cover
Contact Name
Gatot Suparmanto
Contact Email
info.lppm@ukh.ac.id
Phone
+62271-857724
Journal Mail Official
jurnal@ukh.ac.id
Editorial Address
masgat@yahoo.co.id
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada
ISSN : 20875002     EISSN : 2549371x     DOI : https://doi.org/10.34035/jk.v13i2
Core Subject : Health,
jurnal ini masih berfokus pada ilmu kesehatan kedokteran,keperawatan,biologi,kebidanan dan bidang kesehatan lainnya
Articles 479 Documents
FAKTOR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG DENGAN KEJADIAN STUNTING Apriyana Irjayanti; Maxsi Irmanto; Mona Safitri Fatiah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1241

Abstract

Kasus stunting menjadi permasalahan global yang saat ini merupakan satu faktor terhambatnya perkembangan manusia di dunia. Tujuan riset yaitu menganalisis faktor langsung dan tidak langsung kejadian stunting. Metode riset memakai analitik observasional dengan desain case control. Populasi dan sampel yaitu rumah tangga yang memiliki balita berusia 25-59 bulan yang berisiko stunting di wilayah kerja Puskesmas Jayapura Utara sebanyak 82 balita. Besar sampel menggunakan perbandingan sampel antara kasus dan kontrol 1:1. Teknik pengambilan sampel yaitu teknik consecutive sampling. Seluruh variabel memakai instrumen kuesioner dan analisis data univariat dan bivariat. Hasil riset didapatkan ada korelasi antara riwayat penyakit diare dengan stunting pada balita (p-value = 0,001) dan tidak terdapat korelasi antara praktik cuci tangan (p-value = 0,258), praktik buang air besar (p-value = 0,081), praktik pengamanan sampah rumah tangga (p-value = 0,649), praktik pengelolaan air minum dan makanan (p-value = 1,000), akses air minum (p-value = 0,065), sanitasi jamban (p-value = 0,797), sanitasi pembuangan limbah cair (p-value = 0,068), dan sanitasi sampah rumah tangga (p-value = 1,000) dengan stunting pada balita. Saran riset ini ialah masyarakat agar membiasakan diri berperilaku higienis dan saniter serta membarui dan menegakkan keberlanjutan budaya hidup bersih dan sehat. The case of stunting is a global problem which is currently a factor in hampering human development in the world. The aim of the research is to analyze direct and indirect factors in the incidence of stunting. The research method uses observational analytics with a case control design. The population and sample are 82 households with toddlers aged 25-59 months who are at risk of stunting in the working area of ​​the North Jayapura Community Health Center. The sample size uses a sample ratio of 1:1 between cases and controls. The sampling technique is consecutive sampling technique. All variables use questionnaire instruments and univariate and bivariate data analysis. The research results showed that there was a correlation between a history of diarrhea and stunting in toddlers (p-value = 0.001) and there was no correlation between hand washing practices (p-value = 0.258), defecation practices (p-value = 0.081), safety practices household waste (p-value = 0.649), drinking water and food management practices (p-value = 1.000), access to drinking water (p-value = 0.065), latrine sanitation (p-value = 0.797), liquid waste disposal sanitation (p-value = 0.068), and household waste sanitation (p-value = 1.000) with stunting in toddlers. The advice of this research is for the public to get used to hygienic and sanitary behavior and to renew and uphold the sustainability of a clean and healthy living culture.
PENGARUH KARAKTERISTIK RESPONDEN TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA BANJIR DI DESA PASAWAHAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS CICURUG KABUPATEN SUKABUMI Johan Budhiana; Johan Budhiana
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1243

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis, demografis dan sosiologis membuatnya rentan terhadap bencana. Letak geografisnya di kawasan beriklim tropis menyebabkan Indonesia memiliki musim kemarau dan musim hujan. Karena hal ini Indonesia menempati peringkat ketiga sebagai negara yang rentan mengalami banjir di dunia. Banjir merupakan situasi di mana daratan tergenang oleh kenaikan volume air. Tujuan penelitia ini ntuk mengetahui pengaruh karakteristik responden terhadap kesipasiagaan masyarakat dalam mengahadapi bencana banjir. Jenis penelitian ini menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 1.538 orang dan sampel 317 orang dengan teknik proportional random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh antara karakteristik responden terhadap kesiapsiagaan dengan nilai p-value jenis kelamin (0,000), umur (0,000), pendidikan (0,000), pekerjaan (0,000), sumber informasi (0,000), keikutsertaan organisasi (0,000), pelatihan bencana (0,006), pernah mengalami bencana (0,000) dan lama tinggal (0,000). Simpulan terdapat pengaruh jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, keikutsertaan organisasi, pelatihan bencana, pernah mengalami banjir, lama tinggal terhadap kesiapsiagaan bencana banjir serta terdapat pengaruh simultan jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, sumber informasi, keikutsertaan organisasi, pelatihan bencana, pernah mengalami banjir, lama tinggal terhadap kesiapsiagaan bencana banjir di Desa Pasawahan Wilayah Kerja Puskesmas Cicurug Kabupaten Sukabumi. Indonesia as an archipelago with geographical, geological, hydrological, demographic and sociological conditions makes it vulnerable to disasters. Its geographical location in the tropical climate region causes Indonesia to have a dry season and a rainy season. Because of this, Indonesia ranks as the third most flood-prone country in the world. Flooding is a situation where land is inundated by an increase in water volume. The purpose of this study is to determine the influence of respondent characteristics on community preparedness in dealing with flood disasters. This type of study uses correlation with a cross-sectional approach. The population of this study included 1,538 people, and the sample using proportional random sampling technique was 317 people. As a result, there was no influence between the characteristics of the respondents on motivation by the p-values ​​of gender (0.000), age (0.000), educational background (0.000), occupation (0.000), information source (0.000), and organizational involvement (0.000). It has been shown that there is disaster training (0.006), disaster experience (0.000), length of stay (0.000). It has been concluded that there is a gender effect; age, education, occupation, information sources, organizational participation, disaster training, having experienced a flood, length of stay on flood disaster preparedness and there is a simultaneous influence of gender, age, education, occupation, information sources, organizational participation, disaster training, having experienced a flood. Length of residence on flood disaster preparedness in Pasawahan Village, Cicurug Health Center Working Area, Sukabumi Regency.
MODIFIKASI PERILAKU PERIKSA PAYUDARA SENDIRI MELALUI MEDIA KALENDER SADARI Indargairi Indargairi; Sintawati Sintawati
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1252

Abstract

Periksa Payudara Sendiri (SADARI) merupakan cara termurah dan teraman dalam melakukan deteksi dini kanker payudara. Namun, tidak banyak remaja atau wanita yang rutin melakukan SADARI. Oleh sebab itu, diperlukan sebuah pendekatan baru dimana remaja wanita mampu bertanggungjawab dalam manajemen diri perilaku SADARI secara rutin setiap bulan. Pemberian edukasi berbasis Kalender SADARI yang di-follow up selama tiga bulan diharapkan mampu memodifikasi perilaku remaja wanita dalam melakukan SADARI untuk meningkatkan kulaitas hidup mereka dan sebagai langkah dalam deteksi awal kanker payudara. Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pretest-postest control group design. Jumlah sampel sebanyak 94 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Responden dibagi dalam kelompok intervensi (48 siswa) dan kelompok kontrol (46 siswa). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner data demografi, kuesioner perilaku SADARI, dan isian praktik SADARI siswi selama 3 bulan pada Kalender SADARI. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p=0.078), namun responden pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol secara konsisten melakukan SADARI selama tiga bulan berturut-turut. Dari hasil penelitian ini diharapkan pihak sekolah dapat memberi program pendidikan bagi siswa tentang pentingnya melakukan SADARI untuk memfasilitasi pencegahan dan deteksi dini kanker payudara melalui kalender SADARI. Breast Self-Examination (BSE) is the cheapest and safest way to detect breast cancer early. However, not many teenagers or women regularly do BSE. Therefore, a new approach is needed where young women are able to take responsibility for self-management of BSE behavior on a regular basis every month. Providing education based on the BSE Calendar which is followed up for three months is expected to be able to modify the behavior of young women in carrying out BSE to improve their quality of life and as a step in early detection of breast cancer. This research used a quasi-experiment with a pretest-posttest control group design. The total sample was 94 respondents. The sampling technique uses accidental sampling. Respondents were divided into intervention groups (48 students) and control groups (46 students). Data was collected using a demographic data questionnaire, a BSE behavior questionnaire, and filling in female students' BSE practice for 3 months on the BSE Calendar. The results showed that there was no significant difference between the two groups (p=0.078), but respondents in the intervention group and control group consistently performed BSE for three consecutive months. From the results of this research, it is hoped that schools can provide educational programs for students about the importance of doing BSE to facilitate the prevention and early detection of breast cancer through the BSE calendar.
ANALISIS RANCANGAN PROTOTIPE PATIENT SELF-REPORTING SYSTEM UNTUK PERCEPATAN DETEKSI DINI POSTPARTUM BLUES MELALUI PENDEKATAN USER-CENTERED DESIGN Intan Batubara; Dias Aziz Pramudita; Siti Mardiyah
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1264

Abstract

Ibu postpartum yang mengalami blues dan tidak segera mendapatkan penanganan rentan mengalami depresi, kekambuhan pada kehamilan dan persalinan selanjutnya serta berisiko tinggi melakukan bunuh diri. Adapun skrining kejadian blues yang selama ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) masih menggunakan bentuk konvensional (kertas) dan hanya dinilai oleh tenaga kesehatan. Di sisi lain, patient self-reporting system memudahkan ibu postpartum untuk dapat menilai sendiri tanda dan gejala yang dialami dengan melakukan deteksi dini dan skrining postpartum blues secara mandiri dari mana saja dan kapan saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah rancangan prototipe self-reporting system yang mampu menjadi media lapor diri ibu postpartum dalam mentracking tanda dan gejala blues dan melakukan intervensi sederhana untuk meningkatkan suasana (mood) saat blues terjadi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah perancangan prototipe postpartum blues self-reporting system dan user interface serta analisis dengan pendekatan user-centered design dengan melibatkan dua UI/UX Specialist. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah User Experience Questionnaire (UEQ). Hasil analisis user centered design menunjukkan prototipe Sejati! Go mendapatkan evaluasi positif dalam ketiga aspek attractiveness, pragmatic quality dan hedonic quality. Sedangkan dalam pengukuran benchmark, hanya aspek dependability berada pada kategori below average. Penelitian ini memerlukan pengembangan dalam dependability dengan mengimplemantasikan robust error handling. Penelitian ini juga merekomendasikan prototipe Sejati! Go siap untuk dikembangkan ke tahap lanjutan usability study baik itu sofware deployment maupun mobile application testing dan diuji secara langsung ke calon user (penderita, suami, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, psikolog, dokter umum, perawat, bidan dan kader). Postpartum mothers who experience baby blues and do not receive immediate treatment are at risk of developing depression and an increased risk of suicide. Screening for the blues, which has been done using the Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) questionnaire, is still in a conventional form (paper) and is only assessed by healthcare workers. On the other hand, patient self-reporting systems make it easier for postpartum mothers to identify their signs and symptoms from anywhere and anytime independently. This study aimed to produce a prototype design of a self-reporting system for mothers in tracking postpartum blues signs and symptoms so that they could apply home-based interventions to improve their mood when the blues occur. The research method used in this study was designing a prototype and user interface of a postpartum blues self-reporting system with a user-centered design approach. This study involved two UI/UX Specialists. The instrument used was the User Experience Questionnaire (UEQ). The results of the user-centered design analysis showed that the Sejati! Go prototype received positive evaluations in all three aspects: attractiveness, pragmatic quality, and hedonic quality. However, only the dependability aspect was in the below-average category in the benchmark measurement. This study requires development in dependability, specifically in robust error handling. This study also recommends that the Sejati! Go prototype can be further proceeded to usability study, both software deployment and mobile application testing with potential users (patients, husbands, obstetrician and gynecologists, psychologists, general practitioners, nurses, midwives, and cadres) to assess the user experience.
INTERVENSI MUSIK GAMELAN JAWA DALAM MENINGKATKAN NILAI KOGNITIF PADA LANSIA DENGAN PREDEMENSIA DI DESA KLESEM KEBONAGUNG Kholifah Hasnah; Aprilia Nuryanti
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1277

Abstract

Fungsi kognitif merupakan kemampuan mental dan intektual serta memori, perhatian, persepsi, penalaran dan kondisi kesadaran secara umum yang dapat diukur untuk melihat nilai dari kognitif. Nilai kognitif akan menurun saat memasuki fase lansia dan mengakibatkan lansia menjadi mudah lupa, bingung dan terdapat gangguan bahasa. Salah satu implementasi yang dapat diberikan pada lansia dengan penurunan nilai kognitif adalah memberikan stimulasi music gamelan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan nilai kognitif lansia setelah diberikan stimulasi music gamelan jawa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperimental dengan one group pretest and posttest design. Jumlah subjek dalam penelitian ini adalah 20 lansia yang akan diberikan implementasi musik gamelan jawa dan diukur nilai kognitif dengan kuisioner Mini Mental State Examination sebelum dan sesudah diberikan implementasi music gamelan jawa. Hasil analisa menunjukkan bahwa ada peningkatan nilai kognitif dengan kategori dari gangguan kognitif berat menjadi gangguan kognitif ringan dengan selisih nilai rata rata sebesar 6,7 pada nilai pre test dan post test. Kesimpulan terapi music gamelan dapat meningkatkan nilai kognitif pada lansia. Saran perlu adanya penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan penyakit degenerative pada lansia. Cognitive function is mental and intellectual abilities as well as memory, attention, perception, reasoning and general states of consciousness that can be measured to see the value of cognition. Cognitive values ​​will decrease when entering the elderly phase and result in elderly people becoming easily forgetful, confused and experiencing language problems. One implementation that can be given to elderly people with cognitive decline is providing gamelan music stimulation. The aim of this research is to determine the increase in the cognitive value of the elderly after being given Javanese gamelan music stimulation. The method used in this research was quasi-experimental with one group pretest and posttest design. The number of subjects in this study were 20 elderly people who would be given the implementation of Javanese gamelan music and their cognitive scores would be measured using the Mini Mental State Examination questionnaire before and after being given the implementation of Javanese gamelan music. The results of the analysis show that there is an increase in cognitive scores in categories from severe cognitive impairment to mild cognitive impairment with an average difference of 3.1 in the pre-test and post-test scores. Conclusion Gamelan music therapy can improve cognitive values ​​in the elderly. Suggestions require further research related to degenerative diseases in the elderly
PENGARUH LINGKUNGAN, BEBAN DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KARYAWAN DI RSIA MUTIARA BUNDA Henri Sulistiyanto; Imas Rosidawati; Didin Syarifuddin
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1278

Abstract

RSIA (Rumah Sakit Ibu dan Anak) merupakan rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan khususnya pada ibu dan anak. Pertumbuhan rumah sakit meningkat pesat dipengaruhi oleh beberapa persaingan, adanya perubahan bidang kependudukan, ilmu pengetahuan dan teknologi, perekonomian, persaingan pasar dan sosial serta sumber daya manusia. Adanya ketidakpuasan karyawan baik dari lingkungan kerja, beban kerja dan kompensasi menyebabkan ketidakstabilan yang dialami rumah sakit sehingga menimbulkan kerugian secara finansial dan menurunnya angka produktifitas karyawan serta dampak lain yang dapat mengganggu kestabilan organisasi rumah sakit. Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk menganalisis pengaruh lingkungan, beban dan kompensasi terhadap kepuasan karyawan di RSIA Mutiara Bunda Malang. Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian ini adalah cross-sectional design. Sampel pada penelitian adalah karyawan RSIA Mutiara Bunda Malang berjumlah 100 orang, menggunakan Teknik Purposive Sampling. Analisis penelitian menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui hubungan antar variabel (model causal) dengan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan, beban dan kompensasi secara simultan (bersama-sama) berpengaruh terhadap kepuasan karyawan di RSIA Mutiara Bunda Malang. Rumah sakit hendaknya memperhatikan beban kerja karyawan sesuai job desk masing-masing bagian, meningkatkan kompensasi, memberikan reward untuk karyawan teladan, mengatur kondisi lingkungan kerja rumah sakit yang kondusif (fisik dan psikologis) untuk mendukung kinerja karyawan rumah sakit yang lebih optimal. RSIA (Mother and Child Hospital) is a hospital that provides health srvices, especially for mothers and children. The rapid growth of hospitals is influenced by several competitions, changes in population, science and technology, the economy, market and social competition and human resources. The existance of employee dissatisfaction regarding the work environment, workload, and compensation causes instability experienced by hospitals, resulting in financial losses and reduced employee productivity rates as well as other impacts that can disrupt the stability of the hospital organization. The aim of the research was to analyze the influence of the environment, burden, and compensation on employee satisfaction at RSIA Mutiara Bunda Malang. The research method used is a quantitative method with the research design being a cross-sectional design. The sample in the research was 100 employees of RSIA Mutiara Bunda Malang, using purposive sampling technique. Research analysis uses linear multiple regression to determine the relationship between variables (causal model) and AMOS. The results of the research show that environment, burden and compensation simultaneously (together) influence employee satisfaction at RSIA Mutiara Bunda Malang. Hospital should pay attention to employee workload according to the job description of each department, increase compensation, provide rewards for exemplary employees, organize conducive hospital work environment condition (physical and psycological) to support more optimal performance of hospital employees.
PENGARUH PELATIHAN BANTUAN HIDUP TERHADAP KETERAMPILAN, KESIAPAN DAN MOTIVASI PENANGANAN CARDIOPULMONARY RESUSCITATION PADA MAHASISWA NERS Maria Wisnu Kanita; Loulita Aprilia Ayuningsyas; Yani Siti Nurichasanah; Brigita Larasati Nurnaningtyas
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 1, Januari 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i1.1282

Abstract

Salah satu kondisi kegawatdaruratan adalah henti jantung. Bantuan Hidup Dasar atau tindakan Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) merupakan intervensi untuk mengembalikan, mengembangkan, dan mempertahankan fungsi vital pada korban henti jantung dan henti nafas. Keterampilan melakukan BHD diperlukan semua orang termasuk mahasiswa yang bertujuan untuk mengurangi keparahan yang akan muncul dan dampak buruk selanjutnya. Sehingga mahasiswa diharapkan memiliki keterampilan, kesiapan dan motivasi dalam melakukan penanganan CPR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) terhadap keterampilan, kesiapan dan motivasi penanganan CPR pada Mahasiswa Ners. Metode penelitian ini merupakan quasi experiment dengan desain pre test and post test without control group design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 36 responden yang diperoleh dengan teknik purposive sampling. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon. Hasil uji statistik Wilcoxon antara keterampilan responden sebelum seluruhnya (100%) kurang terampil dan setelah dilakukan pelatihan BHD 19 responden (52,8%) terampil. Kesiapan penanganan CPR sebelum intervensi 16 responden (44,4%) dalam kategori kesiapan cukup, sesudah intervensi 23 responden (63,9%) dalam kategori kesiapan baik. Motivasi responden sebelum 88,9% (kurang motivasi), sesudah 91,7% (motivasi tinggi). Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,000 Ë‚ 0,05 untuk keterampilan, nilai p-value 0,000 Ë‚ 0,05 untuk kesiapan dan nilai p-value 0,000 Ë‚ 0,05 untuk motivasi. Hal tersebut menunjukkan adanya pengaruh pelatihan Bantuan Hidup Dasar terhadap keterampilan, kesiapan dan motivasi penanganan CPR pada mahasiswa di Universitas Kusuma Husada Surakarta. Disimpulkan pemberian pelatihan bantuan hidup dasar berpengaruh pada tingkat keterampilan, kesiapan, dan motivasi responden dalam melakukan cardiopulmonary resuscitation. One of the emergency conditions is cardiac arrest. Basic Life Support or Cardiopulmonary Resuscitation (CPR) is an intervention to restore, develop and maintain vital functions in victims of cardiac arrest and respiratory arrest. Skills in carrying out BLS are needed by everyone, including students, with the aim of reducing the severity that will arise and the subsequent negative impacts. So students are expected to have the skills, readiness and motivation to carry out CPR. This research aims to determine the effect of BLS training on the skills, readiness and motivation to handle CPR in nursing students. This research method is a Quasi Experiment with a Pre Test and Post Test Without Control Group Design. The sample in this study was 36 respondents obtained using the Purposive Sampling technique. Data analysis using the Wilcoxon statistical test. The results of the Wilcoxon statistical test between the skills of respondents before all (100%) were less skilled and after BLS training 19 respondents (52.8%) were skilled. Readiness to handle CPR before the intervention was 16 respondents (44.4%) in the sufficient readiness category, after the intervention 23 respondents (63.9%) were in the good readiness category. Respondents' motivation before 88.9% (less motivation), after 91.7% (high motivation). The results of the Wilcoxon statistical test show p-value of 0.000 Ë‚ 0.05 for skills, p-value of 0.000 Ë‚ 0.05 for readiness and p-value of 0.000 Ë‚ 0.05 for motivation. This shows the influence of Basic Life Support training on the skills, readiness and motivation to handle CPR among students at Kusuma Husada University, Surakarta. It was concluded that providing basic life support training affected the level of skills, readiness and motivation of respondents in carrying out cardiopulmonary resuscitation.
PENGARUH ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP TINGKAT NYERI PADA IBU PASCA SECTIO CAESAREA DI RS BHAYANGKARA TK I PUSDOKKES POLRI JAKARTA TIMUR Putri Cahya Emilia; Jenny Anna Siauta; Rukmaini Rukmaini
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1299

Abstract

Tingkat nyeri yang dirasakan pada ibu pasca operasi sectio caesarea masih sangat tinggi karena efek dari luka sayatan dibagian perut ibu sehingga mengganggu kenyamanan dan mobilisasi menjadi terbatas. Untuk mengatasi hal ini peneliti memberikan tindakan non farmakologi berupa teknik komplementer menggunakan endorphin massage untuk membantu mengurangi nyeri. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh endorphin massage terhadap tingkat nyeri pada ibu pasca sectio caesarea di RS Bhayangkara TK. I Pusdokkes Polri. Penelitan menggunakan quasi-experiment dengan 2 kelompok yaitu intervensi dan kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 40 responden. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi skala nyeri NRS dan lembar SOP endorphin massage. Analisis yang digunakan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann Whitney. Hasil penelitian: Adanya pengaruh endorphin massage terhadap tingkat nyeri pada ibu pasca sectio caesarea dengan (p value 0,000). Terdapat perbedaan hasil uji 2 pada kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai selisih penurunan tingkat nyeri lebih banyak 15,05 dan hasil (p value 0,000) Untuk uji 1 terdapat nilai selisih penurunan tingkat nyeri hanya 3,15 dan hasil (p value 0,331). Kesimpulannya ada pengaruh endorphin massage terhadap tingkat nyeri dan terdapat perbedaan pada kelompok intervensi dengan menggunakan endorphin massage yaitu tingkat nyeri lebih rendah dibandingkan yang tidak dilakukan endorphin massage pada ibu pasca sectio caesarea di RS Bhayangkara Tk.I Pusdokkes Polri The level of pain felt by mothers after caesarean section surgery is still very high due to the effect of the incision in the mother's abdomen, which interferes with comfort and limited mobility. To overcome this, researchers provided non-pharmacological measures in the form of complementary techniques using endorphin massage to help reduce pain. The aim of this study was to determine the effect of endorphin massage on pain levels in mothers after caesarean section at Bhayangkara TK Hospital. I Police Health Center. The research used a quasi-experiment with 2 groups, namely intervention and control. Sampling used a purposive sampling technique of 40 respondents. The research instrument used the NRS pain scale observation sheet and endorphin massage SOP sheet. The analysis used the Wilcoxon test and the Mann Whitney test. Research results: There is an influence of endorphin massage on the level of pain in mothers after caesarean section with (p value 0.000). There is a difference in the results of test 2 in the intervention and control groups with the difference value of the reduction in pain levels being more 15.05 and the result (p value 0.000). For test 1 there is a difference value in the reduction of pain levels of only 3.15 and the result (p value 0.331). In conclusion, there is an influence of endorphin massage on pain levels and there is a difference in the intervention group using endorphin massage, namely the level of pain is lower compared to those who did not receive endorphin massage in mothers after caesarean section at Bhayangkara Hospital Tk.I Pusdokkes Polri
ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN ATRIAL FIBRILASI PADA PASIEN MITRAL STENOSIS DI RSD Dr. SOEBANDI JEMBER Hairrudin Hairrudin; Feby Triastiana Kurbaini; Pipiet Wulandari
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1308

Abstract

Mitral stenosis merupakan kelainan katup jantung dengan prevalensi yang masih tinggi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini menjadi penyebab tersering morbiditas dan mortalitas dini pada generasi muda di seluruh dunia. Salah satu komplikasi dari mitral stenosis adalah atrial fibrilasi yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko seperti, usia lanjut, dilatasi atrium sinistra, rendahnya nilai Left Ventricular Ejection Fraction (LVEF) dan Tricupsid Annular Plane Systolic Excursion (TAPSE), serta presentasi trombus. Penelitian ini bertujuan untuk menilai faktor risiko kejadian atrial fibrilasi pada pasien mitral stenosis. Penelitian ini menggunakan jenis analitik deskriptif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh pasien rawat jalan yang terdiagnosis mitral stenosis di Poli Jantung RSD dr. Soebandi Jember pada periode antara Januari 2022 - Januari 2024. Data variabel dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik berganda). Jumlah sampel penelitian sebanyak 70 pasien, pasien mitral stenosis didominasi oleh wanita dan pasien berusia >40 tahun. Sebanyak 81% pasien mitral stenosis mengalami atrial fibrilasi. Dari enam variabel yang diteliti didapatkan bahwa derajat mitral stenosis (P = 0,005 ; OR = 12,744) dan usia >40 tahun (P = 0,012 ; OR = 15,835) memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian atrial fibrilasi berdasarkan hasil uji bivariat dan multivariat. Dapat disimpulkan bahwa faktor risiko terkait kejadian atrial fibrilasi pada pasien mitral stenosis di RSD dr. Soebandi Jember adalah derajat mitral stenosis dan usia lanjut. Mitral stenosis is a heart valve disorder with a high prevalence in developing countries such as Indonesia. This disease is the most common cause of morbidity and premature mortality in young people throughout the world. One of the complications of mitral stenosis is atrial fibrillation, which can be caused by several risk factors such as advanced age, left atrial enlargement, low Left Ventricular Ejection Fraction (LVEF), and Tricupsid Annular Plane Systolic Excursion (TAPSE), as well as thrombus presentation. This study aims to assess the risk factors for atrial fibrillation in mitral stenosis patients. This research uses descriptive analytics with a cross-sectional research design. The research sample was all outpatients diagnosed with mitral stenosis at the Cardiac Polyclinic, RSD Dr. Soebandi Jember in the period between January 2022 - January 2024. Variable data was analyzed using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate analysis (multiple logistic regression). The total research sample was 70 patients, with mitral stenosis patients being dominated by women and patients aged >40 years. As many as 81% of mitral stenosis patients experience atrial fibrillation. Of the six variables studied, it was found that the degree of mitral stenosis (P = 0.005; OR = 12.744) and age >40 years (P = 0.012; OR = 15.835) had a significant relationship with the incidence of atrial fibrillation based on the results of bivariate and multivariate tests. It can be concluded that the risk factors related to the incidence of atrial fibrillation in mitral stenosis patients at RSD Dr. Soebandi Jember is the degree of mitral stenosis and advanced age.
PENGARUH WAKTU TUNGGU TERHADAP MINAT KUNJUNGAN ULANG YANG DIMEDIASI KEPUASAN PASIEN Morita Dwi Tinaningsih; Erliany Syaodih; Agus Hadian Rahim
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 15 No. 2, Juli 2024
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v15i2.1367

Abstract

Waktu tunggu yang lama dalam proses mendapatkan pelayanan bagi pasien di Rumah Sakit dapat menyebabkan ketidakpuasan dan mempengaruhi pasien untuk melakukan kunjungan ulang rawat jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tunggu terhadap kunjungan ulang pasien yang dimoderasi oleh kepuasaan pasien mendapatkan pelayanan. Desain penelitian ini adalah jenis studi survei kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Studi tersebut dilakukan di RSUD Panglima Sebaya pada bulan November 2023. Metode penelitian menggunakan purposive sampling, dengan memilih subjek yang memenuhi kriteria responden/sampel sebanyak 376 Pasien Rawat Jalan. Analisis data yang digunakan yaitu uji regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), dan pengaruh waktu tunggu terhadap kunjungan ulang pasien nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05), serta pengaruh kepuasan pasien terhadap kunjungan ulang diperoleh nilai p-value sebesar 0,000 (<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ada pengaruh waktu tunggu terhadap kepuasan pasien, ada pengaruh waktu tunggu terhadap kunjungan ulang pasien dan ada pengaruh kepuasan pasien terhadap kunjungan ulang. Long waiting times in the process of getting services for patients at the hospital can cause dissatisfaction and influence patients to make outpatient re-visits. This study aims to determine the effect of waiting time on patient revisits moderated by patient satisfaction with service. This research design is a type of quantitative survey study with a cross-sectional approach. The study was conducted at Panglima Sebaya Hospital in November 2023. The research method uses purposive sampling, by selecting subjects who meet the criteria for respondents/samples of 376 outpatients. The data analysis used was logistic regression test. The results showed that the effect of waiting time on patient satisfaction obtained a p-value of 0.000 (<0.05), and the effect of waiting time on patient revisit p-value of 0.000 (<0.05), and the effect of patient satisfaction on revisit obtained a p-value of 0.000 (<0.05). The conclusion in this study is that there is an effect of waiting time on patient satisfaction, there is an effect of waiting time on patient revisits and there is an effect of patient satisfaction on revisits.