cover
Contact Name
Sudianto
Contact Email
sudianto@unma.ac.id
Phone
+6285317777552
Journal Mail Official
didacticalmathematics@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Program studi Pendidikan Matematika Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418, Email : didacticalmathematics@unma.ac.id
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Didactical Mathematics
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 26227525     EISSN : 26549417     DOI : https://doi.org/10.31949/dm.v4i1
Core Subject : Education,
The scope of scientific articles that can be published in Jurnal Didactical Mathematics are as follows: Mathematics Education and Teaching, Method / Model / Strategy for Learning Mathematics, Media and Multimedia Learning Mathematics, Curriculum in Mathematics Teaching, Assessment and Evaluation in Teaching Mathematics, Development of Mathematics Teacher Professionals, Ethnomatematics in Mathematics Learning, Didactic Design in Mathematics Learning, Lesson Study in Mathematics Learning
Articles 196 Documents
Analisis Profesionalisme Guru Matematika Madrasah Aliyah Negeri Ice Dwi Novelza; Putri Yulia
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.4025

Abstract

Dunia pendidikan yang semakin berkembang pesat dan semakin kompleksnya persoalan pendidikan yang dihadapi bukanlah tantangan yang tidak boleh dibiarkan begitu saja, akan tetapi harus memerlukan pemikiran yang membangun demi tercapainya kualitas yang baik. Persoalan yang dimaksud diantaranya adalah kompetensi mengajar guru. Guru professional merupakan kemampuan guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik yang memiliki kualifikasi, kompetensi, kepribadian yang baik, mengembangkan etos kerja yang bermutu tinggi, berdedikasi serta mampu membuat inovasi atau trobosan baru dalam dunia pendidikan. Oleh sebab itu seorang guru harus meyakini bahwa pekerjaan yang dilakukan haruslah professional dalam upaya terciptanya proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap 2 orang guru matematika di MAN 2 Sungai Penuh.metode yang digunakan peneliti adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Dan menggunakan teknik triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru matematika MAN 2 Sungai Penuh sudah menjalankan dengan baik perannya sebagai pendidik dalam mengajar dan membimbing peserta didik, serta telah cukup baik dalam menjalankan tugasnya secara profesionalisme sebagai guru atau sebagai pendidik. Hal tersebut ditunjukkan oleh 7 indikator mengenai frofesionalisme seorang guru. The world of education which is growing rapidly and the increasing complexity of the educational problems it faces is not a challenge that should not be allowed to go unpunished but requires constructive thinking to achieve good quality. The problem in question is one of the teacher's teaching competence. Professional teachers are the ability of teachers to carry out their duties as educators who have qualifications, competence, and good personality, develop a high-quality work ethic, are dedicated, and can make innovations or breakthroughs in the world of education. Therefore a teacher must believe that the work done must be professional to create quality educational processes and outcomes. Data were collected through observation and interviews conducted by researchers with 2 mathematics teachers at MAN 2 Sungai Penuh. The method used by researchers is a qualitative descriptive research method. And using data source triangulation techniques. The results showed that the math teacher at MAN 2 Sungai Penuh had carried out his role as an educator in teaching and guiding students well, and was quite good at carrying out his duties professionally as a teacher or as an educator. This is shown by 7 indicators regarding the professionalism of a teacher.
Pengaruh Kecerdasan Emosional Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Peserta Didik Berta Panduwinata; Zamzaili; Saleh Haji
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.4291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecerdasaan emosional terhadap pemahaman konsep matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian expost de facto. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MIPA SMA N 6 Kota Bengkulu tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 170 peserta didik. Sampel penelitian adalah 63 peserta didik kelas X MIPA SMA N 6 Kota Bengkulu yang terdiri dari 23 laki-laki dan 40 perempuan dengan rentang usia 14-15 tahun. Teknik pengambilan sampel adalah teknik random sampling. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik tes dan non-tes dengan instrumen lembar angket dan tes soal. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik analisis jalur untuk mengetahui besarnya pengaruh hipotesis. Hasil penelitian yang didapatkan dari pengujian hipotesis rumusan adalah terdapat pengaruh kecerdasaan emosional terhadap pemahaman konsep matematika sebesar 17,321%.
Pengaruh Self Efficacy Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Pada Pembelajaran Matematika SMA Raudya Tuzzahra; Saleh Haji; Agus Susanta
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.4292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung variabel Self Efficacy terhadap kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran matematika SMA. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah kausal komparatif atau sering disebut expost de facto dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket self efficacy, dan tes kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 6 Kota Bengkulu tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 142 peserta didik dan sampel penelitian berjumlah 59 peserta didik dari populasi terdiri dari 24 peserta didik laki – laki dan 35 peserta didik perempuan yang berusia 16-17 tahun. Berdasarkan hasil uji statistic menggunakan uji analisis jalur, hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat pengaruh langsung self efficacy terhadap kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran matematika sebesar .
Pengaruh Kemampuan Koneksi Matematis Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Peserta Didik Keke Berlinda; Saleh Haji; Hanifah
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.4293

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung kemampuan koneksi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah expost de facto. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kemampuan koneksi matematis dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas X MIPA SMAN 06 Kota Bengkulu tahun ajaran 2020/2021 yang berjumlah 170 peserta didik dan sampel penelitian berjumlah 63 peserta didik terdiri dari 26 peserta didik laki-laki dan 37 peserta didik perempuan yang berusia 14-15 tahun. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh langsung kemampuan koneksi matematis terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika sebesar 16,62%.
Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah dengan menggunakan Lembar Kerja Peserta Didik Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa di SMAIT IQRA Kota Bengkulu Eka Yulitasari; Hanifah; Saleh Haji
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.4467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan apakah ada pengaruh pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan lembar kerja peserta didik terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi kaidah pencacahan. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XII SMA IT IQRA Kota Bengkulu. Sampel penelitian ini adalah kelas XII IPA 5 sebagai kelas eksperimen yang menerapkan pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan lembar kerja peserta didik dan XII IPA 4 sebagai kelas kontrol yang menerapkan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan instrumen tes. Dalam penelitian ini nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada kelas eksperimen adalah sebesar 83,13. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linear Sederhana. Temuan penelitian ini berdasarkan uji regresi secara signifikansi menunjukkan angka 0,00 < 0,05 dimana nilai fhitung 0,567 < Ftabel 2,41 maka terdapat pengaruh yang signifikan pada pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan lembar kerja peserta didik terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Sedangkan secara koefisien dari persamaan regresi sederhana kemampuan pemecahan masalah yaitu Y = 17,070 + 1,064X yang berarti bahwa setiap penambahan 1% pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan lembar kerja peserta didik maka kemampuan pemecahan masalah siswa meningkat sebesar 1,064. Maka terdapat pengaruh pembelajaran berbasis masalah dengan menggunakan lembar kerja peserta didik terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa.
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa Ditinjau dari Model Pembelajaran Matematika Raden Ramadhanu Haryo Respati; NIta Hidayati
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.4740

Abstract

Literasi adalah kemampuan yang penting untuk dikuasai setiap individu. Sedangkan kemampuan literasi matematis adalah kemampuan untuk memahami peranan serta kegunaan untuk diterapkan sebagai penyelesaian masalah matematika ataupun aspek dalam kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran yang digunakan oleh guru sangatlah berpengaruh terhadap kemampuan literasi matematis siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengkaji model pembelajaran terhadap kemampuan literasi matematis siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dengan metode studi literatur. Data penelitian yang digunakan berdasarkan artikel, jurnal, atau skripsi yang terbit dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil dari penelitian ini adalah, dapat dikatakan bahwa kemampuan literasi matematis siswa di Indonesia saat ini masih sangatlah rendah. Maka dari itu, kemampuan literasi matematis siswa di Indonesia perlu untuk ditingkatkan. Kemampuan literasi matematis dapat ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat. Model pembelajaran yang seringkali digunakan saat ini yaitu konvensional ataupun ceramah masih dirasa kurang untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa. Sehingga berdasarkan penelitian ini, ditemukan model pembelajaran yang dirasa tepat dan pernah diuji untuk meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa yang terdiri dari adalah (1) model pembelajaran discovery learning, (2) model learning Cycle, (3) model pembelajaran blended learning, (4) model pembelajaran problem based instruction (5) model pembelajaran problem centered learning, dan (6) model pembelajaran group investigation.
Analisis Kompetensi Strategi Matematis Siswa dalam Penyelesaian Soal Cerita Ditinjau Berdasarkan Gender Eri Manuri; Dori Lukman Hakim
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.4827

Abstract

Kompetensi strategi matematis merupakan bagian dari kecakapan matematis yang harus dimiliki oleh siswa karena memiliki peranan penting dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Lemahnya kompetensi strategi matematis siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya perbedaan gender. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis kompetensi strategi matematis siswa dalam menyelesaikan soal cerita pada materi sistem persamaan linier tiga variabel. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas XI IPA 2 SMA Negeri 5 Karawang sebanyak 26 siswa. Sedangkan, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrument tes. Kemudian di analisis 2 orang siswa berdasarkan gender (1 siswa perempuan dan 1 siswa laki-laki) dipilih secara purposive sampling. Kemampuan kompetensi strategi matematis siswa di ukur menggunakan instrument berupa tes tulis yang mencakup tiga indikator yaitu memformulasikan, merepresentasikan, dan menyelesaikan masalah. Berdasarkan hasil analis jawaban, siswa perempuan dan siswa laki-laki memiliki kemampuan kompetensi strategi matematis yang berbeda. Siswa perempuan memiliki kemampuan kompetensi strategi matematis 5% lebih unggul dari siswa laki-laki.
Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Widianjani Widianjani; Lamlam Patimah
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.4938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Mengetahui peningkatan berpikir kritis terhadap matematik dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri; 2). Mengetahui peningkatan setiap aspek berpikir kritis dengan menggunakan model pembelajaran inkuiri; 3). Mengetahui respon siswa dalam pembelajaran inkuiri di SMK Pasundan 2 Cianjur. Metode penelitian ini yaitu Kurt Lewis yang terdiri dari pra- siklus, siklus I dan siklus II. Teknik analisis data menggunakan pengujian hipotesis, yang didapatkan dari tes formatif untuk melihat persentase tingkat kemampuan berpikir kritis, sedangkan untuk mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran inkuiri dengan menyebarkan angket untuk mengetahui responnya positif atau tidak. Hasil dari penelitian didapatkan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebesar 40,6% yaitu pada siklus ke I sebesar 19,5% dan siklus ke II sebesar 21,1%. Kemampuan siswa pada semua aspek berpikir kritis meningkat, yaitu aspek memberikan penjelasan sederhana sebesar 18,8% dari pra-siklus ke siklus I, dan 20,6% dari siklus I ke siklus II, aspek penjelasan lebih lanjut sebesar 20% dari pra-siklus ke siklus I, dan 20,9% dari siklus I ke siklus II, aspek membuat strategi dan taktik sebesar 18,2% dari pra-siklus ke siklus I dan 20% dari siklus I ke siklus II, aspek membuat kesimpulan sebesar 22,3% dari pra-siklus ke siklus I dan 20,3% dari siklus I ke siklus II. Hasil penelitian juga dapat disimpulkan adanya sikap positif terhadap model pembelajaran inkuiri.
Deskripsi Kemampuan Investigasi Matematis Siswa SMP pada Materi Penyajian Data Shafira Dyah Pratiwi; Dori Lukman Hakim
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.4969

Abstract

Investigasi Matematis adalah kemampuan siswa dalam menemukan serta menentukan proses penyelesaian yang tepat dalam penyelesaian soal yang siswa kerjakan. Kemampuan investigasi matematis dapat berbeda setiap siswa karena beberapa faktor seperti pemahaman siswa terhadap materi, daya ingat siswa terhadap materi yang telah di pelajarinya, dan cara pikir siswa dalam menghadapi masalah dalam soal. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi dari kemampuan investigasi matematis siswa SMP Negeri di Karawang dalam materi penyajian data.  Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan melakukan uji instrument berupa soal tes Kemampuan Investigasi yang di berikan kepada siswa SMP kelas VIII semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Jawaban siswa dikelompokan sesuai cara investigasi matematis siswa. Selanjutnya dipilih siswa yang jawaban tesnya dapat mewakili kelompoknya. Hasil penelitian menunjukan bahwa masih terdapat siswa yang belum dapat mengembangkan kemampuan investigasi matematis karena beberapa indikator kemampuan investigasi matematis yang belum tercapai sepenuhnya. Namun tidak sedikit siswa yang sudah dapat mengembangkan kemampuan investigasi matematisnya dengan baik. Selain itu hasil penelitian ini yaitu untuk mengetahui penyebab-penyebab siswa yang tidak dapat mengembangkan kemampuan investigasinya dengan baik.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMK Berdasarkan Tingkat Self Confidence Dewi Badriyah; Hanifah Nurus Sopiany
Didactical Mathematics Vol. 5 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/dm.v5i1.5008

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah matematis merupakan bagian dari keterampilan matematis yang harus dimiliki siswa karena memiliki peranan penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran matematika. Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dipengaruhi banyak faktor diantaranya yaitu self confidence. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMK berdasarkan tingkat self confidence. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X SMK Sehati Karawang yang terdiri dari 29 siswa. Proses pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling masing-masing akan dipilih satu siswa untuk setiap tingkatan self confidence tinggi, sedang dan rendah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen angket self confidence, tes tertulis, serta wawancara.  Teknik analisis data terdiri dari tahap reduksi data, penyajian data, dan  menarik kesimpulan. Hasil penelitian menujukan bahwa (1) siswa dengan self confidence tinggi memiliki rata-rata hasil tes pemecahan masalah matematis 64,58  pada kategori sedang, mampu memenuhi empat indikator pemecahan masalah  (2) siswa dengan self confidence sedang memiliki rata-rata hasil tes pemecahan masalah matematis 56,58 pada kategori sedang, mampu memenuhi 3 indikator pemecahan masalah (3) siswa dengan self confidence rendah memiliki rata-rata hasil tes pemecahan masalah matematis 53,13 pada kategori sedang, mampu memenuhi dua indikator pemecahan masalah.

Page 8 of 20 | Total Record : 196