cover
Contact Name
Listyaningsih
Contact Email
listyaningsih@unesa.ac.id
Phone
+628123071250
Journal Mail Official
oksianajatiningsih@unesa.ac.id
Editorial Address
Kampus Unesa Ketintang Jl. Ketintang, Gedung I1. 01.04 Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan
  • jurnal-pendidikan-kewarganegaraa
  • Website
ISSN : 2337473X     EISSN : 29854334     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kewarganegaraan, pendidikan, ideologi, politik, sosial, humaniora, nilai, dan moral.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 923 Documents
PENGARUH PENERAPAN METODE DRILL TERHADAP HASIL BELAJAR PPKn PADA PESERTA DIDIK LAMBAT BELAJAR DI UPT SMP NEGERI 29 GRESIK SUCI AMINATUL SAADAH; HARMANTO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p246-260

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji adanya pengaruh penerapan metode drill terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik lambat belajar. Metode drill adalah metode pembelajaran yang di dalamnya terdapat pengulangan latihan. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Februari sampai dengan Maret 2020 dan berlokasi di UPT SMP Negeri 29 Gresik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experiment dan desainnya berupa Nonequivalent Control Group Design. Jumlah populasi yang hanya 28 peserta didik menjadikan penelitian ini sebagai penelitian populasi, kemudian dibagi menjadi dua yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Hipotesis alternatif yang digunakan ialah adanya pengaruh yang signifikan dari penerapan metode drill terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik lambat belajar. Hasil tes awal kedua kelas pada soal pre-test, masih banyak peserta didik yang memeroleh nilai di bawah KKB (75). Rata-rata nilai pre-test pada kelas eksperimen sebesar 50, sedangkan kelas kontrol sebesar 51,71. Langkah selanjutnya ialah pemberian perlakuan berbeda, yakni kelas eksperimen menggunakan metode drill dan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Kemudian pemberian post-test, hasilnya adalah rata-rata nilai kelas eksperimen sebesar 78 dan kelas kontrol sebesar 65,14. Selanjutnya dilakukan uji hipotesis menggunakan Uji U Mann Whitney dan diperoleh hasil bahwa Uhitung<Utabel yakni 29<55 sehingga Ha diterima. Artinya, terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan metode drill terhadap hasil belajar PPKn pada peserta didik lambat belajar di UPT SMP Negeri 29 Gresik yang nampak pada perubahan nilai rata-rata kelas eksperimen dari 50 menjadi 78. Kata Kunci : Metode drill, hasil belajar, peserta didik lambat belajar
OPINI MAHASISWA GEMAS PEMERINTAH KOTA SURABAYA TERHADAP KRITERIA CALON PEMIMPIN PENGGANTI TRI RISMAHARINI SEBAGAI WALIKOTA MIFTAHQUL JAYA ROSITA; WARSONO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p261-275

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan opini mahasiswa beasiswa Generasi Emas (GEMAS) pemerintah Kota Surabaya.Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori situasional atau kotingensi (path-Goal).Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Kota Surabaya dengan delapan kampus dari UPN, PPNS, PENS, UINSA, UNESA, ITS, UNAIR, dan POLTEKKES. Data dikumpulkan mengunakan angket tertutup melalui goggle from yang dibagikan kepada 105 responden yang tersebar di delapan kampus. Data di analisis menggunakan persentase, yang selanjutnya dicocokkan dengan kriteria opini (kuat, lemah). Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa mahasiswa GEMAS menujukkan kriteria pemimpin mencakup lima indikator yaitu dengan perolehan opini terkuat yang pertama yakni pemimpin mampu memiki kemampuan cara mengenal karakteristik warga, kedua memiliki kemampuan dalam pengambilan keputusan, ketiga mampu memiliki cara menyelesaikan masalah yang terjadi pada warga, keempat mampu memiliki cara berkomunikasi dengan warga, lalu yang kelima perolehan terendah bahwa seorang pemimpin mampu memiliki kemampuan dalam mengontrol warganya. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa opini mahasiswa Beasiswa Generasi Emas GEMAS Pemerintah Kota Surabaya terhadap kriteria calon pemimpin pengganti Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya adalah kuat. Berdasarkan teori kontingensi menujukkan kriteria pemimpin yang diharapkan oleh mahasiswa GEMAS pemimpin dengan gaya kepemimpinan sesuai dengan situasi dan karakter masyarakat yang dihadapinya. Diantaranya gaya kepemimpinan pendukung, pengarah, otoriter, pemberani dalam menghadapi ancaman, tidak korupsi dan bijaksana. Kata kunci : Opini, Mahasiswa, Kepemimpinan
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN PUBLIK (PEMBUATAN KARTU TANDA PENDUDUK-ELEKTRONIK) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL SURABAYA TERHADAP TINGKAT KEPUASAN WARGA KOTA SURABAYA Puspita Eka Putri; Agus Satmoko Adi
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p276-290

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya pengaruh kualitas pelayanan publik dalam hal pembuatan KTP-el di Dispendukcapil Surabaya terhadap tingkat kepuasan warga Kota Surabaya. Teori yang digunakan untuk mendukung penelitian ini adalah teori kualitas pelayanan dari Zeithaml et al. (1990). Metode penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kota Surabaya. Pada penelitian ini, yang menjadi sampel penelitan sebanyak 100 responden. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup yang dibagikan melalui google form dan dibagikan secara langsung kepada masyarakat. Teknik analisis data dilakukan dengan melakukan Uji Parsial (t) untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh kualitas pelayanan pembuatan KTP-el di Dispendukcapil Surabaya terhadap variabel tingkat kepuasan warga Kota Surabaya serta dirumuskan kriteria penilaian untuk menilai kualitas pelayanan dan tingkat kepuasan warga Kota Surabaya. Berdasarkan perhitungan uji t atau uji parsial yang telah dilakukan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perhitungan dengan taraf signifikasi 5% menjelaskan bahwa ada pengaruh yang signifikan pada masing-masing variabel X yakni kualitas pelayanan publik pembuatan KTP-el di Dispendukcapil Surabaya terhadap variabel Y yakni tingkat kepuasan warga Kota Surabaya. Artinya kualitas pelayanan yang diberikan oleh Dispendukcapil Surabaya dapat menentukan dan sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan yang dirasakan oleh warga Kota Surabaya. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan kriteria penilaian kualitas pelayanan publik pembuatan KTP-el di kantor Dispendukcapil Surabaya masuk pada kategori pelayanan berkualitas. Sedangkan hasil analisis data terkait kepuasan warga Kota Surabaya pada pelayanan pembuatan KTP-el di Dispendukcapil Surabaya berada pada kategori puas. Kata kunci: Pelayanan Publik, KTP-el, Warga Abstract The purpose of this study is to determine the effect of the quality of public services in terms of making KTP-el in Dispendukcapil Surabaya to the level of satisfaction of the citizens of Surabaya. The theory used to support this research is the theory of service quality from Zeithaml et al. (1990). The research method used is quantitative correlational. The location of this research was conducted in the city of Surabaya. In this study, the research sample of 100 respondents. Data was collected using a closed questionnaire that was distributed through Google forms and shared directly with the public. The data analysis technique was carried out by conducting a partial test (t) to find out whether or not there was an influence on the quality of the KTP-el service in Dispendukcapil Surabaya on the variable level of satisfaction of the citizens of Surabaya and formulated assessment criteria to assess the quality of service and the level of satisfaction of the citizens of Surabaya. Based on the calculation of the t test or partial test that has been done, it can be concluded that the calculation with a significance level of 5% explains that there is a significant influence on each of the variables X namely the quality of public service making KTP-el in Dispendukcapil Surabaya to the Y variable namely the level of satisfaction Surabaya City residents. This means that the quality of services provided by Surabaya Dispendukcapil can determine and greatly affect the level of satisfaction felt by the citizens of Surabaya. Based on the results of data analysis using the criteria for evaluating the quality of public services for making KTP-el in Surabaya Dispendukcapil office included in the category of quality services. While the results of data analysis related to the satisfaction of citizens of the City of Surabaya in the service of making KTP-el in Dispendukcapil Surabaya are in the satisfied category. Key words: Public Service, KTP-el, The Citizens
TINGKAT KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DESA KEDUNG BANTENG KECAMATAN TANGGULANGIN KABUPATEN SIDOARJO TERKAIT KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DIANA PUTRI; OKSIANA JATININGSIH
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menjelaskan tingkat kesadaran hukum masyarakat Desa Kedung Banteng Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo terkait kekerasan dalam rumah tangga. Kesadaran hukum tersebut dapat diketahui dari pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku masyarakat terkait kekerasan dalam rumah tangga. Metode penelitian ini ialah pendekatan kuantitatif deskriptif. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 94 responden dengan kriteria masyarakat yang sudah menikah. Angket dalam penelitian ini berjumlah 40 pertanyaan. Angket untuk pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku masing-masing sebanyak sepuluh pertanyaan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini ialah berupa angket tertutup. Teknik analisis data penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dalam bentuk deskriptif kuantitatif yang diprosentasekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran hukum masyarakat terkait KDRT tergolong tinggi. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kesadaran hukum yaitu jenis kelamin dan tingkat pendidikan. Laki-laki memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi namun memiliki sikap dan perilaku lebih rendah dibandingkan perempuan terkait KDRT. Responden yang memiliki tingkat pendidikan lebih tinggi memiliki tingkat pengetahuan dan pemahaman KDRT yang lebih baik, namun tingkat pendidikan tidak mempengaruhi sikap dan perilaku responden terkait persoalan KDRT. Kata Kunci: kesadaran hukum, KDRT Abstract This study aims to explain the level of legal awareness in Kedung Banteng Village, Tanggulangin District, Sidoarjo Regency, is related to domestic violence. The legal recognition can be known from the knowledge, understanding, attitudes, and behavior the community related to domestic violence. This research method is a quantitative descriptive approach. The sample of this study were 94 respondents with criteria of married community. The questionnaire in this study amounted to 40 questions. Survey for knowledge, understanding, attitudes, and behavior of each ten questions. Data collection technique this study is a closed questionnaire. The data analysis technique of this research was quantitative descriptive in the way of quantitative descriptive, which was pre-tested. The results showed the level of public legal awareness related to domestic violence was high. Two factors influence legal perception, gender, and education level. Men have higher level of knowledge and understanding but have lower attitudes and behaviors compared to women related to domestic violence. Respondents who have higher level of education have higher level of knowledge and understanding on domestic violence. The level of education does not affect attitudes and behavior of respondents regarding domestic violence. Keywords: law awareness, domestic violence.
IMPLEMENTASI PEMBENTUKAN KARAKTER PADA SANTRI DI PANTI ASUHAN NURUL FALAH DESA BANJARAGUNG KECAMATAN PURI KABUPATEN MOJOKERTO NUR MAULIDAH HASANAH; I MADE SUWANDA
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembentukan karakter pada santri di panti asuhan Nurul Falah Desa Banjaragung Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini dilaksanakan di panti asuhan Nurul Falah Desa Banjaragung Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Informan dipilih dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada pembina, pengurus dan pengasuh panti asuhan. Hasil penelitian ini yaitu panti asuhan Nurul Falah membentuk karakter unggulan yakni pembentukan karakter religius. Pembentukan karakter religius di panti asuhan Nurul Falah dilakukan melalui kegiatan muhadoroh. Kegiatan muhadoroh merupakan suatu bentuk pengembangan bakat dan minat yang diberikan panti asuhan Nurul Falah kepada para santri untuk membentuk karakter religius yang baik dan positif bagi santri. Dengan adanya kegiatan muhadoroh yang ada di panti asuhan Nurul Falah dapat menjadikan santri yang ada di panti asuhan Nurul Falah mempunyai mental keberanian dan percaya diri yang kuat dalam diri santri serta penguasaan keagamaan yang luas yang berdasarkan hafalan al qur’an dan hadist. Dalam kegiatan muhadoroh santri akan diberikan bimbingan dan pengajaran yang mengarah pada pembentukan karakter religius pada santri. Kata kunci: Pembentukan Karakter, religiusAbstract This study discusses the process of character building for students in the orphanage Nurul Falah Banjaragung Village Puri District Mojokerto Regency. This research was conducted at the orphanage Nurul Falah, Banjaragung Village, Puri District, Mojokerto Regency. This research uses qualitative by using descriptive methods. Informants were selescted using purposive sampling technique. Data collection technique using interviews, observation, and documentation. Interviews were conducted with the supervisors, caretakers, and caregivers of the orphanage. The results of this study are Nurul Falah’s orphanage which forms the superior character, namely the formation of religius character. The formation of religius character at the Nurul Falah orphanage was carried out through Muhadoroh activities. Muhadoroh activity is a form og talent and interest development given by Nurul Falah orphanage to students to create good and positive religious character for students. With the muhadoroh activities certainly students will be given guidence and teaching that is directed at the formation of religious character in students. Keywords: Character Building, religious
TANGGAPAN MASYARAKAT PENYANDANG DISABILITAS ATAS FASILITAS PUBLIK YANG DIBERIKAN KOTA LAMONGAN ACHMAD ZULFIKAR WIDIYANTO; WARSONO
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tanggapan masyarakat penyandang disabilitas atas fasilitas publik yang telah diberikan kota Lamongan. Penelitian ini menggunakan jenis pendekatan kuantitatif deskriptif dengan persentase. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 69 orang penyandang disabilitas yang terbagi menjadi 24 orang penyandang tunadaksa, 16 orang penyandang tunanetra, 11 orang penyandang tunawicara dan 18 orang penyandang cacat ganda. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tanggapan masyarakat penyandang disabilitas atas fasilitas publik yang telah diberikan kota Lamongan yaitu 87,5% penyandang tunadaksa mengatakan puas dan 12,5% mengatakan tidak puas, kemudian 56,25% penyandang tunanetra mengatakan tidak puas dan 43,75% mengatakan puas, serta 68,96% penyandang tunawicara dan cacat ganda mengatakan puas dan 31,03% mengatakan tidak puas.Kata Kunci: Tanggapan, Disabilitas, Fasilitas publik.AbstractThe purpose of this research is to describe the responses of people with disabilities for public facilities that have been given the city of Lamongan. This study uses a type of descriptive quantitative approach with percentage. The number of samples in this study was 69 people with disabilities that are divided into 24 people with disabilities, 16 people with visual impairment, 11 people with no means and 18 persons with double disability. Data collection techniques using observations and polls. The Data obtained is then analyzed using a descriptive quantitative technique with a percentage. The results of this study showed that the responses of people with disabilities for public facilities that have been given the city of Lamongan which is 87.5% the disabled say satisfied and 12.5% say dissatisfied, then 56.25% of the visually impaired said dissatisfied and 43.75% said satisfied, as well as 68.96% people who have been able and double defects say satisfied and 31.03% say not satisfied.Keywords: response, disability, public facilities.
KONSTRUKSI SENIMAN TENTANG NILAI-NILAI NASIONALISME DALAM SANGGAR SAYAP JENDELA DI BOJONEGORO JAWA TIMUR NOFA ARIYANTI; SARMINI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan cara pandang seniman tentang nilai-nilai nasionalisme dan upaya seniman dalam membangun nasionalisme yang dikaji menggunakan teori konstruksi sosial menurut Berger dan Luckman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Observasi digunakan untuk mengamati nilai identitas nasional dan kegiatan seniman di sanggar. Wawancara mendalam dilakukan secara sistematis untuk mengumpulkan data mengenai nilai persatuan dan kesatuan, kebebasan, kesamaan, dan prestasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan empat tahapan meliputi pengumpulan data, reduki data, penyajian data, dan penarikan keimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pertama, seniman di Sanggar Sayap Jendela memiliki pandangan tentang nilai-nilai nasionalisme meliputi nilai persatuan dan kesatuan, nilai kebebasan, nilai kesamaan, dan nilai prestasi yang menunjukkan kecintaan terhadap bangsa Indonesia dibuktikan melalui sikap dan tindakan, tindakan diwujudkan dengan melestarikan karya seni dan sikap saling bahu membahu antar anggota seniman hal ini masuk dalam fase internalisasi. Kedua, upaya seniman dalam membangun nasionalisme yang diwujudkan berupa pertunjukan seni berdasarkan kekreatifan seniman sesuai bidang seni yang digeluti dengan mengusung tema-tema nasionalisme dan dibuktikan dengan identitas yang digunakan seperti baju yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari maupun pada saat pentas, aksesoris, dan gaya berbusana seperti model baju dan model rambut yang termasuk fase objektivasi dan ekternalisasi. Teori konstruksi Berger dan Luckman mempertegas penelitian ini dapat dilihat melalui tahap internalisasi, objektivasi, dan eksternalisasi. Kata Kunci: Konstruksi, Nasionalisme, Seniman. Abstract The purpose of this study is to explain the artists perspective on the values ​​of nationalism and the efforts of artists in developing nationalism which are studied using social construction theory according to Berger and Luckman. This research uses a qualitative approach with a case study research design. Data collection techniques through in-depth interviews and participant observation. Observation is used to observe the value of national identity and artists activities in the studio. In-depth interviews were conducted systematically to collect data on the values ​​of unity and integrity, freedom, equality, and achievement. The data obtained were analyzed with four stages including data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that, first, artists in the Sanggar Sayap Jendela have views on the values ​​of nationalism including the value of unity and unity, the value of freedom, the value of equality, and the value of achievement that shows love for the Indonesian nation is proven through attitudes and actions, actions are realized by preserving works of art and the mutual shoulder-to-shoulder attitude between members of the artist is included in the internalization phase. Secondly, artists efforts in building nationalism are manifested in the form of art performances based on the creativity of artists in accordance with the field of art that is carried on by carrying out the themes of nationalism and proven by identity used such as clothes worn in daily life as well as at the stage, accessories, and styles dress like clothes and hairstyles, which are objectivation and externalization. Berger and Luckmans construction theory confirms this research can be seen through the stages of internalization, objectivation, and externalization.Keywords: Construction, Nationalism, artists.
TANGGAPAN PENYADANG TUNAGRAHITA RINGAN ATAS PEMENUHAN HAK POLITIK DALAM PILKADES 2019 (STUDI DESA KARANGPATIHAN KECAMATAN BALONG KABUPATEN PONOROGO) ALIN KUSUMAWATI; AGUS SATMOKO ADI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tanggapan penyandang tunagrahita ringan atas pemenuhan hak politik dalam pilkades 2019, di Desa Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan angket tertutup, wawancara dan dokumentasi. Jumlah sampel yang diambil penelitian ini adalah sebesar jumlah populasi yaitu sebanyak 57 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan indikator memilih dan dipilih dalam jabatan publik tergolong pada kategori cukup baik dengan skor rata-rata 22,4 atau 64% dari 57 responden. Indikator berperan aktif menjadi penyelenggara tergolong pada kategori cukup baik dengan skor rata-rata 19,2 atau 54,8% dari semua 57 responden. Indikator aksesbilitas tergolong pada kategori baik dengan skor rata-rata 24,6 atau 70,2% dari 57 responden. Indikator pendidikan politik 24,3 atau 69,3%. Indikator menyalurkan aspirasi politik baik tertulis maupun lisan (kerahasiaan memilih) tergolong pada kategori baik dengan skor rata-rata 25,8 atau 73,6% dari 57 responden. Sehingga tanggapan penyandang tunagrahita ringan atas pemenuhan hak politik dalam pilkades 2019 di Desa Karangpatihan tergolong pada kategori cukup baik dengan 66,5% dari 57 responden. Kata Kunci : Penyandang Tunagrahita, Hak Politik, Pilkades Karangpatihan 2019 Abstract This study aims to describe the responses of mild retarded persons to the fulfillment of political rights in the 2019 pilkades, in Karangpatihan Village, Balong District, Ponorogo Regency. The research method used is a quantitative approach to the type of descriptive research. Data collection techniques used were closed questionnaires, interviews and documentation. The number of samples taken in this study amounted to a total population of 57 people. The results of this study indicate the indicators of choosing and being elected in public office are quite good with an average score of 22.4 or 64% of 57 respondents. Indicators playing an active role in the organizer are quite good with an average score of 19.2 or 54.8% of all 57 respondents. Accessibility indicators are in the good category with an average score of 24.6 or 70.2% of 57 respondents. Political education indicators are 24.3 or 69.3%. Indicators channeling political aspirations both written and oral (secrecy of vote) belong to either category with an average score of 25.8 or 73.6% of 57 respondents. So that the responses of mild retarded persons to fulfilling political rights in the 2019 pilkades in Karangpatihan Village are quite good with 66.5% of 57 respondents. Keywords: People with Developmental Disabilities, Political Rights, Pilkades Karangpatihan 2019
JEJARING TOKOH DALAM MEMELIHARA KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA DI DESA GALENGDOWO KECAMATAN WONOSALAM KABUPATEN JOMBANG MUHAMMAD BAGUS WIDIANTO; MUHAMMAD TURHAN YANI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jejaring tokoh dalam memelihara kerukunan antar umat beragama. Teori yang digunakan adalah toeri jaringan sosial Barnes yang membagi jaringan sosial berdasarkan hubungan kerjasama menjadi tiga yaitu, jaringan sentiment (emosi), jaringan interest (kepentingan), dan jaringan power (kekuasaan). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Fokus penelitian ini terletak pada hubungan kerja sama tokoh agama, tokoh masyarakat dan pimpinan desa dalam kegiatan sosial dan kegiatan kegamaan. Lokasi penelitian Desa Galengdowo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memelihara kerukunan antar umat beragama terdapat jejaring yang terbentuk antar tokoh desa Galengdowo. Jejaring tersebut dapat dilihat pada hubungan kerja sama para tokoh ketika kegiatan sosial dan kegiatan keagamaan, seperti kerja sama ketika perayaan hari besar keagamaan, kerja sama dalam kegiatan gotong royong, kegiatan dalam memelihara kerukunan sesama agam, kegiatan dalam memelihara kerukunan antar agama serta dalam tradisi dan adat agama setempat. Terdaat pula jalinan sinergi serta jaringan internal, jaringan eksternal dan jaringan universal. Kerja sama tokoh dalam kegiatan sosial dan kegiatan keagamaan dapat dikategorikan ke dalam jaringan interest (kepentingan) dan jaringan sentiment (emosi) sedangkan jalinan sinergi dan jaringan-jaringan antar tokoh dapat dikategorikan ke dalam jaringan power (kekuasaan).Kata Kunci: Jejaring, kerja sama, kerukunan. Abstract This study aims to analyze the network of figures in maintaining harmony among religions. The theory used is Barnes social network toeri which divides social networks based on cooperative relationships into three namely, emotional networks, networks of interests, and networks of power. This research uses a qualitative approach with a case study research design. The focus of this research lies in the collaboration network of religious leaders, community leaders and village leaders in social activities and religious activities. The research location is Galengdowo Village, Wonosalam District, Jombang Regency. The results showed that in maintaining harmony among religious communities there was a network formed between Galengdowo village leaders. The network can be seen in the cooperative relations of the figures when social activities and religious activities, such as cooperation when celebrating religious holidays, cooperation in mutual cooperation activities, activities in maintaining harmony among religions, activities in maintaining interfaith harmony and in traditions and local religious customs. Also interwoven synergy and internal networks, external networks and universal networks. The cooperation of characters in social activities and religious activities can be categorized into networks of interests and sentiment networks (emotions) while the fabric of synergies and networks between characters can be categorized into networks of power (power). Keywords: network, cooperation, harmony.
STRATEGI BADAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM MEMPERKUAT INTEGRASI BANGSA MASYARAKAT PROVINSI JAWA TIMUR RATIH ROBBANA; RADEN RORO NANIK SETYOWATI
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya (Unesa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/kmkn.v8n2.p%p

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan strategi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat Integrasi Bangsa masyarakat Jawa Timur dan kendala yang dialami. Teori yang digunakan yaitu teori manajemen strategi Wheelen dan Hunger. Metode yang digunakan ialah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan terdiri dari tiga orang. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat Integrasi Bangsa masyarakat Jawa Timur yaitu (1) memberdayakan kebhinnekaan Indonesia dan peningkatan pemahaman etika berbangsa dan bernegara, (2) memelihara dan menghormati komunitas kehidupan politik yang berorientasi pada pengembangan masyarakat madani yang dicita-citakan, (3) memelihara kewaspadaan nasional agar terhindar dari upaya pemecahbelahan bangsa (disintegrasi bangsa) (4) peningkatan pemahaman HAM di jajaran aparatur pemerintah dan masyarakat, (5) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban, (6) memperbaiki dan meningkatkan kualitas warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (7) mengembangkan kreatifitas masyarakat dengan memberikan dorongan kearah kehidupan politik yang menghormati HAM, berkeadilan, bertanggungjawab dan mampu berkompetisi secara sehat dan dinamis. Kendala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat Integrasi Bangsa masyarakat Jawa Timur antara lain, yakni keterbatasan anggaran, kurangnya sumber daya manusia (SDM) baik kuantitas dan kualitas, serta tidak terjangkaunya semua daerah di Provinsi Jawa Timur. Kata Kunci: Strategi, Bakesbangpol, Integrasi Bangsa, Masyarakat. Abstract This study aims to explain the strategy of the National Unity and Politics Board of East Java Province in strengthening the Nation Integration of the East Java people and the obstacles they experienced. The theory used is Wheelen and Hungers strategy management theory. The method used is descriptive research with a qualitative approach. The informants consisted of three people. Determination of informants using purposive sampling techniques. Data collection uses interview and documentation techniques. The results showed that there were several strategies of the National Unity and Politics Board of East Java Province in strengthening the Nation Integration of the East Java people, namely (1) empowering the diversity of Indonesia and increasing the understanding of national and state ethics, (2) maintaining and respecting the political life community oriented to development aspired civil society, (3) maintaining national vigilance so as to avoid efforts to divide the nation (national disintegration) (4) increase understanding of human rights in the ranks of the government apparatus and society, (5) increase public participation in maintaining security and order, (6) ) improve and improve the quality of citizens in the life of society, nation and state (7) develop community creativity by giving impetus towards political life that respects human rights, justice, responsibility and is able to compete in a healthy and dynamic manner. Constraints of the National Unity and Political Body of the Province of East Java in strengthening the Integration of the Nation of the East Java community, among others, namely budget constraints, lack of human resources (HR) both quantity and quality, and the inaccessibility of all regions in East Java Province. Keywords: Strategy, Bakesbangpol, Nation Integration, Society.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 4 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 3 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 2 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 13 No. 1 (2025): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 4 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 3 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 2 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 12 No. 1 (2024): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 4 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 11 No. 3 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 2 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 11 No 1 (2023): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 4 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 3 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 2 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2022): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 3 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 9 No 1 (2021): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 8 No 3 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 8 No 2 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 8 No 1 (2020): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 3 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 6) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 5) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 2 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 7 No 1 (2019): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 01 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 3 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 6 No 2 (2018): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 03 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 5 No 02 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 5 No 01 (2017): Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 3 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 2 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 4 No 1 (2016): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 3 No 3 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 4) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 3 No 2 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 3 No 1 (2015): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 3 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 3) Vol 2 No 2 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 2 No 1 (2014): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 2) Vol 1 No 1 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan (Jilid 1) Vol 1 No 3 (2013): Kajian Moral dan Kewarganegaraan More Issue