cover
Contact Name
Dewi Rokhanawati
Contact Email
dewirokhanawati@unisayogya.ac.id
Phone
+6281236093816
Journal Mail Official
aipkemajrki@gmail.com
Editorial Address
Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta, Jl. Siliwangi (Ring Road Barat) No. 63, Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta 55292. Telp (0274) 4469199
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia
ISSN : 24074985     EISSN : 26155621     DOI : http://dx.doi.org/10.32536/jrki
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia (JRKI) mempublikasikan artikel ilmiah dari hasil penelitian yang memuat data primer ataupun sekunder, literature review dan sistematik review, penelitian kuantitatif, kualitatif maupun mixed methods. Ruang lingkup JRKI adalah penelitian kebidanan yang bisa membahas aspek kultural, klinis, psikososial, sosiologikal, epidemiologikal, pendidikan, manajerial, pekerjaan, organisasi dan teknologi pada masa pre konsepsi, praktik dan sistem pelayanan ibu, bayi dan balita, dan juga sistem pelayanan kesehatan yang lain.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2023): Desember" : 9 Documents clear
Aroma terapi bunga lavender (Lavandulaangustifolia) menurunkan nyeri haid pada remaja putri Sikumbang, Sri Rintani; Aisyah, Siti; Harahap, Hasanah Pratiwi; Salsabila, Sofia
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.264

Abstract

Latar belakang: Salah satu gangguan yang paling sering terjadi saat menstruasi adalah nyeri haid atau dismenore. Dismenore dapat terjadi menjelang haid bahkan selama haid dan sesudah haid. Hal ini akan memengaruhi kesehatan reproduksi wanita dalam waktu jangka panjang. Faktanya masih banyak remaja yang kurang memahami tentang pentingnya mengenal organ reproduksi dan mengatasi nyeri haid yang dialami baik secara farmakologi maupun nonfarmakologis. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui efektivitas aroma terapi lavender terhadap nyeri haid di SMU Negeri I Dolok Masihul tahun 2022. Metode Penelitian: Pre-Eksperimen (One Group Pre-Post test design). Populasi penelitian yaitu remaja putri SMU Negeri I Dolok Masihul sebanyak 125 orang remaja putri.  Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah sampling 30 orang. Analisis data menggunakan Saphiro Wilk, kemudian menggunakan uji  Paired T-Test. Hasil: Rata-rata tingkat nyeri haid remaja putri sebelum diberikan aromaterapi lavender adalah (5.71) dan rata rata tingkat nyeri haid sesudah diberikan aromaterapi lavender adalah (2.43), jadi selisih tingkat nyeri (3.28). Hasil uji Paired T-Test menunjukkan bahwa hasil penelitian responden menggunakan aromaterapi lavender didapatkan nilai Sig. (2.tailed) = 0.000 (0.05) artinya ada perbedaan tingkat nyeri dismenore sebelum dan sesudah diberikan intevensi aromaterapi lavender di SMU Negeri I Dolok Masihul. Simpulan: Bahwa ada perubahan intensitas nyeri yang dialami oleh remaja putri yang diberi perlakuan aromaterapi  bunga lavender terhadap remaja putri di SMU Negeri I Dolok Masihul. Disarankan kepada remaja putri untuk menggunakan metode aromatherapi ini ketika mengalami haid, sebagai terapi nonfarmakologi dan meminimalkan penggunaan obat-obatan.
Pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang risiko tinggi kehamilan terkait terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat dan terlalu banyak (4T) Sari, Apreza Puspita; Rizkiana, Erin
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.257

Abstract

Latar Belakang :  Kehamilan merupakan suatu kondisi fisiologis yang terjadi pada wanita, namun dapat diikuti dengan proses patologis yang mengancam kondisi baik ibu maupun janinnya. Menurut World Health Organization (2019), Maternal Mortality Rate (MMR) adalah jumlah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan masa nifas dan digunakan sebagai ukuran derajat kesehatan wanita. Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu tujuan global Sustainable Development Goals (SDGs) untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. Metode Penelitian :  Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yaitu jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang dapat dicapai (diperoleh), penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas. Analisa data paada penelitian ini  menggunakan teknik analisa   univariat .Hasil : Dari hasil penelitian diperoleh bahwa sebagian besar responden memiliki  pengetahuan cukup 9 orang atau (18%), sebagian besar memiliki pengetahuan baik 40 orang atau (80%),sikap cukup 44 orang (88%), sikap kurang 5 orang (10%). Kesimpulan : Ibu hamil di wilayah Puskesmas Bantul 1 sudah berpengetahuan baik dan sikap cukup.
Edukasi tentang makanan pendamping asi (mpasi) menggunakan leaflet meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian MPASI pada bayi usia 6-12 bulan di Magelang Kolin, Maria Octaviani Try Lestari Tuto; Astuti, Andari Wuri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.267

Abstract

Latar belakang: Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi guna untuk memenuhi kebutuhan gizi selain ASI. Pemberian makanan pendamping ASI ini merupakan proses perubahan asupan air susu menuju makanan yang memiliki jenis, tekstur, jumlah dan frekuensi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh bayi. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping air susu ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan quasy experiment yang memiliki rancangan one grup pre-test post-test di Wilayah Magelang. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 30 responden yang dipilih secara purposive sampling dengan rumus slovin. Alat pengambilan data menggunakan kuesioner. Intervensi menggunakan leaflet untuk meningkatkan pengetahuan ibu dalam pemberian MPASI. Data di analisis dengan uji analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji wilcoxon. Hasil: Prevalensi ibu sebelum dilakukan penyuluhan pengetahuan yang memiliki pengetahuan baik terdiri dari 26 responden (86,6%) kemudian kategori pengetahuan cukup terdiri dari 2 responden (6,7%), dan yang terendah pada kategori kurang yaitu 2 responden (6,7%). Sedangkan hasil setelah dilakukan penyuluhan pengetahuan responden tentang pemberian makan pendamping air susu ibu tertinggi kategori pengetahuan baik terdiri dari 29 responden (96,7%) dan kategori pengetahuan cukup terdiri dari 1 responden (3,3%). Terdapat hubungan antara pengaruh edukasi dengan tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian makanan pendamping asi pada bayi usia 6-12 bulan dengan hasil uji Wilcoxon 0,001. Simpulan: terdapat hubungan antara pengaruh edukasi tentang MP-ASI dengan tingkat pengetahuan ibu. Diharapkan bagi ibu memberikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI bayi pada saat usia lebih dari 6 bulan. Background: In order to fulfill an infant's nutritional demands in addition to breast milk, complementary food for breast-milk (MP-ASI) is given to the child. The provision of complementary food for breast-milk is the process of switching from milk consumption to food that has the type, texture, amount, and frequency according to the demands of the baby's body is known as. Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between mothers' knowledge of complementary feeding practices and breast milk production. Methods: This study employed a quasy experiment which had a one-group pre-test post-test design. This research was conducted in the working area of the Sawangan 2 Primary Health Center, Magelang. The number of subjects in this study were 30 respondents who were selected by purposive sampling with the slovin formula. The data was collected using a questionnaire. Data then were analyzed with univariate analysis test and bivariate analysis using Wilcoxon test. Results: Before knowledge counseling was conducted, there were 26 respondents (86.6%) who reported having strong knowledge, 2 respondents (6.7%) who reported having sufficient information, and 2 respondents (6.7%) who reported having less knowledge. After the counseling, it was discovered that the respondents' knowledge of giving complementary foods to breast milk was at its highest in the categories of good knowledge, which included 29 respondents (96.7%), and sufficient knowledge, which included 1 respondent (3.3%). The Wilxocon test result of 0.001 shows a relationship between the influence of education and mothers’ knowledge level in giving complementary food to infants aged 6 to 12 months. Results: There is a relationship between mother's level of knowledge and education regarding complementary food. Mothers are required to provide breast milk for their infants exclusively for six months, after which they are to start giving them complementary foods.
Pemberian ASI eksklusif menurunkan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Kebumen, Jawa Tengah Sihotang, Jenny Puspita Milenia Tsani; Astuti, Andari Wuri
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.263

Abstract

Latar belakang: Diare didefinisikan sebagai tidak normalnya buang air besa rata meningkatnya frekuensi dan jumlah tinja dengan konsistensi yang lebih cair dari biasanya. Air Susu Ibu (ASI) adalah pemberian ASI sedini mungkin setelah persalinan, diberikan tanpa jadwal dan tidak diberikan makanan lain walaupun hanya air putih sampai bayi berumur 6 bulan. Dampak yang terjadi apabila bayi mengalami diare yaitu mereka akan lebih beresiko terkena dehidrasi dan komplikasi lainnya jika tidak langsung ditangani. Tujuan penelitian: Diketahuinya hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan di Puskesmas Mirit, Kebumen, Jawa Tengah. Metode: Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 95 bayi berusia 0-6 bulan. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian ini mengadopsi dari penelitian sebelumnya, serta untuk analisis data menggunakan uji korelasi Non Parametrik Chi Square. Hasil: Uji statistic korelasi Non Parametrik Chi Square memperoleh nilai p value (sig) 0,018 ≤ 0,05 dengan nilai Correlation Coefficient atau keeratan hubungan sebesar 0,237. Ada hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi usia 0-6 bulan. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare. Semakin meningkatnya pemberian ASI eksklusif maka kejadian diare akan menurun.
Efektivitas senam hamil terhadap nyeri punggung dan kualitas ibu hamil trimester III Riana, Eka
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.274

Abstract

Latar belakang: Pada masa kehamilan, seiring dengan pembesaran perut maka pusat gravitasi berpindah kearah perut sehingga sering kali ibu hamil mengalami nyeri punggung yang berpengaruh pula pada kualitas tidur ibu khususnya di malam hari. Keluhan nyeri punggung dan sulit tidur yang dialami oleh ibu hamil tentunya tidak bisa dibiarkan begitu saja. Salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan selama kehamilan ialah dengan melakukan senam hamil. Tujuan penelitian: Diketahuinya efektivitas senam hamil terhadap nyeri punggung dan kualitas tidur ibu hamil trimester III. Metode : Desain penelitian menggunakan pre experimental design dengan rancangan one group pretest posttest design. Sampel ialah ibu hamil  trimester III di wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya sebanyak 27 ibu hamil yang diambil secara accidental sampling. Data dianalisis dengan menggunakan uji t-Test dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Terdapat efek senam hamil terhadap nyeri punggung  dan kualitas tidur ibu hamil trimester III dengan hasil p-value yaitu 0,000. Background: During pregnancy, as the stomach enlarges, the center of gravity moves towards the stomach so that pregnant women often experience back pain which also affects the quality of the mother's sleep, especially at night. Complaints of back pain and sleeplessness experienced by pregnant women certainly cannot be ignored. One way to improve health during pregnancy is to do pregnancy exercise. Objective: To know the effectiveness of pregnancy exercise on back pain and sleep quality of third trimester pregnant women. Methods: The research design used a pre-experimental design with a one group pretest posttest design. The sample is third trimester pregnant women in the working area of the Sungai Kakap Public Health Center, Kubu Raya Regency, as many as 27 pregnant women who were taken by accidental sampling. Data were analyzed using the t-test with an error rate (ɑ = 0.05). Results: There is an effect of pregnancy exercise on back pain and sleep quality of third trimester pregnant women with a p-value of 0.000.
Hubungan usia ibu hamil dengan kepatuhan protokol kesehatan di masa pandemi di PMB bidan Nina Marlina tahun 2022 Winengsih, Ecih; Ariesta, Fitrianindyah Yudha
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.259

Abstract

Latar belakang: Pandemi COVID-19 menyebabkan banyak pembatasan hampir pada semua layanan rutin termasuk pelayanan kesehatan. Seperti ibu hamil menjadi enggan kepuskesmas atau fasiltas pelayanan kesehatan karena takut tertular, adanya anjuran menunda pemeriksaan kehamilan menyebabkan kunjungan ANC menjadi kurang sehingga bahaya bagi ibu maupun janin karena tidak terdeteksinya tanda bahaya. Maka dari itu tenaga kesehatan berperan penting dalam membantu pelayanan kesehatan salah satunya ibu hamil tetap melaksanakan protokol kesehatan.  Tujuan penelitian: untuk mengetahui hubungan usia ibu dengan kepatuhan ibu hamil terhadap protokol kesehatan dimasa pandemi Metode : Desain penelitian menggunakan analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian adalah semua ibu hamil yang berkunjung ke BPM bd Nina. Rumus sampel yang digunakan slovin didapatkan 60 responden. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2022 dengan menggunakan tehnik simple random sampling. Data yang digunakan adalah data primer dengan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan uji chi-squre dengan tingkat kesalahan (ɑ = 0,05). Hasil: Adapun bivariate diperoleh terdapat pengaruh yang signifikan antara Usia terhadap kepatuhan protokol kesehatan dengan nilai p-value adalah (0,01). Simpulan: Ada hubungan usia ibu dengan kepatuhan ibu hamil terhadap protokol kesehatan dimasa pandemi.Background: The COVID-19 pandemic has caused many difficulties for almost all routine services, including health services. For example, pregnant women are reluctant to go to the health center or health service facilities for fear of infection, unless there is an alleged delay in the burden of pregnancy which causes ANC visits to be less so that it is dangerous for both the mother and the fetus because no danger signs are detected. Therefore, health workers play an important role in assisting health services, one of which is that pregnant women continue to implement health protocols. Research objective: to determine the relationship between maternal age and adherence of pregnant women to health protocols during a pandemic.  Methods: The study design used quantitative analysis with a cross-sectional approach. The population in the study were all pregnant women who visited BPM bd Nina. The sample formula used by Slovin obtained 60 respondents. The research was conducted in December 2022 using a simple random sampling technique. The data used is primary data with a questionnaire. Data were analyzed using the chi-square test with an error rate (ɑ = 0.05). Results: As for the bivariate obtained, there is a significant effect between age on adherence to health protocols with a (p = 0.01). Conclusion: There is a relationship between maternal age and adherence of pregnant women to health protocols during a pandemic.
Gambaran pengetahuan remaja tentang pendidikan seks di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta Ananda, Siti Nazilla Rizka; Anjarwati, Anjarwati
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.261

Abstract

Latar belakang: Remaja disebut juga masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa. Menurut World Health Organization (WHO) batasan usia remaja berusia 12 tahun sampai 24 tahun. Pendidikan seks diberikan kepada siswa siswi di sekolah dapat diberikan secara menyeluruh dengan aspek pengetahuan yang dimuat dalam kurikulum pendidikan seksualitas di sekolah. Di Indonesia pendidikan seksual yang disebutnya sebagai pendidikan kesehatan reproduksi sudah ada dalam kurikulum 2013. Pendidikan seks terdapat di dalam mata pelajaran biologi di tingkat SMA/SMK atau mata pelajaran IPA di SMP. Pendidikan seks di Indonesia mempunyai kelemahan yaitu di sekolah-sekolah yang diajarkan hanya fungsi organ reproduksi. Tujuan penelitian: Mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang pendidikan seks di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Yogyakarta. Metode: Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan menggunakan analisis univariat. Hasil: Pengetahuan remaja tentang pendidikan seks yaitu cukup sebanyak 52 responden (61,2%), pengetahuan baik sebanyak 18 responden (21,2%) dan pengetahuan kurang 15 responden (17,6%).Simpulan:Mempunyai pengetahuan kurang tentang pendidikan seks. Oleh karena itu, bagi sekolah diharapkan membuat struktur terkait jadwal pemberian pendidikan seks.
Hubungan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswa S1 Psikologi Unisa Yogyakarta Hasanah, Atin Zulfarida; Ningsih, Sri Ratna
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.260

Abstract

Siklus menstruasi adalah proses perubahan hormone yang terus-menerus mengarah pada pembentukan endometrium,ovulasi, serta peluruhan dinding jika kehamilan tidak terjadi, Stres menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi karena stress menyebabkan gangguan hormon Luteinizing Hormon dan Follicle Stimulating Hormone, sehingga tidak terjadi perkembangan sel telur, sehingga hormon estrogen dan progesteron juga tidak akan terbentuk.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi S1 Psikologi Unisa Yogyakarta. Metode penelitian analitik cross sectional dengan data primer berupa quesioner. Analisa data menggunakan uji sperman rank, Teknik pengambi sampel yaitu menggunakan Simple Random Sampling dengan populasi sebanyak 93 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat stres normal sebanyak 37 mahasiwi (39,8%) dan siklus mentruasi teratur sebanyak 67 (72%). Tidak ada hubungan yang signifikasi antara tingkat stres dengan gangguan siklus menstruasi, dikarenakan hasilnya lebih dari (0,05) yaitu (0,255). Mahasiwi S1 Psikologi Unisa Yogyakarta karna didapatkan tingkat stress dalam katogori normal dan gangguan siklus menstruasi normal, tetapi pada status gizi dalam kategori kurus,diharapkan untuk mahasiswi memperhatikan pola makanan yang dikonsumsi hindari memakan junk food, makanan cepat saji, konsumsi makanan dengan gizi yang baik agar status gizi normal.
Hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada remaja putri program studi kebidanan program sarjana di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Rahmah, Rahimatur; Anjarwati, Anjarwati
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 7, No 2 (2023): Desember
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v7i2.262

Abstract

Latar belakang: Permasalahan remaja di dunia di antaranya adalah seputar permasalahan mengenai gangguan menstruasi. Gangguan menstruasi seperti lamanya siklus menstruasi bisa menimbulkan penyakit kronis. Perbedaan panjangnya pola siklus menstruasi antar wanita yang biasanya disebabkan karena tidak seimbangnya hormon estrogen, progesteron, LH dan FSH karena suatu penyakit, status gizi maupun stres.Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Metode: Penelitian kuantitatif dengan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional study. Responden dalam penelitian ini adalah remaja putri Program Studi Kebidanan Program Sarjana di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel 87 orang. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman rank. Hasil: Berdasarkan uji statistik Spearman rank menunjukkan bahwa adanya hubungan antara indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi, diperoleh hasil dengan nilai signifikan yaitu p=0,001 dan nilai koefisien sebesar r=0,356. Simpulan: Ada hubungan indeks massa tubuh dengan siklus menstruasi dengan taraf hubungan yang cukup positif.

Page 1 of 1 | Total Record : 9