cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
UPAYA PAGUYUBAN SUGENG DI SURABAYA DALAM MEMBANGUN SIKAP SOLIDARITAS ANGGOTA WIWIN MUSYAADAH; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Paguyuban Sugeng di Surabaya dalam membangun sikap solidaritas anggota. Penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif eksploratif. Informan dalam penelitian ini sejumlah enam orang yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Informan dalam penelitian ini adalah ketua, sekretaris dan anggota Paguyuban Sugeng. Data dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam dan dokumentasi. Lokasi penelitian ini berada di Paguyuban Sugeng di Surabaya. Teknik analisis data dimulai dengan menggunakan reduksi data, penyajian data, selanjutnya ditarik kesimpulan. Teknik keabsahan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya Paguyuban Sugeng di Surabaya dalam membangun sikap solidaritas anggota yakni dengan penguatan perasaan kekeluargaan dan pembentukan identitas kebanggaan Paguyuban. Penguatan perasaan kekeluargaan melalui pertemuan rutin arisan, perayaan ulang tahun Paguyuban, dan memberi bantuan kepada anggota yang sedang bermusibah. Sedangkan pembentukan identitas kebanggaan Paguyuban melalui kegiatan bakti sosial dan penggunaan baju seragam. Kata Kunci: Paguyuban, sikap solidaritas. Abstract This study aims to describe the efforts of Paguyuban Sugeng in Surabaya to build members solidarity attitudes. This study uses Max Webers theory of social action. This study uses a qualitative approach with explorative descriptive methods. Six informants in this study were selected by using purposive sampling technique. The informants in this study were the chairman, secretary and members of Paguyuban Sugeng. Data collected by in-depth interviews and documentation. The location of this research is in Paguyuban Sugeng in Surabaya. The data analysis technique starts using data reduction, data presentation, and then conclusions are drawn. The validity technique in this research is technique triangulation and source triangulation. The results of this study indicate that the Paguyuban Sugeng effort in Surabaya in building members solidarity attitudes namely by strengthening the feeling of kinship and the formation of the Paguyuban pride of identity. Strengthening the feeling of kinship through regular social gathering meetings, the celebration of the Anniversary of the Circle of Friends, and providing assistance to members who are in disasters. While the formation of the Paguyuban pride of identity through social service activities and the use of uniforms. Keywords: Circle of Friends, attitude of solidarity.
PERAN PONDOK PESANTREN ANNUQAYAH GULUK-GULUK SUMENEP DALAM MENUMBUHKAN SIKAP NASIONALISME SANTRI IZZATUL MAULA SHALEHAH; MUHAMMAD TURHAN YANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran pondok pesantren dalam menumbuhkan sikap nasionalisme santri dan mendeskripsikan bentuk-bentuk nasionalisme santri di Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian yang dapat dikemukakan dari peran pondok pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep dalam menumbuhkan sikap nasionalisme santri dapat dilihat melalui kegiatan pondok pesantren, komunitas yang mencerminkan cinta alam Indonesia, penyaluran aspirasi santri, dan aksi sosial pondok pesantren. Sedangkan bentuk-bentuk nasionalisme santri di pondok pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu nasionalisme pemahaman dan nasionalisme tindakan. Nasionalisme pemahaman berupa kegemaran santri dalam membaca buku-buku keindonesiaan dan keikutsertaan santri dalam menyalurkan aspirasi. Sedangkan nasionalisme tindakan berupa keaktifan santri dalam mengikuti kegiatan pondok pesantren, sikap toleransi santri, dan kecintaan santri kepada produk dalam negeri daripada produk luar negeri.Kata Kunci : Peran, Pondok Pesantren, Sikap Nasionalisme, Santri.AbstractThe purpose of this study is to describe the role of Islamic boarding schools in fostering the attitude of santri nationalism and describing forms of santri nationalism in the Annuqayah Islamic Boarding School of Sumenep Guluk-Guluk Sumenep. This study uses a qualitative approach using observation, interview, and documentation techniques. Data analysis techniques are performed by data collection, data reduction, data presentation, and verification and conclusions. The results of the research that can be stated from the role of the Annuqayah Islamic Boarding School at Sumenep Guluk-Guluk in growing the nationalism of santri can be seen through Islamic boarding school activities, communities that reflect the love of Indonesian nature, channeling the aspirations of students, and social action boarding school. Whereas the forms of santri nationalism in the Sumenep Annuqayah Islamic boarding school can be classified into two groups, namely understanding nationalism and action nationalism. Understanding nationalism in the form of students fondness in reading Indonesian books and students participation in channeling aspirations. Whereas nationalism acts in the form of students activeness in participating in Islamic boarding school activities, students tolerance, and students love for domestic products rather than foreign products.Keywords: Role, Islamic Boarding Schools, Nationalism Attitudes, Santri.
PERAN KOORDINATOR BONEK REVOLUTION DALAM MENINGKATKAN SIKAP SOLIDARITAS KELOMPOK PADA ANGGOTA Ahmad Zulfahmi Syauqi; Raden Roro Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p626-640

Abstract

Abstrak Penelitian ini mempunyai tujuan mendeskripsikan peran koordinator Bonek Revolution dalam meningkatkan sikap solidaritas kelompok pada anggota di Bonek Revolution. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Peneliti menggunakan teknik untuk memilih informan dengan purposive sampling yaitu Arif Harmoko Arizky Kurniawan (42 Tahun) yang merupakan Pembina Bonek Revolution, petinggi kepengurusan Bonek Revolution yang bernama Hariyadi (34 Tahun) dan Saddam (17 Tahun) anggota Bonek Revolution. Penelitian bertempat di Jl. Pasar Kembang No. 73 Surabaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah observarsi partisipan, wawancara mendalam dan dokumentasi. Sedangkan untuk teknik keabsahan data, peneliti menggunakan trianggulasi sumber. Fokus dari penelitian ini adalah peran koordinator Bonek Revolution dalam meningkatkan sikap solidaritas kelompok pada anggota. Penelitian ini menggunakan teori peran dari Biddle dan Thomas. Dalam teorinya dijelaskan adanya istilah yang menyangkut tentang orang-orang yaitu ada aktor dan target. Aktor (actor) yaitu orang sedang berperilaku menuruti suatu peran tertentu. Dalam penelitian ini yang memiliki posisi sebagai aktor adalah Koordinator Bonek Revolution agar dapat meningkatkan sikap solidaritas kelompok anggota komunitas. Dari hasil penelitian peran koordinator dalam meningkatkan sikap solidaritas kelompok adalah sebagai inisiator, supervisior serta evaluator. Koordinator menjalankan setiap kegiatan dengan menjadi penggerak dalam komunitas, sebagai pengawas anggota dalam komunitas serta sebagai seseorang yang memberikan penilaian kegiatan komunitas saat berkegiatan. Kata Kunci: Koordinator Bonek, Peran, Solidaritas Kelompok. Abstract This researchers had problems wanting to see how the Coordinator's role was in increasing the attitude of group solidarity in Bonek Revolution. This research used a qualitative method with a descriptive approach, with three research informants, Arif Harmoko Arizky Kurniawan (42 years old) as Pembina Bonek Revolution, Hariyadi (34 years old) as Bonek Revolution management officials and Saddam (17 years old) as Bonek Revolution members. Researchers used informant selection techniques with purposive sampling. The research is located at Jl. Pasar Kembang No. 73 Surabaya. Data collection techniques used by researchers are participant observation, in-depth interviews and documentation. As for the data validity technique, researchers used source triangulation. The focus of this research is to describe the role of Bonek Revolution's coordinator in increasing the group's solidarity attitude towards it’s members. This study used the role theory from Biddle and Thomas. In that theory explained namely terms that concern about people that is there are actors and targets. Actors (actors) are people who are behaving according to a certain role. In this study, the one who has a position as an actor is the Bonek Revolution Coordinator in order to increase the solidarity attitude of community members. From the results of the study, the problem statement was answered that the role of the coordinator in increasing the group's solidarity attitude was as the initiator, supervisior and evaluator. The coordinator’s conducts each activity by being a mobilizer in the community and as someone who gives an assessment of community activities during the activity. Keywords: coordinator's of Bonek, role, solidarity.
SIKAP TOLERANSI MASYARAKAT TERHADAP MANTAN PENDERITA KUSTA DI DUSUN SUMBERGLAGAH DESA TANJUNGKENONGO MOJOKERTO Isnanda Heni Arianti; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p641-655

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan alasan yang mendasari masyarakat Dusun Sumberglagah bersikap toleransi terhadap mantan penderita kusta dan mengetahui bentuk-bentuk sikap toleransi masyarakat Dusun Sumberglagah terhadap mantan penderita kusta. Jenis Penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif mendeskripsikan secara luas dan mendalam mengenai fenomena tentang toleransi di masyarakat Dusun Sumberglagah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa alasan masyarakat Dusun Sumberglagah memiliki sikap toleransi yakni pengetahuan yang dimiliki oleh masyarakat mengenai penyakit kusta menjadi faktor terbentuknya sikap toleransi masyarakat selain itu, masyarakat Dusun Sumberglagah menerapkan dengan baik nilai-nilai yang menjadi landasan toleransi yaitu nilai agama, nilai kemanusiaan dan persatuan dan nilai kerukunan. Di Dusun Sumberglagah terdapat sikap toleransi dinamis aktif, karena masyarakat membangun kerukunan, keharmonisan, saling membantu, saling menghormati dan kerjasama dalam menyukseskan setiap bentuk-bentuk kegiatan keagamaan seperti beribadah di masjid, silaturahmi dalam perayaan hari raya Idul fitri dan tahlilan rutinan dan bentuk-bentuk kegiatan sosial kemasyarakatan seperti kerja bakti, kegiatan perayaan hari kemerdekaan dan hajatan pernikahan. Kata Kunci : sikap toleransi, masyarakat Dusun Sumberglagah, mantan penderita kusta. Abstract The objectives of this research are describe the reason as the basis of Sumberglagah village who have tolerance on the ex of leprosy’s victim and knowing the kinds of tolerance of the society in Sumberglagah village on the ex of leprosy’s victim. Kinds of the research is descriptive qualitative which has aim to describe broadly and deeply about phenomenon on the tolerance in Sumberglagah village. Technique of data collections are using observing, interviewing deeply and documentation. Data analysis technique done by data collection, data reduction, data service and verification or taking conclusion. The results of the research shows that the reason why Sumberglagah Hamlet community has an attitude of tolerance that is the knowledge possessed by the community about leprosy is a factor in the formation of community tolerance attitude. In addition, Sumberglagah Hamlet community applies well the values ​​that form the basis of tolerance, namely religious values, humanitarian values ​​and unity and the value of harmony. In Sumberglagah Hamlet there is an active dynamic tolerance attitude, because the community builds harmony, harmony, mutual assistance, mutual respect and cooperation in the success of any forms of religious activities such as worship in the mosque, celebrating Eid mubaraq and routine rituals and also social activity in the society such as community service, celebrating wedding ceremony. Keywords : Tolerance, Society of Sumberglagah village, ex of leprosy’s victim.
PERSEPSI SISWA MENGENAI KASUS KEKERASAN DI SEKOLAH OLEH SISWA TERHADAP GURU DI SMA NEGERI 1 TORJUN Fadilatus Tri Oktaviana; Raden Roro Nanik Setyowati
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p656-670

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi siswa terhadap tindakan siswa yang melakukan kekerasan terhadap guru honorer di SMA Negeri 1 Torjun dan mengetahui cara mengatasi kekerasan di SMA Negeri 1 Torjun. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasu., Menggunakan teknik data wawancara dengan 8 informan dari guru dan siswa di SMA Negeri 1 Torjun. Hasil penelitian persepsi siswa SMA Negeri 1 Torjun mengenai kekerasan yang terjadi terhadap guru honorer, sebagian besar persepsi siswa negatif dikarenakan sikap yang dilakukan oleh seorang siswa sudah dikatakan tidak wajar dan dianggap melanggar norma kehidupan baik norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan, dan norma hukum sehingga tindakan tersebut dianggap negatif oleh siswa, tapi ada salah satu siswa yang beranggapan positif dikarenakan sikap yang dilakukan guru pada kejadian tersebut mungkin dianggap memalukan bagi siswa sehingga tindakan tersebut terjadi. Cara mengatasi permasalahan tersebut kepala sekolah menerapkan budaya damai dalam lingkungan sekolah dan mengadakan sosialisasi kepada wali murid mengenai prilaku siswa disekolah. Kata Kunci: Persepsi, Kekerasan, Siswa, Guru. Abstract The purpose of this research is to know the student's perception of the student's actions to violence against an honorary teacher at SMA Negeri 1 Torjun and to learn how to overcome the violence at SMA Negeri 1 Torjun. Methods of study using a qualitative approach to case studies, using the technique of data interviews with 8 informant from teachers or students in SMA Negeri 1 Torjun. The results of the perception study of siswaSman A Negeri 1 Torjun about the violence that occurred against the teacher Honorer, Most of the student's perception is negative due to the attitude that a student has said is unnatural and is considered to violate the norm of good life, religious norms, norms of politeness, moral norms, and legal norms so that the action is considered negative by the students, but there is one student who assumes positive due to the attitudes that the teacher had on the incident may be embarrassed for How to overcome the problems of the school principal to apply a peaceful culture in the school environment and to conduct socialization to the parents about the students ' attitudes in the schools. Keywords: Perception, Violence, Students, Teacher
PERSEPSI PEMILIH TENTANG POLITIK UANG DALAM PEMILIHAN KEPALA DESA DI DESA GADUNGSARI Nadya Nurul Alifah; Maya Mustika Kartika Sari
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p671-686

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan persepsi pemilih tentang praktik politik uang dalam pemilihan kepala desa di Desa Gadungsari Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Persepsi diperoleh berdasarkan empat tahapan yaitu kategorisasi atau menilai secara garis besar, mencari dan memperhatikan tanda-tanda terkait informasintentang praktiknpolitik uang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif berbentuk survei.nLokasi penelitian terletak di Desa Gadungsari Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Populasi penelitian ini adalah total jumlah pemilih yaitu sebanyak 2017 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling dan diperoleh 95 sampel. Data diambil menggunakan angket tertutup yang dibagikan kepada 95 responden. Responden berasal dari Dusun Kampung Baru, Tugu, Besaran, Jurang Dowo, Rempelas, Kali Gadung, Gunung Jidor, dan Dongki. Uji kevalidtan instrumenndalam penelitian ini menggunakan ujinvaliditas dan reliabilitas. Analsis persentase berguna untuk mencari gambaran umum tentang persepsi pemilih terhadap praktik politik uang, apakah termasuk persepsi negagatif atau persepsi positif. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa 75 dari 95 responden atau 79% memberikan persepsi negatif terhadap praktik politik uang, sedangkan 20 dari 95 responden atau 21% memberikan persepsi positif terhadap praktik politik uang. Artinya, rata-rata responden memberikan persepsi negatif terhadap praktik politik uangndalam pemilihan kepalandesa di Desa Gadungsari Kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Kata Kunci: persepsi, pemilih, politik uang. Abstract The purpose of this study was to describe voters' perceptions about money politics practices in village head elections in Gadungsari Village, Tirtoyudo District, Malang Regency. Perception is obtained based on four stages, namely categorizing or broadly evaluating, looking for and paying attention to signs related to information about money politics practices. The research method used is a quantitative survey. The research location is located in Gadungsari Village, Tirtoyudo District, Malang Regency. The population of this study is the total number of voters, as many as 2017 people. The sampling technique using cluster random sampling and obtained 95 samples. Data was collected using a closed questionnaire that was distributed to 95 respondents. Respondents were from Kampung Baru Hamlet, Tugu, Besaran, Dowo Gorge, Rempelas, Gadung River, Gunung Jidor, and Dongki. The instrument validity test in this study used the validity and reliability test. Percentage analysis is useful for finding a general description of voter perceptions of money politics practices, whether including negative or positive perceptions. Based on data analysis, it can be concluded that 75 of 95 respondents or 79% gave negative perceptions of money politics practices, while 20 of 95 respondents or 21% gave positive perceptions of money politics practices. That is, the average respondent gave a negative perception of the practice of money politics in village head election in Gadungsari Village, Tirtoyudo District, Malang Regency. Keywords: perception, voters, money politics.
HUBUNGAN ANTARA KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DENGAN KEMAMPUAN MEMBACA (STUDI KASUS BUDAYA LITERASI MAHASISWA PPKn UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA) Muhammad Zamroni; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p687-701

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan membaca pada mahasiswa PPKn Universitas Negeri Surabaya. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruktivisme Jean Piaget. Populasi penelitian adalah 87 mahasiswa PPKn Universitas Negeri Surabaya yang dikategorikan gemar membaca ditandai dengan sering berkunjung di perpustakaan/ruang baca. Sampel penelitian berjumlah 70 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Variabel penelitian ini adalah kemampuan berpikir kritis sebagai variabel bebas dan kemampuan membaca sebagai variabel terikat. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kepada setiap responden yang menjadi sampel penelitian. Teknik analisis data menggunakan product moment. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan positif antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan membaca pada mahasiswa PPKn Universitas Negeri Surabaya, meskipun hubungannya rendah. Kata kunci: berpikir kritis, membaca, budaya literasi. Abstract This study aims to determine the relationship between critical thinking skills and reading skills in PPKn Surabaya State University students. The theory used in this research is Jean Piaget constructivist theory. The study population was 87 PPKn Surabaya State University students who were categorized as fond of reading marked by frequent visits to the library / reading room. The research sample amounted to 70 students. This research uses a quantitative approach with a correlational design. The variables of this study are the ability to think critically as independent variables and the ability to read as fixed variables. Data collection techniques using direct tests to each respondent who became the study sample. Data analysis techniques using product moment. The analysis shows that there is a positive relationship between critical thinking skills and reading skills in PPKn students at Surabaya State University, although the relationship is low. Keywords: critical thinking, reading, literacy culture.
UPAYA PEMERINTAH DESA DALAM MENUMBUHKAN JIWA GOTONG ROYONG DI DESA TUGUREJO KECAMATAN SLAHUNG KABUPATEN PONOROGO Albertus Yolan Dira; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p702-719

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagaiaktivitas yang dilakukan pemerintah desa Tugurejo dalam melakukan upaya menumbuhkan jiwa gotong royong masyarakat desa Tugurejo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. Penelitian ini menggunakan desain dan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan 1 informan kunci dan 3 informan lainnya. Informan kunci adalah pejabat pemerintah desa yaitu Kepala Desa Tugurejo, informan lain adalah pejabat desa yang masih aktif dan salah satu perwakilan warga masyarakat desa Tugurejo sebagai informan triangulasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemerintah desa Tugurejo sudah melakukan upaya menumbuhkan jiwa gotong royong masyarakat desa Tugurejo, hal ini dapat dilihat dari upaya yang dilakukan pemerintah desa yaitu dengan melakukan interaksi sosial dan lingkungan, melakukan pendekatan-pendekatan sosial yaitu berupa kegiatan yang dapat diterima masyarakat Tugurejo, kerjasama dengan organisasi desa untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan kepemudaan yang kekinian dan tanggap terhadap perkembangan jaman dan mengadakan kegiatan sosial gotong royong. Masyarakat desa Tugurejo juga merespon positif upaya pemerintah desa Tugurejo tersebut,sehingga desa Tugurejo mendapat prestasi dan pencapaian yang baik dalam lomba kategori desa gotong royong ditingkat Kabupaten dan Provinsi. Kata Kunci:Upaya, Pemerintah,Gotong Royong. Abstract This study aims to describe the various activities undertaken by the Tugurejo village government in an effort to foster a community of mutual cooperation Tugurejo village community, Slahung District, Ponorogo Regency. This research uses a descriptive qualitative design and approach. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Subjects in this study used purposive sampling with 1 key informant and 3 other informants. Key informants were village government officials namely the Village Head of Tugurejo, the other informants were village officials who were still active and one of the Tugurejo village community representatives as triangulation informants. The results of this study indicate that the village government of Tugurejo has made efforts to foster a community of mutual cooperation Tugurejo village community, this can be seen from the efforts made by the village government by carrying out social and environmental interactions, carrying out social approaches in the form of activities that are acceptable to the community Tugurejo, collaboration with village organizations to carry out youth activities that are current and responsive to the development of the times and hold social activities together. The community of Tugurejo village also responded positively to the efforts of the Tugurejo village government, so that the village of Tugurejo received a good achievement and achievements in the category of mutual cooperation at the regency and provincial level. Keywords:Efforts, Government, Social Cooperatio
KONSTRUKSI SOSIAL MASYARAKAT DESA SUGIHWARAS TERHADAP AKTIVITAS CLUBBING DI KLUB GLAMOUR DESA SUGIHWARAS KECAMATAN JENU KABUPATEN TUBAN Sri Wahyuningsih; Warsono Warsono
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p720-736

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi sosial masyarakat Desa Sugihwaras terhadap aktivitas clubbing di klub Glamour di Desa Sugihwaras Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban. penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial oleh Peter L Berger & Thomas Luckman dan metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan purposive sampling dari Creswell dengan informan sebanyak 10 orang dari masyarakat Desa Sugihwaras. Penelitian ini mengungkapkan bahwa masyarakat Desa Sugihwaras mengkonstruksi aktivitas klub Glamour bertentangan dengan nilai-nilai agama Islam. Namun di sisi lain, Klub Glamour sebagai tempat bersenang-senang dan sebagai sumber pendapatan daerah Tuban. Kata Kunci: konstruksi sosial, hiburan malam, masyarakat Desa Sugihwaras. Abstract This study aims to find out social construction of the Village of Sugihwaras community to clubbing activities in Glamour club of the Village of Sugihwaras Jenu sub-district, Tuban Regency . This research uses the theory of social construction by Petter L Berger Thomas Luckman and the case study method with a qualitative approach. Data collection techniques through observation, interviews, and documentation. Data collection techniques use purposive sampling by Creswell with as many informans 10 peoples of the Village of Sugihwaras community. This research reveals that Village of Sugihwaras community construct Glamour club activities is contrary to values of Islam. But in the other, Glamour club as a place of have fun and Glamour club as a source of income for the Tuban regency. Keywords: social construction, night entertainment, Sugihwaras Village community
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MAHASISWA DALAM MEMILIH PRODI PPKn DI FISH UNESA Simson Haru Ndama Yilu; I Made Suwanda
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p737-748

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang mempengaruhi mahasisa Unesa dalam memilih program studi . Tujuan penelitian ini adalah mendeskrpsikan faktor-faktor yang mempengaruhi mahasiswa Unesa dalam memilih prodi PPKn. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan desain penelitian survei. Sampel penelitian berjumlah 80 mahasiswa yang terdiri atas angkatan 2016, 2017, 2018, dan 2019 dengan masing-masing sampel 20 mahasiswa/angkatan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan kuesioner atau angket tertutup. Hasil penelitian menunjukkan minatmahasiswa dalam memilih prodi PPKn di Unesa sebesar 68,55% atau cukup tinggi, motivasi mahasiswa juga cukup tinggi sebesar 69,08%, pekerjaan yang turut mempengaruhi mahasiswa dalam memilih prodi juga sangat tinggi hal ini di buktikan oleh sekitar 83,74% responden, lingkungan keluarga yang mempengaruhi proses dan hasil belajar, dimana sekitar 78,79% rata-rata responden menyatakan bahwa lingkungan keluarga yang harmonis sangat mempengaruhi keberhasilan seseoraang dalam belajar, lingkungan kampus juga mempengaruhi proses pembelajaran dengan baik dan maksimal.. Hal ini di buktikan oleh sekitar 78,36% rata-rata responden menyatakan bahwa lingkungan masyarakat yang baik dan harmonis juga menjadi tempat yamg mengembangkan potensi diri melalui organissasi masyarakat yang justru dapat mempengharuhi keberhasilan seseorang dalam belajar Kata Kunci : Faktor-faktor yang mempengaruhi, Prodi PPKn, Unesa Abstract This Study aims to analize the factors that influence students in choosing a study program. The purpose of this study is to describe the factors that influence Unesa students in choosing PPKn study programs. This research uses a quantitative approach using descriptive research methods and survey research designs. The research sample consisted of eighty students consisting of class 2016, 2017, 2018, and 2019 with each sample of 20 students / class. Data collection techniques used were questionnaires or closed questionnaires. The results showed that students' interest in choosing PPKn study programs at Unesa was 68.55% or quite high, student motivation was also quite high at 69.08%, work that also influenced students in choosing study programs was also very high, this was proven by around 83.74 % of respondents, the family environment that affects the process and learning outcomes, where around 78.79% of the average respondent stated that a harmonious family environment greatly influences the success of a person in learning, the campus environment also influences the learning process well and maximally.. This is proven by around 78.36% of the average respondent stating that a good and harmonious community environment is also a place that develops one's potential through community organizations that can actually affect one's success in learning Keywords: Factors that influence, PPKn Study Program, Unesa

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue