cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
GAMBARAN POLA MAKAN SEBAGAI PENYEBAB KEJADIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (DIABETES MELLITUS, OBESITAS, DAN HIPERTENSI) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CEBONGAN, KOTA SALATIGA Kristiawan P. A. Nugroho; R. Rr Maria Dyah Kurniasari; Tabita Noviani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.146 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.324

Abstract

Gaya hidup manusia akibat adanya urbanisasi, modernisasi, dan globalisasi menjadi salah satu penyebab terjadinya peningkatan Penyakit Tidak Menular (PTM). Secara umum PTM seperti obesitas, Diabetes Mellitus (DM) dan hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian secara global. Berdasarkan data kegiatan Posyandu di Puskesmas Cebongan, Kota Salatiga pada bulan Maret-April 2018, terdapat sebanyak 75 responden lansia dengan kasus non komplikasi (hipertensi dan DM), serta kasus komplikasi (hipertensi dan DM, hipertensi dan obesitas, DM dan obesitas, serta hipertensi, DM, dan obesitas). Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran penyebab kejadian PTM dari sudut pandang gaya hidup, terutama pola makan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan instrumen pengambilan data berupa Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan Food Recall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kecenderungan konsumsi karbohidrat yang tinggi mencapai 13,81 kali per minggu berpeluang menimbulkan penyakit hipertensi. Serta tingkat asupan gizi defisit berat pada asupan energi dan karbohidrat ada kaitannya dengan kadar gula darah yang tidak terkontrol. Kejadian hipertensi dan DM dipengaruhi oleh pola makan, sedangkan obesitas dikarenakan proses fisiologis lansia yaitu kehilangan massa otot sehingga menyebabkan berkurangnya pemakaian energi dan menumpuknya jaringan lemak. Human lifestyle due to urbanization, modernization, and globalization to be one cause of the increase of Non-communicable diseases (PTM). In general, PTM such as obesity, Diabetes Mellitus (DM) and hypertension become one of the main causes of death globally. Based on data of Posyandu activity at Puskesmas Cebongan, Salatiga City, March-April 2018, there were 75 elderly respondents with non complicated cases (hypertension and DM), and complication cases (hypertension and DM, hypertension and obesity, DM and obesity, and hypertension , DM, and obesity). This study aims to determine the description of the causes of the incidence of PTM from the point of view of lifestyle, especially diet. The method used is descriptive quantitative, with data collection instrument in the form of Food Frequency Questionnaire (FFQ) and Food Recall. The results showed that, the tendency of high carbohydrate consumption reached 13.81 times per week potentially cause hypertension disease. As well as the level 16 Jurnal Kesehatan Kusuma Husada - Januari 2019 of intake of heavy nutritional deÞ cit in energy and carbohydrate intake is related to uncontrolled bloodsugar levels. The incidence of hypertension and DM is inß uenced by diet, while obesity is due to the elderly physiological process of losing muscle mass resulting in reduced energy consumption and fat tissue accumulation.
PERUBAHAN PENGETAHUAN TENTANG JENIS MAKANAN DAN CARA PENGOLAHANNYA PADA PENGURUS LANSIA PEREMPUAN POSTMENOPAUSE DI PANTI WREDA SALIB PUTIH, KOTA SALATIGA Thomas Kornelis Tae; Theresia Pratiwi Elingsetyo Sanubari; Monika Rahardjo
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.236 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.325

Abstract

Kebiasaan makan dan pemilihan bahan makanan adalah faktor penting yang berpengaruh pada status kesehatan dan kemampuan fisik seseorang yang lanjut usia. Apabila usia meningkat jumlah dan frekuensi makan yang dikonsumsi akan menurun jika dibandingkan dengan golongan yang lebih muda. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat perubahan pengetahuan tentang jenis makanan dan cara pengolahannya pada pengurus perempuan post-monopause. Metode Penelitian ini yaitu penelitian eksperimen dengan menggunakan pre dan post test, pengambilan data awal mengenai frekuensi makan dari subjek di lakukan dengan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan memberikan edukasi terhadap pengurus lansia panti wreda dengan menggunakan pendekatan positive deviance. Edukasi diberikan kepada pengurus lansia karena dianggap lebih berwewenang dalam mengatur semua kebutuhan makan untuk lansia post-menopause. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengurus lansia mengalami perubahan pengetahuan dalam memilih makanan sehat untuk lansia post-menopause. Dilihat dari hasil edukasi yang dilakukan pada pengurus lansia post-menopause. Hasil skoring menunjukan bahwa jawaban pengurus meningkat setelah pemberian edukasi. Pengurus lebih paham tentang memilih dan mengetahui apa saja makanan dan minuman yang baik dan pengolahan untuk lansia post-menopause. Hal ini dibuktikan dengan antusias respon pengurus lansia saat menjawab pertanyaan post test yang di berikan dan aktif untuk bertanya. The habit of eating food and choosing the food ingredients arethe main factor of elderly healthy and physicall ability. The increasing ages of people will affect the amount of food frequency. Old age will has small food frequency than young age. The aim of this study is to examine the changing of knowledge of post- menopause’ elderly caretaker on the type food and the food processing. The research method is an experiment study using pre and post test, the initial data collection on the frequency of eating of the subject was done using the Food Frequency Questionnaire (FFQ), and gave education to elderly 25 Jurnal Kesehatan Kusuma Husada - Januari 2019 nursing home administrators using a positive deviance approach. Education is given to elderly’s women carataker because they are considered more authoritative in regulating all food needs for postmenopausal elderly. The result of this study showed that the caretakers of post-menopause women have the changing of knowledge in electing healthy food. The post-menopause caretaker improved their understanding about helathy food and drink through given education. The changing of knowledge was showing from the upgrade scoring result from pre-post test. The observation during education provision also showed that the post-menopause caretaker active to give questions and responds.
FAKTOR RISIKO PENYEBAB KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIDOREJO LOR KOTA SALATIGA Kristiawan P.A. Nugroho; Theresia P.E. Sanubari; Jein Mayasari Rumondor
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.356 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.326

Abstract

Hipertensi merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) yang merupakan masalah utama dalam kesehatan masyarakat di Indonesia maupun dunia. Data ProÞ l Kesehatan Kota Salatiga 2014 menyatakan bahwa PTM yang banyak ditemukan di Kota Salatiga adalah hipertensi yaitu sebanyak 62%. Data penderita hipertensi di Puskesmas Sidorejo Lor selama 2 tahun terakhir tercatat sebanyak 319 kasus (2016) dan sebanyak 256 kasus sampa i dengan pertengahan tahun 2017. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku makan penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sidorejo Lor. Metode penelitian menggunakan metode survei observasional dengan pengambilan data yang berupa kuisioner dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat atau uji korelasi. Hypertension is a non-communicable disease (PTM) which is a major problem in public health in Indonesia and the world. Data health proÞ le of the city of Salatiga in 2014 states that non-communicable disease are commonly found in the city of Salatiga is hypertension as much as 62 percent. Data of hypertension patients at Puskesmas Sidorejo Lor during the last 2 years were recorded as many as 319 cases in 2016 dan as many as 256 cases until mid 2017. The purpose of this study was to determine the description of factors that inß uence feeding behavior of hypertension patients in the work area of Puskesmas Sidorejo Lor. This research method using observational survey method with taking data in the form of interviews and questionnaires using quantitative deskriptive research type. The data obtained were analyzed using univariate and bivariate analysis or correlation test.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN MEDIA LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA BALITA DENGAN PNEUMONIA DI PUSKESMAS PANCORAN TAHUN 2017 N Naziyah; Lyta Pramudyawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.359 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.327

Abstract

Jumlah penyakit pneumonia pada balita terus meningkat setiap tahunnya termasuk di Puskesmas Pancoran Jakarta. Peran orang tua balita sangat penting untuk menekan jumlah pneumonia pada balita dan penatalaksanaan yang tepat. Pendidikan kesehatan tentang pneumonia pada orang tua dengan balita pneumonia sangat efektif untuk meningkatkan pengetahuan orang tua sehingga penatalaksanaan pneumonia pada balita tepat. Metode penelitian adalah quasi-experiment, pre-test and post-test design with control group. Terdapat 50 responden terbagi 2 kelompok. Kelompok eksperimen diberikan intervensi pendidikan kesehatan menggunakan media leaflet, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan pelayanan normal mengikuti program Puskesmas tanpa diberikan pendidikan kesehatan tentang pneumonia dengan menggunakan leaß et. Instrumen untuk mengukur tingkat pengetahuan responden adalah dengan menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang pneumonia yang diambil dan dimodifikasi oleh peneliti berdasarkan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang pneumonia dengan menggunakan leaflet (p<,05). Pendidikan kesehatan merupakan salah satu bentuk intervensi keperawatan yang dapat diaplikasikan di Puskesmas tidak hanya untuk pneumonia juga penyakit yang lainnya agar pasien dan keluarganya memahami dengan baik tentang penyakit ISPA / Pneumonia. The prevalence of pneumonia in babies was increase each year including in Pancoran Publich Health Centre, Jakarta. The role of parents is necessary to decrease it prevalence particularly in babies. Health education regarding pneumonia for parents who have babies with pneumonia was important to increase their knowledge regarding pneumonia so that the management of pneumonia in babies could be solved. The research method is a quasi-experimental study, pre-test and post-test design with control group. There were 50 respondents which assigned to the experimental group and the control group. The experimental group received a health education regarding pneumonia by using leaflet, whereas the control group only received the usual care from the Pancoran Public Health Centre. The instrument to measure the level of knowledge about pneumonia used pneumonia knowledge questionnaire which modified from a previous study. The Þ ndings of this study showed that there was a signiÞ cance different regarding pneumonia knowledge between the experimental group and the control group before and after receiving the health education about pneumonia (p<,05). The health education is one of the nursing intervention which can be applied in Public Health Centre not only for pneumonia but also for other diseases in order to patients and their family are understand well regarding diseases.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN SRIKAYA (Annona squamosa L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Staphylococcus aureus SECARA IN VITRO Vector Stephen Dewangga; Ardy Prian Nirwana
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.294 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.328

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab bakteremia. Bakteremia dapat diatasi dengan menggunakan pengobatan tradisional yang lebih aman, salah satu alternatifnya dengan menggunakan daun Annona squamosa L. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun A. squamosa L. dan mengetahui konsentrasi optimal dari ekstrak etanol daun A. squamosa L. dalam menghambat pertumbuhan S. aureus. Penelitian menggunakan desain analitik eksperimental dengan pendekatan Post Test with Control. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bakteriologi STIKES Nasional Surakarta pada bulan Februari hingga Mei 2018. Sampel penelitian adalah ekstrak etanol daun A. squamosa L. dengan konsentrasi 12,5%, 25% dan 50%. Teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling. Hipotesis dilakukan dengan One-way Anova, dilanjutkan uji Post Hoc dengan metode Duncan’s Multiple Range Test. Dari penelitian dijumpai diameter zona radikal 8,17 mm pada konsentrasi 12,5%; 9,57 mm pada konsentrasi 25%, dan 10,58 mm pada konsentrasi 50%. Uji Anova diperoleh hasil signiÞ kan yang artinya terdapat beda nyata diantara semua perlakuan. Ekstrak etanol daun A. squamosa L. mampu menghambat pertumbuhan S. aureus, namun belum seoptimal ciprofloxacin. Staphylococcus aureus is one of bacteria that can cause bacterimia. Bacterimia can be prevented with traditional medicine which is safer, one of which is using the leaves of Annona squamosa L. The purpose of this research is to discover the inhibition test of ethanol extract of A. squamosa L. leaves and knowing the optimal concentration of ethanol extracts with A. squamosa L. leaves in inhibiting the growth of S. aureus. This study is an analytic experimental design and post test with control. The research was done during February to May 2018 at Bacteriological Laboratory of STIKES Nasional. The sample of this research is ethanol extract of A. squamosa L. leaves in 12,5%, 25%, and 50% concentration. Hypothesis test is done with One-way Anova, post hoc test followed by Duncan’s Multiple Range Test method. The result of this study has been found radical zone diameter in 12,5%, 25%, 50% concentration are 8,77 mm, 9,57 mm, 10,58 mm. The result Anova test is found to be signiÞ cant, which means there is real difference between all variance treatment. Ethanol extract of A. squamosa L. leaves has inhibition power against the growth of S. aureus with well diffusion method. Although there is no concentration more optimal than positive control (ciprofloxacin).
EFEKTIFITAS PEMBERIAN PREFARAT Fe DAN VITAMIN C TERHADAP PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA POST MENSTRUASI Dheny Rohmatika; Kartika Dian Listyaningsih
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.006 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.329

Abstract

Anemia banyak diderita oleh wanita, karena secara biologis setiap bulan wanita mengalami menstruasi sehingga pengeluaran zat besi juga harus diimbangi dengan asupan gizi, penyebab anemia yaitu deÞsiensi zat besi di mana seorang wanita mengalami kekurangan nutrisi. Sekitar 30% wanita di dunia mengalami anemia, yang disebabkan oleh defisiensi zat besi. Volume darah yang keluar setiap bulan nya berkisar 30-50 cc perbulan. Hal ini yang mengakibatkan wanita kehilangan zat besi sebanyak 12-15 mg perbulan atau 0,4-0,5 mg perhari selama 28 hari sampai 30 hari. Pada saat menstruasi wanita juga tidak hanya mengalami kehilangan zat besi tetapi juga mengalami kehilangan basal, jadi bila ditotal wanita perhari mengalami kehilangan zat besi sebanyak 1,25 mg. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengaruh pemberian suplemen prefarat Fe dan Vitamin C terhadap perubahan kadar hemoglobin mahasiswa post menstruasi. Metode Penelitian ini adalah metode quasy experiment dengan rancangan one group pretest-postest design, Pengambilan sampel dengan purposive sampling diperoleh 50 respoden. Hasil penelitian dengan analisa data menggunakan Uji paired sample t-test didapatkan nilai Sig 0,000 (p<0.05) yang bearti dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian suplemen prefarat Fe dan Vitamin C terhadap perubahan kadar hemoglobin mahasiswa post mentruasi. niali Sig 0,585 (p>0.05) yang bearti tidak ada pengaruh pemberian suplemen prefarat Fe terhadap perubahan kadar hemoglobin mahasiswa post menstruasi. Nilai sig p: 0.005 (p<0.05) maka artinya ada perbedaan rata-rata kadar hemoglobin pada kelompok I dengan 2. Anemia is suffered by many women, because women biologically menstruate every month so that the distribution of iron must also be balanced with nutritional intake, the cause of anemia is iron deÞciency in which a woman experiences nutritional deficiencies. About 30% of women worldwide experience anemia, which is caused by iron deÞ ciency. The volume of blood that comes out every month ranges from 30-50 cc per month. This results in women losing iron as much as 12-15 mg per month or 0.4-0.5 mg per day for 28 days to 30 days. During menstruation women also not only experience iron loss but also experience basal loss, so if a total of women per day experience iron loss of 1.25 mg. The purpose of this study was to determine the effect of giving pre-Fe and Vitamin C supplements to changes in hemoglobin levels of post-menstrual students. This research method is a quasy experiment method with the design of one group pretest-posttest design, taking a purposive sampling obtained by 50 respondents. The results of the study with data analysis using paired sample t-test test obtained Sig 0,000 (p<0.05) which means that it can be concluded that there is an effect of supplementation of pre-Fe and Vitamin C supplements on changes in hemoglobin levels of post-menstruation students. the value was Sig 0.585 (p>0.05) which means that there was no effect of pre-Fe supplementation supplementation on changes in hemoglobin levels of students post menstruation. Sig value p: 0.005 (p<0.05), meaning that there is a difference in the average hemoglobin level in group I with 2.
KUALITAS VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DENGAN PENAMBAHAN VARIASI KONSENTRASI UMBI RUMPUT TEKI (Cyperus rotundus L.) DITINJAU DARI BILANGAN PEROKSIDA Indah Tri Susilowati; Rahma Ningtyas
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.261 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.330

Abstract

Kerusakan minyak ditandai dengan bau dan rasa tengik yang disebut proses ketengikan. Proses ketengikan disebabkan asam lemak dirombak menjadi hidrokarbon, aldehid dan keton. Bau kurang sedap muncul akibat campuran dari berbagai produk ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas VCO dengan penambahan variasi konsentrasi umbi rumput teki ditinjau dari bilangan peroksida. Penelitian dilakukan di laboratorium STIKes Nasional pada bulan Oktober-Desember 2016. Desain penelitian menggunakan eksperimental dengan analisa data secara deskriptif. Teknik sampling menggunakan quota sampling. Pemeriksaan kadar bilangan peroksida menggunakan metode iodometri. Penambahan variasi konsentrasi umbi rumput teki yang digunakan yaitu 0 %, 4 %, 8 %, 12 %, 16 %, 20 % (b/v). Hasil pemeriksaan bilangan peroksida berturut-turut yaitu 1,1125 meq/kg; 0,9261 meq/kg; 0,5817 meq/kg; 0,5472 meq/kg; 0,4817 meq/kg; 0,4464 meq/kg. VCO dengan penambahan umbi rumput teki memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan VCO tanpa penambahan umbi rumput teki ditinjau dari bilangan peroksida. The oil damage is characterized by off-ß avor and off-odor which is called as rancidity. Rancidity occurs due to fatty acid broken up into hydrocarbon, aldehyde and ketone. The emergence of odors due to mixed of these products. The aim of this study is to determine quality of VCO with addition of various concentration of purple nut sedge tuber in terms of peroxide value. This research was done in Chemical Laboratory STIKES Nasional on October until December 2016. This research used experimental design with descriptive data analysis. Sampling technique used quota sampling. Peroxide value were tested using iodometric methods. The various concentration of purple nut sedge tuberused were 0 %, 4 %, 8 %, 12 %, 16 %, 20 % (w/v) and the peroxide value obtained were 1.1125 meq/kg; 0.9261 meq/kg; 0.5817 meq/kg; 0.5472 meq/kg; 0.4817 meq/kg; 0.4464 meq/kg, respectively. VCO with the addition of purple nut sedge tuberhas a better quality than the VCO without the addition of purple nut sedge tuberin terms of peroxide.
KARAKTERISASI EKSTRAK DAUN SIRIH MERAH (PIPER CROCATUM, RUIZ&PAV) SEBAGAI OBAT ANTIDIABETES MENUJU OBAT HERBAL TERSTANDAR Eka Wisnu Kusuma; Disa Andriani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.568 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.331

Abstract

Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) merupakan salah satu tanaman obat potensial yang digunakan masyarakat untuk pengobatan diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) menjadi raw material yang memenuhi standar ekstrak tumbuhan obat dalam pemenuhan mutu ekstrak menjadi obat herbal terstandar (OHT) antidiabetes. Pembuatan ekstrak dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 3 hari. Karakterisasi mengacu pada standarisasi dan analisa data berdasarkan Parameter Ekstrak Tumbuhan Obat (Kepmenkes RI No: 55/Menkes/SK/I/2000) dan Peraturan Kepala BPOM RI Nomor 12 tahun 2014 tentang Persyaratan Mutu Obat Tradisional. Ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav) memenuhi standar raw material sediaan OHT dengan organoleptis berbentuk serbuk kering, warna coklat tua, bau aromatis, dan memiliki rasa asam sepat pahit. Kadar air(%) 6,795±0,0017(<10%). Uji angka lempeng total 0,9 x 102 koloni/g. Uji kapang khamir 1 x 102 koloni/g. dan pada pengujian cemaran mikroba didalam ekstrak hasilnya negatif. aflatoksin B1<0,23(<5 ug/kg), B2 <0,19 ug/kg, G1<0,23 ug/kg, G2<0,84 ug/kg dan aflatoksin total <0,84 ( <20 ug/kg). Pada pengujian logam berat didapatkan logam Pb <0,165ppm, Cd <0,159 ppm, As <0,0217ppm dan Hg <0,018ppm Piper crocatum Ruiz & Pav known as “Daun sirih merah” is one of the potential medicinal plants thatused for the treatment of diabetes mellitus. This study aims to improve the quality of red betel leaves (Piper crocatum Ruiz & Pav) into raw materials that meet the standards of medicinal plant extracts in fulÞ lling the quality of the extract into antidiabetic standardized herbal medicine (OHT). Making extract with maceration method with 96% ethanol as much as 10 L for 3 days. Characterization refers to the standardization and analysis of data based on Parameter of Medicinal Plant Extracts (Kepmenkes RI No: 55 / Menkes / SK / I / 2000) and the Regulation of the Head of BPOM RI Number 12 of 2014 concerning Quality Requirements for Traditional Medicines. Red betel leaf extract (Piper crocatum Ruiz & Pav) meets the standard raw material for OHT preparations with organoleptis in the form of dry powder, dark brown color, aromatic odor, and has a bitter acid taste. Moisture content (%) 6,795 ± 0,0017 ( <10%). Test the total plate number 0.9 x 102 colonies / g. Test of yeasts contamination 1 x 102 colonies / g.The total bacteria test in the extract was negative. The aflatoxin content B1<0,23( 5 ug/kg), B2 <0,19 ug/kg, G1<0,23 ug/kg, G2<0,84 ug/kg and total aflatoxin content <0,84 ( <20 ug/kg). The heavy metal tests resulted Pb metal of <0,165ppm,Cd <0,159 ppm, As <0,0217ppm and Hg <0,018ppm
EDUKASI JAJAN SEHAT PADA ANAK USIA 6-9 TAHUN DI SALATIGA LEWAT BUKU INTERAKTIF Sesilia Anggi Ivanandewi; Birmanti Setia Utami; Peni Pratiwi
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.764 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.332

Abstract

Jajanan mengambil peran dalam kebutuhan makan harian anak. Jajanan setidaknya menyediakan 36% kebutuhan energi harian anak, karena itu jajanan sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan anak. Permasalahan yang ada adalah masih banyak jajanan tidak sehat yang dijual dan dikonsumsi anakanak. Data dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2005, menyatakan hampir 40% jajanan anak masuk kategori tidak memenuhi syarat. Permasalahan tersebut kemudian diperburuk dengan kurangnya pengawasan orang tua terhadap perilaku jajan anaknya. Penelitian ini dirancang untuk mencari solusi permasalahan tersebut lewat sudut pandang anak, dengan mengajak mereka untuk mulai berpikir logis. Dengan berpikir logis, anak diharapkan dapat belajar membedakan jajanan yang sehat dan tidak sehat. Target dari penelitian adalah anak-anak usia 6 hingga 9 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kesadaran mereka melalui media edukasi yang interaktif dan menarik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang dilakukan di Salatiga. Media yang digunakan adalah buku interaktif untuk anak-anak. Buku ini berisi informasi yang telah disederhanakan tentang cara membedakan jajanan sehat dengan yang tidak sehat. Penjelasan diberikan lewat gambar dan kegiatan interaktif. Buku ini telah dievaluasi oleh ahli gizi, desain grafis, pakar bahasa, dan pakar pendidikan untuk memastikan buku ini sesuai dengan yang diharapkan. Buku interaktif terbukti memiliki potensi sebagai media untuk mengedukasi anak-anak tentang jajanan dan makanan sehat. Buku ini telah diujikan kepada target audiens dan telah mendapatkan respon positif. Snacks are an essential part of children’s diet. They provide children with 36% of the daily energy intake and hence significantly affect children’s health. The main concern nowadays is the various unhealthy snacks that are still widely available for kids to access and to consume. The Indonesian Food and Drug Administration (BPOM) data in 2005 revealed that almost 40% of those snacks are categorized as unhealthy. Also, this problem is aggravated by the limited parental control in children’s snacking behavior. This study was conducted to approach the problem from the children’s perspective by initiating their logical thinking. By thinking logically, the children are expected to learn to differentiate healthy and unhealthy snack. The target of this study is children at age 6 to 9 years old. This study aims to develop their awareness through interactive and exciting educational media. This research uses a descriptive qualitative method. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation studies conducted in Salatiga. The media used for this study is an interactive book for children. The book contains simpliÞ ed information on differentiating healthy snacks from the unhealthy counterparts which are presented as interactive figures and activities. The book was evaluated by nutrition, graphic design, linguistics, and education experts to ensure the book is as expected. The book was shown to have a potential in educating children on healthy snacks and foods. The book has been tested to the target audience and obtain a positive response to its content.
EDUKASI PERIKSA PAYUDARA SENDIRI DAN PEMERIKSAAN PAYUDARA KLINIS DI DUSUN SENTIKAN, YOGYAKARTA Novi Indrayani; Nonik Ayu Wantini
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 10 No. 1, Januari 2019
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.245 KB) | DOI: 10.34035/jk.v10i1.333

Abstract

Pemeriksaan payudara berguna untuk memastikan bahwa payudara seseorang masih normal. Bila ada kelainan seperti infeksi, tumor, atau kanker dapat ditemukan lebih awal. Kanker payudara yang diobati pada stadium dini kemungkinan sembuh mendekati 95%. Kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri masih rendah dilihat dari jumlah kunjungan yaitu pasien cenderung datang untuk melakukan pemeriksaan IVA Test dan tidak ada yang melakukan kunjungan untuk SADANIS di Puskesmas Kalasan. Metode yang digunakan yaitu experimen semu dengan pendekatan “One Groups Pretest-Posttest Design”. Jumlah sampel yaitu 30 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling Accidental Sampling. Sebagian besar (53,3%) pre test pengetahuan SADARI dalam kategori kurang dan setelah diberi edukasi sebagian besar (70%) dalam kategori baik. Perilaku SADARI sebelum diberi edukasi sebagian besar (86,7%) dalam kategori tidak melakukan SADARI, sebagian besar (83,3%) melakukan SADARI setelah mendapatkan Edukasi dan sebagian besar (96,7%) tidak melakukan SADANIS setelah mendapatkan edukasi dikarenakan tidak ada keluhan. Diketahui p_value 0,000 < 0,05.Kesimpulan penelitian adalah ada perbedaan antara pengetahuan tentang SADARI sebelum diberi edukasi dan setelah diberi edukasi Kata Breast examination is useful to ensure that someone’s breast is still normal. If there are abnormalities such as infections, tumors, or cancer, it can be found earlier. Breast cancer treated in the early stages is likely to recover nearly 95%. Public awareness to do Breast Self-Examination (BSE) is still low. It can be seen from the number of visits, namely patients tend to come to do the IVA Test and no one visits for Clinical Breast Examination (CBE) at the Kalasan Health Center. The research applied quasiexperimental research using One Groups Pretest-Posttest Design. The number of samples was 30 people taken using Accidental Sampling technique. Most of the samples (53.3%) had BSE-knowledge in the low category on pretest. However, after being educated, most of them (70%) had BSE-knowledge in the good category. Based on BSE-behavior, before being given education, most of the samples (86.7%) did not do BSE. However, after getting education, most of them (83.3%) did BSE. Moreover, after getting education, most of the samples (96.7%) did not do CBE because there was no further complaint. Furthermore, p value in this research was 0.000 < 0.05. There is a difference in BSE-knowledge before and after being given education.