cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 434 Documents
STUDI QUALITATIF PENYEBAB KEHAMILAN PRANIKAH PADA REMAJA Amrina Nur Rohmah; Risya Secha Primindari; Shinta Alifiana Rahmawati; Dwi Dianita Irawan; Elia Ika Rahmawati; Aris Prastyoningsih
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.774 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i2.858

Abstract

Kehamilan pranikah pada remaja menjadi sorotan karena menimbulkan dampak yang membahayakan. Berbagai aspek terkena dampak dari kehamilan pranikah pada remaja, diantaranya aspek kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Dampak yang muncul dari aspek kesehatan antara lain: beresiko mengalami persalinan pre-term, melahirkan bayi BBLR bahkan kematian neonatal, meningkatkan depresi postpartum selain itu remaja tidak menyelesaikan pendidikan sehingga memiliki tingkat ekonomi rendah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi naratif. Penelitian ini bertujuan untuk menggali penyebab kehamilan pranikah pada remaja sesuai dengan pengalaman informan. Penelitian ini dilakukan di Balai Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Wanita (BPRSW) Yogyakarta. Pengambilan data dilakukan pada bulan Februari-Mei tahun 2019. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, sehingga informan yang dipilih untuk penelitian ini disesuaikan dengan tujuan penelitian. Jumlah Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang. Hasil penelitian tentang penyebab kehamilan pranikah pada remaja di dapati 6 tema yaitu: Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, Sikap remaja terkait hubungan seksual pranikah, Kondisi keluarga, Pengaruh pasangan dalam berpacaran, Pengaruh teman sebaya, Pengaruh lingkungan tempat tinggal. Kesimpulan penelitian tentang penyebab kehamilan remaja dikarenankan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan kurangnya pemahaman remaja akan alat kontrasepsi. Sikap remaja yang memiliki kecenderungan melakukan kegiatan seksual beresiko meningkatkan kejadian kehamilan remaja. Premarital pregnancy in adolescents is in the spotlight because it has a dangerous impact. Various aspects are affected by premarital pregnancy in adolescents, including health, education and economic aspects. The impacts that arise from the health aspect include: the risk of having pre-term delivery, giving birth to LBW babies and even neonatal death, increasing postpartum depression in addition to adolescents who do not complete education so that they have a low economic level. This research is a qualitative descriptive study with a narrative study approach. This study aims to explore the causes of premarital pregnancy in adolescents according to the experience of the informants. This research was conducted at the Women's Social Service and Rehabilitation Center (BPRSW) Yogyakarta. Data collection was carried out in February-May 2019. The sampling technique in this study used a purposive sampling technique, so that the informants selected for this study were adjusted to the research objectives. The number of informants in this study amounted to 8 people. The results of the study on the causes of premarital pregnancy in adolescents found 6 themes, namely: Knowledge of adolescent reproductive health, Adolescent attitudes related to premarital sexual relations, Family conditions, Influence of partners in dating, Influence of peers, Influence of living environment. The conclusion of the research on the causes of teenage pregnancy is due to the lack of knowledge about reproductive health and the lack of understanding of adolescents about contraceptives. The attitude of adolescents who have a tendency to engage in sexual activities is at risk of increasing the incidence of teenage pregnancy.
PENGARUH PERBEDAAN SUHU DAN LAMA PENYIMPANAN SPUTUM TERHADAP JUMLAH BAKTERI TAHAN ASAM Dwi Handayani; Yusianti Silviani
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.601 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i2.859

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit menular langsung yang disebabkan oleh bakteri TB yaitu Myobacterium Tuberculosis. Sampai saat ini, Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan besar untuk pemerintah Indonesia. Untuk kepentingan diagnosis dengan cara pemeriksaan sputum mikroskopis langsung, terduga pasien TB diperiksa contoh uji sputum dengan pewarnaan Ziehl Neelsen. Namun, di beberapa daerah di Indonesia, jauhnya fasilitas kesehatan terkadang mengharuskan sampel BTA mengalami penundaan pemeriksaan karena melalui proses pengiriman terlebih dahulu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh perbedaan suhu dan lama penyimpanan sputum terhadap jumlah Bakteri Tahan Asam. Desain penelitian ini adalah desain penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian dilakukan dengan 5 perlakuan yaitu penyimpanan selama 0 jam, 24 jam pada suhu 2-8oC, 24 jam pada suhu 25oC, 48 jam pada suhu 2-8oC dan 48 jam pada suhu 25oC. Berdasarkan pengamatan mikroskopis dan pengolahan data, diperoleh hasil p value > 0,05 maka Ho diterima dan Ha ditolak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh dari perbedaan suhu dan lama penyimpanan terhadap jumlah BTA +. Tuberculosis is a direct infectious disease caused by the TB bacteria, named Myobacterium tuberculosis. Until now, Tuberculosis (TBC) is still a big challenge for the Indonesian government. For the purpose of diagnosis by direct microscopic examination of sputum, suspected TB patients are examined for sputum samples with Ziehl Neelsen staining. However, in some areas in Indonesia, the distance from health facilities sometimes requires that Acid-Fast Bacilli samples undergo a delay in examination because they go through the delivery process first. Therefore, the purpose of this study was to determine the effect of differences in temperature and storage time on the amount of Acid-Fast Bacilli +. The design of this study is a laboratory experimental research design with a completely randomized design. The study was conducted with 5 treatments, that stored for 0 hours, 24 hours at a temperature of 2-8oC, 24 hours at a temperature of 25oC, 48 hours at a temperature of 2-8oC and 48 hours at a temperature of 25oC. After microscopic observation and data processing, the results obtained p value > 0.05, then Ho is accepted and Ha is rejected. From these results it can be concluded that there is no effect of differences in temperature and storage time on the amount of acid-fast bacilli +.
COGNITIVE BEHAVIORAL THERAPY (CBT) TERHADAP STIGMA DIRI, HARGA DIRI DAN KUALITAS HIDUP PASIEN TBC Rita Benya Adriani; Dwi Sulistyowati; Rendi Editya Darmawan; Jenita D.T. Donsu
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.311 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i2.873

Abstract

Cognitive Behavioral Therapy (CBT) merupakan salah satu bentuk terapi yang bertujuan untuk membantu individu melatih cara berpikir maupun fungsi kognitif dengan cara memperbaiki pikiran disfungsional dan perilaku serta perasaan yang timbul akibat pikiran tersebut. Penyakit TBC mempengaruhi semua domain kualitas hidup pasien antara lain penurunan kualitas hidup yang berkaitan harga diri khususnya pada komponen mental diantaranya stigmasi sosial, berkurangnya kapasitas untuk bekerja, dan masalah psikologis. Stigma terhadap penyakit TBC dapat berakibat tekanan emosional sehingga pasien TBC menunda pengobatan atau tidak patuh minum obat. Tujuan penelitian mengetahui gambaran stigma diri, harga diri dan kualitas hidup pasien TBC setelah memperoleh pendekatan CBT. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental Design dengan rancangan Pre Test – Post Test Control Group Design. Tempat penelitian Desa Mojosongo, Surakarta mulai bulan September 2021 hingga Maret 2022. Subjek sebanyak 60 secara totally sampling dengan variabel independen adalah metode CBT sedangkan variabel terikat yaitu stigma diri, harga diri dan kualitas hidup pasien TBC berdasarkan skala ukur tiap parameter. Hasil analisis uji univariat menunjukkan pengaruh CBT terhadap stigma diri pasien TBC pada pre dan post kelompok perlakuan terbanyak kategori sedang; sedangkan prosentase nilai harga diri dan kualitas hidup pasien pada pre kelompok perlakuan terbanyak kategori sedang dan post kelompok perlakuan terbanyak kategori tinggi. Hasil analisis uji bivariat menunjukkan p-value 0.000 sehingga CBT berpengaruh terhadap stigma diri, harga diri dan kualitas hidup pada pasien TBC dibandingkan dengan kontrol. Kesimpulan: adanya pengaruh signifikan pemberian CBT terhadap stigma diri, harga diri dan kualitas hidup pada pasien TBC. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) is a form of therapy that aims to help individuals train their way of thinking and cognitive function by correcting dysfunctional thoughts and behaviors and feelings that arise as a result of these thoughts. TB disease affects all domains of patient's quality of life, including a decrease in quality of life related to self-esteem, especially in the mental component including social stigma, reduced capacity to work, and psychological problems. Stigma against TB disease can result in emotional stress so that TB patients delay treatment or do not comply with taking medication. The purpose of the study was to determine the description of self-stigma, self-esteem and quality of life of TB patients after receiving the CBT approach. The research design used Quasi Experimental Design with Pre Test – Post Test Control Group Design. The research site is Mojosongo Village, Surakarta from September 2021 to March 2022. Totally sampling 60 subjects with the independent variable being the CBT method while the dependent variable is self-stigma, self-esteem and quality of life of TB patients based on the measuring scale of each parameter. The results of the univariate test analysis showed that the effect of CBT on the self-stigma of TB patients in pre and post treatment groups was mostly in the moderate category; while the percentage of self-esteem and quality of life of patients in the pre-treatment group was in the medium category and the post-treatment group was in the high category. The results of the bivariate test analysis showed a p-value of 0.000 so that CBT had an effect on self-stigma, self-esteem and quality of life in TB patients compared to controls. Conclusion: there is a significant effect of giving CBT on self-stigma, self-esteem and quality of life in TB patients.
PENGARUH ART DRAWING THERAPY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA IBU HAMIL PRE EKLAMSI Atiek Murharyati; Meilinda Kartikasari; Siti Mardiyah; Maula Mar’atus Sholihah; Wahyu Rima Agustin; E Ernawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.524 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i2.882

Abstract

Pre eklamsi adalah hipertensi yang terjadi pada ibu hamil dalam usia kehamilan ≥20 minggu atau sesudah persalinan yang ditandani dengan meningkatnya tekanan darah ≥140/90 MmHg, proteinurin positif dan edema. Ibu hamil dengan pre eklamsi memiliki kerentanan fisik dan psikologis lebih tinggi dibanding ibu dengan kehamilan normal karena memiliki resiko kegagalan dalam kehamilan dan persalinan yang lebih besar sehingga dapat mengakibatkan kecemasan. Kecemasan dapat diturunkan dengan art drawing therapy, art drawing therapy merupakan kegiatan yang menggunakan alat gambar dan warna sebagai media dengan tujuan agar dapat mengekspresikan emosinya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasi experiment dengan pendekatan pre and post test without control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil pre eklamsi yang berada di kecamatan Jati, pengambilan sample menggunakan tekhnik total sampling. Jumlah sampel 31 responden. Instrument untuk mengukur kecemasan ibu hamil pre eklamsi adalah Hamilton Rating Scale (HARS). Art drawing therapy dilakukan sebanyak 3 sesi dan setiap sesi dilakukan sau kali pertemuan selama 60 menit. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon hasil penelitian ini menunjukan ada pengaruh pemberian art drawing therapy terhadap tingkat kecemasan pada ibu hamil pre eklamsi dengan dengan nilai p<0,000 (p value < 0,05). Kesimpulan, terdapat pengaruh art drawing therapy terhadap tingkat kecemasan ibu hamil pre eklamsi. Pre-eclampsia is hypertension that occurs in pregnant women at gestational age 20 weeks or after delivery which is characterized by increased blood pressure 140/90 MmHg, positive proteinuria and edema. Pregnant women with pre-eclampsia have higher physical and psychological vulnerabilities than mothers with normal pregnancies because they have a greater risk of failure in pregnancy and childbirth so that it can cause anxiety. Anxiety can be reduced by art drawing therapy, art drawing therapy is an activity that uses drawing and color tools as a medium in order to express emotions. This study uses a quasi-experimental research design with a pre and post test approach without a control group design. The population in this study were pre-eclampsia pregnant women who were in Jati sub-district, the sample was taken using a total sampling technique. The number of samples is 31 respondents. The instrument to measure the anxiety of pre-eclampsia pregnant women is the Hamilton Rating Scale (HARS). Art drawing therapy was carried out in 3 sessions and each session was held once for 60 minutes. Analysis of the data using the Wilcoxon test. The results of this study showed that there was an effect of giving art drawing therapy on the level of anxiety in pre-eclampsia pregnant women with a p value < 0.000 (p value < 0.05). In conclusion, there is an effect of art drawing therapy on the anxiety level of pre-eclampsia pregnant women
KONGRUENSI PEMBELAJARAN SKILL LAB KEPERAWATAN DENGAN FACULTY LEARNING OUTCOME TENTANG PROSES ASUHAN KEPERAWATAN kholifah hasnah; Rahayu Setyaningsih
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 13 No. 2, Juli 2022
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.787 KB) | DOI: 10.34035/jk.v13i2.917

Abstract

Proses asuhan keperawatan terdiri dari pengkajian data, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi tindakan keperawatan. Asuhan keperawatan diajarkan mahasiswa untuk mempersiapkan sebelum praktek dirumahsakit, sehingga perlu diberikan pada skill lab keperawatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kesesuaian pembelajaran skill lab keperawatan dengan faculty learning outcome tentang asuhan keperawatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan content analisys. Penelitian ini menganalisis konten checklist penilaian resume keperawatan dan faculty learning outcome tentang proses asuhan keperawatan. Jumlah checklist penilaian resume askep keperawatan adalah 20. Penelitian ini menggunakan 2 koder yang nantinya akan menganalisis dari keseluruhan dokumen penelitian Hasil penelitian didapatkan prosentase konten asuhan keperawatan yang sesuai dengan faculty learning outcome adalah 62% dan terdapat extended learning outcome sebesar 38% pada pembelajaran skill lab keperawatan. Kesimpulan model kongruensi antara pembelajaran skill lab keperawatan dengan faculty learning outcome yaitu sebagian besar faculty learning outcome sudah dirumuskan pada pembelajaran skill lab keperawatan sebesar 62 % tentang proses asuhan keperawatan. Saran perlu adanya penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan extended learning outcome pada pembelajaran teori keperawatan. The nursing care process consists of data assessment, nursing diagnoses, nursing interventions, nursing implementation and evaluation of nursing actions. Nursing care is taught by students to prepare before practicing in the hospital, so it needs to be given to nursing lab skills. The purpose of this study was to determine the suitability of nursing lab skills learning with faculty learning outcomes about nursing care. This study uses a qualitative method with content analysis. This study analyzes the content of the nursing resume assessment checklist and faculty learning outcomes about the nursing care process. The number of checklists for assessing the nursing ascetics resume is 20. This study uses 2 coders which will later analyze the entire research documentThe results showed that the percentage of nursing care content that was in accordance with faculty learning outcomes was 76% ​​and there were extended learning outcomes in nursing lab skills learning. The conclusion of the congruence model between nursing lab skills learning and faculty learning outcomes is that most of the faculty learning outcomes have been formulated in nursing skills learning about 62% the nursing care process. Suggestions need for further research related to extended learning outcomes in nursing theory learning.
GAMBARAN REGULASI EMOSI MAHASIWA KEPERAWATAN TINGKAT AKHIR DI KOTA SURAKARTA Dyah Vierdiana; Nur Setiawati Dewi; Meidiana Dwidiayanti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.901

Abstract

Gangguan mental merupakan jenis gangguan jiwa umum yang prevalensinya paling tinggi yaitu 3,6% dari populasi dunia. Gangguan kontrol emosi merupakan gangguan yang sering dihadapi mahasiswa. Presentase terbanyak gangguan mental emosional dengan angka 10% pada kelompok umur 15 – 24 tahun, umur tersebut merupakan usia produktif untuk mendapatkan pendidikan formal yaitu pada jenjang perkuliahan. Mahasiswa tingkat akhir mempunyai pyang sangat kompleks dengan menghadapi tekanan yang harus mereka tanggung karena proses menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran regulasi emosi pada mahasiswa, menggunakan metode penelitian deskriptif yang dilakukan pada 162 mahasiswa. Tehnik penentuan sampel menggunakan purposive sampling. Instrument yang digunakan daalam penelitian ini adalah kuesioner emotional regulation questioner (ERQ) dikembangkan pertama kali oleh Gross untuk mengukur kemampuan tingkat regulasi emosi mahasiswa. Data disajikan dalam bentuk frekuensi dan presentase. Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin didapatkan hasil presentase jenis kelamin laki – laki yaitu 15,4% tingkat regulasi emosi tinggi, 2,4% regulasi emosi sedang,dan 5,5% regulasi emosi rendah. Pada jenis kelamin perempuan dengan tingkat regulasi emosi tinggi sebanyak 47,5%regulasi emosi sedang 16,1% dan regulasi emosi rendah 13%.Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagan besar responden berjenis kelamin perempuan yang memiliki regukasi emosi sedang dan rendah 29,1% dan laki laki 7,9% Mental disorders are a type of general mental disorder with the highest prevalence, namely 3.6% of the world's population. Emotional control disorder is a disorder that is often faced by students. The highest percentage of mental emotional disorders with a figure of 10% is in the age group of 15-24 years, this age is the productive age for obtaining formal education, namely at the college level. Final year students have a very complex problem with facing the pressure they have to endure because of the process of completing their final assignment. This study aims to obtain an overview of emotion regulation in university students, using a descriptive research method conducted on 162 students. The technique of determining the sample using purposive sampling. The instrument used in this study was the emotional regulation questionnaire (ERQ) which was first developed by Gross to measure students' ability to level emotional regulation. Data is presented in the form of frequency and percentage. Characteristics of respondents based on gender showed that the percentage of male sex was 15.4%, the level of high emotional regulation, 2.4% moderate emotional regulation, and 5.5% low emotional regulation. In the female sex with a high level of emotional regulation as much as 47.5% moderate emotional regulation 16.1% and low emotional regulation 13%. The conclusion from this study is that most of the respondents were female with moderate and low emotional regulation 29.1% and male 7.9%
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RSUD KARANGANYAR Joko Kismanto; Agus Suryo Murtopo
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.928

Abstract

Pelayanan kesehatan merupakan tempat yang sangat dibutuhkan oleh semua kalangan masyarakat. Pelayanan yang baik akan mempengaruhi kepuasaan pasien. Kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan sangat penting untuk diperhatikan karena dapat menggambarkan kualitas pelayanan di tempat pelayanan kesehatan tersebut. Mengetahui kepuasan pasien sangat bermanfaat bagi instansi terkait dalam rangka evaluasi program yang sedang dijalankan dan dapat menemukan bagian mana yang membutuhkan peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat inap. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasional yaitu penelitian yang bertujuan mencari hubungan antara variabel. Pendekatan penelitian dengan cross-sectional Cara pengambilan simple random sampling dengan sampel pasien rawat inap di RSUD Karanganyar. Cara pengumpulan data dengan kuesioner, dimana pengujian hipotesis menggunakan analisa statistik deskriptif dengan analisis uji bivariat dan multivariat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien. Kesimpulan penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel dominan yang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pasien adalah variabel keandalan. Health services are a place that is needed by all people. Good service will affect patient satisfaction. Patient satisfaction in health services is very important to note because it can describe the quality of service at the health service place. Knowing patient satisfaction is very useful for relevant agencies in the context of evaluating programs that are being run and can find which parts need improvement. This study aims to determine the effect of service quality on inpatient satisfaction. This type of research is descriptive correlational research that aims to find the relationship between variables. The research approach is cross-sectional. The method of taking is simple random sampling with a sample of hospitalized patients at Karanganyar Hospital. The method of collecting data is using a questionnaire, where hypothesis testing uses descriptive statistical analysis with bivariate and multivariate test analysis. The results of this study indicate that the variables of physical evidence, reliability, responsiveness, assurance and empathy have a positive and significant effect on patient satisfaction. The conclusion of this study also shows that the dominant variable that has a positive and significant effect on patient satisfaction is the reliability variable.
EFEKTIVITAS TERAPI MINDFULNESS DENGAN PENDEKATAN SPIRITUAL PADA PASIEN WAHAM DI RUANG KASUARI RSJ DR. RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG Yuni Puji Lestari; Fitrio Deviantony
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.932

Abstract

Waham merupakan salah satu gejala utama pada pasien skizofrenia yang ditandai dengan adanya gangguan pada pola, bentuk, dan isi pikir. Seseorang dengan waham memiliki penilaian yang buruk terhadap realita dan dipertahankan secara kuat dan terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan menggunakan terapi mindfulness dengan pendekatan spiritual untuk mengatasi masalah keperawatan waham. Penelitian ini menggunakan rancangan studi kasus melalui instrumen berupa prosedur asuhan keperawatan. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling pada salah satu pasien yang dirawat di ruang kasuari. Adanya respon positif berupa komitmen dari pasien untuk melakukan upaya-upaya yang sudah diajarkan. Mulai dari terbukanya pikiran, mengurangi obrolan tentang isi wahamnya, tidak lagi sering tersenyum tanpa alasan, menerima kenyataan dan mengakui kesalahan yang sudah dilakukan di masa lalu. Terapi mindfulness dengan pendekatan spiritual sangat efektif dalam menurunkan gejala psikotik seperti waham serta gangguan psikologis lainnya. Terapi ini sangat cocok diterapkan pada pasien dengan waham karena berlandaskan cinta dan kasih sayang sehingga memberikan efek ketenangan bagi pasien. Delusion is one of the main symptoms in schizophrenic patients which is characterized by disturbances in the pattern, form, and content of thought. A person with delusions has a poor judgment of reality and is strongly and persistently defended. This study aims to describe care that uses mindfulness therapy with a spiritual approach to overcome delusional nursing problems. This research uses a case study design through an instrument in the form of nursing care procedures. Sampling was carried out using a purposive sampling technique on one of the patients treated in the cassowary room. There is a positive response in the form of a commitment from the patient to carry out the efforts that have been taught. Starting from an open mind, reducing conversation about the contents of his delusions, no longer smiling for no reason, accepting reality and admitting mistakes that have been made in the past. Mindfulness therapy with a spiritual approach is very effective in reducing psychotic symptoms such as delusions and other psychological disorders. This therapy is highly applied to patients with delusions because it is based on love and affection so that it provides a calming effect for patients.
EFEKTIVITAS LACTATION MASSAGE TERHADAP KELANCARAN PRODUKSI ASI PADA IBU NIFAS Ananda Berlina Cahya Romadhoni; Aris Prastyoningsih; Deny Eka Widyastuti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.938

Abstract

Lactation Massage merupakan teknik pemijatan bagian kepala atau leher, punggung, tulang belakang dan payudara, yang bermanfaat merangsang hormon oksitosin dan hormon prolaktin yang dapat meningkatkan produksi ASI. Upaya ini dilakukan karena masih banyak bayi yang tidak diberikan ASI secara eksklusif oleh ibunya yang beralasan ASI yang kurang lancar. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan Pre-Eksperimen Design dengan Time Series Design dengan menggunakan studi kasus bentuk tunggal (one-shot case study) dan tes awal – tes akhir kelompok tunggal (the one group pretest). Populasi dalam penelitian adalah ibu nifas hari pertama sampai hari kelima dengan rata-rata 20 ibu nifas perbulan. Pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15 ibu nifas di Desa Wonorejo, Gondangrejo, Karanganyar. Analisa data dalam penelitian ini yaitu menggunakan Repeated ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan jumlah produksi ASI ibu setelah diberikan intervensi Lactation Massage. Untuk peningkatan produksi ASI dengan perlakuan Lactation Massage mengalami peningkatan yang signifikan yaitu antara Pre vs Post-test Hari 5 yaitu 28,73 ml. Sehingga dapat disimpulkan Lactation Massage merupakan teknik pemijatan yang dilakukan pada daerah kepala atau leher, punggung, tulang belakang serta payudara yang bertujuan merangsang hormon prolaktin dan hormon oksitosin, hormon tersebut akan menstimulasi sel-sel alveoli pada kelenjar payudara yang akan berkontraksi, dengan adanya kontraksi akan menyebabkan air susu keluar mengalir ke dalam saluran kecil payudara sehingga keluar ASI (Indriyani, 2016). Jadi Lactation Massage diperoleh bila p value 0,000 < 0,05 yang berarti p value lebih kecil dari α sehingga Lactation Massage efektif terhadap kelancaran produksi ASI pada ibu nifas. Lactation Massage is a massage technique for the head or neck, back, spine and breasts, which is useful for stimulating the hormone oxytocin and the hormone prolactin which can increase breast milk production. This effort is made because there are still many babies who are not given exclusive breastfeeding by their mothers who reason that the milk does not come out. This type of research uses a Pre-Experimental design with Time Series Design using a single-shot case study and an initial test – the one group pretest. The population in the study was puerperal mothers the first day to the fifth day with an average of 20 puerperal mothers per month. The sample selection used purposive sampling technique with a total sample of 15 puerperal mothers in Wonorejo Village, Gondangrejo, Karanganyar. Data analysis in this study used Repeated ANOVA. So it can be concluded that Lactation Massage is a massage technique carried out on the head or neck area, back, spine and breasts which aims to stimulate the hormone prolactin and the hormone oxytocin, the hormone will stimulate the alveoli cells in the breast glands that will contract, with contractions will cause milk to flow into the small breast channel so that breast milk comes out (Indriyani, 2016). So Lactation Massage is obtained when the p value is 0.000 < 0.05 which means the p value is smaller than α so that Lactation Massage is effective against the smooth production of breast milk in postpartum mothers.
PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN DENGAN MEDIA MODUL DAN VIDEO ANIMASI TENTANG PERNIKAHAN USIA DINI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA PUTRI DI ABUNG SEMULI W Wijayanti; Retno Wulandari; Fitrya Pakpahan
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 14 No. 1, Januari 2023
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v14i1.948

Abstract

Pernikahan dini adalah pernikahan salah satu atau kedua belah pihak, dan masih tergolong anak-anak atau remaja dibawah 19 tahun. Pengetahuan dan sikap tentang pernikahan usia dini sangat di butuhkan oleh remaja putri. Penyuluhan kesehatan bisa efektif apabila didkung dengan media yang mempermudah untuk memahami materi yang disampaikan. Salah satu media penyuluhan kesehatan adalah dengan modul dan video animasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh pemberian penyuluhan dengan media modul dan video animasi tentang pernikahan usia dini derhadap tingkat pengetahuan dan sikap putri di Abung Semuli. Metode penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperiment dan dengan rancangan pretest-posttest with group design. Sampel sejumlah 64 responden. Teknik yang digunakan dari Analisa ini adalah univariat dan bivariat. Hasil adalah berdasarkan hasil analisis uji Wilcoxon dan disimpulkan terdapat pengaruh tingkat pengetahuan dan sikap sebelum dan setelah pelakuan (p-value 0,000 <0,05). Terdapat pengaruh pemberian penyuluhan dengan media modul tentang pernikahan usia dini terhadap sikap remaja putri di Abung Semuli. Early marriage is the marriage of one or both parties, and is still classified as a child or teenager under 19 years. Knowledge and attitudes about early marriage are needed by young women. Health education can be effective if it is supported by media that makes it easier to understand the material presented. One of the health education media is with modules and animated videos. The purpose of this study was to determine whether there was an effect of providing counseling with media modules and animated videos about early marriage on the level of knowledge and attitudes of girls in Abung Semuli. This research method is a quasi-experimental research and with a pretest-posttest with group design. The population in this study were 175 female students with 64 respondents. The technique used in this analysis is univariate and bivariate. The results are based on the results of the Wilcoxon test analysis and it is concluded that there is an effect of the level of knowledge and attitudes before and after the treatment (p-value 0.000 <0.05). There is an effect of providing counseling with media modules about early marriage on the attitudes of young women in Abung Semuli.