cover
Contact Name
Abdi Hanra Sebayang
Contact Email
sinergi@polmed.ac.id
Phone
+628126526644
Journal Mail Official
sinergi@polmed.ac.id
Editorial Address
Jalan Almamater No 1 Kampus USU Medan 20155 Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Sinergi Polmed : Jurnal Ilmiah Teknik Mesin
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Politeknik Negeri Medan, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Polmed Press, Politeknik Negeri Medan dan melalui blind review dengan p-ISSN: 2089-7766. Ruang lingkup jurnal ini meliputi dibidang Teknik mesin, Teknik konversi energi, energi baru terbarukan, korosi, material dan metalurgi, energi termal, dinamika fluida, tribologi dan bioenergi. Tahun 2012 pertama kali terbit secara offline, dan mulai Februari tahun 2021 jurnal ini dipublikasikan secara online dengan e-ISSN 2777-1202 dan dapat diakses pada http://ojs.polmed.ac.id/index.php/Sinergi/index. Tujuan jurnal ini adalah untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian dalam bentuk artikel ilmiah yang berguna untuk perkembangan dunia Pendidikan khusunya bidang Teknik mesin. Kami menerima artikel dari seluruh Indonesia dan anggota Dewan Editorial kami adalah peneliti internasional dan nasional yang aktif pada bidangnya.
Articles 124 Documents
IMPLEMENTASI DAN EVALUASI KINERJA JIG WELDING PNEUMATIK UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS GUSSET FR Ridho Hans Gurning; Wita Putri Ningtyas; Edwin Sahrial Solih
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3188

Abstract

PT MWT menghadapi peningkatan target produksi komponen Gusset FR dari 400 menjadi 750 unit per 8 jam, sedangkan jig toggle manual hanya menghasilkan 400 unit. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengevaluasi jig welding pneumatik untuk mengurangi waktu siklus dan meningkatkan output. Metode Engineering Design Process mencakup identifikasi kebutuhan, desain 2D/3D, perhitungan gaya clamping, pemilihan silinder, validasi, perakitan, dan trial produksi. Jig terdiri atas empat assembly; tiga di antaranya menggunakan silinder bore 32 mm dengan stroke 100, 50, dan 20 mm. Pada tekanan 5 bar, gaya maju mencapai 401,92 N, jauh di atas kebutuhan clamping 2,167 N. Tegangan kerja struktur sebesar 1,00 MPa juga jauh di bawah tegangan luluh SS400 sebesar 245 MPa. Trial menurunkan waktu siklus dari 72 menjadi 36,7 detik per unit (49,0 %) dan meningkatkan output dari 400 menjadi 784 unit per 8 jam (96,0 %), sehingga melampaui target sebanyak 34 unit. Jig welding pneumatik terbukti memenuhi kebutuhan fungsional dan struktural serta meningkatkan produktivitas pengelasan Gusset FR.
OPTIMASI KINERJA UNIT FRAKSIONASI LNG–LPG SERTA STABILISASI KONDENSAT BERBASIS MACHINE LEARNING DAN ASPEN HYSYS Zami Furqon; Rr. Tsaniya Faza Al-machzum Azmi; Agus Setiyono
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3192

Abstract

Pada 2023, produksi LNG Indonesia mencapai 847,89 juta MMBTU dengan ekspor sebesar 594,67 juta MMBTU. Pada tahun yang sama, konsumsi LPG mencapai 8,71 juta ton dan sebagian besar dipenuhi melalui impor sebesar 6,95 juta ton, sedangkan produksi domestik hanya 1,97 juta ton. Di PT XYZ, kondensat hasil fraksionasi dialirkan langsung ke tangki ketika kolom bertekanan rendah (low-pressure/LP) tidak beroperasi. Pada kondisi startup atau shutdown, Reid Vapor Pressure (RVP) kondensat dapat mencapai 106,3 psia sehingga berisiko mengganggu sistem floating roof tangki. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan kondisi operasi kolom untuk meningkatkan yield LNG dan LPG serta merancang jumperline menuju kolom bertekanan tinggi (high-pressure/HP) agar kondensat tetap dapat distabilisasi. Sebanyak 1.301 data operasi dibersihkan menjadi 1.069 data, kemudian dianalisis menggunakan machine learning berbasis Python. Model Random Forest digunakan untuk memprediksi laju alir produk atas dan bawah, sedangkan skenario optimal divalidasi melalui simulasi Aspen HYSYS. Hasil optimasi meningkatkan yield Deethanizer, Depropanizer, dan Debutanizer masing-masing sebesar 3,95 %, 3,77 %, dan 2,35 %, sedangkan yield Scrub Column menurun 0,64 %. Perubahan efisiensi tray pada keempat kolom berturut-turut adalah -1,54 %, 1,00 %, 1,25 %, dan 0,97 %. Desain jumperline menurunkan RVP kondensat saat shutdown menjadi 10,01 psia. Estimasi operating profit tahunan mencapai US$2.124.960.645,03 atau Rp38.498.974.486.331. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi machine learning dan Aspen HYSYS berpotensi meningkatkan kinerja fraksionasi sekaligus memperkuat keselamatan stabilisasi kondensat.
PENERAPAN KOMPOSIT HIBRIDA SERAT KARBON–SERAT KACA PADA RANGKA KENDARAAN HEMAT ENERGI Faisal Arif Nurgesang; Muhammad Joang Firdaus
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3247

Abstract

Rangka kendaraan hemat energi membutuhkan material dengan massa jenis rendah dan kekuatan mekanik yang memadai untuk mendukung efisiensi penggunaan energi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan profil hollow tube berbahan komposit hibrida serat karbon–serat kaca, mengevaluasi pengaruh kombinasi lapisan serat terhadap massa jenis dan kekuatan lentur, serta menilai kelayakannya sebagai alternatif aluminium 6063-T5 pada rangka kendaraan hemat energi. Spesimen dibuat menggunakan metode vacuum infusion dengan tiga konfigurasi lapisan, yaitu 0CF3GF, 1CF2GF, dan 2CF1GF. Setiap konfigurasi terdiri atas tiga lapisan penguat dan diuji menggunakan metode three-point bending. Massa jenis spesimen dihitung berdasarkan hasil pengukuran massa dan volume, sedangkan distribusi tegangan rangka dievaluasi melalui simulasi elemen hingga dengan pembebanan statis sebesar 100 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan jumlah lapisan serat karbon meningkatkan kekuatan lentur dan menurunkan massa jenis komposit. Konfigurasi 2CF1GF memberikan kinerja terbaik dengan tegangan luluh lentur sebesar 31,13 MPa, tegangan lentur maksimum 38,61 MPa, dan massa jenis 2,14 g/cm³ atau 20,7% lebih rendah daripada aluminium 6063-T5. Simulasi rangka menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 18,30 MPa, tegangan maksimum 85,14 MPa, dan defleksi maksimum 1,31 mm. Berdasarkan hasil tersebut, komposit 2CF1GF memenuhi kebutuhan kekuatan pada bagian rangka dengan tegangan kerja hingga 18,30 MPa, tetapi belum sesuai untuk area kritis tanpa penambahan lapisan atau optimasi orientasi serat. Komposit hibrida 2CF1GF berpotensi diterapkan melalui pendekatan pemilihan material berbasis zona untuk mengurangi massa rangka kendaraan hemat energi.
KARAKTERISTIK TINGKAT KEKERASAN BIOMASSA DENGAN PENDEKATAN ANALISIS PROKSIMAT Nurhalim Nurhalim; Sutikno Sutikno; Nely Ana Mufarida; Anis Siti Nurrohkayati
SINERGI POLMED: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Juni
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/sinergipolmed.v7i2.3288

Abstract

Pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan memerlukan karakterisasi sifat fisik dan kimia untuk menentukan kesesuaiannya sebagai bahan bakar. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan tingkat kekerasan biomassa dengan karakteristik proksimat, rendemen, dan nilai kalor setelah proses pirolisis. Bahan yang digunakan meliputi daun, sabut, dan cangkang kelapa, masing-masing sebanyak 400 g. Seluruh bahan dipirolisis pada suhu 500°C selama 3 jam. Tingkat kekerasan diukur sebelum dan sesudah pirolisis menggunakan metode Shore D, sedangkan karakteristik biomassa ditentukan melalui pengujian kadar air, zat terbang, kadar abu, karbon terikat, nilai kalor, dan rendemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang kelapa memiliki tingkat kekerasan tertinggi, yaitu 61,5 HD sebelum pirolisis dan 40 HD setelah pirolisis. Cangkang kelapa juga menghasilkan rendemen tertinggi sebesar 62,5 %, kadar karbon 23,98 %, dan nilai kalor 4.779 cal/g. Sebaliknya, sabut kelapa memiliki tingkat kekerasan terendah, yaitu 10 HD sebelum pirolisis dan 7 HD setelah pirolisis. Hasil tersebut menunjukkan kecenderungan bahwa biomassa dengan tingkat kekerasan lebih tinggi memiliki kadar karbon, rendemen, dan nilai kalor yang lebih tinggi. Namun, kualitas biomassa sebagai bahan bakar tidak hanya ditentukan oleh kekerasan, tetapi juga oleh kadar air, zat terbang, kadar abu, serta metode konversi yang digunakan. Cangkang kelapa menunjukkan karakteristik paling baik di antara ketiga jenis biomassa yang diuji dan berpotensi digunakan sebagai bahan baku energi padat berbasis biomassa.

Page 13 of 13 | Total Record : 124