cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2018)" : 10 Documents clear
Menjadi ibu hebat untuk menurunkan penolakan ibu terhadap anak dengan gangguan spektrum autis (GSA) Purwaningrum, Devia; Wahyuningsih, Hepi; Nugraha, Sumedi P
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.239 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7140

Abstract

Abstrak. Sikap penerimaan ibu merupakan faktor penting dalam pengasuhan terhadap anak dengan gangguan spektrum autis (GSA). Ibu yang memiliki penerimaan yang tinggi mampu mengembangkan pengasuhan yang positif dan anak mampu berkembang secara optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui psikoedukasi Menjadi Ibu Hebat untuk menurunkan penolakan terhadap anak dengan GSA. Partisipan adalah tiga ibu yang memiliki anak dengan GSA. Pengumpulan data menggunakan parental acceptance-rejection scale (PARQ). Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen one-group pretest-posttest. Analisis data dilakukan uji Friedman Test. Hasil uji statistik dengan uji Friedman Test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan penanganan, q =1,000, nilai signifikansi 0,607 (p>0,05). Kata kunci: Psikoedukasi, Penolakan Orangtua, Gangguan Spektrum Autis (GSA) Abstract. Mother acceptance is an important factor in caring for children with autism. A mother that has a high acceptance is capable of developing a positive parenting skill and as a result the children are able to grow optimally. This research aimed to examine the psychoeducation to be a great mother to reduce the rejection towards children with autism. The participants were three mothers who have children with autism. Data collection used the parental acceptance-rejection scale (PARQ). The study design using the experimental quasi of one-group pretest-posttest. Data analysis was conducted through the Friedman Test. The result of statistical test with Friedman Test showed no significant difference between before and after the treatment, q = 1,000, and significance value 0,607 (p> 0.05).  Key words: Psychoeducation, rejection, parents, autism spectrum disorder (ASD)
PSIKOEDUKASI UNTUK MENINGKATKAN PARENTING SELF-EFFICACY PADA IBU ANAK PENYANDANG AUTISME Purbasafir, Trialovena Firizbrilian; Fasikha, Siti Suminarti; Saraswati, Putri
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.81 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7143

Abstract

Abstrak. Mengasuh anak dengan autis merupakan tantangan bagi orang tua terutama ibu. Untuk menghadapi tantangan tersebut dibutuhkan Parenting self-efficacy yang tinggi untuk menghadapi stressor yang muncul selama proses pengasuhan. Psikoedukasi menjadi salah satu metode intervensi yang efektif untuk meningkatkan variabel tersebut, melalui kesiapan kognitif dengan memberikan pemahaman dan informasi baru. Subjek penelitian ini adalah orang tua siswa di Pusat Layanan Autis Malang sebanyak 4 orang yang diambil dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh psikoedukasi terhadap parenting-self efficacy orang tua sebelum dan sesudah pemberian psikoedukasi ditunjukkan dengan hasil uji wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat digunakan untuk meningkatkan parenting self-efficacy pada ibu anak penyandang autis.Kata Kunci: psikoedukasi, parenting self-efficacy, ibu dengan anak autisAbstract. Parenting a child with autism disorder is a great challenge for the mother. Hence, the ideal parenting self-efficacy is needed to face stressor which appears increases the variable through up to date information. The study selects four parents at Autism Services Center using purposive technique sampling. This study applied pre-experimental design with one group pre-test and post-test. The results of the study showed that psychoeducation influences parenting self-efficacy before and after giving treatment which showed by Wilcoxon test. Result showed that psychoeducation is highly important to improve parenting self-efficacy among mother to the children with autism disorder. Keywords:  psychoeducation, parenting self-efficacy, mother, child with autism disorder
CRITICAL-THINKING ASSESSMENT TABLE: A NOVEL STRATEGY TO FOSTER STUDENTS’ CRITICAL THINKING DISPOSITIONS Sulaiman, Ahmad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.544 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.5892

Abstract

Abstrak. Disposisi berfikir-kritis adalah aspek penting dalam diri siswa yang mendorong mereka untuk berfikir-kritis baik dalam kehidupan akademik dan sehari-hari. Sayangnya, para peneliti menaruh perhatian yang begitu kecil kepada disposisi berfikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji coba suatu strategi baru untuk menumbuhkan disposisi berfikir-kritis tiga mahasiswa pascasarjana Indonesia. Strategi itu direpresentasikan dalam sebuah tabel yang berisi kriteria berfikir-kritis dan fase regulasi diri berfikir-kritis. Strategi tersebut bertujuan untuk menjadikan eksplisit sekaligus melatih metakognisi dan regulasi diri siswa dalam proses berfikir kritis. Nilai yang didapat dari skala disposisi berfikir-kritis menunjukkan bahwa intervensi berhasil meningkatkan disposisi berfikir kritis pada siswa. Sementara itu, interview mengungkap beberapa temuan yang berharga mengenai kesulitan pembelajaran siswa dan bagaimana intervensi telah berhasil membuat siswa menyadari proses berfikirnya disamping, melatih metakognisi dan regulasi diri mereka. Keterbatasan dan implikasi dari strategi ini akan didiskusikan lebih lanjut.Kata kunci: disposisi berfikir kritis, regulasi diri, metakognisiAbstract. Critical-thinking dispositions are integral to drive and maintain students? use of critical-thinking in their academic and daily life setting. Yet, critical-thinking dispositions have received small attention from researchers. The present study developed and tested a novel strategy aimed to foster three Indonesian Master Students? critical-thinking dispositions. The strategy represented by a table consisting of a set of critical-thinking criteria and phases of critical-thinking self-regulation. The strategy intended to make explicit and to enhance the students? metacognition and self-regulation in the process of critical-thinking. Scores retrieved from critical-thinking dispositions scale shows that the intervention successfully increased the overall students? level of critical-thinking dispositions. The qualitative data from individual interviews revealed some valuable insights about the students? learning difficulties and that the strategy successfully made students aware of their thinking process and reinforced the students? metacognition and self-regulation process. The limitation and implication of the strategy are discussed.Keywords: critical-thinking dispositions, self-regulation, metacognition
HUBUNGAN KESEPIAN DAN PENGUNGKAPAN DIRI DI INSTAGRAM PADA DEWASA YANG BELUM MENIKAH Anggraeni, Nora; Zulfiana, Uun
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.11 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7144

Abstract

Abstrak. Penggunaan media sosial salah satunya instagram sebagai wadah berbagi informasi untuk mengatasi perasaan kesepian yang dirasakan akibat ketiadaan hubungan dengan individu lain di dunia nyata. Sebagian individu yang telah memasuki fase dewasa masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan berhubungan dengan orang lain. Salah satu cara yang dilakukan dengan membentuk komitmen untuk membangun sebuah pernikahan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan pengungkapan diri di instagram pada dewasa yang belum menikah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan sampel sejumlah 260 orang yang diambil menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala pengungkapan diri dan kesepian yang dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara kesepian dan pengungkapan diri di instagram pada dewasa yang belum menikah.Kata Kunci: Kesepian, Pengungkapan Diri, Dewasa Belum MenikahAbstract. Exchanging information is one of the leading reasons social media is frequently used nowadays. Instagram for instance, its presence is not only for sharing information to others but also for surmounting solitude as result of social interaction absence in reality. For individuals who have been indicated as adults, the ability to do interaction to others is incapable, marriage commitment as an example. This current study is aimed to find out the relation between loneliness and self-disclosure through instagram for unmarried adults. In this current study used correlational quantitative method in which 260 research participants were recruited by employing nonprobability sampling technique with purposive sampling type. The assembled data taken by using scale of loneliness and self-disclosure and analysed by way of Spearmen correlation. The results have shown that there are no relations between solitude and self-disclosure through instagram for unmarried adults. Keywords:  Loneliness, Self-disclosure, Unmarried Adults
KUALITAS HIDUP LANSIA DITINJAU DARI SABAR DAN DUKUNGAN SOSIAL Sari, Devi Maya Puspita; Lestari, Canina Yustisia Dwi; Putra, Evan Chairul; Nashori, Fuad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10050.556 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.5341

Abstract

Abstrak. Lanjut usia merupakan salah satu masa perkembangan yang ditandai dengan menurunnya fungsi fisik, psikologis, dan sosial. Penurunan fungsi tersebut dapat menurunkan kualitas hidup lansia. Untuk meningkatkan kualitas hidup lansia, diperlukan sebuah dukungan sosial dan strategi koping dalam menghadapi perubahan yang terjadi. Strategi koping yang dapat digunakan adalah sabar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara sabar dan dukungan sosial terhadap kualitas hidup lansia di Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 24 laki-laki dan 34 perempuan yang diperoleh dengan purposive sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL) skala sabar, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis data menggunakan analisis regresi berganda dan korelasi pearson. Hasil analisis menunjukkan bahwa sabar dan dukungan sosial berkorelasi positif dengan kualitas hidup lansia. Dengan kata lain, kualitas hidup dapat diprediksi berdasarkan kesabaran dan dukungan sosial.Kata kunci: kualitas hidup, sabar, dukungan sosial, lansia Abstrack. Elderly is one of development periods characterized by physical, psychological, and social degeneration that can decrease the quality of life. Quality of life can be improved by social support and sabr as a coping strategy to overcome the problems that occur in elderly periods. This research aimed to analyze the correlation between sabr and social support with quality of life of elders in Yogyakarta. The number of subjects is 24 men and 34 women which is chosen by purposive sampling. Data was collected by The World Health Organization Quality of Life (WHOQOL), patience instrument, and Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Multiple linear regression was used to analyze multivariate correlation and pearson correlation was used to analyze the bivariate correlation. This suggest that there was a significant positive correlation between sabr, social support and quality of life of elders. In the other words, quality of life can be predicted based on sabr and social support. Keyword : Quality of life, Patience, Social Support, Elderly
Peran contextual support and barrier terhadap career indecision pada mahasiswa tingkat akhir Pratiwi, Dea Intan; Akmal, Sari Zakiah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.17 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7141

Abstract

Abstrak. Individu yang sudah menempuh pendidikan tinggi diharapkan telah memperoleh kompetensi untuk menentukan pilihan karier. Akan tetapi, tidak semua mahasiswa tingkat akhir mudah dalam menentukan pilihan karier, ada pula diantaranya yang mengalami kebingungan atau ketidakmampuan untuk menentukan pilihan karier atau yang disebut sebagai career indecision.  Faktor penting yang secara langsung dapat mempengaruhi pilihan karier individu adalah faktor eksternal atau yang disebut sebagai contextual support and barrier. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peranan contextual support and barrier terhadap career indecision pada mahasiswa tingkat akhir di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang melibatkan 320 mahasiswa yang berkuliah di Indonesia, yang diperoleh dengan teknik sampel incidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa contextual support and barrier berperan sebesar 10.9% terhadap career indecision yang dirasakan mahasiswa tingkat akhir. Contextual barrier berperan secara signifikan terhadap career indecision pada mahasiswa tingkat akhir. Kata kunci: Career Indecision, Contextual Support and Barrier, Mahasiswa Tingkat Akhir Abstract. Individuals who have higher education are expected to have acquired the competence to determine career choice. However, not every final-year college student are easy in determining career options, some of them are experiencing confusion or inability to choose their career or what is called career indecision. Important factors that can directly affect the individual's career choice is an external factor which are contextual support and barrier. This research was conducted to find out how the role of contextual support and barrier to career indecision among the final grade students in Indonesia. The method used in this study was associative research. Subjects in this study were 320 students who studying in Indonesia. The results showed that contextual support and barrier have a significant role toward the student's perceived career indecision by 10.9%. The contextual barrier has a significant role for the career indecision in the final grade students. Keywords : Career Indecision, Contextual Support And Barrier, Final-year Student
Kontrol diri pada individu yang orangtuanya bercerai ditinjau dari pemaafan dan religiusitas Alamsyah, Fairuzatul Hakimah; Uzra', Ghea Niasgita F; Rahmalia, Indah Dewanti; Rusdi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.236 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.5590

Abstract

Abstrak. Individu yang orang tuanya bercerai cenderung mengalami dinamika yang berbeda dengan individu yang orang tuanya memiliki hubungan yang harmonis. Mereka cenderung merasakan pergolakan emosi yang mendalam akibat perceraian kedua orang tuanya yang kemudian berdampak pada bagaimana kemempuan mereka untuk mengontrol dirinya agar tidak terjerumus kepada hal-hal negatif. Beberapa hal yang bisa mendukung kontrol diri dengan baik adalah bagaimana mereka mampu memaafkan peristiwa yang telah tejadi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemaafan dan religiusitas terhadap kontrol diri. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 37 orang yang memiliki orangtua dengan status bercerai. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji regresi berganda dan uji beda. Data dikumpulkan menggunakan skala kontrol diri, skala pemaafan, dan skala religiusitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara kontrol diripada individu yang orang tuanya bercerai ditinjau dari pemaafan dan religiusitas. Pemaafan memiliki pengaruh langsung terhadap kontrol diri serta memiliki hubungan positif yang signifikan. Religiusitas juga memiliki hubungan dengan kontrol diri, namun hubungan antar keduanya bukanlah hubungan langsung melainkan melalui pemaafan sebagai mediator.Kata Kunci : kontrol diri, pemaafan, religiusitas  Abstract. Individuals whose parents divorce tend to experience different dynamics with individuals whose parents have a harmonious relationship. They tend to feel a deep emotional upheaval due to the divorce of their parents which then affects how they are able to control themselves so as not to fall into negative things. Some things that can support self-control well are how they are able to forgive the events that have occurred and get closer to Allah SWT. The purpose of this study is to determine the relationship between forgiveness and religiosity towards self-control. Subjects in this study amounted to 37 people who have parents with divorced status. Data analysis used in this study is multiple regression test and different test. Data were collected using a scale of self-control, forgiveness scale, and scale of religiosity. The results showed that there was a significant correlation between controls in the individual whose parents divorced in terms of forgiveness and religiosity. Forgiveness has a direct influence on self-control and has a significant positive relationship. Religiosity also has a relationship with self-control, but the relationship between the two is not a direct relationship but through forgiveness as a mediator.Keyword : self-control, forgiveness, religiosity
Inferiority dan perilaku bullying dimediasi oleh dorongan agresi pada remaja sekolah menengah pertama Istanti, SIlvia Risa; Yuniardi, Muhammad Salis
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.354 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.5948

Abstract

Abstrak. Bullying menempati posisi pertama dibandingkan kasus lainnya di dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh inferiority terhadap perilaku bullying dengan dorongan agresi sebagai variabel mediator. Partisipan penelitian berjumlah 150 pelaku bullying yang merupakan siswa SMP. Hasil analisis mediasi menggunakan ordinary leeast square regression dengan macro SPSS model 4 dari hayes menunjukkan bahwa inferiority mempengaruhi perilaku bullying remaja melalui perantara dorongan agresi. Remaja yang memiliki perasaan rendah diri, lemah, tidak mampu melakukan suatu hal akan cenderung memiliki dorongan agresi untuk melakukan kekerasan berupa perilaku bullying kepada orang.Kata Kunci: Dorongan Agresi, Perilaku Bullying, InferiorityAbstract. Bullying has been reported as the most frequent cases in education. This study aimed to examine the effect of inferiority on bullying behavior with aggression as a mediator variable. Participants were 150 bullying actors which were junior high school students. The mediation analysis using ordinary leeast square regression through macro SPSS model 4 from hayes showed that inferiority influenced bullying behavior of teenagers mediated by aggression encouragement. It means that teenagers who have inferiority, weakness feeling, feel unable to do anything will have the aggression encouragement to make a violence by doing bullying actions to others. Keywords:  Aggression Encouragement, Bullying Behavior, Inferiority
Membangun teacher learning climate sebagai strategi peningkatan kualitas guru kadiyono, Anissa lestari; Anjani, Sekar Ayu; Deliana, Serawanti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.124 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.5746

Abstract

Abstrak. Upaya dalam mewujudkan guru sebagai pembelajar dalam menyikapi perubahan akan tuntutan pendidikan dan kemajuan zaman membuat harus adanya upaya dari lingkungan, yaitu sekolah maupun dari dalam diri guru yang akan bersinergi untuk muwujudkan guru sebagai pembelajar. Upaya sekolah dalam mendukung pembelajaran guru di sekolah dapat dijelaskan dengan teori Teacher Learning Climate dari Marsick dan Watkins (2003). Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran mengenai Teacher Learning Climate yang dapat dibangun pada guru SMP Negeri di Kota Bandung. Penelitian ini dilakukan kepada 109 guru yang aktif mengajar pada SMP Negeri di Kota Bandung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah non-eksperimental kuantitatif. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner Teacher Learning Climate. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, kemudian diolah secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teacher Learning Climate pada guru di kota Bandung dapat dibangun melalui Kolaborasi dan Kepemimpinan yang menunjang dari Sekolah. Upaya meningkatkannya melalui forum komunikasi guru dan adanya kepemimpinan yang efektif dari sekolah akan meningkatkan Teacher Learning Climate pada Sekolah Menengah Pertama Negeri di Kota Bandung. Dengan peningkatan Teacher Learning Climate, maka hal ini akan meningkatkan kualitas guru pengajar yang akan meningkatkan kualitas pendidikan secara umum.Kata kunci: Teacher Learning Climate, Guru, Sekolah Menengah PertamaAbstract. We needs efforts in realizing the teacher as a long-life learner in dealing with various changes will demand knowledge improvement and advancement to make them survive and will perform as well as government expected. School and their learning environment should be synergized to make a teacher as a long-life learner. School efforts in supporting teacher learning in schools can be explained by Teacher Learning Climate theory from Marsick and Watkins (2003). The purpose of this study is to provide an overview of teacher learning climate that can be built at Junior High School in Bandung. This study was conducted to 109 teachers who actively teach at Junior High School in Bandung. The research design used non-experimental quantitative. Data were collected using Teacher Learning Climate questionnaire, then processed statistically. The results showed that Teacher Learning Climate at Junior High School in Bandung city can be built from Collaboration and Leadership at School. Some efforts to improve it through teacher communication forums and the effective leadership at schools will improve Teacher Learning Climate at Junior High School in Bandung. Improving Teacher Learning Climate will fostering teacher qualitification and will make educational quality improvement.Keywords: Teacher Learning Climate, Teacher, Junior High School
Gaya hidup hedonis dan intensi korupsi pada mahasiswa pengurus lembaga intra kampus Sartika, Yuniar Dwi; Hudaniah, Hudaniah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.12 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7142

Abstract

Abstrak. Kasus korupsi banyak terjadi di lembaga pemerintahan sehingga intensi korupsi berpotensi terjadi di lembaga intra kampus yang merupakan miniatur dari lembaga pemerintahan. Intensi korupsi merupakan niat untuk melakukan korupsi. Banyak dijumpai individu memiliki gaya hidup hedonis, termasuk mahasiswa. Gaya hidup hedonis merupakan pola hidup yang mengutamakan kesenangan semata. Ketika individu tidak memiliki cukup uang untuk menunjang gaya hidup hedonisnya maka ia akan memiliki intensi korupsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan gaya hidup hedonis dan intensi korupsi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 135 mahasiswa pengurus lembaga intra berusia 18-22 tahun. Pengambilan data menggunakan skala gaya hidup hedonis dan skala intensi korupsi yang dibuat sendiri oleh peneliti. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara gaya hidup hedonis dengan intensi korupsi pada mahasiswa pengurus lembaga intra. Semakin tinggi gaya hidup hedonis mahasiswa, akan semakin tinggi pula intensi korupsinya.Kata Kunci: Gaya hidup hedonis, intensi korupsi, mahasiswa pengurus lembaga intraAbstract. Many corruption cases occurred in government institutions so that intention of corruption have the potential to occur in intra-campus institutions that are miniatures of government institutions. The intention of corruption is the intention to commit corruption. Many individuals are found to have hedonic lifestyles, including students. Hedonic lifestyle is a lifestyle that prioritizes pleasure. When an individual does not have enough money to support his hedonic lifestyle he will have a intention of corruption. The purpose of this research is to know whether there is any relationship of hedonic lifestyle and intention of corruption. This research is a correlational quantitative research using puposive sampling technique involving 135 students of intra institution aged 18-22 years. Data is retrieved using hedonic lifestyle scale and intention of corruption scale by researchers. The data obtained were analyzed using product moment analysis. The results showed a significant positive correlation between hedonic lifestyles with intention of corruption on students of intra institution. The highly of hedonic lifestyle of students, could be highly of their intention of corruption.Keywords:  Hedonic lifestyle, intention of corruption, student of intra institution

Page 1 of 1 | Total Record : 10