cover
Contact Name
-
Contact Email
pppm@polimarin.ac.id
Phone
+6224-86457895
Journal Mail Official
pppm@polimarin.ac.id
Editorial Address
Jl. Pawiyatan Luhur I/1 Bendan Duwur, Semarang 50233
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Maritim Polimarin
ISSN : -     EISSN : 25409158     DOI : https://doi.org/10.52492/jmp
Jurnal Maritim Polimarin adalah jurnal ilmiah dan penelitian ilmu - ilmu maritim yang berisi tentang kajian ilmu kenautikaan, permesinan kapal, pengelolaan pelabuhan, ekonomi maritim, MIPA maritim, hukum maritim, pendidikan maritim, maritime english dan ilmu-ilmu ilmiah lain yang berkaitan dengan kemaritiman.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2016)" : 8 Documents clear
Studi Tentang Dampak Kualitas Alat Proteksi Diri Terhadap Penyakit ISPA pada Crew Kapal Kimia di Perusahaan Pelayaran di Jawa Tengah Sri Tutie Rahayu; Anita Widi Lestari
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bekerja sebagaimana mestinya menggunakan alat proteksi diri agar tercipta keamanan dan kenyamanan, juga kesehatan bagi si pemakai yaitu pekerjanya sendiri. Alat proteksi diri yang dipakai harus memenuhi standart Bagian tubuh yang harus diperhatikan adalah kesehatan pernafasan, yang bisa mengakibatkan penyakit ISPA ( Infexi Saluran Pernafasan Akut ), yang apabila tidak terdeteksi dari awal dapat menimbulkan gejala kronis dan menetap yang akan mengganggu kinerja dari karyawan. Untuk mencegah terjadinya ISPA maka pemakaian alat proteksi diri sangat dianjurkan pada perusahaan bidang kimia. Penelitian mengenai seberapa besar pemakaian alat proteksi diri (APD) dapat menurunkan penyakit ISPA ini dilakukan terhadap para crew kapal kimia yang ada di Jawa Tengah dengan jumlah responden sejumlah 30 orang. Penelitian uji pengaruh ini menguji hipotesa dengan product moment. Berdasarkan hasil pembahasan analisis pengaruh pemakaian alat proteksi diri terhadap angka kejadian ISPA karyawan di perusahaan kapal kimia di Jawa Tengah, maka dapat disimpulkan  bahwa : 1) Ada pengaruh pemakaian alat proteksi diri terhadap angka kejadian ISPA karyawan di perusahaan kapal kimia di Jawa Tengah dan 2) Pengaruh pemakaian alat proteksi diri terhadap angka kejadian ISPA karyawan di perusahaan kapal kimia di Jawa Tengah sebesar 58% sedangkan sisanya sebesar 41% disebabkan oleh faktor lain di luar penelitian.
Studi Evaluasi Kinerja Asosiasi Perempuan Pelaut di Indonesia Septina Dwi Retnandari; Endra Winarni
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah yang diajukan pada penelitian mengenai  Studi Evaluasi Kinerja Asosiasi Perempuan Pelaut di Indonesia adalah 1) Asosiasi perempuan pelaut di Indonesia tidak menjaring anggota lembaga secara profesional, 2)Asosiasi perempuan pelaut di Indonesia tidak memiliki anggota yang berkompeten dalam urusan kepalutan dan 3)Perempuan pelaut belum tertarik untuk bergabung pada asosiasi. Permasalahan tersebut mengarahkan penelitian pada pertanyaan mengenai: Apakah perempuan pelaut memiliki motivasi untuk menjawab berbagai permasalahan perempuan pelaut Indonesia melalui pembentukan asosiasi? Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan tipe deskripsi analitis melalui penggambaran obyek penelitian untuk dianalisa dan dicari model pengembangan atas obyek penelitian. Metode ini bisa dipakai untuk diterapkan dalam penelitian tentang evaluasi organisasi sekaligus mengenai perubahan organisasi. Populasi dalam penelitian ini adalah semua perempuan pelaut di Indonesia. Sementara cara penentuan sampel yang dipakai adalah purposive sampling dan penetapan responden berikutnya dengan metode snowball. Ada 3 metode pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara kepada sumber data primer serta studi pustaka lewat artikel dan berita yang diperoleh dari brosur, barang cetakan, majalah, internet dan lain-lain. Analisa data yang dipakai adalah analisa kualitatif Kesimpulan yang diperoleh adalah asosiasi perempuan pelaut belum bisa dikatakan sebagai sebuah organisasi yang hidup karena asosiasi masih rendah dalam : 1) menerapkan misi dan visinya, 2) mengelola, mengembangkan dan menyebarkan pengetahuan dan potensi orang-orangnya secara maksimal pada tingkat individu, kelompok, maupun organisasi, 3) merencanakan dan mengelola kemitraan eksternal dan sumber-sumber internalnya untuk mendukung kebijakan dan strateginya, dan proses operasinya yang efektif, dan 4) dalam pola kelola asosiasi untuk mendukung kebijakan dan strategi asosiasi. Rekomendasi yang disampaikan adalah 1) Asosiasi perempuan pelaut di Indonesia sebaiknya mulai berbenah diri mengembangkan lembaga, mulai dari kelembagaan dan keanggotaan. Dengan adanya penguatan asosiasi maka asosiasi memiliki bargaining position dengan pemerintah atau pihak lain untuk perbaikan posisi dan kondisi pelaut, 2) Asosiasi perempuan pelaut di Indonesia perlu membuka diri dan berjejaring dengan lembaga terkait, selain perusahaan pelayaran juga kelompok serikat buruh, asosiasi pengacara, lembaga pendidikan yang menawarkan jasa pengembangan profesionalitas pelaut.
Manajemen Pengetahuan pada Bisnis Batik di Jawa Tengah Septina Dwi Retnandari
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen pengetahuan sebagai proses menciptakan, berbagi dan menggunakan serta mengelola pengetahuan dan informasi pada sebuah organisasi. Berbagi pengetahuan merupakan cara untuk memudahkan terbentuknya organisasi pembelajar. Penelitian mengenai praktik manajemen pengetahuan yang ada pada bisnis batik di Jawa Tengah berangkat dari masalah bahwa pembatik di Jawa Tengah terancam daya bertahannya dengan batik dari luar Jawa Tengah bahkan dengan batik dari manca negara. Ada indikasi kurang terurusnya pengetahuan membatik yang benar dan trampil yang mengakibatkan semakin menurunnya profesionalitas pembatik. Responden yang diambil pada penelitian ini sejumlah 60 pembatik yang ada di kota Solo, Salatiga, Pati, Pekalongan dan Semarang. Penelitian yang dilakukan termasuk tipe penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan data wawancara dan focused group discussion dan dengan teknik analisa kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah para pembatik memiliki rasa tanggungjawab pada upaya penciptaan dan berbagi pengetahuan, namun masih buruk dalam hal mengelola pengetahuan.
An Analysis of Communication Between Pilot and Master for Berthing and Unberthing at Tanjung Intan Harbour Cilacap Ario Hendartono; Retno Anggoro
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

All human societies are shaped by language, and language itself is shaped by society. Every social institution is maintained by language. Seafarer, government, education, the family, all are carried on with language. Almost all of our contact with others involves speaking.  People speak differently according to their background. Often, the social characteristic of one person can be determined from his speech, education, and even occupation. Also, they speak differently according to the actual circumstances they find themselves at a particular time. For seafarers to be able to communicative effectively, they need to be able to use and understand English in arrange of situations. Being able to use English means that the seafarer can combine the building blocks of language (grammar, vocabulary, phonology) to express himself clearly and appropriately in speech and writing. Being able to understand English means that the seafarer can interpret messages that he hears and reads correctly and can respond to these messages appropriately and comprehensibly. When a seafarer’s can demonstrate the ability to do this, he proves his communicative competence in English. Maritime communication comprises communication between vessels and coast stations, intership communication and intraship communication (internal communication when the vessel is berthing, casting off or un berthing, leaving berth, loading and discharging, etc). Vessels and coast stations can communicate by means of radio telephony, satellite, Digital Selective Calling (DSC) and radio-telex. The categories of messages that can be transmitted and received are called priorities. They indicate the importance of the message. In maritime communication has a specific communication for communicating between vessels and coast- stations, vessel and vessel called SMCP (Standard Marine communication Phrases).
Fitur Statistik Ekstrasi Data untuk Intelligent System Prediksi Kerusakan pada Mesin Kapal Gunawan Budi Santoso; Ario Hendartono
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia maritim pada era sekarang ini sudah sangat pesat. Termasuk di dalamnya industri bisnis transportasi laut yang menggunakan moda transportasi kapal. Untuk hal ini maka dukungan sistem komputerisasi diperlukan untuk menunjang keberhasilan dalam melakukan proses bisnis. Salah satu komponen yang dilakukan dengan bantuan komputer adalah pemantauan penggunaan mesin pada kapal. Pemantauan terhadap sistem bisnis menggunakan sebuah sistem cerdas (Intelligent System) yang akan melakukan prediksi kerusakan terhadap komponen yang terdapat di mesin kapal, yaitu bantalan gelinding. Prediksi merupakan prediksi terhadap kerusakan pada sebuah mesin pada waktu tertentu. Sehingga kerusakan fatal di dalam sebuah mesin dapat terhindarkan. Intelligent system melalui prediksi terhadap kerusakan bantalan gelinding digunakan untuk melakukan pemantauan di dalam mesin kapal. Sistem ini menggunakan 5 fitur statistik ekstrasi data, yaitu kurtosis, beta kurtosis, mean, RMS, skewness. Fitur ekstraksi ini selanjutnya dilakukan dengan proses komputasi prediksi. Komputasi prediksi menggunakan data Motor Data Original (MDO). Perusahaan kapal memerlukan pemantauan terhadap kinerja mesin kapal untuk mengetahui kondisi performa mesin tersebut. Karena jika mesin kapal tiba-tiba terhenti, maka proses bisnis dalam perusahaan akan terhenti sehingga kerugian akan terjadi. Pemantauan terhadap mesin kapal ini mempunyai manfaat agar perusahaan pelayaran dapat mengetahui sisa umur fungsi dari bagian mesin kapal, sehingga alat yang akan rusak dapat diganti sebelum mengalami kerusakan yang fatal. Dengan demikian melalui hasil penelitian ini maka proses bisnis pada perushaan pelayaran dapat berjalan dengan lancar. 
Pengaruh Pemahaman PMS (Penyakit Menular Seksual) pada Pelaut di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terhadap Kesehatan Reproduksi pada tahun 2013 Mahsunah Etik; Nanang Indradi
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A seaman is dealing with long distance relationship with main relatives especially spouse. On the other side of the normal human biological needs will certainly work normally anyway. Possibilities in order to deal with the biological desire, seafarer can only waiting petiently to go home to meet their partner or using sex aids. Various ways are also applied diverse. Some of them are loyal to the couple so they wait to go home to release desire, or perform a masturbation. They could also hire prostitutes. The various ways to release the passion could produced many effects, the most common is the impact of sexual health. Usually each individual understanding of literature related to PMS (Penyakit menular seksual) sexually transmitted disease STD, greatly affects the biological impingement. For those who know and understand the risk of STDs, preferred to conduct safe sex as faithful to their partner, or for those who like releasing desire with prostitute will use safety devices such as condoms. The conclusion of this research is the understanding of sexually transmitted diseases (STDs) to the seaman at Tanjung Emas in Semarang in 2013 has very positive influence.
Analisis Deskriptif Faktor-Faktor Penyebab Menurunnya Motivasi Berprestasi pada Mahasiswa Penerima Beasiswa Novita Widyaningrum; Nurita Widianti
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang menjadi penyebab menurunnya motivasi berprestasi pada Mahasiswa penerima beasiswa. Dalam penelitian ini, faktor yang difokuskan adalah faktor yang bersifat negatif yang menyebabkan menurunnya motivasi berprestasi mahasiswa penerima beasiswa. Berdasarkan teori yang telah dijelaskan sebelumnya disebutkan bahwa faktor –faktor yang mempengaruhi motivasi berprestasi terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal penyebab menurunnya motivasi berprestasi terdiri dari penilaian terhadap pencapaian yang negatif, harapan yang rendah akan keberhasilan, dan atribusi mengenai keberhasilan dan kegagalan yang bersifat eksternal. Kemudian faktor eksternal penyebab menurunnya motivasi berprestasi terdiri dari pengaruh orangtua yang kurang memberikan dorongan, pengaruh negatif teman sebaya, pengaruh kondisi lingkungan kampus serta harapan dan dukungan dosen.Tipe  penelitian ini termasuk penelitian lapangan. Populasi dalam penelitian ini mengambil responden sebanyak 6 orang yang memenuhi syarat ataupun dianggap representatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan interview atau wawancara dan observasi terhadap responden. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisa kualitatif. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan Secara umum ada dua faktor penyebab yang menyebabkan menurunnya motivasi berprestasi pada mahasiswa penerima beasiswa, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal atau faktor dari dalam antara lain (1) Afek dalam kegiatan belajar di kampus, yang berkaitan dengan mata kuliah, dengan dosen, (2) Kurang percaya diri terhadap kemampuan akademik, karena program studi yang diambil bukan merupakan pilihan sendiri, (3) perasaan beban terhadap tanggung jawab. Sementara faktor eksternal meliputi: (1) Pengaruh Orang tua yang kurang memberikan dorongan, (2) Dukungan Lingkungan Kuliah, (3) Situasi Kampus, dan (4) Banyaknya aktifitas terutama aktifitas fisik.
Hubungan Karakteristik Individu terhadap Kesadaran Akan Keselamatan Berlayar pada Nelayan di Kota Kendal Retno Anggoro; Christine Widilestari
Jurnal Maritim Polimarin Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : PPPM Polimarin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nelayan adalah salah satu pekerjaaan atau mata pencaharaian sebagian besar masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Indonesia. Profesi sebagai seorang nelayan selain membutuhkan keberanian yang tinggi juga memerlukan suatu keahlian dan pengalaman. Setiap nelayan mempunyai karakteristik dan tingkat pendidian yang berbeda sehingga akan ada banyak persepsi dan tigkat kesaran yang berbeda akan pentingnya penggunaan peralatan keselamatan selma melaut atau mencari ikan.Tingkat pendidikan merupakan sdalah satu pemicu kurangnya kesadaran nelayan akan pentingnya penggunaan perlatan keselamatan. Nelayan beranggapan bahwa pengunaan peralatan keselamatan tidak mutlak diperlukan selama melaut karena sebagian besar nelayan beranggapan adalah pada hasil tangkapan ikan bukan pada proses penagkapan sehingga mereka mengindahkan pentingnya peralatan kesamatan di atas kapal. Teori yang digunakan utuk menganalisa karakteristik individu dan kesadaran akan keselmaatan berlayar menggunakan teori keselamatan dan teori karakteristik individu. metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode observasi langsung, metode wawancara dan metode studi pustaka. Responden dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 responden yang mengisi kuasioner dimana jawaban dari responden tersebut diskor dengan menggunakan skala Likert. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan analisi data teknik Pearson Product Moment.Hasil korelasi antara variabel karakteristik individu dengan kesadaran akan penggunaan peralatan keselamatandenganmenggunakan uji korelasi dinyatakan valid dengan responden 50, nilai kritis sebesar 0,361 yang dikorelasikan tiap butir dinyatakn valid. dimana Karakteristik individu mempengaruhi kesadaran akan penggunaan perlatan keselamatan pada nelayan di kota Kendal.

Page 1 of 1 | Total Record : 8