cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 106 Documents
Klasifikasi Lokasi Usaha Pertambangan Batubara di Indonesia Berdasarkan Risiko Bencana Alam Adil Sulthoni; Deni Firmansyah
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1139

Abstract

Abstract. Coal MBLAs in Indonesia are spread over various basin locations that have coal seam carrier formations such as the Provinces of Aceh, West Sumatra, Bengkulu, Riau, South Sumatra, Southeast Sulawesi, and provinces that have many coal MBLAs such as the Provinces of South Kalimantan, East Kalimantan, North Kalimantan. and West Kalimantan with a total of 1247 MBLAs for coal in Indonesia. Many coal MBLAs in Indonesia are at risk of experiencing the most common disasters in Indonesia such as earthquakes, floods, tsunamis, volcanic eruptions and landslides because every year in several districts/cities these five disasters always occur. Due to the large number of coal MBLAs that have a natural disaster risk of earthquakes, floods, tsunamis, volcanic eruptions and landslides, a classification of coal MBLAs locations in Indonesia has been compiled based on natural disaster risk with 5 (five) disaster risk classes, namely very low, low, medium, high and very However, there are also MBLAs that are not at risk of experiencing a disaster. By compiling this classification, the average multi-disaster risk classification is obtained, which means that in general coal MBLAs are at risk of experiencing natural disasters with natural disasters being the most at risk, namely flooding, which is 959 MBLAs (76.9%). Abstrak. WIUP batubara di Indonesia tersebar di berbagai lokasi cekungan yang memiliki formasi pembawa lapisan batubara seperti pada Provinsi Aceh, Sumatera Barat, Bengkulu, Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Tenggara, dan provinsi yang memiliki banyak WIUP batubara seperti Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Kalimantan Barat dengan total semua WIUP batubara yang berada di Indonesia yaitu 1247 WIUP. Banyak WIUP batubara di Indonesia yang berisiko mengalami bencana yang paling umum terjadi di Indonesia seperti gempabumi, banjir, tsunami, letusan gunungapi dan tanah longsor karena setiap tahunnya pada beberapa kabupaten/kota selalu terjadi kelima bencana tersebut. Karena banyaknya WIUP batubara yang memiliki risiko bencana alam gempabumi, banjir, tsunami, letusan gunungapi dan tanah longsor, maka disusun klasifikasi lokasi WIUP batubara di Indonesia berdasarkan risiko bencana alam dengan 5 (lima) kelas risiko bencana yaitu sangat rendah, rendah, menengah, tinggi dan sangat tinggi, namun ada pula WIUP yang tidak berisiko untuk mengalami bencana. Dengan penyusunan klasifikasi ini maka didapatkan rata-rata klasifikasi risiko multi bencana menengah yang berarti pada umumnya WIUP batubara berisiko mengalami bencana alam dengan bencana alam yang paling berisiko yaitu banjir yaitu sebanyak 959 WIUP (76,9%).
Estimasi Sumberdaya Bauksit Menggunakan Metode Geostatistik di PT. XYZ Kabupaten Mempawah Faza Nugraha; Yunus Ashari; Wahyu Budhi Khorniawan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1141

Abstract

Abstract. PT. XYZ is a mining company that is currently exploring bauxite ore in Mempawah Regency. Therefore, it is necessary to estimate resources to proceed to the production stage. The purpose of the study was to determine the distribution of grades, resource estimation based on Al2O3 grade classification, estimation of washed and unwashed bauxite resources and to classify bauxite resources based on Kriging Efficiency. This research uses Surpac 6.6.2 software with research methodology in the form of literature study, data collection, database, data validation, statistical analysis, model construction, resource estimation using Ordinary Kriging. At this research location, there are 114 test pit with an area of 15.4 ha with a distance between the test pit 50m and bauxite sampling is carried out at 2m intervals. Based on the direct exploration data of the test pit , the resource was calculated with a limit of 35% Al2O3 and a density of 1.8 ton/m3. From the results of the variogram processing, the distribution of homogeneity of Al2O3 tends to the southeast or towards quadrant IV 327.58o. The total tonnage of unwashed bauxite (UBX) is 487,388 tons and the total tonnage for washed bauxite (WBX) is 239,893 tons. Resources at the research site are classified based on Kriging Efficiency. The slag classification is 422,438 tons, indicated 160,875 tons, and measured 748,688 tons. Abstrak. PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan yang sedang melakukan kegiatan eksplorasi bijih bauksit di Kabupaten Mempawah. Maka dari itu perlu dilakukan estimasi sumberdaya untuk melanjutkan ke tahapan produksi. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebaran kadar, estimasi sumberdaya berdasarkan klasifikasi kadar Al2O3, estimasi sumberdaya bauksit tercuci serta tidak tercuci dan mengklasifikasikan sumberdaya bauksit berdasarkan Kriging Efisiensi. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak Surpac 6.6.2 dengan metodologi penelitian berupa studi literatur, pengumpulan data, basis data, validasi data, analisis statistik, konstruksi model, penaksiran sumberdaya menggunakan Ordinary Kriging. Pada lokasi penelitian ini, terdapat 114 titik test pit dengan luasan 15,4 Ha dengan jarak antara titik test pit 50m dan pengambilan contoh bauksit dilakukan dengan interval 2m. Berdasarkan data eksplorasi langsung test pit yang kemudian dilakukan perhitungan sumberdaya dengan batasan kadar 35% Al2O3 dan densitas 1,8 ton/m3. Dari hasil pengolahan variogram, sebaran homogenitas kadar Al2O3 cenderung ke arah tenggara atau ke arah kuadran IV 327,58o. Total tonase unwashed bauxite (UBX) sebesar 487.388 ton dan total tonase washed bauxite (WBX) sebesar 239.893 ton. Sumberdaya pada lokasi penelitian diklasifikasikan berdasarkan Kriging Efisiensi. Klasifikasi teraka sebesar 422.438 ton, tertunjuk 160.875 ton, dan terukur 748.688 ton.
Analisis Lamanya Penimbunan Terhadap Swabakar pada Stockpile Produk Batubara PT. XYZ Dandi Maulana; Solihin
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1191

Abstract

Abstract. PT XYZ is a company engaged in the mining sector with coal mining commodities. In meeting consumer needs, the products sold must be based on an agreement between the company and the consumer. This agreement covers the quality, quantity and selling price. To meet the quality that must be done, it is necessary to control and maintain from the start of the mining process until it is accepted by consumers. Coal that has been mined is generally not directly distributed to consumers, but there are several stages that must be passed. In this stage it is stored in a storage area called a stockpile. One of the things that affect the quality and quantity of coal in stock is the problem of self-burning (spontaneous combustion). Self-burning occurs due to coal that has been stacked for too long so that it is exposed to air. Because basically the longer the coal is exposed to air, the more likely it is that the coal will undergo oxidation, which means the greater the possibility of self-burning. The sampling technique is to make 3 artificial piles, each pile as much as 1 Bucket Wheel Loader and then stockpiled in a clean area and tested. The tests carried out are temperature monitoring and coal quality testing. From the tests carried out, it is proven that the length of stockpiling affects the self-burning and changes in quality. Abstrak. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dengan komoditas yang ditambang nya berupa batubara. Dalam memenuhi kebutuhan konsumen, hasil produk yang di jual harus berdasarkan pada kesepakatan antara perusahaan dan konsumen. Kesepakatan ini meliputi kualitas, kuantitas dan harga jual. Untuk memenuhi kualitas yang telah di sepakati maka perlu adanya pengontrolan dan perawatan dari mulai proses penambangan berlangsung hingga diterima oleh konsumen. Batubara yang telah di tambang umumnya tidak langsung didistribusikan ke pihak konsumen, namun terdapat beberapa tahapan yang perlu dilalui. Dalam tahapan tersebut batubara disimpan di tempat penyimpanan yang disebut dengan stockpile. Salah satu hal yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas batubara pada stockpile yaitu permasalahan swabakar (spontaneous combustion). Swabakar terjadi akibat batubara yang ditumpuk terlalu lama sehingga terekspose dengan udara. Karena pada dasarnya semakin lama batubara terekspos dengan udara, akan semakin besar kemungkinan batubara tersebut mengalami oksidasi yang berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya swabakar. Teknis pengambilan sampel yaitu membuat 3 timbunan buatan, masing-masing timbunan sebanyak 1 Bucket Wheel Loader kemudian di timbun di area yang clean dan dilakukan pengujian. Pengujian yang dilakukan yaitu monitoring temperatur dan pengujian kualitas batubara. Dari pengujian yang dilakukan terbukti bahwa lama penimbunan mempengaruhi swabakar dan perubahan kualitas.
Kajian Geoteknik untuk Penentuan Geometri Lereng Front Penambangan di PT. XYZ Muhammad Ikram; Yuliadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1246

Abstract

Abstract. Geotechnical studies are an important function in overcoming the problem of slope stability which is prone to landslides. In geotechnical analysis, one way to optimize the geometry of the mine slope is to determine the slope-forming parameters including the angle and height of the slope to get the value of the slope safety criteria. In this geotechnical study, the finite element method (FEM) is used to analyze the slope stability of the existing conditions on three slope models based on cross-sectional lines of local topographic maps. From the value of the safety factor obtained from the three models, then an analysis is carried out to determine the single slope and the overall slope which can later be recommended. In addition, to determine the potential for landslides that can occur at the research site, kinematic analysis is used. Slope stability analysis with three models based on cross-sectional lines obtained SRF values A-A' of 1.88, B-B' of 1.68 and for C-C' of 1.86. In making the model for a single slope made with three variations in height which shows the condition of the slope is still stable with the acquisition of SRF values> 1.3. The result of the analysis is a slope with a geometry of 15m high and a slope of 70°, where the overall slope is modeled in tiers with the SRF value obtained is still above 1.3, namely the overall slope height is 75 m with an overall slope of 64.30°. Abstrak. Kajian geoteknik merupakan fungsi penting dalam mengatasi masalah stabilitas lereng yang rentan terjadinya kelongsoran. Dalam analisis geoteknik salah satu cara mengoptimalkan geometri lereng tambang yaitu dengan menentukan parameter pembentuk lereng meliputi sudut serta ketinggian lereng untuk mendapatkan nilai kriteria keamanan lereng. Dalam kajian geoteknik pada penelitian ini menggunakan metode elemen hingga (FEM) untuk menganalisis kestabilan lereng kondisi eksisting pada tiga model lereng berdasarkan garis penampang peta topografi lokal. Dari nilai faktor keamanan yang diperoleh dari tiga model tersebut, kemudian dilakukan analisis untuk menentukan lereng tunggal dan lereng keseluruhan yang nantinya dapat direkomendasikan. Selain itu, untuk mengetahui potensi longsoran yang dapat terjadi pada lokasi penelitian digunakan analisis kinematik. Analisis kestabilan lereng dengan tiga model berdasarkan garis penampang diperoleh nilai SRF A-A’ sebesar 1,88, B-B’ sebesar 1,68 dan untuk C-C’ sebesar 1,86. Pada pembuatan model untuk lereng tunggal dibuat dengan tiga variasi ketinggian yang menunjukkan kondisi lereng masih stabil dengan perolehan nilai SRF >1,3. Hasil dari analisis adalah lereng dengan geometri tinggi 15m dan kemiringan 70°, dimana lereng keseluruhan dimodelkan berjenjang dengan nilai SRF yang diperoleh masih diatas 1,3 yaitu pada ketinggian lereng keseluruhan 75 m dengan kemiringan keseluruhan yaitu 64,30°.
Karakterisasi Batubara untuk Underground Coal Gasification di Daerah Sekayu Musi Banyuasin Eri Ilham Akbar; Dono Guntoro; Raden Maria Ulfa
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1315

Abstract

Abstract. In determining the coal for UCG, several identifications are needed, including characterizing the coal, knowing the condition of the flanking rocks, and adjusting the parameters for the UCG itself. The research methodology carried out in this study started with a literature study in the form of secondary data such as regional geological maps, regional stratigraphy, previous investigations from the research area, and data on coal resources of the South Sumatra Basin in 2021. Then secondary data collection included lithology data, collar data, and data quality. The secondary data is then processed to produce coal chemical characteristics, log profiles, maps of the distribution of drill points and cross-section lines, and 3D stratigraphic models. Then the results of the data processing are adjusted to the UCG parameters. If these UCG parameters are met, the characteristics of the coal for UCG utilization are obtained. Based on the results of research that has been carried out the characteristics of the coal in the study area have a lignite rating with calorific values ranging from 4,197.80 – 4,949.00 kcal/kg (adb), water content 10.23 – 17.68% (adb), ash content 4, 23 – 16.25% (adb), volatile matter content 41.18 – 43.69% (adb), total sulfur 0.25 – 0.37% (adb), coal seam thickness 1.45 – 19.28 meters , with a layer depth of 3.43 – 98.00 meters. So that there is no coal seam in this study that can be developed for UCG because there is one parameter that is not achieved.Keywords: Coal, Underground Coal Gasification, UCG Parameters. Abstrak. Dalam penentuan batubara untuk UCG diperlukan beberapa identifikasi antara lain mengkarakterisasikan batubara, mengetahui kondisi batuan pengapit, dan menyesuaikan dengan parameter untuk UCG itu sendiri. Metodologi penelitian yang dilakukan pada penelitian ini dimulai dari studi literatur berupa data sekunder seperti peta geologi regional, stratigrafi regional, penyelidikan terdahulu dari daerah penelitian, dan data sumberdaya batubara cekungan Sumatera Selatan tahun 2021. Kemudian pengumpulan data sekunder meliputi data litologi, data collar, dan data quality. Data sekunder tersebut kemudian diolah untuk menghasilkan karakteristik kimia batubara, log profile, peta sebaran titik bor dan garis penampang, dan model stratigrafi 3D. Kemudian hasil pengolahan data tersebut disesuaikan dengan parameter UCG. Apabila parameter UCG ini terpenuhi maka didapatkan karakteristik batubara untuk pemanfaatan UCG ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan karakteristik batubara daerah penelitian memiliki peringkat lignit dengan nilai kalori berkisar antara 4.197,80 – 4.949,00 kkal/kg (adb), kandungan air 10,23 – 17,68 % (adb), kandungan abu 4,23 – 16,25 % (adb), kandungan zat terbang 41,18 – 43,69 % (adb), total sulfur 0,25 – 0,37 % (adb), tebal lapisan batubara 1,45 – 19,28 meter, dengan kedalaman lapisan kedalaman 3,43 – 98,00 meter. Sehingga lapisan batubara pada penelitian ini tidak ada yang dapat dikembangkan untuk UCG karena terdapat salah satu parameter yang tidak tercapai.
Analisis Pengaruh Getaran Peledakan Terhadap Kestabilan Lereng pada PT. XYZ Blok Paniisan Desy Mahda; Yuliadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1317

Abstract

Abstract. Blasting is a process of reducing the rock fraction, but it also produces energy that is less beneficial for the surrounding environment. One of the less favorable energies is ground vibration. Soil vibration will affect slope stability. Therefore, this study was conducted to determine the effect of soil vibration on slope stability by knowing the level of safety on the slope. Analysis method trendline. The slope area analyzed was made into 6 slope geometry models with 2 different models including without taking into account blasting vibrations and modeling with blasting vibrations into account. The measurement of the blasting vibration level was carried out at 12 points. In addition to getting the value of the resistance of rock types in the research area using the shlumberger and getting the general direction of the weak plane to determine the safety factor of the slope. The results of slope stability analysis with slope geometry in 6 models that do not take into account blasting vibrations with the highest safety factor value of 9.881 and the lowest 5.029 and those that take into account blasting vibrations with the highest safety factor value 9.377 and the lowest 4.641 indicate safe conditions with a factor value safety above 1.25 in accordance with KEPMEN 1827K/MEM/30/2018, so there is no safety factor that can be recommended in this study. Abstrak. Kegiatan peledakan merupakan proses mengecilkan fraksi batuan, tetapi juga menghasilkan energi yang kurang menguntungkan bagi lingkungan sekitar. Salah satu energi yang kurang menguntungkan adalah getaran tanah. Getaran tanah akan mempengaruhi kestabilan lereng. Oleh karena itu adanya penelitian ini untuk mengetahui pengaruh getaran tanah terhadap kestabilan lereng dengan mengetahui tingkat keamanan pada lereng tersebut. Kajian analisis pada penilitian ini menggunakan metode analisis trendline. Pada daerah lereng yang dianalisis dibuat menjadi 6 pemodelan geometri lereng dengan 2 pemodelan yang berbeda meliputi tanpa memperhitungkan getaran peledakan dan pemodelan dengan memperhitungkan getaran peledakan. Pengukuran tingkat getaran peledakan dilakukan sebanyak 12 titik. Selain itu mendapatkan nilai tahanan jenis batuan yang ada pada daerah penelitian dengan menggunakan metode shlumberger dan mendapatkan arah umum bidang lemah untuk mengetahui faktor keamanan dari lereng tersebut. Hasil analisis kestabilan lereng dengan geometri lereng pada 6 pemodelan yang tidak memperhitungkan getaran peledakan dengan nilai faktor keamanan paling tinggi yaitu 9,881 dan yang paling rendah 5,029 dan yang memperhitungkan getaran peledakan dengan nilai faktor keamanan paling tinggi 9,377 dan paling rendah 4,641 menunjukkan kondisi aman dengan nilai faktor keamanan diatas 1,25 sesuai dengan KEPMEN 1827K/MEM/30/2018, sehingga tidak adanya faktor keamanan yang dapat direkomendasikan pada penelitian ini.
Analisis Hubungan Kerapatan Kekar dengan Tingkat Getaran Tanah Hasil Peledakan Muhammad Sundayana; Yuliadi; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1411

Abstract

Abstract. With the characteristics of hard rock, demolition method by blasting will be the most effective way to do it. If the vibration exceeds the specified threshold, it can cause damage to the infrastructure in the area around the blasting, given the location of the blasting is close to residential areas. This shows the importance of monitoring the ground vibrations resulting from blasting activities so that they remain safe and do not damage the environment. The primary data taken for the research were the observation distance to the detonation point, the explosive charge, the number of blast holes, the level of blasting vibrations, identification of joint structures using the scanline method. Parameters that affect the level of ground vibration resulting from blasting can be known by linear regression analysis and power regression. Calculating predicted ground vibrations using the Langefors & Kielstorm equation, calculating the estimated maximum explosive charge using the USBM equation, and for the relationship between joint density and ground vibration level using the joint frequency and PVS relationships. The resulting predictive data shows that the PVS model resulting from the power regression prediction has a value that is very close to the actual PVS value with 94% confidence. For recommendations for the maximum explosive charge that can still be used at a distance of 250m is 47.47 kg. From the analysis of the relationship between vibration and joint density on the slopes, the relationship level is very strong. Abstrak. Dengan karakteristik batuan yang keras, metode pembongkaran dengan peledakan akan menjadi yang paling efektif untuk dilakukan. Apabila getaran melampaui ambang batas yang ditentukan, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur yang berada di daerah sekitar peledakan, mengingat lokasi peledakan yang dekat dengan pemukiman warga. Hal tersebut menunjukan pentingnya suatu pengawasan terhadap getaran tanah dari hasil kegiatan peledakan yang dilakukan agar tetap aman dan tidak merusak lingkungan. Data primer yang diambil untuk penelitian yaitu jarak pengamatan ke titik peledakan, muatan bahan peledak, jumlah lubang ledak, tingkat getaran peledakan, identifikasi struktur kekar menggunakan metode scanline. Parameter yang berpengaruh terhadap tingkat getaran tanah hasil peledakan dapat diketahui dengan analisis regresi linier dan regresi power. Menghitung prediksi getaran tanah menggunakan persamaan Langefors & Kielstorm, menghitung estimasi muatan bahan peledak maksimum menggunakan persamaan USBM, dan untuk hubungan kerapatan kekar dengan tingkat getaran tanah menggunakan hubungan frekuensi kekar dan PVS. Data prediksi yang dihasilkan didapatkan bahwa model PVS hasil prediksi regresi power memiliki nilai yang sangat mendekati dengan nilai PVS aktual dengan keyakinan 94%. Untuk rekomendasi muatan bahan peledak maksimum yang masih dapat digunakan dengan jarak 250m adalah sebesar 47,47 kg. Dari analisis hubungan getaran dengan kerapatan kekar pada lereng mempunyai tingkat hubungan yang sangat kuat.
Evaluasi Produksi Crushing Plant Batu Andesit di PT. XYZ Pamoyanan Purwakarta Riyan Reyhand Dynand; Linda Pulungan; Rully Nurhasan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1412

Abstract

Abstract. Analysis of the performance of PT. XYZ's crushing plant on tool productivity based on parameters obtained in the field aims to find out how the tool works against the targets set by the company for later improvements so that the targets set by the company can be achieved. Several problems that occur in the crushing plant during the production process have a direct impact on the productivity of the crushing plant, a very fatal production impact is the production target that is not achieved where the current crushing plant production is 1,576.84 tons/day while the target set by the company is 1,650 tons/day. In the primary crushing stage, the results obtained are MA = 82.10%, PA = 83.72%, UA = 89.17%, EU = 74.65% and PRI = 88%. In the secondary crushing stage, MA = 86.05%, PA = 87.44%, UA = 88.56%, EU = 77.44% and PRI = 87%. Furthermore, in the secondary crushing stage 2, the results obtained are MA = 84.06%, PA = 85.58%, UA = 88.86%, EU = 76.05% and PRI = 73%. Correlation of data was performed using Simple Linear Regression and Mann-Whitney, the parameter used was the inhibition time with production. This correlation variable aims to see if the data is normally distributed or not and also to see the relationship between the constraints of time and production. Abstrak. Analisis kinerja crushing plant PT. XYZ terhadap produktivitas alat berdasarkan parameter-parameter yang didapat di lapangan bertujuan untuk mengetahui pencapaian kinerja alat terhadap target yang ditentukan oleh perusahaan untuk nantinya akan dilakukan perbaikan-perbaikan sehingga target yang ditetapkan oleh perusahaan bisa tercapai. Beberapa masalah yang terjadi di crushing plant saat proses produksi berlangsung berdampak langsung terhadap produktivitas crushing plant tersebut, dampak yang sangat fatal adalah target produksi yang tidak tercapai dimana produksi crushing plant saat ini sebesar 1.576,84 ton/hari sedangkan target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan adalah 1.650 ton/hari. Pada tahap primary crushing diperoleh hasil MA = 82,10%, PA = 83,72%, UA = 89,17%, EU = 74,65% dan PRI = 88%. Pada tahap secondary crushing dihasilkan MA = 86,05%, PA = 87,44%, UA= 88,56%, EU = 77,44% dan PRI = 87%. Selanjutnya pada tahap secondary crushing 2 diperoleh hasil MA = 84,06%, PA = 85,58%, UA = 88,86%, EU = 76,05% dan PRI = 73%. Dilakukan korelasi data menggunakan Regresi Linier Sederhana dan Mann-Whitney, parameter yang digunakan adalah waktu hambatan dengan produksi. Korelasi variabel ini bertujuan untuk melihat data tersebut berdistribusi normal atau tidak dan juga untuk melihat hubungan dari waktu hambatan dengan produksi.
Kajian Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Alat Angkut pada Penambangan Andesit Vidy Bayu Laksana; Iswandaru
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1421

Abstract

Abstract. The excavation, loading and transportation activities are one of the activities that consume the largest mining operational costs. At least, the operational costs that must be spent only for fuel can reach ± 40% of the total expenditure of all operational costs. Based on this, direct observations were made and carried out data collection such as road geometry, fuel consumption, CycleTime, Fill Factor, Swell Factor, and others. Furthermore, simulations were also carried out using the help of Talpac software in order to get the recommended speed values for each segment and cycle time. Based on observations, the actual average production in front A is 93.52 tons/hour with an average fuel consumption of 4.31 liters/hour. The actual average production gain in Front A is 103.92 tons/hour with an average fuel consumption of 4.15 liters/hour for transportation equipment. The actual value of the fuel ratio on front A for excavators is 0.80 liters/BCM and for dump trucks is 0.11 liters/BCM. The actual value of the fuel ratio on front B for excavators is 0.67 liters/BCM and for dump trucks is 0.10 liters/BCM. The actual value of Fuel Cost on Front A for excavator is Rp. 91,072,500,- and for dumptruck is Rp. 15,427,500. The actual value of Fuel Cost on Front B for excavator is Rp. 90,192,500,- and for dumptruck is Rp. 15,592,500. Abstrak. Kegiatan penggalian, pemuatan dan pengangkutan ini menjadi salah satu kegiatan yang menghabiskan biaya operasional penambangan paling besar. Setidaknya, biaya operasional yang harus dikeluarkan hanya untuk bahan bakar bisa mencapai ± 40% dari total pengeluaran seluruh biaya operasional. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan observasi langsung dan melakukan pengambilan data seperti geometri jalan, konsumsi bahan bakar, CycleTime, Fill Factor, Swell Factor, dan lain-lain. Selanjutnya juga dilakukan simulasi menggunakan bantuan software Talpac agar mendapat nilai rekomendasi kecepatan setiap segmen dan cycle time. Berdasarkan hasil pengamatan, rata-rata produksi di front A aktual adalah 93,52 ton/jam dengan rata-rata konsumsi bahan bakar alat angkut sebesar 4,31 liter/jam. Besar perolehan rata-rata produksi di Front A aktual adalah 103,92 ton/jam dengan rata-rata konsumsi bahan bakar alat angkut sebesar 4,15 liter/jam. Nilai fuel ratio secara aktual pada front A untuk excavator adalah sebesar 0,80 liter/BCM dan untuk dumptruck adalah sebesar 0,11 liter/BCM. Nilai fuel ratio secara aktual pada front B untuk excavator adalah sebesar 0,67 liter/BCM dan untuk dumptruck adalah sebesar 0,10 liter/BCM. Nilai Fuel Cost secara aktual pada Front A untuk excavator adalah sebesar Rp91.072.500,- dan untuk dumptruck adalah sebesar Rp15.427.500,-. Nilai Fuel Cost secara aktual pada Front B untuk excavator adalah sebesar Rp90.192.500,- dan untuk dumptruck adalah sebesar Rp15.592.500,-.
Analisis Pengaruh Number of Cycles Terhadap Pengujian Durabilitas Batulanau di Sidomulyo Samarinda Eva Indriani Sanggalangi; Shalaho Dina Devy; Windhu Nugroho
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v2i2.1618

Abstract

Abstract. Durability is defined as a measure of the rock's resistance to weathering and disintegration, when the rock undergoes weathering in a short period of time. This time the slake durability test was carried out with the testing standard of SNI 3406 Year 2011. This test used siltstone in the Balang Island Formation, Samarinda area. The particle size of the silt is midway between that of clay and fine sand. From the results of testing 8 samples of siltstone with 10 cycles that have been carried out, it can be seen that the siltstone in the Balang Island Formation tends to be stronger and the durability index value decreases relatively small from one cycle to the next. The value of Slake durability index (Id2) from each sample sequentially, namely 91.3%, 96.4%, 95.3%, 93.7%, 93.7%, 95.4%. 97.2%, 96.7%. The durability index test obtained an average durability index value (Id2) of 95%, where the value of siltstone at the research site is included in the very high classification. Abstrak. Ketahanan (durability) didefinisikan sebagai ukuran resistensi batuan terhadap pelapukan dan disintegrasi, ketika batuan mengalami proses pelapukan dalam jangka waktu yang singkat. Pengujian slake durability kali ini dilakukan dengan standar pengujian SNI 3406 Tahun 2011. Pengujian ini menggunakan batulanau pada Formasi Pulau Balang daerah Samarinda. Ukuran partikel lanau berada di tengah-tengah antara lempung dan pasir halus. Dari hasil pengujian 8 sampel Batulanau dengan siklus sebanyak 10 kali yang telah dilakukan terlihat bahwa Batulanau pada Formasi Pulau Balang cenderung lebih kuat dan nilai indeks durability mengalami penurunan yang relatif kecil dari siklus satu ke siklus berikutnya. Nilai Slake durability index (Id2) dari masing-masing sampel secara berurutan, yaitu 91.3%, 96.4%, 95.3%, 93.7%, 93.7%, 95.4%. 97.2%, 96.7%. Pengujian durability index tersebut diperoleh rata-rata nilai indeks durability (Id2) sebesar 95% , dimana dengan nilai tersebut batulanau pada lokasi penelitian termasuk dalam klasifikasi sangat tinggi.

Page 4 of 11 | Total Record : 106