cover
Contact Name
Sudianto
Contact Email
sudianto@unma.ac.id
Phone
+6285317777552
Journal Mail Official
didacticalmathematics@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Program studi Pendidikan Matematika Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418, Email : didacticalmathematics@unma.ac.id
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Didactical Mathematics
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 26227525     EISSN : 26549417     DOI : https://doi.org/10.31949/dm.v4i1
Core Subject : Education,
The scope of scientific articles that can be published in Jurnal Didactical Mathematics are as follows: Mathematics Education and Teaching, Method / Model / Strategy for Learning Mathematics, Media and Multimedia Learning Mathematics, Curriculum in Mathematics Teaching, Assessment and Evaluation in Teaching Mathematics, Development of Mathematics Teacher Professionals, Ethnomatematics in Mathematics Learning, Didactic Design in Mathematics Learning, Lesson Study in Mathematics Learning
Articles 196 Documents
Studi Etnomatematika: Mengungkap Konsep Matematika pada Kerajinan Anyaman Bambu di Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya Dedi Nurjamil; Dedi Muhtadi; Ai Habibah
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.296 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i1.1444

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui konsep matematika yang terkandung dalam aktivitas masyarakat pada proses pembuatan anyaman bambu. (2) Filosofi yang terkandung pada anyaman bambu di Kampung Saungjaya Kecamatan Cigalontang Kelurahan Sirnaraja Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data dalam penelitian ini diambil dari beberapa pengrajin anyaman atau orang yang dianggap ahli dibidang menganyam. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat konsep barisan aritmatika, konsep perkalian, penjumlahan dan diagonal persegi pada aktivitas pembuatan anyaman nyiru, hihid, aseupan, boboko dan bilik. Dan juga terdapat filosofi yakni pada bulatan anyaman nyiru, aseupan, dan boboko, yaitu tekad kudu buleud (hidup harus mempunyai tekad yang kuat), pada anyaman boboko dan hihid, yaitu hirup uramg kudu masagi (pengkuh agamana, luhung elmuna, jembar budayana jeung rancage gawena) dapat diartikan bahwa sebagai manusia harus taat dalam beribadah, menguasai ilmu pengetahuan, memiliki jati diri yang teguh memegang budaya dan kreatif dalam bekerja.
Pengaruh Gender dan Gaya Belajar terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematik Peserta Didik Denti Ismiati; Depi Ardian Nugraha; Muhamad Zulfikar Mansyur
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.718 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i1.1448

Abstract

Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh gender (laki-laki dan perempuan) terhadap kemampuan berpikir kritis matematik peserta didik, mengetahui pengaruh gaya belajar (visual, auditorial, dan kinestetik) terhadap kemampuan berpikir kritis matematik peserta didik dan mengetahui pengaruh interaksi gender (laki-laki dan perempuan) dan gaya belajar (visual, auditorial, dan kinestetik) terhadap kemampuan berpikir kritis matematik peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental designs (nondesigns) one-shot case study dengan subjek penelitian yaitu peserta didik kelas VIII G SMPN 13 Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengisi daftar isian identitas gender pada saat memberikan angket gaya belajar kepada peserta didik, memberikan angket gaya belajar kepada peserta didik dan memberikan tes kemampuan berpikir kritis matematik peserta didik pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Instrumen pada penelitian ini berupa angket gaya belajar dan soal tes kemampuan berpikir kritis matematik. Uji validitas dan uji reliabilitas dilakukan untuk menguji instrumen penelitian dan hasilnya layak untuk digunakan. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian ini adalah uji anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh gender terhadap kemampuan berpikir kritis matematik; (2) terdapat pengaruh gaya belajar terdahap kemampuan berpikir kritis matematik dan (3) tidak terdapat pengaruh interaksi antara gender dan gaya belajar terhadap kemampuan berpikir kritis matematik.
Analisis Tingkat Kognitif Soal Uji Kompetensi Buku Pendamping Matematika Kelas VIII Semester 1 Berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi Rheca Nurahma; Agus Susanta; Edi Susanto
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.345 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i2.1511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sebaran tingkat kognitif pada soal uji kompetensi bab pola bilangan, bab koordinat kartesius, dan bab relasi dan fungsi pada buku pendamping matematika terbitan CV Pustaka Bengawan kelas VIII semester 1 berdasarkan Taksonomi Bloom Revisi. Taksonomi Bloom Revisi yang digunakan, yaitu dimensi proses kognitif yang meliputi: mengingat (C1), memahami (C2), mengaplikasikan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Soal uji kompetensi bab pola bilangan berjumlah 53 soal, soal uji kompetensi bab koordinat kartesius berjumlah 20 soal, dan soal uji kompetensi bab relasi dan fungsi berjumlah 17 soal. Soal uji kompetensi bab pola bilangan memiliki tingkat kognitif memahami (C2) sebanyak 11 soal (20,75%) dan mengaplikasikan (C3) sebanyak 42 soal (79,25%), serta tidak memuat tingkat kognitif mengingat (C1), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Soal uji kompetensi bab koordinat kartesius memiliki tingkat kognitif mengingat (C1) sebanyak 7 soal (35%), memahami (C2) sebanyak 12 soal (60%), dan mengaplikasikan (C3) sebanyak 1 soal (5%), serta tidak memuat tingkat kognitif menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Sedangkan, soal uji kompetensi bab relasi dan fungsi memiliki tingkat kognitif mengingat (C1) sebanyak 4 soal (23,53%), memahami (C2) sebanyak 5 soal (29,41%), dan mengaplikasikan (C3) sebanyak 8 soal (47,06%), serta tidak memuat tingkat kognitif menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6).
Pengaruh Model Pembelajaran Treffinger Berbantuan Alat Peraga Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Antonius KAP Simbolon
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.778 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i2.1514

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis adalah pembelajaran berbasis masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran treffinger berbantuan alat peraga terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dan metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah peserta didik kelas IX di SMP Negeri 2 Tanjung Morawa. Sampel dalam penelitian ini terbagi menjadi tiga kelas yaitu kelas IX1 dan IX 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas IX3 sebagai kelas kontrol. Dalam penelitian ini instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal. Analisis data yang digunakan adalah uji hipotesis dengan Anova dan uji komparasi ganda. Dari hasil perhitungan analisis data menunjukkan bahwa adanya pengaruh model pembelajaran treffinger terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis.
Peningkatan Pembelajaran Matematika Materi Bangun Ruang Melalui Alat Peraga dan Contoh Konkrit Swiing Lya Indarti
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.581 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i2.1515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran matematika materi bangun ruang melalui alat peraga dan contoh konkrit pada siswa kelas II A SDN 2 Ngraho Kedungtuban Blora tahun pelajaran 2020/ 2021. Bentuk penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas SDN 2 Ngraho Kedungtuban Blora tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 26 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu model interaktif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui alat peraga dan contoh konkrit dapat meningkatkan pembelajaran matematika materi bangun ruang hal ini dibuktikan dengan meningkatnya nilai matematika yaitu pada prasiklus nilai rata-rata siswa sebesar 51, kemudian pada siklus I nilai rata-rata siswa sebesar 63, dan siklus II nilai rata-rata siswa sebesar 73. Persentase ketuntasan klasikal pada prasiklus 30,8% atau hanya 8 siswa yang tuntas, sedangkan 18 sisa atau 69,2% belum tuntas dengan KKM 65. Pada siklus I persentase ketuntasan klasikal meningkat menjadi 61,5% atau 16 siswa yang tuntas, sedangkan 38,5% atau 10 siswa belum tuntas. Pada siklus II meningkat lagi menjadi 88,5%atau 23 siswa yang tuntas, sedangkan 11,5% atau 3 siswa belum tuntas. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui alat peraga dan contoh konkrit dapat meningkatkan pembelajaran matematika materi pemahaman bangun ruang pada siswa kelas II A SDN 2 Ngraho Kedungtuban Blora tahun pelajaran 2020/2021.
Penerapan Pembelajaran Daring di Masa Pandemi Covid-19 di Sekolah Dasar Erni Nurjanah; Mohamad Raka Reynaldi; Siti Apsoh; Seni Patimah
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.299 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i2.1591

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran daring di sd negeri cipaku tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan mengambil sebuah peristiwa (deskripsi). Adapun langkah analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data, serta pengambilan kesimpulan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Usaha untuk membuat lebih terpercaya (Credible) proses dan Interpretasi dan temuan dalam yaitu dengan cara melakukan Triangulasi, yaitu informasi yang diperoleh dari beberapa sumber diperiksa silang antara data wawancara dengan data dokumen. Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa penerapan pembelajaran daring di sekolah dasar negeri cipaku dalam implementasi pembelajaran daring semua guru menggunakan model pembelajaran daring secara sinkron, yaitu aplikasi whatsapp sebagai media pembelajarannya dan pelaksanaan pembelajaran daring, selain daring dilaksanakan pula luring dan kombinasi. Pembelajaran daring memiliki kendala dalam pelaksanaannya kondisi jaringan yang tidak stabil, tidak semua peserta didik mempunyai fasilitas untuk pelaksanaan pembelajaran daring seperti gawai, ketersediaan paket akses internet, kesulitan peserta didik memahami materi pembelajaran, dan rendahnya motivasi belajar peserta didik adalah tantangan tersendiri dalam pembelajaran daring.
Penggunaan Bahan Ajar Powerpoint Online dalam Menunjang Pembelajaran Jarak Jauh untuk Meningkatkan HOTS Siswa Puji Hartati; Eka Saputra
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.272 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i2.1610

Abstract

Pemberlakuan pembelajaran jarak jauh di SMA/MA khsususya Kabupaten Bengkulu Tengah memiliki berbagai kendala. Salah satunya masih minimnya ketersediaan bahan ajar yang dapat menunjang siswa belajar secara mandiri maupun terbimbing secara daring. Selain itu, tuntutan mutu yang ditetapkan pemerintah harus dicapai melalui proses pembelajaran. Sehingga selain materi yang mudah dipahami oleh siswa juga harus dapat menumbuhkembangkan kemampuan berpikir siswa salah satunya higher order thinking skills. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan, yaitu: (1) tahap perencanaan, (2) tahap pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Subjek dalam penelitian ini siswa kela X.1 SMA Negeri Bengkulu Tengah yaitu sebanyak 24 orang siswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah tes untuk mengukur higher order thinking skills siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa higher order thinking skills siswa meningkat pada setiap siklus dimana nilai rata-rata III>siklus II >siklus dengan rata-rata di atas KKM. Peningkatan ditunjukkan dari rata-rata HOTS siswa sebesar 32,71 pada pra siklus menjadi 48,12 pada siklus I, sebesar 67,50 pada siklus II, dan 74,50 pada siklus III. Ketuntasan klasikal mencapai 74,50% pada akhir siklus.Peningkatan dilakukan dengan penekanan pada tagihan tugas, soal latihan HOTS, dan pembentuk grup belajar online.
Analisis Proses Dynamic Thinking dalam Menyelesaikan Soal Geometri Analitik Ruang Megita Dwi Pamungkas; Fadhilah Rahmawati; Mila Nurul Apriliyani
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.308 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i2.1628

Abstract

Geometri dipelajari oleh siswa SD, SMP, dan SMA, tidak terkecuali juga mahasiswa calon guru matematika. Sejarah matematika mengungkapkan cara berpikir dinamis yang mendasari konsep-konsep penting dan perkembangannya. Interpretasi atas cara berpikir dinamis sejalan dengan proses konseptualisasi dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik proses berpikir dinamis calon guru matematika dalam menyelesaiakan soal geometri analitik ruang. Penelitian dilaksanakan di Universitas Tidar pada mahasiswa semester IV perkuliahan geometri analitik ruang Program Studi Pendidikan Matematika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. deskriptif. Instrumen penelitian yang berupa tes yang diberikan sebanyak dua kali, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Instrumen yang telah disusun divalidasi oleh pakar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan menemukan bahwa karakteristik pemikiran dinamis yang lengkap dan konsisten dilakukan oleh calon guru matematika mahir pada kedua tes yang menunjukkan urutan memahami apa yang diketahui, memahami pertanyaan, mengetahui bagaimana memperoleh informasi rinci yang dibutuhkan, memilih cara yang efektif dan efisien untuk memecahkan, memikirkan cara lain untuk memecahkan masalah (modifikasi), memantau apakah jawaban atas masalah geometri, Bertanggung jawab atas solusi bekerja, memantau kembali langkah-langkah pada solusi, termotivasi dalam memecahkan masalah Geometri, bersedia untuk mengubah pandangan dan memperbaiki kesalahan, menyusun rencana untuk memecahkan masalah geometri, memberikan solusi yang jelas, mengambil pertimbangan cepat sebelum memecahkan masalah geometri, menemukan strategi yang akan digunakan untuk memecahkan masalah geometri, mengintegrasikan masalah Geometri dengan masalah sebelumnya, dan mengkonfigurasi ulang konsep sebelumnya untuk memecahkan masalah geometri.
Pengembangan E-Modul Logika Matematika berbasis HOTS untuk Meningkatkan Divergent Thinking Skill Fadhilah Rahmawati; Megita Dwi Pamungkas; Bagas Ardiyanto
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.589 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i2.1629

Abstract

Kemampuan berpikir divergen merupakan kemampuan yang diakui sebagai ketrampilan yang sangat diperlukan bagi generasi yang berkembang di abad 21. Kemampuan berpikir divergen dapat dipengaruhi oleh berbagai factor, terutma kemampuan kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan elektronik-modul pada materi logika matematika berbasis Higher Order Thinking Skill (HOTS) untuk meningkatkan kemampuan berpikir divergen. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan bahan ajar mata kuliah Matematika Dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) dengan modifikasi. Tahapan penelitian diawali dengan tahap definisi (define) yaitu menentukan dan mendefiniskan kebutuhan pembelajaran untuk menentukan tujuan penelitian yang akan dilakukan. Tahap perancangan (design) meliputi empat fase yaitu 1) mengkonstruksi tes, 2) pemilihan media, 3) pemilihan format, 4) desain awal. Tahap selanjutnya adalah tahap pengembangan (develop) yang meliputi dua fase yaitu penilaian ahli dan pengujiann pengembangan. Pada tahap terakhir yaitu tahap eksperimen (disseminate) yaitu penggunaan perankat yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luas. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata N-Gain score untuk kelas eksperimen adalah sebesar 77,25. Berdasarkan nilai N-Gain tersebut termasuk dalam kategori efektif. Dengan nilai N-Gain score minimal 50% dan maksimal 100%. Berdasarkan data tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul Matematika Dasar pada materi Logika Matematika efektif untuk meningkatkan divergent thinking skill mahasiswa.
Analisis Kemampuan Numerasi Siswa Kelas XI dalam Penyelesaian Soal Tipe AKM pada Pokok Bahasan Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel Kurniawan Indra; Andri Rahadyan
Didactical Mathematics Vol. 3 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.28 KB) | DOI: 10.31949/dm.v3i2.1810

Abstract

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan penilaian kompetensi mendasar yang perlukan oleh semua siswa agar mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif pada masyarakat. Tujuan AKM yaitu untuk mengukur kompetensi ditingkat individu siswa yang diharapkan semua siswa mencapai level kompetensi cakap atau mahir. pada penelitian ini hanya membahas tentang kemampuan numerasi saja, yang memuat 3 komponen yaitu konten, proses kognitif dan konteks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk mendeskripsikan kemampuan numerasi peserta didik dalam menyelesaikan tipe soal AKM. Penelitian ini dilakukan di HSPG Bekasi. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas XI tahun ajaran 2020/2021 dengan diberikan tes soal AKM yang memuat kemampuan numerasi serta peneliti juga mengambil sampel dengan melakukan wawancara dengan 6 siswa. Teknik analisis data dilaksanakan secara deskriptif yaitu mendeskripsikan serta menguraikan dari hasil tes dan wawancara kepada siswa. hasil wawancara yang telah dilakukan pada masing-masing tingkatan diperoleh hasil pada siswa kategori kemampuan numerasi rendah mengalami kesulitan mengimplementasikan bacaan dalam soal dalam bentuk aljabar atau geometri, pada siswa kategori sedang mereka sangat menyukai soal cerita dan soal dengan konteks yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, akan tetapi kedua siswa ini mengalami kendala tentang lupa rumus sehingga terkendala dalam proses pengerjaan soal, pada siswa kategori kemampuan tinggi dan mereka sangat menyukai soal cerita dan soal dengan konteks yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari karena bisa mengeksplorasi dan implementasikan kemampuan dan pemahaman kita dalam rumus yang ada, akan tetapi mereka masih sedikit kesusahan dalam menyelesaikan tipe soal yang memerlukan pemahaman dan penalaran yang lebih karena akan banyak menyita waktu dalam proses pengerjaan.

Page 2 of 20 | Total Record : 196