cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan
ISSN : 23018267     EISSN : 25408291     DOI : -
Core Subject : Social,
JIPT (Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan) publishes a scientific papers on the results of the study/research and review of the literature in the sphere of psychology.
Arjuna Subject : -
Articles 433 Documents
Peran dukungan sosial terhadap optimisme pada cancer survivor di rumah sakit islam khadijah Palembang Fitrah Jufiah Pratiwi; Sayang Ajeng Mardhiyah; Amalia Juniarly
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 7 No. 2 (2019): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.591 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i2.7012

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan dukungan sosial terhadap optimisme pada cancer survivor di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Hipotesis pada penelitian ini adalah ada peranan dukungan sosial terhadap optimisme pada cancer survivor di Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang. Penelitian ini menggunakan teknik non-probability sampling yaitu sampling jenuh sebanyak 93 cancer survivor di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Optimisme dan dukungan sosial cancer survivor diukur dengan skala optimisme dan dukungan sosial, dengan mengacu pada jenis dukungan sosial dari House (Smet, 1994) dan dimensi optimisme dari Seligman (2006). Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan dukungan sosial memiliki peranan terhadap optimisme yaitu diperoleh taraf siginifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dengan nilai R square sebesar 0,408, yang berarti dukungan sosial memiliki peran 40,8% terhadap optimisme, sedangkan sisanya adalah kontribusi variabel lain.Kata kunci: Cancer Survivor, Dukungan Sosial, Optimisme Abstract. The research aims to determine the role of social support to optimism on cancer survivor at Siti Khadijah Islamic Hospital Palembang. The hypothesis of this research has a role of social support to optimism on cancer survivor at Siti Khadijah Islamic Hospital Palembang. The research uses non-probability sampling which is saturated sampling, 93 cancer survivors at Siti Khadijah Islamic Hospital Palembang become the subject. Optimism and social support cancer survivors was measured by the scale of social support and optimism, with reference to the types of social support from House (Smet, 1994) and the dimensions of optimism from Seligman (2006). Data analyzed using simple regression analysis. The results of this research indicate social support has a role to optimism that is obtained a significance level of 0,000 (p <0.05) with R square value of 0.408, which means social support has a 40,8% role to optimism and the remaining 59,2% was influenced by other factors.Keywords: Cancer Survivor, Optimism, Social Support
Kualitas hidup ditinjau dari harapan pada pasien wanita penderita kanker David Junovandy; Rianda Elvinawanty; Winida Marpaung
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 7 No. 1 (2019): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.449 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i1.7070

Abstract

Abstrak. Jumlah pasien kanker di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Pada pasien kanker sering ditemukan permasalahan fisik, psikologis, relasi sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harapan dengan kualitas hidup pada pasien wanita penderita kanker. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif antara harapan dengan kualitas hidup. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah pasien wanita penderita kanker di Murni Teguh Memorial Hospital sebanyak 136 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson Product Moment Correlation dengan bantuan program SPSS 19.00 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0.712 (p<0.001). Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara harapan dengan kualitas hidup. Temuan ini dapat digunakan oleh pasien kanker sebagai dasar peningkatan kualitas hidup dimana pasien kanker perlu menumbuhkan harapan. Pasien kanker yang memiliki aspek psikologis positif seperti harapan dapat menangguhkan pasien dalam memandang kehidupannya.Kata kunci: harapan, kualitas hidup, pasien kanker, wanita Abstract. The case of cancer patients in Indonesia increases in every year. Patients often found physical, psychological, social relationship, and environmental problems. This study aims to find relationship between hope and quality of life. The hypothesis proposed is that there is a positive relationship between hope and quality of life. The subjects of this study were women patients who suffering cancer in Murni Teguh Memorial Hospital consisting of 136 patients selected by using purposive sampling method. The data analysis technique used in this study is the Pearson Product Moment Correlation through the help of SPSS 19.00 for Windows. The results of data analysis showed a correlation coefficient of 0.712 (p<0.001). It showed that there is a positive relationship between hope and quality of life. These findings can be used by cancer patients as a basis for improving the quality of life, cancer patients need to increase hope. Patients who have positive psychological aspects such as the hope could make patients have a good perspective at their lives.Keywords: hope, quality of life, cancer patient, women
Menjadi ibu hebat untuk menurunkan penolakan ibu terhadap anak dengan gangguan spektrum autis (GSA) Devia Purwaningrum; Hepi Wahyuningsih; Sumedi P Nugraha
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 6 No. 2 (2018): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.239 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7140

Abstract

Abstrak. Sikap penerimaan ibu merupakan faktor penting dalam pengasuhan terhadap anak dengan gangguan spektrum autis (GSA). Ibu yang memiliki penerimaan yang tinggi mampu mengembangkan pengasuhan yang positif dan anak mampu berkembang secara optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui psikoedukasi Menjadi Ibu Hebat untuk menurunkan penolakan terhadap anak dengan GSA. Partisipan adalah tiga ibu yang memiliki anak dengan GSA. Pengumpulan data menggunakan parental acceptance-rejection scale (PARQ). Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen one-group pretest-posttest. Analisis data dilakukan uji Friedman Test. Hasil uji statistik dengan uji Friedman Test menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diberikan penanganan, q =1,000, nilai signifikansi 0,607 (p>0,05). Kata kunci: Psikoedukasi, Penolakan Orangtua, Gangguan Spektrum Autis (GSA) Abstract. Mother acceptance is an important factor in caring for children with autism. A mother that has a high acceptance is capable of developing a positive parenting skill and as a result the children are able to grow optimally. This research aimed to examine the psychoeducation to be a great mother to reduce the rejection towards children with autism. The participants were three mothers who have children with autism. Data collection used the parental acceptance-rejection scale (PARQ). The study design using the experimental quasi of one-group pretest-posttest. Data analysis was conducted through the Friedman Test. The result of statistical test with Friedman Test showed no significant difference between before and after the treatment, q = 1,000, and significance value 0,607 (p> 0.05).  Key words: Psychoeducation, rejection, parents, autism spectrum disorder (ASD)
Peran contextual support and barrier terhadap career indecision pada mahasiswa tingkat akhir Dea Intan Pratiwi; Sari Zakiah Akmal
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 6 No. 2 (2018): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.17 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7141

Abstract

Abstrak. Individu yang sudah menempuh pendidikan tinggi diharapkan telah memperoleh kompetensi untuk menentukan pilihan karier. Akan tetapi, tidak semua mahasiswa tingkat akhir mudah dalam menentukan pilihan karier, ada pula diantaranya yang mengalami kebingungan atau ketidakmampuan untuk menentukan pilihan karier atau yang disebut sebagai career indecision.  Faktor penting yang secara langsung dapat mempengaruhi pilihan karier individu adalah faktor eksternal atau yang disebut sebagai contextual support and barrier. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana peranan contextual support and barrier terhadap career indecision pada mahasiswa tingkat akhir di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif yang melibatkan 320 mahasiswa yang berkuliah di Indonesia, yang diperoleh dengan teknik sampel incidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa contextual support and barrier berperan sebesar 10.9% terhadap career indecision yang dirasakan mahasiswa tingkat akhir. Contextual barrier berperan secara signifikan terhadap career indecision pada mahasiswa tingkat akhir. Kata kunci: Career Indecision, Contextual Support and Barrier, Mahasiswa Tingkat Akhir Abstract. Individuals who have higher education are expected to have acquired the competence to determine career choice. However, not every final-year college student are easy in determining career options, some of them are experiencing confusion or inability to choose their career or what is called career indecision. Important factors that can directly affect the individual's career choice is an external factor which are contextual support and barrier. This research was conducted to find out how the role of contextual support and barrier to career indecision among the final grade students in Indonesia. The method used in this study was associative research. Subjects in this study were 320 students who studying in Indonesia. The results showed that contextual support and barrier have a significant role toward the student's perceived career indecision by 10.9%. The contextual barrier has a significant role for the career indecision in the final grade students. Keywords : Career Indecision, Contextual Support And Barrier, Final-year Student
Gaya hidup hedonis dan intensi korupsi pada mahasiswa pengurus lembaga intra kampus Yuniar Dwi Sartika; Hudaniah Hudaniah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 6 No. 2 (2018): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.12 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7142

Abstract

Abstrak. Kasus korupsi banyak terjadi di lembaga pemerintahan sehingga intensi korupsi berpotensi terjadi di lembaga intra kampus yang merupakan miniatur dari lembaga pemerintahan. Intensi korupsi merupakan niat untuk melakukan korupsi. Banyak dijumpai individu memiliki gaya hidup hedonis, termasuk mahasiswa. Gaya hidup hedonis merupakan pola hidup yang mengutamakan kesenangan semata. Ketika individu tidak memiliki cukup uang untuk menunjang gaya hidup hedonisnya maka ia akan memiliki intensi korupsi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan gaya hidup hedonis dan intensi korupsi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 135 mahasiswa pengurus lembaga intra berusia 18-22 tahun. Pengambilan data menggunakan skala gaya hidup hedonis dan skala intensi korupsi yang dibuat sendiri oleh peneliti. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara gaya hidup hedonis dengan intensi korupsi pada mahasiswa pengurus lembaga intra. Semakin tinggi gaya hidup hedonis mahasiswa, akan semakin tinggi pula intensi korupsinya.Kata Kunci: Gaya hidup hedonis, intensi korupsi, mahasiswa pengurus lembaga intraAbstract. Many corruption cases occurred in government institutions so that intention of corruption have the potential to occur in intra-campus institutions that are miniatures of government institutions. The intention of corruption is the intention to commit corruption. Many individuals are found to have hedonic lifestyles, including students. Hedonic lifestyle is a lifestyle that prioritizes pleasure. When an individual does not have enough money to support his hedonic lifestyle he will have a intention of corruption. The purpose of this research is to know whether there is any relationship of hedonic lifestyle and intention of corruption. This research is a correlational quantitative research using puposive sampling technique involving 135 students of intra institution aged 18-22 years. Data is retrieved using hedonic lifestyle scale and intention of corruption scale by researchers. The data obtained were analyzed using product moment analysis. The results showed a significant positive correlation between hedonic lifestyles with intention of corruption on students of intra institution. The highly of hedonic lifestyle of students, could be highly of their intention of corruption.Keywords:  Hedonic lifestyle, intention of corruption, student of intra institution
Psikoedukasi untuk meningkatkan parenting self-efficacy pada ibu anak penyandang autisme Trialovena Firizbrilian Purbasafir; Siti Suminarti Fasikha; Putri Saraswati
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 6 No. 2 (2018): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.81 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7143

Abstract

Abstrak. Mengasuh anak dengan autis merupakan tantangan bagi orang tua terutama ibu. Untuk menghadapi tantangan tersebut dibutuhkan Parenting self-efficacy yang tinggi untuk menghadapi stressor yang muncul selama proses pengasuhan. Psikoedukasi menjadi salah satu metode intervensi yang efektif untuk meningkatkan variabel tersebut, melalui kesiapan kognitif dengan memberikan pemahaman dan informasi baru. Subjek penelitian ini adalah orang tua siswa di Pusat Layanan Autis Malang sebanyak 4 orang yang diambil dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Penelitian ini merupakan penelitian pre eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh psikoedukasi terhadap parenting-self efficacy orang tua sebelum dan sesudah pemberian psikoedukasi ditunjukkan dengan hasil uji wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa psikoedukasi dapat digunakan untuk meningkatkan parenting self-efficacy pada ibu anak penyandang autis.Kata Kunci: psikoedukasi, parenting self-efficacy, ibu dengan anak autisAbstract. Parenting a child with autism disorder is a great challenge for the mother. Hence, the ideal parenting self-efficacy is needed to face stressor which appears increases the variable through up to date information. The study selects four parents at Autism Services Center using purposive technique sampling. This study applied pre-experimental design with one group pre-test and post-test. The results of the study showed that psychoeducation influences parenting self-efficacy before and after giving treatment which showed by Wilcoxon test. Result showed that psychoeducation is highly important to improve parenting self-efficacy among mother to the children with autism disorder. Keywords:  psychoeducation, parenting self-efficacy, mother, child with autism disorder
Hubungan kesepian dan pengungkapan diri di instagram pada dewasa yang belum menikah Nora Anggraeni; Uun Zulfiana
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 6 No. 2 (2018): August
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (829.11 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v6i2.7144

Abstract

Abstrak. Penggunaan media sosial salah satunya instagram sebagai wadah berbagi informasi untuk mengatasi perasaan kesepian yang dirasakan akibat ketiadaan hubungan dengan individu lain di dunia nyata. Sebagian individu yang telah memasuki fase dewasa masih belum mampu untuk memenuhi kebutuhan berhubungan dengan orang lain. Salah satu cara yang dilakukan dengan membentuk komitmen untuk membangun sebuah pernikahan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan pengungkapan diri di instagram pada dewasa yang belum menikah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional dengan sampel sejumlah 260 orang yang diambil menggunakan teknik nonprobability sampling jenis purposive sampling. Pengambilan data menggunakan skala pengungkapan diri dan kesepian yang dianalisis menggunakan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan tidak ada hubungan antara kesepian dan pengungkapan diri di instagram pada dewasa yang belum menikah.Kata Kunci: Kesepian, Pengungkapan Diri, Dewasa Belum MenikahAbstract. Exchanging information is one of the leading reasons social media is frequently used nowadays. Instagram for instance, its presence is not only for sharing information to others but also for surmounting solitude as result of social interaction absence in reality. For individuals who have been indicated as adults, the ability to do interaction to others is incapable, marriage commitment as an example. This current study is aimed to find out the relation between loneliness and self-disclosure through instagram for unmarried adults. In this current study used correlational quantitative method in which 260 research participants were recruited by employing nonprobability sampling technique with purposive sampling type. The assembled data taken by using scale of loneliness and self-disclosure and analysed by way of Spearmen correlation. The results have shown that there are no relations between solitude and self-disclosure through instagram for unmarried adults. Keywords:  Loneliness, Self-disclosure, Unmarried Adults
validitas konstruk alat ukur kesalehan sosial istiqomah istiqomah
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 7 No. 1 (2019): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.191 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i1.7216

Abstract

Alat  ukur  kesalehan sosial adalah  alat ukur yang terdiri dari 41  item  dengan tujuh dimensi yang diukur yaitu  (a) solidaritas sosial (al-takaful al-ijtima’i), (b) toleransi (al-tasamuh), (c) mutualitas/kerjasama (al-ta’awun), (d) tengah-tengah (al-I’tidal), dan (e) stabilitas (al-tsabat) (f) menolong dan (g) kejujuran. Tujuan dari pengembangan alat ukur ini adalah untuk mengembangkan alat ukur kesalehan sosial, menguji  validitas dan reliabilitas alat ukur  kesalehan sosial dan mendeskripsikan  tingkat kesalehan sosial karyawan. Subjek penelitian adalah karyawan pada beberapa perusahaan dan karyawan pada instansi pemerintah.  Hasil analisis data menunjukkan dari 41 item yang dikembangkan terdapat  14 item yang gugur dan 27 item yang valid dengan reliabilitas sebesar 0,797. 
Kepribadian ekstraversi dan kesepian pada remaja panti asuhan Erwin Hogi; Achmad Irvan Dwi Putra
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 7 No. 1 (2019): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.075 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v7i1.7349

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepribadian ekstraversi dengan kesepian. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan negatif antara kepribadian ekstraversi dengan kesepian, dengan asumsi semakin tinggi kepribadian ekstraversi, maka semakin rendah kesepian begitu pula sebaliknya. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di Panti Asuhan Al Jam’iyatul Washliyah Pulo Brayan Medan sebanyak 123 orang yang dipilih dengan metode purposive sampling. Data diperoleh dari skala untuk mengukur kepribadian ekstraversi dan kesepian. Analisis data yang digunakan adalah menggunakan Pearson Product Moment Correlation melalui bantuan program SPSS 19.00 for Windows. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar -0.731 (p<0.05) dan menunjukkan terdapat hubungan negatif antara kepribadian ekstraversi dengan kesepian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan kepribadian ekstraversi terhadap kesepian adalah sebesar 53.4 persen, selebihnya 46.6 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa hipotesis penelitian dapat diterima. Kata kunci: kepribadian ekstraversi, kesepian Abstract. This study aims to find relationship between extraversion personality and loneliness. The hypothesis of this study states that there is a negative relationship between extraversion personality and loneliness, assuming that the higher the extraversion personality is, the lower the loneliness will be and conversely. The subjects of this study were adolescents orphanage in Al Jam’iyatul Washliyah Medan consisting of 123 subjects selected by using purposive sampling method. Data were obtained from a scale to measure extraversion personality and loneliness. Analysis of the data used is Pearson Product Moment Correlation with SPSS 19.00 for Windows program. The results of data analysis showed a correlation coefficient of -0.731 (p <0.05) and showed that there is a negative relationship between extraversion personality and loneliness. The results of this study indicate that the contributions made by extraversion personality to the loneliness was 53.4 percent and the remaining 46.6 percent is influenced by other factors that are not examined. From these results it is concluded that the hypothesis is acceptable. Keywords: extraversion personality, loneliness
Guide imagery and music (GIM) untuk menurunkan kecemasan kompetitif pada atlet sebelum bertanding Muhamad Febrian Al Amin; Iswinarti Iswinarti
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 8 No. 1 (2020): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (188.89 KB) | DOI: 10.22219/jipt.v8i1.7352

Abstract

Objectives: Anxiety in sports is one of the factors that affect athlete performance when facing a match. Anxiety that arises not only consists of cognitive components, but also involves physiological or somatic components. This study aims to examine the effect of guide imagery and music (GIM) interventions in overcoming competitive anxiety in athletes before competing.Method: The subjects consisted of three experimental groups and one control group of futsal athletes. The questionnaire used was a competitive Anxiety scale that was compiled by the researcher himself for data collection. The research design used was quasi-experimental with non-randomized pretest-posttest control group design. Data analysis used non-parametric analysis, namely the Wilcoxon, Kruskal-Wallis and Mann Whitney Tests.Findings: The results showed the Guide Imagery and music intervention was effective in reducing athletes' competitive anxiety. This result can be seen from the decrease in competitive anxiety scores in the experimental group during the pre-test and post-test. In addition, there was a significant difference in competitive anxiety when a different test was performed with the Mann Whitnney Test between the experimental group and the control group.Conclusions: Guide Imagery and music therapy can be used to reduce competitive anxiety in athletes before a match.