cover
Contact Name
Sudianto
Contact Email
sudianto@unma.ac.id
Phone
+6285317777552
Journal Mail Official
didacticalmathematics@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Program studi Pendidikan Matematika Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418, Email : didacticalmathematics@unma.ac.id
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Didactical Mathematics
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 26227525     EISSN : 26549417     DOI : https://doi.org/10.31949/dm.v4i1
Core Subject : Education,
The scope of scientific articles that can be published in Jurnal Didactical Mathematics are as follows: Mathematics Education and Teaching, Method / Model / Strategy for Learning Mathematics, Media and Multimedia Learning Mathematics, Curriculum in Mathematics Teaching, Assessment and Evaluation in Teaching Mathematics, Development of Mathematics Teacher Professionals, Ethnomatematics in Mathematics Learning, Didactic Design in Mathematics Learning, Lesson Study in Mathematics Learning
Articles 250 Documents
Pandangan Siswa Kelas VIII Pada Salah Satu SMP Negeri di Kabupaten Bekasi Terhadap Mata Pelajaran Matematika Aqila Ghaida Karima; Rina Marlina
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i2.16244

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh beragamnya pandangan siswa terhadap mata pelajaran matematika. Sebagian penelitian mengatakan siswa memiliki pandangan yang positif, sebagian lain mengatakan siswa memiliki pandangan yang negatif. Dilakukannya penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pandangan siswa kelas VIII pada salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bekasi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian berupa angket yang terdiri dari tiga indikator; menguasai, mengetahui, dan mengevaluasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan total 62 responden. Data kemudian dianalisis mendalam pada setiap indikatornya dengan cara mengelompokan dan menafsirkan jawaban siswa secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar siswa memiliki pandangan yang positif terhadap mata pelajaran matematika. Meski demikian, beberapa siswa masih merasa kesulitan dalam memahami keterkaitan antar materi dan mengaitkan pelajaran matematika kedalam kehidupan sehari-hari. Hal ini menunjukan keberagaman pandangan siswa terhadap mata pelajaran matematika yang dipengaruhi oleh pengalaman belajar, metode pengajaran guru, dan kondisi dari masing-masing individu siswa. Guru dapat mengubah metode dan strategi pembelajaran yang sesuai dengan mempertimbangkan kebutuhan siswa agar dapat membantu meningkatkan minat, motivasi belajar, serta pemahaman siswa.
Eksplorasi Adversity Quotient dan Implikasinya Terhadap Keaktifan Belajar Siswa: Studi Kasus Di Salah Satu SMA Negeri Kabupaten Karawang Vanessa Zahwa Chakim; Rina Marlina
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i2.16246

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan aspek nonkognitif dalam pendidikan, khususnya Adversity Quotient (AQ) yang berperan dalam membentuk ketangguhan dan keaktifan belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tingkat AQ siswa SMA Negeri di Kabupaten Karawang serta menganalisis implikasinya terhadap keaktifan belajar di sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis statistik deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa angket AQ yang mengukur empat dimensi utama, yaitu Control, Ownership, Reach, dan Endurance. Data dianalisis menggunakan nilai rata-rata, simpangan baku, serta pengelompokan kategori berdasarkan skor total AQ dan klasifikasi tingkat ketangguhan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat AQ siswa secara keseluruhan berada pada kategori sedang, dengan nilai rata-rata 157,11 dan simpangan baku 23,22. Klasifikasi lebih lanjut mengindikasikan bahwa mayoritas siswa (45 siswa) termasuk kategori Quitters, dua siswa tergolong Campers, dan tidak ditemukan siswa dalam kategori Climbers. Tingkat AQ yang sedang berkorelasi dengan keaktifan belajar yang masih bervariasi, menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang menumbuhkan ketangguhan akademik. Implikasinya, penguatan AQ perlu diintegrasikan dalam strategi pembelajaran melalui pendekatan reflektif, kolaboratif, dan berbasis pemecahan masalah. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi hubungan antara
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Ditinjau dari Tingkat Adversity Quontient (AQ) Sausan Salwaa; Dadang Rahman Munandar
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i2.16249

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan keterampilan berpikir tingkat tinggi yang esensial dimiliki oleh setiap siswa. Namun, banyak siswa masih mengalami kesulitan, terutama ketika dihadapkan pada permasalahan yang kompleks dan menuntut proses berpikir reflektif. Salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan tersebut adalah Adversity Quotient (AQ), yaitu tingkat ketangguhan individu dalam menghadapi kesulitan serta kemampuannya mengubah tantangan menjadi peluang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan tipe AQ dengan mengacu pada tahapan Polya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan dua subjek siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Karawang Barat yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes pemecahan masalah matematis dan angket AQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tipe Climbers mampu menyelesaikan tiga dari empat tahap pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, melaksanakan rencana, dan memeriksa kembali hasil. Sebaliknya, siswa dengan tipe Campers hanya mampu menyelesaikan dua tahap. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa bertipe Climbers memiliki tingkat ketangguhan, refleksi berpikir, dan ketekunan yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa bertipe Campers yang cenderung berhenti ketika menghadapi kesulitan. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan ketangguhan mental melalui peningkatan Adversity Quotient dalam proses pembelajaran matematika. Guru diharapkan dapat merancang strategi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga mendorong daya juang, keuletan, dan sikap pantang menyerah siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematis
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Berdasarkan Taksonomi Structure of Observed Learning Outcomes (SOLO) Dewi Riska; Dadang Rahman Munandar
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i2.16260

Abstract

Pemecahan masalah merupakan proses yang dilakukan seseorang untuk mencapai tujuan tertentu ketika cara penyelesaian atau jawaban dari suatu persoalan belum tampak jelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII pada materi operasi bentuk aljabar berdasarkan taksonomi SOLO (Structure of the Observed Learning Outcome). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di MTs Nurul Falah Al–Huda Karawang pada bulan April 2025. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas VII D yang dipilih secara purposif. Data diperoleh melalui tes pemecahan masalah, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa berada pada lima tingkat kemampuan, yaitu prastruktural, unistruktural, multistruktural, relasional, dan extended abstract. Sebagian besar siswa berada pada tingkat multistruktural dan relasional, sementara hanya sedikit yang mencapai tingkat extended abstract. Siswa pada level yang lebih tinggi mampu menghubungkan beberapa informasi, membentuk generalisasi, serta menerapkan prinsip yang diperoleh pada situasi baru. Temuan ini menegaskan bahwa taksonomi SOLO dapat digunakan sebagai alat yang efektif untuk mengidentifikasi tingkat berpikir siswa dan memberikan gambaran menyeluruh mengenai kemampuan pemecahan masalah matematis
Pengaruh Gaya Belajar terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa pada Materi Sistem Koordinat Hana Lastiar Olivia Sagala; Ramlah
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i2.16269

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi sistem koordinat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kausal-komparatif (ex post facto). Subjek penelitian meliputi 34 siswa kelas VIII di salah satu sekolah menengah pertama di Kabupaten Karawang yang ditentukan melalui teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian terdiri atas angket gaya belajar model VAK (Visual, Auditori, Kinestetik) dan tes kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan langkah Polya. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, serta uji hipotesis dengan One-Way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji Post Hoc Bonferroni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar visual merupakan kategori yang paling dominan dibandingkan auditori dan kinestetik. Analisis ANOVA menghasilkan nilai signifikansi 0,831, sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan gaya belajar visual, auditori, maupun kinestetik. Uji lanjutan Post Hoc Bonferroni juga menunjukkan hasil serupa dengan nilai signifikansi 1,000 pada seluruh perbandingan antar kelompok. Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan siswa dalam memecahkan masalah matematis tidak semata-mata dipengaruhi oleh gaya belajar, tetapi juga oleh faktor lain seperti strategi pembelajaran dan motivasi belajar. Oleh karena itu, pendidik disarankan untuk menerapkan strategi pembelajaran yang adaptif dan variatif, yang dapat mengakomodasi beragam gaya belajar siswa serta mendorong pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi
Pendekatan Edukasi Budaya Lokal: Studi Literatur Permainan Congklak dalam Pembelajaran Matematika Shelly Sharppy
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i2.16271

Abstract

Budaya lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan pola pikir generasi muda, termasuk dalam dunia pendidikan. Salah satu bentuk budaya yang dekat dengan kehidupan anak-anak adalah permainan tradisional. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis potensi permainan tradisional congklak sebagai media pembelajaran matematika yang inovatif dan menyenangkan. Permainan congklak dipilih karena mengandung unsur logika, strategi, dan perhitungan yang relevan dengan konsep dasar matematika seperti penjumlahan dan pengurangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan permainan congklak dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta pemahaman konsep siswa terhadap materi. Selain itu, permainan ini juga menumbuhkan nilai-nilai sosial dan karakter seperti kerja sama, sportivitas, serta penghargaan terhadap budaya lokal. Dengan demikian, integrasi permainan tradisional congklak dalam pembelajaran matematika tidak hanya memperkuat pemahaman kognitif siswa, tetapi juga berkontribusi pada pelestarian budaya bangsa dan pengembangan pendidikan yang kontekstual serta bermakna.
Dampak Pembelajaran Deep Learning terhadap Perkembangan Metakognisi dan Penurunan Kecemasan Matematis: Kajian Literatur Sistematis Rivka Larose Lubis; Ramlah
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i2.16272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis keterkaitan antara deep learning, kemampuan metakognisi, dan kecemasan matematis dalam konteks pembelajaran matematika. Kajian dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Data dikumpulkan melalui penelusuran artikel di Google Scholar dengan kata kunci “deep learning pembelajaran matematika”, “metakognisi”, dan “kecemasan matematis” pada rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari 600 artikel yang ditemukan, 15 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antarvariabel. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan deep learning berkontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan metakognisi siswa dan penurunan kecemasan matematis melalui proses belajar yang reflektif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Peningkatan kesadaran metakognitif terbukti memperkuat regulasi diri siswa dalam mengelola tekanan emosional terhadap matematika. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan deep learning dan pelatihan metakognitif guna menciptakan ekosistem belajar matematika yang adaptif, humanistik, dan selaras dengan tuntutan pendidikan abad ke-21
Pendekatan Deep Learning dalam Pendidikan Matematika: Sebuah Systematic Review tentang Dampaknya terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Khaila Nurjannah; Ramlah
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v7i2.16283

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan salah satu kompetensi kunci dalam pembelajaran matematika yang mencerminkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan reflektif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah secara sistematis penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika serta dampaknya terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan tahapan identifikasi, seleksi, dan sintesis terhadap artikel ilmiah yang relevan. Sumber data diperoleh dari jurnal nasional dan internasional yang diakses melalui Google Scholar dengan bantuan aplikasi Publish or Perish menggunakan kata kunci “deep learning” dan “kemampuan pemecahan masalah matematis” pada rentang waktu 2023–2025. Berdasarkan proses seleksi, diperoleh 19 artikel yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil telaah menunjukkan bahwa penerapan deep learning secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pembelajaran yang aktif, reflektif, kolaboratif, dan kontekstual. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat penguasaan konsep, tetapi juga menumbuhkan kesadaran metakognitif, rasa percaya diri, serta motivasi belajar siswa dalam menghadapi tantangan akademik. Namun, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh kesiapan guru, ketersediaan fasilitas, dan dukungan teknologi pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa deep learning merupakan strategi pembelajaran yang relevan untuk memperkuat kemampuan berpikir tingkat tinggi dan menjadi dasar konseptual bagi penelitian lanjutan yang bersifat empiris pada konteks pendidikan matematika yang lebih luas
Students’ Mathematics Anxiety After Participating in a Deep Learning-Oriented Teams-Games Tournament Supported by Wordwall Erna Emiliana; Imam Kusmaryono
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 8 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v8i2.18454

Abstract

Mathematics anxiety remains a persistent challenge in mathematics education because it can reduce students' engagement, confidence, and academic performance. This study investigated the effect of a deep learning-oriented Teams-Games Tournament (TGT) model supported by Wordwall on students' mathematics anxiety during integer learning. A quantitative pre-experimental study employing a one-group pretest–posttest design was conducted with 32 seventh-grade students from SMP Negeri 1 Trangkil, Indonesia, selected through cluster random sampling. Data were collected using a validated mathematics anxiety questionnaire and analyzed using a paired-samples t-test. The findings revealed a statistically significant reduction in students' mathematics anxiety following the intervention (p < .001). The mean anxiety score decreased from 74.48 to 52.73, with a very large effect size (Cohen's d = 2.40). These findings suggest that integrating deep learning principles, cooperative learning, and Wordwall-based gamification can create more engaging and emotionally supportive mathematics learning experiences that help reduce students' mathematics anxiety. This study contributes empirical evidence supporting the integration of technology-enhanced cooperative learning to promote positive affective outcomes in mathematics education.
Effects of Think–Pair–Share on Students’ Achievement and Improvement in Mathematical Understanding of Linear Equations Merlina Dwi Astuti; Attin Warmi; Haerudin
Jurnal Didactical Mathematics Vol. 8 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v8i2.18704

Abstract

Developing students' mathematical understanding remains a persistent challenge in mathematics education, particularly in learning algebraic concepts such as linear equations, where students frequently rely on procedural knowledge rather than conceptual reasoning. This study investigated the effectiveness of the Think–Pair–Share (TPS) strategy in improving students' mathematical understanding of linear equations compared with conventional instruction. A quasi-experimental nonequivalent pretest–posttest control group design was employed involving 74 eighth-grade students from a public junior high school in Karawang, Indonesia. Participants were selected through purposive sampling and assigned to an experimental group (n = 37) and a control group (n = 37). Mathematical understanding was measured using an essay test developed from the National Council of Teachers of Mathematics (NCTM) indicators, and the data were analyzed using independent-samples t-tests and N-gain analysis. The results indicated no significant difference in students' initial mathematical understanding between the groups (p = .604). Following the intervention, students taught through TPS achieved significantly higher posttest scores than those receiving conventional instruction (58.78 vs. 47.30; p = .026) and demonstrated greater learning improvement, with a moderate N-gain (0.391) compared with the control group's low N-gain (0.242; p = .021). The posttest comparison also yielded a moderate practical effect (Cohen's d = 0.53), indicating that TPS produced educationally meaningful improvements in students' conceptual learning. These findings suggest that TPS provides an effective collaborative learning environment for strengthening students' mathematical understanding of linear equations and supports its implementation as a pedagogical strategy for secondary mathematics instruction.