cover
Contact Name
Khaerul Saleh
Contact Email
khaerulsaleh63@yahoo.co.id
Phone
+628129742414
Journal Mail Official
jppm@erapublikasi.id
Editorial Address
Taman Balaraja blok G 2 no.1 RT 03 RW 08 Desa Parahu Kec. Sukamulya Kab. Tangerang - Banten 15610
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Penyuuhan dan Pemberdayaan Masyarakat (JPPM)
ISSN : 28305965     EISSN : 28279557     DOI : 10.59066/jppm
Penyuluhan Pertanian, Komunikasi Pembangunan, Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat, Sosiologi dan Antropologi Pertanian, Manajemen Sumberdaya Manusia, Kepemimpinan dan Kelembagaan Pertanian, Kewirausahaan dan Sistem Inovasi Pertanian, Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Pendidikan dan Media Pembelajaran, Modal Sosial dan Pertanian Berkelanjutan Ketahanan Pertanian dan Pedesaan, Ekologi Manusia Teknologi Komunikasi dan Digital Pertanian
Articles 194 Documents
MODEL COOPERATIVE FARMING UNTUK PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA PETANI Suproni, Muhammad; Saleh , Khaerul; Mulyaningsih, Asih
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i2.407

Abstract

Gangguan terhadap pemenuhan ketahanan pangan berpotensi menimbulkan berbagai gejolak sosial dan politik. Dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga petani salah satunya dengan model cooperative farming. Cooperative farming merupakan salah satu model yang digunakan untuk sektor usaha pertanian dan dapat didefinisikan sebagai model usaha tani disejumlah areal pertanian yang dikelola secara kolektif, yang merupakan hasil penggabungan pengelolaan lahan yang dimiliki oleh anggotanya untuk mencapai skala ekonomis dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model cooperative farming dalam meningkatkan tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani padi sawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - April 2023 bertempat di Desa Caringin Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan pendekatan kuantitatif. Pengolahan data dilakukan dengan SPSS Versi 24 untuk data deksriptif dan Smart PLS Versi 4 untuk data inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketahanan pangan petani yang menjalankan kegiatan cooperative farming berada pada kategori tinggi. Hal ini karena petani masih bertani untuk mencukupi kebutuhan pangan rumah tangga belum berorientasi pada bisnis. Ketersediaan pangan rumah tangga petani yang meliputi ketersediaan, akses, stabilitas dan kualitas. Hal ini karena penerapan cooperative farming meningkatkan produktivitas hasil tani sehingga petani mempunyai cukup stok gabah hingga satu tahun ke depan. Ada pengaruh signifikan dukungan koperasi dan cooperative farming terhadap ketahanan pangan rumah tangga petani. Semakin tinggi dukungan koperasi dan cooperative farming maka tingkat ketahanan rumah tangga petani menjadi semakin meningkat.
PELAKSANAAN KEGIATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI ERA COVID-19 DI DESA CERUKCUK KECAMATAN TANARA Muhammad Rinaldi Pratama; Deris Desmawan; Selly Apriyani; Febri Hikmah Frihatini; Ikbal; Fikri Khusaini; Ira Savira; Sarnimah; Agung Permana; Muhamad Syahril Anwarudin; Sintiya Elfariani; Nurazizah; Rahmah Nur Hidayah; Syefi Ersya Agustin; Afinka Ramandani Nurhidayat; Tharisa Ayu Pranovcy; Rifda Rachmanda; Juliansyah; Arief Eka Nugraha; Silvia Indah Sari; Rian Sopian; Abdul Majid Refindo; Aflah Fadilah HD
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): JPPM : Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i3.8

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is a step that needs to be done in order to create good health in the community and in the school environment. The purpose of this PHBS activity is to increase public awareness to better understand their living conditions to maintain health. With this outreach, people are able to apply a clean lifestyle in their daily life. As an educated student, by applying the third point of the tri dharma of higher education, namely self-service to the community, it must be able to reflect a clean and healthy lifestyle so that people are more aware and sensitive to it.Community service activities are carried out on Saturday and Monday, January 22-24 2022 at SDN Cerukcuk and SDN Cikeli by conducting socialization about clean and healthy living behavior (PHBS) and practicing proper hand washing and toothbrushing procedures for elementary school children into a program which can improve public health.
PENDAMPINGAN PERIZINAN LEGALITAS IZIN USAHA MELALUI ONLINE SINGLE SUBMISSION UNTUK USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH Fikri, Sultoni; Rokhma, Fadila Ilaina; Defretes, Dwi Astrianti; Safitri, Dian Ayu; Rahmatullah, Muhammad Iqbal
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i3.419

Abstract

Kegiatan pengabdian yang menggunakan rangkaian kegiatan sosialisasi dan door to door kali ini adalah untuk melakukan penerapan kemudahan mendaftarkan legalitas usaha melalui website Online Single Submmission (OSS) bagi pelaku usaha. Metode penelitian kegiatan KKN yang digunakan untuk pengabdian kepada masyarakat ini, yakni menggunakan metode menggunakan sosialisasi, pemberian pre dan post-test, tanya jawab dengan peserta seminar dan door to door pendampingan pelatihan pembuatan surat izin usaha lainnya. Kegiatan ini melibatkan pelaku usaha atau UMKM yang ada di Desa Dinoyo. Jenis usaha yang dilakukan masyakat Dinoyo diantaranya produksi tahu, kembang goyang, pentol timbangan, jamu, aksesories, dan usaha cetak souvenir. Pemecahan masalah dengan menggunakan kegiatan sosialisasi yang diadakan di Balai Desa Dinoyo Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto untuk meningkatkan pemahaman dan kemudahan legalitas usaha. Dalam metode ini memberikan beberapa materi dan pemahaman terkait mengenai pemahaman legalitas usaha mikro kecil dan menengah, serta menjelaskan tutorial dan persyaratan dalam pendaftaran akun OSS. Masyarakat ataupun pelaku usaha mikro merasa terbantu dengan adanya kegiatan sosialisasi, sekaligus memberi pemahaman tentang pentingnya NIB dan OSS digital untuk mendapatkan kemudahan legalitas usaha serta dokumen lainnya seperti NPWP badan atau perorangan. Pendampingan door to door yang dapat diterbitkannya Nomor Izin Berusaha (NIB) secara langsung tanpa harus datang ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Mojokerto.
TINGKAT KAPASITAS PETANI PRODUSEN BENIH PADI DALAM MENYEDIAKAN BENIH BERSERTIFIKAT DI KABUPATEN SERANG Amaliah, inti; Saleh , Khaerul; Budiaji, Weksi
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i3.423

Abstract

Ketersediaan benih padi bersertifikat di tingkat lapangan masih terbatas. Permasalahan tersebut dapat disebabkan oleh kapasitas petani produsen benih padi belum memadai sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan benih padi varietas unggul bersertifikat dalam jumlah besar. Tujuan penelitian untuk menganalisa dan menguji pengaruh karakteristik internal dan dukungan eksternal terhadap tingkat kapasitas petani produsen benih padi serta tingkat kapasitas terhadap kemampuan petani menyediakan benih padi bersertifikat. Metode penelitian survei yang bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan kuesioner terstruktur. Jumlah sampel ditentukan dengan metode stratified proporsional sampling sebanyak 80 orang petani produsen benih padi dari 16 Kelompok Tani dan 3 Gabungan Kelompok Tani di Kabupaten Serang. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapasitas petani produsen benih padi berada pada kelompok sedang mencakup aspek identifikasi peluang, perencanaan, perilaku (pengetahuan, keterampilan, sikap), pemecahan masalah, dan adaptasi. Faktor yang memengaruhi tingkat kapasitas petani produsen benih padi adalah karakteristik internal sebesar 0,65 (91,5 persen) dari unsur umur, pendidikan formal, pengalaman, dan akses informasi serta dukungan eksternal sebesar 0,31 (43,7 persen) melalui pembinaan oleh PBT dan dukungan pemerintah. Faktor-faktor yang memengaruhi kapasitas petani produsen benih padi secara struktural dapat dirumuskan sebagai berikut: ɳ1=0,65ξ1+0,31ξ2+0,29e dengan R2=0,71. Arti dari rumus tersebut adalah kapasitas petani produsen benih padi ditentukan oleh tingginya dukungan eksternal dan karakteristik internal sebesar 71 persen. Sisanya sebesar 29 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak terdapat dalam model. Kemampuan petani produsen benih padi menyediakan benih bersertifikat dipengaruhi oleh tingkat kapasitas petani sebesar 0,99 (99 persen). Kemampuan petani dalam menyediakan benih padi bersertifikat secara struktural dirumuskan ɳ2=0,99ɳ1-1,07e dengan R2=1,00. Rumus tersebut mengandung arti kemampuan petani dalam menyediakan benih padi bersertifikat ditentukan oleh tingkat kapasitas petani itu sendiri dan berpengaruh negatif terhadap aspek produksi dan menghasilkan kelas benih padi.
PELATIHAN PENYUSUNAN ARGUMENTASI HUKUM DALAM OPTIMALISASI LEGAL ADVICE PADA BAWASLU Purnamasari, Andi Intan; Supriyadi, Supriyadi; Moh Yunus , Nursiah; Awaliyah , Awaliyah
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i2.481

Abstract

This study focuses on efforts to improve the ability of human resources through the form of training in producing legal argumentation as one of the strengthening skills of Bawaslu members in Donggala district. Legal Argumentation is essentially made to answer certain issues. This issue generally arises from the client. Therefore, a legal argumentation must be made in a focused, systematic, and proportional manner. Legal argumentation usually only consists of 3-5 pages. For this reason, legal argumentation must focus only on the issue in question, not discussing matters outside of it. Legal argumentation must also be systematic so that the description is easy to understand. There is no standard format for a Legal Argumentation, but at least an LO consists of: (1) the case, (2) identifiable and relevant legal basis, (3) legal opinion, and closed with (5) conclusion, which includes suggestions or recommendations.
PEMBUATAN LEGAL OPINION DALAM PENANGANAN PELANGGARAN ADMINISTRASI PEMILU TAHUN 2024 DI BAWASLU Supriyadi, Supriyadi; Purnamasari , Andi Intan; Sulbadana , Sulbadana; Kasim , Aminuddin; M Yunus , Nursiah; Awaliyah , Awaliyah
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i3.482

Abstract

Since the previous election, the issue of electoral violations has become an inevitable problem. Almost every stage of the elections leaves the issue of violations dealt with by the Bawaslu of Parigi Moutong district, which allows them to make legal analysis and legal opinions. Basically, legal opinions are made to solve a particular problem. Clients often raise this problem. Therefore, a Legal Opinion should be made carefully, orderly, and proportionate. Besides, it has to be systematic in order to be understandable. Although there is no standard format for Legal Opinions, a minimum LO consists of: (1) Fact, (2) Issue, (3) Rules, (4) Application, and (5) Conclusion
SOSIALISASI PROBLEMATIKA KEBERADAAN DAN PERLINDUNGAN HAK MASYARAKAT HUKUM ADAT PADA MHA TOPO TARA NGAPA VATUTELA DI NGAPA VATUTELA KELURAHAN TONDO KOTA PALU Muhammad Hatta Roma Tampubolon; Hanifah Dhiyaul Haq; Andi Bustamin Dg Kunu
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): JPPM : Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i3.485

Abstract

Perlindungan terhadap hak-hak Masyarakat Hukum Adat (MHA) dalam tataran regulasi nasional telah dijamin oleh konstitusi. Keberadaan Pasal 18 B ayat (2) dan Pasal 28I ayat (3) UUD NRI 1945 serta Undang Undang sektoral (Undang Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria; Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan, Mineral dan Batubara; Undang Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air; dan Undang Undang terkait lainnya) telah berupaya memberikan pengakuan dan peghormatan terhadap Kesatuan MHA. Fakultas Hukum Universitas Tadulako Palu merasa perlu melakukan pengabdian pada masyarakat dengan tujuan untuk mendistribusikan informasi kepada masyarakat hukum adat (MHA) bahwa masyarakat hukum adat diakui keberadaannya secara yuridis oleh negara, sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip negara hukum. Pengabdian pada masyarakat ini berlokasi dan bekerjasama dengan MHA Topo Tara Ngapa Vatutela di Ngapa Vatutela Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore Kota Palu. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan sosialisasi. Observasi ini dilakukan untuk memetakan lokasi akan dilaksanakannya sosialisasi. Metode sosialisasi dilakukan dengan memberikan ceramah dan diskusi kepada masyarakat mengenai Problematika Keberadaan Dan Perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat Pada MHA Topo Tara Ngapa Vatutela. Setelah dilakukan sosialisasi masyarakat hukum adat Ngapa Vatutela menjadi lebih memahami bahwa keberadaan dan perlindungan Hak Masyarakat Hukum Adat serta hukum adat-nya merupakan bagian dari hak konstitusional.
PENGARUH INFORMASI DIGITAL TERHADAP KINERJA PENYULUH PERTANIAN DENGAN LITERASI INFORMASI SEBAGAI VARIABEL INTERVENING Nuryadi, Budi Akhmad; Saleh , Khaerul; Salampesi, Yudi Lani
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i3.483

Abstract

Tantangan kegiatan penyuluhan pertanian di era teknologi informasi dan komunikasi (TIK) adalah kemampuan memanfaatkan media berbasis internet dan jaringan sosial media. Media internet membuat perpindahan arus informasi begitu cepat di semua aspek kehidupan. Kuatnya terpaan informasi yang ada, membuat penyuluh pertanian harus mempunyai kecakapan dalam literasi informasi, supaya informasi yang disampaikan kepada petani merupakan informasi yang valid. Penelitian ini dirancang sebagai penelitian survei yang bersifat deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif, bertujuan untuk mengetahui terpaan informasi, tingkat literasi informasi dan pengaruh literasi informasi penyuluh pertanian di Kabupaten Serang. Responden pada penelitian ini sebanyak 41 orang penyuluh pertanian dengan pengambilan sampel secara purposive, untuk penilaian kinerja dilakukan oleh 2 petani binaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukan terpaan media informasi masih tergolong rendah terutama dari hal frekuensi dan durasi penggunaan internet, literasi informasi penyuluh pertanian tergolong kurang baik terutama pada tahapan kemampuan menyeleksi, mengorganisasi, menciptakan informasi baru, menilai luaran dan menerapkan masukan. Sedangkan untuk kemampuan mengidentifikasi, mengeksplorasi, dan mempresentasikan dinilai baik. Informasi digital berpengaruh tidak langsung terhadap kinerja penyuluh pertanian dengan literasi informasi sebagai variabel intervening hanya diterima untuk faktor durasi (menit).
PERAN SUPERVISI DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI TUTOR PADA PENDIDIKAN NON FORMAL DI ERA SOCIETY 5.0 Mutrofah, Mutrofah; Ganiadi, Ganiadi
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i2.391

Abstract

Salah satu cara meningkatkan mutu pendidikan non formal di era society 5.0 adalah dengan meningkatkan kompetensi profesional pendidik serta melalui monitoring dan pengawasan Pendidikan terutama jika dalam pelaksanaannya diterapkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana kompetensi tutor pendidikan non formal dapat ditingkatkan melalui peran supervisi. Teknik yang digunakan dalam kajian ini adalah studi literatur, yaitu dengan memahami isi buku, artikel serta dokumen atau sumber tertulis lainnya yang relevan. Hasil studi ini menyimpulkan bahwa supervisi yang dilakukan menggunakan teknologi efektif dalam meningkatkan profesionalisme tutor sebuah lembaga pendidikan non formal, karna dunia pendidikan saat ini sangat diuntungkan dengan kemajuan teknologi. Pada bidang pendidikan, pemerintah telah gencar mengaplikasikan berbagai website dan aplikasi aplikasi sebagai sarana pembelajaran. Melalui era society ini akan tercipta sebuah keseimbangan antara peran supervisi dengan pemanfaatan teknologi yang tersedia untuk menciptakan mutu lembaga yang lebih baik
PERSEPSI PETANI TENTANG INOVASI TEKNOLOGI JAJAR LEGOWO 4:1 DIKECAMATAN SUKAMULYA KABUPATEN TANGERANG Rochmatullah , Rochmatullah; Asih Mulyaningsih , Suherna
Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Penyuluhan dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jppm.v2i3.484

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Persepsi Petani Tentang Inovasi Teknologi Jajar Legowo 4:1 di Kecamatan Sukamulya Kabupaten Tangerang, menganalisis faktor Internal petani yang terkait dengan inovasi teknologi tanam jajar legowo 4:1, menganalisis faktor eksternal petani yang terkait dengan inovasi teknologi tanam jajar legowo 4:1. Menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh persepsi petani terhadap inovasi teknologi jajar legowo 4:1. Sampel pada penelitian ini adalah petani yang pernah dan sedang melakukan usahatani dengan Sistim Jajar Legowo dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden, penarikan sampel dilakukan dengan cara acak sederhana (simple random sampling), Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kaulitatif, dengan bantuan analisis Strukturl Eqution Modeling (SEM) program Lisrel 8,78. Data yang dikumpulkan meliputi data Primer dan data Skunder yang diperoleh menggunakan Quesioner dengan wawancara, observasi, hasil penelitin diperoleh bahwa, sebagian besar responden berada pada kelompok usia Dewasa (56,25%) dengan tingkat pendidikan masuk dalam katagori rendah dan tinggi masing masing (33,00%), pendidikan nonformal berada pada katagori sedang (57,50%) dan pengalaman Usahatani termasuk dalam katagori sangat tinggi (61,25%). Faktor internal melalui aspek Status sosial, kepemilikan modal, luas kepemilikan lahan, tingkat empati dan tingkat kosmopolitan berada pada katagori sedang, dan faktor internal melalui aspek Dukungan pemerintah, ketersediaan sarana, keterlibatan dalam kelompok dan keterlibatan dalam penyuluhan berada pada katagori sedang. Sedangkan tingkat persepsi petani padi dalam menerapkan sistim jajar legowo di kecamatan Sukamulya berada pada katagori sedang. Persepsi petani dalam menerapkan usahatani padi sistim jajar legowo dipengaruhi secara langsung oleh faktor internal dan faktor eksternal dengan loading faktor masing masing 0,71 (57,8% dan 0.81 (85,2%) secara matematis pengaruh faktor Internal dan faktor eksternal terhadap persepsi Petani sistim jajar legowo dapat dinyatakan dengan rumus Y = 0,71X1 + 0,81X2 ➔ R2 0,95 artinya bahwa 95% partisipasi petani terhadap sistim jajar legowo ditentukan oleh faktor internal dan eksternal sisanya 5% dipengaruhi oleh faktor lain diluar model.

Page 5 of 20 | Total Record : 194