cover
Contact Name
Kabul Fadilah
Contact Email
kabul.fadilah.tl@upnjatim.ac.id
Phone
+6282231641900
Journal Mail Official
envirotek@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Department of Environmental Engineering University of Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur Jl. Rungkut Madya No.1, Kota Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
ISSN : 2085501X     EISSN : 26231336     DOI : https://doi.org/10.33005/envirotek.v14i1
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan gives particular to manuscript submissions that employ integrated methods resulting in analyses that provide new insights in environmental engineering, science and management, particularly in the areas of: a. Environmental planning and management; b. Protected areas development, planning, and management; c. Community-based resources management; d. Environmental chemistry and toxicology; e. Environmental restoration; f. Social theory and environment; and g. Environmental security and management. h. Other relevant fields.
Articles 257 Documents
PENINGKATAN EFISIENSI ENERGI PADA SISTEM DISTRIBUSI SUMBERSARI PERUMDA AIR MINUM TUGU TIRTA KOTA MALANG Galis Asmara; Adhi Yuniarto; Muhammad Sundoro
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.178

Abstract

Pelayanan air minum Kota Malang diselenggarakan oleh Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang menggunakan kombinasi sistem perpompaan (73%) dan sistem gravitasi (27%). Dominasi sistem perpompaan mengakibatkan biaya energi di Perumda Air Minum Tugu Tirta Kota Malang (Rp 478/m3) lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional (Rp 345,77/m3). Lokasi penelitian pada sistem distribusi Sumbersari dipilih karena operasional pompa berjalan selama 24 jam langsung melayani pelanggan. Pompa eksisting beroperasi mengikuti fluktuasi debit penggunaan pelanggan yang mengakibatkan penggunaan energi menjadi tidak efisien. Hal ini terjadi karena pompa beroperasi normal saat pemakaian air minimum pada jam pelayanan minimum (malam hari). Penelitian ini menganalisis peningkatan efisiensi energi pada Sistem Distribusi Sumbersari melalui skema pemasangan Variable Speed Drive (VSD) yang disimulasikan menggunakan aplikasi Epanet 2.0. Hasil analisis teknis menunjukkan bahwa pemasangan VSD dapat meningkatkan efisiensi pada sistem eksisting dengan menghasilkan penghematan tagihan listrik sebesar 10,16% dan Specific Energy Consumption (SEC) meningkat semula 0,38 kWh/m3 menjadi 0,35 kWh/m3.
PEMANASAN GLOBAL DAN KERUSAKAN LINGKUNGAN: APAKAH MASIH MENJADI ISU PENTING DI INDONESIA? Ray March Syahadat; Rizal Ichsan Syah Putra
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.179

Abstract

Isu terkait pemanasan global dan kerusakan lingkungan dulu menjadi isu yang sering diangkat dalam penelitian, tak terkecuali di Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengungkap apakah kedua isu tersebut masih menjadi tren dalam penelitian di Indonesia dalam lima tahun terakhir (2016-2021). Tiga metode yang digunakan dalam studi ini. Pertama, dengan melakukan penelusuran tren kata kunci pencarian berdasarkan kategori di internet menggunakan Google Trends. Kedua, penelusuran tren judul artikel jurnal di Google Scholar dengan menggunakan aplikasi Harzing’s Publish or Perish. Ketiga, pemetaan bibliometrik terkait pola hubungan, rentang tahun, dan densitas topik penelitian dengan menggunakan aplikasi VOSviewer. Hasil menunjukkan bahwa kedua isu tersebut masih sering dicari khalayak. Namun, jumlah penelitian terkait dua isu tersebut belakangan jumlahnya menurun. Studi ini juga mengungkap topik-topik yang masih belum banyak maupun yang belum pernah dibahas, karena berpotensi untuk menjadi arah penelitian di masa mendatang.
PERANCANGAN REAKTOR BIODIESEL DARI LIMBAH MINYAK GORENG SISTEM BATCH SEMIOTOMATIS M. Hasan Abdullah; Subaderi
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.180

Abstract

Biodiesel dapat dihasilkan dari bahan nabati dan bahan lain yang mempunyai kadar %FFA (free fatty acid) tinggi, termasuk limbah minyak goreng. Namun untuk mengolah bahan tersebut diperlukan proses yang cukup rumit. Beberapa tahapan proses memerlukan parameter yang dapat diatur secara tepat untuk mencapai kualitas biodiesel yang optimum. Maka diperlukan reaktor yang dapat mengendalikan proses secara efisien dan efektif. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang reaktor biodiesel skala kecil untuk mengolah limbah minyak goreng menjadi biodiesel yang sesuai dengan persyaratan mutu. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat reaktor biodiesel sistem batch semiotomatis yang mampu memproduksi biodiesel dari limbah minyak goreng. Reaktor ini juga dilengkapi dengan perangkat yang dapat mengendalikan suhu, waktu dan kecepatan reaksi. Sehingga dapat menghasilkan kualitas biodiesel yang optimum sesuai dengan standar yang ditentukan. Tahapan dalam penelitian ini dibagi menjadi tahapan desain dan pengujian. Tahapan desain meliputi persiapan alat dan bahan, pembuatan dan perakitan. Tahapan pengujian dilakukan untuk memastikan reaktor dapat bekerja dan menghasilkan biodiesel sesuai dengan persyaratan mutu. Pengujian dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu reaksi esterifikasi, transesterifikasi dan purifikasi. Dari hasil percobaan dengan 5 kg bahan minyak goreng bekas diperoleh biodiesel dengan rendemen 95% dan bilangan asam 0.28 mg-KOH/g di bawah 0.5 mg-KOH/g (sesuai standar SNI 7182-2015).
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SERABUT KELAPA DAN KULIT BUAH SIWALAN SEBAGAI ADSORBEN DAN MEDIA LEKAT BIOFILM PADA PENGOLAHAN LIMBAH DOMESTIK MENGGUNAKAN SEQUENCING BATCH REACTOR Novirina Hendrasarie; Fransiska Febriana
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.182

Abstract

Air limbah domestik menjadi salah satu sumber pencemaran badan air dengan persentase mencapai 54,69% hal ini dapat menyebabkan meningkatnya kadar COD, TSS, dan Total N dalam badan air. Penelitian ini mengenai pengolahan limbah domestik apartemen menggunakan unit Sequencing Bacth Reactor (SBR) dengan penambahan serabut kelapa dan kulit siwalan sebagai media lekat biofilm dan adsorben. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektifitas penggunaan serabut kelapa dan kulit siwalan sebagai media lekat biofilm dan adsorben dalam menurunkan kandungan COD, TSS, dan Total N. SBR dioperasikan dengan waktu retensi hidrolik (HRT) 12, 24, dan 36 jam serta laju aerasi yang sama yaitu 14 L/menit. Dari hasil penelitian didapatkan HRT optimum yaitu 36 jam dengan penambahan media lekat serabut kelapa. Dengan efisiensi penyisihan COD, TSS, dan Total N yang dihasilkan masing masing 92,86%, 98,15% dan 84,30%.
EFISIENSI PENYISIHAN KADAR BOD PADA LIMBAH CAIR TAHU MENGGUNAKAN TANAMAN BAMBU AIR DENGAN SISTEM SUB SURFACE FLOW CONSTRUCTED WETLAND Noven Pramitasari; Alfiani Nur Kholisah; Audiananti Meganandi Kartini
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.188

Abstract

Industri tahu di Indonesia berkembang sangat pesat dikarenakan tingginya permintaan masyarakat terhadap tahu. Tingginya permintaan terhadap tahu tersebut berbanding lurus dengan meningkatnya produksi tahu yang mengakibatkan banyaknya limbah yang dihasilkan. Sebagian besar industri tahu di Indonesia adalah industri skala rumah tangga yang tidak dilengkapi pengolahan limbah sehingga diperlukan pengolahan, salah satunya dengan phyto-treatment. Pada penelitian ini pengolahan limbah cair tahu dilakukan dengan menggunakan tanaman bambu air (Equisetum hyemale) melalui sistem sub surface flow constructed wetland. Penelitian ini bertujuan untuk menyisihkan kadar pencemar organik pada limbah cair tahu yang dapat dilihat dari kadar BOD (biological oxygen deman), serta mengetahui pengaruh jumlah tanaman dan jenis media terhadap kadar BOD. Adapun variabel bebas pada penelitian ini yaitu jumlah tanaman dan jenis media. Penelitian pendahuluan yang dilakukan adalah aklimatisasi, pretreatment dan range finding test. Phyto-treatment dilakukan selama 20 hari dengan waktu tinggal pengujian BOD pada hari ke 5, 10, 15 dan 20. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan efisiensi penyisihan kadar BOD pada hari ke 20 di Reaktor X1Y1, X2Y1, X1Y2, dan X2Y2 masing-masing sebesar 40,93%, 79,10%, 26,53%, dan 53,61%. Efisiensi penyisian kadar BOD paling besar terdapat pada Reaktor X2Y1 yaitu menggunakan 70 batang tanaman dan jenis media tanah dan kerikil. Adapun berdasarkan hasil uji statistik menggunakan anova dua arah dapat disimpulkan bahwa jumlah tanaman dan jenis media berpengaruh signifikan terhadap kadar BOD.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK MENJADI BIOETANOL DENGAN PROSES FERMENTASI Mohammad Yudhistira Firmansyah; Dwi Darmawan Wahyudi; Laurentius Urip Widodo
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.191

Abstract

Indonesia mempunyai iklim yang mendukung untuk tumbuhnya eceng gondok (Eichornia Crasipess), maka ketersediaan eceng gondok di Indonesia sangat banyak. Eceng gondok termasuk dalam tanaman yang jarang sekali dimanfaatkan. Kandungan selulosa yang dimiliki oleh tanaman eceng gondok sebesar 64,51% dan kandungan lignin sebesar 7,69%. Kandungan selulosa yang terdapat di dalam eceng gondok ini lah yang dapat dimanfaatkan untuk pembuatan bioethanol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kondisi ideal fermentasi eceng gondok. Terdapat tiga proses yang dilakukan untuk membuat bioethanol yaitu delignifikasi, hidrolisis, dan fermentasi. Proses delignifikasi menggunakan larutan NaOH 10 % yang bertujuan untuk menghilangkan kadar lignin. Hasil dari proses delignifikasi dilakukan proses hidrolisis yang menggunakan larutan H₂SO₄ 5% dengan tujuan untuk mengubah selulosa menjadi glukosa. Selanjutnya selama : 3, 5, 7, 9, dan 11 hari sebagai variabel waktu dalam proses fermentasi serta massa ragi (Saccharomyces Cerevisiae) : 3, 4, 5, 6, dan 7 gram yang disertai dengan penambahan pupuk NPK dan Urea sebagai nutrient dalam proses fermentasi. Hasil terbaik setelah diuji menggunakan alat Gas Chromatography (GC) didapatkan pada kondisi fermentasi selama 7 hari dan massa Saccharomyces Cerevisiae sebesar 6 gram dengan penambahan pupuk NPK dan Urea, didapatkan hasil kadar etanol sebesar 0,528 %.
EVALUASI PROGRAM UNGGULAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN PLTU X JAWA TIMUR MENGGUNAKAN LIFE CYCLE ASSESSMENT (LCA) Joni Hermana; Adhi Yuniarto; Maya Maharani
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.193

Abstract

Dalam kegiatan proses produksi energi listrik PLTU dengan bahan bakar batu bara, beberapa unit proses akan menghasilkan emisi yang berpotensi menimbulkan dampak pada lingkungan dan kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis dampak lingkungan yang paling dominan dan unit operasi yang memberikan kontribusi dampak lingkungan paling besar sehingga dapat menjadi inputan untuk mengevaluasi program yang telah diimplementasikan di perusahaan untuk mengurangi dampak lingkungan. Analisis dampak lingkungan dilakukan dengan metode LCA menggunakan aplikasi SimaPro dengan metode CML-1A dan ReCiPe. Hasil analisis LCA menunjukkan bahwa proses produksi 1 kWh listrik memberikan kontribusi dampak lingkungan yang paling dominan berdasarkan metode CML-IA Baseline yaitu abiotic depletion fossil fuel sebesar 11,62466 MJ dan berdasarkan metode ReCiPe 2016 Midpoint yaitu dampak global warming sebesar 1,049575 kg CO2 dan dampak terrestrial acidification sebesar 0,003672 kg SO2 eq.
DAMPAK PERKEMBANGAN SENTRA INDUSTRI TAHU TEMPE DI KELURAHAN ABIAN TUBUH BARU TERHADAP KONDISI LINGKUNGAN Wiwit Bayu Adi; Agum Muladi; Fathul Rakhman; Ahmad Kutbi Rais; Mustiana; Joni Safaat Adiansyah
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.194

Abstract

Kelurahan Abian Tubuh Baru merupakan sentra industri pembuatan tahu dan tempe yang ada di Kota Mataram berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah tahun 2011-2031 (RTRW). Dari potensi tersebut justru menimbulkan dampak yaitu pencemaran limbah tahu tempe terhadap lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak perkembangan industri tahu tempe di Kelurahan Abian Tubuh Baru terhadap kondisi lingkungan dan untuk mengetahui strategi yang pernah diterapkan untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan dari perkembangan industri. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif, metode pendekatan yang digunakan yaitu DPSIR dan Stakeholder. Hasil menunjukkan perkembangan sentra industri tahu tempe menimbulkan dampak pada kondisi lingkungan, seperti pencemaran sungai, pencemaran udara akibat bau yang ditimbulkan dari limbah dan kebisingan suara yang ditimbulkan dari mesin penggiling, sehingga mempengaruhi tingkat kenyamanan masyarakat sekitar. Sedangkan strategi untuk mengatasi dampak yang ada hingga saat ini kurang berjalan dengan efektif.
PERAN CSR PHE WMO DALAM PENGELOLAAN SAMPAH KAWASAN WISATA PANTAI PASIR PUTIH TLANGOH, TANJUNGBUMI, BANGKALAN Ika Bayu Kartikasari; Helen Puspita Sari; Ulil Masruroh
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.195

Abstract

Pantai Tlangoh merupakan pantai yang baru di buka untuk umum pada tahun 2019 yang terletak di Desa Tlangoh diantara Dusun Temmana dan Pakerengan. Sebelum dikelola menjadi Kawasan wisata, Masyarakat sering kali membuang sampah rumah tangga dan seresah pada tepian pantai sehingga terbawa arus. Dampaknya adalah pencemaran laut dan berkurangnya nilai estetika lingkungan. Masyarakat juga memanfaatkan Pantai Tlangoh untuk penambangan pasir putih yang dampaknya dapat menyebabkan abrasi. Program CSR PHE-WMO melakukan pengelolaan lingkungan berbasis SDG’s dengan mengelola pantai. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian awal pengelolaan sampah pada Pantai Tlangoh setelah menjadi pariwisata. Metode yang digunakan eksperimen dengan mengetahui timbulan dan komposisi yang dapat di daur ulang. Dari hasil analisis proyeksi timbulan yang terjadi pada tahun 2019 mencapai 1488,32 m3/hari. Sehingga peran objek Wisata Pantai Tlangoh dapat mengurangi kebiasaan masyarakat yang terbiasa membuang sampah di tepi pantai dan melakukan penambangan pasir putih dan dapat mengurangi timbulan sampah yang ada. Komposisi sampah terbanyak yaitu pada saat sabtu dan minggu dengan komposisi terbanyak terdiri dari sampah plastik 30,7 %, sampah makanan 30,32%, dan sampah halaman/seresah 15,2%. Timbulan sampah yang dihasilkan dari masyarakat dan pengunjung 29,24 kg/hari. Dari potensi tersebut apabila pengolahan sampah secara 3R, dapat berpotensi mengolah 8,37 kg/hari. Potensi tersebut terdiri dari sampah makanan 2,89 kg/hari, sampah plastik 4,13 kg/ hari, sampah kertas 0,44 kg/hari, sampah logam 0,57 kg/hari, dan sampah kaca 0,57 kg/hari. Objek Wisata Pantai Tlangoh menambah pendapatan masyarakat di awal pandemik Covid-19 dan timbulan sampah yang berasal dari sebagian masyarakat sekitar.
Efektivitas Pengolahan Air Gambut Kota Pontianak dengan Adsorpsi Menggunakan Karbon Aktif dari Cangkang Buah Bintaro (Cerbera manghas) Eva Pramuni Oktaviani Sitanggang Pramuni Oktaviani Sitanggang; Nurfa Kholiza; Wivina Diah Ivontianti
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.253

Abstract

Keberadaan lignin (30,26%) dan selulosa (52,59%) pada cangkang buah bintaro (Cerbera manghas) dapat dimanfaatkan sebagai karbon aktif. Karbon aktif yang dihasilkan dapat diaplikasikan pada pengolahan air melalui proses adsorpsi, khususnya untuk air gambut. Karakteristik air gambut berwarna merah kecokelatan, bersifat asam, dan kadar besi serta zat organik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik karbon aktif (sesuai SNI 06–3730–1995) serta mengetahui pengaruh konsentrasi adsorben terhadap efektivitas pengolahan air gambut. Cangkang buah bintaro dikeringkan, dipotong, dan dikarbonisasi lalu diaktivasi menggunakan larutan H3PO4 10% selama 24 jam kemudian dianalisis karakteristik mutu karbon aktif (sesuai SNI 06–3730–1995). Selanjutnya karbon aktif diaplikasikan pada air gambut dengan meninjau parameter zat organik, kekeruhan, warna, dan besi (Fe) serta pH. Hasil penelitian menunjukkan karbon aktif yang diaktivasi menggunakan H3PO4 10% diperoleh kadar air 2,63%; kadar abu 2,88%; kadar daya serap iod 990,054 mg/g; dan daya serap metilen biru 12,446 mg/g. Variasi yang memberikan hasil pengolahan paling optimum ialah konsentrasi karbon aktif 8%, dimana menaikkan pH air gambut dari 6,0 menjadi 6,8, efektivitas penurunan konsentrasi zat warna 52,69%, konsentrasi zat organik (KMnO4) 51,65%, konsentrasi logam Fe 83%, dan konsentrasi kekeruhan 35,88%.