cover
Contact Name
Pieter Agusthinus Riupassa
Contact Email
pattimuraproceeding@gmail.com
Phone
+6285243358669
Journal Mail Official
pattimuraproceeding@gmail.com
Editorial Address
Ir. M. Putuhena Street, Kampus Unpatti, Poka-Ambon City, 97233, Maluku Province, Indonesia
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Pattimura Proceeding : Conference of Science and Technology
Published by Universitas Pattimura
ISSN : -     EISSN : 28293770     DOI : https://doi.org/10.30598/PattimuraSci.2021.KNMXX
This journal is created to archieve collection of publications from a national or international seminar at Pattimura University for Science, Technology, and Its Applications
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 212 Documents
PENGARUH JENIS KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU KIMIA IKAN TONGKOL (Auxis sp.) KERING “ATUNG” (Parinarium glaberimum, HASSK) Patricia Widayanti Renwarin; Trijunianto Moniharapon; Meigy Nelce Mailoa; Fredy Pattipeilohy
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.221-230

Abstract

Pengemasan dan penyimpanan yang baik akan menjamin mutu dari suatu produk olahan. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh jenis kemasan dan lama penyimpanan terhadap mutu kimia ikan tongkol kering dengan penambahan pengawet alami atung (parinarium glaberimum, hassk). parameter uji kimia meliputi : kadar air, kadar protein dan tingkat ketengikan. data dianalisa menggunakan rancangan acak lengkap (ral) dengan dua kali ulangan dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (bnt). hasil menunjukan bahwa kualitas ikan tongkol kering atung secara kimia selama penyimpanan 3 bulan masih memenuhi sni 8273 : 2016.
UJI KUALITATIF KEBERADAAN KAPANG PADA IKAN “KOMU” (Auxis rochei) ASIN KERING “ATUNG” (Parinarium glaberimum, HASSK) Sulfanny Tuharea; Meigy Nelce Mailoa; Trijunianto Moniharapon; Fredy Pattipeilohy; Patricia Widayanti Renwarin
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.231-236

Abstract

Produk olahan ikan asin sekarang ini bertujuan untuk meningkatkan masa simpan dan belum mempertimbangkan karakteristik mutu mikrobiologis seperti keberadaan kapang pencemar dan perusak produk, sehingga produk akhir dari produksi ikan asin masih sangat beragam. Penggunaan pengawet kimia yang banyak menimbulkan efek samping dan merugikan konsumen telah mendorong industri pangan untuk mencari alternatif lain. Atung telah terbukti sebagai pengawet pangan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan kapang secara kualititatif pada ikan komu asin yang diaplikasi dengan serbuk biji atung selama penyimpanan pada suhu kamar. Berdasarkan uji organoleptik kapang secara visual pada ikan komu asin kering dengan konsentrasi garam 25% dan atung 0% ternyata hanya dapat disimpan pada suhu kamar paling lambat 1 bulan karena tidak berjamur, sedangkan ikan komu asin dengan konsentrasi atung 10% dan garam 5% yang disimpan selama 2 bulan pada suhu kamar masih aman untuk dikonsumsi karena tidak ditemukan jamur. Berdasarkan SNI 8273:2016 uji kapang pada produk ikan komu asin yang diberi perlakuan serbuk biji atung masih memenuhi syarat mutu organoleptik ikan asin kering
EVALUASI KINERJA MORFOMETRIK IKAN BUBARA, CARANX IQNOBILIS PADA KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN TELUK AMBON DALAM Bruri Melky Laimeheriwa; Fardiansyah Wahyudi; Jocabus W Mosse; Joice W Loupatty; Semuel F Tuhumury; Agustina W Soumokil
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.237-248

Abstract

Monitoring dan evaluasi kinerja morfometrik ikan kuwe, Caranx iqnobilis pada sistem akuakultur masih kurang dan terbatas. Padahal melalui studi ini dapat mengevaluasi kinerja produksi akuakultur dapat terpantau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja morfometrik ikan kuwe dalam sistem keramba jaring apung Penelitian ini berlangsung selama enam bulan dan bertempat di perairan teluk Ambon dalam. Analisis data dilakukan di Computational Biology Studio, MMSCE Universitas Pattmuar. Data morfometrik dilakukan secara digital menggunakan perangkat lunak Image-J. Analisis kinerja karakter menggunakan pendekatan kurva Bruri dan koefisien Bruri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi karakter morfometrik ikan kuwe pada setiap lokasi budidaya di keramba jaring apung (KJA) dan yang dijadikan sebagai benchmarks berdasarkan rasio bobot tubuh, rasio panjang tubuh, dan rasio tinggi tubuh memiliki presentase karakter yang bervariasi. Kinerja morfometrik ikan Kuwe berdasarkan rasio bobot, panjang, dan tinggi tubuh masih menunjukkan kinerja yang baik namun memiliki keragaman yang bervariasi pada setiap populasi. Performa karakter morfometrik ikan kuwe pada setiap populasi berdasarkan kurva dan koefisien Bruri menunjukkan performa yang homogen atau merata pada setiap populasinya
ANALISIS FREKUENSI DAN KERAGAMAN BIVALVIA DI PERAIRAN PANTAI PULAU AY KECAMATAN BANDA KABUPATEN MALUKU TENGAH Nur Alim Natsir; Asyik Nur Allifah AF
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.249-258

Abstract

Perairan pantai pulau Ay memiliki sumberdaya hayati laut yang sangat beragam sehingga berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya diantaranya bivalvia. Bivalvia dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, kerajinan serta mempunyai kandungan gizi yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis bivalvia, keragaman bivalvia dan frekuensi kehadiran bivalvia di perairan pantai Pulau Ay Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Desember 2018 dengan menggunakan metode transek kuadrat untuk pengamatan biota di lokasi penelitian dengan ukuran 1 x 1 m. Analisis data menggunakan Indeks Shannon Wiener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bivalvia yang ditemukan di perairan pantai Pulau Ay Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah adalah 8 jenis diantaranya Scapharca pilula, Sunneta truncata, Pinna muricata, Amusium pleuronectes, Tellina remies, Spondylus barbatus, Pinctada maxima, Tridacna gigas dengan total jumlah individu sebesar 46 individu. Indeks keragaman jenis bivalvia sebesar 1,6. Frekuensi kehadiran total bivalvia pada perairan pantai Pulau Ay adalah sebesar 82,81% yang menyatakan kehadiran sering/absolut
KAPASITAS ASIMILASI DI PERAIRAN TELUK WEDA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH Martini Djamhur; Mennofatria Boer; Dietriech G Bengen; Achmad Fahrudin
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.259-267

Abstract

Teluk Weda merupakan Teluk yang luas di Kabupaten Halmahera Tengah dengan kondisi sumberdaya alam yang melimpah sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui daya dukung lingkungan guna menjaga kelestarian sumberdaya alam tersebut. Adapun daya dukung didefinisikan sebagai intensitas penggunaan maksimum terhadap sumberdaya alam yang berlangsung secara terus menerus tanpa merusak alam. Daya dukung lingkungan (kapasitas asimilasi) adalah satu hak milik dari lingkungan dan kemampuan untuk mengakomodasi satu aktivitas tertentu tanpa mengakibatkan dampak yang tidak dapat diterima. Kapasitas asimilasi nitrit di Teluk Weda menghasilkan nilai kapasitas asimilasi sebesar 1,66 ton/tahun, sementara beban nitrit yang masuk ke perairan rata-rata sebesar 152,49 ton/tahun. Selanjutnya kapasitas asimilasi nitrat di Teluk Weda menghasilkan nilai kapasitas asimilasi sebesar 48,79 ton/tahun, sementara beban nitrat yang masuk ke perairan rata-rata sebesar 44.357,84 ton/tahun. Kemudian kapasitas asimilasi fosfat di Teluk Weda menghasilkan nilai kapasitas asimilasi sebear 5,53 ton/tahun, sementara beban fosfat yang masuk ke perairan rata-rata sebesar 493,72 ton/tahun. Dengan demikian hasil analisis kapasitas asimilasi menunjukkan bahwa kontrasi nitrit, nitrat dan fosfat (mg/liter) dengan beban pencemaran nitrit, nitrat dan fosfat (ton/tahun) masih berada di bawah baku mutu biota laut
TINJAUAN STATUS BEBERAPA SUMBERDAYA IKAN EKONOMIS PENTING DI PROPINSI MALUKU: REKOMENDASI PENGELOLAANNYA DENGAN PENDEKATAN EKOSISTEM Johannes M S Tetelepta; O T S Ongkers; J A Pattikawa; Y Natan
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.268-279

Abstract

Kajian status beberapa sumberdaya ikan ekonomis penting dan tingkat keberlanjutannya serta pelaksanaan indikator-indikator EAFM berdasarkan prinsip Marine Stewardshi Council (MSC) di Maluku merupakan gabungan dari beberapa studi yang dilaukan antara 2013 – 2018 di beberapa daerah kabupaten di Propinsi Maluku. Studi ini bertujuan untuk melihat status keberlanjutan sumberdaya ikan ekonomis penting yang dieksploitasi nelayan serta implementasi pelaksanaan prinsip-prinsip pegelolaan perikanan berkelanjutan. Status perikanan dianalisis menggunakan pendekatan CPUE, sementara tingakt keberlanjutan dianalisis dengan pendakatan Rapfish, sementara pelaksanaan indikator EAFM dilakukan secara statistic deskriptif. Hasil pengkajian status stoksumberdaya ikan untuk beberapa wilayah studi menunjukan indiksi lebih tangkap dengan CPUE yang cendrung menurun. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata total status keberlanjutan adalah sebesar 52,05% dari skala keberlanjutan 100% dan tergolong kurang berlanjut. Dimensi ekologi memiliki status keberlanjutan rata-rata tertingii (62,91%) dan masuk kategori cukup berlanjut sementara dimensi kelembagaan memiliki rata-rata terendah (35,53%) dan tergolong kurang berlanjut. Hampir seluruh indikator EAFM menurut MSC tidak dilakukan dengan baik bahkan ada yang tidak dilakuka sama sekali
PENGELOLAAN PULAU-PULAU KECIL: POTENSI PENGEMBANGAN EKOWISATA PULAU LAUT KEPULAUAN Leila Ariyani Sofia; Baharuddin Baharuddin
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.280-289

Abstract

Pulau-pulau kecil merupakan kawasan yang memiliki potensi sumberdaya bernilai ekonomi penting bagi penghidupan masyarakatnya. Beberapa peneliti telah melakukan penelitian terkait aspek ekologi kawasan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan. Namun, masih belum ada yang mengkaji potensi pengembangan ekowisatanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi wisata alam dan budaya, serta menilai prospek pengembangan Pulau Laut Kepulauan sebagai kawasan ekowisata. Data primer dikumpulkan dengan metode survei, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) dengan para pemangku kepentingan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif dan metode SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa Pulau Laut Kepulauan memiliki sumberdaya alam berupa pantai berpasir putih, perbukitan batu Watu Laso, hamparan terumbu karang, kawasan hutan mangrove, dan usaha perikanan (penangkapan, budidaya, dan pengolahan). Sedangkan atraksi budaya berupa perayaan tahunan lomba perahu sandeq, Maulid Nabi berjanji, rumah tradisional Boyang, dan industri kapal tradisional pinisi. Namun, potensi tersebut belum dikelola secara optimal sebagai objek wisata karena masih adanya beberapa kelemahan. Strategi pengembangan ekowisata Pulau Laut Kepulauan yang diajukan adalah (a) mengoptimalkan pengelolaan kawasan perairan berbasis rencana zona wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil (WP3K); (b) mengembangkan inovasi atraksi budaya, feature dan pengemasan objek wisata; (c) mengupayakan berbagai perlindungan ekosistem perairan dan biotanya, serta (d) pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan secara berkelanjutan
MODEL PENGEMBANGAN WISATA BAHARI DI KAWASAN TANJUNG WAIROLE DAN PULAU TIGA KABUPATEN MALUKU TENGAH Achmad Jais Ely; Yvonne I Pattinaja; Leopold A Tomasila
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.290-299

Abstract

“Zamrud khatulistiwa”, sebutan yang sangat dikenal bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia. Sebagai negara bahari dan negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki sumberdaya hayati pesisir dan pulaupulau kecil yang sangat potensial untuk dikembangkan. Untuk itu dituntut suatu perencanaan dan pengelolaan sumberdaya pesisir yang berkelanjutan agar bermanfaat dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah dan nasional, antara lain berupa peningkatan penerimaan devisa negara, peningkatan lapangan kerja. Pengelolaan sumberdaya dapat dilakukan melalui pengembangan pariwisata. Sayangnya hal ini dapat menimbulkan tekanan terhadap ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil, karena kesadaran tentang pelestarian lingkungan yang masih minim. Keuntungan lebih banyak diperoleh bukan oleh penduduk setempat tetapi oleh pihak swasta. Dengan berjalannya waktu dan melihat kondisi lingkungan wisata pesisir yang semakin memprihatinkan, maka timbul kesadaran masyarakat dan pemerhati lingkungan untuk melakukan pengelolaan khusus berbasis konservasi demi menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan meminimalisir dampak negatif yang timbul seperti kerusakan ekosistem dan kepunahan jenis-jenis biota pesisir, disamping menjaga dan menyelamatkan adat dan budaya masyarakat setempat
DAMPAK PENETAPAN WISATA ALAM TERHADAP EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN Achmad Syamsu Hidayat
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.300-306

Abstract

Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar memiliki sumberdaya alam berupa pesisir dan perairan laut yang berpotensi menjadi daerah wisata. Semakin berkembangnya kegiatan wisata telah mendiversifikasi mata pencaharian utama penduduknya dari nelayan menjadi pedagang atau pekerja lain di sektor pariwisata. Perubahan ini tentu akan berdampak terhadap tingkat pemanfaatan sumberdaya perikanan dan kelautan karena Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar merupakan penghasil ikan laut dengan alat tangkap rengge dan pancing ulur di Kabupaten Kotabaru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap kegiatan wisata dan mengukur perbedaan tingkat pendapatan nelayan sebelum dan sesudah diberlakukannya kegiatan wisata. Penetapan jumlah responden nelayan ditentukan melalui simple random sampling serta analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji beda dua rata-rata pendapatan sebelum dan sesudah adanya kegiatan wisata. Respon nelayan menunjukkan 13% nelayan setuju terhadap adanya kegiatan wisata, 50% cukup setuju, 17% kurang setuju, dan 20% tidak setuju. Alasan nelayan karena ada tambahan pendapatan rumah tangga. Analisis uji beda dua rata-rata pendapatan menunjukkan ada perbedaan hasil pendapatan nelayan sebelum dan sesudah adanya kegiatan wisata. Persepsi nelayan berada pada kategori positif dan terdapat perbedaan pendapatan nelayan sebelum dan sesudah adanya kegiatan wisata
HUBUNGAN FAKTOR MARKETING MIX DAN MINAT BERKUNJUNG KEMBALI PADA WISATA PANTAI LUBANG BUAYA Lilian Mathilda Soukotta; Willem Talakua; Eygner Gerald Talakua
Pattimura Proceeding 2020: PROSIDING SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN 2019
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/PattimuraSci.2020.SNPK19.307-316

Abstract

Kelemahan pada aspek pemasaran objek wisata pantai Lubang Buaya ini perlu dikelola dengan baik dengan tujuan meningkatkan minat berkunjung kembali wisatawan. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor marketing mix dan menganalisis hubungan faktor-faktor marketing mix dengan minat berkunjung kembali wisatawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner pada 41 responden sebagai sampel, dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif fan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor marketing mix yang teridentifikasi terdapat pada objek wisata pantai Lubang Buaya negeri Morella adalah produk, harga, lokasi, orang (tenaga kerja) dan bukti fisik (physical evidence). Faktor-faktor marketing mix yang berhubungan dengan minat berkunjung kembali pada objek wisata pantai Lubang Buaya negeri Morella adalah produk, harga, dan lokasi