cover
Contact Name
Mundi Rahayu
Contact Email
denyefita.nr@gmail.com
Phone
+6282336541811
Journal Mail Official
hiski.malang17@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat Hiski PBSI Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246 Malang Telp: 464318 ext 122
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran Sastra
ISSN : -     EISSN : 2722998X     DOI : https://doi.org/10.51543/hiskimalang
Jurnal Pembelajaran Sastra (Journal of Literary Education) accepts submissions of original articles that have not been published elsewhere nor being considered or processed for publication anywhere, and demonstrate no plagiarism whatsoever. The prerequisites, standards, and format of the manuscript are listed in the author guidelines and templates. Any accepted manuscript will be reviewed by at least two referees. Authors are free of charge throughout the whole process comprising article submission, review and editing process, and publication.
Articles 74 Documents
Memandang Hidup dengan Mata Beruang: Analisis Imersi dalam Brother Bear (2003) Hosana, Keiko Shellomita; Sunardi, FX Dono
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v7i2.125

Abstract

This study analyzes the Disney animated film Brother Bear (2003) to explore the transformative journey of its protagonist, Kenai, focusing on his characterization and development. The paper investigates three key areas: the rationale for Kenai's transformation into a bear, the resultant shifts in his beliefs and perspectives, and the film's portrayal of the human-animal relationship. Using a descriptive qualitative methodology, the analysis examines key scenes and dialogue, applying a theoretical framework that includes characterization, mise-en-scène, empathy, and immersive transformation theories. The findings indicate that Kenai's transformation is a consequence of his grief and anger following his brother's death, an act of revenge aligning with violence theory. Initially an immature and arrogant adolescent who views bears as violent creatures, Kenai undergoes a profound shift in perspective. His immersive transformation deepens his empathy, leading to his maturation into a responsible and compassionate individual. The film ultimately portrays the human-animal relationship as one of spiritual and emotional equality, highlighting the potential for harmonious coexistence. The acceptance of Kenai and Koda into the human tribe at the film's conclusion symbolizes reconciliation and mutual respect, minimizing the initial tensions and conflicts.
Kecerdasan Buatan dalam Media Digital Interaktif Hikayat Bayan Budiman Maryaeni, M; Nugroho, Faizal Hadi
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v7i2.128

Abstract

Transformasi pembelajaran dari konvensional ke digital kian diwarnai dengan kecerdasan buatan. Kecerdasan buatan dapat digunakan untuk membuat media digital interaktif pada materi hikayat. Namun, kecerdasan buatan memiliki masalah etis dan kekhawatiran dari guru. Penelitian ini bertujuan (1) menjelaskan kecerdasan buatan generatif pada pembuatan media digital interaktif dan (2) menjabarkan media digital interaktif sebagai media pembelajaran hikayat Bayan Budiman. Artikel ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk merancang media digital interaktif berbasis kecerdasan buatan dalam pembelajaran hikayat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecerdasan buatan dapat membantu guru untuk menghasilkan media digital interaktif yang multimoda dan mendapat persepsi baik dari peserta didik. Kecerdasan buatan dapat dijadikan solusi untuk menghasilkan media dengan tetap mempertahankan proses berpikir peserta didik untuk mengatasi isu penggunaan kecerdasan buatan dalam pembelajaran.
Representasi Nilai Budaya dalam Syair Hohó Nias Selatan Zalukhu, Merri Christina
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v7i2.129

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi nilai budaya dalam syair Hohó Mesozokhö Bu’ulölö (Nias Selatan) sebagai bentuk tradisi lisan yang memelihara memori kolektif dan identitas kultural. Berbeda dari kajian Hohó yang umumnya menekankan dokumentasi bentuk dan fungsi pertunjukan, artikel ini menyoroti bagaimana nilai-nilai budaya diartikulasikan melalui pilihan diksi, penokohan leluhur, penataan peristiwa asal-usul, serta relasi manusia–alam dalam teks syair. Data utama berupa teks Hohó yang terdokumentasi dalam publikasi Yayasan Pusaka Nias, didukung rujukan etnografi, kajian tradisi lisan, dan sumber kebudayaan Nias. Analisis dilakukan secara kualitatif interpretatif melalui tahapan reduksi data, pengodean tema nilai, penafsiran representasi (teori representasi), dan penautan makna pada kerangka memori budaya serta identitas naratif. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber (pencocokan versi/rujukan) dan validasi makna melalui pengecekan ahli atau penutur budaya. Hasil penelitian menunjukkan sedikitnya enam nilai dominan, yaitu: penghormatan pada leluhur, keterikatan manusia–alam, kepemimpinan adat, keberanian dan kehormatan, persatuan kekerabatan, serta spiritualitas. Temuan ini menegaskan bahwa Hohó bukan sekadar ekspresi estetis, melainkan perangkat pewarisan nilai dan penguatan identitas kultural masyarakat Nias, khususnya bagi masyarakat Nias Selatan.
Perlawanan Batin Dalam Novel Kabut Perang Karya Ayi Jufridar: Konflik Dan Realitas Pascadamai Aceh Rizki, Azrul; Sulistyorini, Dwi; Suyitno, Imam
Jurnal Pembelajaran Sastra Vol 7 No 2 (2025): Jurnal Pembelajaran Sastra
Publisher : Hiski Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51543/hiskimalang.v7i2.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perlawanan batin yang terdapat dalam novel bertema konflik Aceh dan realitas dalam masyarakat pascadamai. Penelitian mengkaji perlawanan batin yang dilakukan oleh tokoh dalam novel saat konflik Aceh dan realitas yang terjadi pascadamai. Penelitian ini mengkaji kata, frasa, kalimat dan paragraf yang mengandung perihal perlawanan batin di dalam novel Kabut Perang dan realitas di Aceh pascadamai. Hasil penelitian menyatakan bahwa novel kabut perang memiliki perlawanan batin di dalam watak tokoh dan peristiwa di dalamnya. Adapun perlawanan batin yang ditemukan dalam novel kabut perang adalah (1) gejolak hati, (2) memendam suatu masalah, (3) dendam, (4) menyebarkan ideologi, (5) menolak berdamai, (6) pertentangan moral, (7) menebar kebencian, (8) goyahnya keyakinan, (9) rasa bersalah, (10) bimbang pada perjuangan, (11) kesetiaan dan pengkhianatan, (12) kekuatan hati, dan (13) tidak mau patuh. Bentuk perlawanan batin tersebut muncul dari sosiologi pengarang dan realitas yang terjadi dalam masyarakat. Pascadamai, perlawanan batin tersebut sudah mulai diungkapkan secara nyata. Masyarakat dan mantan kombatan mulai berani untuk mengkritisi perihal kekarasan masa konflik, penderitaaan, dan kepemimpinan mantan kombatan GAM di Aceh secara realita.