cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 106 Documents
Penentuan Remaining Service Life Struktur Conveyor B pada Tambang Batubara PT XYZ Yodi Kurniawan; Elfida Moralista; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.786

Abstract

Abstract. In the mining industry, mining material transfer activities require tools that are able to move materials effectively and efficiently, including conveyors. conveyors made from carbon steel are prone to corrosion due to environmental influences. As a result, corrosion that occurs can reduce the remaining life of the conveyor. Therefore, corrosion control is necessary in order to prevent the rate of corrosion in the conveyor structure and increase the production of processing of excavation materials. The environmental conditions of the research area had an average rainfall amount of 325.88 mm / year, an average air temperature of 32.68°C/year and an average relative humidity of 90.91%/ year. The study was conducted on a 90-meter-long conveyor structure. Research aims to find out the type of corrosion, corrosion control, corrosion rate and the remaining life of the conveyor structure. The type of corrosion on the conveyor structure is even corrosion. The corrosion control method used is a coating method with a 3 layer system consisting of Seaguard 5000 primary coating, Sherglass FF intermediate coating and Aliphatic Acrylic Modified Polyurethane top coating. Corrosion rates in conveyor structures range from 0.1763 – 0.3013 mm/year. The life of the conveyor structure is 8 years and the remaining life of use ranges from 6.04 - 9.34 years. Thus there are 32% or 8 test points that are predicted not to reach the design age of 15 years. Abstrak. Pada industri pertambangan, kegiatan pemindahan material tambang membutuhkan alat yang mampu memindahkan material secara efektif dan efisien, diantaranya adalah conveyor. Conveyor berbahan dasar baja karbon yang rawan mengalami korosi akibat pengaruh lingkungan. Akibatnya, korosi yang terjadi dapat mengurangi sisa umur pakai conveyor. Oleh karena itu, perlu dilakukannya pengendalian korosi agar dapat mencegah laju korosi pada struktur conveyor dan meningkatkan produksi pengolahan bahan galian. Metodologi penelitian yang digunakan adalah pengukuran pengurangan ketebalan struktur conveyor. Kondisi lingkungan daerah penelitian memiliki jumlah curah hujan rata-rata sebesar 325,88 mm/tahun, temperatur udara rata-rata sebesar 32,68°C/tahun dan kelembaban relatif rata-rata sebesar 90,91%/tahun. Penelitian dilakukan pada struktur conveyor sepanjang 90 meter. Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis korosi, pengendalian korosi, laju korosi dan sisa umur pakai struktur conveyor. Jenis korosi pada struktur conveyor adalah korosi merata. Metode pengendalian korosi yang digunakan yaitu metode coating dengan sistem 3 layer yang terdiri dari primer coating Seaguard 5000, intermediate coating Sherglass FF dan top coating Aliphatic Acrylic Modified Polyurethane. Laju korosi pada struktur conveyor berkisar antara 0,1763 – 0,3013 mm/tahun. Umur pakai struktur conveyor 8 tahun dan sisa umur pakai berkisar antara 6,04 – 9,34 tahun. Dengan demikian terdapat 32% atau 8 test point yang diprediksi tidak mencapai umur desain yaitu 15 tahun.
Kajian Teknis Crushing Plant LSC VI PT. Semen Padang Muhammad Ikrar Lagowa; Faizar Farid; Dwi Tata Damayanti
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.1654

Abstract

Abstract. Limestone is one of the main raw materials in the manufacture of cement. Limestone crushing using a crushing plant. The purpose of this study is to calculate the average value of Reduction Ratio and Work Input contained in the crushing plant, determine the effect of feed size on the percentage of oversize and electrical energy in the crushing plant, determine the effect of feed rate on the percentage of oversize and electrical energy power in the crushing plant. and analyze the crushing plant based on Ministerial Decree No. 1827 K/30/MEM/2018 in terms of 95% capacity and 15% oversize. The method used is descriptive to determine the value of F80 and P80 by analyzing the size fragmentation distribution generated using split-desktop 4.0 software. Based on the calculations used, the average value of the reduction ratio is 16.41 and the average value of the bond work input calculation is 0.36 kWh/ton. This study analyzes the effect of feed size and feed rate on the percentage of oversize and work input which of the two data does not have a relationship which will not affect the performance of the LSC VI crushing plant. In this study, it is also in accordance with the Kepmen standard No. 1827 K/30/MEM/2018 which applies both from the design of the hopper capacity and the percentage of oversize. Abstrak. Batu gamping merupakan salah satu bahan baku utama dalam pembuatan semen. Pengolahan batu gamping untuk memenuhi spesifikasi sebagai bahan baku di PT. Semen Padang dilakukan di crushing plant, salah satunya di LSC VI. Tujuan dari penelitian ini yaitu menghitung nilai rata-rata. Reduction Ratio dan Work Input yang terdapat pada crushing plant, mengetahui pengaruh ukuran umpan terhadap persentase oversize dan daya energi listik di crushing plant, mengetahui pengaruh laju pengumpanan terhadap persentase oversize dan daya energi listrik di crushing plant serta menganalisis kinerja crushing plant berdasarkan Kepmen ESDM No 1827 K/30/MEM/2018 dari sisi kapasitas maksimum 95% dan jumlah oversize maksimum 15%. Nilai F80 dan P80 diestimasi dengan menganalisis distribusi fragmentasi ukuran yang dihasilkan menggunakan software Split Desktop 4.0. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata reduction ratio yaitu sebesar 16,41 serta rata-rata Bond Work Input sebesar 0,36 kWh/ton. Hasil penelitian belum menunjukkan pengaruh ukuran umpan dan laju pengumpanan terhadap persentase oversize dan Work Input sehingga tidak akan mempengaruhi kinerja dari crushing plant LSC VI. Kegiatan peremukan di LSC VI juga telah sesuai dengan standar Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018 baik dari sisi kapasitas hopper maupun persentase oversize.
Analisis Pengaruh Ukuran Butir Terhadap Desulfurisasi dan Deashing Batubara Menggunakan Larutan NaOH Sufriadin; Fuad Mawardi; Sri Widodo
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.1681

Abstract

Abstract. To utilize coal with high ash and sulfur content, efforts are needed in the form of deashing and desulphurization of coal. Coal washing in this study chemically used sodium hydroxide (NaOH) solution in coal samples from the Padang Lampe area, Libureng Village, Tanete Riaja District, Barru Regency, South Sulawesi Province. Coal washing was carried out with variable grain sizes of 65, 100, and 150 mesh, concentrations of 2, 4, and 6 M NaOH solutions, and predetermined experimental conditions. The results of the analysis of the quality of coal samples in the Padang Lampe area showed 5.48% moisture content, 36.03% ash content, 26.65% volatile matter, 31.84% fixed carbon, 1.47% total sulfur, and 5,156 cal/calorie value. gr. Thus, Padang Lampe coal is classified as sub-bituminous type C. The results of coal desulfurization experiments using NaOH solution showed the highest reduction in total sulfur content with a total sulfur reduction percentage of 46.39%, where the initial sulfur content of 1.47% reduced to 0.788%. Meanwhile, the coal deashing process using NaOH solution showed the highest reduction in ash content with a reduction percentage of 22.56%, where the initial ash content of 36.03% reduced to 27.9%. The process of desulphurization and deashing of coal that has been carried out shows that the grain size of 150 mesh and the concentration of 6M NaOH solution is the maximum variable. Abstrak. Untuk memanfaatkan batubara dengan kadar abu dan sulfur yang tinggi diperlukan usaha berupa deashing dan desulfurisasi batubara. Pencucian batubara pada penelitian ini secara kimia menggunakan larutan natrium hidroksida (NaOH) pada sampel batubara dari daerah Padang Lampe, Desa Libureng, Kecamatan Tanete Riaja, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan. Pencucian batubara dilakukan dengan variabel ukuran butir 65, 100, dan 150 mesh, konsentrasi larutan NaOH 2, 4, dan 6 M, dan kondisi percobaan yang telah ditentukan. Hasil analisis kualitas sampel batubara daerah Padang Lampe menunjukkan kadar air 5,48%, kadar abu 36,03%, zat terbang 26,65%, karbon tetap 31,84%, total sulfur 1,47%, dan nilai kalori 5.156 kal/gr. Dengan demikian, maka batubara Padang Lampe termasuk jenis sub-bituminus C. Hasil percobaan desulfurisasi batubara menggunakan larutan NaOH menunjukkan penurunan kandungan total sulfur tertinggi dengan persentase reduksi total sulfur 46,39%, dimana kandungan sulfur awal sebesar 1,47% berkurang menjadi 0,788%. Sementara itu, pada proses deashing batubara menggunakan larutan NaOH menunjukkan penurunan kadar abu tertinggi dengan persentase reduksi kadar abu sebesar 22,56%, dimana kadar abu awal sebesar 36,03% berkurang menjadi 27,9%. Proses desulfurisasi dan deashing batubara yang telah dilakukan menunjukkan percobaan pada ukuran butir 150 mesh dan konsentrasi larutan NaOH 6M merupakan variabel yang paling maksimal.
Optimasi Biaya Produksi Overburden dan Kaksa Menggunakan Program Linear dan Bunching Effect Arjuna Tampubolon
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.1752

Abstract

Abstract. Problems at the research location indicate that production has not been achieved, causing high mining operational costs. The aim of this research is to increase production targets for operational costs incurred using the rupiah exchange rate with the assumption that 1$ = Rp. 14,300. The research method uses linear programming and the bunching effect. Data collection was carried by calculating the number of available mining operational tools and cycle time data is taken as much as 270 data on 3 mining fleets. The actual productivity generated is 328.49 BCM/hour with an actual production cost of $2.35 USD/BCM with a predetermined target of 500 BCM/hour. The results of the actual conditions need to be corrected by optimizing the number of conveyances to be used using the POM for Windows application, namely the number of conveyances used is 10 units with a production of 520.22 BCM/hour and a production cost of $1.6 USD/BCM. The results showed that the use of 10 units of means of transportation resulted in optimal production with minimum costs compared to the use of 9 units of means of transportation. The loss of time experienced by the transportation equipment due to the bunching effect is 7 hours/month due to differences in engine power on the transportation equipment, different operator skills, undulations street and puddles on the road surface, non-ideal mine road geometry. Abstrak. Permasalahan di lokasi penelitian menunjukkan belum tercapainya produksi, sehingga menyebabkan tingginya biaya operasional penambangan. Tujuan dilakukan penelitian guna meningkatkan target produksi terhadap biaya operasional yang dikeluarkan menggunakan nilai tukar rupiah dengan asumsi 1$ = Rp 14.300. Metode penelitian menggunakan program linear dan bunching effect. Pengambilan data dilakukan dengan menghitung jumlah alat operasional penambangan yang tersedia serta data cycle time diambil sebanyak 270 data pada 3 fleet penambangan. Produktivitas aktual yang dihasilkan sebesar 328,49 BCM/jam dengan biaya produksi aktual sebesar $2,35 USD/BCM dengan target yang sudah ditetapkan sebesar 500 BCM/jam. Hasil kondisi aktual perlu dilakukan tindakan perbaikan dengan melakukan optimasi jumlah alat angkut yang akan dipakai menggunakan aplikasi POM for Windows yaitu jumlah alat angkut yang dipakai sebanyak 10 unit dengan produksi sebesar 520,22 BCM/jam dan biaya produksi sebesar $1,6 USD/BCM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian 10 unit alat angkut menghasilkan produksi yang optimal dengan biaya yang minimum dibandingkan dengan pemakaian 9 unit alat angkut. Hilangnya waktu yang dialami alat angkut akibat adanya bunching effect sebesar 7 jam/bulan karena terdapat perbedaan daya mesin pada alat angkut, keterampilan operator yang berbeda-beda, terdapatnya undulasi jalan, genangan air pada permukaan jalan dan geometri jalan tambang yang tidak ideal.
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan di Tambang Andesit PT. Gunung Kulalet Bandung Dedi Saputra; Yunus Ashari; Aviasti
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.2109

Abstract

Abstract. The application of the Mining Safety Management System (SMKP) in this study has a legal basis for carrying out the orders of the Law of the Republic of Indonesia Number 1 of 1970 concerning occupational safety and health that every worker has the right to protection for his safety in carrying out work for the welfare of life and increase production and productivity Nationally, occupational safety and health is applied to all industries in accordance with the needs of each industry, especially in the mining industry. The application of the Mining Safety Management System (SMKP) is in accordance with the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 1827 K 30 MEM 2018 concerning guidelines for the implementation of good mining engineering principles where the implementation of the Mining Safety Management System (SMKP) is assessed at least once a year audit whether carried out by the party appointed internal or external according to the terms and conditions of applicable law. This research is intended to develop a mining safety management system at PT. Mount Kulalet in accordance with current applicable law, the SMKP assessment approach based on the internal audit matrix for the application of SMKP has a value of 81.6%, included in the minor category, evaluation is needed, adjustments to legal regulations and controls need to be improved. Abstrak. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) dalam penelitian ini memiliki landasan hukum menjalankan perintah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja bahwasanya setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktivitas Nasional, keselamatan dan kesehatan kerja diterapkan pada semua industri sesuai dengan kebutuhan industri masing-masing terutama pada industri pertambangan. Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 K 30 MEM 2018 tentang pedoman pelaksanaan kaidah teknik pertambangan yang baik di mana penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP) dilakukan penilaian minimal audit satu kali dalam satu tahun baik dilakukan oleh pihak internal maupun eksternal yang ditunjuk sesuai syarat dan ketentuan dari hukum yang berlaku. Penelitian ini dimaksud untuk menyusun sistem manajemen keselamatan pertambangan di PT. Gunung Kulalet sesuai dengan hukum yang berlaku saat ini, pendekatan penilaian SMKP berdasarkan matrik audit internal penerapan SMKP memiliki nilai 81,6 % termasuk kedalam kategori minor diperlukan evaluasi, penyesuaian dengan regulasi hukum serta pengendalian yang perlu ditingkatkan.
Rencana Teknis dan Biaya Reklamasi Tambang Timah Blok Sangau B.3 PT XYZ Muhammad Iqbal Abdul Basith; Dono Guntoro; Novriadi
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.2125

Abstract

Abstract. In addition to providing benefits, marine mining activities can have a negative impact on the marine environment, causing various changes to the marine environment. One of the efforts to minimize the resulting changes is the mining Backfilling method, which is the direct closure of ex-mining holes from which ore reserves have been taken in stages. In this research, a study on reclamation planning and reclamation costs was carried out in the Sangau B.3 Block with an area of 213.59 Ha. The technical planning includes studies on the manufacture and installation of FADs and the transplantation of artificial coral reefs, maintenance and monitoring of sea water quality. The reclamation will be carried out by PT XYZ with a processing time of 2,266.43 hours / 284 days with 8 hours of work per day. The cost calculation includes direct and indirect cost components, direct costs include FAD costs, artificial coral reef transplant costs, maintenance costs and seawater quality monitoring costs, while indirect costs include equipment mobility costs, reclamation planning costs, third party costs, and supervision costs. Based on calculations, the direct cost of the reclamation plan for the Sangau B.3 Block area from 2023-2026 is Rp. 12,354,487,782 with an indirect cost of Rp. 5,588,398,553. So that the total cost of the planned reclamation activities is IDR 18,182,204,687. Abstrak. Selain memberikan manfaat, aktifitas penambangan laut dapat memberikan dampak negatif terhadap lingkungan laut, menimbulkan berbagai macam perubahan bagi lingkungan laut. Salah satu upaya untuk meminimalisir perubahan yang ditimbukan, dilakukan metode penambangan Backfilling yang merupakan penutupan langsung pada lubang bekas tambang yang sudah diambil cadangan bijihnya dengan cara bertahap. Pada penelitian ini dilakukan kajian perencanaan reklamasi dan perhitungan biaya reklamasi pada Blok Sangau B.3 dengan luasan 213,59 Ha. Perencanaan teknis meliputi kajian pembuatan dan pemasangan rumpon serta transplantasi terumbu karang buatan, pemeliharaan dan pemantauan kualitas air laut. Pelaksanaan reklamasi akan dilakukan oleh PT XYZ dengan lama waktu pengerjaan 2.266,43 jam / 284 hari dengan pengerjaan perhari 8 jam. Pada perhitungan biaya meliputi komponen biaya langsung dan biaya tidak langsung, biaya langsung mencakup biaya rumpon, biaya transplantasi terumbu karang buatan, biaya pemeliharaan dan biaya pemantauan kualitas air laut, sedangkan biaya tidak langsung meliputi biaya mobilitas alat, biaya perencanaan reklamasi, biaya pihak ketiga, dan biaya supervisi. Berdasarkan perhitungan didapatkan biaya langsung rencana reklamasi untuk area Blok Sangau B.3 dari tahun 2023-2026 yaitu sebesar Rp 12.354.487.782 dengan biaya tidak langsung sebesar Rp 5.588.398.553. Sehingga total biaya dari rencana kegiatan reklamasi sebesar Rp 18.182.204.687.
Pengelolaan Air Asam Tambang Menggunakan Karbon Aktif Fine Coal di Penambangan Batubara Muhammad Aziz Rahmatullah; Sri Widayati; Solihin
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.2126

Abstract

Abstract. Acid mine water is water that has a low pH (pH<5) which contains various dissolved metals such as iron (Fe), manganese (Mn), and other sulfate compounds. Acid mine water has an impact in the form of environmental pollution, so it is necessary to handle Acid Mine Drainage using activated carbon so that it does not affect the surrounding environment. The research method used in this study is the active method by mixing activated carbon into 6 settling ponds, it aims to be able to determine the effect of activated carbon on settling ponds in the form of pH and Fe and Mn levels based on standard water quality standards.The rate of decrease in Fe metal content and Mn metal content after mixing using activated charcoal was 76,0% for Fe metal content and 18,60% for Mn metal content. The need for activated carbon for 31 days for the purpose of neutralizing acid mine water is 154790,8 kg/liter. Abstrak. Air asam tambang merupakan air yang memiliki pH rendah (pH<5) yang mengandung berbagai logam terlarut seperti besi (Fe), mangan (Mn), serta senyawa sulfat lainnya. Air asam tambang menimbulkan dampak berupa terjadinya pencemaran lingkungan sehingga perlu dilakukannya penanganan air asam tambang dengan menggunakan Karbon aktif sehingga tidak mempengaruhi lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode aktif dengan cara mencampurkan Karbon aktif kedalam 6 kolam pengendapan, hal tersebut bertujuan untuk dapat mengetahui pengaruh karbon aktif pada kolam pengendapan berupa pH serta kadar Fe dan Mn dengan berdasarkan standar nilai baku mutu air. Laju penurunan kadar logam Fe dan kadar logam Mn setelah pencampuran dengan menggunakan Karbon aktif yaitu sebesar 76,0% untuk kadar logam Fe dan 18,60 % untuk kadar logam Mn. Kebutuhan karbon aktif selama 31 hari untuk keperluan penetralan air asam tambang sebesar 154790,8 kg/liter.
Rencana Teknis dan Ekonomis Reklamasi PT Tonia Mitra Sejahtera Site Lengora Pantai La Ode Hadi Irawan; Sri Widayati; Sriyanti
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.2132

Abstract

Abstract. Environmental impacts that can occur such as decreased soil productivity, soil compaction, the possibility of erosion, unstable soil movement, disruption of flora and fauna, disruption of population health and so on. To overcome these various kinds of problems, it is necessary to carry out a countermeasures plan in this case in the form of reclamation. The reclamation activities are aimed at managing and improving the condition of the former mining land area into productive land. In carrying out reclamation activities on ex-mining land, it is carried out to find out technical plans for land use and revegetation as well as plant maintenance and care. Reclamation activities are carried out with land use stewardship and revegetation activities. Land use management is carried out by backfilling ex-mining land, then spreading top soil. Revegetation activities are carried out by determining plant spacing, selecting plant species, procuring seeds and planting as well as maintaining and caring for them. The area of land to be reclaimed at PT TMS is in accordance with the planned mining area of 19,196 hectares. The estimated reclamation costs to be incurred with a total area of 19.196 Ha is Rp. 6,909,020,471, -, consisting of direct costs for land management of Rp. 5,823,036,665, - and a revegetation fee of Rp. 226,886,651, - and indirect costs for reclamation planning costs Rp. 497,940,639, - and a supervision fee of Rp. 354,618,870,-. Abstrak. Dampak lingkungan yang dapat terjadi seperti penurunan produktivitas tanah, pemadatan tanah, kemungkinan terjadinya erosi, gerakan tanah yang tidak stabil, terganggunya flora dan fauna, terganggunya kesehatan penduduk dan sebagainya. Untuk mengatasi berbagai macam masalah tersebut, maka perlu dilakukan suatu rencana penanggulangan dalam hal ini berupa reklamasi. Kegiatan reklamasi tersebut ditujukan guna menata dan memperbaiki kondisi daerah lahan bekas tambang menjadi lahan yang produktif. Dalam melakukan kegiatan reklamasi lahan bekas tambang dilakukan untuk mengetahui rencana teknis pada penatagunaan lahan dan revegetasi serta pemeliharaan dan perawatan tanaman. Kegiatan reklamasi dilakukan dengan kegiatan penatagunaan lahan dan revegetasi. Penatagunaan lahan dilakukan dengan penimbunan kembali lahan bekas tambang, lalu dilakukan penebaran tanah pucuk. Kegiatan revegetasi dilakukan dengan penentuan jarak tanam, pemilihan jenis tanaman, pengadaan bibit dan penanaman serta pemeliharaan dan perawatan. Luas lahan yang akan direklamasi di PT TMS sesuai dengan luas rencana penambangan yaitu 19,196 Hektar. Estimasi biaya reklamasi yang akan dikeluarkan dengan total luas area 19,196 Ha yaitu sebesar Rp. 6.909.020.471,-, yang terdiri dari biaya langsung untuk penataan lahan sebesar Rp. 5.823.036.665,- dan biaya revegetasi sebesar Rp. 226.886.651,- serta biaya tidak langsung untuk biaya perencanaan reklamasi sebesar Rp. 497.940.639,- dan biaya supervisi sebesar Rp. 354.618.870,-.
Optimasi Explosive Charge per Delay untuk Mengontrol Getaran Tanah pada Peledakan Tambang Semen Dhia Fahri Hamdan; Yuliadi; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.2141

Abstract

Abstract. Research activities were carried out at PT XYZ West Java. One of the negative impacts of blasting activities that can damage the environment is ground vibration. If the vibration generated by blasting activities exceeds a predetermined threshold value, it can result in damage to nearby building structures. The purpose of this research is to determine the explosive charge per delay in controlling ground vibration due to blasting which refers to primary data and secondary data as the research method being carried out. Vibration analysis was carried out based on the Indonesian National Standard (SNI) No 7571 of 2010 by identifying building classes, namely Class 2 buildings that have a PPV value of 3 mm/s and a PPV threshold value for companies, namely 2 mm/s. Based on the results of the analysis that has been carried out between the PVS and SD values, the constant value (K) obtained is 1883.9 and the exponential site (e) is 1.824. The predicted PPV values generated in Leuwidendeng Village are 0.06 mm/s and 0.08. While the predicted PPV values in the office are 0.22 mm/s and 0.48 mm/s, and the predicted PPV values in the explosives warehouse are 0.57 mm/s and 1.97 mm/s. The recommended explosive charge per delay is optimal for PPV 2 mm/s at a distance of 200 meters, namely 22 kg/hole and at a distance of 550 meters using an optimal explosive charge of 137 kg/hole. Abstrak. Kegiatan penelitian dilakukan di PT XYZ Jawa Barat. Salah satu dampak negatif dari kegiatan peledakan yang dapat merusak ligkungan adalah ground vibration. Apabila getaran yang dihasilkan oleh kegiatan peledakan melebihi nilai ambang batas yang telah ditentukan, maka dapat mengakibatkan kerusakan pada struktur bangunan terdekat. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk menentukan isian handak per delay dalam mengontrol getaran tanah akibat peledakan yang mengacu pada data primer dan data sekunder sebagai metode penelitian yang dilakukan. Analisis getaran dilakukan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) No 7571 Tahun 2010 dengan mengidentifikasi kelas bangunan yaitu bangunan Kelas 2 yang memiliki nilai PPV 3 mm/s dan nilai ambang batas PPV pada perusahaan yaitu 2 mm/s. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan antara nilai PVS dan SD, nilai konstanta (K) yang didapat yaitu 1883,9 dan site eksponan (e) yaitu 1,824. Nilai PPV prediksi yang dihasilkan di Desa Leuwidendeng yaitu 0,06 mm/s dan 0,08. Sedangkan nilai PPV prediksi pada office yaitu 0,22 mm/s dan 0,48 mm/s, serta nilai PPV prediksi di gudang handak sebesar 0,57 mm/s dan 1,97 mm/s. Rekoendasi isian handak per delay optimal untuk PPV 2 mm/s pada jarak 200 meter yaitu 22 kg/hole dan pada jarak 550 meter menggunakan muatan handak optimal 137 kg/hole.
Pengaruh Geometri Jalan Terhadap Konsumsi Bahan Bakar pada Pengupasan Overburden Tambang Batubara Tendi Fernando; Zaenal; Sriyanti
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 3, No. 1, Juli 2023, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v3i1.2144

Abstract

Abstract. Overburden loading activities use Liebherr 9200 with actual production of 721.43 BCM/hour while the production target is 800 BCM/hour, transportation uses Komatsu HD 785 with 720.56 BCM/hour while the production target is 800 BCM/hour, and fuel ratio the actual is 0.28 liters/BCM while the target fuel ratio is 0.20 liters/BCM. The purpose of this study is to determine the condition of the road geometry, the production of mechanical devices, the average fuel consumption, and the value of the fuel ratio. The road geometry analysis is guided by the AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) theory by observing the width of the road in straight conditions, the width of the road in bend conditions, and the slope of the road which is 12%, in addition, data on fuel consumption, circulation time, holding time, filling factor, and expansion factor. The road geometry in the study area is the width of the road in straight conditions for segments A-B, C-D, D-E, E-F, F-G, and I-J while the road width for bends in segments A-B, D-E, F-G, H-I, J-K, and M-N, the slope of the road in the F-G segment i.e. 14.22% is still not in accordance with AASHTO standards so it needs to be repaired. The production of transportation equipment repairs was 980.48 BCM/hour, so that the production target was achieved. The average fuel consumption for loading equipment is 51.2 liters/hour. The fuel ratio value after repair was obtained at 0.20 liters/BCM. Abstrak. Kegiatan pemuatan overburden mengunakan Liebherr 9200 dengan produksi aktual sebesar 721,43 BCM/jam sedangkan target produksi sebesar 800 BCM/jam, pengangkutan menggunakan Komatsu HD 785 dengan sebesar 720,56 BCM/jam sedangkan target produksi sebesar 800 BCM/jam, dan fuel ratio aktual 0,28 liter/BCM sedangkan target fuel ratio sebesar 0,20 liter/BCM. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui kondisi geometri jalan, produksi alat mekanis, rata-rata konsumsi bahan bakar, dan nilai fuel ratio. Analisis geometri jalan berpedoman pada teori AASHTO (American Association of State Highway and Transportation Officials) dengan mengamati lebar jalan pada kondisi lurus, lebar jalan pada kondisi tikungan, dan kemiringan jalan yaitu sebesar 12%, selain itu diperlukan data konsumsi bahan bakar, waktu edar, waktu hambatan, faktor pengisian, dan faktor pengembangan. Geometri jalan pada daerah penelitian seperti pada lebar jalan pada kondisi lurus segmen A-B, C-D, D-E, E-F, F-G, dan I-J sedangkan lebar jalan pada kondisi tikungan segmen A-B, D-E, F-G, H-I, J-K, dan M-N, kemiringan jalan pada segmen F-G yaitu 14,22% masih belum sesuai dengan standar AASHTO sehingga perlu dilakukanya perbaikan. Produksi perbaikan alat pengangkutan sebesar 980,48 BCM/jam, sehingga target produksi tercapai. Rata-rata konsumsi bahan bakar alat pemuatan yaitu sebesar yaitu sebesar 51,2 liter/jam. Nilai fuel ratio setelah perbaikan didapatkan sebesar 0,20 liter/BCM.

Page 5 of 11 | Total Record : 106