiyata Extracurricular in SMP Negeri 2 Madiun. This research use qualitative approach with descriptive data analysis. The results showed that the implementation Pancasila values through Adiwiyata Extracurricular at SMP Negeri 2 Madiun is done by some manners that is cleanliness through working groups of garbage, discipline through working groups, habituation through the park working group, conditioning through working UKS groups, communication done through a bank trash, independence through the creation of working groups garbage, and exemplary done through working groups of creations of food and drinks. Supporting Factors of implementation Pancasila values ​​through Adiwiyata Extracurricular in SMP Negeri 2 Madiun externally is supporting by the policy of the city of Madiun while Internally is the policy of the school by the point of view and the mission, the whole school community of commitment, increase infrastructure, and cooperation with unity among relevant agencies. While the limiting factors are externally synergy between relevant agencies, and internally is to build a shared commitment, attitude conscious of the environment are low, and the school grounds are narrow. Efforts to overcome obstacles in the implementation of Pancasila values ​​through Extracurricular Adiwiyata in SMP Negeri 2 Madiun is to remind each other about the commitment among the school community together, rise an attitude consciousness of the environment to the school community and utilize vacant land as well as possible. Keywords: The Implementation, Pancasila Values, Adiwiyata Extracurricular.
IDENTIFIKASI KESULITAN GURU PKn DI SMA NEGERI 1 BALONGPANGGANG KABUPATEN GRESIK DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v1n4.p46-61

Abstract

Abstrak Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada peserta didik sesuai dengan kebutuhan. PKn mempunyai peran yang sangat penting dalam pembentukan karakter siswa di sekolah. Secara etimologis, mata pelajaran PKn merupakan program pengembangan individu. Secara aksiologis mata pelajaran ini bertujuan untuk pendewasaan peserta didik sebagai anggota masyarakat, warga negara. Komponen bangsa Indonesia. Mata pelajaran yang diharapkan dapat membentuk sikap dan karakter siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan – kesuitan yang dihadapi guru dalam mengimplementasikan model pembelajaran inovatif di SMA Negeri 1 Balongpanggang, Gresik. Penelitian ini pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan reduksi data, display data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan yang dihadapi guru PKn SMA Negeri 1 Balongpanggang yaitu : guru PKn kurang paham dan tidak menerapkan model pembelajaran inovatif, kesulitan dalam penilaian PKn, kesulitan pemilihan model pembelajaran, kesulitan menggunakan media, kesulitan tingginya nilai KKM, tingkat displin dan perhatian yang kurang. Sarana dan prasarana yang disediakan sekolah tidak digunakan guru PKn. Daya dan dukung tersedia di sekolah yang dapat diakses oleh guru dalam mengatasi kesulitan guru PKn adalah sebaiknya Kepala Sekolah memberikan kebijakan untuk menerapkan model pembelajaran inovatif dan mengikutsertakan para guru untuk mengikuti seminar, workshop, MGPM dan diklat tentang model pembelajaran inovatif. Kata kunci:Kesulitan guru, PKn, Model Pembelajaran Inovatif. Abstract Schools are formal educational institutions that provide the knowledge, skills and attitudes to students according to the need. PKN has a very important role in shaping the character of students in the school. Etymologically, the subjects Civics is an individual development program .In axiological these subjects aimed at maturing the students as members of society , citizens. Components of the Indonesian nation . Subjects that are expected to shape the attitude and character of students. This study aimed to describe the difficulties - kesuitan that teachers face in implementing innovative learning model in SMA Negeri 1 Balongpanggang , Gresik. This research is a qualitative approach with descriptive methods . Informants selected with purposive sampling technique.Data collection technique used observation , interview , and documentation.The data analysis using data reduction , data display , and conclusion. The results showed that the difficulties faced by teachers Civics SMA 1 Balongpanggang namely Civics teachers do not understand and do not apply an innovative learning model , difficulties in the assessment of Civics, difficulty learning model selection , the difficulty of using the media , KKM high difficulty value , the level of discipline and attention to less. Facilities and infrastructure provided unused school Civics teacher. Power and support available in schools that can be accessed by teachers in overcoming difficulties Civics teacher is the Principal should provide policies to implement innovative learning models and engage teachers to attend seminars , workshops , and training MGPM about innovative learning model . Keywords : Difficulty teacher , Civic education, Inovative Instruction  Model .

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue