cover
Contact Name
Dede Lilis Chaerowati
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrmk@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi
ISSN : 28083075     EISSN : 27986586     DOI : https://doi.org/10.29313/jrmk.v1i2
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian manajemen komunikasi. JRMK ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6586 yang di kelola dan di publikasikan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini akan ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 116 Documents
Dari Tayangan ke Transaksi: Optimalisasi Konten TikTok untuk Meningkatkan Penjualan Produk Lady, Lady; Owen, Owen; Purwianti, Lily
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i1.6789

Abstract

Transformasi digital telah mengubah strategi pemasaran secara fundamental, dengan TikTok menjadi salah satu platform utama bagi bisnis dalam menjangkau audiens yang luas. Fitur seperti video pendek, live streaming, dan TikTok Shop memungkinkan pelaku usaha, termasuk UMKM, memanfaatkan kreativitas dalam pemasaran digital. Namun, meskipun tingkat keterlibatan audiens tinggi, banyak bisnis, termasuk UNICO, sebuah toko menjual dekorasi rumah, menghadapi tantangan dalam mengonversi jumlah tayangan menjadi penjualan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis strategi pemasaran digital UNICO di TikTok melalui observasi, wawancara dengan manajer dan pelanggan, serta implementasi strategi pemasaran berbasis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi elemen video, seperti storytelling yang menarik, visual yang engaging, dan call-to-action yang jelas, secara signifikan meningkatkan tingkat konversi. Analisis data menunjukkan peningkatan yang substansial dalam gross merchandise value (GMV) serta volume penjualan setelah strategi konten diperbaiki. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan sistematis dalam pemasaran berbasis konten dan menyoroti optimalisasi TikTok sebagai faktor kunci dalam meningkatkan daya saing serta pertumbuhan bisnis di era digital.
Dampak Berita Penggelapan Dana Pajak Oleh Rafael Alun Terhadap Wajib Pajak Raihan Azhar; Kiki Zakiah
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i1.5785

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak berita penggelapan dana pajak oleh Rafael Alun terhadap perilaku kepatuhan wajib pajak. Kasus penggelapan dana pajak ini menarik perhatian masyarakat karena peran penting media dalam membentuk opini publik terkait kewajiban perpajakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif untuk menggali respons wajib pajak terhadap pemberitaan tersebut. Tinjauan literatur dilakukan untuk memahami pengaruh media terhadap perilaku konsumen serta dampak hukum dari kasus penggelapan pajak. Populasi yang diteliti adalah wajib pajak yang terpengaruh oleh berita tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui survei dengan kuesioner menggunakan Google Forms sebagai instrumen utama. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan pendekatan 5W 1H untuk merinci pola dan tren dalam tanggapan wajib pajak, mencakup aspek siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana mereka bereaksi terhadap berita tersebut. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai bagaimana media mempengaruhi sikap dan perilaku wajib pajak, serta sejauh mana berita negatif mengenai penggelapan pajak memengaruhi tingkat kepatuhan perpajakan di masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pemahaman lebih dalam tentang hubungan antara media, opini publik, dan perilaku perpajakan di Indonesia.Abstract. This study aims to analyze the impact of news about tax embezzlement by Rafael Alun on taxpayer compliance behavior. This tax embezzlement case has attracted public attention because of the important role of the media in shaping public opinion regarding tax obligations. This study uses a quantitative approach with descriptive analysis to explore taxpayer responses to the news. A literature review was conducted to understand the influence of the media on consumer behavior and the legal impact of tax evasion cases. The population studied were taxpayers who were affected by the news. Data collection was conducted through a survey with a questionnaire using Google Forms as the main instrument. Data analysis was conducted descriptively using the 5W 1H approach to detail patterns and trends in taxpayer responses, covering aspects of who, what, when, where, why, and how they reacted to the news. The results of the study are expected to provide insight into how the media influences taxpayer attitudes and behavior, as well as the extent to which negative news about tax evasion affects the level of tax compliance in society. This study is expected to contribute to a deeper understanding of the relationship between the media, public opinion, and tax behavior in Indonesia.  
Phubbing dan Etika Komunikasi: Studi Fenomenologi Perilaku Mahasiswa STAI Al-Musaddadiyah Garut Fathonah, Delis; Yulianita, Neni
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i1.5917

Abstract

Abstrak. Penelitian kualitatif ini menyelidiki fenomena Phubbing-memprioritaskan penggunaan perangkat seluler daripada interaksi tatap muka-di kalangan mahasiswa di STAI Al-Musaddadiyah Garut dan implikasinya secara etis dalam lingkungan akademis. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologis, penelitian ini menggali pengalaman hidup mahasiswa saat mereka menyeimbangkan antara keterlibatan digital dan komunikasi langsung. Melalui wawancara mendalam dan kelompok fokus, para peserta mengungkapkan perasaan frustrasi, isolasi, dan konflik batin yang timbul dari melakukan dan mengalami Phubbing. Perilaku ini, yang mengurangi kualitas hubungan sosial dan partisipasi akademis mereka, menimbulkan kekhawatiran tentang etika komunikasi. Penelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa semakin sadar akan perlunya interaksi yang saling menghormati dan berempati, dan mengakui bahwa perhatian sangat penting untuk membangun hubungan yang bermakna. Mengingat tantangan-tantangan ini, penelitian ini merekomendasikan pembentukan inisiatif pendidikan dan kebijakan kampus untuk mempromosikan praktik komunikasi yang etis. Program-program semacam itu akan mendorong mahasiswa untuk merangkul perhatian dan kesadaran dalam interaksi mereka, sehingga menumbuhkan budaya yang menghargai keterlibatan secara langsung daripada gangguan digital. Selain itu, penelitian ini menyarankan agar penelitian di masa depan memperluas penelitian ini dengan menyertakan berbagai latar pendidikan dan konteks budaya. Abstract. This qualitative study investigates the phenomenon of Phubbing—prioritizing mobile device use over face-to-face interaction—among students at STAI Al-Musaddadiyah Garut and its ethical implications within academic settings. Using a phenomenological approach, the research delves into students' lived experiences as they navigate the balance between digital engagement and direct communication. Through in-depth interviews and focus groups, participants disclosed feelings of frustration, isolation, and inner conflict arising from both perpetrating and experiencing Phubbing. This behavior, which detracts from the quality of their social relationships and academic participation, raises concerns about communication ethics. The study reveals that students are increasingly aware of the need for respectful and empathetic interaction, acknowledging that attentiveness is vital for meaningful connection. In light of these challenges, the research recommends the establishment of educational initiatives and campus policies to promote ethical communication practices. Such programs would encourage students to embrace attentiveness and mindfulness in their interactions, thereby fostering a culture that values in-person engagement over digital distractions. Additionally, the study suggests that future research expand this examination to include diverse educational settings and cultural contexts.
Pengaruh Konten Media Sosial Instagram terhadap Minat Beli Produk Bening’s Muhammad Ihsan Gunawan; Dedeh Fardiah
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i1.6328

Abstract

Abstract. Instagram is one of the most popular social media platforms among people. Instagram has the latest features to make it easier for people to interact with each other, apart from that, Instagram is also a platform for promotion. This research aims to find out how much influence Instagram marketing content has on purchasing decisions on the Instagram account @benings'clinik_bandung. The increase in users, especially among the younger generation, provides opportunities for brands to reach a wider audience, which is one of the phenomena that researchers discuss here, such as content visualization, and so on. The theories used in this research include marketing communications theory and content marketing theory. This research uses quantitative research methods with a positive paradigm. The targets of this research are users of beauty products from Bening's Clinic and followers of the Instagram account @beningsclinic_bandung. With the pressure of these two groups, the research aims to further explore the influence of social media content on their behavior and purchasing decisions. This research collects data through questionnaires. The results of this research show that simultaneously the Instagram marketing content indicators, namely Clear, Concise, Concrete, Correct, Coherent, Complere, Courteus, influence purchasing decisions on Instagram @benings'clinik_bandung. Abstrak. Instagram menjadi salah satu platform media sosial yang paling digemari masyarakat. Instagram memiliki fitur-fitur terkini untuk memudahkan masyarakat untuk saling berinteraksi, selain itu Instagram juga menjadi salah satu platform untuk promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh konten marketing instagram terhadap keputusan pembelian pada akun Instagram @benings’clinik_bandung. Meningkatnya pengguna, terutama di kalangan generasi muda, memberikan peluang bagi merek untuk menjangkau audiens yang lebih luas menjadi salah satu fenomena yang peneliti bahas disini, Adapun visualisasi konten, dan sebagainya. Teori yang dilakukan pada penelitian ini diantaranya yaitu teori komunikasi pemasaran, dan teori content marketing. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan paradigma positivistik. Sasaran penelitian ini adalah pengguna produk kecantikan dari Bening’s Clinic serta pengikut akun Instagram @beningsclinic_bandung. Dengan menekankan dua kelompok ini, penelitian bertujuan untuk lebih mendalami pengaruh konten media sosial terhadap perilaku dan keputusan pembelian mereka. Penelitian ini mengumpulkan data melalui angket atau kuisioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan indikator konten marketing Instagram yaitu Clear, Concise, Concrete, Correct, Coherent, Complere, Courteus berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada Instagram @benings’clinik_bandung.
Efektivitas Manajemen Komunikasi Pada Proses Produksi Film Pendek di ABSURD Production Luvitha Shauma Putri; Askurifai Baksin
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i1.6332

Abstract

Abstrak. Dalam industri film, khususnya produksi film pendek, manajemen komunikasi yang baik diperlukan agar setiap anggota tim memahami peran, tanggung jawab, dan informasi penting. Salah satu pembuat film pendek di Kota Bandung adalah ABSURD Production, meskipun mereka menerapkan manajemen komunikasi, mereka masih menghadapi beberapa kendala dalam proses produksinya, seperti miskomunikasi antaranggota tim. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat efektivitas manajemen komunikasi pada proses produksi film pendek di ABSURD Production. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, menggunakan paradigma positivisme dan menggunakan teori sistem sosial. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota tim produksi ABSURD Production dengan menggunakan teknik sampling jenuh sejumlah 40 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, angket (kuesioner), dan studi kepustakaan. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa efektivitas manajemen komunikasi di ABSURD Production mendapatkan skor 3,27 yang menunjukkan bahwa manajemen komunikasi ABSURD Production tergolong sangat efektif. Indikator tertinggi diperoleh pada indikator perencanaan komunikasi yaitu sebesar 3,35 dan nilai indikator terendah diperoleh pada indikator pelaksanaan komunikasi yaitu sebesar 3,11 yang dimana termasuk kedalam kategori efektif.Abstract. In the film industry, especially short film production, good communication management is needed so that each team member understands their roles, responsibilities, and important information. One of the short film makers in Bandung City is ABSURD Production, although they implement communication management, they still face several obstacles in their production process, such as miscommunication between team members. The purpose of this study is to determine the level of communication management effectiveness in the short film production process at ABSURD Production. This research employs a descriptive quantitative method, utilizing the positivism paradigm and the social system theory. The population of this study consists of all members of the ABSURD Production team, with a total of 40 respondents selected using the census sampling technique. Data collection methods include interviews, questionnaires, and literature review. The data analysis technique used in this study is descriptive statistics. The findings of this research indicate that the effectiveness of communication management in ABSURD Production achieved a score of 3.27, categorizing it as very effective. The highest score was observed in the communication planning indicator, with a value of 3.35, while the lowest score was in the communication implementation indicator, which scored 3.11, placing it in the effective category.
Dampak Negatif Dalam Berkomunikasi Melalui Live Streaming Video Game Muharfan, Taufik; Muqsith, Munadhil Abdul; Ayuningtyas, Fitria; Firmansyah
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i1.7045

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berisi tentang fenomena pelecehan seksual verbal sesama jenis yang terjadi melalui platform YouTube dalam video game live streaming, khususnya dalam konten Mobile Legends Bang Bang (MLBB). Urgensi penelitian ini terletak pada semakin maraknya kasus pelecehan seksual verbal di ruang digital, yang sering kali dinormalisasi sebagai bahan candaan atau hiburan, sehingga berpotensi merusak nilai-nilai sosial dan psikologis korban. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bentuk-bentuk pelecehan seksual verbal dalam live streaming, serta dampaknya terhadap interaksi sosial di dunia maya. Teori yang digunakan adalah Computer Mediated Communication (CMC) oleh Wood dan Smith, yang menjelaskan peran komputer sebagai mediator dalam interaksi digital. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi pesan pelecehan seksual verbal dalam video live streaming akun YouTube "Top Global Miya". Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelecehan seksual verbal terjadi melalui pesan teks dan audio yang dikirim via platform donasi seperti Saweria. Pesan-pesan tersebut sering kali dibalut candaan, sehingga dinormalisasi oleh penonton. Reaksi streamer berupa trash talking justru memperkuat siklus pelecehan, karena dianggap sebagai hiburan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi lebih ketat dari platform seperti YouTube dan Saweria untuk memfilter konten pelecehan, serta edukasi bagi pengguna tentang dampak negatif normalisasi pelecehan seksual. Streamer juga diharapkan bisa membatasi penggunaan saweria berbentuk audio untuk mencegah pelecehan dalam bentuk suara. Selain itu, penting untuk meningkatkan kesadaran hukum dan pelaporan kasus pelecehan di ruang digital.Abstract. This study examines the phenomenon of same-sex verbal sexual harassment occurring through the YouTube platform in live-streamed video games, particularly in Mobile Legends Bang Bang (MLBB) content. The urgency of this research lies in the increasing prevalence of verbal sexual harassment in digital spaces, which is often normalised as a form of humour or entertainment, thereby potentially damaging the social and psychological values of victims. The objective of this study is to analyse the negative impacts of live streaming games, particularly the presence of sexual harassment. This research employs qualitative content analysis to identify messages within the live streaming videos of the YouTube account ‘Top Global Miya.’ Data was collected through observation, documentation, and literature review. The results of the study indicate that the negative impacts of communication during live streaming include verbal sexual harassment occurring through text and audio messages. These messages are often disguised as jokes, thereby normalised by the audience. The streamer's reactions, such as trash talking, reinforce the cycle of harassment, as it is perceived as entertainment. This study found the negative impacts of communication, highlighting the need for stricter regulations from platforms like YouTube and Saweria to filter content, as well as education for users about the negative impacts of normalising sexual harassment, including the importance of increasing legal awareness and reporting cases of harassment.
Tinjauan Sistematis Strategi dan Tantangan Periklanan Digital di Indonesia Adhipratama, Dhana; Ernungtyas, Niken Febrina
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i2.6875

Abstract

Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap periklanan di Indonesia. 167 juta pengguna media sosial pada tahun 2023, menciptakan ekosistem pemasaran baru yang dinamis namun penuh tantangan. Penelitian ini bertujuan memetakan strategi periklanan digital yang terbukti paling efektif dalam konteks pasar Indonesia, serta mengidentifikasi dan menganalisis tantangan regulasi dan isu etika yang dihadapi. Dengan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berbasis panduan PRISMA, penelitian ini menganalisis secara komprehensif 22 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2020 hingga 2025. Efektivitas strategi periklanan digital bergantung pada tiga pilar utama: konten visual yang dinamis (seperti format video pendek dan carousel), kolaborasi dengan influencer yang kredibel, dan integrasi nilai-nilai lokal serta religius yang resonan dengan budaya konsumen Indonesia. Sektor UMKM dan pariwisata menjadi sektor unggulan yang berhasil memanfaatkan platform media sosial. Generasi Z lebih merespons konten interaktif di TikTok, sementara generasi Y cenderung mencari informasi yang lebih detail di Facebook.Di sisi lain, tantangan utama berpusat pada fragmentasi regulasi (seperti UU PDP dan UU ITE) serta isu-isu etika yang melibatkan misinformasi dan potensi eksploitasi budaya. Secara implikasi teoritis, temuan ini memperkuat relevansi teori Associative Network Memory dan Stimulus-Organism-Response (SOR) dalam menjelaskan pembentukan loyalitas merek di era digital. Rekomendasi praktis mencakup harmonisasi regulasi pemerintah, peningkatan edukasi literasi digital bagi UMKM, dan penekanan pada penerapan prinsip transparansi dalam setiap konten periklanan. Abstract. The development of digital technology has transformed the advertising landscape in Indonesia. With 167 million social media users in 2023, a dynamic yet challenging new marketing ecosystem has been created. This study aims to map the digital advertising strategies proven most effective within the Indonesian market context, as well as to identify and analyze the regulatory challenges and ethical issues being faced. By employing a Systematic Literature Review (SLR) approach guided by the PRISMA framework, this research comprehensively analyzed 22 scholarly articles published between 2020 and 2025. The effectiveness of digital advertising strategies relies on three main pillars: dynamic visual content (such as short video formats and carousels), collaboration with credible influencers, and the integration of local and religious values that resonate with Indonesian consumer culture. The MSME (Micro, Small, and Medium Enterprises) and tourism sectors have emerged as leading sectors successfully utilizing social media platforms. Generation Z is more responsive to interactive content on TikTok, while Generation Y tends to seek more detailed information on Facebook. On the other hand, the main challenges center on regulatory fragmentation (such as the PDP Law and ITE Law) and ethical issues involving misinformation and the potential for cultural exploitation. Theoretically, these findings reinforce the relevance of the Associative Network Memory and Stimulus-Organism-Response (SOR) theories in explaining the formation of brand loyalty in the digital era. Practical recommendations include government regulatory harmonization, enhancement of digital literacy education for MSMEs, and an emphasis on applying transparency principles in all advertising content.
Audit Komunikasi Siniar GoodTalk pada Kanal Youtube Good News From Indonesia dalam Pembahasan Ke-Indonesiaan, Kelokalan, dan Kebudayaan Nova Shafira Sunarto Putri; Intyaswati, Drina
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i2.7593

Abstract

Abstrak. Podcast kini menjadi salah satu medium komunikasi digital paling dominan dalam beberapa tahun terakhir. Awalnya siniar identik dengan konten audio, kini banyak kreator yang mengadopsi format video podcast yang ditayangkan melalui platform seperti YouTube. Siniar GoodTalk, yang menayangkan episode-episode mereka dalam bentuk video di YouTube. Penelitian ini bertujuan untuk mengaudit pada siniar GoodTalk dengan kesesuaian pada pembahasan ke-Indonesiaan, kelokalan, dan kebudayaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan analisis isi deskriptif. Penelitian ini memberikan kebaruan berdasarkan objeknya, yaitu mengenai siniar yang diunggah melalui Youtube dengan tema ciri khas dari siniar GoodTalk. Penerapan audit komunikasi yang pada produk new media (siniar) menjadi sesuatu yang baru, untuk menilai konsistensi pada tema dari siniar GoodTalk. Hasil penelitian ini adalah pada topik ke-Indonesiaan yang dijelaskan oleh Didiet Maulana, membahas tantangan dalam membangun dan mempertahankan brand lokal di Indonesia. Agus Mulyadi berpendapat mengenai ketidaksetujuannya dengan anggapan bahwa minat baca orang Indonesia rendah. Pada topik kelokalan Didiet Maulana mengungkapkan dukungannya terhadap pengrajin lokal. Bagi Bagoes Kresnawan lebih memilih pasar tradisional, Jogja bisa kehilangan identitasnya jika semua pasar dibangun seperti mall. Paksi Raras Alit berpendapat mengenai fenomena menarik anak muda mulai kembali tertarik pada budaya lokal mereka, termasuk budaya Jawa. Pada topik kebudayaan Didiet menyoroti pentingnya kebijakan yang mendukung pelestarian budaya, seperti penggunaan wastra tradisional di lingkungan kerja. Paksi Raras Alit berpendapat bahwa pengetahuan dan nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan lokal Jawa dapat menjadi jawaban atas permasalahan kehidupan modern.Abstract. Podcasts have recently emerged as a dominant digital communication medium. Following this trend, many creators are now adopting the video podcast format, often broadcasting their content on platforms like YouTube, with the GoodTalk podcast serving as a prime example. This research conducted a communication audit on the GoodTalk podcast, specifically assessing the consistency of its discussions across three core themes: Indonesian identity, locality, and culture. The study employed a qualitative method using a descriptive content analysis approach. The novelty of this research lies in its unique object: applying a formal communication audit methodology to a new media product a podcast uploaded to YouTube focused on these specific thematic characteristics. The research findings revealed specific insights and thematic consistency: Indonesian Identity: Guests like Didiet Maulana discussed the challenges of building and maintaining local brands, while Agus Mulyadi challenged the notion of low Indonesian reading interest. Locality: Didiet Maulana expressed support for local artisans. Bagoes Kresnawan advocated for traditional markets, warning that excessive commercialization (like building malls) could lead to Jogja losing its identity. Paksi Raras Alit highlighted the interesting phenomenon of young people regaining interest in local cultures, particularly Javanese culture. Culture: Didiet underscored the importance of cultural preservation policies, such as mandating the use of traditional textiles (wastra) in workplaces. Paksi Raras Alit argued that the values inherent in local Javanese culture could provide answers to modern life's problems.
Implementasi Komunikasi Keluarga dalam Membangun Kecerdasan Emosional Jihan Shafa Salsabila; Oji Kurniadi
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i2.8356

Abstract

Abstrak. Keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama berperan penting dalam membangun kecerdasan emosional anak melalui komunikasi yang efektif. Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi, berdampak besar pada kehidupan sosial anak. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran komunikasi keluarga dalam membangun kecerdasan emosional anak sebagai langkah preventif terhadap perundungan, mengingat meningkatnya kasus perundungan di lingkungan sekolah. Penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dilakukan melalui wawancara dengan orang tua siswa/i SMPN 21 Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi keluarga yang efektif berperan penting dalam membangun kepercayaan diri anak, yang menjadi faktor kunci dalam menghadapi potensi perundungan. Keterbukaan komunikasi, motivasi orang tua, dan kecerdasan emosional anak berkontribusi pada kemampuan anak untuk beradaptasi, mengekspresikan diri, dan menghadapi tantangan sosial. Dukungan emosional orang tua, yang difasilitasi oleh komunikasi yang baik, membantu anak mengembangkan empati dan keterampilan sosial, sehingga lebih siap menghadapi dinamika sosial dan menolak pengaruh negatif. Meskipun membangun komunikasi yang efektif merupakan tantangan, peran aktif dan kehadiran emosional orang tua sangat krusial dalam membentuk anak yang percaya diri, peduli, dan memiliki kecerdasan emosional yang baik. Abstract. The family, as the primary educational environment, plays a crucial role in developing children's emotional intelligence through effective communication. Emotional intelligence, which encompasses the ability to recognize, understand, and manage emotions, significantly impacts children's social lives. This study aims to explore the role of family communication in building children's emotional intelligence as a preventive measure against bullying, especially in light of the increasing cases of bullying in school environments. A qualitative research approach using case studies was conducted through interviews with the parents of students at SMPN 21 Bandung. The findings indicate that effective family communication is essential in fostering children's self-confidence, which is a key factor in facing potential bullying. Openness in communication, parental motivation, and children's emotional intelligence contribute to their ability to adapt, express themselves, and confront social challenges. Parental emotional support, facilitated by good communication, helps children develop empathy and social skills, making them more prepared to face social dynamics and resist negative influences. Although building effective communication presents challenges, the active involvement and emotional presence of parents are crucial in shaping confident, caring children with strong emotional intelligence.
Analisis Komunikasi Pemasaran Desa Wisata Hanjeli di Sukabumi Khodi Rahmaesya; Sophia Novita
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v5i2.8379

Abstract

Abstrak. Desa Wisata Hanjeli adalah eduwisata pertama di Indonesia yang berfokus pada pangan local berbasis hanjeli yang saat ini telah berhasil mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia. Desa Wisata ini dikelola oleh mantan buruh TKI/TKW. Berdasarkan fenomena tersebut, permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana pengelola Desa Wisata Hanjeli mengidentifikasi audiens dan merancang strategi komunikasi pemasarannya? (2) Bagaimana pengelola Desa Wisata Hanjeli merancang pesan pemasaran mereka, apa saja yang ingin disampaikan melalui pesan tersebut? (3) Mengapa media sosial Instagram dipilih dan digunakan dalam komunikasi pemasaran Desa Wisata Hanjeli?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara bersama founder Desa Wisata Hanjeli dan tim publikasi, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan segmentasi pasar dari desa wisata ini adalah wisatawan luar wilayah Sukabumi. Komunikasi pemasaran Desa Wisata Hanjeli menggunakan kombinasi media online dan offline dengan mengkombinasikan pesan yang bersifat emosional dan rasional. Instagram dipilih sebagai media online yang dapat menjangkau audiens lebih luas serta dapat menampilkan konten visual yang menarik minat audiens. Word of mouth berperan penting juga dalam membangun kepercayaan serta memperluas jaringan melalui rekomendasi langsung antar pengunjung. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemasaran yang berbasis media sosial dan relasi personal dapat meningkatkan kesadaran akan potensi wisata lokal. Abstract. Hanjeli Tourism Village is teh first educational tourism destination in Indonesia that focuses on local food based on hanjeli, which has now successfully received an award from the Indonesian Ministry of Tourism and Creative Economy. This tourism village is managed by former migrant workers. Based on this phenomenon, the research questions are formulated as follows: (1) How do the managers of Hanjeli Tourism Village identify their audience and design their marketing communication strategies? (2) How do the managers of Hanjeli Tourism Village design their marketing messages, and what do they aim to convey through these messages? (3) Why was Instagram chosen and used as the primary social media platform for Hanjeli Tourism Village's marketing communication? This study employs a qualitative research method with a case study approach. Data was collected through interviews with the founder of Hanjeli Tourism Village and publication team, observations, and documentation. The results of this study indicate that the market segmentation of this tourism village is tourists from outside the Sukabumi region. The marketing communication of Hanjeli Tourism Village combines online and offline media, blending emotional and rational messages. Instagram was chosen as an online medium that can reach a wider audience and display visually appealing content that captures audience interest. Word of mouth also plays a significant role in building trust and expanding networks through direct recommendations among visitors. This study also shows that marketing communication strategies based on social media and personal relationships can increase awareness of local tourism potential.

Page 11 of 12 | Total Record : 116