cover
Contact Name
Rezha Destiadi
Contact Email
polmedpress@polmed.ac.id
Phone
+6282361790800
Journal Mail Official
polimedia@polmed.ac.id
Editorial Address
Jalan Almamater No. 1, Kampus USU, Politeknik Negeri Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia
ISSN : 14107422     EISSN : 27766853     DOI : https://doi.org/10.51510/polimedia
Core Subject : Social, Engineering,
Polimedia is a journal managed by UPT Penerbitan as one of the supporting facilities in developing the potential of the Politeknik Negeri Medan (Polmed) in the effort to spread knowledge. This journal was first published in 1998 as a forum to accommodate the journal/scientific papers of Politeknik Negeri Medan lecturers and the other lecturer Since 1998 until now in 2020, scientific papers from various universities and polytechnics in Indonesia have been published in Polimedia journals ranging from Volume 1 to Volume 23 with four times published each year. Various scientific articles are published because the scientific journal Polimedia is a pastiche. This means that all fields of scientific study published in this journal are in accordance with the rules of writing scientific papers.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 82 Documents
KAJIAN BIAYA DAN WAKTU AKIBAT PENGARUH PENGGANTIAN MATERIAL BATA DENGAN DINDING PRACETAK PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN MAHASISWA UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN PEMATANG SIANTAR Rina Melati
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 25 No. 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi perubahan-perubahan misalnya perubahan material yang mengakibatkan perubahan waktu dan biaya. Pada proyek pembangunan Rumah Susun Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar terjadi perubahan material dari dinding bata ringan menjadi dinding pracetak. Dinding merupakan salah satu elemen bangunan yang berfungsi memisahkan/membentuk ruang. Adanya perubahan material tersebut, diharapkan waktu pelaksanaan proyek semakin cepat dan mengurangi total biaya proyek. Namun, kenyataannya biaya proyek semakin bertambah. Penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisa apakah metode pracetak lebih efisien dari segi waktu dan biaya dibandingkan dengan metode konvensional (bata ringan). Berdasarkan data yang diolah total harga seluruh pekerjaan dari Pembangunan Rumah Susun Mahasiswa Univ. HKBP Nommensen Kota Pematangsiantar dengan perbedaan pada pekerjaan dinding. Berdasarkan RAB dinding bata ringan sebesar Rp 16.039.886.787,01 dan untuk RAB dinding pracetak adalah sebesar Rp 16.978.001.401,37. Selisih dari kedua pekerjaan adalah sebesar Rp 938.114.614,36. Penjadwalan penelitian menggunakan Time schedule, Berdasarkan pengolahan data durasi pekerjaan dinding pracetak 143 hari, sedangkan durasi pekerjaan dinding bata ringan 177 hari. Pekerjaan dinding pracetak 34 hari lebih cepat dari pekerjaan dinding bata ringan.
ANALISIS DAMPAK KETERLAMBATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG BARU DAN INFRASTRUKTUR PENDUKUNG TERKAIT DI UNIVERSITAS SYIAH KUALA Erick Bonardo Manalu
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 25 No. 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan melaksanakan proyek konstruksi tepat waktu adalah salah satu tujuan paling penting, baik untuk pemilik maupun kontraktor. Keterlambatan adalah kondisi yang sangat tidak diinginkan, karena akan sangat merugikan kedua belah pihak dari segi waktu dan biaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak yang mempengaruhi keterlambatan pelaksanaan proyek pembangunan gedung baru dan infrastruktur pendukung terkait di universitas syiah kuala. Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi penyedia layanan dan pihak-pihak yang terkait langsung dengan manajemen proyek sehingga penyelesaian akhir proyek dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang direncanakan (tepat waktu). Penelitian ini termasuk penelitian survei yaitu penelitian yang mengambil sampel dari populasi menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang didistribusikan kepada responden, jumlah responden adalah 20 (dua puluh) di proyek pembangunan gedung baru dan infrastruktur pendukung terkait universitas syiah kuala. Aplikasi spss digunakan untuk indeks minat, untuk menganalisis dampak keterlambatan proyek. Berdasarkan hasil uji dengan aplikasi spss, faktor-faktor dominan yang menyebabkan keterlambatan proyek pembangunan gedung baru dan infrastruktur terkait di universitas syiah kuala yang menjadi 3 faktor penyebab keterlambatan yaitu ketersediaan peralatan di lapangan, kurangnya peralatan yang tidak lengkap dan perencanaan tenaga kerja yang tidak tepat. Hasil dari analisis estimasi biaya kerugian yang dialami kontraktor senilai Rp 39,375,908,501.76 dan waktu keterlambatan yang terjadi selama 96 hari kerja.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESIKO PADA PROYEK KONSTRUKSI PEMBANGUNAN KAMPUS IV UIN-SU Eva Junne Christine Hia
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 25 No. 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan konstruksi merupakan pekerjaan yang banyak mengandung resiko pada bagian mutu, biaya dan waktu. Mutu, biaya dan waktu adalah komponen penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Agar penyimpangan ini tidak terjadi, maka kontraktor perlu melakukan suatu tindakan untuk mengendalikan penyebab terjadinya penyimpangan terhadap mutu, biaya, dan waktu tersebut, sehingga dapat meminimalisasi dampak yang akan ditimbulkan. Tindakan yang dilakukan untuk mengendalikan faktor penyimpangan yang terjadi adalah dengan manajemen resiko. Penelitian ini menggunakan kuesioer sebagai instrument pengumpulan data dari lapangan. Skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala likert. Berdasarkan analisis data ditemukan bahwa ada dua elemen resiko yang memiliki nilai tingkat resiko tertinggi (25) dengan keterangan tidak ditoleransi yaitu R2 (Dokumen kontrak yang tidak lengkap) dan R13 (Tidak ada quality control). Dengan demikian diketahui bahwa pada proyek yang ditinjau masih perlu pengawasan terhadap manajemen konstruksi, dimana kedua elemen resiko tersebut merupakan hal penting dan mendasar pada pelaksanaan suatu proyek konstruksi.
ANALISIS RAB (RENCANA ANGGARAN BIAYA) TERHADAP PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN TIPE T.24-3 LANTAI BENTANG PANJANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH MAHASISWA UNIV. HKBP NOMENSEN PEMATANGSIANTAR Gladisya Pratiwi
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 25 No. 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu perusahaan konstruksi perlu membuat strategi-strategi khusus untuk memenangkang dan mendapatkan keuntungan dari suatu proyek konstruksi, salah satunya dengan menghitung Rencana Anggran Biaya (RAB) dan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP). Rencana Anggara Biaya (RAB), adalah perkiraan atau perhitungan biaya-biaya yang diperlukan untuk tiap pekerjaan dalam satu proyek konstruksi, sehingga diperoleh total anggaran yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek, sedangkan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) merupakan perhitungan biaya yang real digunakan di lapangan dengan memperhitungkan biaya-biaya tidak langsung yang digunakan pada proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan biaya RAB dengan RAP upah pekerjaan Pembangunan Rumah Mahasiswa Univ. HKBP Nomensen P. Siantar. Dari hasil survei dan perhitungan, terdapat selisih biaya yang cukup signifikan antara RAP dan RAB. Total harga seluruh pekerjaan dari Pembangunan Rumah Susun Mahasiswa Univ. HKBP Nomensen Kota Pematangsiantar dengan menggunakan metode Rencana Anggaran Biaya (RAB) yakni menggunakan Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) 2016 sebesar Rp 16.039.886.787,01 dan untuk total harga Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) sebesar Rp 12.882.810.502,24, sehingga diperoleh total selisih RAB dengan RAP senilai Rp 3.157.076.284,77 atau 19,68%.
PERHITUNGAN, PERBEDAAN KEBUTUHAN TULANGAN, METODE PELAKSANAAN DENGAN DAN TANPA PELAT SEBAGAI DIAFRAGMA Hashfi Haliim
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 25 No. 2 (2022): Edisi Mei
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan sebuah struktur gedung, kolom, balok adalah penyusun rangka utama dan pelat sebagai beban pada struktur bangunan. Dalam beberapa kasus analisis bangunan terhadap beban gempa, pelat diperlakukan sebagai struktur sehingga seluruh beban yang dipikul oleh struktur akan diterima pelat. Pada pembahasan ini, pelat disebut diagfragma. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar perbedaan dimensi dan kebutuhan tulangan pada struktur yang memfungsikan pelat sebagai beban dan sebagai diafragma. Serta metode pelaksanaan kolom, balok, dan pelat dengan dan tidak sebagai diafragma yang sesuai dengan prosedur pekerjaan. penelitian ini menggunakan aplikasi ETABS versi 2017. Hasil pembahasan dapat disimpulkan terjadi kenaikan jumlah tulangan pada setiap elemen balok sebesar kurang dari 10% pada struktur yang memfungsikan pelat sebagai diafragma. Pada elemen kolom, kebutuhan tulangan yang diperlukan hampir sama antara struktur yang memfungsikan pelat sebagai beban dan struktur yang memfungsikan pelat sebagai diafragma. Pelat sebagai diafragma mengalami kenaikan nilai momen akibat beban dan menerima gaya normal pada sambungan pelat dan balok. Pelat sebagai diafragma menjadi lebih kaku dan layak untuk menahan beban gempa yang ada. Metode pelaksanaan kolom, balok, dan pelat berdasarkan pengamatan dan data yang pada saat praktik kerja lapangan, metode pelaksanaan yang dijelaskan pada pembahasan ini sesuai dengan kenyataan di lapangan.
ANALISA POTENSI LIKUIFAKSI PADA JEMBATAN INTERCHANGE PEMBANGUNAN JALAN TOL RUAS TEBING TINGGI – INDERAPURA Nur Fadhilla Ichwani
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 25 No. 3 (2022): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Likuifaksi adalah fenomena hilangnya kekuatan lapisan tanah akibat tegangan air pori yang timbul akibat beban siklis (getaran). Getaran yang dimaksud dapat berupa getaran yang berasal dari gempa bumi maupun yang berasal dari pembebanan cepat lainnya. Likuifkasi biasanya terjadi pada tanah berbutir longgar yang jenuh air, dimana seluruh rongga-rongga dari tanah tersebut dipenuhi oleh air. Lapisan tanah pada lokasi pembangunan Jembatan Interchange berpotensi likuifaksi dikarenakan memiliki gradasi butiran yang buruk, oleh karena itu perlu dilakukan perhitungan analisa likuifaksi secara analitis. Perhitungan analisa likuifaksi dilakukan dengan menghitung nilai Cyclic Stress Ratio (CSR), Cyclic Resistance Stress (CRR) pada tiap lapisan yang kemudian dimasukkan ke dalam grafik Seed et al untuk mengetahui lapisan- lapisan tersebut mengalami likuifaksi atau tidak. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka diketahui kedalaman 0,00 – 3,50 m pada lokasi BH-9A dan kedalaman 0,00 – 3,00 m pada lokasi BH-10A tidak berpotensi likufaksi, sedangkan pada kedalaman 3,50 – 9,50 m di lokasi BH-9A dan kedalaman 3,00 – 10,50 m di lokasi BH-10A berpotensi likuifaksi.
EFISIENSI TATA LETAK DAN PENGGUNAAN ALAT BERAT TOWER CRANE PADA PROYEK GEDUNG BERTINGKAT Reskina T A Sinurat
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 25 No. 3 (2022): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan dari suatu proyek adalah pemilihan alat konstruksi yang tepat. Hal ini berhubungan dengan kinerja alat yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan proyek baik dari segi waktu maupun biaya. Alat berat yang memegang peranan penting dalam suatu proyek berskala besar yaitu tower crane. Penurunan kinerja alat berat tower crane yang memengaruhi produktivitas tower crane merupakan masalah yang sering terjadi pada proyek konstruksi bangunan. Salah satu penyebab terjadinya penurunan produktivitas tower crane adalah tata letak tower crane yang tidak efisien. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan perbandingan waktu, produktivitas, dan biaya tower crane berdasarkan letak tower crane yang ada di proyek dengan letak tower crane baru yang ditentukan oleh penulis. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif yaitu dengan observasi langsung di lapangan dan wawancara/interview. Hasil berupa data yang diperoleh dari pengumpulan data akan diolah dan dianalisis. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh hasil tower crane letak baru lebih efisien dibandingkan tower crane letak awal dengan estimasi perhitungan waktu siklus, produktivitas dan biaya operasional dari tower crane letak baru yaitu 1,252 jam/hari, 12459,11 kg/jam dan Rp.707,717,932.25 sedangkan tower crane letak awal yaitu 1,492 jam/hari, 10454,83 kg/jam dan Rp.716,042,746.67
PENGARUH PENGGUNAAN ABU CANGKANG SAWIT TERHADAP KUAT TEKAN, KUAT LENTUR DAN ABSORPSI PADA BETON Rizky Suci Ramadhani; Ernie Shinta Y Sitanggang
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 25 No. 3 (2022): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan konstruksi di Indonesia telah berkembang pesat, yang menyebabkan terjadinya peningkatan permintaan bahan konstruksi. Salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan dalam hal pembangunan adalah beton. Adapun komposisi utama penyusun beton, yaitu agregat kasar, agregat halus, air dan semen Portland. Namun penggunaan semen sangat mempengaruhi besarnya biaya pada perencanaan beton. Upaya yang dilakukan pada penelitian ini adalah pemanfaatan limbah abu cangkang kelapa sawit yang digunakan sebagai bahan pengganti sebagian semen. Abu cangkang kelapa sawit merupakan biomass dengan kandungan silika 60-70%. Pada penelitian ini dilakukan pengujian kuat tekan, kuat lentur dan absorpsi pada beton. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka hasil pengujian kuat tekan beton yang masih memenuhi kekuatan rencana diperoleh dengan penggunaan abu 0% dan 5% yaitu sebesar 27.18 Mpa dan 25.09 Mpa. Hasil pengujian kuat lentur beton normal dengan variasi abu 0% diperoleh sebesar 3.37 Mpa, lalu kekuatan lentur beton mengalami peningkatan pada penggunaan abu 5% yaitu sebesar 4.27 Mpa dan mengalami penurunan pada variasi penggunaan abu selanjutnya. Hasil pengujian absorpsi mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya penggunaan abu. Nilai absorpsi terbesar diperoleh pada penggunaan abu 15% dimana untuk beton pada waktu perendaman 2 jam sebesar 4.06%, 6 jam sebesar 5.19%, 12 jam sebesar 7.21% dan 24 jam sebesar 8.20%.
PERANCANGAN JALAN PADA RUAS JALAN BANGUN PURBA ‒ TIGA JUHAR, STA 2+047 ‒ STA 5+855 Sastrawan Munthe
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 25 No. 3 (2022): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas Jalan Bangun Purba ‒ Tiga Juhar, Kecamatan Bangun Purba/STM Hulu STA 2+047 ‒ STA 5+855 merupakan Jalan Kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Bangun Purba dengan Kecamatan STM Hulu dan menjadi salah satu akses jalan menuju lokasi wisata Danau Linting. Di dalam Tugas Akhir ini akan membahas tentang perancangan desain geometrik, tebal perkerasan, drainase, dan rencana anggaran biaya. Pada perencanaan geometrik jalan menggunakan metode Tata Cara perencanaan Geometrik Antar Kota 1997 maka diperoleh alinemen horizontal dengan jumlah 34 tikungan. Hasil yang diperoleh untuk jenis tikungan pada perancangan ruas Jalan Bangun Purba ‒ Tiga Juhar berupa tikungan Full Circle (FC), tikungan Spiral Circle Spiral (SCS), dan tikungan Spiral Spiral (SS). Menghitung tebal perkerasan jalan dengan menggunakan metode Pt T-01-2002-B dengan parameter yang dibutuhkan antara lain Structural number (SN), Lalu lintas, Reliability, Faktor drainase dan Serviceability maka diperoleh tebal perkerasan tebal lapis permukaan 14 cm, tebal lapis pondasi atas 7,5 cm dan tebal lapis pondasi bawah 18 cm. Menghitung dimensi drainase menggunakan metode Pd. T-02-2006-B maka didapat hasil drainase berbentuk persegi dengan lebar 0,89 m, tinggi basah 0,91 m, dan tinggi jagaan 0,47 m dapat menampung volume air sebesar 0,5970 m3/detik. Perancangan ruas Jalan Bangun Purba – Tiga Juhar dengan panjang 3,8 km memerlukan biaya pembangunan sebesar Rp 8.344.733.059.
ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU PADA BEBERAPA PROYEK GEDUNG DI KOTA MEDAN Sofian Roberto
Majalah Iptek Politeknik Negeri Medan Polimedia Vol. 25 No. 3 (2022): Edisi Agustus
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia industri jasa konstruksi di Indonesia, serta sikap kritis dan selektif pelanggan dalam menentukan produk yang diinginkan menuntut perusahaan konstruksi untuk selalu menghasilkan produk-produk yang berkualitas, salah satu langkah yang dilakukan ialah menerapkan Sistem Manajemen Mutu. Sekalipun banyaknya dampak positif dalam penerapan SMM, tidak menutup kemungkinan penerapannya berjalan dengan baik. Penelitian ini dilakukan pada proyek yang tiga tahun terakhir (dimulai/berakhir) berlokasi di Kota Medan dengan nilai proyek Rp 10 miliar. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan/implementasi SMM jika dilakukan dengan baik, dampak yang terjadi jika tidak diterapkan, serta penerapan SMM terhadap kinerja dan mutu yang dihasilkan. Data diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 4 proyek dengan kualifikasi yang ditetapkan, kemudian diperoleh sebanyak 31 responden. Analisis dilakukan menggunakan aplikasi Microsoft Excel dan SPSS. Berdasarkan analisis data, menggunakan aplikasi Microsoft Excel serta SPSS didapatkan persentase nilai terhadap klausul yang dibuat sebagai pertanyaan kuesioner memperoleh nilai Baik dan Cukup. nilai persentase tersebut berada di atas 70%, seperti Konteks organisasi, kepemimpinan, dan perencanaan (X1) sebesar 74,03%, T Dukungan dan operasional (X2) sebesar 76,61%, Evaluasi kerja (X3) sebesar 79,57%, dan Dukungan (X4) sebesar 76,61%. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan SMM dapat meningkatkan kinerja pelaksanaan dan pencapaian mutu proyek.