cover
Contact Name
Mustasim
Contact Email
mustasim06102010@gmail.com
Phone
+6281247234924
Journal Mail Official
mustasim06102010@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Jurnal Airaha
ISSN : 21307163     EISSN : 26219638     DOI : https://doi.org/10.15578/ja.
Jurnal Airaha is published 2 (two) times a year (June, and December) with ISSN Number 2301-7163 and E-ISSN Number 2621-9638. Jurnal Airaha contains articles from original research and peeling (review) Journal of Research Related to The Disciplines of Fishing Technology, Fishery Machinery, Aquaculture, Coastal Resource Management and Fishery Processing, Marine Tourism, Processing and Storage of Catches. By submitting the manuscript to Jurnal Airaha, the author automatically agrees that the manuscript sent to Jurnal Airaha is a manuscript that has not been and will not be published in other similar media, unless the manuscript has been declared unable to be published in Jurnal Airaha.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 02: December 2020" : 15 Documents clear
Pengaruh Penambahan Edible Coating Kitosan Rajungan (Portunus pelagicus) Terhadap Sensori Dodol Betawi Pola Panjaitan; Reva Fiani; Aripudin Aripudin; Catur Pramono Adi; Liliek Soeprijadi
Jurnal Airaha Vol 9 No 02: December 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.222 KB) | DOI: 10.15578/ja.v9i02.187

Abstract

The research objective was to determine the effect of the edible coating of crab chitosan on the sensory quality of Betawi dodol. The process of making crab chitosan edible coating starts from mixing chitosan, 1% acetic acid, and glycerol, immersing dodol into edible coating solution, and storage. Edible coating with a concentration of 4% chitosan (K3) can maintain appearance and texture values ​​until day 12 and aroma until day 16, longer than K0 and K1 treatments can only maintain appearance and texture values ​​until day 4 and aroma until the 8th day and K2 which can maintain the appearance and texture values ​​until the 8th day and the aroma until the 12th day and there is no difference in the taste values ​​in the three treatments. Based on the Friedman test, the parameters of appearance, aroma, and texture have a sig. <0.05 so that H1 is accepted and H0 is rejected, which means that the difference in chitosan concentration has a significant effect. Meanwhile, the Friedman taste test has a sig.> 0.05 so that H0 is accepted and H1 is rejected, which means that the difference in chitosan concentration does not have a significant effect.
Struktur Komunitas dan Sebaran Lamun di Pulau Soop - Kota Sorong Handayani Handayani; M. ALi Ulat; Amir M Suruwaky; Mustasim Mustasim; Abdul Gofir
Jurnal Airaha Vol 9 No 02: December 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.666 KB) | DOI: 10.15578/ja.v9i02.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan komposis lamun, penutupan lamun, kerapatan jenis lamun, dan sebaran lamun di Perairan Pulau Soop Kota Sorong-Papua Barat. Metode penelitian adalah eksploratif, yang mana pengambilan data keragaman jenis, komposisi dan kerapatan dilakukan menggunakan transek garis. Pengambilan data dengan Transek garis yang dilakukan pada setiap stasiun dengan cara posisi tegak lurus dengan garis pantai sepanjang setiap 10 m. Setiap transek garis dilakukan pencatatan data pada setiap 10 m tersebut, yang dimulai dari tepi pantai sampai tubir atau kedalaman tertentu. Data primer meliputi jenis lamun, tipe substrat, kerapatan, dan estimasi tutupan serta titik koordinat luasan dan titik pengambilan sampel. Kemudian data di analisis dan dibuatkan dalam bentuk peta dengan menggunakan software Arc-gis 10.6. Berdasarkan hasil penelitian di Perairan Pulau Soop terdapat 7 jenis lamun yaitu yaitu jenis Syringodium isoetifolium, Thalassia hemprici, Cymodocea serrulate, Thalassodendron ciliatum, Halophila ovalis, Enhalus acoroides dan Halodule uninervis. Penutupan lamun tertinggi di stasiun penelitian sebelah Utara perairan pulau Soop sebesar 51,58%, sedangkan penutupan lamun tertinggi di stasiun penelitian sebelah Selatan pulau Soop sebesar sebesar 38.35%. Luas sebaran lamun di sebelah utara dan selatan Perairan Pulau Soop sekitar 2.665.00 m2.
Konsentrasi Madu Pelawan yang Berbeda Terhadap Nisbah Kelamin Ikan Gapi (Poecilia reticulata) Dwi Rosalina; Depika Amelisa
Jurnal Airaha Vol 9 No 02: December 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.006 KB) | DOI: 10.15578/ja.v9i02.189

Abstract

Tujuan penelitian yaitu mengetahui pengaruh konsentrasi madu pelawan yang berbeda terhadap nisbah jantan Ikan Gapi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini ada empat perlakuan yang pertama konsentrasi tanpa madu pelawan (0 ml/liter) sebagai kontrol, perlakuan ke-2 (konsentrasi madu 55 ml/liter), perlakuan ke-3 (konsentrasi madu 60 ml/ liter), dan ke-4 (konsentrasi madu 65 ml/ liter). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan terdiri dari 3 induk Ikan Gapi sehingga jumlah keseluruhan induk sebagai ikan uji adalah 12 ekor. Penelitian menghasilkan bahwa konsentrasi madu pelawan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap nisbah jantan. Ikan Gapi dan konsentrasi optimum untuk pengarahan kelamin Ikan Gapi adalah 60 ml/l madu/liter media. Sehingga untuk optimalisasi produksi monosex jantan ikan gapi dapat dilakukan menggunakan madu pelawan dengan konsentrasi 60 ml/l agar meningkatkan profit dalam budidaya ikan Gapi.
Penentuan Rute Pelayaran Zona Pantai yang Optimal dengan System Kombinasi Navigasi Datar dan Navigasi Eletronik ( Studi Kasus Alur Muara Pelabuhan Perikanan Kabupaten Bone ) Arham Rumpa; Muhammad Maskur; Khaerudin Isman; Tamrin Tamrin; Paduartama Tandipuang
Jurnal Airaha Vol 9 No 02: December 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.683 KB) | DOI: 10.15578/ja.v9i02.191

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi posisi benda bantu navigasi dan karang berbahaya guna optimalisasi rute pelayaran yang efektif berdasarkan kombinasi tampilan peta laut kertas, GPS Map dan tampilan aplikasi google eart. Metode yang di gunakan adalah observasi Sedangkan data di Analisis secara deskriptif dalam bentuk gambar dan tabel, untuk perhitungan titik koordinat dan nilai jarak di gunakan menu yang terdapat pada aplikasi Google Earth Pro 2019, menu pada GPS map Garmin 585 dan titik jarak pada peta laut kertas dengan menjangka peta (plotting). Hasil penelitian menunjukan Adanya perbedaan tampilan posisi dan jarak suatu benda bantu navigasi yang terdapat pada Buku Publikasi Navigasi (Buku DSI 2014) dengan kombinasi pengukuran lapangan berkisar 737 – 935 meter, selain itu terdapat perbedaan Jumlah dan posisi tanda bahaya (karang) pada tampilan aplikasi google eart, peta laut kertas dan peta laut eletronik pada GPS garmin 585, Untuk itu pengukuran secara kombinasi sangat perlu di lakukan, terutama pemanfaatan aplikasi google eart untuk validasi sehingga terciptanya dan adanya Rute pelayaran baru pada Zona Pantai Alur Muara Pelabuhan Perikanan Kabupaten Bone Yang Optimal Dengan System Kombinasi Navigasi Datar dan Navigasi Eletronik.
Pengaruh Suhu dan Kedalaman Terhadap Hasil Tangkapan Yellowfin Tuna di Perairan Samudera Indonesia Selatan Pulau Jawa Dian Sutono HS; Suharyanto Suharyanto; Robert Perangin-angin; Agung Ferdinand Wera; Mustasim Mustasim
Jurnal Airaha Vol 9 No 02: December 2020
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.829 KB) | DOI: 10.15578/ja.v9i02.192

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di PPS. Cilacap dengan daerah penangkapan Samudera Indonesia pada bulan Maret sampai dengan Mei 2020 yang bertujuan untuk menmgetahui pengaruh suhu air laut dan kedlaman pancing terhadap hasil tangkapan yellowfin tuna. Pengumpulan data primer dilakukan dengan pengamatan langsung mengikuti operasi penangkapan long line selama 1 (satu) trip dengan KM. Trans Bahari 3, meliputi data waktu setting dan hauling, panjang main line, jumlah pancing, hasil tangkapan, daerah penangkapan (fishing ground), serta data suhu dan kedalaman perairan. Sedangkan pengumpulan data sekunder dilakukan melalui wawancara dan data Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap. Analisa data dilakukan dengan menghitung nilai hook rate, kedalaman mata pancing, serta pengaruh suhu dan kedalaman pancing terhadap hasil tangkapan yellowfin tuna melalui metode uji t. Dari hasil Analisa data diperoleh nilai total hook rate sebesar 1,33, kedalaman mata pancing berada antara 90,2 m – 181,4 m, dengan kisaran suhu vertikal antara 12,5⁰ C – 25,0⁰ C. Pengaruh suhu dan kedalaman terhadap hasil tangkapan yellow tuna berpengaruh nyata (significant) antara kedalaman A dengan C, sedangkan antara kedalaman A dengan B, dan kedalaman B dengan C masing-masing tidak memberikan perbedaan yang nyata (non significant).

Page 2 of 2 | Total Record : 15