cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 106 Documents
Kajian Lingkungan Pengendapan Berdasarkan Karakteristik Batubara Formasi Pulau Balang Fungky Suhayadi; Sriyanti
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.849 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.779

Abstract

Abstract. Coal has certain physical and chemical properties, from these properties coal can be used as a parameter to determine coal classification based on rank. Balang Island is a coal-bearing formation in the Kutai Basin. To determine the depositional environment, coal samples were taken. From the sample, coal characteristics such as water content, volatile matter, calorific value, maceral and mineral composition were produced. From these characteristics, coal rank can be determined. Determination of the depositional environment based on the 1986 Diesel diagram (in Lamberson, 1991) and based on the 1978 Horne Classification. Coal based on the reflectance value of vitrinite includes the rank of Sub-bituminous C and Lignite A, with an average value of 0.372%, based on the calorific value included in the Bituminous High Volatile C. with an average value of 11,902 Btu/lb – 12,447 Btu/lb on a daf basis. The fuel ratio with a value of 0.90 – 0.98 is included in the Bituminous coal rank. The location of coal deposition is dominated by shrubs 48.8% and woody plants 26.32%, so that the deposition location is likely to be deposited in the fen location which is a swamp location dominated by shrubs and few trees. From the Tissue Preservation Index values of 0.424 – 1.074 and Gelification Index 3.481 – 14,815, the coal was deposited in the lower and upper delta plain depositional environments. Abstrak. Batubara memiliki sifat fisik dan kimia tertentu, dari sifat tersebut batubara dapat dijadikan parameter untuk menentukan klasifikasi batubara berdasarkan peringkat. Pulau balang merupakan formasi pembawa batubara yang berada pada cekungan kutai. Untuk menentukan lingkungan pengendapannya, dilakukan pengambilan sampel pada batubara. Dari sampel tersebut dihasilkan karakteristik batubara seperti kadar air, volatile matter, nilai kalor, komposisi maseral dan mineral. Dari karakteristik tersebut dapat ditentukannya peringkat batubara. Penentuan lingkungan pengendapan berdasarkan diagram Diessel 1986 (dalam Lamberson, 1991) dan berdasarkan Klasifikasi Horne 1978. Batubara berdasarkan nilai reflektansi vitrinit termasuk peringkat Sub-bituminous C dan Lignite A, dengan rata–rata nilai 0,372%, berdasarkan nilai kalor termasuk kedalam Bituminous High Volatile C. dengan nilai rata – rata sebesar 11.902 Btu/lb – 12.447 Btu/lb dalam basis daf. Fuel ratio dengan nilai 0,90 – 0,98 termasuk kedalam peringkat batubara Bituminous. Lokasi pengendapan batubara didominasi oleh tumbuhan perdu 48,8% dan tumbuhan kayu 26,32%, Sehingga lokasi pengendapan kemungkinan terendapkan lokasi fen yang merupakan lokasi rawa didominasi oleh tanaman perdu dan sedikit pohon. Dari nilai Tissue Preservation Index 0,424 – 1,074 dan Gelification Index 3,481 – 14,815, batubara terendapkan pada lingkungan pengendapan lower dan upper delta plain.
Evaluasi Batas Nilai Efektif Kadar Sn Menggunakan Analisis Mikroskop dan UC Balance Irham Firmansyah; Solihin; Rully Nurhasan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.868 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.780

Abstract

Abstract. PT X has been processing residual tin ore (SHP), land mining and marine mining with a grade of <70%. In order to increase the levels of tin and its associated mineral products to high grade >70% as a requirement for the smelting stage. Tin ore will be analyzed to determine the % content of the sample. Assay analysis can be carried out using a microscope analysis process, unit coefficient balance and chemistry. Microscopy analysis method obtained an average percentage of Sn content of 58.79%, UC Balance analysis of 66.92% and chemical analysis of 58.91%. The level of accuracy produced by the UC Balance analysis tool is the biggest influence on the % of Sn content produced, because it only weighs the specific gravity of cassiterite. The other factors that affect the high error rate generated by the UC Balance analysis are the quality, size, and density of minerals. Meanwhile, the microscope analysis experienced a decrease in the level of accuracy because it was influenced by the quality of the sample and the accuracy of the analyst in distinguishing the types of minerals in each sample. Associated minerals such as ilmenite, zircon, monazite, pyrite and quartz affect the results of the Sn content that will be obtained. The recommended limit for the effective value of microscopy analysis is > 60% and UC Balance analysis is > 70% based on the results of % overall levels. Abstrak. PT X telah melakukan pengolahan bijih timah sisa hasil pengolahan (SHP), penambangan darat dan penambangan laut dengan kadar <70%. Guna meningkatkan kadar timah dan produk mineral ikutannya menjadi high grade >70% sebagai syarat menuju tahap peleburan. Biji timah akan dianalisis untuk mengetahui % kadar sampel. Analisis kadar dapat dilakukan menggunakan proses analisis mikroskop, unit coeficient balance dan kimia. Metode analisis mikroskop mendapatkan hasil ratarata persen kadar Sn sebesar 58,79 %, analisis UC Balance sebesar 66,92 % dan analisis kimia sebesar 58,91 %. Tingkat ketelitian yang dihasilkan oleh alat analisis UC Balance menjadi pengaruh terbesar terhadap % kadar Sn yang dihasilkan, karena hanya menimbang berat jenis kasiterit saja. Adapun faktor lain yang mempengaruhi tingginya tingkat kesalahan yang dihasilkan analisis UC Balance yaitu kualitas, ukuran, berat jenis mineral. Sedangkan pada analisis mikroskop mengalami penurunan tingkat ketelitian karena dipengaruhi oleh kualitas sampel dan ketelitian juru analis dalam membedakan jenis-jenis mineral pada setiap sampel. Mineral ikutan seperti ilmenite, zircon, monazite, pyrit dan kuarsa mempengaruhi hasil nilai kadar Sn yang akan didapatkan. Rekomendasi batas nilai efektif analisis mikroskop > 60 % dan analisis UC Balance > 70 % berdasarkan dari hasil % kadar keseluruhan.
Analisis Kestabilan Lereng Andesit Menggunakan Metode FEM pada PT. X Ruslan Loilatu; Iswandaru
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.264 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.782

Abstract

Abstract. Geotechnical study data collection includes geotechnical mapping, observations of landslide models that can occur, and sampling for testing physical and mechanical properties. The geotechnical study carried out is by analyzing slides on production slopes, the analytical method used in the analysis of landslides on slopes is the kinematic method, analysis with this method uses rock mass parameters, discontinuity planes, and production slope geometry as input. The overall slope stability analysis using the Finite Element Method (FEM) shows the overall slope is in a stable condition seen from the value of the Safety Factor (FK) which is 1.26. For single slope stability analysis, the slope is modeled with three variations of slope and three variations of height to determine the minimum limit of optimal slope geometry. For slopes with optimal conditions compared to the other two variations of angles, namely slopes with a slope of 50° and a maximum height of 10 m with an SRF of > 1.25 which is used as an optimal slope recommendation, the slope with that slope if modeled with several variations in height, namely 5 m has an SRF of 2.02, a height of 10 m has an SRF of 1.48, and a height of 15 m has an SRF of 1.28, which shows the three variations in height using a slope of 50° have an FK value > 1.25, whereas if the height is made to exceed the limit a height of 15 m, the slope has the potential for landslides. Abstrak. Pengumpulan data studi geoteknik meliputi pemetaan geoteknik, pengamatan model longsoran yang dapat terjadi, dan melakukan sampling untuk pengujian sifat fisik dan sifat mekanik. Kajian geoteknik yang dilakukan adalah dengan menganalisis kelongsoran pada lereng produksi, metode analisis yang digunakan dalam analisis longsoran pada lereng adalah metode kinematik, analisis dengan metode ini menggunakan input parameter massa batuan, bidang diskontinuitas, dan geometri lereng produksi. Analisis kestabilan lereng keseluruhan menggunakan Finite Element Method (FEM) menunjukan lereng keseluruhan dalam kondisi stabil dilihat dari nilai Faktor Keamanan (FK) yang didapatkan sebesar 1,26. Untuk analisis kestabilan lereng tunggal lereng dimodelkan dengan tiga variasi kemiringan dan tiga variasi ketinggian untuk mengetahui batas minimum geometri lereng yang optimal. Untuk lereng dengan kondisi yang optimal dibandingkan dua variasi sudut yang lain adalah lereng dengan kemiringan 50° dan tinggi maksimum 10 m dengan SRF sebesar >1,25 yang dijadikan sebagai rekomendasi lereng yang optimal, lereng dengan kemiringan tersebut jika dimodelkan dengan beberapa variasi ketinggian yaitu 5 m memiliki SRF sebesar 2,02 , ketinggian 10 m memiliki SRF 1,48, dan ketinggian 15 m memiliki SRF sebesar 1,28, yang menunjukan ketiga variasi ketinggian dengan menggunakan kemiringan 50° memiliki nilai FK >1,25, sedangkan jika ketinggian dibuat melebihi batas ketinggian 15 m maka lereng berpotensi longsor.
Perancangan Desain Pit Penambangan Batubara untuk Memenuhi Target Produksi pada PT. X Muhammad Fahmi; Zaenal
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.727 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.787

Abstract

Abstract. Since 2019 PT. X has set a coal mining production target of the target required by the owner company of 70,000 tons/month and a stripping ratio of 2 BCM/ton. With this production target value, mining planning and phasing must be optimized through coal mining production scheduling. Therefore, it is necessary to make a mining production plan based on the production target value and the predetermined stripping ratio value.This activity is carried out to design the mining design to match the production target and stripping ratio set by the company. So it takes the number of capabilities of the tools used, making equipment that is in accordance with production targets and production factor values, as well as pit design and mining scheduling in accordance with the company's production targets. Data retrieval is carried out in the form of tool and transportation working time, volume of material that can be unloaded and transported so as to produce tool productivity and work efficiency parameters in order to be able to estimate the number of tools used. Based on the calculation of the available loading and unloading tools, the production target can be obtained in April, May and June for overburden ranging from 114,000 BCM, 122,953 BCM and 186,713 BCM. For coal 57,400 tons, 61,500 tons and 92,854 tons. Abstrak. Sejak tahun 2019 PT. X menentukan target produksi penambangan batubara dari target yang dibutuhkan oleh perusahaan owner sebesar 70.000 ton/bulan dan stripping ratio 2 BCM/ton. Dengan nilai target produksi tersebut, maka penentuan perencanaan dan pentahapan penambangan harus dioptimalkan salah satunya melalui penjadwalan produksi penambangan batubara. Oleh sebab itu perlu dibuat perencanaan produksi penambangan batubara berdasarkan nilai target produksi dan nilai stripping ratio yang sudah ditetapkan. Kegiatan ini dilakukan untuk merancang desain penambangan agar sesuai dengan target produksi serta nilai stripping ratio yang sudah ditetapkan perusahaan. Sehingga dibutuhkan pengamatan kemampuan alat yang digunakan, penentuan jumlah peralatan yang sesuai dengan target produksi dan nilai match factor, serta penentuan desain pit dan penjadwalan penambangan yang sesuai dengan target produksi perusahaan. Pengambilan data yang dilakukan berupa waktu kerja alat muat dan angkut, volume material yang dapat di bongkar dan diangkut sehingga menghasilkan produktifitas alat serta parameter penentuan efisiensi kerja agar dapat merencanakan cadangan terkira, jumlah alat yang digunakan. Berdasarkan perhitungan produksi alat muat yang sudah tersedia, maka target produksi yang dapat diperoleh pada bulan April, mei dan Juni untuk overburden berkisar di 114.000 BCM, 122.953 BCM dan 186.713 BCM. Untuk batubara 57.400 ton, 61.500 ton dan 92.854 ton.
Pengujian Akuifer Sumur Produksi untuk Memenuhi Kebutuhan Pabrik Pengolahan Zircon Muhammad Abizard Rizki; Yunus Ashari; Indra Karna Wijaksana
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.069 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.993

Abstract

Abstract. PT. X is a company engaged in the processing of zircon mining materials. In the processing process, it uses a water supply that only comes from groundwater. Groundwater sources at PT. X come from three drilled wells and each well is tested to determine the characteristics of the aquifer and the optimum discharge value. The research was conducted using the method pumping test, Pumping The test is divided into three stages, namely step drawdown test, constant rate test and recovery test. In the stages, the drawdown test and constant rate test groundwater level reduction value is obtained with a certain discharge, while the recovery test obtains the groundwater level recovery value. The results of the pumping test get the optimum discharge value from each well which is 10.6 lt/s for SB-01, 6.2 lt/s for SB-02, and 10.6 lt/s for SB-03, pumping with the optimum discharge into the safe category based on the regional regulation on groundwater damage criteria, West Java Provincial Regulation Number 1 of 2017 concerning the criteria for groundwater damage. Abstrak. PT. X merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang pengolahan bahan tambang zircon. dalam proses pengolahannya menggunakan pasokan air yang hanya berasal dari airtanah. Sumber airtanah di PT. X berasal dari tiga sumur bor dan masing-masing sumur tersebut di uji untuk mengetahui bagaimana karakteristik akuifer dan nilai debit optimum. Penelitian dilakukan dengan metode pumping test, Pumping test terbagi menjadi tiga tahap yaitu step drawdown test, constant rate test dan recovery test. Pada tahapan drawdown test dan constant rate test mendapatkan nilai penurunan muka air tanah dengan debit tertentu, sedangkan recovery test mendapatkan nilai pemulihan muka air tanah. Hasil dari pumping test mendapatkan nilai debit optimum dari masingmasing sumur yaitu sebesar 10,6 lt/det untuk SB-01, 6,2 lt/det untuk SB- 02, dan 10,6 lt/det untuk SB-03, pemompaan dengan debit optimum masuk kedalam kategori aman berdasarkan perda kriteria kerusakan muka airtanah Perda Provinsi Jawa Barat nomor 1 tahun 2017 tentang kriteria kerusakan muka airtanah.
Pemanfaatan Bahan Galian Mineral Kalsit Berdasarkan Karakteristik Sifat Fisik di Cikembar Sukabumi Waode Jelita Ma’ruff Bay; Linda Pulungan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.193 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.994

Abstract

Abstract. Calcite mineral is a mineral with a chemical composition of CaCO3 which can be found in a pure state or not. The purpose of this study is to analyze the characteristics of the calcite mineral and recommend its use based on the physical properties of the calcite mineral in the research area, in order to improve the economy of the surrounding area and create employment opportunities. Tests were carried out to determine the characteristics of physical and chemical properties, namely physical properties testing to determine porosity, mass (original, saturated, dependent), weight (original, dry, saturated), apparent specific gravity, true specific gravity, original water content, saturated water content, degree of saturation and void ratio, as well as petrographic thin sections to determine pore type, variety and diagenetic products. Then testing the chemical properties to determine the composition and content of the calcite mineral being tested. In the research area, through testing the physical properties and testing the chemical properties of XRF, it can be seen the characteristics of the mineral calcite which is perfectly crystallized, has orthosparite cement in BGP-1 (10%) and BGP-2 (15%) with poor grain uniformity, fine grained. – medium, the porosity of GMP-01 (3.93%) and GMP-02 (3.25%) and the results of the void ratio of 0.04 cm3 and 0.03 cm3, this value indicates that the rock has a small cavity so that the volume is large. found small. For XRF, it is known that there is 55.84% CaO in the calcite mineral. Abstrak. Mineral kalsit adalah mineral dengan kompisi kimia CaCO3 yang dapat dijumpai dalam keadaan murni ataupun tidak. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakteristik mineral kalsit dan merekomendasikan untuk pemanfaatannya berdasarkan sifat fisik mineral kalsit di daerah penelitian, guna meningkatkan perekonomian daerah sekitar serta membuka lapangan kerja. Dilakukan pengujian untuk mengetahui karakteristik sifat fisik dan sifat kimiawi, yaitu pengujian sifat fisik untuk mengetahui porositas, massa (asli, jenuh, tergantung), bobot (asli, kering, jenuh), apparent specific gravity, true specific gravity, kadar air asli, saturated water content, derajat kejenuhan dan void ratio, serta sayatan tipis petrografi untuk mengetahui tipe pori, faries dan produk diagenesa. Kemudian pengujian sifat kimiawi untuk mengetahui komposisi dan kadar pada mineral kalsit yang di uji. Pada daerah penelitian melalui pengujian sifat fisik dan pengujian sifat kimia XRF, maka dapat diketahui karakteristik mineral kalsit yang terkristalisasi sempurna, memiliki semen orthosparit pada BGP-1 (10%) dan BGP- 2 (15%) dengan keseragaman butir yang buruk, berbutir halus – sedang, porositas GMP-01 (3,93%) dan GMP-02 (3,25%) dan hasil void ratio sebesar 0,04 cm3 dan 0,03 cm3, nilai ini menunjukan bahwa batuan tersebut memiliki rongga kecil sehingga volume yang didapatkan kecil. Untuk XRF diketahui terdapat 55,84% CaO dalam mineral kalsit tersebut.
Analisis Hidrologi untuk Mendukung Rencana Penentuan Temporary Sump pada Tambang Emas Vicky Kurnia Nugraha; Noor Fauzi Isniarno
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.829 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.995

Abstract

Abstract. Open pit mining is a mining system that is directly related to the outside air so that its activities take place according to weather conditions, one of which is during rainy season conditions, where the availability of water in a mine requires special attention that must be managed properly, if the water handling is not good it can have a negative impact on the condition of the mine. Based on the results of the study obtained, it can be calculated the Gumbel distribution, Mononobe equation, and rational formulas for processing rainfall data to obtain runoff discharge. The runoff discharge that enters the pit for segment 1 is 62,553.03 m³0/day, and for segment two it has a runoff discharge of 27,375.54 m³/day. To drain water outside the pit, two ditches for segment 1 have dimensions of 0 .92 m² and for segment 2 has a ditch dimension of 0.77 m². In handling runoff water outside the mining area, it will be handled using trenches, while in handling water that will enter the mining pit it will be handled by making temporary sumps with a total of two sumps for segment 1 having a volume of 2774.61 m³, and for segment two has a volume of 1308.87 m³. Abstrak. Tambang terbuka merupakan sistem penambangan yang berhubungan langsung dengan udara luar sehingga kegiatanya berlangsung dengan kondisi cuaca, salah satunya ialah pada saat kondisi musim penghujan, dimana keterdapatan air dalam suatu tambang diperlukan suatu perhatian khusus yang harus dikelola dengan tepat, jika penanganan airnya kurang baik maka dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi kondisi tambang tersebut. Berdasarkan hasil kajian yang didapatkan maka dapat dilakukan perhitungan distribusi Gumbel, persamaan Mononobe, dan rumus rasional untuk pepengolahan data curah hujan hingga mendapatkan debit limpasan. Debit air limpasan yang masuk kedalam pit untuk segmen 1 sebesar 62.553,03 m³/hari, dan untuk segmen dua memiliki debit air limpasan sebesar 27.375,54 m³/hari,untuk mengalirkan air diluar pit maka dibutuhkan dua paritan untuk segmen 1 memiliki dimensi sebesa 0,92 m² dan untuk segmen 2 memiliki dimensi paritan 0,77 m². Dalam penanganan air limpasan diluar area penambangangn akan ditangani dengan menggunakan paritan, sedangkan dalam menangani air yang akan masuk pada pit penambangan maka akan ditangani dengan pembuatan temporary sump dengan jumlah dua buah sump untuk segmen 1 memiliki volume sebesar 2774,61 m³, dan untuk segmen dua memiliki volume 1308,87 m³.
Analisis Kualitas Batubara Berdasarkan Korelasi Nilai HGI, Moisture Content, dan Volatile Matter Ilya Rahma Putri; Dudi Nasrudin Usman
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.304 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.997

Abstract

Abstract. Coal is generally used as a basic energy source for several industries. In this study, the data obtained from the results of laboratory tests are the value of Moisture Content, Volatile Matter, and HGI values, these three data are indicated to be related/related to each other in determining coal rank, for this reason, a data correlation test was carried out. The calorific value of the coal sample that has been tested is 5,837 cal/gr or 10,506.6 BTU/lb when referring to the ASTM D 388–12 standard. The calorific value of this coal sample indicates that the coal sample tested can be classified into Sub-bituminous coal class A. The results of the calculation of data normality using the Liliefors Test method show that the resulting Lo value meets the requirements for the acceptance of the H0 hypothesis, so it can be concluded that the three data variables are data variables with normal distribution. The results of the calculation of the correlation of the data indicate that the value of rcount does not meet the criteria for accepting hypothesis H0. So it can be concluded that there is no positive and significant relationship between the variables of Total Moisture, Volatile Matter, and HGI values. Abstrak. Batubara umumnya dimanfaatkan sebagai sumber energi pokok untuk beberapa industri. Pada penelitian ini, data yang diperoleh dari hasil uji laboratorium adalah nilai Moisture Content, Volatile Matter, dan nilai HGI, ketiga data ini diindikasikan saling berkaitan/berhubungan satu sama lainnya dalam menentukan peringkat batubara, untuk itu dilakukan uji korelasi data. Nilai kalori sampel batubara yang telah diuji yaitu sebesar 5.837 cal/gr atau 10.506,6 btu/lb jika mengacu pada standar ASTM D 388–12 nilai kalori sampel batubara ini menunjukkan bahwa sampel batubara yang diuji dapat diklasifikasikan ke dalam kelas batubara Sub-bituminous A. Hasil perhitungan normalitas data menggunakan metode Uji Liliefors menunjukkan nilai Lo yang dihasilkan memenuhi syarat diterimanya hipotesis H0 sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel data merupakan variabel data yang berdistribusi Normal. Hasil perhitungan korelasi data menunjukkan bahwa nilai rhitung tidak memenuhi kriteria diterimanya hipotesis H0. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel kandungan Total Moisture, Volatile Matter, dan Nilai HGI.
Rencana Teknis dan Ekonomis Reklamasi Tambang di PT. X Baleendah Siti Nurul Khotimah; Sri Widayati
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.466 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.1000

Abstract

Abstract. Mining activities are closely related to environmental changes. Mining activities can also have an impact on the social and economic sphere of the local area. So mining companies are expected to be able to restore the impactful environment into a productive environment for the community. In tackling the impact of environmental changes, what has been prepared in detail is carried out. Minister of Energy and Mineral Resources Regulation No. 07 of 2020 as the holder of a Mining Business Permit (IUP) ensures reclamation guarantees and is based on post-mining guarantees in accordance with the determination of the Minister or Governor. The criteria for successful reclamation include land use, topsoil distribution, erosion control, and revegetation. In carrying out ex-mining land reclamation activities, it is carried out to find out the annual mine area plan, concepts and plans for land use and revegetation. Then the tools used in carrying out mine reclamation activities and estimates of the reclamation costs that will be found by the company. The area of land that will be reclaimed at PT X in the first period is 1.33 Ha. The area each year is in the 2nd year to the 4th year which is 0.26 Ha, while the 5th year is 0.53 Ha. The division of this area is based on the progress achieved. The estimated reclamation costs that will be incurred during the reclamation activities are Rp. 216,724,645.55. Abstrak. Kegiatan pertambangan erat kaitannya dengan merubah lingkungan. Kegiatan pertambangan juga dapat memberikan dampak pada lingkup sosial dan ekonomi daerah setempat. Maka perusahaan tambang diharapkan dapat mengembalikan lingkungan yang berdampak menjadi lingkungan yang produktif bagi masyarakat. Dalam menanggulangi dampak perubahan lingkungan tersebut dilakukan kegiatan reklamasi yang telah tersusun secara terperinci. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 07 tahun 2020 sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) diwajibkan menempatkan jaminan reklamasi dan jaminan pascatambang yang sesuai dengan penetapan Menteri atau Gubernur. Adapun kriteria dari keberhasilan reklamasi yang meliputi tata guna lahan, penebaran tanah pucuk, pengendalian erosi, revegetasi. Dalam melakukan kegiatan reklamasi lahan bekas tambang dilakukan untuk mengetahui rencana luasan tambang secara pertahun, konsep dan rencana pada penatagunaan lahan dan revegetasi. Lalu alat-alat yang digunakan dalam melakukan kegiatan reklamasi tambang dan estimasi pada biaya reklamasi yang akan dibayarkan oleh perusahaan. Luas lahan yang akan direklamasi di PT X pada periode pertama yaitu 1,33 Ha. Adapun luasan setiap tahunnya yaitu pada tahun ke 2 sampai dengan tahun ke 4 yaitu 0,26 Ha, sedangkan tahun ke 5 yaitu 0, 53 Ha. Pembagian luasan ini didasarkan pada kemajuan tambang. Estimasi biaya reklamasi yang akan dikeluarkan selama kegiatan reklamasi yaitu sebesar Rp. 216.724.645,55.
Studi Perbaikan Perkerasan Lapis Jalan Tambang dengan Nilai CBR dan DCP Aldicho Alfiandy Suhendik; Revia Oktaviani; Tommy Trides
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 2, No. 1, Juli 2022, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.906 KB) | DOI: 10.29313/jrtp.v2i1.1019

Abstract

Abstract. One of the supporting of a company's production achievement target is to have good mine road access. To be able to hold the load on it like a conveyance it is necessary to calculate the bearing capacity of the soil parameter. Based on the facts of soil inability to produce overburden due to mine access roads experiencing failure. Determination of the design thickness of the structure road layer referred to the California Bearing Ratio (CBR) value and data obtained from Dynamic Cone Penetrometer (DCP). The largest means of transportation used was the Komatsu HD 785 with a load weight of 166,000kg. Based on the DCP test value, the field CBR obtained at the research site ranged from 9.40%- 28.97%.The value of the carrying capacity of the ground was able to support the wheel load of HD 785 with a CBR value of 36%.Retrieved repair the thickness of the pavement above the subgrade suitable for bearing this load was 16inches.The results of the DCP subgrade test with average value of 19.23% and the results obtained for the surface coarse layer using CLY MIX 20% material with a thickness of 9 inch and base coarse layer using CLY MIX 30% material with a thickness of 7 inches. Abstrak. Salah satu pendukung tercapainya target produksi suatu perusahaan dengan memiliki akses jalan tambang yang memiliki kualitas baik. Agar mampu menahan beban diatasnya seperti alat angkut maka diperlukan perhitungan parameter daya dukung tanah. Berdasarkan fakta dilapangan adanya ketidaktercapian terhadap produksi overburden dikarenakan jalan akses tambang mengalami kerusakan. Penentuan rancangan ketebalan struktur lapis jalan mengacu pada nilai California Bearing Ratio (CBR) dan pengambilan data Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Adapun alat angkut terbesar yang digunakan berupa Komatsu HD 785 dengan berat bermuatan 166,000 kg. Berdasarkan nilai uji DCP, CBR lapangan yang diperoleh di pada lokasi penelitian berkisar 9,40% - 28,97%. Adapun nilai daya dukung tanah yang mampu untuk menopang beban roda HD 785 yaitu dengan nilai CBR 36%. Diperoleh perbaikan tebal perkerasan di atas subgrade yang sesuai untuk menahan beban ini adalah setebal 16 inch. Hasil uji DCP subgrade dengan nilai rata rata 19,23 % dan diperoleh hasil untuk lapisan surface coarse menggunakan material CLY MIX 20% dengan tebal 9 inchi dan lapisan base coarse menggunakan material CLY MIX 30% dengan tebal 7 inchi.

Page 3 of 11 | Total Record : 106