cover
Contact Name
Syakieb Sungkar
Contact Email
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Phone
+62811101722
Journal Mail Official
jurnal.dekonstruksi@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Tebet Mas Indah III Blok E No. 40 Tebet Barat, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 13115
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Dekonstruksi
Published by Gerakan Indonesia Kita
ISSN : 27746828     EISSN : 2797233X     DOI : 10.54154/dekonstruksi
Jurnal Dekonstruksi is a scientific journal published by Gerakan Indonesia Kita (GITA). This journal publishes scientific articles and research reports on the study of philosophy, art, social science, and cultural studies forth times a year.
Articles 257 Documents
Abnormal Baru Nawa Tunggal
Dekonstruksi Vol. 4 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.786 KB)

Abstract

Karya seni yang mendorong kegilaan pada batas-batasnya, akan memungkinkan orang untuk mencapai kesembuhan dari kegilaan. Karya seni seperti itu adalah karya yang tanpa akhir, yang dibuat tidak berkesudahan, terus-menerus, memungkinkan perulangan atau repetisi tinggi atas bentuk, dan perulangan atas situasi ketidakterdugaan. Jika tidak memberi anugerah kesembuhan, maka usaha itu setidaknya memberi sumbangan terhadap keanekaragaman karya seni. Persoalan Foucault bukan pada persoalan penyembuhan kegilaan, namun ia ingin mengembalikan sikap hormat terhadap kegilaan, atau hormat terhadap sesama manusia dengan anugerah kegilaannya.
Ketika Demokrasi Membutuhkan Inklusi Sylvester Kanisius Laku
Dekonstruksi Vol. 4 No. 01 (2021): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.76 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v4i01.70

Abstract

Democracy is a political tool that aims to reach agreement and produce fair decisions for everyone. However, it seems that not all democratic processes and decision-making involve individuals or groups who are socially in a weak, powerless, and marginalized position. These groups, such as women, the elderly, minority groups, and the poor, find themselves in a disadvantageous situation, while political decisions made through a democratic process also impact and affect them directly. Based on this thought, Iris Marion Young, a modern feminist political thinker, seeks to dismantle the various democratic symptoms that obstruct the achievement of justice for all. One of the main problems Young identified is the attempt by those in power to ignore or override the role of communities that are not in power, thereby preventing them from taking full part in democratic processes and decision-making. Therefore, Young proposes the need to intrude on inclusion in the democratic process, through communication models which she calls communicative democracy.
Salam Redaksi Vol. 5 Syakieb Sungkar
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.194 KB)

Abstract

Salah satu tujuan jurnal ini dibentuk adalah mengenalkan filsafat untuk khalayak yang lebih luas, sehingga filsafat menjadi populer - bukan sekedar menjadi bahan pembicaraan orang-orang ‘pandai’ yang suka mendiskusikan urusan yang jelimet. Karenanya jurnal ini mencoba mengeksplorasi hal-hal yang aplikatif: agama (vol. 2), keindonesiaan (vol. 3), dan seni rupa (vol. 4). Di volume ke 5 ini, Dekonstruksi banyak membicarakan masalah sastra, setidaknya ada empat artikel yang membicarakan masalah puisi dan novel. Dalam volume 5 ini, dewan redaksi ingin mengucapkan syukur dan terima kasih karena berkat dukungan para pembaca, penulis dan supporter, jurnal ini dapat memasuki tahun kedua dengan lancar.
Revitalisasi Humanisme dan Kritik Gadamer atas Metodologi Hendrik Boli Tobi
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.03 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.73

Abstract

Setelah memperkaya pengetahuan di bidang filologi, Gadamer pada akhirnya mengembangkan kajian hermeneutika yang berujung pada terbitnya buku Truth and Method. Ketika itu gagasan positivisme dan perkembangan ilmu baru, yaitu sosiologi, perlahan-lahan mendominasi khazanah ilmu-ilmu humaniora. Dominasi itu akhirnya direspons dan dilawan oleh sejumlah filsuf yang menganggap bahwa positivisme mengabaikan dimensi manusia yang begitu kompleks dan berbeda sama sekali dengan obyek penelitian ilmu-ilmu alam. Gadamer mengkritik keyakinan bahwa hanya melalui metodologi ilmu-ilmu alam, manusia dapat mencapai kebenaran. Gadamer menawarkan diskursus humanisme di tengah kepungan dominasi metodologi untuk mengembangkan humaniora. Gadamer mengangkat empat konsep penting dari tradisi humanisme, yaitu Bildung, sensus communis, pertimbangan, dan selera.
“Menemukan” Kembali Bali Wicaksono Adi
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1611.61 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.74

Abstract

Setelah Puputan Bali, Pemerintah kolonial Belanda membuat kebijakan Beliseering, sebagai strategi mempertahankan kuasa politik melalui program pelestarian budaya. Beliseering adalah suatu proyek depolitisasi Bali dengan membendung segala pengaruh agama non-Hindu sekaligus mengalihkan benih-benih gagasan nasionalistik ke ranah pengawetan kebudayaan. Hal itu berpengaruh pada karya-karya generasi ketiga seniman Bali yang menempuh pendidikan di akademi, khususnya di ISI Yogyakarta. Sebagian dari para perupa kembali pada semesta figural makhluk-makhluk mitologis dan dunia perwayangan, dan sebagian lagi menggarap elemen-elemen visual ideoreligius dengan teknik seni modern. Artinya, seniman Bali, termasuk para para pelukisnya, cenderung lebih dekat pada cara pandang kuasi-representasional ketimbang murni representasional. Apakah nantinya mereka akan kembali ke haribaan eksotisme dunia mitologis atau lebih ke pusaran dunia material sebagai bagian dari manifestasi kebudayaan modern? Boleh jadi juga mereka akan terus berada dalam garis tegangan antara modernitas dan tradisionalitas berikut menifestasi aktual yang juga terus berubah.
Aku Dalam Puisi Sebuah catatan untuk sajak-sajak Toeti Heraty Goenawan Mohamad
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.241 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.75

Abstract

Puisi hidup dengan hal-hal yang tak akan kekal, tak esensial, hanya aksidental. Tiap kali, yang fana, yang rentan, yang kebetulan dan tak disangka-sangka justru membuat kita (dan puisi) jadi hidup, antara asyik dan murung, dan kita seakan-akan tergugah, berseru. Sifat puisi yang seperti itulah yang membuat Plato mengatakan bahwa ada “perseteruan purba antara puisi dan filsafat”. Demikian yang ditulis Goenawan Mohamad ketika membahas sajak-sajak Toeti Heraty. Selain sebagai penyair dan kolektor seni, almarhumah Toeti Heraty juga seorang filsuf, disertasinya kemudian dibukukan menjadi Aku Dalam Budaya (1984).
Di Seberang Puisi Emosi —Surat untuk Zen Hae Nirwan Dewanto
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.75 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.76

Abstract

Frasa-frasa Chairil Anwar seperti “hidup hanya menunda kekalahan”, “nasib adalah kesunyian masing-masing”, dan “antara kita maut datang tidak membelah”—merupakan potongan filsafat yang menyaru ke dalam puisi, yang gemanya muncul lagi dalam sajak-sajak Sitor Situmorang dan Goenawan Mohamad. Namun sudah jelas bahwa filsafat atau intelektualisme sang penyair sudah sejak awal menentang “kesusastraan yang programatis”, yaitu yang “mendasarkan diri pada sesuatu dogma atau doktrin yang sudah diterima oleh suatu kaum sebagai kebenaran mutlak.” Menurut Nirwan Dewanto, puisi “Manusia Pertama di Angkasa Luar” dari Subagio Sastrowardoyo berhasil karena kekandasannya dalam berfilsafat dan laku hanyut ke dalam sentimentalitas. Ia berhenti menjadi representasi dari penerbangan luar angkasa maupun dari intelektualisme penyairnya sendiri. Ia sepenuhnya menjadi permainan belaka, verbal art form.
Dari Nuktah Menuju Nobel Sastra: Menyimak Najib Mahfuz Berkisah Novriantoni Kaharudin
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.926 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.77

Abstract

Najib Mahfuz adalah orang yang lihai bermain lelucon atau anekdot. Plot kisahnya bahkan tidak selalu progresif, tapi terkadang juga regresif dan mundur ke belakang, terutama dalam bentuk gumaman dan suara batin tokoh-tokohnya. Salah satu ciri khas dari karya-karya Mahfuz adalah kerencaman alias kedetilan, kerumitan, dan kompleksitas watak tokoh-tokohnya. Trilogi Kairo adalah novel tiga jilid yang berjumlah sekitar 1500 halaman, yang merupakan potret dari kehidupan masyarakat Mesir dalam tiga zaman: masyarakat tradisional, masa peralihan dan kehidupan masyarakat modern. Orang yang membaca novel Mahfuz secara tuntas akan dibawa untuk mengarungi seluk-beluk peri kehidupan masyarakat Mesir yang tidak selalu mudah ditembus.
Sebuah Pengantar kepada Dekonstruksi Chris Ruhupatty
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.209 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.80

Abstract

Artikel ini adalah sebuah pengantar kepada dekonstruksi. Harus diakui bahwa kita tidak dapat memahami apa itu dekonstruksi secara utuh. Tepatnya, kita hanya dapat menggambarkannya melalui kata atau teks yang-lain. Itulah mengapa artikel ini hanyalah sebuah pengantar atau hanya sebuah cara yang-lain untuk mengatakannya. “Dekonstruksi” itu sendiri adalah sebuah penyingkapan tentang realitas dari teks. Teks, sebagaimana dikatakan oleh tradisi filsafat Barat, adalah sebuah representasi dari dunia. Sebab itu, kita dapat memahami dunia secara utuh melalui teks. Jacques Derrida (1930-2004) pencetus dekonstruksi tidak setuju dengan gagasan itu. Baginya, kata atau teks tidak dapat menjelaskan dunia secara utuh. Teks perlu untuk didekonstruksi dalam usahanya untuk menjelaskan dunia. Dalam kerangka inilah, Derrida hendak menunjukkan kepada kita bahwa “dekonstruksi” itu sendiri tidak dapat dijelaskan menggunakan kata atau teks.
Pramoedya Ananta Toer di Bawah Cahaya Claude Levi-Strauss: Analisis Struktural Roman Arok-Dedes Wahyudin
Dekonstruksi Vol. 5 No. 01 (2022): Jurnal Dekonstruksi
Publisher : Gerakan Indonesia Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.315 KB) | DOI: 10.54154/dekonstruksi.v5i01.81

Abstract

Sebuah roman sejarah pada dasarnya adalah mitos dan legenda yang memakai baju modern. Roman sejarah ini tidak hanya menarik dari segi teknik bertuturnya, tapi juga isi dan pesannya yang menantang untuk dibedah dengan pisau analisis struktural seperti yang dikembangkan oleh Claude Levi-Strauss. Arok-Dedes mengisahkan peristiwa kudeta pertama dalam sejarah Nusantara. Pramoedya merajut struktur narasi atau relasi penceritaannya berdasarkan kecenderungan ideologi yang dianutnya. Tokoh-tokoh yang terlibat dalam pertikaian yang berlangsung menurut oposisi biner. Misalnya, oposisi Tunggul Ametung yang sudra-satria dengan kaum brahmana dimediasi oleh Ken Arok yang sudra-satria-brahmana. Perspektif itu tampaknya sejalan dengan pandangan Levi-Strauss tentang mitos. Menurutnya, setiap mitos merupakan suatu upaya mengingat kembali hal-hal yang telah lewat. Lebih dari itu, keberadaan mitos dalam suatu masyarakat adalah dalam rangka mengatasi atau memecahkan berbagai kontradiksi empiris yang tidak terpahami atau terpecahkan oleh nalar manusia.

Page 5 of 26 | Total Record : 257