cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
POLA PENGGUNAAN BEASISWA BIDIKMISI PADA MAHASISWA DI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA ANGKATAN TAHUN 2011 Qhoirun Putri Rahayu; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1160-1174

Abstract

abstrak Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan pola penggunaan beasiswa bidikmisi pada mahasiswa di Fakultas Ilmu Sosial angkatan tahun 2011. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Responden dalam penelitian ini yaitu mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi di Fakultas Ilmu Sosial angkatan tahun 2011. Berdasarkan hasil penelitian mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi di Fakultas Ilmu Sosial angkatan tahun 2011 menggunakan dana beasiswa bidikmisi tersebut untuk memenuhi kebutuhan akademik/kurikuler dan kebutuhan non-akademik/non-kurikuler. Mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi di Fakultas Ilmu Sosial menggunakan dana beasiswa bidikmisi untuk kebutuhan akademik/kurikuler digunakan untuk memenuhi kebutuhan prasarana pembelajaran, kebutuhan rutin pembelajaran, dan kebutuhan  kemahasiswaan/organisasi yaitu sebesar 76,24%. Penggunaan beasiswa bidikmisi untuk kebutuhan non-akademik/non-kurikuler digunakan untuk pemenuh kebutuhan sehari-hari, untuk kebutuhan pakaian/fashion, untuk kebutuhan transportasi, untuk kebutuhan hiburan/rekreasi dan untuk kebutuhan keluarga di kampung yaitu sebesar 23,76%.  Mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi di Fakultas Ilmu Sosial angkatan tahun 2011 menggunakan sebagaian besar dana beasiswa bidikmisi untuk kebutuhan  akademik/kurikuler dan sebagaian digunakan untuk memenuhi kebutuhan non-akademik/non-kurikuler. Kata Kunci : Beasiswa bidikmisi, Pola penggunaan   Abstract The aim of this study is to describe patterns of use bidikmisi scholarships to students in the Faculty of Social Sciences force in 2011. The theory used in this research is to use the theory of Abraham Maslow's Hierarchy of Needs. The method used in this research is quantitative descriptive. Informants in this study are scholarship students in the Faculty of Social Sciences bidikmisi force in 2011. Data was collected using a questionnaire. Based on the results of the research scholarship students at the Faculty of Social Sciences bidikmisi force in 2011 using the bidikmisi scholarship funds to meet the needs of the academic/curricular and needs of non-academic/curricular. Scholarship recipients at the Faculty of Social Sciences bidikmisi use bidikmisi scholarship fund for the needs of academic/curricular used to meet the infrastructure needs of learning, the learning routine needs, and the needs of the student/organization amounted to 76.24%. Use bidikmisi scholarship to the needs of non-academic/curricular used for fulfilling the daily needs, to the needs of clothing/fashion, for transportation needs, for entertainment/ recreation and for family needs amounted 23,76%. Bidikmisi scholarship recipients at the Faculty of Social Sciences force in 2011 using large part bidikmisi scholarship fund for the needs of academic/curricular and in part used to meet the needs of non-academic/non-curricular. Keywords: Scholarship bidikmisi, usage patterns
STRATEGI GURU DALAM MEMBENTUK KARAKTER ANAK TUNADAKSA DI SEKOLAH SEMESTA LHUAR BIASA KABUPATEN MOJOKERTO Haniyatur Rohiva; Rr. Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1175-1196

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam membentuk karakter anak tunadaksa di Sekolah Semesta Lhuar Biasa Desa Kedungmaling Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di Sekolah Semesta Lhuar Biasa Desa Kedungmaling Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto. Informan penelitian ini ada 5 orang. Yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah sebagai informan kunci yang selanjutnya adalah guru yang terlibat langsung mengajar anak tunadaksa. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif,. Metode pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data di analisis menggunakan model interaktif dengan  cara mengumpulkan data, reduksi data atau pengolahan data, penyajian data, pemaparan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan:  strategi guru dalam membentuk karakter anak tunadaksa adalah memberikan keteladanan yang baik agar dapat menjadi contoh bagi anak tunadaksa, memberikan pembiasaan, dengan adanya pembiasaan di sekolah maka anak tunadaksa akan terbiasa dengan yang di ajarkan, menjalin komunikasi yang baik, memberikan nasihat dan teguran kepada anak tunadaksa yang berbuat tidak baik, memberikan hadiah atau reward bagi siswa yang berprestasi.   Kata kunci: Strategi Guru, Membentuk Karakter, Anak tunadaksa   Abstract This research about to describe the strategy of teachers in shaping the character of children with physical disabilities in the school of Semesta Lhuar Biasa kedungmaling village Sooko districts Mojokerto regency. This research is qualitative. The location of this research is in the school of Semesta Lhuar Biasa kedungmaling village Sooko districts Mojokerto regency. The informants in this research were the principal as the next key informants are involved directly teachers who teach children with physical disabilities. This type of research is descriptive qualitative. Data were collected by using interview, observation and documentation. The data was analyzed using an interactive model by collecting data, data reduction or data processing, data presentation, presentation, and drawing conclusions. The results showed: the strategy of teachers in shaping the character of children with physical disabilities is to provide exemplary, giving habituation of children with physical disabilities, establish good communication, giving advice and warning to children with physical disabilities who do no good, give a gift or reward for students who excel.Keywords: Strategy Teacher, Shaping Character,  Child quadriplegic.
KONSEP DIRI PELAKU DAN KORBAN BULLYING PADA SISWA SMP NEGERI 1 MOJOKERTO Ayu Puspita Sari; Oksiana Jatiningsih
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1194-1209

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep diri pelaku dan korban bullying pada siswa di SMP Negeri 1 Mojokerto. Teori yang digunakan adalah teori self. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian berada di SMP Negeri 1 Mojokerto. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan konsep diri antara pelaku dan korban bullying. Pelaku bullying cenderung dilakukan oleh anak laki-laki sedangkan pada korban bullying lebih cenderung pada anak perempuan. Pada pelaku bullying cenderung pada konsep diri negatif. Pada pelaku bullying sulit untuk mengakui perbuatannya yang salah, terlalu percaya diri, dan kurang mampu mengungkapkan perasaannya dengan cara yang wajar. Korban bullying cenderung memiliki konsep diri positif. Korban bullying setelah mendapatkan perilaku bullying merasa sedih, kemudian dia menilai kekurangan pada dirinya yang menyebabkan dirinya dibully dan mencoba untuk memperbaiki kekurangannya sehingga terdapat perubahan yang lebih baik dalam diri korban bullying. Berdasarkan hasil penelitian konsep diri dipengaruhi oleh orang tua, teman sebaya, lingkungan, pengalaman, dan proses belajar. Kata Kunci: Konsep diri, bullying, pelaku bullying, korban bullying.   Abstract This study aimed to describe self concept of the criminal and victims bullying in SMP Negeri 1 Mojokerto. This study used self theory in its application. In terms of methodology, this study was a deccriptive qualitative. The data was collected through observation, interview, and documentation and it was analyzed by the proposal from Miles and Huberman. The result of this study show that there was a distinction between self concept of the criminal and vicitims of bullying. What is more, there was a tendency that male student acted as the criminal while female students became the injured party. The criminal tend to have the negative sides. The criminal tend hardly to say the truth, act confidently, and express the idea improperly. The victims of bullying tend to have a positive self concept since they were put in the pressure and felt depressed, and then from bullying its self they were able to encourage themselves to perform better. In addition, the concept of self concept was also influenced by the role of parents, peer, environment, experience, and learning process. Keywords: Self concept, bullying, the criminal of bullying, the victims of bullying.
PERANAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBERDAYAAN PETANI AGRIBISNIS DESA MEDANG KABUPATEN LAMONGAN Hikmatul Fauziah; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1210-1227

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang peranan dalam pemberdayaan kelompok tani di bidang usaha agribisnis yang dilakukan oleh pemerintah desa. Penelitian ini dilakukan di desa Medang kecamatan Glagah kabupaten Lamongan sebagai satu-satunya desa yang mengembangkan usaha di bidang agribisnis dengan menggunakan pendekatan kualitaitif deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu empat pemerintah desa yang terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, kepala saksi ekonomi dan pembangunan, dan ketua lembaga pemberdayaan masyarakat, dan tiga ketua kelompok tani yang benar-benar mengetahui program kegiatan yang diselenggarakan pemerintah desa. Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitan ini yaitu bahwa peranan pemerintah desa kepada kelompok tani melalui klinik konsultasi agribisnis (KKA). Program kegiatan pemerintah desa pada kelompok tani meliputi : Pemberian kemandirian melalui keaktifan dan kreatifitas petani dalam usaha agribisnis, Pemberian informasi melalui sosialisasi dalam rapat dan berbagai cara seperti tatap muka langsung (face to face), SMS, blog, brosur dan lain sebagainya, Pemberian motivasi melalui berbagai kegiatan motivasi dan kunjungan kerja dari berbagai dinas pertanian, partai politik dan kelompok tani dari desa-desa lain, Pemberian kerja sama melalui berbagai kerja sama dengan berbagai tempat produksi, pasar, KUPT kecamatan, bank jatim, dan penyedia bibit-bibit pertanian, Pengelolaan hasil produksi melalui pembibitan, penjualan dan pemasaran hasil produksi ke pasar dan para tengkulak. Selain itu pemerintah desa juga terlibat dalam pengelolaan pemasukan kas desa yang diperoleh dari usaha agribisnis dalam pemasukan anggaran pendapatan belanja desa (APB-Des). Kata Kunci: Pemerintah Desa, Pemberdayaan Kelompok Tani, Usaha Agribisnis   Abstract This study reviews the role in the empowerment of farmer groups in the fields of agribusiness committed by the village administration. This research was conducted in the village of Lamongan district Glagah Medang districts as the only village that develop business in agribusiness by using descriptive kualitaitif approach. Informants in this study are four village governments composed of village head, village secretary, the head of the witness economics and development, and chairman of community development organizations, and the third head of the group of farmers who really know the program of activities organized by the village government. Data was collected using observation, interviews and documentation. Results of this research is that the role of the village government to the farmer groups through consultation clinic agribusiness (KKA). Program of government activities in the village farmer groups include: Provision of independence through the liveliness and creativity of farmers in agribusiness, information provision through socialization in meetings and a variety of ways such as face to face, SMS, blogs, brochures and so forth, Giving motivation through various activities of motivation and working visits of various agricultural agencies, political parties and farmer groups from other villages, Giving cooperation through cooperation with various production sites, markets, KUPT districts, jatim banks, and providers of agricultural seeds, management of production through breeding, sale and marketing of products to the market and the middlemen. In addition the village government is also involved in the management of rural cash income derived from agribusiness in village government budget revenues (APB-Des). Keywords: Village Government, Empowerment of Farmers Group, Agribusiness
TINGKAT TANGGUNG JAWAB SISWA SMP NEGERI 1 SIDOARJO SETELAH PENERAPAN BUILDING LEARNING POWER (BLP)
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1228-1243

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengungkapkan tentang tingkat tanggung jawab siswa SMP Negeri 1 Sidoarjo setelah penerapan Building Learning Power (BLP). Rendahnya tanggung jawab pada diri siswa akan berdampak pada terbentuknya perilaku-perilaku menyimpang dalam bentuk pelanggaran-pelanggaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengukur tanggung jawab siswa di SMP Negeri 1 Sidoarjo setelah penerapan Building Learning Power (BLP). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket, dan wawancara, dianalisis melalui distribusi frekuensi dan dideskripsikan. Berdasarkan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan: Tingkat tanggung jawab siswa setelah penerapan Building Learning Power (BLP) di SMP Negeri 1 Sidoarjo secara keseluruhan dianalisis melalui lima indikator tanggung jawab siswa antara lain, tanggung jawab siswa terhadap tata tertib sekolah, tanggung jawab siswa terhadap peraturan kelas, tanggung jawab siswa terhadap kegiatan belajar di sekolah, tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas kelompok, dan tanggung jawab siswa terhadap kegiatan belajar di rumah. Skor rata-rata yang diperoleh dari hasil kelima aspek tersebut yakni 3,30 yang artinya dapat dikategorisasikan bahwa tingkat tanggung jawab pada diri siswa sangat tinggi. Apabila dilihat berdasarkan dari hasil angket tanggung jawab persiswa dapat diperoleh hasil sebagai berikut: sebanyak 4% siswa didominasi dengan kategori cukup tanggung jawab, 32% siswa dikategorisasikan memiliki sikap tanggung jawab, dan sebanyak 64% siswa dikategorisasikan memiliki sikap sangat tanggung jawab. Kata Kunci: Tanggung jawab siswa, Building Learning Power   Abstract This study reveals about the degree of responsibility of students of SMP Negeri 1 Sidoarjo after application of the Building Learning Power (BLP). Lack of responsibility on the student will have an impact on the formation of deviant behaviors in the form of violations. The purpose of this study was to measure the student's responsibility in SMP Negeri 1 Sidoarjo after application of Building Learning Power (BLP). This research is quantitative descriptive. Data was collected using questionnaires, and interviews, analyzed through frequency distribution and described. Based on the data analysis we can conclude: The level of responsibility of the students after the application of Building Learning Power (BLP) in SMP Negeri 1 Sidoarjo overall analyzed through five indicators of responsibility of students, among others, the responsibility of the student to the school rules, the student's responsibility to regulation class, student responsibility for learning activities at school, the student's responsibility in the task group, and student responsibility for learning activities at home. The average score obtained from the five aspects namely 3.30 which means it can be categorized that level of responsibility on students is very high. Based on the results of the questionnaire on responsibility, can be obtained that: 4% of students have enough responsibility category, 32% of students are categorized to have an attitude of responsibility, and 64% of students are categorized to have highly responsibility. Keywords:  students’ responsibility, Building Learning Power.
POLA ASUH ORANG TUA DALAM KELUARGA MILITER ASRAMA BATALYON INFANTRI LINTAS UDARA 503 DI KECAMATAN MOJOSARI KABUPATEN MOJOKERTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1244-1258

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh orang tua yang diterapkan pada anak keluarga militer Asrama Batalyon Infantri Lintas Udara 503 di Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Asrama Batalyon Infantri Lintas Udara 503 Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Informan pada penelitian ini adalah orang tua yang mempunyai anak usia (6-12 tahun) dan tinggal didalam lingkungan asrama. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Pola Asuh yang dikemukakan oleh Diana Baumrind yang terdiri dari tiga tipe pola asuh yaitu Pola Asuh Authoritarian, Authoritative dan Permissive. Hasil penelitian menunjukan bahwa pola asuh yang digunakan orang tua dalam keluarga militer yaitu pola asuh Authoritarian dan Authoritative. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang pekerjaan orang tua sebagai anggota TNI-Angkatan Darat. Meskipun latar belakang pekerjaan sebagai TNI-Angkatan Darat bersifat kemiliteran/ Authoritarian akan tetapi para orang tua juga menggunakan pola asuh Authoritative. Kata Kunci: Pola Asuh, Anak, Keluarga Militer   Abstract This study aimed to describe parenting parents applied to the children of military families Boarding Airborne Infantry Battalion 503 in District Mojosari Mojokerto. This research method using qualitative research with descriptive type. Research location in Dormitory Battalion 503 Airborne Infantry Mojosari District of Mojokerto. Informants in this study is parents who have children ages (6-12 years) and stayed in a hostel environment. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data were analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion. Further, the researcher used the theory about caring pattern purposed by Diana Baumrind which consists of three types of caring pattern, namely Authoritarian caring, Democracy and Permissive. The results showed that caring pattern used in a military family that is democratic and authoritarian caring. It is influenced by job background of the parents as the members of Indonesian National Armed Forces-Army (TNI-AD). However, although their job background have characteristic as a military-paramilitary Army / authoritarian, the parents also use the democratic caring. Keywords: Caring pattern, children, military
PERANAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 GEDANGAN KECAMATAN GEDANGAN KABUPATEN SIDOARJO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1259-1274

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengungkapkan tentang peranan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 2 Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Kepala sekolah bertanggung jawab atas semua kegiatan sekolah, yang nantinya akan mempengaruhi prestasi belajar siswa. Namun, kepala sekolah banyak disibukkan dengan tugas administratif di luar sekolah sehingga kepala sekolah tidak memfokuskan pada kepemimpinan pembelajaran Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan peranan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 2 Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori kepemimpinan transformasional Bernard M. Bass. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian di SMP Negeri 2 Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Responden dalam penelitian ini adalah 1 kepala sekolah dan 60 guru di SMP Negeri 2 Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Data dikumpulkan dengan menggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian, menunjukkan bahwa peranan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran di SMP Negeri 2 Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo sebanyak 74,58%, jadi dapat disimpulkan bahwa, kepala sekolah sangat berperan sebagai pemimpin pembelajaran dalam meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 2 Gedangan Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Kata Kunci: Peranan Kepala Sekolah, Pemimpin Pembelajaran, dan Kinerja Guru Abstract This study reveals the role of the principal as instructional leader in improving teacher performance in SMP Negeri 2 Gedangan Gedangan District of Sidoarjo. The school principal is responsible for all school activities, which will affect student achievement. However, the principal much occupied with administrative tasks outside the school so that the principal does not focus on instructional leadership purpose of this study is to describe the role of the principal as instructional leader in improving teacher performance in SMP Negeri 2 Gedangan Gedangan District of Sidoarjo. The theory used in this research is the theory of transformational leadership of Bernard M. Bass. The method used in this research is quantitative descriptive. Research location in SMP Negeri 2 Gedangan District of Gedangan Sidoarjo. Respondents in this study is the first principals and 60 teachers at SMPN 2 Gedangan Gedangan District of Sidoarjo. Data was collected using questionnaires and interviews. Results of the study, suggesting that the role of the principal as instructional leader in SMP Negeri 2 Gedangan subdistrict of Sidoarjo regency Gedangan as much as 74.58%, so it can be concluded that the headmaster was instrumental as instructional leader in improving teacher performance in SMP Negeri 2 Gedangan District of Gedangan District Sidoarjo. Keywords: Role of the Principal, Leader of Learning, and Teacher Performance
STRATEGI SEKOLAH DALAM MENGATASI SISWA YANG MELAKUKAN PELANGGARAN TATA TERTIB SEKOLAH DI SMA MUHAMMADIYAH 1 BABAT KABUPATEN LAMONGAN
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1275-1290

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi sekolah dalam mengatasi siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah di SMA Muhammadiyah 1 Babat Kabupaten Lamongan. Penelitian ini merupakan penelitian diskrptif kualitatif. Lokasi penelitian ini adalah di SMA Muhammadiyah 1 babat Kabupaten Lamongan. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah sebagai informan kunci, koordinator kesiswaan dan koordinator Bimbingan dan Konseling yang mengetahui dan paham tata tertib sekolah. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Data di analisis menggunakan model interaktif dengan reduksi data atau pengolahan data, penyajian data, pemaparan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan:  strategi sekolah dalam mengatasi siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib sekolah adalah memberikan nasehat, memberikan hukuman seperti membersihkan halaman sekolah dan sholat dhuha. Kinerja guru lebih di optimalkan tidak hanya memberi pelajaran, mencari penyebab pelanggaran, adanya keterlibatan orang tua dalam menangani setiap pelanggaran siswa, dan adanya kerja sama dengan pihak-pihak lain terutama masyarakat dan alumni. Kata kunci: Strategi Sekolah, Pelanggaran Tata Tertib Sekolah.   Abstract This research to describe the strategy of schools in addressing students who violate school rules in SMA Muhammadiyah 1 Babat Lamongan. This research used a qualitative of metohods. This research was conducted  in SMA Muhammadiyah 1 tripe Lamongan. The informants of this study were principals as the main informants, coordinator of student and coordinator of guidance and counseling that understands the school rules. The technique of data research using interview, observation and documentation. The data was analyzed using an interactive model by collecting data, data reduction or data processing, data presentation, presentation, and drawing conclusions. Based on analyzys data showed that: school strategies in dealing with students who violate school rules is to give advice, provide penalties such as cleaning the school yard, praying Duha. More in optimizing the performance of teachers is not only a lesson, look for the cause of the violation, the involvement of parents in dealing with any violation of the student, and the cooperation with other parties, especially the community and alumni.Keywords: School Strategy, Violation of Rules School.
STRATEGI PENANAMAN NILAI KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN MELALUI EKSTRAKURIKULER SBLH DI SMK NEGERI 1 SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1291-1307

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang strategi dalam menanamkan nilai karakter peduli lingkungan melalui ekstrakurikuler Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup (SBLH) yang dilakukan oleh Pembina Ekstrakurikuler SBLH di SMK Negeri 1 Surabaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi penanaman nilai karakter peduli lingkungan melalui ekstrakurikuler SBLH, untuk mendeskripsikan daya dukung sekolah dalam menanamkan nilai karakter peduli lingkungan melalui ekstrakurikuler SBLH, dan untuk menganalisis hambatan yang dialami dalam menanamkan nilai karakter peduli lingkungan melalui ekstrakurikuler SBLH di SMK Negeri 1 Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Belajar Observasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di SMK Negeri 1 Surabaya yang merupakan sekolah kejuruan yang mempunyai ekstrakurikuler yang bertema lingkungan hidup. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, strategi yang digunakan adalah  melalui  modeling yang dilakukan oleh Pembina SBLH, pengondisian sikap peduli lingkungan, dan melalui program kerja ekstrakulikuler SBLH. Daya dukung sekolah dalam menanamkan nilai karakter peduli lingkungan melalui kegiatan ekstrakurikuler berupa fasilitas dan finansial. Hambatan yang dialami yaitu rendahnya minat siswa mengikuti esktrakurikuler SBLH, dan kebijakan lingkungan yang tidak berjalan. Kata Kunci: Strategi, Karakter Peduli Lingkungan, Ekstrakurikuler Sekolah Berwawasan Lingkungan Hidup (SBLH)   Abstract This research discusses about growing environment awareness of character building strategy through School Extracurricular of Environmental Nature Insight (SBLH) which is done by SMK Negeri 1 Surabaya. The objectives of the study are to describe the growing environment awareness of character building strategy through Extracurricular of Environmental Nature Insight (SBLH), to describe the school support toward growing environment awareness of character building strategy through School Extracurricular of Environmental Nature Insight (SBLH) and to describe the obstacles in growing environment awareness of character building strategy through School Extracurricular of Environmental Nature Insight (SBLH) in SMK Negeri 1 Surabaya. This study used observational learning theory. The design of the study is qualitative method under the structure of descriptive design. The study was held in SMK Negeri 1 Surabaya which includes as technical high school that has extracurricular with theme environmental nature. The data collection techniques are observation, interviews, and documentation. The results showed that the strategy used was through modeling conducted by the officer of SBLH, conditioning the attitude of environment awareness and through the work program of SBLH extracurricular. The school supported to build character values ​​in environmental awareness through extracurricular activities were facilities and financial. The obstacles could be the low interest of the students to follow SBLH Extracurricular, environmental policy that did not work, and the low participation of educators in following the activities of environmental nature.. Keywords: Strategy, Character of environment awareness, School Extracurricular of Environmental Nature Insight (SBLH)
STRATEGI PEMBINAAN MORAL BAGI SISWA PENGGUNA NARKOBA DI SMK ABC SURABAYA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v3n3.p1308-1323

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang strategi pembinaan moral bagi siswa pengguna narkoba di SMK ABC Surabaya. Strategi pembinaan moral yang dilakukan sekolah dalam membina siswa pengguna narkoba dengan mewajibkan mengikuti bimbingan ekstrakurikuler, kerohanian, konseling dan belajar. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui strategi pembinaan moral bagi siswa pengguna  narkoba di SMK ABC Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Perkembangan Moral dari Garbarino Brofenbrener dan Lawrence Kohlberg Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Lokasi penelitian di SMK ABC yang merupakan sekolah kejuruan yang mempunyai siswa pengguna narkoba. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis model interaktif dari Huberman dan Miles. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan merupakan guru-guru yang melakukan pembinaan moral, serta informan pendukungnya adalah siswa pengguna narkoba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tujuan strategi pembinaan moral yang dilakukan guru-guru SMK ABC Surabaya terhadap para siswa pengguna narkoba adalah untuk menghabiskan waktu kosong yang dimiliki siswa dan untuk melepaskan hubungan pertemanan dengan teman yang membawa pengaruh negatif. Hal tersebut membuktikan bahwa konsep perkembangan moral bawaan Garbarino Brofenbrener dan Lawrence Kohlberg dialami oleh informan. Kata Kunci: strategi pembinaan moral, moral, siswa pengguna narkoba.  

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue