cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 106 Documents
Simulasi Potensi Gerakan Tanah Lereng Alami Akibat Perubahan Tata Guna Lahan Periode Tahun 2013 – 2020 Wilayah Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat Fachrul Rozy Elba Ansofa; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.329 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i2.390

Abstract

Abstract. Natural disasters caused by geological aspects are difficult to predict when and where the disaster will occur because many factors can trigger a disaster. In West Java Province there have been around 64 incidents of landslides that harm humans. The Cimenyan sub-district is dominated by the topography of the Slope / Ridge area and the land use of the Forest Area with an altitude of 946 meters above sea level. In Cimenyan district, land cover changes from green open spaces to built spaces can have an impact on slope stability. Changes in land cover in conservation areas into built-up areas can cause floods, erosion, landslides, drought, and reduced soil fertility. So in general, these conditions can have a high potential level of vulnerability or vulnerability to landslide events. The potential ground movement zone is formed in case 3 conditions in the northeastern part of Cimenyan village covering the coordinates of 797000 me, 9244500 mn to 798000 me, 9243500 mn. With a value of 1.201 safety factor decreased in case 4 conditions to 1.133. Furthermore, if it is simulated in case 5 conditions, the value of the safety factor becomes 1.070 and another potential ground movement zone appears in the eastern part of Cimenyan village covering the coordinates of 795500 me, 9241500 mn to 796000 me, 9241000 mn with a safety factor value of 1.235. Abstrak. Bencana alam yang disebabkan oleh aspek geologi sulit untuk diprediksi waktu dan lokasi bencana tersebut akan terjadi, karena banyak faktor yang dapat memicu terjadinya bencana. Di Provinsi Jawa Barat telah terjadi sekitar 64 kejadian bencana gerakan tanah yang merugikan manusia. Kecamatan Cimenyan didominasi oleh topografi wilayah Lereng/Punggung Bukit dan tata lahan Kawasan Hutan dengan ketinggian 946 meter dari permukaan laut. Di Kecamatan Cimenyan perubahan tutupan lahan dari ruang terbuka hijau menjadi ruang terbangun dapat berdampak pada kestabilan lereng. Perubahan tutupan lahan pada kawasan konservasi menjadi kawasan terbangun dapat menimbulkan bencana banjir, erosi, tanah longsor, kekeringan dan berkurangnya kesuburan tanah. Sehingga secara umum kondisi tersebut dapat mempunyai potensi tingkat kerawanan atau kerentanan kejadian bencana longsor yang tinggi. Zona potensi gerakan tanah terbentuk pada kondisi case 3 di Bagian Timurlaut Desa Cimenyan meliputi kordinat 797000 mE, 9244500 mN hingga 798000 mE, 9243500 mN. Dengan nilai faktor keamanan 1,201 mengalami penurunan pada kondisi case 4 menjadi 1,133. Selanjutnya apabila disimulasikan pada kondisi case 5 nilai faktor keamanan menjadi 1,070 dan muncul daerah zona potensi gerakan tanah lainnya di bagian timur Desa Cimenyan meliputi kordinat 795500 mE, 9241500 mN hingga 796000 mE, 9241000 mN dengan nilai faktor keamanan 1,235.
Rancangan Teknis Penambangan Bijih Nikel pada Daerah Blok C PT XYZ Desa Boenaga, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Adit Kurniawan; Dudi Nasrudin; Rully Nurhasan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.386 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i2.394

Abstract

Abstract. Planning and design are important things in mining activities because they are used as technical requirements and technical sequences for the purposes and objectives of mining activities. The purpose of this research activity is to determine the technical design of nickel ore mining activities at the mining stage and production scheduling obtained based on exploration data and in accordance with mining design parameters such as Cut off Grade, Stripping Ratio and Geometry Grades and mining roads. Before the design is carried out, it is necessary to know the sediment distribution model, and first. Sediment modeling and estimation of nickel ore resources used is by making block models using the inverse distance method to describe the distribution of the levels. The result of calculations using the block model is that the measured resource is 142,400 tons with an average Ni content of 1.8%. The mine design was made by based on the Cut Off Grade value used, average Ni 1.6% and the Stripping Ratio value of 6,7 tonnes of waste / tonnes of ore with a geometric level with a height of 6 m and a slope of 40o. The road geometry used is a straight road width of 9 m with a cross slope of 1.71o and a curved road width of 17 m. From this limitation, it is obtained a mining limit of 8,3 hectares with the mining method to be used, namely the side cast method. Based on the mine opening design, the production of mined reserves is 137,000 tons of nickel with an average grade of 1,86% and 834,118 tons of waste to be peeled, resulting in a stripping ratio of 6.49 tons of waste / ton of ore with a company target of 40,000 tons / month, so mining will planned for 3 months. Abstrak. Perencanaan dan perancangan merupakan hal penting dalam kegiatan penambangan karena dijadikan sebagai persyaratan teknik serta urutan teknis untuk pencapaian tujuan dan sasaran kegiatan penambangan. Tujuan dari kegiatan penelitian ini yaitu untuk mengetahui rancangan teknis kegiatan penambangan bijih nikel terutama tahapan penambangan dan penjadwalan produksi yang diperoleh berdasarkan data hasil eksplorasi dan sesuai dengan parameter rancangan penambangan seperti Cut off Grade, Stripping Ratio serta Geometri Jenjang dan jalan tambang. Sebelum dilakukan perancangan maka perlu diketahui model sebaran endapan, kadar dan sumberdaya. Pemodelan endapan dan penaksiran sumberdaya bijih nikel yang digunakan yaitu dengan pembuatan blok model dengan menggunakan metode inverse distance untuk menggambarkan sebaran kadarnya. Hasil perhitungan dengan menggunakan blok model yaitu diperoleh sumberdaya terukur sebesar 142,400 ton dengan kadar rata-rata Ni 1,8%. Rancangan bukaan tambang dibuat berdasarkan nilai Cut Off Grade yang digunakan yaitu Ni rata-rata 1.6 % dan nilai Stripping Ratio sebesar 6,7 ton waste/ton ore dengan geometri jenjang dengan tinggi 6 m dan kemiringan 40°. Geometri jalan yang digunakan yaitu lebar jalan lurus 9 m dengan nilai cross slope 1,71° dan lebar jalan tikungan 17 m. Dari batasan tersebut maka diperoleh batas penambangan seluas 8,3 Ha dengan metode penambangan yang akan digunakan yaitu metode side cast. Berdasarkan rancangan bukaan tambang, diperoleh cadangan tertambang sebesar 137,000 Ton nikel dengan kadar rata – rata 1,86 % dan 834,118 ton waste yang akan dikupas, menghasilkan stripping ratio 6,49 ton waste/ton ore dengan target produksi perusahaan sebesar 40,000 ton/bulan, sehingga penambangan akan direncanakan selama 3 bulan.
Kajian Geometri Jalan Tambang berdasarkan AASHTO dan Kepmen No. 1827/K/30/Mem/2018 pada Penambangan Andesit di PT XYZ, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Muhammad Dwi Nanda
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.753 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i2.403

Abstract

Abstract. This study discusses the influence of mining road conditions on the circulation time of the conveyance and the work efficiency of the loading equipment. In this study, the study of mine road geometry refers to the theory of AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) in 1993 and Ministerial Decree No. 1827/K/30/MEM/2018. The geometry of the road includes the width of the road in straight conditions, the width of the road in bend conditions, the radius of the bend, the road slope (Grade), cross slope (Cross slope), superelevation, the actual rimpull calculation which is compared with theoretical calculations based on AASHTO theory (American Association of State Highways and Transportation Officials).The study of road geometry is associated with the production of digging and loading equipment to increase andesite mining production. The production observation area is carried out on the work front which is on bench 9 to the hopper, the results of observations in actual conditions are calculated and then compared with the results of theoretical calculations. In the observation area, the width of the straight road has varying values ranging from 8.12 meters to 21.60 meters, then the width of the road with bend conditions has a road width of 9.12 meters to 17.94 meters, while the slope of the road has a varying slope. ranging from 3.49% - 38.39% with rimpull available on conveyances from gears 1 - 7. From the results of the actual production calculation, it is less than optimal because there are several obstacles in terms of road geometry that do not meet the standards so that the transportation equipment cycle time is longer which will affect production, therefore to increase production, mining road geometry improvements are made for road segments that does not meet the standards of the theory of AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) and Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018. Abstrak. Pada penelitian ini membahas terkait pengaruh kondisi jalan tambang terhadap waktu edar alat angkut dan efisiensi kerja alat muat. Pada penelitian ini untuk kajian geometri jalan tambang mengacu pada AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) tahun 1993 dan Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018. Geometri jalan meliputi lebar jalan kondisi lurus, lebar jalan kondisi tikungan, jari-jari tikungan, kemiringan jalan (Grade), kemiringan melintang (Cross slope), superelevasi, perhitungan rimpull secara aktual yang dibandingkan dengan perhitungan secara teoritis berdasarkan AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials). Kajian geometri jalan dikaitkan dengan produksi alat gali-muat dan alat angkut untuk meningkatkan produksi penambangan andesit. Area pengamatan produksi dilakukan pada front kerja yang berada di bench 9 sampai hopper, hasil dari pengamatan dalam kondisi aktual dihitung lalu dibandingkan dengan hasil perhitungan secara teoritis. Pada area pengamatan kondisi lebar jalan lurus memiliki nilai bervariasi mulai dari 8,12 meter sampai 21,60 meter, lalu untuk lebar jalan dengan kondisi tikungan memiliki lebar jalan sebesar 9,12 meter sampai 17,94 meter, sedangkan untuk kemiringan jalan memiliki kemiringan bervariasi mulai dari 3,49% - 38,39%. Dengan rimpull tersedia pada alat angkut dari gear 1 - 7. Dari hasil perhitungan secara aktual tersebut kurang maksimal karena adanya beberapa hambatan dari segi geometri jalan yang belum memenuhi standar sehingga waktu edar alat angkut semakin lama yang nantinya akan berpengaruh terhadap produksi, oleh karena itu untuk meningkatkan produksi dilakukan perbaikan geometri jalan tambang untuk segmen jalan yang belum memenuhi standar dari AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) dan Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018.
Kajian Sisa Umur Pakai dan Proteksi Katodik Sistem Anoda Korban pada Pipa Transportasi Gas Pipeline B di Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat Imam Imadudin; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.217 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i2.408

Abstract

Abstract. This research was conducted on a gas transportation pipe along the 1,978 meters above and below the ground level. This study aims to determine the type of corrosion that occurs in the pipe, the corrosion control method applied, the corrosion rate and the remaining useful life of the pipe and the external environmental factors that influence it.The methodology used in this research is the measurement of pipe thickness reduction to determine the corrosion rate and the remaining useful life of the pipe based on API 570. Measurement of pipe thickness reduction was done using an Ultrasonic Thickness Gauge Panametrics MG 2 DL at 12 test points. Environmental conditions in the study area were acidic with a soil pH of 5.8 - 6.2, and soil resistivity of 2,357 – 3,441 ohm.cm, including in the very corrosive - corrosive category.The types of corrosion that occur in this gas transportation pipe are uniform corrosion and erosion corrosion. Externally applied corrosion control methods are the coating method (Polyken Liquid Adhesive System 1027), the wrapping method (Polyken 980/955) and the cathodic protection method of the sacrificial anode system (SACP) using Mg metal. Abstrak. Penelitian ini dilakukan pada pipa transportasi gas sepanjang 1.978 meter yang berada di atas dan di bawah permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis korosi, metoda pengendalian korosi yang diaplikasikan, metoda proteksi katodik sistem anoda korban, laju korosi dan sisa umur pakai pipa serta faktor-faktor lingkungan eksternal yang mempengaruhinya. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran pengurangan ketebalan pipa untuk menentukan laju korosi dan sisa umur pakai pipa berdasarkan API 570. Pengukuran ketebalan pipa dilakukan dengan menggunakan alat Ultrasonic Thickness Gauge Panametrics MG 2 DL pada 12 test point. Kondisi lingkungan di daerah penelitian merupakan lingkungan asam dengan pH tanah 5,8 – 6,2, serta resistivitas tanah 2.357– 3.441 ohm. Cm termasuk dalam kategori sangat korosif - korosif. Jenis korosi yang terjadi pada pipa transportasi gas ini yaitu korosi merata dan korosi erosi. Metoda pengendalian korosi yang diaplikasikan secara eksternal yaitu metoda coating (Polyken Liquid Adhesive System 1027), metoda wrapping (Polyken 980/955) dan metoda proteksi katodik sistem anoda korban dengan menggunakan logam Mg sebagai anoda korban.
Kajian Teknis dan Ekonomis dalam Merencanakan Penggantian Alat Angkut Lama dengan Alat Angkut Baru di Area Penambangan Andesit PT XYZ Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat Rizki Purnama; Noor Fauzi Isniarno
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.93 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i2.412

Abstract

Abstract. In its production activities, this company uses 1 unit of Caterpillar 345 GC excavation equipment which has been used for production for 2 years and 3 units of new Hino 500 New Ranger FM 260 JD production for 4 years. The condition of mechanical equipment that is classified as old and unfit for operation due to frequent breakdowns and requiring special maintenance and equipment operating costs are getting bigger, Of course it will affect productivity and production which will decrease. Therefore, so that the mining activities carried out are not disturbed due to equipment problems that often experience damage, it is necessary to replace the equipment. In planning the replacement of mechanical equipment, it is necessary to conduct a technical and economical study. For a technical study, it includes a study of equipment production, and for an economic study it includes operating costs, as well as ownership costs, Present Worth Cost value and Production Unit Cost value. Based on the results of a technical study, the digging tool has a work efficiency of 49.86% with a production of 271,384.18 BCM/Year and the old conveyance has a work efficiency of 86.03 % with a production of 270,996.93 BCM/year, As for the new means of transportation, it has a work efficiency of 86.95% with a production of 305409,91 BCM/Year. Based on the results of the economic study, it was found that the operating costs of the old conveyances were Rp 621,884,172.20 /year, and for the operating costs of the new conveyances, it was Rp 552,566,994.26 /year. In addition, the results of the calculation of Production Unit Cost for old transportation equipment are also obtained, which is Rp 3,100.46/BCM, while for new means of transport it is Rp 2,585.07/BCM. Abstrak. Dalam kegiatan produksinya perusahaan ini menggunakan alat gali-muat Caterpillar 345 GC sebanyak 1 unit yang telah digunakan untuk produksi selama 2 tahun, 3 unit alat angkut baru Hino 500 Ranger FM 260 JD baru yang sudah beroperasi selama 4 tahun. Kondisi dari alat mekanis yang sudah tergolong tua dan tidak layak beroperasi karena sering terjadi kerusakan dan membutuhkan perawatan yang khusus dan biaya operasi alat semakin besar, tentunya mempengaruhi produktivitas dan produksi yang akan semakin menurun. Oleh karena itu agar kegiatan penambangan yang dilakukan tidak terganggu karena masalah alat yang sering mengalami kerusakan maka perlu dilakukan penggantian alat. Dalam merencanakan penggantian alat mekanis maka perlu dilakukan kajian secara teknis dan ekonomis. Untuk kajian teknis meliputi kajian produksi alat, serta untuk kajian ekonomi meliputi biaya operasi, biaya kepemilikan, nilai Present Worth Cost serta nilai Production Unit Cost. Berdasarkan hasil kajian teknis, alat gali-muat mempunyai efisiensi kerja 49,86% dengan produksi sebesar 271.384,18 BCM/Tahun dan alat angkut lama mempunyai efisiensi kerja 86,03% dengan produksi sebesar 270.996,93 BCM/Tahun, Sedangkan untuk alat angkut baru mempunyai efisiensi kerja 86,95% dengan produksi sebesar 305.409,91 BCM/Tahun. Berdasarkan hasil kajian ekonomi didapatkan hasil biaya operasi alat angkut lama sebesar Rp 621.884.172,20 /tahun, dan untuk biaya operasi alat angkut baru adalah sebesar Rp 552.566.994,26 /tahun. Selain itu didapatkan juga hasil perhitungan Production Unit Cost alat angkut lama yaitu sebesar Rp 3.100,46/BCM, sedangkan untuk alat angkut baru yaitu sebesar Rp 2.585,07/BCM.
Evaluasi Kinerja Crushing Plant di PT X Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat M. Hafizh Eliansyah; Sriyanti
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.079 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i2.536

Abstract

Abstract. With a total area of ± 100 Ha. The purpose of this study is to determine the obstacles that occur during production, to determine the availability and work efficiency of mechanical equipment, and to determine the production tonnage of crushing plant equipment. Processing of andesite minerals at the crushing plant unit of PT X consists of three stages, namely primary crushing using a jaw crusher (Metso C-140), secondary crushing using cone crusher 1 (CMC PCC4A) and tertiary crushing using cone crushers 2 & 3 (NH-400). Data processing activities and research results at PT X consist of field activity procedures, crushing plant work cycles, crushing plant working time, crushing plant productivity, actual conveyor belt calculations, and calculation of conveyor belt production losses. Based on data on human barriers and mechanical devices, the value of mechanical availability is 94.77% and work efficiency is 94.83%. Lossing materials that occur during the processing are divided into 5 stages, namely, primaru crushing = 0.25 tons/hour, secondary crushing = 0.16 tons/hour, teriary crushing = 0.14 tons/hour, sizing 1 = 0.07 tons /hour and sizing 2 = 0.03 ton/hour. Production results of jaw crusher = 384.86 tons/hour, cone crusher 1 = 384.70 tons/hour, cone crusher 2 = 163.37 tons/hour and cone crusher 3 = 163.65 tons/hour. The products produced by this company consist of 6 types of products including split 12, split 23, screening, stone ash, and base course. The results of the crushing plant performance evaluation could not meet the production target of 380 tons/hour with a product production of 377.37 tons/hour. Abstrak. Luas wilayah keseluruhan ± 100 Ha. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hambatan-hambatan yang terjadi saat produksi, mengetahui nilai ketersediaan dan efesiensi kerja alat mekanis, lossing materials selama proses produksi dan mengetahui tonase produksi alat crushing plant. Pengolahan bahan galian andesit pada unit crushing plant PT X terdiri dari tiga tahap yaitu primary crushing dengan menggunakan jaw crusher (Metso C-140), secondary crushing menggunakan cone crusher 1 (CMC PCC4A) dan tertiary crushing menggunakan cone crusher 2 &3 (NH-400). Kegiatan pengolahan data dan hasil penelitian pada PT X terdiri prosedur kegiatan lapangan, siklus kerja crushing plant, waktu kerja crushing plant, produktivitas crushing plant, perhitungan belt conveyor secara aktual, dan perhitungan losses produksi belt conveyor. Berdasarkan data hambatan manusia dan alat mekanis didapatkan nilai ketersediaan mekanis 94,77% dan efisiensi kerja sebesar 94,83%. Lossing materials yang terjadi selama proses pengolahan terbagi menjadi 5 tahapan yaitu, primary crushing = 0,25 ton/jam, secondary crushing = 0,16 ton/jam, teriary crushing = 0,14 ton/jam, sizing 1 = 0,07 ton/jam dan sizing 2 = 0,03 ton/jam. Hasil Produksi jaw crusher = 384,86 ton/jam, cone crusher 1 = 384,70 ton/jam, cone crusher 2 = 163,37 ton/jam dan cone crusher 3 = 163,65 ton/jam. Produk yang dihasilkan perusahaan ini terdiri dari 6 jenis produk diantaranya yaitu split 1-2, split 2-3, screening, abu batu, dan base course. Hasil evaluasi kinerja crushing plant tidak dapat memenuhi target produksi sebesar 380 ton/jam dengan produksi produk yang diperoleh sebesar 377,37 ton/jam.
Rencana Teknis dan Ekonomi Reklamasi pada Tambang Emas PT X di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Dendi Syahriadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.376 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i2.537

Abstract

Abstract. PT X is a private mining company engaged in gold metal mineral mining located in Simpenan District. Sukabumi Regency. West Java Province, the area that is planned for mining is 8.7 hectares consisting of 10 mining blocks for a period (10 years). where at the end of the mining activity stage reclamation will be carried out. The purpose of this research is to plan a technical plan for land management. revegetation. care and maintenance in a former mining activity area where reclamation activities will be carried out, so that from the technical activity plan it can find out the total cost required for the reclamation activity plan from an economic point of view, the technical plan for reclamation is carried out from 2022-2031. the reclamation area is in accordance with the area being mined for a period (10 years). The total area to be reclaimed is 8.7 Ha. Based on the results of the research, it can be concluded that at the land use stage, equipment in the form of the Kobelco SK330 Excavator, Hino 500 - FM260JD Dump Truck, and Komatsu D85PX-18 Bulldozer will be used. In the revegetation stage, the plants used include tea plants (Camelia Sinensis), insert plants such as Eucalyptus trees (Musa acuminata) and cover crops in the form of legumes (Melaleuca Leucadendra). This technical plan for reclamation will continue to plant care and maintenance so that plant growth can be optimal and the success of reclamation is 100%. The total cost for this reclamation plan is Rp. 1,348,737,035,-., Abstrak. PT X merupakan perusahaan tambang swasta yang bergerak pada bidang pertambangan mineral logam emas yang berlokasi di kecamatan simpenan, Kabupaten sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Luasan area yang direncanakan dilakukan penambangan yaitu seluas 8,7 Ha yang terdiri atas 10 blok penambangan selama satu periode (10 Tahun), dimana pada akhir tahapan kegiatan penambangan akan dilakukan reklamasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu merencanakan suatu rencana teknis reklamasi berupa penataan lahan, revegetasi serta perawatan, dan pemeliharaan pada suatu area bekas kegiatan penambangan. sehingga dari rencana kegiatan teknis tersebut dapat mengetahui total biaya yang dibutuhkan untuk rencana kegiatan reklamasi ditinjau dari sisi ekonomi. Rencana teknis reklamasi dilakukan dari tahun 2022-2031, luas area reklamasi sesuai dengan luas area yang dilakukan penambangan selama satu periode (10 tahun). Luas total yang akan direklamasi 8,7 Ha. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada tahapan penataan lahan akan digunakan peralatan mekanis berupa Excavator Kobelco SK330, Dump Truck Hino 500 - FM260JD, dan Bulldozer Komatsu D85PX-18. Pada tahapan revegetasi tanaman yang digunakan antara lain, yaitu tanaman pokok berupa tanaman teh (Camelia Sinensis), tanaman sisipan berupa pohon Kayu Putih (Musa acuminata) dan tanaman penutup berupa tanaman Kacang-kacangan (Melaleuca Leucadendra). Rencana teknis reklamasi ini akan dilanjutkan hingga tahapan perawatan dan pemeliharaan tanaman revegetasi agar pertumbuhan tanaman dapat optimal dan tercapainya keberhasilan reklamasi sebesar 100%. Adapun anggaran total biaya rencana reklamasi ini dibutuhkan sebesar Rp 1.348.737.035,-.
Estimasi Sumberdaya Batugamping di PT X, Kecamatan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat Dika Hadi Anugrah; Dono Guntoro
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.824 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i2.538

Abstract

Abstract. Limestone is an excavated material that can be used as a raw material for cement. In the manufacture of cement there are three raw materials, namely limestone as the main raw material, then there are corrective raw materials, namely iron sand and quartz sand and additive raw material, namely gypsum. The main compound of limestone used as raw material for cement is CaO compound. In the formation of limestone, the value of CaO content has variations due to differences in facies in the formation process, so that the distribution of CaO content is not necessarily homogeneous. With the requirement for CaO content as a cement raw material, which is 47%, it is necessary to have a model to describe the geometry of the sediment and the distribution of CaO levels at the research site. The resource estimation method used is the kriging method. The basis for determining resources is to talk about the level of confidence. Thus, the selection of the kriging method is because this method is the best linear unbiased estimator, many parameters are considered in the kriging method, one of which is the variogram model. The variogram model is a spatial statistical analysis (geostatistics), or statistical analysis by considering the location of the sample points, in order to obtain information related to the relationship of one point to another which is expressed in a range or radius of information points that still have a spatial relationship. The results of the estimation of limestone resources are as follows. Limestone resources in Quarry B are 12,844,500 tons with an average CaO content of 48.48%, and in Quarry C as many as 10,857,000 tons with an average CaO content of 41.17%. Abstrak. Batugamping merupakan bahan galian yang dapat dimanfaatkan salah satunya sebagai bahan baku semen. Dalam pembuatan semen terdapat tiga bahan baku, yaitu batugamping sebagai bahan baku utama, kemudian terdapat bahan baku corrective yaitu pasir besi dan pasir kuarsa serta bahan baku additive yaitu gypsum. Senyawa utama batugamping yang dimanfaatkan sebagai bahan baku semen adalah senyawa CaO. Pada keterbentukan batugamping, nilai kadar CaO memiliki variasi yang diakibatkan adanya perbedaan fasies dalam proses pembentukannya, sehingga distribusi kadar CaO yang belum tentu homogen. Dengan adanya syarat kadar CaO sebagai bahan baku semen yaitu 47% maka perlu adanya pemodelan untuk menggambarkan bentuk geometri endapan dan distribusi kadar CaO di lokasi penelitian. Metode estimasi sumberdaya yang digunakan adalah metode kriging. Dasar dalam penentuan sumberdaya adalah berbicara terkait tingkat keyakinan. Dengan demikian, pemilihan metode kriging dikarenakan metode ini merupakan best linear unbiased estimator, banyak parameter yang diperhatikan dalam metode kriging salah satunya adalah model variogram. Model variogram merupakan analisis statistik spasial (geostatistik), atau analisis statistik dengan mempertimbangkan lokasi titik sampel, sehingga didapatkan informasi terkait hubungan satu titik dengan titik yang lainnya yang dinyatakan dalam range atau radius titik informasi yang masih memiliki hubungan secara spasial. Hasil dari estimasi sumberdaya batugamping adalah sebagai berikut Sumberdaya batugamping di Quarry B sebanyak 12.844.500 Ton dengan kadar rata-rata CaO 48,48%, dan di Quarry C sebanyak 10.857.000 Ton dengan kadar rata-rata CaO 41,17%.
Kestabilan Lereng Tambang Terbuka pada Tambang Emas di PT X Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat Krispian Fathan Hidayatullah; Iswandaru
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.667 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i2.539

Abstract

Abstract. Slope stability itself is an important factor in the design and operational planning process in open-pit mines. This research aims to find out the physical and mechanical properties of rocks at the research site, find out the optimal slope geometry at the research site and find out the possibility of avalanche types in the field of derailment. Methods in analyzing slope stability in research using bishob methods and bag probabili methodsaimed for alternative approaches in determining slope stability by estimating the possibility of slopes experiencing cladding (PK) as well as the value of safety factors (FK). The probability value of leniency (PK) and security factor (FK) are classified according to KEPMEN ESDM Number 1827K/30/MEM/2018. Based on the classification, a single slope that is said to be safe is FK (Static) 1.1 while FK (Dynamic) does not exist and for PK of 25-50% with low-highlandslideseverity, while for the overall slope it can be said to be safe if FK (Static) 1.3 while FK (Dynamic) 1.05 and for PK by 5-10% with medium landslide severity. Analysis of slope stability in the research area is simulated in the state of groundwater level most saturated with point 5 according to the classification of hoek and bray. The results of the study found that the most optimal single slope with a height of 5 meters with a slope of 550 with an FK value of 1.25 and PK of 3.10%. The determination of overall slope geometry is taken based on the most optimal single slope geometry by simulating with the overall height of the slope 20 m, 40 m, 60 m, 80 m, and 100 m. So that the most optimal overall slope is obtained with a height of 20 m with a value of FK (static) 1.54 FK (dynamic) 1.23 and PK 0%. Abstrak. Kestabilan lereng sendiri merupakan suatu faktor yang penting dalam proses perencanaan desain serta operasional pada tambang terbuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan mekanik batuan pada lokasi penelitian, mengetahui geometri lereng optimal pada lokasi penelitian serta mengetahui kemungkinan jenis longsoran pada bidang gelincir. Metode dalam menganalisis kestabilan lereng pada penelitian menggunakan metode bishob dan metode probabilitas yang bertujuan untuk pendekatan alternatif dalam menentukan kestabilan lereng dengan memperkirakan kemungkinan lereng mengalami kelongsoran (PK) serta nilai faktor keamanan (FK). Nilai probabilitas kelongsoran (PK) dan faktor keamanan (FK) salah satunya diklasifikasikan menurut KEPMEN ESDM Nomor 1827K/30/MEM/2018. Berdasarkan klasifikasi tersebut lereng tunggal yang dikatakan aman yaitu FK (Statis) 1,1 sementara FK(Dinamis) tidak ada dan untuk PK sebesar 25-50% dengan keparahan longsor low-high, sementara untuk lereng keseluruhan dapat dikatakan aman jika FK (Statis) 1,3 sementara FK(Dinamis) 1,05 dan untuk PK sebesar 5-10% dengan keparahan longsor medium.Analisis terhadap kestabilan lereng pada daerah penelitian disimulasikan dalam keadaan muka air tanah paling jenuh dengan point 5 menurut klasifikasi hoek and bray. Hasil penelitian didapatkan bahwa lereng tunggal yang paling optimal dengan ketinggian 5 meter dengan slope 550 dengan nilai FK 1,25 dan PK 3,10%. Penentuan geometri lereng keseluruhan diambil berdasarkan geometri lereng tunggal yang paling optimal dengan mensimulasikan dengan ketinggian keseluruhan lereng 20 m, 40 m, 60 m, 80 m, dan 100 m. Sehingga didapatkan lereng keseluruhan yang paling optimal adalah dengan ketinggian 20 m dengan nilai FK (statis) 1,54 FK (dinamis) 1,23 dan PK 0%.
Pengaruh Penambahan Kapur terhadap Parameter Uji Kuat Geser Batulempung Menggunakan Direct Shear Test Muhammad Ilham Naufal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 1, No. 2, Desember 2021, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.116 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v1i2.540

Abstract

Abstract. Claystone is a soil composed of weathered solid grains which have low permeability and are very cohesive with high swelling and shrinkage ability that are above the bedrock. In terms of holding the load above it, the claystone must have a stable strength so that it can withstand the settlement due to the load spread along the shear plane. The research methodology used in the implementation of the activity consists of a literature study, preparation of test materials and mixing, data collection on the results of physical and mechanical properties testing and data processing which is then analyzed for the resulting parameters. The research was conducted by mixing slaked lime against claystone at 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, and 12% using a waiting time of 3, 6, 9, and 12 days. The claystone used in this study has a natural density of 2.03 g/cm3, a dry density of 1.7 g/cm3 and a natural water content of 19.18%. The optimum value of moisture content obtained in the claystone proctor test is 20.09% at a maximum dry density of 2.38 gr/cm3 Based on the results of the research carried out, it was found an increase in the test parameters of the material as a result of mixing claystone - Slaked Lime (Ca(OH)2) which resulted in reinforcement in the amount of cohesion (c) and internal friction angle (Ф) through mixing as much as 6% in the form of cohesion (c) of 0.15038 MPa and internal friction angle (Ф) of 18.5111° compared to the parameters before mixing the material which obtained cohesion (c) of 0.0523 MPa and internal friction angle (Ф) 11.2311°. Abstrak. Batulempung merupakan tanah yang tersusun atas susunan butiran padat hasil pelapukan yang memiliki sifat permeabilitas rendah sangat kohesif dengan kemampuan kembang susut yang tinggi yang berada di atas batuan dasar. Dalam hal menahan beban yang berada diatasnya, batulempung harus memiliki kekuatan yang stabil sehingga dapat menahan penurunan akibat adanya pembebanan yang tersebar sepanjang bidang geser. Metodologi penelitian yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan terdiri atas studi literatur, persiapan material uji berikut pencampuran, pengambilan data hasil pengujian sifat fisik dan mekanik serta pengolahan data yang kemudian dilakukan analisis terhadap parameter yang dihasilkan. Penelitian dilakukan dengan melakukan pencampuran kapur padam terhadap batulempung sebesar 2%, 4%, 6%, 8%, 10%, dan 12% dengan menggunakan waktu tunggu pengujian selama 3, 6, 9, dan 12 hari. Batulempung yang digunakan dalam penelitian memiliki natural density 2,03 gr/cm3, dry density 1,7 gr/cm3 dan natural water content 19,18%. Nilai optimum moisture content yang didapatkan pada pengujian proctor test batulempung sebesar 20,09% pada kondisi maximum dry density 2,38 gr/cm3. Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan, didapatkan peningkatan parameter uji material hasil pencampuran batulempung – kapur padam (Ca(OH)2) yang menghasilkan perkuatan pada besaran kohesi (c) dan sudut gesek dalam (Ф) melalui pencampuran sebanyak 6% berupa kohesi (c) sebesar 0,15038 MPa dan sudut gesek dalam (Ф) sebesar 18,5111° dibandingkan parameter sebelum dilakukannya pencampuran material yang mana didapatkan kohesi (c) sebesar 0,0523 MPa dan sudut gesek dalam (Ф) 11,2311°.

Page 2 of 11 | Total Record : 106