cover
Contact Name
Dede Lilis Chaerowati
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrmk@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi
ISSN : 28083075     EISSN : 27986586     DOI : https://doi.org/10.29313/jrmk.v1i2
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian manajemen komunikasi. JRMK ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6586 yang di kelola dan di publikasikan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini akan ter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 128 Documents
Pengaruh Content Marketing, Sales Promotion, dan Motivasi Hedonis terhadap Pembelian Impulsif Ersa Zahrani Ata; Muhammad Thoyib Amali
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v6i1.9892

Abstract

Abstrak. Perkembangan pesat TikTok Shop sebagai platform social commerce telah mengubah perilaku konsumen, terutama dalam meningkatkan kecenderungan pembelian impulsif melalui penerapan strategi pemasaran seperti content marketing dan sales promotion. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh content marketing dan sales promotion terhadap perilaku pembelian impulsif dengan menempatkan motivasi hedonis sebagai variabel mediasi berdasarkan kerangka Stimulus–Organism–Response (S-O-R). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif melalui metode survei terhadap 100 pengguna TikTok Shop di Indonesia. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa content marketing tidak berpengaruh langsung terhadap perilaku pembelian impulsif, tetapi berpengaruh signifikan terhadap motivasi hedonis. Sebaliknya, sales promotion berpengaruh signifikan terhadap motivasi hedonis dan perilaku pembelian impulsif. Motivasi hedonis juga terbukti memengaruhi perilaku pembelian impulsif serta berperan sebagai mediator, yaitu mediasi penuh pada hubungan content marketing dan mediasi parsial pada hubungan sales promotion. Temuan ini menegaskan bahwa kombinasi konten yang membangun keterlibatan emosional dan promosi yang menciptakan urgensi dapat meningkatkan motivasi hedonis serta mendorong pembelian impulsif. Abstract. The rapid growth of TikTok Shop as a social commerce platform has transformed consumer behavior, particularly by increasing impulse buying through marketing strategies such as content marketing and sales promotions. This study aims to examine the effects of content marketing and sales promotion on impulse buying behavior by positioning hedonic motivation as a mediating variable within the Stimulus–Organism–Response (S–O–R) framework. An explanatory quantitative approach was employed using a survey of 100 TikTok Shop users in Indonesia. The data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The findings reveal that content marketing has no direct effect on impulse buying behavior but significantly influences hedonic motivation. In contrast, sales promotion has a significant positive effect on both hedonic motivation and impulse buying behavior. Hedonic motivation also significantly affects impulse buying behavior and serves as a mediating variable, fully mediating the relationship between content marketing and impulse buying behavior while partially mediating the relationship between sales promotion and impulse buying behavior. These findings highlight that integrating emotionally engaging content with promotional strategies that create a sense of urgency can effectively enhance consumers' hedonic motivation and stimulate impulse buying behavior.
Manajemen Komunikasi Humas Pesantren dalam Pemulihan Kepercayaan Publik Pasca Isu Kontroversi Haekal Fajri Amrullah; Ahmad; Abbas Mansur Tamam; Kurniawan Prasetyo
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v6i1.9911

Abstract

Abstrak. Pesantren memainkan peran strategis dalam sistem pendidikan nasional; namun, keberlanjutannya sangat bergantung pada kepercayaan publik dan reputasi institusional. Studi ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen komunikasi hubungan masyarakat (PR) dapat dioptimalkan untuk memulihkan kepercayaan publik pada Pondok Pesantren Minhaj Shahabah setelah krisis. Studi ini didasarkan pada teori manajemen komunikasi dan model hubungan masyarakat. Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Informan kunci dalam penelitian ini meliputi Ketua Yayasan dan Direktur SDM, Marketing & Humas. Temuan menunjukkan bahwa kegagalan komunikasi seperti respons yang tertunda, kurangnya transparansi, dan keterlibatan pemangku kepentingan yang terbatas berkontribusi pada munculnya krisis kepercayaan. Namun, implementasi strategi komunikasi terstruktur, termasuk pengembangan prosedur operasi standar, platform komunikasi digital untuk orang tua, dan program keterlibatan dua arah, secara bertahap telah meningkatkan hubungan pemangku kepentingan dan citra institusi. Studi ini menekankan bahwa manajemen komunikasi yang efektif, yang didukung oleh adaptasi digital dan pendekatan berbasis nilai, sangat penting untuk membangun kembali kepercayaan publik dan memastikan keberlanjutan lembaga pendidikan Islam dalam lanskap komunikasi kontemporer. Abstract. Islamic boarding schools (pesantren) play a strategic role in the national education system. However, their sustainability is highly dependent on public trust and institutional reputation. This study aims to analyze how public relations (PR) communication management can be optimized to restore public trust in Pondok Pesantren Minhaj Shahabah following a crisis. The study is grounded in communication management theory and public relations models. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews. Key informants in this study include the Chairperson of the Foundation and the Director of HR, Marketing & Public Relations. The findings indicate that communication failures, such as delayed responses, lack of transparency, and limited stakeholder engagement contributed to the emergence of a trust crisis. However, the implementation of structured communication strategies, including the development of standard operating procedures, digital communication platforms for parents, and two-way engagement programs, has gradually improved stakeholder relationships and institutional image. This study emphasizes that effective communication management, supported by digital adaptation and value-based approaches, is essential for rebuilding public trust and ensuring the sustainability of Islamic educational institutions in the contemporary communication landscape.
Pemaknaan Komunikasi melalui Aktivitas Menulis Kolektif : Studi Fenomenologi di Komunitas Nyarita Bandung Alifia Binaya Sabilla; Andalusia Neneng Permatasari
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v6i1.9982

Abstract

Abstrak. Kecerdasan buatan dan budaya komunikasi digital yang serba instan mendorong perubahan dalam praktik literasi sekaligus memunculkan tantangan terhadap otentisitas proses berpikir dan pembentukan makna. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan komunikasi melalui aktivitas menulis kolektif di Komunitas Nyarita Bandung dengan menggunakan perspektif fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian menggunakan metode kualitatif, pendekatan fenomenologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menulis kolektif dimakna sebagai praktik komunikasi yang memungkinkan terbentuknya makna melalui proses intersubjektivitas. Komunitas tidak hanya berfungsi sebagai ruang pengembangan literasi tetapi juga sebagai ruang komunikasi yang mendukung refleksi diri, dialog, negosiasi makna, serta pembentukan identitas komunikasi anggotanya. Pengalaman komunikasi yang berlangsung secara partisipatif mendorong anggota untuk bertransformasi dari penikmat karya menjadi produsen makna melalui keberanian mengekspresikan pengalaman hidup dan membangun pemahaman bersama. Abstract. The rapid adcancement of Artificial Intelligence (AI) and the prevalence of an increasingly instantaneous digital communication culture have transformed literacy practices while raising concerns about the authenticity of reflective thinking and menaning making processes. This study aims to explore the meaning of communication through collective writing activities within Nyarita Community from the perspective of Alfred Schutz’s phenomonology. Employing quaiitative metodh and phenomenological approach. The finding revelas that collective writing is perceived as a communicative practice through which meaning is constructed via intersubjective processes. The community functions not only as a space for developing literacy skills but also as a communicative environment that fosters self-reflection, dialogue, meaning negotiation, and the construction of members' communicative identities. Participatory communication experiences encourage members to transform from consumers of literary works into producers of meaning by developing the confidence to articulate their lived experiences and construct shared understandings.
Dari Narasi Fiksi ke Realitas Sosial Digital: Konstruksi Makna Pembaca Fanfiction dalam Fandom Digital Mira Adita Widianti; Ratu Bulqisa Dara Cahya Andita; Pramana
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v6i1.10313

Abstract

Abstrak. Perkembangan media digital telah mendorong munculnya praktik komunikasi partisipatif dalam komunitas fandom, salah satunya melalui fanfiction di platform Wattpad. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pembaca fanfiction Dear J mengonstruksi realitas sosial terhadap karakter Na Jaemin melalui interaksi digital. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif konstruktivis dan teori konstruksi sosial atas realitas Berger dan Luckmann, penelitian ini menganalisis pengalaman pembaca serta interaksi yang muncul melalui komentar, vote, dan diskusi di Wattpad. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap tiga pembaca aktif fanfiction Dear J yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, serta observasi nonpartisipan terhadap aktivitas pembaca di Wattpad. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembaca tidak hanya berperan sebagai konsumen teks, tetapi juga sebagai aktor komunikatif yang membentuk, menegosiasikan, dan memperkuat makna kolektif terhadap karakter. Proses eksternalisasi tampak melalui ekspresi emosional dan interpretasi subjektif pembaca; objektivasi terlihat dari terbentuknya pemahaman bersama tentang karakter sebagai figur yang terluka, kuat, dan emosional; sementara internalisasi tercermin dalam keterikatan emosional pembaca yang memengaruhi cara mereka memandang figur idol di luar teks. Penelitian ini menegaskan bahwa Wattpad berfungsi sebagai ruang komunikasi partisipatif yang memungkinkan teks fiksi berkembang menjadi realitas sosial digital. Abstract. The development of digital media has encouraged the emergence of participatory communication practices within fandom communities, one of which can be seen through fanfiction on the Wattpad platform. This study aims to understand how readers of the fanfiction Dear J construct social reality around the character of Na Jaemin through digital interaction. Using a constructivist qualitative approach and Berger and Luckmann’s theory of the social construction of reality, this study analyzes readers’ experiences and interactions expressed through comments, votes, and discussions on Wattpad. Data were collected through in-depth interviews with three active readers of the fanfiction Dear J, selected using purposive sampling, as well as through non-participant observation of readers’ activities on Wattpad. The findings show that readers do not merely act as text consumers but also as communicative actors who construct, negotiate, and reinforce collective meanings around the character. The process of externalization is reflected in readers’ emotional expressions and subjective interpretations; objectivation appears in the formation of shared understandings of the character as wounded, resilient, and emotionally complex; while internalization is evident in readers’ emotional attachment, which influences how they perceive the idol figure beyond the text. This study confirms that Wattpad functions as a participatory communication space that enables fictional texts to develop into digital social realities.
Pengaruh Algoritma Kurasi dan Konten Review terhadap Impulse Buying Mahasiswa Universitas Garut Isti Loccita Rahima; Zikri Fachrul Nurhadi; Yandi Hermawandi
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v6i1.10478

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh algoritma kurasi dan konten Review terhadap perilaku pembelian impulsif mahasiswa Universitas Garut. TikTok, sebagai platform video pendek, telah mempengaruhi pola konsumsi generasi muda melalui algoritma rekomendasi yang dipersonalisasi dan Konten Review yang persuasif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksploratif dengan metode survei. Populasi penelitian terdiri dari mahasiswa Universitas Garut berusia 19-30 tahun yang aktif menggunakan TikTok dan telah menggunakan fitur TikTok PayLater. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dan rumus Cochran, dengan total 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 5 poin yang didistribusikan secara online melalui Google Forms. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma kurasi (X1) dan Konten Review (X2) secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif (Y) dengan nilai F sebesar 38,84 dan sig.= 0,000. Secara parsial, algoritma kurasi memiliki pengaruh signifikan dengan nilai 2,815; sig.= 0,006; β = 0,476, sedangkan isi ulasan juga memiliki pengaruh signifikan dengan nilai 2,114; sig.= 0,037; β = 0,362. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,447 menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut menjelaskan 44,7% variasi dalam perilaku pembelian impulsif siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa algoritma dan konten persuasif memainkan peran penting dalam membentuk perilaku konsumsi impulsif siswa. Abstract. This study aims to examine the influence of TikTok’s curation algorithm and review content on the impulsive buying behavior of students at Universitas Garut. As a short-video platform, TikTok has influenced the consumption patterns of young people through personalized recommendation algorithms and persuasive review content. This research employed an exploratory quantitative approach using a survey method. The research population consisted of Universitas Garut students aged 19-30 years who actively use TikTok and have utilized the TikTok PayLater feature. Sampling was conducted using purposive sampling techniques and Cochran’s formula, resulting in a total of 100 respondents. Data were collected through a 5-point Likert scale questionnaire distributed online via Google Forms. Data analysis was carried out using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. The results showed that the curation algorithm (X1) and review content (X2) simultaneously had a significant effect on impulsive buying behavior (Y), with an F-value of 38.84 and sig.= 0.000. Partially, the curation algorithm had a significant effect with a value of 2.815; sig.= 0.006; β = 0.476, while review content also had a significant effect with a value of 2.114; sig.= 0.037; β = 0.362. The coefficient of determination (R²) of 0.447 indicates that both variables explain 44.7% of the variation in students’ impulsive buying behavior. These findings suggest that algorithms and persuasive content play an important role in shaping students’ impulsive consumption behavior.
Strategic Ambiguity pada Narasi Krisis Energi Kementerian ESDM di Tengah Konflik Global Ascharisa Mettasatya Afrilia; Wahyu Eka Putri
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v6i1.10542

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertolak dari konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada terganggunya distribusi energi, khususnya akibat penutupan Selat Penelitian ini bertolak dari konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada terganggunya distribusi energi, khususnya akibat penutupan Selat Hormuz. Dalam situasi tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak hanya menjalankan fungsi sebagai pengelola sektor energi, tetapi juga berperan dalam membangun komunikasi publik terkait kondisi ketahanan pasokan energi nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi narasi komunikasi Government Public Relations (GPR) Kementerian ESDM pada isu pasokan energi di tengah ketidakpastian global yang memuat unsur ambiguitas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan Qualitative Content Analysis (QCA) dengan unit analisis berupa delapan artikel press release yang dipublikasikan melalui kanal resmi Kementerian ESDM. Analisis dilakukan dengan menggunakan kerangka teori strategic ambiguity dari Capellaro & Compagni untuk memetakan bentuk-bentuk strategi ambiguitas, serta perspektif Eisenberg yang menekankan fungsi ambiguitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi GPR Kementerian ESDM mengandung berbagai bentuk ambiguitas strategis, seperti ambiguitas konseptual, retoris, dan naratif. Terdapat penggunaan kata evaluatif yang tidak spesifik (misalnya kata “aman” dan “stabil”), ketidakjelasan waktu, serta tidak adanya indikator kuantitatif yang jelas. Ambiguitas tersebut berfungsi untuk mengakomodasi berbagai interpretasi publik, meredam potensi kepanikan, serta mempertahankan ruang bagi ESDM dalam menentukan kebijakan dalam situasi krisis. Abstract. This study is grounded in the geopolitical conflict between the United States and Iran, which has disrupted global energy distribution, particularly due to the closure of the Strait of Hormuz. In this context, Indonesia’s Ministry of Energy and Mineral Resources (ESDM) not only manages the energy sector but also communicates public information on national energy supply security. The study aims to explore the practice of strategic ambiguity in the Government Public Relations (GPR) communication of the Ministry of ESDM concerning energy supply issues amid global uncertainty. A qualitative approach is employed using Qualitative Content Analysis (QCA), with the unit of analysis consisting of eight press release articles published through the Ministry’s official communication channels. The analysis is guided by the concept of strategic ambiguity developed by Capellaro and Compagni and Eisenberg’s perspective. The findings reveal that the Ministry’s GPR narratives contain conceptual, rhetorical, and narrative forms of strategic ambiguity. These appear through the use of broad evaluative expressions, temporal vagueness, and the absence of clear quantitative indicators. Such ambiguity functions to accommodate multiple public interpretations, reduce potential panic, and preserve policy flexibility during crisis situations.
Dari Proraganda ke Viralitas: Reinterpretasi Teori Lasswell pada Era Digital Eriyanti Nurmala Dewi; Dewi Christina Marbun; Faiz Mujahid
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v6i1.10683

Abstract

Abstrak. Penelitian ini menganalisis relevansi teori Lasswell pada era media sosial, mengkaji transformasi elemen-elemen komunikasi, serta posisi algoritma sebagai komponen integral model komunikasi modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, menelusuri sumber akademik dari Google Scholar, Scopus, Garuda Kemendikbud, dan Science Direct. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan), dengan landasan teori Model Komunikasi Lasswell, Participatory Culture (Jenkins), Network Society (Castells), dan Algorithmic Communication (Gillespie). Hasil penelitian menunjukkan seluruh unsur model Lasswell mengalami transformasi signifikan: unsur "Who" berkembang dari institusi media menjadi influencer, content creator, buzzer politik, hingga kecerdasan buatan; "Says What" berubah menjadi konten partisipatif, multimodal, dan dinamis yang dipengaruhi algoritma; "Channel" mengalami transformasi terbesar menjadi algorithmic channel yang menentukan distribusi dan visibilitas pesan; "To Whom" bergeser dari audiens pasif menjadi prosumer aktif dan tersegmentasi; serta "Effect" mencakup viralitas, echo chamber, dan mobilisasi sosial berbasis platform. Penelitian menyimpulkan bahwa teori Lasswell tetap relevan sebagai fondasi analisis komunikasi massa tetapi memerlukan reinterpretasi konseptual agar adaptif terhadap ekosistem komunikasi digital. Abstract. This study analyzes the relevance of Lasswell's theory in the social media era, examines the transformation of communication elements, and explains the position of algorithms as an integral component of modern communication models. The research employs a qualitative approach using a literature study method, drawing on academic sources from Google Scholar, Scopus, Garuda Kemendikbud, and Science Direct. Data analysis uses the Miles and Huberman interactive model (data reduction, data display, and conclusion drawing), grounded in Lasswell's Communication Model, Participatory Culture (Jenkins), Network Society (Castells), and Algorithmic Communication (Gillespie). The findings show that all elements of Lasswell's model have undergone significant transformation: "Who" has evolved from media institutions into influencers, content creators, political buzzers, and artificial intelligence; "Says What" has shifted toward participatory, multimodal, and dynamic content shaped by algorithms; "Channel" shows the most substantial transformation into an algorithmic channel that determines message distribution and visibility; "To Whom" has shifted from passive audiences to active, segmented prosumers; and "Effect" now encompasses virality, echo chambers, and platform-based social mobilization. The study concludes that Lasswell's theory remains relevant as a foundation for mass communication analysis but requires conceptual reinterpretation to adapt to the digital communication ecosystem.
Komunikasi Pemasaran Digital Universitas Islam Bandung dalam Menarik Minat Calon Mahasiswa Generasi Z Khalifia Rahma Nidya; Tresna Wiwitan; Rita Gani
Jurnal Riset Manajemen Komunikasi Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Manajemen Komunikasi (JRMK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrmk.v6i1.11002

Abstract

Abstrak. Perubahan perilaku calon mahasiswa pada era digital mendorong perguruan tinggi menyesuaikan komunikasi pemasaran dengan karakteristik Generasi Z. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi komunikasi pemasaran digital Universitas Islam Bandung dalam menarik minat calon mahasiswa Generasi Z berdasarkan perspektif pengelola. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma interpretif dan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan empat informan pengelola komunikasi pemasaran digital dan mahasiswa untuk memperkaya analisis, serta didukung dokumentasi media sosial, website resmi, dan materi komunikasi digital. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran digital diimplementasikan secara terintegrasi melalui media sosial, konten digital, website resmi, iklan digital, dan interaktivitas digital. Kelima aspek tersebut saling melengkapi dalam membangun perhatian, menyediakan informasi, memperluas jangkauan, dan menciptakan komunikasi dua arah dengan calon mahasiswa. Temuan penelitian menegaskan bahwa integrasi berbagai kanal komunikasi digital menjadi faktor penting dalam memenuhi kebutuhan informasi serta karakteristik Generasi Z. Abstract. The changing behavior of prospective students in the digital era has encouraged higher education institutions to adapt their digital marketing communication to the characteristics of Generation Z. This study aims to describe the implementation of digital marketing communication at Universitas Islam Bandung in attracting prospective Generation Z students from the perspective of communication managers. The study employed a qualitative approach with an interpretive paradigm and a case study design. Data were collected through in-depth interviews with four informants, managers of digital marketing communications and students, to enrich the analysis, and were supported by documentation from social media, the official website, and digital communication materials. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model. The findings indicate that digital marketing communication is implemented through the integrated use of social media, digital content, the official website, digital advertising, and digital interactivity. These communication channels complement one another in attracting attention, providing information, expanding communication reach, and facilitating two-way communication with prospective students. The findings highlight that integrating digital communication channels is essential to meeting the information needs and characteristics of Generation Z.

Page 13 of 13 | Total Record : 128