cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
STRATEGI PENANGANAN PELANGGARAN LALU LINTAS DI WILAYAH JEMBATAN SURAMADU SURABAYA OLEH POLSEK NAMBANGAN
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p109-1022

Abstract

AbstrakPerkembangan teknologi di bidang transportasi cukup cepat, terutama kendaraan bermotor, namun seiring berkembangnya alat tarnsportasi kendaraan bermotor ini tidak di temani dengan kesadaran hukum oleh masyarakat, sehingga terjadi pelanggaran khususnya di sekitar Jembatan Suramadu Surabaya. Dari hal inilah dibutuhkan strategi penanganan pelanggaran Lalu Lintas oleh Polsek Nambangan Surabaya, sehingga mengurangi terjadinya pelanggaran dan kecelakaan Lalu Lintas. Permasalahan pokok pada penelitian ini adalah strategi penanganan pelanggaran Lalu Lintas oleh Polsek Nambangan Surabaya.Penelitian yang digunakan penelitian deskriptif kualitatif. Yaitu menggambarkan dan mendeskripsikan bagaimana strategi penanganan pelanggaran Lalu Lintas oleh Polsek Nambangan Surabaya. Tempat penelitian yang di gunakan di sekitar Jembatan Suramadu Surabaya, jenis data ada dua yaitu: data primer, dan data sekunder, teknik pengumpulan data meliputi wawancara, dan dokumen.Hasil penelitian, diketahui bahwa strategi penanganan pelanggaran Lalu Lintas oleh Polsek Nambangan Surabaya cukup maksimal. Strategi penanganan yang dilakukan oleh Polsek Nambangan ada 2 macam yaitu: secara preventif, dan secara represif, dengan strategi ini maka terjadi penurunan angka kecelakaan di area Jembatan Suramadu Surabaya pada tahun 2014 dibandingkan pada tahun 2013. Disarankan hendaknya polsek Nambangan Surabaya rajin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan ikut serta berpartisipasi dalam mengurangi kecelakaan Lalu Lintas di sekitar Jembatan Suramadu Surabaya.Kata kunci : Upaya Preventif, Upaya Represif, Strategi.AbstractDevelopment of tecnology in the field of transportation fast enought. Especially motor venicles, but as developing tools transportation motor venicle is no company with the awareness of the lawby the people, so going on of fanse especially around the bridge suramadu surabaya. Of the thing is it takes strategy to handling traffic violations by Polsek Nambangan Surabaya, so reduce it a violation and a traffic accident. Problems on the subject of this reseach is strategy handling traffic violations by Polsek Nambangan Surabaya.The research on the use of research deskriptif kualitatif, that illustrates and describes how the strategy handling traffic violations by Polsek Nambangan Surabaya. Place the research in use arround the bridge Suramadu Surabaya. Types of data three are 2 kinds of that: data primary and secondary data, the technique of gathering data included interviews and documents.The results of the research, it is know that strategy handling traffic violations by Polsek Nambangan Surabaya enough. Strategy handling is done by polsek Nambangan there are 2 kinds of that: in Preventif and in Repressive, with this strategy then it happened a decline in numbers was an accident of the bridge Suramadu Surabaya in the year 2014 in compare to the year 2013. Be advised three ought to Polsek Nambangan Surabaya industrious to raise awareness of the society and perticipate in reducing traffic accident around the bridge Suramadu SurabayaKey word: effort Preventif, effort Repressive, strategy.
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS PERHATIAN ORANGTUA DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK PADA SISWA KELAS VII SMP WAHID HASYIM 8 WARU TAHUN AJARAN 2014/2015
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p1023-1033

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan intensitas perhatian orangtua terhadap prestasi belajar anak pada siswa kelas VII SMP Wahid Hasyim 8 Waru tahun ajaran 2014/2015. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel bebas (independent variable), yaitu intensitas perhatian orangtua, dan satu variabel terikat (dependent variable), yaitu prestasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Wahid Hasyim 8 Waru sebanyak 120 siswa, sedangkan untuk sampelnya diambil sebanyak 30 siswa secara random. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah angket dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara intensitas perhatian orangtua dengan prestasi belajar anak pada siswa kelas VII SMP Wahid Hasyim 8 Waru tahun ajaran 2014/2015. Hubungan yang terjadi antara intensitas perhatian orangtua dengan prestasi belajar anak berada pada taraf ”sangat kuat” dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,807 atau 80,7%.Kata Kunci: intensitas perhatian orangtua, aktivitas belajar, prestasi belajarABSTRACTThis research aims to measure correlation between the intensity of parental attention on the children academic achievement in class VII SMP Wahid Hasyim 8 Waru academic year 2014/2015. In this research, there is one independent variable, ie the intensity of parental attention, and one dependent variable, ie learning achievement. This research is a correlational study using a quantitative approach. The population in this research were students of class VII SMP Wahid Hasyim 8 Waru as many as 120 students, while the sample was taken as many as 30 students at random. The technique used to collect data in this research was a questionnaire and documentation. Results of this research indicate that there is a relationship between the intensity of parental attention and children academic achievement in class VII SMP Wahid Hasyim 8 Waru academic year 2014/2015. The relationship between the intensity of parental attention and children academic achievement is at the level of "very strong" with a correlation coefficient of 0.807 or 80.7%.Keywords: intensity of parental attention, academic achievement
FAKTOR PENDORONG REMAJA MENGIKUTI BALAP LIAR DI JALAN KARANGMENJANGAN SURABAYA HARDIKA FARIZKY
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang faktor pendorong remaja mengikuti balap liar di jalan Karangmenjangan Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Informan penelititan adalah remaja tengah dengan usia lima belas - delapan belas tahun sebanyak enam orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, verifikasi data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong remaja mengikuti balap liar di jalan Karangmenjangan Surabaya antara lain, pemenuhan kebutuhan ekonomi, pemenuhan kebutuhan identitas diri dan pertemanan, pemenuhan kebutuhan keamanan, dan pemenuhan kebutuhan penerimaan diri di dalam masyarakat. Kata kunci : Faktor Pendorong, Remaja, Balap Liar, dan Pemenuhan Kebutuhan . Abstract This study to reason for describes the factors that encourage teenagers to follow wild race in Karangmenjangan road Surabaya. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection technique used observation and interviews. The informants were middle adolescents aged fifteen - eighteen years as many as six people. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and data verification conclusion. The results showed the factors that encourage teenagers to follow wild race in Karangmenjangan road Surabaya among others, the fulfillment of economic needs, fulfilling the needs of self-identity and friendship, fulfillment of security needs, and meeting the needs of self-acceptance in society. Keywords : Factors that encourage, Teenagers, Wild Race, and Fulfillment
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN KORBAN HUMAN TRAFFICKING DI YAYASAN EMBUN SURABAYA MUHAMMAD ALFAN QOMARI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v2n3.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap strategi pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Embun Surabaya dalam memberdayakan perempuan serta anak perempuan yang menjadi korban human trafficking serta kekerasan seksual. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif-kualitatif. Informan penelitian dalam penelitian ini adalah ketua Yayasan, Staff divisi advokasi serta pendamping. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini mengacu pada model analisis interaktif yang diajukan Huberman dan Miles, dengan tahapan: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, Aktivitas pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Embun Surabaya kepada korban human trafficking serta eksploitasi seksual khususnya bagi anak-anak dan perempuan diwujudkan dalam berbagai program kegiatan yang diselenggarakan di Yayasan Embun Surabaya. Program pemberdayaan yang dilakukan Yayasan Embun Surabaya dilakasanakan sendiri di tempat yayasan serta di tempat lain bekerja sama dengan pihak atau lembaga lain baik dari pemerintahan ataupun non pemerintahan. Pemberdayaan tersebut adalah sebagai berikut, menampung korban, memberikan penanganan medis, pemberdayaan psikologis dan psikososial, penguatan pendidikan, pemberdayaan ekonomi. Kata Kunci: Pemberdayaan, Human trafficking Abstract The aim of this study is to reveal the strategy empowerment Embun Surabaya Foundation in empowering women and girls who are victims of human trafficking and sexual exploitation. This research is qualitative descriptive. The technique used to collect data in this study were interviews, observation and documentation. Analysis of the data in this study refers to an interactive analysis model proposed Huberman and Miles, with the stages: data reduction, data presentation, and conclusion. Based on this research, empowerment Activities Embun Surabaya Foundation to victims of human trafficking and sexual exploitation, especially of children and women embodied in various program activities held at the Embun Surabaya Foundation. Empowerment program Embun Surabaya Foundation conducted itself in a foundation as well as in other places in cooperation with other institutions either party or from government or non-governmental. Empowerment is as follows, accommodating victims, providing medical treatment, psychological and psychosocial empowerment, strengthening education, economic empowerment. Keywords: Empowerment, Human trafficking
ORIENTASI POLITIK PEMILIH PEMULA DALAM PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2014 (STUDI PADA MAHASISWA S1 PPKn ANGKATAN 2013 UNESA)
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1064-1078

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui orientasi politik pemlih pemula mahasiswa S1 PPKn angkatan 2013 Unesa pada pemilu legislatif.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner. Responden penelitian sebanyak 57 mahasiswa.Kuesioner digunakan untuk mengetahui prosentase orientasi politik mahasiswa S1 PPKn angkatan 2013 Unesa.Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa orientasi politik mahasiswa  S1 PPKn terbagi menjadi lima kategori yaitu figur politik sebesar 80%, persamaan agama dan keyakinan 47%, memberikan keuntungan pribadi 40%, lingkungan pergaulan 36,36% dan iklan politik 20%. Kata Kunci: Pemilih pemula, Pemilu Legislatif, Orientasi Politik..   Abstract The main purpose of this research is to study the political orientation from 2013 UNESA S1 PPKn student in the legislative election. This research using quantitative descriptive approach, the method for collecting data that used is questioner. Population of this research are 57 student. The questioner method is used to measure the political orientation of 2013 UNESA S1 PPKn student. The result of this research showed that the political orientation of this student were divided into five category which are 80% for political figure, 47% for the same religion, 40% for personal profit, 36.36% for their society and 20% for political advertisement.. Keywords: young voters, legislative election, political orientation.
HAMBATAN YANG DIHADAPI GURU PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DALAM MENERAPKAN KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI SE-KABUPATEN LAMONGAN Ahmad Dani Iswantoro; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1079-1093

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan tentang hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam menerapkan kurikulum 2013. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam menerapkan kurikulum 2013 di SMP Negeri se-Kabupaten Lamongan. Subjek penelitian ini adalah guru PPKn di SMP Negeri se-kabupaten Lamongan yang menjadi Pilot Project pengembangan kurikulum 2013. Pendekatan dan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah angket dan wawancara. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif presentase. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Hambatan yang dihadapi antara lain adalah mengembangkan silabus secara mandiri sebanyak 72,2% guru, mengembangkan RPP secara mandiri sebanyak 50% guru, menyusun kegiatan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan ilmiah sebanyak 22,2% guru, mengembangkan indikator pencapaian pada setiap KD sebanyak 22,2% guru, menguasai berbagai macam model pembelajaran sebanyak 55,6% guru, melakukan penilaian afektif sebanyak 45,8% guru, melakukan penilaian psikomotor sebanyak 38,9% guru, memotifasi keaktifan siswa 44,4% guru, dan mengoperasikan media teknologi sebanyak 27,8% guru. 2) Upaya mengatasi hambatan kurikulum 2013 dengan melakukan diskusi dengan guru PPKn melalui MGMP, mengikuti seminar/ lokakarya mengenai kurikulum 2013, memanfaatkan silabus yang telah dibuat pemerintah, dan mempelajari serta memahami berbagai macam model pembelajaran. Kata Kunci: Hambatan, Guru PPKn, Kurikulum 2013. Abstract This research reveals about the obstacles that is faced by civic education teachers in implementing the 2013 curriculum. The purpose of this research is analyzing the civic education teachers obstacles that is faced in implementing the 2013 curriculum in secondary schools throughout the Lamongan district. The subjects were secondary schools civic education teachers throughout the Lamongan district which is being a Pilot Project of 2013 curriculum implementation. The approach and design of this research is quantitative descriptive. Data collection method in this study was a questionnaire and interviews. Data analyzing techniques in this research is descriptive percentage. These results indicate that: 1) the Obstacle among others are developing independently syllabus as much as 72,2% of teachers, developing lesson plans independently as much as 50% of teachers, organizing learning activities using a scientific approach as much as 22,2% of teachers, developing indicators of achievement in each based competence as much as 22,2 % of teachers, mastering a variety of learning models as much as 55,6% of teachers, making an affective assessment as much as 45,8% of teachers, making a psychomotor assessment as much as 38,9% of teachers, motivating students activeness as much as 44.4% of teachers, and operating the technology media as much as 27.8% of teachers. 2) the efforts to overcome the 2013 curriculum obstacles by discussing with civic education teachers through MGMP, following the 2013 curriculum workshops, utilizing the syllabus that has been made by the government, and learning and understanding the wide variety of learning models. Keyword: Obstacles, Civic Education Teacher, 2013 curriculum.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PPKN DALAM PEMBENTUKAN SIKAP TOLERANSI SISWA DI SMK NEGERI 4 MADIUN Amini Amini; Suharningsih Suharningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1094-1112

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru PPKn dalam pembentukan sikap toleransi siswa di SMK Negeri 4 Madiun sebagai upaya menumbuhkan kesadaran pentingnya bertoleransi, (2) mendeskripsikan faktor yang menjadi penghambat strategi pembelajaran guru PPKn dalam pembentukan sikap toleransi siswa di SMK Negeri 4 Madiun. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif. Lokasi penelitian di SMK Negeri 4 Madiun. Informan pada penelitian ini adalah guru PPKn serta siswa kelas XI. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) strategi pembelajaran guru PPKn dalam pembentukan sikap toleransi siswa dengan: (a) Strategi pembelajaran Cooperative Learning model Group Investigasion, Think Pair and Share, Debate, Numbered Head Together dengan metode diskusi. (b) Strategi Pembelajaran Inquiri melalui metode diskusi dan tanya jawab. Untuk menerapkan kedua strategi pembelajaran tersebut menggunakan pola pembiasaan dan modeling. (2) Faktor penghambat strategi pembelajaran guru PPKn dalam pembentukan sikap toleransi siswa pada pola pembiasaan yaitu kurangnya kesadaran secara pribadi dalam diri siswa untuk membiasakan bersikap toleransi dan pembiasaan pengelolaan lingkungan non fisik sekolah yang belum optimal. Sedangkan faktor penghambat pada modeling berasal dari pengaruh teman sebaya yang kurang mengendalikan diri, orangtua yang kurang memberikan teladan dan memperhatikan sikap anak, serta lingkungan masyarakat belum memberikan contoh bersikap toleransi. Kata Kunci: Strategi Pembelajaran Guru PPKn, Sikap Toleransi.   Abstract The purpose in this research is (1) describe Civics Education’s Teacher learning strategies in the formation of student’s tolerance attitude in SMKN 4 Madiun as an effort to raise awareness of the importance of tolerance, (2) describes inhibiting factor Civics Education’s Teacher learning strategies in the formation of student’s tolerance attitude in SMKN 4 Madiun. This study uses a qualitative research method. Research sites in SMKN 4 Madiun. Informants in this study were Civics Education’s Teacher and students of XI class. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed that (1) Civics Education’s Teacher use learning strategies in the formation of student’s tolerance attitude to:  (a) learning strategy model of cooperative learning group investigation, Think Pair and Share, Numbered Head Together with the method of discussion. (b) Inquiry Learning Strategies through methods such as discussion and question and answer. To apply both of these learning strategies using the pattern of  habituation and modeling. (2) Factors inhibiting learning strategies Civics Education’s teachers in the formation of students tolerance on the pattern of habituation is the lack of personal awareness in students to familiarize be tolerant and non-physical habituation school environmental management is not optimal. While inhibiting factor in modeling derived from the influence of peers who are less self-controlled, parents are less exemplify attitudes and attention of children, and society remains low to give an example being tolerance. Keywords: Civics Education’s Teacher Learning Strategies, Tolerence Attitude.
GAYA BERBUSANA MAHASISWI PENGGUNA JILBAB PEMULA DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Diah Ainin Budiarti; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1113-1129

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang gaya berbusana mahasiswi pengguna jilbab pemula di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya. Gaya berbusana mahasiswi pengguna jilbab pemula di dalam penelitian ini adalah model pakaian, model jilbab, dan aksesoris yang dikenakan oleh mahasiswi yang berjilbab di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Surabaya pada saat mengikuti perkuliahan di kampus maupun kegiatan organisasi kemahasiswaan. Mahasiswi pengguna jilbab pemula yang dimaksud dalam penelitian ini adalah mahasiswi tersebut telah menggunakan jilbab selama kurang dari sama dengan satu tahun (≤ 1 tahun). Adapun teori yang digunakan adalah teori intensionalitas dari Edmund Husserl. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis model interaktif dari Huberman dan Miles. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan berjumlah enam mahasiswi yang bergaya busana berjilbab di FIS UNESA maksimal selama satu tahun yang memenuhi kriteria sebagai informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor dominan memengaruhi pemilihan gaya busana mahasiswi pengguna jilbab pemula yaitu pertama faktor fisik, faktor ekonomi, dan faktor sosial. Hal tersebut membuktikan bahwa konsep intensionalitas bawaan Husserl dialami oleh para informan. Mereka dalam memilih gaya busana yang dikenakan memiliki intended meaning (makna yang dimaksudkan) kepada suatu objek yang dituju. Kata kunci : gaya berbusana, mahasiswi pengguna jilbab, jilbab pemula   Abstract This research about the female students fashion styles veil beginner users in the Faculty of Social Science, State University of Surabaya. Female students fashion styles veil beginner users in this research is clothes models , veil model, and accessories worn by veiled female students in the Faculty of Social Sciences, State University of Surabaya at the time following the lecture on campus and student organization activities. Female students veil beginner users referred to in this research is the female students had used the veil for less than and equal to one year (≤ 1 year). The theory used is intentionality theory from Edmund Husserl The research approach used in this research is a qualitative research with phenomenological research design. Data analysis techniques in this research used an interactive model analysis techniques of Huberman and Miles. Data collection technique used observation, interviewdepth interviews and documentation. Informants consist of six female students veiled fashion style in the FIS UNESA maximum of one year who meet the criteria as an informant. Research results indicate that the dominant factors influencing the selection of female students fashion style veil beginner users are the first is physical factor, economic factor, and social factors. It is proved that the concept of intentionality from Edmund Husserl experienced by the informants. They in choosing fashion style used has intended meaning to a target object. Keywords : style of dress, student users veil, veil beginners  
PENEGAKAN KEDISIPLINAN SISWA PASCA REGROUPING SEKOLAH DI SMK NEGERI 12 SURABAYA Andian Indah Prastiwi; Harmanto Harmanto
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1130-1144

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengukur penegakan kedisiplinan siswa pasca adanya regrouping sekolah di SMK Negeri 12 Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penegakan kedisiplinan siswa pasca regrouping sekolah di SMK Negeri 12 Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Behaviorisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di SMK Negeri 12 Surabaya yang merupakan sekolah hasil gabungan antara SMK Negeri 9 Surabaya dan SMK Negeri 11 Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan rumus skor interval. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, penegakan kedisiplinan siswa pasca regrouping sekolah di SMK Negeri 12 Surabaya yang dianalisis melalui lima aspek penegakan kedisiplinan antara lain, (1) kedisiplinan dalam menaati tata tertib sekolah, (2) kedisiplinan dalam menaati waktu, (3) kedisiplinan dalam menaati pembelajaran, (4) Pemberian sanksi, dan (5) Kerjasama serta tindak lanjut guru dan orang tua siswa masing-masing aspeknya memiliki kesamaan kategori penegakan kedisiplinan yakni, cukup baik. Perolehan skor secara keseluruhan dari lima aspek tersebut berjumlah 97,39 sehingga penegakan kedisiplinan siswa pasca regrouping sekolah di SMK Negeri 12 Surabaya secara keseluruhan memiliki kategori cukup baik. Kata Kunci: penegakan kedisiplinan, regrouping sekolah, siswa Abstract This research about quantify of enforce discipline after regrouping school students in SMK Negeri 12 Surabaya. The purpose of this research is to know about enforce discipline after regrouping school students in SMK Negeri 12 Surabaya. The theory used for this research is Behaviorism theory. This research used a descriptive quantitative methods. This research was conducted in SMK Negeri 12 Surabaya, this school is combined result of SMK Negeri 9 Surabaya and SMK Negeri 11 Surabaya. The technique of collecting data using observation, questionnaries, interview, and documentation then analyzed with interval score pattern. Based on the results of data analysis, it can be concluded: the enforcement of discipline after regrouping school students in SMK Negeri 12 Surabaya was good enough. It was analyzed through the five aspects of the enforcement of discipline among others, (1) discipline in obeying the school rules, (2) discipline in keeping the time, (3) discipline in keeping the implementation of learning, (4) giving punishment to students, and (5) cooperation and follow-up of teachers with parents that each aspect have in common categories namely the enforcement of discipline. The result of overall score of five aspects is 97,39, so the enforcement of discipline after regrouping school students in SMK Negeri 12 Surabaya overall included was good enough category. Key Words: enforce discipline, regrouping school, student
JARINGAN SOSIAL ANAK JALANAN DI TERMINAL PURABAYA, KECAMATAN WARU, KABUPATEN SIDOARJO Amalia Fatma Pitaloka; Sarmini Sarmini
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1145-1159

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara membangun jaringan sosial pada anak jalanan, mendeskripsikan bentuk jaringan social anak jalanan, serta untuk mendeskripsikan faktor dominan yang mempengaruhi dalam membangun jaringan sosial pada anak jalanan di Terminal Purabaya, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Data diperoleh dengan menggunakan teknik observasi dan wawancara. Observasi dalam penelitian ini digunakan untuk mengamati gejala-gejala yang terwujud dalam kehidupan sehari-hari dari anak jalanan. Wawancara dengan pedoman kepada anak jalanan digunakan untuk mendapatkan data terkait jaringan sosial anak jalanan dimulai dari cara membangun jaringan sosial, bentuk dan faktor yang mempengaruhi dalam membangun jaringan sosial pada anak jalanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa di dalam jaringan sosial anak jalanan di Terminal Purabaya terdapat tiga peran, yaitu ketua jaringan (ibuk’e Yogi), pihak perekrut (mas Rohman), dan anggota jaringan (arek-arek). Cara membangun jaringan sosial anak jalanan di Terminal Purabaya dimulai dari mas Rohman melakukan pengamatan terhadap anak jalanan yang dia temui kemudian dilanjutkan pendekatan dengan cara menemui secara langsung untuk menjalin keakraban serta membangun kepercayaan agar mau bergabung ke jaringan sosial tersebut. Bentuk jaringan sosial dalam penelitian ini jika di analisis menurut sebuah teori jaringan sosial dari Barnes ada 7 simpul yang merupakan perwujudan dari orang dan solidaritas sebagai ikatannya yang terhubung pada simpul-simpul tersebut serta memiliki bentuk gambar jaringan yang kombinasi dari jaringan memusat dan jaringan titik. Sedangkan berdasarkan Teori Fenomenologi dari Huzzerl faktor dominan  yang mempengaruhi dalam membangun jaringan sosial pada anak jalanan di Terminal Purabaya adalah tercukupinya kebutuhan sehari-hari seperti sandang, pangan dan papan. Kata kunci: Jaringan Sosial, Anak Jalanan, Fenomenologi Huzzerl   Abstract The aim of this research was to describe the way of building street children’s social network in Purabaya Terminal, Waru, Sidoarjo and the shape of this social network as well as the dominant influence in building it. The method of this research was descriptive qualitative while the design was phenomenology. Data were obtained by direct observation and interview to the street children. Observations in this study were focused on the clues that indicate the existence of social network within street children. Interview was performed to get a closer look into the social network it self. The results showed that there were three main roles in the social network of street children in Purabaya, chairman of the network (Ibuk’e Yogi), recruiters (Mas Rohman) and member of the network (arek-arek). How this social network formed started from Mas Rohman observed street children whom he met and meet them directly to get closer also build trust so that they were willing to join the network. Shape of social networks in this study according to a social network theory of Barnes there were 7 nodes represented people and solidarity as its bondage. Meanwhile, the dominant factor affecting in building a social network on street children in Purabaya Terminal was fulfillment of daily needs such as clothing, food and shelter. Keywords: Social Network, Street Children, Huzzerl Phenomenology

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue