cover
Contact Name
Dudi Nasrudin Usman
Contact Email
uptpublikasi@unisba.ac.id
Phone
+6285294008040
Journal Mail Official
jrtp@unisba.ac.id
Editorial Address
UPT Publikasi Ilmiah lantai 4, Rektorat Unisba, Jln Tamansari No.20, 40116
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Teknik Pertambangan
ISSN : 28083105     EISSN : 27986357     DOI : https://doi.org/10.29313/jrtp.v1i2
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP) adalah jurnal peer review dan dilakukan dengan double blind review yang mempublikasikan hasil riset dan kajian teoritik terhadap isu-isu empirik dalam sub kajian Pertambangan. JRTP ini dipublikasikan pertamanya 2021 dengan eISSN 2798-6357 yang diterbitkan UPT Publikasi Ilmiah, Universitas Islam Bandung. Semua artikel diperiksa plagiasinya dengan perangkat lunak anti plagiarisme. Jurnal ini dter-indeks di Google Schoolar, Garuda, Crossref, dan DOAJ. Terbit setiap Juli dan Desember.
Articles 116 Documents
Analisis Pengaruh Getaran Peledakan terhadap Bangunan Warga PT Bukit Asam Tbk Hardantyo, Welly; Army, Edo Kharisma; Jasipto, Alio; Fadhilah, Rahmat; M. Nur Muharmy
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6933

Abstract

Abstrak. Peledakan dalam kegiatan penambangan dapat menimbulkan getaran tanah yang berpotensi memengaruhi struktur bangunan sekitar. Penelitian ini bertujuan menganalisis apakah getaran tanah akibat peledakan di Pit 2 Banko Barat, PT. Bukit Asam Tbk, berpengaruh pada struktur bangunan warga serta mengusulkan rancangan optimalisasi untuk meningkatkan efektivitas peledakan tanpa melebihi ambang batas getaran. Pengukuran dilakukan dengan alat Micromate pada 17 sampel peledakan dengan parameter utama peak particle velocity (PPV), scaled distance (SD), dan geometri peledakan. Analisis regresi power menunjukkan koefisien determinasi (R²) 68%, mengindikasikan hubungan signifikan antara PPV dan SD; penurunan SD meningkatkan PPV. Hasil penelitian memastikan seluruh nilai PPV berada di bawah batas aman 1 mm/s yang disepakati perusahaan dan warga, serta jauh di bawah standar SNI 7571:2023 sebesar 3 mm/s untuk bangunan kelas II. Oleh karena itu, getaran tanah tidak berdampak pada struktur bangunan warga. Untuk mengoptimalkan hasil peledakan, direkomendasikan penerapan metode decoupling untuk meningkatkan penyebaran energi ledak dan burden relief untuk mengurangi dampak getaran tanah, sehingga hasil peledakan dapat optimal tanpa menambah getaran. Implementasi strategi ini diharapkan menjaga dan mengoptimalkan aktivitas peledakan. Abstract. Blasting in mining activities can trigger ground vibrations that may affect surrounding building structures. This study aims to analyze whether ground vibrations caused by blasting in Pit 2 Banko Barat, PT. Bukit Asam Tbk, affect the structural integrity of nearby buildings and to propose an optimization design to improve blasting effectiveness without exceeding the vibration threshold. Measurements were taken using a ground vibration measuring instrument, Micromate, on 17 blast samples with key parameters being peak particle velocity (PPV), scaled distance (SD), and blast geometry. Power regression analysis showed a coefficient of determination of 68%, indicating a significant relationship between PPV and SD, where a decrease in SD increases PPV. Results confirmed all PPV values were below the safe limit agreed upon by the company and residents (1 mm/s), and well below the SNI 7571:2023 standard of 3 mm/s for class II residential buildings. Therefore, ground vibrations do not affect nearby building structures. To optimize blasting results, the study recommends applying the decoupling method to enhance explosive energy dispersion and burden relief to reduce ground vibration impacts, thereby optimizing blasting results without increasing vibrations. Implementation of this strategy is expected to maintain blasting activities while improving effectiveness. .
Analisis Kestabilan Lereng Menggunakan Metode RMR dan Monitoring Real Time Slope Stability Radar (SSR605-XT) Aji Nur Fadhilah; Indra Karna Wijaksana; Yunus Ashari
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6563

Abstract

Abstrak. PT J Resources Bolaang Mongondow merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan emas, di mana pit Mainridge Utara merupakan area penambangan aktif. Lokasi tersebut memiliki permasalahan terkait karakteristik batuan pembentuk lereng, khususnya pada zona alterasi argillic yang mengalami kelongsoran dan mengganggu aktivitas penambangan. Maka, perlu dilakukan analisis kestabilan lereng melalui klasifikasi massa batuan menggunakan Rock Mass Rating (RMR) dan mengetahui potensi longsoran. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh nilai faktor keamanan yang optimal. Pengambilan data dilakukan melalui studi literatur, pemetaan geologi, penilaian kualitas massa batuan, serta pengujian sifat kesetimbangan batas dan metode material di laboratorium. Metode analisis yang digunakan adalah kinematik, dengan pendekatan menggunakan Rock Mass Rating dan Geological Strength Index (GSI), serta bantuan perangkat lunak untuk pemodelan dan rekomendasi lereng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas massa batuan pada segmen 1 zona alterasi argillic adalah 35 (kelas IV), segmen 2 zona alterasi silica advance argillic sebesar 50–58 (kelas III), dan segmen 3 zona alterasi argillic sebesar 43 (kelas IV). Kesimpulannya, kestabilan lereng di lokasi penelitian dipengaruhi oleh struktur geologi dan muka air tanah, dengan desain sudut lereng masing-masing 30° untuk argillic dan 45° untuk silica advance argillic. Abstract. PT J Resources Bolaang Mongondow is a gold mining company, where the North Mainridge Pit is an active mining area. However, problems have arisen related to the characteristics of slope-forming rocks, particularly in the argillic alteration zone, which has experienced landslides and disrupted mining activities. Therefore, a slope stability analysis is necessary using rock mass classification through the Rock Mass Rating (RMR) system, as well as identifying the potential for landslides. The purpose of this study is to obtain the optimal safety factor value. Data collection for this research involved literature studies, geological mapping, rock mass quality assessments, and laboratory testing of material properties. The analytical methods used include limit equilibrium and kinematic analysis through a rock mass rating approach to determine the safety factor, supported by software. The results show that in the argillic alteration zone, segment 1 has a rock mass rating of 35 (class IV), segment 2 in the advanced silica alteration zone has a rating of 50–58 (class III), and segment 3 in the argillic alteration zone has a rating of 43 (class IV). The study concludes that slope stability is influenced by geological structure and groundwater, with recommended slope angles of 30° for argillic and 45° for advanced silica alteration zones.
Prediksi Airblast Akibat Kegiatan Peledakan Overburden Batubara Afriyani; Yuliadi; Elfida Moralista
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.6723

Abstract

Abstract. PT Cipta Kridatama Binuang Mitra Bersama Blok Dua (CK-BMBBD) merupakan perusahaan pertambangan batubara yang melakukan pemberaian dengan metode peledakan. Kegiatan ini berpotensi menimbulkan dampak negatif seperti airblast, ground vibration, dan flying rock. Penelitian ini fokus pada airblast, yaitu gelombang kejut dari ledakan bahan peledak. Airblast dapat membahayakan kesehatan manusia jika melebihi ambang batas, sehingga perlu diteliti. Tujuan penelitian adalah mengetahui nilai airblast, persamaan multiple linear regression, serta metode prediksi paling valid berdasarkan koefisien korelasi. Metodologi yang digunakan adalah metode teoritis (USBM dan McKenzie), multiple linear regression, dan artificial neural network (ANN). Data yang digunakan meliputi airblast dalam desibel, maksimum charge, dan jarak pengukuran. Analisis dilakukan menggunakan statistik untuk mengevaluasi hubungan hasil prediksi dan data aktual. Pengukuran dibandingkan dengan SNI 7570 tahun 2023 yang menetapkan ambang batas 110 dB. Regulasi ini mengatur penggunaan bahan peledak agar sesuai standar. Hasil menunjukkan nilai airblast 45 dB(A) – 77 dB(A), masih aman karena di bawah ambang batas. Prediksi menggunakan ANN menghasilkan nilai R² sebesar 0,9221, menunjukkan hubungan sangat valid antara hasil prediksi dan data aktual. Abstract. PT Cipta Kridatama Binuang Mitra Bersama Blok Dua (CK-BMBBD) is a mining company engaged in coal commodities. The company conducts clearing using the blasting method. Blasting activities may cause negative impacts such as airblast, ground vibration, and flying rock. This research focuses on airblast that occurs due to blasting activities. Airblast is a shock wave produced by the explosion of explosives. Airblast can pose health risks if it exceeds the threshold value, therefore research is necessary. This study aims to determine airblast values, formulate a multiple linear regression equation, and identify the most valid prediction method based on the correlation coefficient. The methodologies used are theoretical methods (USBM and McKenzie), multiple linear regression, and artificial neural network (ANN). The data used include airblast in decibels, maximum charge, and measurement distance. Statistical analysis is applied to evaluate the relationship between predicted and actual airblast data. Airblast measurements were compared to the standard reference, SNI 7570 of 2023, which sets a threshold of 110 dB. This regulation governs the use of explosives to ensure compliance with regulatory standards. The results showed airblast values ranging from 45 dB(A) to 77 dB(A), indicating safety. ANN prediction yielded an R² value of 0.9221, showing very strong validity.
Implementasi Shotcrete pada Heading Terowongan Batuan Lemah di Underground Kencana Indra Karna Wijaksana; A, M Rahman; Faisal, M Irvan
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.7215

Abstract

Abstrak. PT Nusa Halmahera Minerals merupakan salah satu perusahaan penambangan di wilayah Kabupaten Maluku Utara, yang melakukan penambangan bijih emas dengan metode underhand cut and fill dan sublevel stoping. Sistem penyangga menjadi sebuah komponen penting dalam metode penambangan tersebut agar proses penambangan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Shortcrete merupakan salah satu sistem penyangga yang sering digunakan pada penambangan bawah tanah. Penelitian membahas tentang analisis kebutuhan shortcrete yang diperlukan untuk menyangga massa batuan disekitar lubang bukaan bawah tanah dengan kategori lemah. Proses analisis dilakukan dengan menggunakan metode klasifikasi Q-System, Bieniawski dan juga pengukuran data deformasi aktual di lapangan. Melalui bantuan pemodelan software di dapatkan model kestabilan dari masing-masing klasifikasi. Setelah didapatkan model kestabilan selanjutnya di tentukan jenis-jenis kebutuhan penyangga yang akan digunakan. Berdasarkan rekomendasi Bieniawski (1989) dibutuhkan kombinasi shotcrete dan wire mesh yang diaplikasikan pada dinding dengan ketebalan 9cm di area Section 1 dan 3, 5cm pada Section 2, sedangkan menurut Q-System penggunaan shotcrete dengan ketebalan 9cm. Hasil rekomendasi pada area heading memiliki nilai aman, dengan faktor keamanan sebesar 1,9 untuk Bieniawski dan Q-System, serta 1,6 untuk kondisi aktual. Hasil validasi alat geotechnic monitoring lidar menunjukkan bahwa pergerakan pada area left Wall dan left shoulder yaitu 9,135 mm dan 10,845mm sehingga digolongkan ke dalam kriteria relatif stabil. Abstract. PT Nusa Halmahera Minerals is a mining company in North Maluku Regency that mines gold ore using underhand cut and fill and sublevel stoping methods. Support systems are a crucial component of these mining methods, ensuring the process runs according to plan. Shortcrete is one support system frequently used in underground mining. This study analyzes the need for shortcrete to support the rock mass around weak underground openings. The analysis was conducted using the Q-System classification method and Bieniawski's method, along with actual field deformation data measurements. Through software modeling, stability models were obtained for each classification. Once the stability models were obtained, the types of support required were determined. Based on Bieniawski's (1989) recommendations, a combination of shotcrete and wire mesh was applied to the Walls with a thickness of 9 cm in Sections 1 and 3, and 5 cm in Section 2. The Q-System recommended using shotcrete with a thickness of 9 cm. The recommended heading results are considered safe, with a safety factor of 1.9 for Bieniawski and Q-System, and 1.6 for the actual conditions. Validation of the lidar geotechnical monitoring tool shows that the movement in the left Wall and left shoulder areas is 9,135 mm and 10,845 mm, respectively, thus categorizing them as relatively stable.
Karakteristik Endapan Emas Aluvial dan Alternatif Pengelolaan Pencemaran pada Proses Pengolahannya Agum Widhiyatmoko, Damas; Ernawati, Rika; Nurkhamim
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.5777

Abstract

Abstrak. Sungai Lok Ulo di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, merupakan wilayah dengan aktivitas penambangan emas aluvial yang cukup intensif. Aktivitas ini berpotensi menurunkan kualitas air sungai, yang merupakan sumber air penting bagi masyarakat sekitar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dampak penambangan emas aluvial terhadap kualitas air Sungai Lok Ulo menggunakan pendekatan analisis laboratorium yang sistematis. Parameter yang dianalisis meliputi Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), pH, serta kandungan logam berat seperti besi (Fe), mangan (Mn), dan seng (Zn). Uji statistik ANOVA digunakan untuk menilai hubungan antara aktivitas penambangan dan perubahan kualitas air. Hasil menunjukkan peningkatan kadar TSS hingga 78% pasca penambangan, sementara pH air turun menjadi 6,2, mengindikasikan kecenderungan keasaman. Konsentrasi logam berat, khususnya Fe (0,93 mg/L) dan Mn (0,45 mg/L), melebihi ambang batas kualitas air sesuai standar nasional. Analisis ANOVA mengonfirmasi adanya hubungan signifikan antara aktivitas penambangan dan penurunan kualitas air. Temuan ini menegaskan bahwa penambangan emas aluvial di kawasan tersebut berdampak negatif terhadap lingkungan perairan dan menyoroti pentingnya penerapan strategi pengelolaan yang lebih berkelanjutan untuk meminimalkan pencemaran. Abstract. The Lok Ulo River, located in Kebumen Regency, Central Java, is a region experiencing intensive alluvial gold mining activities. These operations have the potential to degrade water quality, which is crucial for the surrounding communities. This study analyzes the environmental impact of such mining using a comprehensive scientific method. Water quality was assessed through several parameters, including Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), pH, and heavy metal concentrations such as iron (Fe), manganese (Mn), and zinc (Zn). Samples were collected from upstream, midstream, and downstream locations near mining sites. Statistical analysis using ANOVA was applied to determine the relationship between mining intensity and changes in water quality. The results show that mining significantly increased TSS levels by up to 78% compared to pre-mining conditions. The pH dropped from neutral to 6.2, indicating increased acidity. Heavy metals, particularly Fe (0.93 mg/L) and Mn (0.45 mg/L), exceeded Indonesian water quality standards. ANOVA results confirmed a statistically significant correlation between mining activity and water quality degradation. These findings highlight the environmental risks of alluvial gold mining in the Lok Ulo River and emphasize the need for stronger environmental management and mitigation strategies to preserve water quality and protect local ecosystems.
Analisis Perkuatan Tunnel menggunakan Metode RMR, Q-System, dan Finite Element Method pada TD XC-2 CG 460 Aprian, Akbar
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i1.5900

Abstract

Abstrak. Dalam proses penambangan bawah tanah, rekayasa geoteknik berupa penentuan perkuatan lubang bukaan adalah hal yang sangat fundamental karena berkaitan dengan proses penambangan dan keselamatan para pekerja. Lubang bukaan TD XC-2 CG 460 merupakan fokus area karena metode penambangan yang dilakukan pada elevasi lebih tinggi menggunakan metode ambrukan, untuk itu diperlukan pemasangan perkuatan yang sesuai terutama pada atap. Penentuan perkuatan di setiap lubang bukaan menyesuaikan kondisi lubang bukaan dengan memperhatikan faktor keamanan yang tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia 1827K. Penentuan perkuatan lubang bukaan didasarkan oleh metode empiris Q-System oleh Barton dan RMR oleh Bieniawski yang dilanjutkan dengan perhitungan beban sangga oleh Unal dengan memperhatikan lebar bukaan, massa jenis batuan, dan panjang kemajuan lubang bukaan. Sebagai pembanding metode empiris, digunakan metode numerik. Berdasarkan hasil analisis numerik metode element hingga, saran perkuatan dengan metode Q-System berupa beton tembak yang diperkuat serat dan baut batuan yang dipasang secara sistematis memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan saran perkuatan dengan metode RMR berupa baut batuan, besi h-beam, beton tembak, dan mesh yang mengacu pada WI-270.03.15-R.0 dibuktikan dengan nilai deformasi, faktor kekuatan, dan zona ambrukan di sekitar lubang bukaan menggunakan peranti lunak RS2/Phase2. Abstract. In the underground mining process, geotechnical engineering in the form of support determining is fundamental because it is related to the mining process and the safety of workers. TD XC-2 CG 460 is a concern area because the mining method carried out at higher elevations uses the upperhole method, appropriate supporting is required, especially on the roof. Determination of supporting in each tunnel adjusts the condition of the tunnel by taking into account the safety factors stated in Decision of the Minister of ESDM 1827K. Determination of reinforcement of openings is based on the empirical method Q-System by Barton and RMR by Bieniawski which is continued by the calculation of support loads by Unal by adjusting the opening width, rock density, and length of tunnel excavation. As a comparison to the empirical method, a numerical method is used. Based on the results of the numerical analysis of the finite element method, the suggestion for supporting using the Q-system method in the form of fiber-reinforced shotcrete and systematic bolting has better results than the suggestion for supporting using  RMR method in the form of rock bolts, h-beams, shotcrete, and mesh which refers to WI-270.03.15-R.0 as evidenced by the total displecement, strength factor, and the yield zone around the tunnel in RS2/Phase2 software.
Studi Teknis Eksplorasi Pemboran Aspal Buton pada PT. Gema Consultant Indonesia, Kabupaten Buton Arjun Alus; Gaswin; Somel; Asrim
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.7206

Abstract

Abstract. Buton asphalt drilling exploration is an essential stage in obtaining technical data to evaluate the potential and characteristics of buton asphalt resources. This study analyzes the technical implementation of Buton asphalt drilling exploration conducted by PT Gema Consultant Indonesia in Buton Regency, focusing on operational stages and drilling performance. The research employs a descriptive quantitative approach supported by qualitative analysis. Qualitative analysis is used to describe drilling stages and operational mechanisms, while quantitative analysis is applied to calculate drilling performance parameters. The results show that the drilling activities consist of determining drilling locations, equipment mobilization and preparation, drilling operations, cycle time calculation, core recovery, measurement of drilling speed and effectiveness, core extraction and arrangement in core boxes, sample description, and installation of markers. Quantitatively, drilling performance indicates an average cycle time of 5.24 hours within an 8-hour working period, a drilling speed of 3.89 m/hour, drilling effectiveness of 65.5%, and drilling productivity of 2.55 m/hour. Drilling was conducted using the rotary drilling method with a Yanmar TF155R engine and Semi Jacrow drilling equipment. Drilling performance is influenced by equipment conditions, operator skills, and local geological characteristics. This study provides a technical reference for natural asphalt drilling exploration in areas with similar geological conditions. Abstrak. Eksplorasi pemboran aspal Buton merupakan tahapan yang sangat penting dalam memperoleh data teknis yang diperlukan untuk mengevaluasi potensi dan karakteristik sumber daya aspal Buton. Penelitian ini mengkaji pelaksanaan teknis eksplorasi pemboran aspal Buton yang dilakukan oleh PT Gema Consultant Indonesia di Kabupaten Buton melalui analisis tahapan operasional dan kinerja pemboran. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan dukungan analisis kualitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan tahapan dan mekanisme pemboran, sedangkan analisis kuantitatif digunakan untuk menghitung parameter kinerja pemboran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahapan teknis pemboran meliputi penentuan titik bor, moving dan persiapan alat, proses pemboran, penghitungan waktu siklus (cycle time), core recovery, pengukuran kecepatan dan efektivitas pemboran, pengeluaran dan penataan core pada core box, deskripsi sampel dan pemasangan patok. Secara kuantitatif, kinerja pemboran menghasilkan cycle time sebesar 5,24 jam dari 8 jam kerja, kecepatan pemboran 3,89 m/jam, efektivitas pemboran 65,5%, dan produktivitas pemboran 2,55 m/jam. Kegiatan pemboran dilakukan menggunakan metode rotary drilling dengan peralatan utama berupa mesin Yanmar TF155R dan alat bor Semi Jacrow. Kinerja pemboran dipengaruhi oleh kondisi peralatan, keterampilan operator, serta karakteristik geologi setempat. Studi ini memberikan gambaran teknis yang dapat menjadi acuan dalam kegiatan eksplorasi pemboran aspal alam pada kondisi geologi yang serupa.
Studi Kasus Penerapan Keselamatan Operasi (KO) Pertambangan Perusahaan Tambang Nikel di PT XYZ Reza, Faisal; P, Ashady Adhe Tri Utama; Wicaksono, Theo
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.7236

Abstract

Abstract. Indonesia is a major nickel producer, but this mining activity carries significant Occupational Safety and Health (OHS) risks, as evidenced by 1,642 workplace accidents and 224 worker deaths in the last ten years, according to Minerba One Data Indonesia (2024) data. One of the key elements of Operational Safety (OHS) is the management of Facilities, Infrastructure, Installations, and Equipment (SPIP). This study aims to analyze risks and formulate an OHS mitigation strategy in the management of SPIP at the nickel mining company PT XYZ, using a quantitative descriptive approach, to mitigate risks in accordance with the Decree of the Minister of Energy and Mineral Resources Number 1827 of 2018. The study results show that although the majority of SPIP (a total of 1,040 units) are in good condition, there is a crucial weakness: the commissioning period of most units has expired (December 2024–January 2025). In addition.A significant competency gap in engineering personnel was found (for example, 59 people in other fields) and high risks (High) in operational aspects such as mine road standards, mine walls, and sediment ponds. Accident data also highlighted dump trucks as the most dominant equipment involved in incidents (44%). Strategic recommendations include extending immediate commissioning, increasing maintenance schedules, routine training of engineering personnel, and adopting digital technology for SPIP monitoring. These implementations are important to support regulatory compliance, improve the safety, efficiency, and sustainability of mining operations. Abstrak. Indonesia adalah produsen nikel utama, namun aktivitas pertambangan ini membawa risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) signifikan, terbukti dari 1.642 kejadian kecelakaan kerja dan 224 pekerja meninggal dunia dalam sepuluh tahun terakhir, menurut data Minerba One Data Indonesia (2024). Salah satu elemen kunci Keselamatan Operasi (KO) adalah pengelolaan Sarana, Prasarana, Instalasi, dan Peralatan (SPIP). Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko dan merumuskan strategi mitigasi KO pada pengelolaan SPIP di perusahaan tambang nikel PT XYZ, dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, untuk memitigasi risiko sesuai Keputusan Menteri ESDM Nomor 1827 Tahun 2018. Hasil studi menunjukkan bahwa meskipun mayoritas SPIP (total 1.040 unit) berada dalam kondisi layak, terdapat kelemahan krusial: masa berlaku komisioning sebagian besar unit telah habis (Desember 2024–Januari 2025). Selain itu, ditemukan gap kompetensi tenaga teknik yang signifikan (misalnya, 59 orang di bidang lain-lain) dan risiko tinggi (High) pada aspek operasional seperti standar jalan tambang, dinding tambang, dan sediment pond. Data kecelakaan juga menyoroti dump truck sebagai alat yang paling dominan terlibat dalam insiden (44%.Rekomendasi strategis mencakup perpanjangan komisioning segera, peningkatan jadwal pemeliharaan, pelatihan rutin tenaga teknik, dan adopsi teknologi digital untuk pemantauan SPIP. Implementasi ini penting untuk mendukung kepatuhan regulasi, meningkatkan keamanan, efisiensi, dan keberlanjutan operasi pertambangan.
Pengembangan Model Sumber Daya Manusia Terampil berbasis Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Meningkatkan Produktivitas dan Keberlanjutan Industri Pertambangan Anugrah, Surya Cahya; Alfito Dean Wicaksana; Agustina Setyaningrum
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.7291

Abstract

Abstract. The mining industry is currently challenged by increasingly complex dual demands: the need to consistently improve productivity while minimizing environmental impacts and maintaining sustainable operations. Amid global pressure and the rapid advancement of technology, Artificial Intelligence (AI) has emerged as a strategic solution capable of enhancing operational processes, decision making, and work efficiency. However, the full potential of AI has not yet been realized due to significant gaps in human resource readiness, particularly in technical competencies, digital literacy, and the ability to adapt to technological change. This study aims to formulate a human resource development model based on AI technology that is specifically designed to support the productivity and sustainability goals of the mining sector in the digital era. The research employs a systematic literature study and descriptive analysis by synthesizing data from scientific journals, industry reports, and academic publications related to AI and human resource management. The findings indicate that a human and AI collaboration oriented development model, rather than one focused solely on automation, is essential for successful digital transformation in mining operations. The proposed model emphasizes strengthening hard skills such as programming and database management and soft skills, including AI ethics, problem solving, communication, and change management. Beyond improving operational efficiency, this approach also fosters a more supportive, inclusive, and adaptive work environment. Abstrak. Industri pertambangan kini dihadapkan pada tuntutan ganda yang semakin kompleks, yaitu kebutuhan untuk terus meningkatkan produktivitas sambil memastikan bahwa operasi tetap berjalan secara berkelanjutan dan ramah lingkungan. Di tengah tekanan global dan perkembangan teknologi yang pesat, Artificial Intelligence (AI) muncul sebagai solusi strategis yang mampu mengoptimalkan proses operasional, pengambilan keputusan, dan efisiensi kerja. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dapat dimanfaatkan karena masih terdapat kesenjangan signifikan dalam kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya terkait kompetensi teknis, literasi digital, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan SDM berbasis teknologi AI yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan industri pertambangan dalam era digital. Metode penelitian menggunakan studi literatur sistematis dan analisis deskriptif dengan menghimpun data dari jurnal ilmiah, laporan industri, serta publikasi akademik terkait AI dan manajemen SDM. Hasil kajian menunjukkan bahwa model pengembangan SDM yang menekankan kolaborasi manusia dan AI, bukan semata-mata otomatisasi, merupakan kunci keberhasilan transformasi digital di sektor pertambangan. Model tersebut mencakup penguatan hard skills seperti pemrograman dan manajemen basis data, serta soft skills seperti etika AI, pemecahan masalah, komunikasi, dan manajemen perubahan. Selain meningkatkan kinerja operasional, model ini juga berpotensi menciptakan budaya kerja yang suportif, inklusif, dan adaptif.
Strategi Mitigasi Wabah COVID-19 dalam Menjaga Keberlangsungan Operasional Ilham, Ilham; Muin, Husain; Kotta, Husni; Wibowo, Dwiprayogo
Jurnal Riset Teknik Pertambangan Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Teknik Pertambangan (JRTP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrtp.v5i2.7335

Abstract

Abstract. The COVID-19 pandemic prompted mining companies to adopt adaptive strategies to maintain operational sustainability. PT X, a nickel mining company in Southeast Sulawesi, successfully sustained its production targets despite worker mobility restrictions and increased health risks. This study analyzes the managerial mitigation measures implemented and their impact on operational stability during the pandemic. A qualitative approach was employed through in-depth interviews, observations, documentation, and spiral model analysis. The findings indicate that the company applied multilayered mitigation policies covering pre-event to resolution phases, guided by disaster risk assessment, occupational safety, operational security, and sustainability principles. Key strategies included strengthened leadership and crisis communication, health-protocol-based human resource management, optimization of supporting services, CSR programs, financial safeguards, and updated disaster SOPs. These strategies effectively reduced COVID-19 transmission risks, ensured employee well-being, and maintained production consistency. This study highlights the importance of adaptive management–based disaster preparedness in the extractive industry. Abstrak. Penetapan pandemi COVID-19 sebagai bencana nasional mendorong perusahaan pertambangan menerapkan strategi adaptif untuk menjaga keberlanjutan operasional. PT X, perusahaan pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara, mampu mempertahankan target produksi meskipun menghadapi keterbatasan mobilitas pekerja dan peningkatan risiko kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis tindakan mitigasi manajerial serta dampaknya terhadap stabilitas operasional selama pandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan analisis model spiral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan menerapkan kebijakan mitigasi berlapis yang mencakup fase pra-peristiwa hingga resolusi, dengan berlandaskan penilaian risiko, keselamatan kerja, keamanan operasional, dan keberlanjutan. Strategi utama meliputi penguatan kepemimpinan dan komunikasi krisis, manajemen SDM berbasis protokol kesehatan, optimalisasi layanan pendukung, program CSR, pengamanan keuangan, serta pembaruan SOP kebencanaan. Strategi tersebut efektif menekan risiko penularan COVID-19, menjaga kesejahteraan karyawan, dan mempertahankan konsistensi produksi. Studi ini menegaskan pentingnya manajemen adaptif dalam kesiapsiagaan bencana di industri ekstraktif.

Page 11 of 12 | Total Record : 116