cover
Contact Name
Muhammad Ibnu Ashari
Contact Email
ibnuashari092@gmail.com
Phone
+6285283999981
Journal Mail Official
sospol@untag-smd.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir Juanda No. 80 Samarinda (75124) Telp. 0541-744490,7030598; Fax 0541-761244
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan
ISSN : 16932439     EISSN : 28288440     DOI : 10.31293/PD
Prediksi: Jurnal Administrasi dan Kebijakan is a national and open access journal published by the Faculty of Social and Political Sciences of the University of August 17, 1945 Samarinda. Prediction focuses on the development of the study of the humanities and social sciences. The purpose of our journal is to promote a principled approach to research in the field of social sciences and humanities specifically focusing on Political Science and State Administration and Policy Sciences. Prediksi have a full commitment to the authenticity of published articles and papers. Any authority that submits its articles to Prediksi for publication must be able to prove that the submitted work is an original contribution and has never been published in part or in whole in any other print media. To achieve this commitment, Prediction provides an objective and fair peer review of every article submitted by blind reviewers from other universities.
Articles 191 Documents
Peran Dinas Sosial Dalam Pembinaan Anak Jalanan di Kota Samarinda Reza Hariawan; Maskan Maskan; Wesley Liano Hutasoit
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 20, No 3 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.24 KB) | DOI: 10.31293/pd.v2i3.6128

Abstract

This type of research uses a type of qualitative research with a descriptive type. The number of informants in the study was 12 people who were determined by data collection techniques and used interview, observation, and documentation methods. The research methods used in this study are qualitative descriptive. The type of data used includes primary data and secondary data, while the data source taken from the key informant, including the Head of the Section for Social Rehabilitation of Children and The Elderly and some staff and informants are 8 street children. The results showed that the aspect of data collection conducted by the Social Service was very good, together with satpol pp carrying out the operation of the regulation on street children to get the data that was then used as the basis of coaching. Regarding the supervision carried out by the Social Service is still not maximal, this is because officers will not conduct raids if there are no complaints or complaints from the community who are disturbed by the presence of street children. The temporary shelter aspect is very appropriate, a place for street children waiting for families and officers to give input so that street children want to take skills training. Regarding the aspect of social assistance carried out by the Social Service is quite good, by helping street children who want to continue their education and want to accompany street children who do not have a family as their guardians.Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan tipe deskriptif. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 12 orang yang ditentukan dengan tekhnik pengumpulan data dan menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Metode Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder, sedangkan sumber data yang diambil dari key informan, diantaranya yaitu Kepala Seksi Bidang Rehabilitasi Sosial Anak dan Lansia serta beberapa staff dan informannya ialah 8 anak jalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengenai aspek pendataan yang dilakukan oleh Dinas Sosial sudah sangat baik, bersama satpol pp melakukan operasi penertiban pada anak jalanan guna mendapatkan data-data yang selanjutnya dijadikan dasar pembinaan. Mengenai pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Sosial masih belum maksimal, hal ini dikarenakan petugas tidak akan melakukan razia jika tidak ada keluhan atau aduan dari masyarakat yang terganggu dengan keberadaannya anak jalanan. Aspek penampungan sementara sudah sangat tepat, tempat untuk anak jalanan yang menunggu keluarga dan petugas memberi masukan agar anak jalanan mau mengikuti pelatihan keterampilan. Mengenai aspek pendampingan sosial yang dilakukan Dinas Sosial sudah cukup baik, dengan memberikan bantuan kepada anak jalanan yang ingin melanjutkan pendidikan dan mau mendampingi anak jalanan yang tidak memiliki keluarga sebagai walinya.
Dampak Pemekaran Kelurahan Dalam Meningkatkan Pelayanan Administrasi Pada Kantor Kelurahan Rapak Dalam Kota Samarinda Puspita Sri Dewi
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.272 KB) | DOI: 10.31293/pd.v2i1.6107

Abstract

This research aims to know whether there is the real difference at service administration before and after expantion Kelurahan on Kelurahan Rapak Dalam office, Samarinda City. In this research, the writer uses the compare means using t-tests (paired sample t-test), who used to compare the average of two variables in one group. The result of research shows that there is the real difference in the service administration before and after the expantion Kelurahan on Kelurahan Rapak Dalam , Samarinda City, in the sense that such difference showed that the service administration having an increase in before and after expantion Kelurahan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang nyata pada pelayanan administrasi sebelum dan sesudah pemekaran Kelurahan Pada Kelurahan Rapak Dalam Kota Samarinda. Pada penelitian ini penulis menggunakan analisis compare means uji t-statistik (paired sample t-test), yang digunakan untuk membandingkan rata-rata dua variabel dalam satu group. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada pelayanan administrasi sebelum dan sesudah adanya pemekaran kelurahan pada Kelurahan Rapak Dalam Kota Samarinda, dalam arti bahwa perbedaan tersebut menunjukan bahwa pelayanan administrasi sebelum dan sesudah pemekaran kelurahan mengalami peningkatan. 
Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Dalam Pelaksanaan Tugas di Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Kutai Timur Roby Roby
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.296 KB) | DOI: 10.31293/pd.v1i2.6088

Abstract

The purpose of this study is to find out the factors that affect employee performance in improving the implementation of tasks in the Social Welfare Office of East Kutai Regency. People with Social Welfare Problems (PMKS) is a person, family, or community group who due to an obstacle, difficulty, or disorder cannot carry out their social functions so that their needs are not met both physically, spiritually, and socially adequately and reasonably. While the Potential and Source of Social Welfare (PSKS) is the potential and resources that exist in humans, nature and social institutions that can be used for social welfare efforts. Autonomy and Assistance Duties in accordance with East Kutai Regency Regional Regulation No. 6 of 20013 in the field of Social Welfare, are: a). Formulation of policies in the field of Social Welfare; b). The implementation of government affairs and public services in the field of social welfare and community protection; c) The construction and implementation of social welfare and the protection of society; c) The implementation of other duties given by the Regent in accordance with its duties and functions. Some social problems in the main problems of the East Kutai Regency Social Service are a). Poverty problem; b) Low quality of human resources; c) Economic inequality around industrial estates; d) Decrease in the quality of the environment; Gap e). inter-regional and inter-regional development. The purpose of the medium-term work program of the East Kutai regency social service can be formulated as follows: a). The realization of quality social welfare human resources; b) The realization of good service with strategic collaboration; c). The realization of regional cooperation in the East Kalimantan region to realize East Kutai Regency as a free area on social welfare issues; d). The realization of coordination with vertical agencies for the optimization of funding sources; e). The realization of the improvement and equitable distribution of Social Services is fairer and more equitable.Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai Dalam Meningkatkan Pelaksanaan Tugas Di Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Kutai Timur. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) adalah seseorang, keluarga atau kelompok masyarakat yang karena suatu hambatan, kesulitan, atau gangguan tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya sehingga tidak terpenuhi kebutuhan hidupnya baik jasmani, rohani, maupun sosial secara memadai dan wajar. Sedangkan Potensi dan Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) adalah potensi dan sumber yang ada pada manusia, alam dan institusi sosial yang dapat digunakan untuk usaha kesejahteraan sosial. Otonomi dan Tugas Pembantuan sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 6 Tahun 20013 di bidang Kesejahteraan Sosial, adalah : a). Perumusan kebijakan dalam bidang Kesejahteraan Sosial; b).Penyelenggaraan urusan pemerintah dan pelayanan umum di bidang kesejahteraan sosial dan perlindungan masyarakat; c). Pembinaan dan pelaksanaan kesejahteraan sosial dan perlindungan masyarakat; c). Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai dengan tugas dan fungsinya. Beberapa masalah sosial dalam permasalahan pokok Dinas Sosial Kabupaten Kutai timur adalah : a). Masalah Kemiskinan ; b). Rendahnya kualitas sumber daya manusia ; c). Kesenjangan ekonomi di sekitar kawasan industri ; d). Penurunan kualitas lingkungan hidup ; Kesenjangan e). bangunan antar dan inter wilayah. Tujuan program kerja jangka menengah dinas sosial Kabupaten Kutai Timur dapat dirumuskan sebagai berikut : a). Terwujudnya sumber daya manusia bidang kesejahteraan sosial yang berkualitas; b). Terwujudnya pelayanan yang baik dengan kolaborasi yang strategis; c). Terwujudnya kerjasama regional di kawasan Kalimantan Timur dalam rangka mewujudkan Kabupaten Kutai Timur sebagai daerah yang bebas terhadap masalah-masalah kesejahteraan sosial; d). Terwujudnya koordinasi dengan instansi vertikal guna optimalisasi sumber pendanaan; e). Terwujudnya peningkatan dan pemerataan Pelayanan Sosial yang lebih adil dan merata.
Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Pada Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kutai Timur Dewi Cahyana Fradesa
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 20, No 2 (2021)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.742 KB) | DOI: 10.31293/pd.v2i2.6116

Abstract

The purpose of this study is to find out whether spatial planning influences employee work efficiency. To obtain the necessary data the author conducted research at the Office of The Unity of Nations and Politics of East Kutai Regency. From the results of research, it can be proven that there is an influence of spatial variables and employee work efficiency variables. This is evident from the results of data analysis conducted using the moment product cholera statistics showed cholera of r = 0.99 which means there is a positive relationship. To further improve the work efficiency of employees, in addition to office spatial factors, other factors need attention, so that the work efficiency of employees who have increased can be improved again. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah tata ruang berpengaruh terhadap efisiensi kerja pegawai. Untuk mendapatkan data yang diperlukan penulis mengadakan penelitian di Kantor Kesatuan Bangsa Dan Politik Kabupaten Kutai Timur. Dari hasil penelitian dapat dibuktikan bahwa terdapat  pengaruh variabel tata ruang dan variabel efisiensi kerja pegawai. Hal tersebut terbukti dari hasil analisis data yang dilakukan dengan menggunakan statistik korelasi produk moment menunjukkan korelasi sebesar r =  0.99 yang berarti terdapat hubungan yang positif. Untuk lebih meningkatkan efisiensi kerja pegawai, di samping faktor tata ruang kantor maka faktor-faktor lain perlu mendapat perhatian, sehingga efisiensi kerja pegawai yang telah meningkat dapat ditingkatkan lagi.
Efektivitas Program Pelayanan Jaminan Kesehatan Gratis Daerah (Jamkesda) di Puskesmas Loa Janan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara Mawarni Mawarni
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 19, No 3 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.751 KB) | DOI: 10.31293/pd.v1i3.6097

Abstract

This research aims to find out and describe the implementation of free regional health insurance program (Jamkesda) services in Loa Janan Health Center, Loa Janan District, Kutai Kartanegara Regency, and the effectiveness of Jamkesda implementation. The existence of various diseases that have emerged lately, due to the lack of public awareness to maintain cleanliness and healthy living management, is not infrequently complained by the surrounding residents because it is considered to spread the disease to other residents. Realizing that reality, the Kutai Kartanegara Regency Government, especially The Loa Janan Health Center agreed on a Free Health Program that was further implemented to the citizens of the community who were the target of the implementation of the program. According to the results of the author's search at the research site, the author saw the coordination was less so running proved that there are still many employees who arrive late even not infrequently come home from work prematurely. This indicates the lack of maximum coordination between the implementers of free health programs. And based on the results of observations in the field that this form of socialization about free health also uses media. The media tools used are banners and billboards. And it was put in a place that people could not see and tended to ignore it alone. For example, a banner that is installed in a high place once so that it is covered by leaves from trees embedded in front of the health center. So, it can be concluded that the usefulness of this media tool is not yet commonly used fully.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan implementasi pelayanan program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) gratis di Puskesmas Loa Janan Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara serta efektivitas pelaksanaan Jamkesda. Keberadaan berbagai macam penyakit yang muncul belakangan ini, karena kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tata pengelolaan hidup sehat, tidak jarang dikeluhkan oleh warga sekitar karena dinilai akan menyebarkan penyakit bagi warga lainnya. Menyadari kenyataan itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, khususnya Puskesmas Loa Janan menyepakati Program Kesehatan Gratis yang selanjutnya di implementasikan kepada warga masyarakat yang merupakan sasaran dari pelaksanaan program tersebut. Menurut hasil penelusuran penulis di tempat penelitian, penulis melihat koordinasinya kurang begitu berjalan terbukti masih banyaknya pegawai yang telat datang bahkan tak jarang pulang kerja sebelum waktunya. Ini menandakan masih kurang maksimalnya koordinasi antara pihak pelaksana  program kesehatan gratis. Dan berdasarkan hasil observasi di lapangan bahwa bentuk sosialisasi tentang kesehatan gratis juga menggunakan media. Alat media yang digunakan yaitu banner dan baliho. Dan itu pun diletakkan di tempat yang masyarakat tidak mampu melihat dan cenderung untuk mengabaikannya saja. Contohnya, banner yang dipasang di tempat tinggi sekali sehingga ditutupi oleh daun dari pohon yang tertanam di depan puskesmas. Sehingga bias disimpulkan bahwa kegunaan dari alat media ini belum biasa digunakan secara sepenuhnya. 
Peranan Kepemimpinan Camat di Kantor Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat Fransiska Hanan; Ahmad Jubaidi; Salasiah Salasiah
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.123 KB) | DOI: 10.31293/pd.v21i1.6230

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Peranan Kepemimpinan Camat Di Kantor Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah Deskriptif Kualitastif. Adapun yang menjadi populasi dan penelitian ini adalah Camat dan Pegawai Kantor Kecamatan Barong Tongkok. Untuk Memperoleh data Digunakan Teknik Observasi, Wawancara, Dokumentasi, dan Metode Kepustakaan. Hasil penelitian, dari uraian wawancara yang penulis lakukan diatas bahwa dapat dilihat dari Peranan Kepemimpinan Camat dalam Pemberi Arah, Agen Perubahan, Pembicara dan Pembina dapat meningkatkan Kinerja Dan Kualitas Para Pegawainya dengan baik. Dengan Peranan Camat yang dapat meningkatkan kinerja pada Kantor Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat maka hal tersebut Sangat berguna untuk membangun kecamatan Barong Tongkok menjadi lebih baik lagi
Peranan Pimpinan Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Kerja Pegawai Bagian Pemerintahan Pada Badan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kutai Barat Efendi Ncau
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 19, No 1 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (139.84 KB) | DOI: 10.31293/pd.v1i1.6072

Abstract

To find the answers to problems that have been formulated and to prove or test the hypotheses of the study and to prove the truth of hypotheses have been put forward. From the analysis of the data found that the Spearman rank correlation coefficient generated is = 0.830 for n = 29. The results are greater when compared with the prices in the table Spearman Rank critical for n = 29, amounting to 0,312. This means that the variable leadership had a significant relationship with employee discipline variable On Board Civil Service Police Unit West Kutai. From the comparison value tables can be seen that there is a significant relationship between the variables of leadership with employee discipline On Board Civil Service Police Unit West Kutai. Where count> tables, namely 0.830> 0.312 at a rate significance 0.05 for n = 29. Based on the comparison of the data analysis, we can conclude also that the hypothesis proposed in this study can be received and verified Untuk menemukan jawaban atas masalah yang telah dirumuskan dan untuk membuktikan atau menguji hipotesis penelitian dan untuk membuktikan kebenaran hipotesis telah dikemukakan. Dari analisis data ditemukan bahwa koefisien korelasi peringkat Spearman yang dihasilkan adalah = 0,830 untuk n = 29. Hasilnya lebih besar jika dibandingkan dengan harga dalam tabel Spearman Rank kritis untuk n = 29, sebesar 0.312. Artinya, variabel kepemimpinan memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel disiplin pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kutai Barat. Dari tabel nilai perbandingan dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kepemimpinan dengan disiplin pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kutai Barat. Di mana hitungan> tabel, yaitu 0,830> 0,312 pada tingkat signifikansi 0,05 untuk n = 29. Berdasarkan perbandingan analisis data, kita dapat menyimpulkan juga bahwa hipotesis yang diusulkan dalam penelitian ini dapat diterima dan diverifikasi.
Pengaruh Manajemen Pelayanan Terhadap Efektivitas Pelayanan Pada Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar (RSUD HIS) Kabupaten Kutai Barat Rohmah Damar Rutin; Ahmad Jubaidi
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 21, No 2 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.74 KB) | DOI: 10.31293/pd.v21i2.6438

Abstract

The purpose of this study is to determine and illustrate the influence of Public Service Management Implementation on the effectiveness of services at the Harapan Insan Sendawar Regional General Hospital (RSUD HIS) West Kutai Regency. Data analysis using product moment correlation coefficient analysis instrument (pearson). The population of this study was all employees of HIS Hospital who had the status of Civil Servants who sat in structural positions as many as 36 civil servants were used as respondents to the study. The technique of taking sanpel is proportionate stratified random sampling. Based on the calculation obtained by the results of the correlation coefficient of 0.506, the result of the calculation of the product moment correlation formula is greater than the r table (0.506 > 0.329), it can be concluded that there is a positive relationship between the service management variables and the service effectiveness variables at the Harapan Insan Sendawar Regional General Hospital (HIS Hospital) West Kutai Regency, thus it can be said that the better the service management, the better the service management  effectiveness of service.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh Implementasi Manajemen Pelayanan Publik terhadap efektivitas pelayanan pada Pada Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar (RSUD HIS) Kabupaten Kutai Barat. Analisa data menggunakan instrument analisis koefisiensi korelasi product moment (pearson). Populasi penelitian ini adalah seluruh pegawai RSUD HIS yang berstatus Pegawai Negeri Sipil yang duduk dalam jabatan struktural sebanyak 36 orang PNS dijadikan sebagai responden penelitian. Teknik pengambilan sanpel yaitu proportionate stratified random sampling. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil koefisien korelasi sebesar 0,506, hasil perhitungan rumus korelasi product moment adalah lebih besar dibandingkan r tabel (0,506 > 0,329), maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara variabel manajemen pelayanan terhadap variabel efektivitas pelayanan pada Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar (RSUD HIS) Kabupaten Kutai Barat, dengan demikian dapat dikatakan bahwa semakin baik manajemen pelayanan maka semakin baik pula efektivitas pelayanan
Implementasi Layanan Inovasi Samsat Keliling Dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor Fitriani Fitriani; Jamil Bazarah
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 21, No 1 (2022)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.22 KB) | DOI: 10.31293/pd.v21i1.6236

Abstract

Penelitian yang berjudul “Implementasi Layanan Inovasi Samsat Keliling Dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk Mengetahui Kualitas Layanan Inovasi Samsat Keliling Dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor. Penelitian ini sendiri berjenis penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitan ini yaitu Tangible, Realibility, Responsivenes, Anssurance, dan Empathy. Berdasarkan hasil penelitian, Implementasi Layanan Inovasi Samsat Keliling Dalam Upaya Meningkatkan Pelayanan Pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor sudah cukup baik. Berdasarkan Tangible, Realibility, Responsivenes, Anssurance, dan Empathy yang dilakukan oleh para pegawai Samsat keliling kota Samarinda ini dapat dilihat telah dilakukan secara maksimal. Namun demikian masih ada pekerjaan yang dinilai masih belum optimal seperti kurangnya sarana dan prasarana yang kurang memadai, kurangnya sosialisasi pelayanan kepada masyarakat, dan kesadaran Wajib Pajak dalam membayar pajak.
Strategi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Kutai Barat Dalam Pengembangan Home Industri Pestasius Darno
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 19, No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.374 KB) | DOI: 10.31293/pd.v1i2.6084

Abstract

This research was conducted in Disperindagkop and UKM West Kutai Regency. This is because Disperindagkop and UKM are technically responsible for the growth and development of industrial homes in West Kutai regency. Researchers also conducted research in several home centers of the craft and small food industry in West Kutai Regency which is the object of Disperindagkop and UKM WestKutai Regency that must continue to be developed. Based on the results of research conducted by analyzing the data, information and explanations obtained, it can be concluded that the implementation of the industrial home development strategy in West Kutai Regency is based on the West Kutai Regency Regent Regulation No.2 of 2009 on the description of the main duties and functions of structural positions in Disperindagkop and SMEs of West Kutai Regency, then Disperindagkop and UKM of West Kutai Regency have the task of helping the Regent in carrying out  authority of the district government in the field of Industry, Trade, Cooperatives and SMEs based on the principle of autonomy and assistance duties. Included in the development of industrial home. In the application of home industry development strategy, there are supporting factors, namely and a good cooperation between Disperindagkop and UKM of West Kutai Regency with supporting parties such as agencies, banking institutions and other related practitioners, as well as harmonious relationships with small entrepreneurs. There are also inhibitory factors, such as internal inhibitor factors from Disperindagkop and UKM West Kutai Regency, namely the level of quality and quantity of the apparatus is still limited, the amount of budget funds for theUKM development program. As well as supporting facilities and infrastructure that are still inadequate. External inhibiting factors, namely the level of quality of human resources are still limited, lack of interest in self-entrepreneurship (no regeneration), high production prices while low purchasing power of the community, the creation of crafts and small food is still monotonous, and security conditions and political situations are not conducive.Penelitian ini dilakukan di Disperindagkop dan UKM Kabupaten Kutai Barat. Hal ini dikarenakan Disperindagkop dan UKM merupakan penanggungjawab teknis dalam pertumbuhan dan pengembangan home industri di kabupaten Kutai Barat. Peneliti juga melakukan penelitian di beberapa sentra-sentra home industry kerajinan dan makanan kecil di Kabupaten Kutai Barat yang merupakan objek dari Disperindagkop dan UKM KabupatenKutai Barat yang harus terus dikembangkan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dengan menganalisa data- data, keterangan dan penjelasan yang diperoleh, dapat diambil kesimpulan bahwa pelaksana strategi pengembangan home industri di Kabupaten Kutai Barat adalah berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Kutai Barat No.2 Tahun 2009 tentang uraian tugas pokok dan fungsi jabatan structural pada Disperindagkop dan UKM Kabupaten Kutai Barat, maka Disperindagkop dan UKM Kabupaten Kutai Barat memiliki tugas membantu Bupatidalam melaksanakan kewenangan pemerintah kabupaten di bidang Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan. Termasuk dalam pengembangan home industri. Dalam penerapan strategi pengembangan home industri, terdapat factor pendukung yaitu dan jalinan kerjasama yang baik antara Disperindagkop dan UKM Kabupaten Kutai Barat dengan pihak pendukung seperti instansi, lembaga perbankan dan praktisi-praktisi lain yang terkait, serta hubungan yang harmonis dengan pengusaha kecil. Ada pula factor penghambat, seperti factor penghambat internal dari Disperindagkop dan UKM Kabupaten Kutai Barat yaitu tingkat kualitas dan kuantitas aparat masih terbatas, jumlah anggaran dana untuk program pengembanganUKM. Serta sarana dan prasarana penunjang yang masih kurang memadai. Faktor penghambat eksternal yaitu tingkat kualitas sumberdaya manusia masih terbatas, kurangnya minat berwiraswasta (tidak ada regenerasi), harga produksi yang tinggi sedangkan daya beli masyarakat rendah, hasil kreasi kerajinan dan makanan kecil masih monoton, serta kondisi keamanan dan situasi politik yang belum kondusif.

Page 7 of 20 | Total Record : 191