cover
Contact Name
Syakieb Sungkar
Contact Email
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Phone
+62811101722
Journal Mail Official
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tebet Mas Indah III Blok E No. 40 Tebet Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 13115
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dekonstruksi
Published by Gerakan Indonesia Kita
ISSN : 27746828     EISSN : 2797233X     DOI : 10.54154/dekonstruksi
Jurnal Dekonstruksi is a scientific journal published by Gerakan Indonesia Kita (GITA). This journal publishes scientific articles and research reports on the study of philosophy, art, social science, and cultural studies forth times a year.
Articles 257 Documents
Kisah Pilu Realisme Sosialis Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (971.052 KB)

Abstract

Pada tahun 1934, Realisme Sosialis dinyatakan sebagai satu-satunya gaya seni yang diakui. Aliran seni lain seperti seni lukis abstrak yang diciptakan kelompok Russian Avant-garde, harus dilenyapkan. Karya-karya abstrak seperti itu dianggap elitis dan tidak menggambarkan kenyataan hidup. Sebaliknya, doktrin Realisme Sosialis digunakan sebagai alat propaganda Pemerintah Komunis yang baru berkuasa.
Salam Redaksi Vol. 3 Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.976 KB)

Abstract

Salam Redaksi membicarakan artikel-artikel dalam Jurnal Dekonstruksi vol. 3 yang berfokus pada masalah-masalah yang terkait dengan Keindonesiaan.
Dimensi Etis Pemindahan Ibu Kota Negara: Masalah Ketimpangan Sosial dan Lingkungan dalam Ruang Perkotaan menurut David Harvey Junanto Herdiawan
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.937 KB)

Abstract

Tulisan ini hendak membahas dampak pembangunan ruang perkotaan di bawah gerak kapitalisme menurut pemikiran David Harvey. Sebagai seorang ilmuwan geografi, Harvey berpandangan bahwa pembentukan ruang perkotaan telah meningkatkan ketimpangan akibat sifat modal dalam sistem kapitalisme yang hakikatnya selalu berputar dan mencari keuntungan. Harvey berargumen bahwa pembentukan kota-kota baru telah terjadi sejak ratusan tahun lalu sebagai konsekuensi dari sifat modal yang terus berakumulasi mencari keuntungan. Rencana Pemerintah Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dapat dianalisis dari sudut pandang teori Harvey. Rencana tersebut bertujuan mengubah arah pembangunan nasional menjadi lebih merata dan berkelanjutan serta memberikan harapan pemerataan ekonomi. Namun agar harapan tersebut menjadi kenyataan, aspek-aspek etis perlu dipertimbangkan dalam pembangunan ruang perkotaan baru. Hal ini karena menurut Harvey, sepanjang sejarah kapitalisme, pembangunan ruang perkotaan umumnya menyebabkan ketimpangan yang semakin lebar dan berulangnya krisis ekonomi.
Membangun Kembali Dialog Keagamaan: Telaah Deskriptif-singkat atas Ensiklik Fratelli Tutti Menurut Paus Fransiskus Fransiskus Sulaiman Otor
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.357 KB)

Abstract

Pope Francis is a pioneer in building religious dialogue in the contemporary era. The Pope recalled the events of the dialogue between Francis Assisi and Sultan Malik Al-Khamil in an atmosphere of brotherhood even in the midst of the Crusades (1219). Exactly 800 years later, he repeated a similar experience. He had a dialogue with Ahmad El-Tayeb, Grand Imam of Al-Azhar in Abu Dhabi (2019). There, the two signed the document “Human Brotherhood for World Peace and Living Together”. A year later, the Pope published the encyclical Fratelli Tutti (2020). Based on the concept of "Brotherhood and Social Friendship", he called for all people to join hands to fight for world peace. He urged that religious dialogue needs to be increased to the grassroots. This momentum in the international arena is a new milestone in the relations of Muslims and Christians, as well as having a major impact on the progress of dialogue between religious believers around the world.
Pancasila Sebagai Ideologi dan Hubungannya dengan Pergerakan Islam Anna Sungkar
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.801 KB)

Abstract

Dalam perjalanan berbangsa dan bernegara, Indonesia sering diwarnai oleh pemberontakan dan demonstrasi yang dimotori oleh gerakan-gerakan Islam. Kita melihat dalam media massa dan media sosial ada orang-orang yang mengibarkan bendera yang bertuliskan Arab membawa ayat-ayat Al Quran disertai jargon-jargon perjuangan berbau agama. Jika ditilik lebih jauh, akarnya berada pada 7 dekade yang lalu ketika negara ini hendak didirikan. Ada perdebatan, pertentangan, dan berakhir dengan jalan tengah sehingga NKRI kemudian berideologi Pancasila yang didasarkan pada UUD 1945. Namun dalam perjalanannya terjadi kekecewaan yang antara lain disebabkan keadaan ekonomi kaum Muslimin menghadapi marginalisasi. Sehingga kemudian muncul pemikiran-pemikiran alternatif untuk menjadikan kembali Indonesia sebagai negara syariah.
Keindonesiaan: “Tan Hana Dharma Mangrwa” Nawa Tunggal
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.949 KB)

Abstract

Menurut Derrida, teks tidak terbatas pada tulisan di buku, ia menawarkan penulisan harus diselidiki dengan cara baru dalam kekhususan “sejarah”. Ia mengajak untuk dinamis dalam memberi makna teks bukan sebagai “penolakan sejarah”, tetapi sebagai “gaya yang baik”, gaya yang transformasional. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berasal dari Kakawin Sutasoma, bisa disebut sebagai “gaya yang baik” dari Mpu Tantular. Falsafah Hindu dan Buddha seperti dualisme, tetapi sesungguhnya satu jua. Di situ ada pertaruhan sejarah, tetapi bukan suatu pertarungan yang membinasakan satu sama lain. Itulah hidup yang terus tumbuh dan berubah. Tidak pernah paripurna. Pancasila senantiasa terbuka bagi proses pengisian dan penafsiran baru.
Dan Kepala Pentheus pun ditenteng... Seno Joko Suyono
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.888 KB)

Abstract

Euripides lahir di Athena antara tahun 485 SM dan 480 SM serta wafat tahun 406 SM di Makedonia. Ia meninggalkan 19 naskah teater yang masih bisa dinikmati sampai sekarang. Euripides merupakan penulis tragedi yang lebih muda dari Sophocles. Ia tergolong lebih inovatif dalam memodifikasi kisah mitologi. Euripides seorang inovator dan sering mengolah versi dari mitologi yang kurang dikenal untuk kemudian mengkombinasikan versi tersebut dengan perspektifnya sendiri. Tulisan ini ingin membahas pertunjukan Dionysus bukan dari aspek dramaturgi dan seni akting pementasan teater, tapi dari sisi sejarah naskah karya-karya Euripides dan juga dari sisi perbandingan mitologi. Terdapat paralelitas antara mitologi Dionysus dan Siwa. Dengan adanya kemiripan antara ritual Siwa Tantrik dan Dionysus, yaitu terdapat unsur “kekerasan dan pengorbanan” dalam upacara.
Camus: Kini dan Abstraksi Goenawan Mohamad
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.162 KB)

Abstract

Wabah pes melanda kota Oran. Ada 500 orang mati setiap minggu. Kota itu kemudian lock down. Selanjutmya, dalam merumuskan pelayanan kesehatan publik untuk melawan pes, sains dan administrasi pemerintahan melihat kasus, angka, titik dalam statistik, bukan orang seorang yang menanggungkan sakit. Korban wabah bahkan hanya kasus, hanya angka dalam penghitungan pasien dan kematian. Manusia dan kemanusiaannya dihentikan. Ada jarak emosional dengan tiap mereka, dengan semua mereka. Bagi Dr. Bernard Rieux, peraturan adalah peraturan, tidak ada dispensasi, karena wabah telah berkecamuk, dan ia hanya dapat melakukan apa yang harus dilakukan. Rambert, sang wartawan, menilai Rieux tidak mempunyai perasaan manusiawi. Manusia yang kongkrit, yang majemuk dan berubah-ubah, hanya bisa masuk dalam satu tatanan yang rapi yang gampang diatur jika ia dirumuskan sebagai sebuah ide. Tapi untuk itu ada yang harus disisihkan: cinta. Melihat pandemi Covid yang berlangsung lebih dari satu tahun lamanya, kiranya novel La Peste dari Albert Camus menjadi relevan untuk dibahas kembali.
Simpati dan Solidaritas untuk Memelihara Masyarakat yang Beragam Rally H. Remijawa
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.664 KB)

Abstract

Kehidupan harmonis masyarakat Indonesia yang beragam mendapat apresisasi dari negara lain. Salah satunya disampaikan oleh Sekjen Liga Muslim Dunia, Sheikh Mohammed Abdulkarim Al-Essa, saat berkunjung ke Indonesia bulan Februari 2020. Namun, tidak jarang peristiwa dan pengalaman dengan konotasi negatif juga hadir dalam konteks keberagaman. Keberagaman suatu masyarakat yang tidak dipelihara dengan sungguh dapat menimbulkan gesekan yang tidak mudah diatasi. Dimensi rasa dalam masyarakat perlu disingkapkan supaya melihat orang lain lebih utuh. Pengertian dan kesadaran akan yang lain membuat seseorang bisa berbela rasa atau memiliki sikap solidaritas. Gagasan simpati Max Scheler, tokoh filsuf Jerman, membuka ruang bagi masyarakat untuk masuk secara utuh ke dalam ruang publik untuk membantu memelihara keberagaman masyarakat.
Membaca Estetika Hitam Goenawan Mohamad Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 3 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.868 KB)

Abstract

Theodor Adorno adalah seorang filsuf dari Madzhab Frankfurt yang berdiri melawan rasionalisme dan terkenal dengan kritiknya terhadap kapitalisme modern. Karena teori tradisional pencerahan tidak berhasil dalam tujuannya sebagai sebuah teori yang seharusnya mencerahkan dan membebaskan manusia. Karya-karya Adorno banyak membicarakan soal seni, estetika dan menghantam kebudayaan populer. Ia juga membuat buku Aesthetic Theory yang diterbitkan secara posthumous. Bagi Adorno, karya seni harus membebaskan diri dari komodifikasi, artinya seni tidak tidak boleh dijadikan komoditi atau alat jual beli. Hal ini tidak terbayangkan ketika seni sekarang menjadi barang dagangan yang mensupport ekonomi kreatif suatu negara. Goenawan Mohamad menelaah pemikiran estetika Adorno dalam bukunya yang baru terbit belakangan ini.

Page 3 of 26 | Total Record : 257