cover
Contact Name
Dinar Nur Inten
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6289657453976
Journal Mail Official
jrpgp@unisba.ac.id
Editorial Address
Gedung Rektorat Lantai 4, Jl. Tamansari No. 20 Bandung 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud
ISSN : ISSN2808     EISSN : 27986012     DOI : https://doi.org/10.29313/jrpgp.v1i2
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review (direview secara tertutup) yang mempublikasikan kajian hasil riset dan teoritik terhadap isu empirik dalam sub kajian Pendidikan Anak Usia Dini. JRPGP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6012 yang diterbitkan oleh UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini ter-indeks di Google Scholar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 114 Documents
Analisis Perilaku Sibling Rivalry pada Anak Usia 2-3 Tahun di Kabupaten Bandung Feby Elinda; Dewi Mulyani
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.181 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.608

Abstract

Abstract. Sibling rivalry is a phenomenon that occurs in families, with the main roles being brothers and sisters, where in this phenomenon, there is a conflict that is triggered by feelings of jealousy, feeling rivaled by siblings, or negative feelings that arise as a result of parents starting to share their apologies. . when older siblings are 1-3 years old and already have younger siblings, it is the age group that most often causes sibling rivalry events, then the incident will reappear at the age of 3-5 years and 8-12 years. Children who experience sibling rivalry will show behaviors such as physical aggression, verbal aggression and regression. The purpose of this study is to see how the behavior of children who experience the phenomenon of sibling rivalry. This study uses a qualitative case study approach, with 2 main research subjects, namely parents with 2-3 year old children located in Bandung Regency, namely Sukamenak Village and Margaasih Village. In this study, older siblings in all sibling rivalry families showed aggressive behavior by hitting and pinching their younger siblings, verbally aggressive behavior by throwing negative sentences that showed feelings of jealousy and lack of attention from their parents, and showed regression behavior such as wanting to breastfeed immediately when the younger sibling was breastfeeding. mother, wants to be carried when she sees her brother being carried by her parents and biting finger behavior. Abstrak. Sibling rivalry adalah suatu fenomena yang terjadi pada keluarga, dengan peran utama nya adalah kakak dan adik, dimana didalam fenomena tersebut, terdapat konflik yang di picu oleh rasa cemburu, rasa tersaingi oleh saudara, atau pun perasaan negative yang timbul akibat orang tua mulai membagi kasih sayangnya. Usia 1-3 ketika anak tersebut memiliki adik, adalah rentan usia yang paling sering menimbulkan kejadian sibling rivalry, lalu akan muncul kembali pada usia 3-5 tahun serta 8-12 tahun. Anak yang mengalami sibling rivalry akan menunjukan perilaku-perilaku seperti agresif fisik, verbal dan regresi. Tujuan dalam penelitian ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana perilaku anak yang mengalami fenomena sibling rivalry. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode studi kasus, dengan 2 subjek penelitian utama yaitu orang tua dengan anak berusia 2-3 tahun yang berlokasi di Kabupaten Bandung, yaitu Desa Sukamenak dan Desa Margaasih. Dalam penelitian ini, kakak pada seluruh keluarga mengalami sibling rivalry dengan menunjukan perilaku agresif fisik yaitu memukul dan mencubit adik nya, berperilaku agresif verbal dengan melontarkan kalimat negative yang menunjukan perasaan cemburu dan kurang diperhatikan oleh orang tuanya, serta menunjukan perilaku regresi seperti ingin menyusu langsung ketika melihat adik sedang menyusu pada ibu, ingin digendong ketika melihat saudaranya digendong oleh orang tuanya dan perilaku mengigit jari.
Analisis Penggunaan Youtube sebagai Media Ajar Pendidikan Anak Usia Dini di Era Digital Nadya Zahra Amada; Arif Hakim
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.268 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.612

Abstract

Abstract. Youtube has become a supplement for the development of students' knowledge and skills that can be made directly by the teacher. Many young children are already proficient at using gadgets to seek for entertainment through Youtube. X Kindergarten has implemented the use of Youtube as a teaching media since early 2020, because it is considered effective. The subjects of this study were the Teachers of Group A and the Principal of Kindergarten X. The type of approach used in this research is a qualitative approach with a case study method. The data collection techniques are through interviews, observation and documentation studies. The results of this study are in preparation for learning the teacher makes learning videos on Youtube by paying attention to the objectives of core and basic competencies, references, content that is suitable for early childhood and using Standard Operating Procedure for making Youtube. At the evaluation stage, it is done by reprocessing the activities or tasks presented in the Youtube learning video by re-asking the children and noticing the suitability of the task in its application. Abstrak. Media Youtube telah menjadi suplemen bagi pengembangan pengetahuan dan keterampilan siswa yang dapat dibuat langsung oleh guru. Banyak anak usia dini yang sudah mahir menggunakan gadget untuk mencari dan melihat hiburan melalui situs Youtube. Taman Kanak-kanak X menerapkan penggunaan Youtube sebagai media ajar sejak awal tahun 2020, karena dianggap efektif. Subjek penelitian ini adalah Guru Kelompok A dan Kepala Sekolah Taman Kanak-kanak X. Jenis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini adalah pada persiapan pembelajaran guru membuat video pembelajaran dalam Youtube dengan memperhatikan tujuan pada KI dan KD, referensi, konten yang sesuai dengan anak usia dini serta menggunakan SOP pembuatan Youtube. Pada tahap evaluasi dilakukan dengan cara mengolah kembali kegiatan atau tugas yang disampaikan dalam video pembelajaran Youtube dengan bertanya kembali pada anak serta melihat kesesuaian tugas dalam pengaplikasiannya.
Peran Kepala Sekolah dalam Pembinaan Kompetensi Pedagogik Guru PAUD di PAUD X Bandung Meilani Nurhayati
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.836 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.709

Abstract

Abstract. Principal coaching is the ability of the principal in moving the resources in school, aspects of the principal as coaching include 4 standards of competence, namely pedagogical competence, personality competence, professional competence, social competence. So this research aims to describe how the role of the principal in the development of pedagogical competence of teachers in PAUD X. The subjects of this study are the principal and teacher of PAUD X, using a qualitative approach, the type of sample used is purposive sampling, and using data collection techniques through interviews, observations, and documentation. The results of the principal are able to realize the confidence of several programs to further develop the level of pedagogical competence of teachers or educators by conducting training, assigning teachers to take training outside, encouraging teachers to further improve their knowledge and qualification levels. Abstrak. Pembinaan kepala sekolah merupakan kemampuan kepala sekolah dalam menggerakkan sumber daya yang ada disekolah, Aspek kepala sekolah sebagai pembinaan meliputi 4 standar kompetensi yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi professional, kompetensi sosial. Maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana peran kepala sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik guru di PAUD X. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah dan guru PAUD X, dengan menggunakan pendekatan kualitatif, jenis sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dan menggunakan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Didapatkan hasil kepala sekolah mampu merealisasikan keyakinan beberapa program untuk lebih mengembangkan tingkat kompetensi pedagogik guru atau pendidik dengan Mengadakan pelatihan, Menugaskan guru untuk mengikuti pelatihan diluar, Mendorong guru untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan tingkat kualifikasinya.
Implementasi Permainan Mini Outbound dalam Mengembangkan Motorik Kasar Anak Kelompok A Annisa Fadila
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.251 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.713

Abstract

Abstract. The purpose of this study was to determine whether children could develop gross motor skills through outbound mini games after being given a treatment on gross motor skills in experimental group children. The research design used was a non-equivalent control group design (pre-test-post-test design) because this research design provided pretest before being given treatment to the experimental and control groups to determine the success and effectiveness of this experimental study. The population of this research is the children of group A TK X. This research uses instruments, namely direct practice test sheets about gross motor skills and outbound mini games. The data obtained from the test results were analyzed using the normality test, homogeneity test, and independent sample T test (T test). Based on the results of data analysis using the T test, it can be seen that by giving treatment using outbound mini games (treatment) there was a significant increase in the treatment using outbound mini games which affected the gross motor skills of group A children in TK X. Abstrak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah anak dapat mengembangkan kemampuan motorik kasar melalui permainan mini outbound setelah diberikan perlakuan (treatmeant) pada kemampuan motorik kasar pada anak kelompok eksperimen. Adapun rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian nonequivalent control group design (rancangan tes awal-tes akhir) karena rancangan penelitian ini memberikan pretest terlebih dahulu sebelum diberikan treatmeant pada kelompok eksperimen dan kontrol untuk mengetahui keberhasilan dan efektivitas pada penelitian eksperimen ini. Populasi penelitian ini adalah anak kelompok A TK X. Penelitian ini menggunakan instrumen yaitu lembar tes praktik langsung tentang motorik kasar dan permainan mini outbound. Data yang diperoleh dari hasil tes di analisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji independent sample T test (uji T). Berdasarkan hasil analisis data menggunakan uji T dapat dilihat bahwa dengan memberikan perlakukan menggunakan permainan mini outbound (treatment) terjadi peningkatan yang signifikan dengan adanya perlakuan menggunakan permainan mini outbound yang mempengaruhi kemampuan motorik kasar anak kelompok A di TK X.
Pengaruh Kegiatan Sains Pencampuran Warna untuk Mengembangkan Kemampuan Pemecahan Masalah Kelompok A2 Suri Dara Adinda; Asep Dudi Suhardini
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.756 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.716

Abstract

Abstract. This research purpose are (1) to find out children problem solving abilities before applying color mixing activity; (2) to understand the process of the color mixing activity, (3) to find out children problem solving abilities after the implementation of color mixing activity, (4) to find out the effect of the activities of the science of mixing colors to develop problem-solving abilities in children. The research approach used in this research is quantitative approach. The type of research used is quasi experiment with pre-test and post-test group control design. The respondents in this study consisted of 14 children. The sampling technique is done by using purposive sample technique, i.e. which the sampling based on certain considerations. On the research implementation, the experimental group using the method of mixing colors activity, while the control group using the demonstration method. This research using observation as its data collection technique, validity test as its data analysis technique, reliability, normality test, homogeneity test, t-test, hypothesis test. The research outcome stated that the data obtained normally distributed. The research outcome shows that mixing colors activities affecting the development of problem solvinf skills on children as can be seen from the t-test result. Abstrak. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu (1) untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah pada anak sebelum diterapkan kegiatan sains pencampuran warna; (2) untuk mengetahui proses kegiatan sains pencampuran warna, (3) untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah pada anak setelah penerapan kegiatan sains pencampuran warna, (4) untuk mengetahui pengaruh kegiatan sains pencampuran warna untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada anak. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan desain pretest postest group control design. Populasi pada penelitian ini yaitu berjumlah 14 anak. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampel, yaitu dimana pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan tertentu. Pada pelaksanaan penelitian, kelompok eksperimen diberikan pembelajaran dengan menggunakan metode percobaan pencampuran warna, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode demonstrasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, dan untuk teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji validitas, uji realibilitas, uji normalitas, uji homogenitas, uji-t, uji hipotesis. Hasil penelitian menyatakan bahwa data yang diperoleh terdistribusi normal. Hasil penelitian yang telah dilaksanakan menunjukkan adanya pengaruh kegiatan sains pencampuran warna untuk mengembangkan kemampuan pemecahan masalah pada anak usia dini.
Pemanfaatan Tanaman Kopi sebagai Media Pembuatan Kolase dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Rusvita Melati; Masnipal
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.513 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.875

Abstract

Abstract. This study aims to determine the improvement of fine motor skills through learning to use collage through coffee plants. This type of research is Classroom Action Research, conducted in group A in X Kindergarten with 20 students. Data collection is done through observation of the learning process. The data of this study were analyzed by percentage with qualitative and quantitative analysis. Based on the data analysis that has been done, the results of the study show that learning through collage activities using coffee plants can improve fine motor skills. The increase was seen in the learning outcomes which showed that the success score in the first cycle showed that children who began to develop became 14 children (70%) then in the second cycle the results were 2 (10%) which developed very well and the third cycle reached 12 results (60%) the child is developing very well. Positive changes from pre-cycle, cycle I, cycle II and cycle III indicate a change towards improvement. This research has implications for group A teachers that coffee plants can be used as learning media, especially through making collages. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan motorik halus melalui pembelajaran mengunakan kolase melalui tanaman kopi. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, dilakukan kepada kelompok A di TK X dengan jumlah siswa 20 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap proses pembelajaran. Data penelitian ini dianalisis secara persentase dengan analisis kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui kegiatan kolase menggunakan tanaman kopi dapat meningkatkan kemampuan motorik halus. Peningkatan dapat dilihat pada hasil penelitian yang menunjukkan skor keberhasilan pada Siklus I didapatkan hasil anak yang MB menjadi 14 anak (70%) kemudian pada siklus II didapatkan hasil sebanyak 2 (10%) yang BSH dan siklus III mecapai hasil sebanyak 12 (60%) anak yang BSB. Perubahan positif dari pra siklus, siklus I, siklus II dan siklus III menunjukkan adanya perubahan ke arah perbaikan. Penelitian berimplikasi kepada guru kelompok A bahwa tanaman kopi dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran khususnya melalui pembuatan kolase.
Implementasi Tugas dan Fungsi Kepala Sekolah pada TK di Desa Cimekar Kabupaten Bandung Devita Nurul Fatimah
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.798 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.895

Abstract

Abstract. This study aims to identify the implementation of the duties and functions of school principals in two kindergarten institutions in Cimekar village, Bandung district and to identify supporting and inhibiting factors in carrying out their duties and functions as school principals. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and drawing conclusions.The results of the research obtained are: (1) The principal in the first location has carried out his duties and functions as educators, administrators, supervisors, and motivators. However, the duties and functions of the principal as a manager, in facilities management, a leader in the vision and mission are not in accordance with the characteristics, and as an innovator, in carrying out their duties and functions to the fullest. Meanwhile, the principal in the second location has implemented and functions as an educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator, and motivator. The duties and functions of the principal can affect the quality of school education. (2) The supporting factor in carrying out the duties and functions of the principal at the second institution, namely the principal has created a school atmosphere that is mutual cooperation and kinship, resulting in a positive impact in a job. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi tugas dan fungsi kepala sekolah pada dua lembaga TK di desa Cimekar kabupaten Bandung dan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai kepala sekolah. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian yang didapatkan adalah: (1) Kepala sekolah pada lokasi pertama telah melaksanakan tugas dan fungsi sebagai educator, administrator, supervisor, dan motivator. Namun tugas dan fungsi kepala sekolah sebagai manajer, dalam manajemen sarana prasarana, leader dalam merumuskan visi dan misi belum sesuai dengan karakteristik, dan sebagai inovator, dalam melakukan pembaharuan belum menjalankan tugas dan fungsinya secara maksimal. Sementara kepala sekolah pada lokasi kedua telah melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai educator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator, dan motivator. Tugas dan fungsi kepala sekolah dapat berpengaruh terhadapat mutu pendidikan sekolah. (2) Faktor pendukung dalam menjalankan tugas dan fungsi kepala sekolah pada kedua lembaga tersebut yaitu kepala sekolah telah menciptakan suasana sekolah yang bersifat gotong royong dan kekeluargaan, sehingga menghasilkan dampak positif dalam suatu pekerjaan.
Penggunaan Media Loose Parts untuk Mengembangkan Kemampuan Mengenal Konsep Ukuran pada Anak Mutiara Anisabela; Nan Rahminawati
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.732 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.896

Abstract

Abstract. Loose parts are one of the media used in learning activities. This study aims to determine the extent to which the use ofmedia loose parts in developing the ability to recognize the concept of size in children aged 4-5 years at TK X The data collection techniques carried out at the time of the research were observation, interviews, and documentation techniques. And the data analysis technique used Huberman's descriptive analysis steps which included data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The data sources of this study were 11 children aged 4-5 years and teachers of group A. The results of this study indicate that the use ofmedia loose parts in TK X in developing the ability to recognize the concept of size in children aged 4-5 years has been implemented quite well. good. The preparation and steps for usingmedia loose parts carried out by the teacher are quite mature and refer to the theory of the stages of using loose parts, by applying apperception, introducing playing strategies, getting used to tidying up toys, as well as playing methods that can develop the ability to recognize the concept of size. The results of learning the concept of size usingmedia loose parts show that the learning is effective in making children able to classify and sort differences in the size of an object. Abstrak. Loose parts menjadi salah satu media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana penggunaan media loose parts dalam mengembangkan kemampuan mengenal konsep ukuran pada anak usia 4-5 tahun di TK X. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan pada saat penelitian adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan teknik analisis data menggunakan langkah analisis deskriptif Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sumber data dari penelitian ini adalah 11 anak usia 4-5 tahun dan guru kelompok A. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media loose parts di TK X dalam mengembangkan kemampuan mengenal konsep ukuran pada anak usia 4-5 tahun sudah dilaksanakan dengan cukup baik. Persiapan dan langkah penggunaan media loose parts yang dilakukan oleh guru sudah cukup matang dan mengacu pada teori tahapan penggunaan loose parts, dengan cara menerapkan apersepsi, pengenalan strategi bermain, pembiasaan membereskan mainan, serta metode bermain yang dapat mengembangkan kemampuan mengenal konsep ukuran. Hasil dari pembelajaran konsep ukuran menggunakan media loose parts menunjukkan bahwa pembelajaran tersebut efektik membuat anak mampu mengklasifikasi dan mengurutkan perbedaan ukuran suatu benda.
Penggunaan Lembar Kerja Siswa dalam Proses Pembelajaran di TK X Cihampelas Alisya M Rahmawati; Huriah Rachmah
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.423 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.899

Abstract

Abstract. Student worksheets are learning media that are quite often found in early childhood education institutions. X Cihampelas Kindergarten uses student worksheets because it is effective in attracting children’s learning interest. Based on this background, the problems in this study are formulated as follows: (1) How is learning planning using student worksheets media at X Cihampelas Kindergarten? (2) How is the implementation of learning using student worksheets media in X Cihampelas Kindergarten? (3) How is the evalution of learning by using student worksheets media at X Cihampelas Kindergarten? (4) What are the advantages and disadvantages of using student worksheets in learning at X Ciampelas Kindergaten?. The research method used in this research Is descriptive qualitative. The data colletion techniques used were observation, interviews, and documentation studies. The results of this study obtained an illustration of the use of student worksheets in the learning process. The use of student worksheets in learning only applies the principles of learning that are interesting and fun, as well as thematic, and can effect aspects of children’s development including aspects of reigiousvalues and moral, fine motor, cognitive, language, and socio-emotional. Abstrak. Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah media pembelajaran yang cukup sering ditemukan di lembaga pendidikan anak usia dini. TK X Cihampelas menggunakan LKS karena efektif dalam menarik minat belajar anak. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana perencanaan pembelajaran dengan menggunakan media LKS di TK X Cihampelas? (2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media LKS di TK X Cihampelas? (3) Bagaimana evaluasi pembelajaran dengan menggunakan media LKS di TK X Cihampelas? (4) Bagaimana kelebihan dan kelemahan penggunaan LKS dalam proses pembelajaran di TK X Cihampelas? Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah didapatkan gambaran tentang penggunaan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam proses pembelajaran. Penggunaan media LKS dalam pembelajaran hanya menerapkan prinsip pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, tematik, serta dapat mempengaruhi aspek-aspek perkembangan anak di antaranya adalah aspek nilai agama dan moral, motorik halus, kognitif, bahasa, dan sosial-emosional.
Pengaruh Pola Asuh Orang Tua terhadap kemandirian Anak di Rumah dan di Sekolah Almas Amaliana; Nurul Afrianti
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.055 KB) | DOI: 10.29313/jrpgp.vi.901

Abstract

Abstract. one aspect that must be developed in early childhood is the aspect of independence, this aspect of independence is very important in a child's life, because with independence the child will be more responsible for his own needs and will be more confident, and this independence itself is influenced by many factors, one of which is is parenting, through parenting parents can educate, foster, guide and discipline children. But what kind of parenting is able to develop the character of children's independence. The purpose of this study was to see whether this parenting style had an effect on the independence of children in Cikukulu Village, Sarimanggu Village, Karangnunggal District, Tasikmalaya Regency. This study uses a quantitative approach with descriptive methods and data collection techniques using closed questionnaires or questionnaires. The result of this research is that a good parenting style that can develop aspects of children's independence is a democratic parenting style. Children who are cared for by parents with democratic parenting patterns are children who have started to be independent, especially with all family members encouraging children to achieve independence. Therefore, parenting is very influential for the formation of aspects of the independence of children Abstrak. salah satu aspek yang harus dikembangkan pada anak usia dini adalah aspek kemandirian, aspek kemandirian ini sangatlah penting dalam kehidupan anak, karena dengan kemandirian anak akan lebih bertanggung jawab terhadap kebutuhannya sendiri dan akan lebih percaya diri, dan kemandirian ini sendiri dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya ialah pola asuh , melalui pola asuh orang tua dapat mendidik, membina, membimbing dan mendisiplinkan anak. Namun pola asuh seperti apakah yang mampu mengembangkan karakter kemandirian anak. Tujuan penelitian ini ialah untuk melihat apakah pola asuh ini berpengaruh terhadap kemandirian anak di Kp.Cikukulu Desa Sarimanggu Kecamatan karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan pendekata kuantitatif dengan metode deskriptif dan teknik pengumpulan data menggunakan angket atau kuesioner tertutup. Hasil dari penelitian ini ialah pola asuh yang baik yang dapet mengembangkan aspek kemandirian anak ialah pola asuh demokratis. Anak yang diasuh oleh orang tua dengan pola pengasuhan demokratis ialah anak sudah mulai mandiri terebih dengan seluruh anggota keluarganya mendorong anak untuk mencapai kemandiriannya. Maka dari itu pola asuh orang tua sangat berpengaruh bagi pembentukan aspek kemandirian anak

Page 3 of 12 | Total Record : 114