cover
Contact Name
Kabul Fadilah
Contact Email
kabul.fadilah.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6282231641900
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Department of Environmental Engineering University of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Jl. Rungkut Madya No.1, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 2085501X     EISSN : 26231336     DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i1
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting in analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: a. Environmental planning and management; b. Protected areas development, planning, and management; c. Community-based resources management; d. Environmental chemistry and toxicology; e. Environmental restoration; f. Social theory and environment; and g. Environmental security and management. h. Other relevant fields.
Articles 257 Documents
Evaluasi Banjir pada Pertemuan Dua Sungai di DAS Sumbawa Hendra Usnaini; Novirina Hendrasarie; Rossyda Priyadarshini
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.249 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.223

Abstract

Penanganan sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) harus dilakukan secara integral, tidak dilakukan secara parsial, guna menjadi dasar dalam evaluasi terhadap banjir. Pada Pertemuan sungai Kerekeh dan Sungai Semongkat pada DAS Sumbawa harus dilakukan penelitian terkait daya tampung sungai/saluran dan identifikasi vegetasi pada pertemuan sungai tersebut, mengingat hamper setiap tahunnya sungai Brang Biji sebagai sungai yang menjadi muara dari pertemuan Sungai Kerekeh dan Sungai Semongkat selau terjadi banjir. Berdasarkan klasifikasi sungai berdasarkan lebar, sungai tersebut dikategorikan sungai kecil dengan karakteristik aliran yang berbeda, terbukti debit aliran Sungai Kerekeh sebesar 3,278 m³/detik lebih besar dibandingkan debit aliran sungai semongkat sebesar 0,442 m³/detik. Adapaun vegetasi pada pertemuan sungai tersebut terdiri dari pohon bambu, jati, nangka, sengon, pisang, kelapa, tumbuhan katang-katang dan tanaman widuri serta pohon malaka. Menghitung besarnya curah hujan rencana menggunakan Metode Gumbel dan Metode Haspers digunakan untuk menghitung debit banjir rencana. Curah hujan rencana diketahui sebesar 196,23 mm, sedangkan debit banjir rencana mencapai 79,483 m³/detik pada periode ulang hujan 10 tahun. Dari hasil perhitungan pada 5 (lima) titik pengamatan, hanya pada titik pengamatan ke-1 yang memiliki daya tampung saluran sebesar 150,31 m³/detik lebih besar dari pada debit banjir rencana yaitu sebesar 79,483 m³/detik dan tidak berpotensi banjir.Sedangkan ke-4 (empat) titik pengamatan yang lain dinyatakan berpotensi banjir karena daya tampung saluran lebih kecil dari debit banjir rencana yang diketahui sebesar 79,483 m³/detik.
Pengaruh Ph dan Substrat terhadap Nilai Kinetika Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas sp. dan Bacillus sp. pada Pengolahan Limbah Cair Batik Nicken Elok Arohmah; Azzahra Hanggararas Sasdika; Tuhu Agung Rachmanto; Aulia Ulfah Farahdiba
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.32 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.226

Abstract

Industri batik adalah industri yang menggunakan bahan kimia berbahaya dalam proses pembuatannya, khususnya dalam proses pewarnaan. Zat warna tekstil pada umumnya terbuat dari senyawa azo dan turunannya. Zat warna tersebut larut didalam air limbah dan akan sulit didegradasi jika tidak diolah dengan benar. Salah satu pengolahan yang dapat digunakan untuk mendegradasi senyawa organik yang tinggi yaitu dengan memanfaatkan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan nilai parameter kinetika pertumbuhan pada beberapa jenis mikroorganisme yang digunakan yaitu bakteri Pseudomonas sp., bakteri Bacillus sp., kombinasi Pseudomonas sp. dan Bacillus sp., serta bakteri indigeneous pada variasi konsentrasi substrat dan pH air limbah batik yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode lumpur aktif dengan adanya injeksi oksigen dalam reaktor. Dari penelitian ini didapatkan hasil nilai laju pertumbuhan maksimum terbesar berada pada sampel kontrol, konstanta kematian terkecil berada pada bakteri Bacillus sp dengan konsentrasi 60%, konstanta saturasi terkecil berada pada sampel kontrol, sedangkan untuk nilai hasil pertumbuhan terbesar berada pada sampel bakteri indigeneous. Bakteri yang optimal yang dapat digunakan untuk mendegredasi senyawa organik tinggi adalah bakteri indigenous.
Analisis Kinerja Resin Immobilized Photocatalyst dalam Meningkatkan Kualitas Efluen Limbah Cair M. Khadik Asrori; Euis Nurul Hidayah; Hendrata Wibisana
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.486 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.227

Abstract

Limbah cair merupakan sisa hasil buangan sisa produksi atau aktivitas domestik yang berupa cairan. Limbah cair dapat berupa air beserta bahan­­bahan buangan lainnya yang tercampur (tersuspensi) maupun larut didalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang perbandingan efektivitas resin immobilized foto katalis TiO2 dan ZnO dalam proses degradasi fotokatalitik senyawa toksik yang terdegradasi (%). Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten dikenal sebagai kota delta, karena diapit oleh dua sungai yaitu sungai Surabaya dan sungai porong. Penelitian ini dilakukan di pabrik tahu Muncul, Surabaya dan industri batik rumahan di Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan, Madura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode refluks untuk parameter uji COD, metode spektrofotometer UV­­Vis untuk parameter uji UV254 dan metode Atomic Absorption Spectroscopy untuk uji parameter Crom (Cr). Hasil penelitian pengaruh variasi RIP­ZnO adalah 1; 2; 3. Berdasarkan hasil penelitian limbah batik dan limbah tahu memiliki variasi yang lebih tinggi yaitu mencapai 75,56% untuk dosis 15 gram pada 15 jam, sedangkan limbah batik dan limbah tahu pada dosis 15 gram ke 15 jam dengan hasil 77,89%. Sedangkan pengaruh variasi terhadap penurunan konsentrasi UV254 untuk limbah batik memiliki variasi control 7,65% pada dosis 15 gram ke jam 15 dan limbah tahu dengan hasil 73,06% pada dosis 15 gram ke 15 jam. Pada penurunan konsentrasi krom (Cr), variasi control menghasilkan penurunan 73,06% pada dosis 15 gram ke jam 15 untuk limbah batik. Penyisihan tinggi COD dan UV254 didapatkan pada limbah batik dan limbah tahu memiliki nilai terendah.
Pemanfaatan Potensi Alamiah Kawasan Gunung Beruk Ponorogo dalam Mendukung Wisata Berkelanjutan Eva Elviana; Rizka Tiara Maharani; Diyan Lesmana
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.164 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.229

Abstract

Kawasan Gunung Beruk terletak di desa Karang Patihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo, banyak menyimpan kekayaan alamiah berupa pemandangan alam yang indah, lahan berkontur membentuk perbukitan, hawa sejuk pegunungan, serta aneka jenis pepohonan khas pegunungan, yang dapat dikembangkan menjadi sebuah kawasan wisata. Pesona keindahan alam dengan karakteristik pegunungan, dapat menjadi pemicu timbulnya atraksi wisata yang berbasis pada lingkungan alam. Diharapkan kegiatan wisata yang terbentuk nantinya dapat menjamin keberlanjutan. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi potensi kekayaan alam Gunung Beruk, dalam menghasilkan sebuah atraksi wisata yang menarik dan menyenangkan, serta berkelanjutan. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan analisis terhadap potensi alamiah kawasan Gunung Beruk, dengan mengeksplorasinya agar menghasilkan sebuah atraksi wisata yang berkelanjutan. berbasis pada budaya kelokalan setempat, sehingga dapat menjamin keberlanjutannya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai ragam atraksi wisata yang berbasis pada kelokalan budaya setempat serta didukung oleh karakter alam pegunungan, akan dapat mendukung terciptanya wisata yang berkelanjutan.
Perencanaan Sistem Lahan Basah Buatan dalam Pengolahan Limbah Cair Domestik Menggunakan Tanaman Cyperus papyrus Anita Rahmawati; Eko Noerhayati; Ginanjar Noor Sholikhin; M. Iqbal Sahroni
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.158 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.231

Abstract

Pencemaran limbah cair domestik yang terjadi di badan air selalu dikaitkan dengan permasalahan sanitasi. Sebagian besar penduduk di Indonesia membuang limbah cair domestik langsung ke saluran pembuang tanpa dilakukan pengolahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, pada penelitian ini pengolahan limbah cair domestik di Bumi Candi Asri Sidoarjo dilakukan dengan menggunakan tanaman Cyperus papyrus melalui sistem lahan basah buatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain fasilitas pengolah limbah cair domestik dengan proses alami. Perencanaan sistem lahan basah yang direncanakan terdiri dari beberapa unit paengolahan seperti unit pengumpul, constructed wetland, dan unit indikator. Tanaman air yang dipakai adalah Cyperus papyrus (alang-alang air). Kualitas efluen yang dihasilkan adalah kosentrasi COD = 10,94 mg/l, dan kosentrasi BOD = 4,61 mg/l. Dari hasil tersebut, maka efluen yang dihasilkan dengan metode lahan basah buatan di Perumahan Bumi Candi Asri Sidoarjo sudah sesuai dengan Baku Mutu Limbah Domestik Peraturan Gubernur Jawa Timur No. 7 Tahun 2013.
Bioindikator Plankton dan Benthos dalam Monitoring Kualitas Air Sungai PT. WXYZ Denaya Andrya Prasidya; Rizka Novembrianto; Munawar Munawar; Muhammad Abdus Salam Jawwad; Muslikha Nourma Rhomadhoni
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.144 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.233

Abstract

Pemantauan kualitas air sungai memberikan gambaran terhadap keanekaragaman Plankton dan benthos. Tujuan penelitian ini sebagai bahan evaluasi kualitas air badan air sungai disekitar PT. WXYZ. Terdapat tiga titik pengamatan yakni pada upstream, titik outfall air limbah dan downstream. Metode yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil dari analisa yakni Jenis dan kelimpahan benthos pada lokasi sungai PT. WXYZ variasinya sangat rendah, yaitu 1 filum Annelida kelas Clitelata yang terdiri dari 1 spesies yaitu Tubifex sp. dengan kelimpahan 13 individu/mL. Indeks keanekaragaman (H’) benthos termasuk dalam kategori komunitas rendah; sedangkan indeks dominansi (D) benthos pada pertambakan ini lebih cenderung pada kondisi ada mendominasi jenis benthos tertentu. Plankton yang ditemukan di sungai PT. WXYZ ada 16 genus yang terdiri dari 14 genus fitoplankton yaitu Istmia, Fragillaria, Navicula, Pleurosigma, Placoneis, Diatoma, Cosmarium, Chlorella, Eudorina, Pyramimonas, Oscillatoria, Arthrospira, Spirulina, Vacuolaria, dan 2 genus zooplankton yaitu Favella dan Euglena. Rata-rata indeks keanekaragaman plankton di sungai PT. WXYZ, tergolong rendah. Tingkat pencemaran tergolong dalam tingkat pencemaran sedang yang ditunjukkan adanya jenis benthos dan plankton yang mampu hidup di lingkungan yang mengandung logam.
Pemetaan Kebisingan Lalu Lintas di Perkotaan – Sebuah Tinjauan Trida Ridho Fariz
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.002 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.234

Abstract

Kebisingan lalu lintas dapat memberikan dampak negatif pada manusia seperti penyakit kardiovaskular dan kesehatan mental. Ini membuat pengendalian kebisingan merupakan hal yang penting. Data yang representatif menjadi salah satu kunci utama dalam pengendalian kebisingan. Hal ini dikarenakan data yang representatif seperti peta sebaran kebisingan dapat membantu dalam pengambilan keputusan terkait rencana aksi pengurangan kebisingan di lingkungan. Oleh karena itu, artikel ini akan melakukan review literatur untuk membahas beberapa tantangan atau gap yang mungkin muncul dalam kajian pemetaan kebisingan menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis), sehingga dapat disimpulkan beberapa future work untuk pemetaan kebisingan lalu lintas. Hasil mengindikasikan bahwa kajian pemetaan kebisingan di Indonesia masih terbatas sehingga perlu ada kajian, salah satunya adalah perbandingan antar metode interpolasi hingga hiperparameter.
Efektivitas Pengolahan Air Gambut Kota Pontianak dengan Adsorpsi Menggunakan Karbon Aktif dari Cangkang Buah Bintaro (Cerbera manghas) Eva Pramuni Oktaviani Sitanggang; Nurfa Kholiza; Wivina Diah Ivontianti
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.567 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.235

Abstract

Keberadaan lignin (30,26%) dan selulosa (52,59%) pada cangkang buah bintaro (Cerbera manghas) dapat dimanfaatkan sebagai karbon aktif. Karbon aktif yang dihasilkan dapat diaplikasikan pada pengolahan air melalui proses adsorpsi, khususnya untuk air gambut. Karakteristik air gambut berwarna merah kecokelatan, bersifat asam, dan kadar besi serta zat organik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon aktif (sesuai SNI 06–3730–1995) serta mengetahui pengaruh konsentrasi adsorben terhadap efektivitas pengolahan air gambut. Cangkang buah bintaro dikeringkan, dipotong, dan dikarbonisasi lalu diaktivasi menggunakan larutan H3PO4 10% selama 24 jam kemudian dianalisis karakteristik mutu karbon aktif (sesuai SNI 06–3730–1995). Selanjutnya karbon aktif diaplikasikan pada air gambut dengan meninjau parameter zat organik, kekeruhan, warna, dan besi (Fe) serta pH. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif yang diaktivasi menggunakan H3PO4 10% diperoleh kadar air 2,63%; kadar abu 2,88%; kadar daya serap iod 990,054 mg/g; dan daya serap metilen biru 12,446 mg/g. Variasi yang memberikan hasil pengolahan paling optimum ialah konsentrasi karbon aktif 8%, dimana menaikkan pH air gambut dari 6,0 menjadi 6,8, efektivitas penurunan konsentrasi zat warna 52,69%, konsentrasi zat organik (KMnO4) 51,65%, konsentrasi logam Fe 83%, dan konsentrasi kekeruhan 35,88%.
Simulasi Penyisihan Mikroplastik pada Limbah Laundry Menggunakan Proses Filtrasi Bertingkat Junardi Junardi; Yuyun Gisna Yudasti; Gabrella Prananda Claudia; Aldin Aldin; Wa Ode Sitti Warsita Mahapati; Ahmad Fakral Irwan
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.502 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.236

Abstract

Mikroplastik yang berasal dari air limbah laundry semakin meningkat jumlahnya di lingkungan. Hal ini dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan manusia akan mendapatkan bahaya dari paparan mikroplastik ketika masuk ke dalam tubuh. Multi stage filter sebagai sebuah solusi yang dapat dijadikan sebagai teknologi berkelanjutan yang sederhana, mudah digunakan, mudah dibersihkan, memiliki efisiensi penyaringan yang tinggi, dan mampu mencegah penyebaran mikroplastik ke lingkungan. Metode penelitian terdiri dari beberapa tahapan yaitu : pengumpulan data untuk rancagan awal, penyusunan desain teknis, pembuatan produk, pengujian keandalan karya, analisis data pengujian, sehingga miiplast filter siap digunakan dan evaluasi penerimaan masyarakat. Hasil total mikroplastik yang ditemukan pada sampel limbah laundry yaitu rata-rata 5145 MPs dalam 7,4 kg berat kering pakaian. Timbulan mikroplastik dari limbah pakaian setelah menggunakan filter yaitu 75.5%. Hal ini membuktikan bahwa melakukan proses filtrasi dapat menurunkan jumlah peyebaran mikroplastik ke lingkungan.
Efektivitas Pemanfaatan Daun Kelor sebagai Alternatif Biosurfaktan Detergen dengan Metode PRES (Prinsip Rotary Evaporator Sederhana) Syayidah Syayidah Dinurrohmah; Ulul Hadiatul Fauki; Melliana Jiana Bahi; Lambang Subagiyo; Atin Nuryadin
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol 14 No 2 (2022): Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Program Studi Teknik Lingkungan, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.691 KB) | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.237

Abstract

Salah satu upaya mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh limbah detergen adalah dengan pemanfaatan bahan alami sebagai pengganti surfaktan. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan detergen berbahan aktif biosurfaktan daun kelor dengan metode Prinsip Rotary Evaporator Sederhana (PRES). Pemanfaatan daun kelor (Moringa olifera) dilakukan dengan mengekstraksi daun kelor menggunakan metode maserasi hingga menghasilkan biosurfaktan, yang kemudian diolah menjadi detergen cair. Untuk menguji sediaan biosurfaktan maupun detergen cair, dilakukan beberapa uji, yaitu organoleptik, pH, bobot jenis, stabilitas busa, daya detergensi, dan cemaran dari limbah detergen cair kemudian dibandingkan dengan detergen komersial. Hasil detergen cair menggunakan metode PRES menunjukkan mutu detergensi yang sebanding dengan detergen komersial, karena memiliki stabilitas busa mencapai 97%, dengan daya detergensi mencapai 80%, namun tingkat limbah cemaran yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode PRES dapat menghasilkan detergen cair dengan stabilitas busa dan mutu detergen yang baik, namun memerlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat meminimalkan tingkat cemaran limbah yang dihasilkan.

Page 10 of 26 | Total Record : 257