cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 479 Documents
PENGARUH INTERVENSI MANAJEMEN LAKTASI TERHADAP BOUNDING ATTACHMENT PADA IBU POSTPARTUM FISIOLOGIS DI RUANG PERAWATAN RUMAH SAKIT AMELIA PARE Dina Zakiyyatul Fuadah; Linda Ishariani; Arinda Ayu Pradita
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1369

Abstract

Tingkat partisipasi dan motivasi ibu dalam melakukan proses bounding attachment masih sangat rendah terutama pada ibu primipara. Sehingga bounding attachment belum terlaksana dengan maksimal. Upaya yang dapat dilakukan oleh perawat untuk meningkatkan bounding attachment melalui penerapan manajeman laktasi yang terdiri dari breast care, pijat oksitosin, teknik menyusui dan nutrisi ibu menyusui. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh intervensi manajemen laktasi terhadap bounding attachment pada ibu postpartum. Desain penelitian ini adalah Quasi eksperimental dengan pendekatan posttest only control group design. Populasi seluruh ibu postpartum fisiologis sebanyak 30 orang, sampel penelitian sejumlah 28 responden yang di bagi menjadi dua kelompok yaitu 14 kelompok kontrol dan 14 kelompok intervensi diambil dengan teknik Purposive Sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah intervensi manajemen laktasi dan variabel dependen adalah bounding attachment. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Bounding Attachment. Penelitian ini menggunakan uji independent t-test dengan signifikasi ρ value= 0.001 (< α = 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bounding attachment pada kelompok kontrol setengahnya (50%) (14-18) cukup dan (≤13) kurang, sedangkan pada kelompok intervensi seluruhnya (100%) (19-25) baik. Intervensi manajemen laktasi ini membuat ibu akan lebih sering berinteraksi dengan bayinya dimana dalam prosesnya terjadi sentuhan, kontak mata, suara, aroma, entraitment dan bioritme yang merupakan beberapa elemen dari bounding attachment. Oleh karena itu intervensi manajemen laktasi ini dapat membentuk bounding attachment. Intervensi manajemen laktasi ini bisa dimasukkan dan digunakan dalam penatalaksanaan ibu postpartum sehingga dapat membentuk bounding attachment. The level of maternal participation and motivation in conducting the bounding attachment process is still very low, especially in primiparous mothers, so that bounding attachment has not been maximized. Strategies that can be done by nurses to improve bounding attachment through the application of lactation management which consists of breast care, oxytocin massage, breastfeeding techniques and nutrition for breastfeeding mothers. The purpose of this study was to determine the effect of lactation management intervention on bounding attachment in postpartum mothers. The design of this study was Quasi-experimental with posttest only control group design approach. The population of all physiological postpartum mothers was 30 people, the research sample was 28 respondents who were divided into two groups, namely 14 control groups and 14 intervention groups taken by purposive sampling technique. The independent variable in this study was lactation management intervention and the dependent variable was bounding attachment. The research instrument used Bounding Attachment questionnaire. This study used independent t-test with a significance of ρ value = 0.001 < α = 0.05. The results showed that bounding attachment in the control group was half (50%) (14-18) sufficient and (≤13) deficient, while in the intervention group all (100%) (19-25) were good. There was an effect of lactation management intervention on bounding attachment. This lactation management intervention makes mothers interact with their babies more often.
PSIKOEDUKASI DENGAN PENDEKATAN SKILL TRAINING MODEL TERHADAP KEMAMPUAN MENGENALI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL REMAJA Wahyi Sholehah Erdah Suswati; Zidni Nuris Yuhbaba; M. Elyas Arif Budiman
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1381

Abstract

Perkembangan psikososial rasa remaja berada pada tahap pencarian identitas diri. Hal tersebut membuat remaja mulai berpikir tentang dirinya sendiri sebagai persiapan ke arah kedewasaan. Upaya yang dilakukan untuk membantu remaja agar mampu mencapai perkembangan psikososial pada rentang adaptif dan sehat adalah dengan melakukan psikoedukasi. Penelitian ini bertujuan memberikan psikoedukasi dengan pendekatan skill training model untuk meningkatkan kemampuan mengenali perkembangan psikososial pada remaja berdasarkan teori Erikson. Desain penelitian menggunakan quasy experiment with control group terhadap 50 orang responden yang diambil secara acak dengan teknik proportionate stratified random sampling. Responden kemudian dibagi menjadi 2 kelompok yakni kontrol dan eksperimen masing-masing terdiri dari 25 orang. Intervensi diberikan selama 2 hari dengan jumlah sesi sebanyak 5 sesi meliputi topik tentang perubahan aspek biologis dan psikoseksual, perubahan aspek kognitif dan bahasa, perubahan aspek moral dan spiritual, perubahan aspek emosi dan psikososial, dan perubahan aspek bakat dan kreativitas pada remaja. Kemampuan remaja dalam mengenali perkembangan kesehatan mentalnya diukur dengan kuesioner dengan reliabilitas 0,983. Data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney untuk membandingkan skor subjek pada pretest dan posttest dari kelompok kontrol dan eksperimen. Hasil penelitian diperoleh: 1) tidak ada perbedaan kemampuan mengenali perkembangan psikososial remaja pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah intervensi (p-value 0,235 > 0,05); 2) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan mengenali perkembangan psikososial remaja pada kelompok eksperimen (p-value 0,000 < 0,05); 3) terdapat perbedaan kemampuan mengenali perkembangan psikososial antara kelompok kontrol dan eksperimen (p-value 0,003 < 0,05). Psikoedukasi dengan pendekatan skill training model dinilai cukup efektif digunakan sebagai pilihan intervensi bagi perawat jiwa atau profesional terkait lainnya untuk membantu remaja mengenali kemampuan perkembangan psikososialnya. The psychosocial development of adolescents is at the stage of searching for self-identity. This makes teenagers start to think about what and who they are at that time and in the future as preparation for adulthood. Psychoeducation is an intervention option to help adolescents achieve their psychosocial development in the adaptive and healthy range. This research aims to provide psychoeducation with a skills training model approach to improve the ability to recognize psychosocial development in adolescents based on Erikson's theory. The research design used a quasi-experiment with a control group on 50 respondents taken randomly using a proportional stratified random sampling technique. The respondents were then divided into 2 groups, namely the control and the experiment consisting of 25 people each group. The intervention provided in 5 sessions in 2 days include: changes in biological and psychosexual aspects, changes in cognitive and language aspects, changes in moral and spiritual aspects, changes in emotional and psychosocial aspects, and changes in talent and creativity aspects. Adolescents' ability to recognize the development of their mental health was measured by a questionnaire with a reliability of 0.983. Data were analyzed using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests to compare subjects' scores on the pretest and posttest from the control and experimental groups. The results of the study were obtained: 1) there was no difference in the ability to recognize the psychosocial development of adolescents in the control group before and after the intervention (p-value 0.235 > 0.05); 2) there was a significant difference in the ability to recognize the psychosocial development of adolescents in the experimental group (p-value 0.000 < 0.05); 3) there was a difference in the ability to recognize psychosocial development between the control group and the experiment (p-value 0.003 < 0.05). Psychoeducation with a skills training model approach is considered a quiet effective intervention for psychiatric nurses or other related professionals to help adolescents recognize their psychosocial development abilities.
PENGARUH TERAPI RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN DAN TEKANAN DARAH PASIEN PRE-OPERASI DI RUANG MAWAR 3 RSUD DR. MOEWARDI SURAKARTA Marsha Hamira Subiyakto; Ariyani Ariyani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1393

Abstract

Pasien yang akan dilakukan tindakan operasi biasanya mengalami kecemasan dan peningkatan tekanan darah. Diperlukan suatu cara agar dapat mengatasi kecemasan dan menurunkan tekanan darah yang pada akhirnya diharapkan tindakan operasi dapat berjalan dengan lancar. Salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu dengan terapi psikologis, salah satunya adalah terapi relaksasi autogenik. Terapi autogenik adalah relaksasi yang bersumber dari diri sendiri dengan kalimat pendek yang mampu membuat pikiran menjadi tenang. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi autogenik terhadap tingkat kecemasan dan tekanan darah pasien pre-operasi. Penelitian ini dilakukan di Ruang Mawar 3RSUD Dr. Moewardi Surakarta dari tanggal 12 Februari 2024-23 Februari 2024. Desain penelitian ini adalah Quasy Eksperimen Pretest-Posttest One Group Design. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 26 orang dengan pemilihan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data menggunakan paired sample t-test setelah dilakukan uji normalitas menggunakan uji kolmogorov-smirnov. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh terapi relaksasi autogenic terhadap tingkat ansietas dan tekanan darah pasien pre-operasi dengan nilai p-value 0,000 < 0,05. Patients undergoing surgery usually experience anxiety and increased blood pressure. A way is needed to overcome anxiety and lower blood pressure so that in the end it is hoped that the operation can run smoothly. One way that can be done is through psychological therapy, one of which is autogenic relaxation therapy. Autogenic therapy is relaxation that comes from oneself with short sentences that can calm the mind. The aim of this study was to determine the effect of autogenic relaxation therapy on anxiety levels and blood pressure in pre-operative patients. This research was conducted in the Mawar Room 3 RSUD Dr. Moewardi Surakarta from 12 February 2024-23 February 2024. The design of this research is a Quasy Experiment Pretest-Posttest One Group Design. The number of samples in this research was 26 people with sample selection using purposive sampling. Data analysis used a paired sample t-test after carrying out a normality test using the Kolmogorov-Smirnov test. The results of the study showed that there was an effect of autogenic relaxation therapy on the level of anxiety and blood pressure of pre-operative patients with a p-value of 0.000 < 0.05.
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT BERHUBUNGAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI IGD WILAYAH PUSKESMAS SUKOHARJO wahyuningsih safitri; Suryo Ediyono
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1406

Abstract

Kepuasan pasien merupakan hal penting dalam mengukur kualitas layanan kesehatan. Salah satu faktor yang berkaitan adalah komunikasi terapeutik perawat yang digunakan untuk pemberian Asuhan Keperawatan dan membantu pasien dalam mengatasi masalah yang sedang dihadapi pada saat perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien di IGD Wilayah Puskesmas Sukoharjo. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Setional. Populasi penelitian adalah pasien sejumlah 57 responden. Teknik Sampling Non Probability Sampling dengan metode Accidental Sampling dan didapatkan 50 responden. Pengumpulan data menggunakan kuisioner Komunikasi Terapeutik dan Kepuasaan Pasien.. Hasil penelitian menunjukan bahwa Komunikasi Terapeutik kategori baik sebanyak 32 pasien (64%) dan pasien puas sebanyak 31 pasien (62%). Analisa data dengan Uji Kendall Tau. Hasil Statistik menunjukan p-value =0,000 dan nilai koefisien korelasi 0,569. Kesimpulan penelitian adalah ada Hubungan Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Tingkat Kepuasan Pasien di IGD Wilayah Puskesmas Sukoharjo. Patient satisfaction is an important thing in measuring the quality of health services. One related factor is the nurse's therapeutic communication which is used to provide nursing care and help patients overcome the problems they are facing during treatment. The objective of the study was to establish the link between the therapeutic communication of nurses and the levels of patient satisfaction in the emergency department of the Sukoharjo Community Health Center. This research utilized a quantitative method with a cross-sectional approach. The total population consisted of 57 respondents. The sample was 50 respondents using the non-probability Sampling technique with the Accidental Sampling method. Data were collected utilizing nurses’ therapeutic communication and Patient Satisfaction questionnaires.. The results revealed that Therapeutic Nurse Communication was in the good category with 32 patients (64%), and the patient was in the satisfied category with 31 patients (62%). Data analysis operated the Kendall Tau test. The statistical test obtained a p-value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.569. The research concluded a relationship between Nurse Therapeutic Communication and Patient Satisfaction levels in the Emergency Department of the Sukoharjo Community Health Center.
ANALISIS FAKTOR KETERAMPILAN TRIAGE BENCANA PADA ANGGOTA BASARNAS SURAKARTA Gatot Suparmanto; sutiyo dani saputro; Sahuri Teguh Kurniawan; Bambang Abdul Syukur; Dany Dewanto
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1453

Abstract

Triase bencana adalah proses mengklasifikasikan pasien berdasarkan tingkat keparahan bencana. Kemampuan seorang responden dalam melakukan triase bencana dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengetahuan triase responden, usia, tingkat pendidikan, senioritas, dan pengalaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan triase bencana di kalangan anggota Basarnas Surakarta. Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh anggota Basarnas Pos Daerah Administratif Khusus Provinsi Surakarta, dengan jumlah sampel 32 orang menggunakan purposive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan relawan kuesioner tentang keterampilan relawan Hasil menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan triase bencana adalah faktor masa kerja dengan nilai p value sebesar 0,042 Kesimpulan pada penelitian ini dari 5 faktor yang diteliti hanya 2 faktor yang berpengaruh. Hal tersebut menunjukan bahwa faktor lama kerja dan tingkat pendidikan memiliki hubungan dengan pelaksanaan triage bencana anggota Basarnas Surakarta sehingga perlu pendalaman teorti serta menambah materi di bagian kurikulum Basarnas mengenai Triage Disaster triage is the process of classifying patients based on the severity of the disaster. A respondent's ability to carry out disaster triage is influenced by several factors, including the respondent's triage knowledge, age, education level, seniority and experience. The aim of this research is to identify factors related to the implementation of disaster triage among members of Basarnas Surakarta. Descriptive research with cross sectional design. The population is all members of the Basarnas Post Special Administrative Region of Surakarta Province, with a sample size of 32 people using purposive sampling. The questionnaire used was a volunteer knowledge questionnaire, a questionnaire about volunteer skills. The results showed that the factor related to the implementation of disaster triage was the work period factor with a p value of 0.042. Conclusions in this study, of the 5 factors studied, only 2 factors had an influence. This shows that the factors of length of work and level of education are related to the implementation of disaster triage for Basarnas Surakarta members, so it is necessary to deepen the theory and add material to the Basarnas curriculum section regarding Triage.
PENGARUH PELATIHAN PENCEGAHAN DAN MITIGASI BENCANA TERHADAP PENGETAHUAN RELAWAN Christiana Arin Proborini; Dwi Haknowo; Andriyanto Andriyanto
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1454

Abstract

Relawan adalah tindakan kemanusiaan yang nyata dan sangat dibutuhkan. Banyak orang yang tertarik untuk menjadi relawan, baik anak muda yang belum lulus sekolah atau orang dewasa yang sudah sukses. Relawan tidak hanya ditempatkan di daerah bencana atau konflik, tetapi juga di daerah yang tidak memiliki fasilitas pendidikan dan fasilitas. Menjadi Relawan tidak mudah dan harus memiliki kemampuan dasar. Pelatihan diberikan untuk meningkatkan keterampilan dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengetahuan relawan terpengaruh oleh pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dan menggunakan pendekatan quasi-eksperimen dengan pre-test dan post-test. 96 relawan diminta sebagai responden melalui sampling purposive. Data dikumpulkan baik sebelum maupun sesudah pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana, yang dilakukan dengan menggunakan kuisioner pengetahuan. Hasil: Analisis data menggunakan uji statistik Mann-Whitney menemukan bahwa skor peningkatan pengetahuan untuk kelompok intervensi sebesar 5.33 dan untuk kelompok kontrol sebesar 3.71. Hasil uji Mann-Whitney didapatkan nilai p<0.001 sehingga ada pengaruh pelatihan pencegahan dan mitigasi bencana terhadap pengetahuan relawan. Kesimpulan: pelatihan ini dibutuhkan dan bermanfaat bagi Relawan sehingga menambah pengetahuan dan ketrampilan tentang pencegahan dan mitigasi bencana. Volunteering is a real and much needed humanitarian act. Many people are interested in becoming volunteers, whether young people who have not yet graduated from school or adults who are already successful. Volunteers are not only placed in disaster or conflict areas, but also in areas that do not have educational facilities and facilities. Volunteering is not easy. Volunteers must have basic skills. Training is provided to improve basic skills. The aim of this research is to determine how volunteers' knowledge is affected by disaster prevention and mitigation training. This research was conducted quantitatively and used a quasi-experimental approach with pre-test and post-test. 96 volunteers were asked to act as respondents through purposive sampling. Data was collected both before and after disaster prevention and mitigation training, which was carried out using a knowledge questionnaire. Results: Data analysis using the Mann-Whitney statistical test found that the knowledge increase score for the intervention group was 5.33 and for the control group was 3.71. The results of the Mann-Whitney test showed a p value <0.001, so there was an influence of disaster prevention and mitigation training on volunteers' knowledge. Conclusion: this training is needed and useful for volunteers so that they increase their knowledge and skills regarding disaster prevention and mitigation.
PENGARUH MOBILISASI PROGRESIF LEVEL I-V TERHADAP STATUS HEMODINAMIK PADA PASIEN POST VENTILASI MEKANIK DI ICU RUMAH SAKIT INDRIATI SOLO BARU Wahyu Rima Agustin; Noviana Nur Zaidah; Fika Ervina Apriyanti; Setiyawan Setiyawan
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1481

Abstract

Mobilisasi progresif yaitu pemberian tindakan berupa teknik yang berfungsi sebagai pengobatan bertahap dan dilakukan kepada pasien kritis di Ruangan Intensive Care Unit. Mobilisasi pada pasien post ventilasi mekanik penting dilakukan karena dapat memperlancar peredaran darah, membantu pernapasan menjadi lebih baik, mengembalikan aktivitas pasien agar dapat bergerak normal dan memenuhi kebutuhan gerak harian, serta mengembalikan tingkat kemandirian pasien setelah operasi (Merdawati, 2018). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh mobilisasi progresif Level I-V terhadap status hemodinamik pasien post ventilasi di ruang ICU. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan Pre Experimental, teknik sampling memakai metode non probability sampling dengan purpose sampling dan sampel yang digunakan sebanyak 30 responden, instrumen yang digunakan SOP mobilisasi progresif level I-V dan lembar observasi bed monitor. Uji Wilxocon yang dan didapatkan nilai P Value pada MAP Pre_Post yaitu 0,002, RR Pre_Post yaitu 0,001, Nadi Pre_Post yaitu 0,000, Suhu Pre_Post yaitu 0,009, dan SPO2 Pre_Post yaitu 0,000 (P Value < 0,005) yang artinya ada Pengaruh Mobilisasi Progresif Level I-V Terhadap Status Hemodinamik Pada Pasien Post Ventilasi Mekanik Di ICU Rumah Sakit Indriati Solo Baru.
EFEKTIFITAS E-KADARSI (KELUARGA SADAR HIPERTENSI) TERHADAP EVALUASI TUGAS KELUARGA PASIEN BERISIKO KRISIS HIPERTENSI Noor Fitriyani; Deoni Vioneery; Martini Listrikawati; Firman Prastiwi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1482

Abstract

Peningkatan prevalensi hipertensi setiap tahunnya diperlukan strategi secara global dalam pencegahan dan pengendalian. Tatalaksana hipertensi melalui pendekatan keluarga menjadikan kemampuan mengenali masalah dan pemecahan masalah lebih menyeluruh. Salah satu implementasi yang dapat diberikan adalah pemberian edukasi berbasis online ditujukan pada keluarga dengan hipertensi. Tujuan penelitian untuk mengetahui keefektifan e-KADARSI (Keluarga Sadar Hipertensi) Terhadap Evaluasi Tugas Keluarga Pasien Hipertensi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan pretest and posttest with control design. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 60, terdiri 30 kelompok kontrol dengan intervensi standart dan 30 kelompok intervensi yang akan diberikan implementasi e-KADARSI dan diukur evaluasi tugas keluarga dengan kuisioner sebelum dan sesudah diberikan. Hasil analisa menunjukkan bahwa e-KADARSI efektif dalam evaluasi tugas keluarga dengan selisih nilai rata rata kedua kelompok sebesar 28.34 pada nilai pre test dan post test. Kesimpulan e-KADARSI sebagai tatalaksana yang tepat dalam upaya pencegahan krisis hipertens ditujukan pada keluarga. The increasing prevalence of hypertension every year requires a global strategy for prevention and control. Management of hypertension through a family approach makes the ability to recognize problems and solve problems more comprehensive. One implementation that can be provided is providing online-based education aimed at families with hypertension. The aim of the research is to determine the effectiveness of e-KADARSI (Hypertension Awareness Family) in evaluating the duties of families of hypertension patients. The method used in this research was quasi-experimental with pretest and posttest with control design. The number of subjects in this study was 60, consisting of 30 control groups with standard intervention and 30 intervention groups who would be given the implementation of e-KADARSI and measured evaluation of family tasks with questionnaires before and after being given. The results of the analysis show that e-KADARSI is effective in evaluating family tasks with a difference in the average score between the two groups of 28.34 in the pre-test and post-test scores. Conclusion e-KADARSI as appropriate management in efforts to prevent hypertension crises is aimed at families.
Uji Aktivitas Ekstrak Ganoderma lucidum sebagai Imunostimulan pada Tikus Putih (Rattus novergicus) pasca infeksi virus dengue 3 (DEN-3) Dewi Sulistyawati; Ifandari Ifandari; Ratna Herawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1487

Abstract

Kejadian Demam Berdarah Dengue sampai saat ini masih menjadi masalah di negara-negara beriklim tropis dan sub tropis seperti Indonesia (Kemenkes RI, 2022). Tatalaksana pengobatan yang bisa dilakukan berupa terapi supportif untuk meningkatkan system imun. Ganoderma lucidum dapat dipakai sebagai imunostimulan karena kandungan polisakaridanya (Khatian dan Aslam, 2018). Penelitian ini menguji aktivitas ekstrak G. lucidum sebagai imunostimulan pada tikus putih pasca infeksi virus Dengue dengan pemeriksaan IgG anti Dengue. Penelitian dilakukan dengan menginfeksikan virus Dengue 3. Jumlah tikus berjumlah 20 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu 3 kelompok dengan dosis 0,8 g; 1,6 g; 3,2 g/0,2 KgBB, dan 2 kelompok kontrol. Metode sampling darah dilakukan selama 10 hari pasca infeksi dengan pengambilan darah yang pertama (I) pada hari ke-4 pasca infeksi, pengambilan darah kedua (II) hari ke-10 pasca infeksi. Pemeriksaan IgG anti-dengue dilakukan dengan metode ELISA. Pengujian statistik dengan one way anova membuktikan bahwa ada perbedaan signifikan rata-rata titer IgG anti Dengue pada setiap perlakuan dengan p value = 0.001 ( < 0,05), dengan kata lain terdapat perbedaan titer IgG antara kelompok kontrol positive, kontrol negative dan kelompok perlakuan. Perbedaan signifikan juga terlihat antara titer IgG anti Dengue pasca infeksi hari ke-4 dengan hari ke-10 dengan p value = 0.000 ( < 0,05). Hal ini membuktikan bahwa ekstrak G. lucidum efektif sebagai imunostimulan pada infeksi virus Dengue 3 dan dosis ekstrak G. lucidum yang paling efektif adalah 0.8 g/KgBB. The incidence of Dengue Hemorrhagic Fever is still a problem in countries with tropical and sub-tropical climates such as Indonesia (Kemenkes RI, 2022). The treatment that can be carried out is in the form of supportive therapy to improve the immune system. Ganoderma lucidum can be used as an immunostimulant because of its polysaccharide content (Khatian and Aslam, 2018). This study tested the activity of G. lucidum extract as an immunostimulant in white mice after Dengue virus infection by examining anti-Dengue IgG. The research was carried out by infecting the Dengue 3 virus. There were 20 mice divided into 5 groups, namely 3 groups with a dose of 0.8 g; 1.6g; 3.2 g/0.2 KgBW, and 2 control groups. The blood sampling method is carried out 10 days after infection with the first blood collection (I) on the 4th day post-infection, the second blood collection (II) on the 10th day post-infection. Anti-dengue IgG examination was carried out using the ELISA method. Statistical testing using one way anova proved that there was a significant difference in the average anti-dengue IgG titer for each treatment with p value = 0.001 (<0.05), in other words there was a difference in IgG titer between the positive control group, negative control group and the treatment group. A significant difference was also seen between anti-Dengue IgG titers after infection on day 4 and day 10 with p value = 0.000 (<0.05). This proves that G. lucidum extract is effective as an immunostimulant in Dengue 3 virus infection and the most effective dose of G. lucidum extract is 0.8 g/KgBW.