cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalagrisains@gmail.com
Phone
+6283827966282
Journal Mail Official
jurnalagrisains@gmail.com
Editorial Address
Kampus Bumi Tadulako, Tondo, Palu 94111, Indonesia
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmiah AgriSains
Published by Universitas Tadulako
ISSN : 14123657     EISSN : 27165078     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang Peternakan: Ilmu Peternakan, Sosial Ekonomi Peternakan, Nutrisi dan Makanan Ternak, Teknologi Hasil Ternak, Pembangunan Peternakan, Produksi Ternak, Budidaya Ternak, Produksi dan Teknologi Pakan Ternak, Bioteknologi Peternakan, Sain Veteriner. Bidang Perikanan: Budidaya Perikanan, Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, Pengolahan Hasil Perikanan, Nutrisi dan Makanan Ikan, Bioteknologi Perikanan, Teknologi Penangkapan Ikan, Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan, Budidaya Perairan
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 23 No. 3 (2022): Desember" : 7 Documents clear
Protein Content, Melting Power, and Organoleptic of Ice Cream Tests with the Addition of Chicken Cake Gelatin: Kadar Protein, Daya Leleh dan Uji Organoleptik Es Krim dengan Penambahan Gelatin Ceker Ayam Fajrul Amin; Asriani Hasanuddin; Sugiarto; Nova Rugayah
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.172-178

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gelatin terhadap kadar protein, daya leleh dan uji organoleptik es krim. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan  yaitu  E0 (tanpa gelatin), E6 (6% gelatin), E8 (8% gelatin), E10 (10% gelatin) dan E12 (12% gelatin). Setiap perlakuan diulang 4 kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan memberikan pengaruh sangat nyata (p>0,01) terhadap kadar protein, daya leleh dan berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap uji organoleptik (tekstur), sedangkan uji organoleptik (rasa, aroma dan warna) tidak memberikan berpengaruh yang nyata (p<0,05). Penambahan gelatin ceker ayam sampai 12% mampu meningkatkan kadar protein es krim 0,62 % (3,76% - 4,38%), daya leleh 8,52 menit (13,28 - 21,80 menit) dan secara umum uji organoleptik masih diterima oleh panelis.
The Use of Bioconversion Products Using Lactic Acid Bacteria (Lactobacillus Casei) on Consumption of Organic Ingredient Components of Heat Goat Bean Rations: Penggunaan Pakan Hasil Biokonversi Menggunakan Bakteri Asam Laktat (Lactobacillus casei) terhadap Konsumsi Komponen Bahan Organik Ransum Ternak Kambing Kacang Betina Chairul; Fatmawati; Sri Wulan
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.131-138

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsumsi komponen bahan organik ransum kambing betina pakan hasil fermentasi tongkol jagung yang menggunakan bakteri asam laktat (Lactobacillus casei). Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan September - November 2021. Ternak yang digunakan berjumlah 15 ekor kambing kacang betina umur ± 10 bulan dengan kisaran bobot badan 10 - 12 kg. Penelitian ini menggunakan analisis statistik dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diberikan sebagai yaitu: P0 = Konsentrat tanpa Lactobacillus casei (Lc); P1 = Penggunaan 1 ml Lactobacillus casei (Lc)/kg konsentrat; P2 = penggunaan 1,5 ml Lactobacillus casei (Lc)/kg konsentrat serta hijauan Panicum sarmentosum Roxb secara ad- libitum. Peubah yang diamati adalah konsumsi bahan organik yaitu protein kasar, serat kasar, lemak kasar, dan BETN. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pakan hasil biokonversi yang menggunakan bakteri asam laktat (Lactobacillus casei) memperlihatkan pengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap konsumsi komponen bahan organik (Protein Kasar, Serat Kasar, Lemak Kasar dan BETN) ransum ternak kambing kacang betina.
Feeding Maggot Meal (Hermetia Illucens) with Different Feeding Rate on the Growth and Survival of Tilapia (Oreochromis niloticus): Pemberian Pakan Berbahan Baku Tepung Maggot (Hermetia illucens) dengan Feeding Rate Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Adji Suganda; Desiana Trisnawati Tobigo; Septina F. Mangitung; Madinawati
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.123-130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pakan berbahan baku tepung maggot (Hermetia illucens) dengan feeding rate berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (Oreochromis niloticus). Organisme uji yang digunakan adalah benih ikan nila (O. nilaticus) dengan bobot 1,53 - 2,03 g sebanyak 200 ekor. Benih ikan nila diperoleh dari Pembudidaya di Desa Potoya, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Penelitian ini didesain menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan dalam penelitian ini yakni pemberian pakan dengan feeding rate berbeda yaitu: A (4% dari biomassa ikan); B (5% dari biomassa ikan); C (6% dari biomassa ikan); dan D (7% dari biomassa ikan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan berbahan baku tepung maggot dengan feeding rate berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bobot mutlak ikan nila. Pertumbuhan bobot dan kelangsungan hidup ikan nila tertinggi (p<0,05) diperoleh pada perlakuan feeding rate 7%.
The Effect of Using Beluntas Leaf Flour (Pluchea indica Less) on the Performance of Arabic Chicken (Gallus turcicus): Pengaruh Penggunaan Tepung Daun Beluntas (Pluchea indica Less) terhadap Performa Ayam Arab (Gallus turcicus) Rizal Y. Tantu; Neno Setiawan; Dwi Sulistiawati
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.154-161

Abstract

Ketersediaan ransum merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan suatu usaha peternakan. Ayam mengkonsumsi ransum untuk memenuhi kebutuhan energi bagi berlangsungnya proses-proses biologis untuk pertumbuhan. Daun beluntas yang mudah tumbuh dan banyak  terdapat di Indonesia dapat menjadi alternatif yang dapat dimasukkan dalam komposisi pakan untuk ayam. Pemanfaatan daun beluntas secara tradisional  pada umumnya sebagai  penambah nafsu  makan dan  membantu  pencernaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa ayam  arab (Gallus turcicus) umur 48 minggu setelah diberikan tambahan tepungdaun beluntas (Pluchea indica Less) dalam ransum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan rincian R0 = 100% ransum kontrol (0% tepung daun beluntas), R1 = R0 + 2,5% tepung daun beluntas, R2 = R0 +5% tepung daun beluntas,  R3 = R0 +7,5% tepung daun beluntas, R4 = R0 +10% tepung daun beluntas. Parameter yang diukur yaitu, pertambahan bobot badan, konsumsi ransum, dan konversi ransum. Hasil Analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan tepung daun beluntas (Pluchea indica Less) dalam ransum ayam arab (Gallus turcicus) berpengaruh tidak nyata (p>0,05) terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi ransum dan konversi ransum. Hasil konversi ransum terendah diperoleh pada perlakuan R1 dengan nilai konversi ransum 12,4 yang mengandung tepung daun beluntas 2,5%. Kemudian, berdasarkan hasil perhitungan feed cost, pemberian ransum yang terdiri dari ransum basal 97,5% dan tepung daun beluntas 2,5% memiliki cost yang paling rendah.
Regrowth of Dwarf Elephant Grass (Pennisetum purpureum cv. Mott) Treated with Nitrogen Fertilizer in its Initial Development: Pertumbuhan Kembali Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang Diberi Perlakuan Pupuk Nitrogen pada Perkembangan Awalnya Baso Wahyu; Mustaring; Moh. Basri
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.139-147

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengkaji pengaruh perlakuan awal pemupukan nitrogen terhadap pertumbuhan kembali rumput Pennisetum purpureum cv. Mott pada penelitian terdahulu pada tahun 2018 setelah tanam dan mengalami 5 kali pemangkasan berulang. Penelitian ini dilaksanakan selama dua bulan, di Kebun Koleksi dan Pengembangan Tanaman Hijauan Makanan Ternak milik CV. Sandtya Saryamkusuma, di Desa Loru Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Perlakuan pemberian pupuk nitrogen dengan dosis berbeda yakni: 0; 50; 100; dan 150 kg N/ha, setara berturut-turut 0 kg/ha; 10,87 kg/ha; 21,74 kg/ha dan 32,61 kg/ha dengan 5 kali ulangan, sehingga diperoleh 20 unit percobaan yang diatur dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel yang diamati meliputi; tinggi tanaman, panjang helaian daun, lebar helaian daun, panjang pelepah daun dan jumlah anakan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dengan program STAT-27. Hasil analisis keragaman menunjukkan  perlakuan tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap masing-masing parameter. Disimpulkan bahwa; i) sudah tidak ada residu pupuk dari pemupukan pada penelitian terdahulu atau perbedaan residu yang ada antar perlakuan sudah tidak mampu memicu perbedaan pertumbuhan kembali tanaman percobaan; dan ii) pemupukan nitrogen diperlukan untuk mengembalikan pertumbuhan yang lebih baik dari rumput gajah mini pada kondisi lokasi penelitian ini.
Maleo Birds Egg-Laying Behavior (Macrochepalon maleo) In Kuala Vuno Area, Oloboju Village, Sigi District, Central Sulawesi Province: Perilaku Bertelur Burung Maleo (Macrochepalon maleo) di Kawasan Kuala Vuno, Desa Oloboju, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah Afandi; Yohan Rusyiantono; Mobius Tanari
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.148-153

Abstract

Maleo (Macrocephalon maleo)  termasuk famili Megapodiidae yang merupakan fauna langka dan endemik Pulau Sulawesi. Keistimewaan jenis burung maleo yaitu memiliki telur lebih besar 4-5 kali dari telur ayam kampung, meskipun besar tubuhnya relatif tidak jauh berbeda dengan jenis ayam, dengan warna kerabang telur mendekati warna merah dadu. Penelitian bertujuan mendapatkan gambaran mengenai perilaku bertelur maleo di Kawasan habitat Kuala Vuno Desa Oloboju Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian menggunakan metode survey dan dianalisis secara deskripif. Peubah yang diamati yaitu perilaku bertelur sebelum bertelur, saat bertelur dan setelah bertelur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bertelur maleo di Kawasan Habitat Kuala Vuno Desa Oloboju Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dimulai dari maleo mendatangi habitat peneluran, melakukan pengintaian pada lokasi yang dituju, lalu menggali lubang untuk meletakkan telur pada lokasi yang aman. Apabila lubang sudah siap maka maleo betina masuk ke dalam lubang untuk bertelur selama beberapa menit sementara maleo jantan mengawasi selama burung maleo betina dalam proses bertelur. Setelah burung maleo betina keluar dari lubang peneluran maka sepasang burung maleo tersebut menimbun dan meninggalkan habitat penelurannya.
Adoption of Cattle Breeders to Livestock Business Management in Balaesang Tanjung District, Donggala District, Central Sulawesi: Adopsi Peternak Sapi terhadap Manajemen Usaha Peternakan di Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah Linda Evan; Yudi Mujayin
Jurnal Ilmiah AgriSains Vol. 23 No. 3 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Tadulako, Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jiagrisains.v23i3.2022.162-171

Abstract

Pengelolaan sektor peternakan Sulawesi Tengah masih termasuk dalam kategori belum optimal. Jika dilihat dari aspek manajemen usaha, umumnya masih dilakukan secara ekstensif atau dikelola berdasarkan kondisi alamiah dan tidak sesuai kebutuhan dasar ternak serta tata kelola yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adopsi peternak sapi terhadap manajemen usaha peternakan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian dilaksanakan pada 4 Desa di Kecamatan Balaesang Tanjung yaitu Desa Walandano, Malei, Palau dan Pomolulu, pada bulan September - Oktober 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sensus, observasi dan wawancara langsung di lapangan. Data dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi peternak terhadap manajemen usaha peternakan sudah sangat baik dengan persentase yaitu peternak mengetahui manajemen usaha (90 %), peternak mengetahui tujuan manajemen usaha peternakan (91%), peternak mengetahui keuntungan beternak sapi (91%), peternak mengetahui manajemen usaha peternakan sapi potong dapat meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak (58%), peternak melakukan perubahan manajemen usaha sapi potong (99%), peternak merasakan manajemen usaha sapi memberikan kontribusi terhadap kesejahteraan peternak (97%), dan peternak telah melakukan tahapan manajemen usaha sapi (70%).

Page 1 of 1 | Total Record : 7