cover
Contact Name
Kabul Fadilah
Contact Email
kabul.fadilah.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6282231641900
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Department of Environmental Engineering University of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Jl. Rungkut Madya No.1, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 2085501X     EISSN : 26231336     DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i1
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting in analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: a. Environmental planning and management; b. Protected areas development, planning, and management; c. Community-based resources management; d. Environmental chemistry and toxicology; e. Environmental restoration; f. Social theory and environment; and g. Environmental security and management. h. Other relevant fields.
Articles 257 Documents
PEMANFAATAN EFFECTIVE MICROORGANISM (EM) LIMBAH SAYUR UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH LAUNDRY Annisa Rifka Alifia; Rhenny Ratnawati
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v12i2.96

Abstract

Limbah laundry mengandung kandungan deterjen dan fosfat yang menyebabkan pencemaran lingkungan, eutrofikasi dan gangguan kesehatan cukup serius pada manusia. Alternatif teknologi pengolahan limbah laundry yang ramah lingkungan salah satunya menggunakan Effective Microorganism (EM). Pemanfaatan limbah sayur sebagai EM dilakukan karena sayuran yang mengalami pembusukan mempunyai banyak mikroorganisme yang terkandung. Mikroorganisme dalam sayuran dianggap dapat melakukan penurunan limbah organik. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengkaji efisiensi penurunan kadar COD dan fosfat pada air limbah laundry menggunakan EM limbah sayur. Jumlah reaktor terdiri dari 4 reaktor dimana pemberian dosis EM secara berturut-turut yaitu 0%, 5%, 10% dan 15%. Hasil penelitian menunjukan efisiensi tertinggi kadar COD dengan dosis 0%, 5%, 10% dan 15% adalah 10.2%, 43.9%, 51% dan 59.9%. Sedangkan untuk kadar fosfat efisiensi penurunan tertinggi dengan dosis 0%, 5%, 10% dan 15% secara berturut- turut yaitu sebesar 0.7%, 53.2%, 56.5% dan 65.2%. Dosis yang efektif untuk menurunkan COD dan fosfat pada limbah laundry adalah 15%.
PEMETAAN TINGKAT BAHAYA BENCANA LONGSOR DAN SISTIM PERENCANAAN TATA LETAK BANGUNAN DALAM TATA RUANG WILAYAH KOTA BAUBAU Idham Handa; Taufik
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 12 No. 2 (2020): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v12i2.98

Abstract

Penelitian menganalisa tingkat rawan longsor dan distribusinya serta merumuskan arahan sistim informasi tata letak bangunan untuk menghindari bahaya longsor. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dan desain survei. Objek analisis adalah kemiringan lereng, penggunaan lahan, jenis tanah, curah hujan, geologi, infrastruktur, keberadaan sesar atau patahan patahan, dan gawir serta kepadatan pemukiman. Data dianalisis secara deksriptif kualitaif dan analisis spasial (ArcView 3.2). Kerawanan longsor di Kota Baubau pada kategori “aman” seluas 17.515,47 ha, “rawan rendah” seluas 11.185,43 ha dan kerawana “sedang” seluas 60,94 ha. Arahan penataan ruang tata bangunan di Kota Baubau untuk wilayah “aman” diperbolehkan dilakukan pembangunan bangunan gedung. Wilayah potensi “rendah” diperbolehkan aktifitas pembangunan bangunan gedung dengan tetap mempertahankan kawasa lindung atau ruang terbuka 30 %, sedangkan wilayah potensi “sedang” diperbolehkan aktifitas pembangunan bangunan gedung dengan tetap mempertahankan kawasan lindung atau ruang terbuka 30 % dan memperketat ijin penyelenggaran bangunan gedung.
KENYAMANAN TERMAL DAN FAKTOR INDIVIDU YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN HEAT STRAIN PADA PEKERJA LABELLING CANNING Anisa Nur Fadhila; Indri Santiasih; Am Maisarah Disrinama
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.99

Abstract

Heat Strain merupakan respon fisiologi terhadap beban panas dimana tubuh berusaha untuk menghilangkan panas ke lingkungan untuk memelihara kestabilan suhu tubuh. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh kenyaman termal, beban kerja fisik, usia, masa kerja, status gizi, status aklimatisasi, kondisi kesehatan, konsumsi obat-obatan, dan konsumsi air terhadap heat strain dan memberikan rekomendasi. Penelitian ini mengunakan teknik total sampling yaitu sebanyak 36 pekerja. Metode analisis menggunakan uji regresi logistik ordinal dan kejadian heat strain menggunakan kuisioner HSSI (Heat Strain Score Index). Hasil pengujian regresi logistik ordinal diperoleh bahwa variabel yang berpengaruh terhadap heat strain yaitu kondisi kesehatan p-value 0,010 (α<0,05), konsumsi obat-obatan p-value 0,004 (α<0,05) dan untuk konsumsi air p-value 0,023 (α<0,05). Sedangkan untuk variabel usia, masa kerja, status gizi tidak memiliki hubungan (p-value > 0,05). Rekomendasi yang dilakukan secara hierarki pengendalian adminstratif yaitu dengan melakukan penambahan ventilasi mekanik berupa blower, rolling pekerja, sosialisasi, penambahan air galon, dan penyesuaian pakaian kerja.  
PENGARUH BIOCHAR SEKAM PADI DAN TONGKOL JAGUNG TERHADAP PENURUNAN LOGAM Fe Aulia Nur Mustaqiman; Ruslan Wirosoedarmo; Bambang Suharto; Alvian Ilham; Hartis Suwito
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.100

Abstract

Potensi limbah hasil pertanian seperti sekam padi dan tongkol jagung sangat melimpah dan dapat mengganggu lingkungan. Namun limbah ini dapat dikembalikan ke lahan pertanian dalam bentuk biochar atau arang aktif dengan cara dilakukan pirosilisis baik menggunakan suhu rendah maupun suhu tinggi. Biochar adalah produk sampingan dari konversi termokimia biomassa yang diakui sebagai amandemen tanah yang menguntungkan, yang ketika dimasukkan ke dalam tanah meningkatkan retensi air tanah, meningkatkan konduktivitas hidrolik jenuh tanah atas, mempengaruhi agregasi, infiltrasi, dan air memiliki kapasitas, penurunan resistensi penetrasi tanah. Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu, biochar dapat mengikat logam berat yang terkandung dalam air lindi terutama logam berat Fe. Pemanfaatan air lindi sebagai pupuk organik yang banyak mengandung unsur hara yang penting untuk pertumbuhan tanaman kedelai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penurunan logam Fe yang disebabkan oleh biochar berbasis tongkol jagung. Metode yang dipakai adalah membuat biochar dengan cara pirolisis dengan suhu rendah sampai tinggi untuk mendapat daya adsorpsi logam berat yang dikandung oleh air lindi.
PENGARUH PENAMBAHAN IMPELLER PADA FASE AEROBIK TERHADAP EFISIENSI KINERJA SEQUENCING BATCH REACTOR PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI TAHU Novirina Hendrasarie; Irma Ilham Yadaturrahmah
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.102

Abstract

Saat ini usaha industri tahu sedang berkembang. Limbah yang dihasilkan dari industri tahu akan menjadi suatu permasalahan bagi lingkungan. Pengolahan air limbah industri tahu dapat dilakukan dengan cara pengolahan biologis karena dapat menurunkan kandungan organik pada air limbah tahu. Salah satu teknologi pengolahan limbah yang efektif dan efisien adalah Sequencing Batch Reactor (SBR). Prinsip operasi SBR adalah mengisi dan menarik (fill and draw), yang terdiri dari lima tahap yaitu pengisian (fill), reaksi (reaction), pengendapan (settle), pembuangan air olahan (decand) dan pembuangan lumpur (idle). SBR dioperasikan dengan waktu retensi hidrolik (HRT) dan kecepatan pengadukan yang bervariasi, yaitu masing-masing sebesar 24, 36 jam dan 48 jam serta kecepatan pengadukan sebesar 50, 100 dan 150 rpm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan impeller terhadap penurunan parameter BOD, PO4 dan N Total serta mengidentifikasi mikroorganisme yang berperan dalam proses SBR. Dari hasil penelitian didapatkan HRT dan kecepatan pengadukan optimum, yaitu masing-masing sebesar 48 jam dan 150 rpm. Dengan efisiensi penyisihan BOD, PO4 dan N Total yang dihasilkan, masing-masing sebesar 93,33%, 90,97% dan 93,73%.
EFEKTIFITAS KOAGULAN PAC DAN HCA PADA APLIKASI UNIT HIDROULIC KOAGULASI DALAM PENYISIHAN TSS AIR PERMUKAAN Firra Rosariawari; Aulia Ulfah Farahdiba
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.135

Abstract

Air permukaan secara kuantitas dan kualitas hingga saat ini diperlukan sebagai air baku dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Penelitian ini mengaplikasikan unit koagulasi dengan proses hidroulik, flokulasi dan terakhir adalah pengendapan. Ketiga unit tersebut dirancang dalam rangkaian yang sederhana, hemat energy dan mudah dipindahkan. Dengan harapan unit ini dapat digunakan untuk mengolah air permukaan diberbagai tempat dengan cara dipindah pindahkan dari tempat yang satu ketempat yang lain. Debit 9 L/menit sebagai inlet diharapkan cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam skala rumah tangga. Koagulan PAC dan HCA digunakan untuk menyisihkan kekeruhan dan padatan tersuspensi dengan berbagai variasi konsentrasi. Parameter uji yang digunakan untuk mengukur effektifitas unit ini dalam menyisihkan padatan tersuspensi adalah TSS. Penyisihan TSS sangat significant dengan adanya tambahan unit filtrasi.
KAJIAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL PADA SUMBU, SIMETRI, DAN HIRARKI BANGUNAN AULA BARAT ITB Titieandy Lie
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 1 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i1.136

Abstract

Perancangan bangunan-bangunan baru di kampus ITB (Institut Teknologi Bandung) memunculkan bentuk bangunan-bangunan yang beragam dan cenderung non-kontekstual, tidak selaras dengan bangunan lama atau bangunan konservasi sebagai eksisting. Untuk itu, dilakukan penelitian dengan langkah-langkah meliputi: (1) mengungkap konsep awal perancangan kampus ITB (2) mendeskripsikan nilai-nilai arsitektur bangunan Aula Barat ITB (3) melakukan kajian pada sumbu, simetri, dan hirarki bangunan Aula Barat ITB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dasar perancangan arsitektur kontekstual melalui sumbu, simetri, dan hirarki pada bangunan Aula Barat ITB, yang menjadi acuan terhadap perencanaan dan perancangan bangunan-bangunan baru disekitarnya.
Pengaruh Variasi Waktu dan Tegangan Listrik Terhadap Penurunan Kandungan Beban Pencemar Air Sumur di Desa Lakardowo Kabupaten Mojokerto dengan Metode Kombinasi Elektrolisis Klorinasi Muhammad Rizki Akbar Maulana; Yayok Suryo Purnomo
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.147

Abstract

Elektrolisis merupakan reaksi dengan melibatkan perubahan kimia di dalam elektrolit karena adanya arus listrik (DC). Desinfeksi dengan klorinasi dapat didefinisikan sebagai pembubuhan terhadap jenis mikroba salah satunya adalah mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu dan tegangan listrik dalam menurunkan beban pencemar air sumur di Desa Lakardowo Kabupaten Mojokerto seperti besi, mangan, kromium dan mikroorganisme. Proses elektrolisis-klorinasi ini menggunakan variasi lama waktu yaitu 5, 25, 50, 75, 100 dan 125 menit. Sedangkan, kuat tegangan listrik (volt) yang digunakan adalah 3, 6, 12, 18, dan 24 volt. Proses elektrolisis-klorinasi ini menggunakan plat berupa aluminium sebagai elektroda untuk menghantarkan listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama waktu dan tinggi tegangan listrik yang digunakan dalam penelitian ini, maka nilai yang didapat semakin menurun dalam arti semakin kecil beban pencemar yang terkandung. Hal tersebut dilihat untuk parameter besi  dan mangan diperoleh pada  24 volt dengan waktu 125 menit, kromium diperoleh pada 24 volt dengan waktu 75 menit  dan mikroorganisme pada tegangan 24 volt  dengan waktu 5 menit telah berhasil menurunkan nilai parameter yang terkandung.
PENURUNAN KADAR MIKROPLASTIK PADA AIR KALI WONOKROMO DENGAN METODE ELEKTROKOAGULASI Firra Rosariawari; Dila Rahmayanti
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2021): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v13i2.148

Abstract

Kelimpahan mikroplastik di air permukaan Surabaya dapat mengganggu keberlangsungan kehidupan ekosistem sungai dan berdampak buruk bagi manusia. Karena sebagian besar air baku yang digunakan masyarakat Surabaya berasal dari air permukaan. Mikroplastik yang berukuran kurang dari 5µm mengandung bahan kimia berbahaya seperti Polikrolin Binefil (PCB) dan bersifat toksik. Mikroplastik dapat membawa logam berat dan juga beberapa mikroorganisme patogen yang menempel pada badan mikroplastik, hal tersebut dapat dimungkinkan akan masuk kedalam peredaran darah dan menginfeksi tubuh. Salah satu alternatif pengolahan yang dapat digunakan untuk menurunkan kadar mikroplastik adalah dengan menggunakan elektrokoagulasi. Elektrokoagulasi merupakan proses penggumpalan dan pengendapan partikel-partikel halus yang terdapat di air dengan menggunakan energi listrik. Mikroplastik yang terkandung dalam air tersisihkan melalui proses flokulasi dan pengendapan. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penurunan kadar mikroplastik menggunakan elektrokoagulasi dengan variasi jarak antar elektroda dan waktu detensi. Variasi jarak antar elektroda yang digunakan adalah 1,5 cm; 2 cm; 3cm; dan 5 cm. Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa untuk menurunkan kadar mikroplastik dalam sampel air permukaan jarak antar elektroda yang paling efektif adalah 3 cm dengan penurunan kadar mikroplastik sebesar 89%.
Bioremediasi Tanah Tercemar Limbah Oli Bekas Dengan Metode Composting Sonia Rasmadita Dewi; Winardi; Aini Sulastri
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 15 No. 2 (2023): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v15i2.153

Abstract

Bioremediasi merupakan teknologi efektif memanfaatkan kemampuan aktivitas mikroorganisme mentransformasikan komponen toksik menjadi hasil akhir produk kurang toksik tanpa mengganggu terhadap lingkungan sekitarnya. Penelitian ini pengolahan limbah oli bekas menggunakan metode komposting. Aktivitas bengkel menghasilkan limbah oli bekas yang dibuang ke tanah menyebabkan sumber pencemaran tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai TPH hasil limbah oli bekas aktivitas bengkel, nilai parameter lingkungan hubungan antara TPH mengenai suhu, pH, kadar air, densitas, Total Plate Count dan pengaruh perbandingan substrat dan rasio yang tepat. Penelitian menggunakan substrat tanah tercemar,tanah kompos dan pupuk cair dengan konsentrasi yang digunakan 50%:50%, 60%:40%, 50%:25%:25% dan 60%:20%:20%. Uji pendahuluan tanah tercemar limbah oli adalah 0,218%. Hasil penelitian menunjukkan sampel penelitian Tanah Tecemar dan Pupuk Cair 60%:40% dapat mendegradasikan hidrokarbon dengan baik. Pada hari ke 7 TPH senilai 1,78%, Pada hari ke 14 TPH senilai 1,44%, Pada hari ke 21 TPH senilai 1,056%, Pada hari ke 28 TPH senilai 0,62%. Sampel TT:PC 60%:40% ditinjau parameter lainnya, hubungan dengan suhu, pH, kadar air, densitas dan Total Plate Count. Pengujian kadar TPH mengalami keadaan fluktuatif, kemungkinan disebabkan masa pertumbuhan mikroba diauksi. Mikroba diauksik atau lainnya mengalami trade-off dan tidak diberikan suplai air sehingga mikroba sulit degradasikan hidrokarbon.